Saat muncul untuk yang pertama kalinya
Satrio Piningit sejati akan “datang ke bumi”
Jongko Joyoboyo bait 160

A. Pendahuluan.
Pemilu presiden di Indonesia untuk memilih presiden dan wakil presiden periode 2014-2019 telah berlalu pada tanggal 9 Juli 2014 yang dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo dan Yusuf Kalla. Pada tanggal 21 Agustus 2014 KPU telah menetapkan pasangan tersebut resmi sebagai calon presiden dan wakil presiden setelah gugatan dari Prabowo dan Hatta Rajasa yang kalah pemilu ditolak Mahkamah Konstitusi. Selanjutnya kelak pada tanggal 20 Oktober 2014 calon presiden dan wakil presiden akan dilantik menjadi presiden dan wakil presiden RI menggantikan SBY dan Budiono.
Munculnya Jokowi sebagai presiden diakui maupun tidak diakui telah mengecewakan banyak pihak terutama yang menunggu kemunculan Satrio Piningit. Pihak-pihak itupun terbagi menjadi 2 bagian : sebagian meyakini Jokowilah Satrio Piningit yang disebutkan dalam naskah-naskah leluhur Nusantara seperti Jongko Joyoboyo, Ugo Wangsit Siliwangi, serat Ronggowarsito dll. Sementara itu sebagian lagi tidak percaya Jokowi sebagai Satrio Piningit yang diberitahukan leluhur Nusantara dalam naskah peninggalannya. Lantas mana yang benar? ……. apakah Jokowi SP atau bukan SP yang sejati? …….
Jawabnya Jokowi bukan Satrio Piningit yang sejati seperti yang diberitahukan leluhur Nusantara. Anda dapat membaca tulisan dengan judul Prabowo dan Jokowi bukan Satrio Piningit yang Sejati untuk mengetahui kepastiannya. Lantas bagaimana dengan ramalan 7 Satrio Ronggowarsito yang menyebutkan bila setelah presiden SBY sebagai Satrio Pambukaning Gapuro akan muncul Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu? …….. memang benar demikian, namun harus dimengerti bahwa Satrio ke 7 itu tidak menjadi presiden seperti pesan Prabu Joyoboyo bait 171 : “memakai lambang Ratu tanpo Mahkota”.
Fakta ramalan 7 Satrio Ronggowarsito dan bait 171 Jongko Joyoboyo yang berlawanan ini telah memberi pengertian bila sosok yang akan membawa Indonesia menuju ke Zaman Kalasuba (Zaman suka ria / zaman keemasan) ada 2 orang. Sosok pertama akan menjadi presiden pada 20 Oktober 2014. Sementara sosok kedua akan muncul menjadi Dewa Berbadan Manusia, namun hingga Agustus 2014 ini belum juga diketahui sosoknya karena memang masih piningit (tersembunyi).
Dalam hal ini Satrio Piningit Sejati seperti yang diberitahukan leluhur Nusantara sebagai sosok Dewa Berbadan Manusia (Jongko Joyoboyo bait 159, 170) mengalami keadaan bukan saja piningit (tersembunyi) namun juga harus disembunyikan oleh gurunya Batara Indra. Berikut Ulasannya :

1. Jongko Joyoboyo bait 160.
“……. datang ke bumi membantu manusia Jawa …….” Kalimat “datang ke bumi” yang disampaikan Prabu Joyoboyo ini mengandung pengertian bahwa Satrio Piningit yang sejati sebelumnya berada di luar bumi. Apa mungkin? ……. tidak ada yang tidak mungkin .Apabila Tuhan yang menghendaki maka hal-hal yang sangat tidak masuk akal bisa terjadi. Ingatlah bahwa telah banyak ramalan Prabu Joyoboyo yang terbukti dan terjadi di Indonesia. Untuk itu ramalan beliau bahwa kelak muncul Satrio Piningit sejati dan pada bait 160 disebut “datang ke bumi” tentu akan terbukti pula.
Selain itu kalimat tersebut dibuat Prabu joyoboyo bukan untuk membohongi anak cucu Nusantara. Telah banyak bait dalam naskah peninggalan beliau yang terbukti pada saat ini menjadi ukuran bahwa apa yang disampaikan Prabu Joyoboyo mengandung kebenaran. Apalagi beliau seorang raja yang berwibawa tentunya naskah yang ditinggalkannya berisi hal-hal yang bermanfaat bagi anak cucu Nusantara agar anak cucu mengerti dan mewaspadai akan datangnya Zaman Kalabendu (zaman sengsara) sekaligus memberi harapan karena zaman itu akan diganti dengan Zaman Kalasuba (zaman suka ria).
Dengan demikian kalimat “datang ke bumi” yang tersirat dalam bait 160 Jongko Joyoboyo itu mengandung kebenaran juga. Kelak suatu saat nanti sebelum kemunculannya, si Satrio Piningit yang sejati akan berada di luar bumi untuk suatu keperluan tentunya, meskipun Prabu Joyoboyo enggan memberitahukan tempat di luar bumi tersebut. Selanjutnya untuk mengetahui suatu tempat di luar bumi yang menjadi tempat tinggal sementara Satrio Piningit yang sejati dapat diketahui melalui Hadits Nabi Muhammad SAW.

2. Hadits Nabi Muhammad SAW.
“Allah telah memberikan ikhtiar kepada Zulkarnain untuk memilih di antara dua awan; awan yang keras dan awan yang tidak keras. Zulkarnain memilih awan yang tidak keras, yakni awan yang tidak ada kilat dan petir di dalamnya. Seandainya ia memilih awan yang keras, ia tidak akan diizinkan untuk menggunakannya. Karena, awan itu disimpan untuk Al-Mahdi.”
Dalam hadits di atas diberitahukan bila Tuhan YME telah mempersiapkan sebuah kendaraan awan yang mengandung kilat dan petir untuk Al-Mahdi (Satrio Piningit yang sejati). Kendaraan tersebut kelak akan digunakannya dalam menempuh perjalanan keluar bumi bahkan keluar dari langit yang artinya akan menuju ke suatu tempat yang berada diluar alam semesta. Karena tempatnya berada di luar alam semesta maka tempat itu tidak akan terjangkau oleh semua jenis teknologi maupun kemampuan manusia baik fisik maupun non fisik.
Soal kejujuran sepertinya tidak perlu diragukan lagi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang mendapat gelar “Al-Amin” artinya orang yang dapat dipercaya. Untuk itu apa yang disampaikannya bukanlah suatu kebohongan untuk membohongi umatnya sendiri melainkan suatu kebenaran yang kelak akan benar-benar terjadi baik kebenaran dalam memberitahukan kelak akan muncul Al-Mahdi maupun kebenaran dalam memberitahukan kelak Al-Mahdi akan melakukan perjalanan menuju keluar alam semesta dengan kendaraan awan yang mengandung kilat dan petir.

3. Al- Mahdi (Satrio Piningit yang Sejati).
Mahdi ada 2 orang yaitu : Mahdi yang kelak akan muncul di Arab Saudi dan yang satu lagi Mahdi yang datang dari timur (Al-Mahdi At-Tammimi) yaitu dari Indonesia yang selama ini dikenal dengan sebutan Satrio Piningit dan beberapa sebutan lainnya. Mahdi yang dimaksud Nabi Muhammad SAW dalam hadits di atas tertuju kepada Mahdi yang muncul dari Indonesia, hal ini dikarenakan kendaraan awan itu mengandung kilat dan petir yang sudah pasti harus sosok yang diasuh Dewa Petir yang akan mampu mengendarainya.
Anak Dewa Petir atau Putra Batara Indra (Malaikat Mikail) rajanya para malaikat di langit dan di bumi tiada lain adalah Satrio Piningit yang sejati sesuai dengan yang diberitahukan Prabu Joyoboyo dalam bait 161, 162 dan 171 Jongkonya. Oleh karena Satrio Piningit yang sejati (bukan yang palsu) diasuh, dibimbing, dipersiapkan, dibentuk dll oleh Dewa Petir, maka tidak heran bila dia mampu mengendarai awan yang mengandung kilat dan petir bahkan dirinya dengan petir itu telah menyatu menjadi satu hingga wajar bila senjata petir milik Dewa Petir pun ada bersamanya.

4. Awan yang mengandung kilat dan petir.
Secara khusus membahas tentang kendaraan awan yang dipersiapkan Tuhan untuk Satrio Piningit sejati, ternyata mengandung kilat dan petir. Mengandung kilat dan petir dapat dipahami bila awan itu dilengkapi dengan kilat dan petir. Bisa juga dipahami awan itu dibuat dengan unsur kilat dan petir. Dalam arti lain awan itu ya kilat dan petir itu sendiri. Hal ini sama dengan Satrio Piningit sejati, karena dia anak dewa petir maka dia itu ya petir itu sendiri namun berbadan manusia. Rada aneh tapi begitulah kenyataannya. Tapi mengapa kendaraan awan itu harus mengandung kilat dan petir? ……. Apabila SP adalah petir maka kendaraannya bisa apa saja dan tidak perlu yang mengandung kilat dan petir.
Ketika diteliti lebih lanjut sepertinya kendaraan awan itu memang harus mengandung kilat dan petir. Hal itu bukan karena yang akan menaiki anak dewa petir, namun karena hal lain yaitu tempat yang akan dituju jaraknya jauh sekali. Tempat yang akan digunakan Satrio Piningit sejati untuk berlatih mukjizat Tuhan yang diterimanya itu tidak di bumi juga tidak di alam semesta, namun tempatnya berada di luar alam semesta yang kemungkinan masih jauh lagi dari dinding batas luar alam semesta. Hal ini sesuai dengan kalimat “ia terbang ke langit melewati tujuh langit dan tujuh bumi, yaitu lima bumi yang ditinggali dan dua bumi yang hancur” Artinya 7 bumi ini berada di luar alam semesta semua.
Jauhnya jarak antara bumi dengan tempat yang akan digunakan Satrio Piningit sejati untuk berlatih inilah yang menjadi penyebab harus awan yang mengandung petir dan kilat sebagai kendaraannya. Anda mungkin pernah menyaksikan sendiri petir dan kilat pada saat musim hujan atau melihat melalui media, nah … gerakan kilat petir itu luar biasa cepatnya. Apabila mengarah pada manusia yang mampu berlari atau bergerak menghindarinya bila takdir Tuhan dia terkena kilat dan petir. Mungkin inilah sebabnya kenapa kendaraan awan itu harus mengandung petir dan kilat yang tida lain agar dapat bergerak dengan kecepatan cahaya.

5. Sebutan Putra Batara Indra.
Prabu Joyoboyo dalam Jongko Joyoboyo bait 161, 162 dan 171 menyebut Satrio Piningit yang sejati dengan sebutan Putra Batara Indra tiada lain sekali lagi karena dia diasuh oleh Batara Indra (malaikat Mikail). Keadaan ini mengingatkan pada salah satu sosok dari 5 sosok Pandawa Lima yaitu Arjuna. Arjuna dikenal dengan sebutan Putra Batara Indra karena ibunya Dewi Kunti melahirkannya dari benih dewa Indra. Lalu apakah ayahnya Satrio Piningit yang sejati juga Dewa Indra? ……. belum diketahui benar tidaknya.
Selain sebutan Putra Batara Indra, ada hal lain yang sama antara Arjuna dengan Satrio Piningit yang sejati, yaitu ingatlah bahwa Drupadi dan Pandawa Lima pernah menjalani masa pembuangan dan pengasingan selama 13 tahun yang memaksa mereka harus hidup di hutan. Nah … saat itulah Arjuna meninggalkan saudara-saudaranya dan melakukan perjalanan sendirian bertapa di suatu tempat agar dapat bertemu dengan ayahnya Dewa Indra yang tiada lain maksudnya untuk mendapatkan senjat panah sakti.
Usaha Arjuna akhirnya berhasil dan dia diberi seluruh senjata panah sakti oleh ayahnya juga ada tambahan senjata panah sakti dari Dewa Siwa dengan nama Panah Pasopati. Dikisahkan bahwa Arjuna selain mendapatkan senjata panah sakti, dia juga berlatih menggunakannya di istana kerajaan ayahnya Batara Indra yang dikenal dengan nama Indrakila, bahkan di Indrakila itu pula Arjuna diajarkan menyanyi, menari dan bermain musik yang selanjutnya kemampuan tambahan ini digunakannya untuk menjadi guru tari di Istana Kerajaan Matsya dengan nama samaran Brihannala.

6. Satrio Piningit sejati keadaannya tersembunyi.
Sosok yang kelak akan membuka gerbang zaman keemasan baik zaman keemasan untuk Indonesia maupun dunia atas kehendak Tuhan Sang Pencipta harus mengalami masa sembunyi dan disembunyikan (tersembunyi) meskipun faktanya dia hidup di tengah-tengah manusia. Artinya siapapun orang yang hidup bersamanya, melihatnya, berdampingan dengannya, berjumpa dengannya, bahkan menyentuhnya tidak akan mengetahui bila dia adalah calon pembuka gerbang zaman keemasan.
Dalam Century 2 Kuantrain 27 Nostradamus menyebutkan :
Le diuin verbe sera du ciel frappé,
Qui ne pourra proceder plus auant:
Du reseruant le secret estoupé,
Qu’on marchera par dessus & deuant.
Suara ilahi akan turun dari langit
dan dia tidak akan pergi lebih jauh lagi.
Rahasia tetap akan tersembunyi hingga turunnya wahyu
Sehingga orang-orang berjalan dengan dan di atas kepala.

Hal senada diungkapkan Nabi Muhammad SAW :”Al-Mahdi akan mengalami 2 kali masa ghaibah.” Apabila Nostradamus hanya menyebutkan “tersembunyi” saja, namun Nabi SAW menyebut keadaan tersembunyi itu terjadi 2x. Kata 2x ini sepertinya memberitahukan bila Satrio Piningit sejati mengalami keadaan tersembunyi yang berbeda antara keadaan tersembunyi yang satu dengan yang satunya lagi. Dari sinilah muncul dugaan bila 2x masa ghaib itu adalah pertama ghaib ketika di bumi dan kedua ghaib karena hidup tidak di bumi yaitu di luar bumi di luar alam semesta (sebut saja disembunyikan).

7. Mengapa Harus Disembunyikan.
Satrio Piningit yang sejati pada suatu ketika nanti akan mengalami masa dimana dia harus meninggalkan bumi untuk beberapa saat dan waktu sama persis dengan yang dialami Arjuna. Tapi kenapa SP harus hidup di luar bumi? ……. apakah itu juga termasuk dalam rangka menyembunyikan dari publik ataukah menjauhkan dari peristiwa perang agung yang kelak akan terjadi di Indonesia atau ada sesuatu yang memang harus ditempuh di tempat luar bumi itu? …….
Ntah apa maksud dari dibawa keluarnya Satrio Piningit sejati ke luar bumi dan langit di luar alam semesta sana. Memang belum bisa menebak, namun apabila melihat peristiwa Arjuna yang sementara waktu harus ke kerajaannya Batara Indra agar bisa berlatih senjata panah sakti yang diterimanya maka ada dugaan Satrio Piningit sejati dibawa ke luar bumi untuk sementara waktu tiada lain kemungkinan agar dia berlatih menggunakan mukjizat / wahyu Tuhan yang diterimanya sebelum digunakan di kehidupan yang nyata.

Pesan Nabi Muhammad SAW yang kurang lebih isinya : “Sesungguhnya, Al-Mahdi yang kita nantikan itu memiliki dua mukjizat yang belum pernah terjadi semenjak Allah menciptakan langit dan bumi”. Sementara itu dalam hadits lain juga disebutkan bila “Mahdi akan melakukan serangan dengan serangan yang belum pernah dilakukan oleh bangsa manapun”. Ada juga hadits yang menyebut “Mahdi akan melakukan serangan yang tidak bisa dilawan oleh bangsa manpun”. 3 hadits ini menggambarkan bila mukjizat yang kelak diterima Mahdi alias Satrio Piningit sejati kekuatannya sangat besar, hingga ada juga hadits yang menyebut “bila Mahdi pergi ke suatu tempat dan ada gunung yang menghalangi maka gunung itu akan dihancurkan“.
Anda tentu sudah mengetahui beberapa mukjizat Nabi/Rosul seperti Nabi Musa as dengan tongkatnya, Nabi Sulaiman as dengan cincinnya, Nabi Ibrahim as tidak mempan dibakar, Nabi Nuh as dengan kapalnya dll. Sekarang bagaimana bila Nabi/Rosul itu dihantam rudal atau ditembak oleh pesawat tempur? ……. pasti akan mati yang seakan-akan mukjizat Tuhan tidak ada gunanya lagi. Untuk itulah Satrio Piningit sejati sebagai pembuka gerbang zaman keemasan harus diberi mukjizat yang lebih kuat dari segala alat perang dan senjata perang yang ada pada zaman sekarang ini. Ini sebuah keharusan agar misi yang diembannya untuk membuka zaman keemasan dapat tercapai sesuai yang Tuhan kehendaki.
Perlu diingatkan bila prabu Joyoboyo dalam kitab Musasar Sinom 27 menyebut Satrio Piningit “menjadi raja dunia”. Kalimat ini memberi pengertian bahwa zaman keemasan yang dibuka Satrio Piningit sejati bukan hanya Indonesia saja namun dunia. Karena levelnya dunia maka dia harus aman dari segala jenis senjata perang dunia Internasional. Coba pikir ……. andaikan saja seluruh Nabi/Rosul terdahulu dihidupkan kembali, maka tidak ada satupun yang kan mampu tahan terhadap alat perang zaman saat ini. Kena bom bunuh diri saja pasti udah pada mati, apalagi kena rudal …….Untuk itulah Satrio Piningit sejati dibekali mukjizat baru agar dapat menghadapi juga aman dan mengalahkan segala jenis senjata modern yang ada saat ini.

8. Mukjizat yang diterima SP harus dilatih dahulu.
Lagi-lagi harus ditegaskan bila hadits-hadits di atas itu disampaikan Nabi Muhammad SAW menunjuk kepada Mahdi yang muncul dari timur (At-Tammimi) yaitu dari Indonesia yang selama ini dikenal dengan Satrio Piningit. Artinya Satrio Piningitlah yang diberi mukjizat Tuhan (bukan wahyu keprabon). Mukjizat itu bukan untuk Mahdi yang muncul di Arab karena Mahdi yang muncul di Arab hanya diberi Wahyu Kepemimpinan dan bukan wahyu kekuatan. Selain itu apabila Mahdi yang muncul di Arab diberi mukjizat kekuatan maka Dajjal akan mati di tangannya dan bukan di tangan Nabi Isa as. Pada saat yang sama juga sama sekali tidak ditemui hadits yang menyebut Mahdi duel satu lawan satu dengan Dajjal.
Untuk itu mukjizat baru yang luar biasa itu untuk Mahdi yang dari Indonesia yaitu Satrio Piningit sejati. Nah … oleh karena jenis mukjizatnya baru yang benar-benar tidak masuk akal juga kekuatannya sangat besar melebihi mukjizat lain yang pernah diturunkan Tuhan kepada para Nabi/Rosul, maka bisa dimengerti bila si penerima mukjizat harus berlatih dahulu sebelum digunakan pada kehidupan nyata. Hal baru biasanya butuh waktu untuk menggunakannya selain itu kemungkinan ada aturan main yang harus diketahui dalam menggunakan mukjizat itu.
Contohnya Arjuna yang memiliki seluruh senjata panah sakti milik Batara Indra, untuk menggunakan satu panah saktinya maka Arjuna harus melafalkan beberapa kata atau kalimat (sebut saja affirmasi atau mantra) agar panah sakti yang diinginkan akan keluar dan muncul di tangannya. Panah yang mengeluarkan api misalnya otomatis akan keluar dan muncul di tangan apabila Arjuna melafalkan kata “api”, panah pasopati yang kepalanya berbentuk bulan sabit akan muncul apabila Arjuna melafalkan kata “bulan sabit” dll misalnya.
Kemungkinan seperti itulah mukjizat yang kelak diberikan Tuhan kepada Satrio Piningit sejati, karena tidak hanya satu jenis namun multi jenis di dalam penggunaannya jadi wajar bila ada beberapa kata atau lafal yang harus dikuasai dahulu (ingatlah kata Ronggowarsito dalam serat Kalatidha pupuh 258 tembang ke 4 :”senjatanya zikir”). Untuk itu latihan menggunakan juga mengendalikan mukjizat itu tidak bisa dilakukan di bumi yang kemungkinan akan mempengaruhi keadaan alam di bumi. Apalagi di Indonesia yang memiliki banyak gunung dan laut. Tidak bisa tidak berlatihnya harus di luar bumi bahkan di luar alam semesta.

9. Kapan berangkat dan kapan kembali ke bumi.
Mukjizat yang kelak diterima Satrio Piningit sejati benar-benar baru dan multi fungsi sehingga memaksa dia harus melatihnya terlebih dahulu di luar alam semesta. Muncul pertanyaan, kapan dia akan berangkat ke tempatnya latihan? ……. Jawabnya belum diketahui dan tidak diketahui. Tidak ada data, informasi atau bocoran sama sekali mengenai hal ini baik dari Hadits Nabi Muhammad SAW, dari ramalan luar negri maupun dari naskah-naskah peninggalan leluhur Nusantara.
Apakah saat berlangsung pemilu presiden RI 9 Juli 2014 Satrio Piningit sejati sudah ke luar alam semesta? ……. atau apakah nanti setelah Jokowi dilantik baru berangkat? ……. atau berangkatnya di tahun 2015? ……. sekali lagi dikatakan : tidak ada info sama sekali. Satu-satunya data hanya dari Jongko Joyoboyo bait 160, tapi bukan tentang keberangkatannya namun tentang kepulangannya. Kalimatnya berbunyi :”datang ke bumi untuk membantu manusia Jawa”. Hanya ini saja kalimatnya dan dibait-bait sebelumnya tidak ditemukan bait tentang kepergiannya.
Labih jauh mengenai kata “datang ke bumi” itu didahului dengan kalimat “sebelumnya ada pertanda komet 7 hari”. Semua pihak menafsirkan bait 160 sebagai kemunculan Satrio Piningit sejati untuk pertama kalinya di depan publik. Apabila bait 160 dijadikan ukuran maka peristiwa munculnya Satrio Piningit sejati di depan publik saat pertamanya itu menjadi tanda kepulangannya setelah sekian lama berlatih di luar alam semesta. Singkatnya kalau sudah ada komet 7 hari maka sesudah komet itu tidak terlihat yaitu di hari ke 7, Satrio Piningit sejati akan pulang dari tempatnya berlatih dan muncul untuk pertama kalinya di depan publik.

B. Penutup.
Tidak perlu dipermasalahkan munculnya Jokowi sebagai presiden RI ke 7 yang sepertinya bukan dia Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu yag dimaksud Ronggowarsito. Juga bukan dia Putra Batara Indra yang dimaksud Prabu Joyoboyo, pun juga bukan dia bocah angon yang dimaksud Prabu Siliwangi dll. Munculnya Jokowi bukan suatu kesalahan pemilu di Indonesia juga bukan melesetnya ramalan leluhur Nusantara. Akan tetapi sebaliknya kemunculannya merupakan takdir Tuhan yang harus ada dan mengendalikan sistem pemerintahan untuk mendukung negri ini menuju zaman Kalasuba.
Pada saat yang sama bukan Satrio Piningit sejati yang menjadi presiden RI 2014-2019 juga tidak perlu dipermasalahkan, karena lagi-lagi ditegaskan bila si satrio selamanya tidak akan menjadi presiden (memakai lambang ratu tanpa mahkota, bait 171). Dia memang belum muncul karena proses, tahap, rangkaian dll yang harus dilaluinya belum selesai. Satrio Piningit sejati harus kesandung kesampar dahulu, harus dihina orang dahulu, ditolak dimana-mana, hidup penuh halangan, harus bertaubat dan yang pasti harus menjadi seperti yang Tuhan dan Batara Indra inginkan hingga akhirnya menjadi sosok yang siap untuk diberi hadiah mukjizat Tuhan kemudian berlatih menggunakannya, baru setelah itu dia muncul.
Yang perlu dipermasalahkan adalah pihak-pihak yang tetap saja meyakini Satrio Piningit kelak akan menjadi presiden RI. Padahal sudah nyata-nyata presiden Ri 2014-2019 adalah Jokowi tapi ada juga yang tetep meyakini Satrio Piningit akan menjadi presiden setelah Jokowi karena Jokowi dianggap sebagai Satrio Pambukaning Gapuro sama seperti presiden SBY. Nanti ketika presiden setelah Jokowi bukan Satrio Piningit maka akan tetap meyakini Satrio Piningit akan menjadi presiden setelah itu. Lantas mau sampai kapan tenggelam dalam keyakinan sendiri yang nyata-nyata salah. Tidak taulah ……. soal petunjuk itu urusan Tuhan YME … Eddy Corret hanya bisa buat tulisan saja.
Oh iya ……. keyakinan orang bahwa Satrio Piningit akan menjadi presiden kelak akan gugur dengan sendirinya tanpa disuruh maupun digusur setelah melihat sendiri terjadinya perang agung dan muncullah dia yang sejati. Jadi …….. biarkan saja ……. tidak usah di otak-atik, tidak usah di apa-apain.

Eddy Corret