Pertanda Akhir Zaman Kalabendu

Posted: November 11, 2007 in Artikel
Tag:

Pertanda akhir zaman Kalabendu
menuju puncak peristiwa di zaman sengsara

A. Pendahuluan.
Banyak sudah peristiwa zaman Kalabendu (zaman sengsara) terjadi di negri tercinta Indonesia, mulai dari peristiwa yang terjadi karena faktor alam, faktor sistem pemerintahan, faktor manusia yang sengaja maupun tidak menimbulkan kesengsaraan dll hingga faktor kutukan dari berbagai segi dan sudut. Kini setelah banyak tahapan yang menyengsarakan rakyat Indonesia dilalui, tibalah saatnya negeri ini berada pada tahap akhir peristiwa di zaman Kalabendu. Apabila tahap akhir nanti telah dilalui maka Indonesia akan memasuki zaman baru yaitu zaman Kalasuba atau zaman suka ria sebut saja zaman keemasan. Sebelum memasuki zaman keemasan, ada beberapa pertanda penting yang harus diketahui :

1. Sabdo Palon Noyo Genggong telah kembali.
Meletusnya Gunung Merapi di Jogjakarta pada sekitar bulan Juni 2006 yang laharnya mengarah ke barat daya dapat dijadikan sebagai point penting pertama pertanda akhir zaman Kalabendu. Hal ini dikarenakan peristiwa itu sama persis dengan yang diberitahukan dalam naskah ramalan Sabdo Palon. Gunung Merapi di Jogja meletus itu menjadi tanda bila Sabdo Palon Noyo Genggong telah kembali dari istirahatnya selama lebih dari 500 tahun. Kembali untuk mengasuh raja lagi yang akan membawa Indonesia menuju zaman keemasan. Namun apakah si calon raja itu pada tahun 2006 baru dilahirkan atau sudah dewasa? ……. belum diketahui.

2. Hasil penglihatan Eddy Corret.
Secara tidak sengaja pada sekitar tanggal 28-29 Desember 2008 penulis melihat secara non fisik adanya pesta alam. Hujan angin pohon pada menari-nari, air laut pasang juga terlihat sedang menari dll Pada kesempatan itu nampaklah Malaikat Mikail (Batara Indra) melayang di angkasa (terlihat close-up dan wajahnya gemuk memakai mahkota). Namun penulis hanya berhasil melihat saja, dan ketika akan mencoba untuk melacak di daerah mana itu rasanya berat sekali. Tubuh ini terasa dibekukan, tidak bisa bergerak sedikitpun dan hanya bisa melihat saja. Penafsiran penulis yaitu sepertinya Malaikat Mikail mendatangi sosok di daerah tertentu untuk memberitahukan bahwa dirinyalah calon penerima mukjizat Tuhan YME.

3. Presiden RI ke 6 SBY.
Naiknya SBY sebagai presiden RI ke 6 rupanya telah sesuai dengan yang diberitahukan leluhur dalam naskah peninggalannya, seperti ramalan 7 raja Samagama yang menyebut raja keenam sebagai “tiba-tiba manggung dipuja sambil disegani”. Ramalan 7 satria Ronggowarsito yang menyebut satria ke 6 sebagai “satria pambukaning gapuro”. Kitab Musasar Prabu Joyoboyo yang menyebut “Raja yang tidak sempat mengatur negara sebab adanya masalah-masalah yang merepotkan”. Dengan terbuktinya 3 naskah peninggalan leluhur Nusantara itu maka banyak kalangan memastikan SBY sebagai sosok yang terakhir menjelang kemunculan Ratu Adil sejati.

4. Presiden RI ke 7 Jokowi.
Pada hari senin 20 Oktober 2014 Jokowi dilantik oleh MPR RI menjadi presiden RI 2014-2019. Akan tetapi Jokowi sebagai presiden Ri ke 7 itu tidak memiliki ciri-ciri seperti yang diberitahukan dalam ramalan 7 raja Samagama tentang raja ketujuh, juga dalam ramalan 7 satria Ronggowarsito tentang satria ketujuh yaitu Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu maupun dalam kitab Musasar Prabu Joyoboyo tentang Ratu Amisan sebagai Raja berhati putih namun masih tersembunyi (Satriya Piningit). Artinya Jokowi bukan satrio asuhannya Batara Indra (Malaikat Mikail rajanya para Dewa), tapi dia tetap satrio yang kelak akan mendukung Satrio Piningit sejati membawa Indonesia menuju zaman keemasan.

5. Hadits Nabi Muhammad SAW.
Dalam beberapa hadits, nabi Muhammad SAW menyebutkan bila ada beberapa peristiwa yang terjadi menjelang kemunculan Imam Mahdi seperti gerhana 2x saat puasa romadhon, munculnya Sufyani dll. Nah ……. untuk Sufyani (aliran Abu Sofyan) sedang terjadi saat ini yaitu dunia Internasional mengenal Sufyani dengan sebutan ISIS. Padahal ini adalah tanda terakhir sebelum kemunculan Imam Mahdi. Apabila tanda terakhir sudah terjadi maka kemunculan Imam Mahdi dari Indonesia (Al-Mahdi At-Tammimi) tinggal menunggu waktu saja.

6. Sabda Gaib Prabu Joyoboyo.
Ada beberapa pertanda penting disebutkan dalam Sabda Gaib Prabu Joyoboyo yaitu : 2 kerajaan terkena musibah (kerajaan Solo kebanjiran dan kerajaan Jogja rajanya meninggalkan kerajaan karena hampir mencalonkan diri sebagai presiden atau wakilnya). Kemudian Jawa dan Madura hampir tersambung (jembatan Suramadu). Apabila pertanda ini telah terjadi maka kelak akan terjadi perang agung (huru hara) di seluruh wilayah Indonesia. Terjadi peperangan agung merata ke seluruh Nusantara, susah payah rakyat mempertahankan kehidupan, kematian bertumpuk-tumpuk, desa-desa hancur-hancuran, dan kota-kota Kerusakan.

7. Huru hara di Indonesia.
Tidak hanya dalam naskah peninggalan leluhur Indonesia yaitu Sabda Gaib Prabu Joyoboyo, dalam Ugo Wangsit Prabu Siliwangi juga disebutkan akan banyak huru hara yang bermula dari satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. Namun peristiwa ini bukan merupakan kiamat atau akhir kehidupan di Indonesia. Akan tetapi merupakan peristiwa puncak di zaman Kalabendu karena saat perang agung terjadi akan muncul Bocah Angon yang kelak akan menghentikan perang agung di Indonesia.

 

 

 

8. Zaman akan berganti.
Pertanda demi pertanda yang disebutkan dalam berbagai sumber sudah terjadi bahkan ada yang sedang terjadi saat ini hingga kelak nanti akan terjadi perang agung (huru hara) sebagai puncak kesengsaraan di zaman KalabenduTapi dalam serat Kalatidha Ronggowarsito disebutkan :atas izin Allah SWt zaman Kalabendu hilang berganti zaman dimana tanah Jawa (Indonesia) menjadi makmur, hilang kutukan bumi dan angkara murkapun mereda. Artinya perang agung (huru hara) itu bersifat sementara dan tidak akan membawa Indonesia menuju kehancuran atau kiamat yang sesungguhnya.

9. Gunung Merapi di Jogja meletus lagi.
Tepatnya pada bulan November 2010 gunung Merapi di Jogja meletus lagi namun laharnya tidak mengarah ke barat daya tapi mengarah ke rumah Mabh Marijan. Ada fenomena penting terjadi yaitu lahar Merapi meluap mengalir deras hinga alirannya sampai ke laut selatan. Peristiwa bertemunya lahar dengan laut dimaknai 2 hal. Pertama telah terjadi perkawinan antara Merapi dengan Laut Selatan berarti akan lahir (muncul) raja di Indonesia. Kedua sebaliknya akan terjadi perang besar karena harusnya laut itu dingin dan asin tapi telah berubah menjadi panas dan bau (sabda gaib Jongko Joyoboyo).

10. Hasil perhitungan Jaber Bolushi.
Jaber Bolushi menerbitkan sebuah buku dengan judul “kedatangan Imam Mahdi oktober 2015″. Dalam buku itu dijabarkan sebuah perhitungan yang unik menggunakan angka hingga dari hasil perhitungan tersebut Jaber Bolushi menyimpulkan bila IUmam Mahdi akan mnucl pada Oktober 2015. Akan tetapi Jaber Bolushi belum menentukan Iamam Mahdi yang mana? … apa yang muncul di Arab atau yang dari timur? ……. Namun karena kemunculan Imam Mahdi yang dari timur (Indonesia) lebih dulu, maka kesimpulan Jaber Bolushi itu sepertinya mengarah ke Imam Mahdi Indonesia yaitu Satrio Piningit sejati.

B. Prediksi.
1. Sabdo Palon telah kembali mengasuh raja.
2. Calon raja telah ada dan telah mengetahui siapa dirinya.
3. Batar Indra sudah mulai mengasuh calon raja.
4. Presiden ke 6 SBY sudah diganti presiden ke 7 Jokowi.
5. Sufyani sudah muncul dan beraksi.
6. 2 Kerajaan yaitu SOlo dan Jogja terkena musibah.
7. Jembatan SUramadu sudah selesai dibangun.
8. Merapi dan laut selatan teah bertemu.

Oleh karena pertanda-pertanda yang diberitahukan beberapa sumber telah terjadi maka pertanda berikutnya yang diberitahukan dalam nsakah itupun dapat dipercayasebagai suatu kebenaran dan kelak akan terjadi yaitu peristiwa perang agung (huru hara) yang meluas di seluruh wilayah Indonesia. Tapi kapan perang agung itu akan terjadi? ……. melihat presiden ke 7 Jokowi dilantik pada 20 Oktober 2014 kemudian perhitungan Jaber Bolushi bahwa Iamm Mahdi akan muncul oada Oktober 2015 maka dapat diprediksi bila perang agung akan terjadi tidak alama lagi dengan rentang waktu antara bulan Oktober 2014 sampai Oktober 2015.

C. Penutup.
Dengan sedikit analisa tentang beberapa pertanda dari berbagai sumber di atas maka dapat disimpulkan bila kemunculan Satrio Piningit sejati sudah berada di ambang pintu. Dalam perhitungan waktu maka dilantiknya Jokowi menjadi presiden RI ke 7 pada 20 Oktober 2014 menjadi tanda besar bila setelah pelantikan ini negeri tercinta Indonesia telah berada dalam pintu gerbang pergantian zaman dari zaman Kalabendu (zaman sengsara) menuju ke zaman Kalasuba (zaman suka ria). Sementara untuk pergantian zaman akan terjadi dengan adanya 2 peristiwa besar yaitu perang agung (huru hara) dan kemunculan SAtrio Piningit sejati.
Jokowi telah dilantik menjadi presiden RI 2014-2019 pada 20 Oktober 2014. Kini kita rakyat Indonesia harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi suatu peristiwa besar, suatu peristiwa berdarah yaitu terjadinya perang agung merata di seluruh wilayah Indonesia. SIap tidak siap, terima tidak terima, menangis atau tertawa dll tetap saja perang agung akan terjadi karena ini kehendak Tuhan Sang Pencipta atas Indonesia agar negeri ini menjadi negeri pertama yanga akan memasuki zaman keemasan bumi sebelum bumi dikiamatkan.

Eddy Corret
.

masih dalam pengetikan dan editing
Eddy Corret

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s