“Siapa yang melihatku di dalam tidur,
sesungguhnya dia melihatku,
karena setan tidak bisa menyerupaiku.”

Hadits riwayat Bukhari, Muslim dan lain-lain.

Semar adalah salah satu dari 4 sosok yang biasa disebut dengan punokawan. Punokawan merupakan sebutan yang diberikan kepada 4 sosok yang selalu mendampingi para Pandawa khususnya Arjuna dalam cerita pewayangan di Indonesia. Keempat Punokawan tersebut yaitu Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Punokawan dengan 4 sosok tersebut dihadirkan untuk memberi warna dalam setiap pementasan wayang. Suasana akan terlihat ramai dan seru diiringi dengan humor-humor yang diperankan para Punokawan namun juga dibumbuhi ilmu pengetahuan sehingga cerita tidak akan melenceng dari tema yang telah ditetapkan.

Punakawan adalah karakter yang khas dalam wayang Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya mengindikasikan bermacam-macam peran, seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritisi sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. Setiap sosok Punokawan tentunya memiliki karakteristik yang berbeda-beda antar satu dengan yang lainnya sehingga mereka terlihat nyata satu tim yang memiliki nuansa kekeluargaan begitu erat. Berikut sedikit penjelasan siapa keempat sosok Punokawan :
1. Semar adalah pengasuh dari Pendawa. Alkisah, ia juga bernama Hyang Ismaya. Mekipun ia berwujud manusia jelek, ia memiliki kesaktian yang sangat tinggi bahkan melebihi para dewa.
2. Gareng adalah anak Semar yang berarti pujaan atau didapatkan dengan memuja. Nalagareng adalah seorang yang tak pandai bicara, apa yang dikatakannya kadang- kadang serba salah. Tetapi ia sangat lucu dan menggelikan. Ia pernah menjadi raja di Paranggumiwang dan bernama Pandubergola. Ia diangkat sebagi raja atas nama Dewi Sumbadra. Ia sangat sakti dan hanya bisa dikalahkan oleh Petruk.
3. Petruk adalah anak Semar yang bermuka manis dengan senyuman yang menarik hati, panda berbicara, dan juga sangat lucu. Ia suka menyindir ketidakbenaran dengan lawakan-lawakannya. Petruk pernah menjadi raja di negeri Ngrancang Kencana dan bernama Helgeduelbek. Dikisahkan ia melarikan ajimat Kalimasada. Tak ada yang dapat mengalahkannya selain Gareng.
4. Bagong berarti bayangan Semar. Alkisah ketika diturunkan ke dunia, Dewa bersabda pada Semar bahwa bayangannyalah yang akan menjadi temannya. Seketika itu juga bayangannya berubah wujud menjadi Bagong. Bagong itu memiliki sifat lancang dan suka berlagak bodoh. Ia juga sangat lucu.

Dalam wayang kulit, Punakawan ini paling sering muncul dalam goro-goro, yaitu babak pertujukan yang seringkali berisi lelucon maupun wejangan. Dengan karakteristik yang unik dan mengesankan tersebut maka penonton akan terhibur sekaligus mendapatkan pengetahuan sehingga tidak akan jenuh menyaksikan pertunjukan meskipun harus begadang sejak malam hingga pagi hari. Humor kekeluargaan beserta petuah-petuah begitu saja mengalir membuat seni cerita wayang terlihat hidup dan berkesan kepada masyarakat.

Apabila diperiksa lebih lanjut sebenarnya Semar dan Punokawan, sosok aslinya dalam wujud ciptaan Tuhan sampai detik ini masih tidak jelas, tidak ditemukan kepastian mengenai makhluk Tuhan bernama Semar tersebut. Makhluk ciptaan Tuhan yang biasa kita kenal yaitu Malaikat, Jin dan Manusia keberadaannya sudah pasti dan dapat diketahui dengan mengenalinya. Akan tetapi Semar tidak dapat dikenali sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Untuk itu sebaiknya diuraikan mengenai Semar dalam wujud yang sudah biasa kita kenal satu demi satu dan silahkan anda tentukan yang mana yang dapat diterima.

Pertama Semar adalah sosok Malaikat ciptaan Tuhan.
Identitas Semar sebagai malaikat belum pernah terdengar hingga detik ini. Di dalam kitab Al-Qur’an Tuhan memperkenalkan ada 10 Malaikat ciptaan-Nya dengan nama yaitu Jibril, Mikail, Munkar, Nakir, Ridwan, Malik, Rokib, Atit, Isrofil dan Izroil. Nama Semar tidak pernah disebut dalam daftar nama para malaikat Tuhan. Tidak pernah juga terdengar ke telinga kita ada yang menyebut malaikat Semar. Apabila Semar sebenarnya malaikat, tentunya Tuhan akan memperkenalkan pada manusia melalui Firman-Nya. Untuk itu mustahil kiranya Semar tergolong makhluk malaikat ciptaan Tuhan.

Kedua Semar adalah sosok Jin ciptaan Tuhan.
Berbeda dengan malaikat, identitas Semar sebagai Jin juga tidak mustahil terjadi. Akan tetapi cerita wayang Punokawan berikut naskah-naskah kuno tidak pernah memberikan penjelasan mengenai identitas Semar sebagai makhluk Jin. Lain halnya bila anda percaya bahwa Semar adalah Sabdo Palon. Maka Semar bisa jadi memang Jin karena Sabdo Palon dalam Serat Darmogandul menyatakan telah berumur ribuan tahun yang merupakan umur Jin. Namun Sabdo Palon sejatinya bukan Semar, Sabdo Palon hanya ngaku-ngaku Semar saja. Sabdo Palon dan Semar merupakan sosok yang berbeda sehingga dipastikan Semar ini bukanlah makhluk Jin ciptaan Tuhan.

Ketiga Semar adalah sosok manusia ciptaan Tuhan.
Apabila benar Semar merupakan sosok manusia maka dipastikan dapat dilacak sejarah dirinya mulai dari keluarga, hasil karyanya hingga letak kuburannya ada dimana. Namun hingga detik ini tidak ada data mengenai keturunan Semar dan Punokawan, tidak pernah terdengar ada yang mengaku keturunan Semar dan Punokawan hidup di suatu daerah di Indonesia. Tidak ada data juga mengenai jasad Punokawa Semar terkubur dimana maupun petilasan Semar juga tidak ada. Sehingga dipastikan Semar sosoknya bukanlah manusia ciptaan Tuhan.

Keempat Semar dalam cerita wayang di India.
Semua orang telah mengetahui bahwa cerita wayang yang terdapat di Indonesia merupakan kisah kehidupan yang berasal dari negara India pada jaman dulu kala. Cerita wayang tersebut tidak pernah terjadi di Indonesia. Di Indonesia hanya menyebarkan cerita tersebut tentunya menurut fersi orang-orang Indonesia agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Nah untuk Punokawan Semar itu juga hanya tambahan sosok yang dimasukkan dalam cerita tersebut, tentunya dari cerita aslinya tidak ada sosok Punokawan. Silahkan anda cari buku, kaset, maupun alamat-alamat di internet mengenai Punokawan dalam cerita wayang di India. Dipastikan nihil hasilnya dan tidak satupun data ditemukan mengenai cerita Punokawan di India. Karena tidak ada data mengenai Punokawan itu maka Semar dan Punokawan itu hanya tambahan saja.

Kelima Semar ciptaan Walisongo.
Berikut ini merupakan falsafah wayang menurut versi kalijagan. Ketahuilah, bahwa wayang punokawan pandawa yang terdiri dari semar, petruk, gareng, bagong adalah ciptaan wali tiga serangkai yaitu Sunan Bonang, Sunan Giri dan Sunan Kalijaga. Adapun falsafah dari arti nama keempat Punakawan Pandawa itu sebagai berikut :

1. Semar, dari bahasa arab “simaar” yang artinya paku. dikatakan bahwa kebenaran agama islam adalah kokoh kuwat, sejahtera bagaikan kokohnya paku yang sudah tertancap, yakni simaaruddunnyaa.
2. Petruk, dari bahasa arab “fat-ruk” yang artinya tinggalkanlah. sama dengan kalimat “fat-ruk kullu man siiwalaahi”, yaitu tinggalkan segala apa yang selain Allah.
3. Gareng, dari bahasa arab “naala qariin (nala gareng), yang artinya memperoleh banyak kawan, yaitu sebagai tujuan para wali adalah berdakwah untuk memperoleh banyak kawan.
4. Bagong, dari bahasa arab “baqhaa” yang artinya lacut atau berontak, yaitu memberontak terhadap segala sesuatu yang lazim.

Dikutip dari buku berjudul Sunan kalijaga, oleh Umar Hasyim, penerbit “menara” kudus, 3 okt 1974, hal 26 sub judul sedikit falsafah wayang menurut versi kalijagan.

Semar dan Punokawan versi walisongo ini nyata-nyata hanya buatan saja dan tidak berupa sosok makhluk hidup ciptaan Tuhan. Keempatnya sengaja dihadirkan oleh wali 3 serangkai tentunya tidak lain untuk misi dakwah mereka melalui kesenian yang diprediksi lebih efektif dilaksanakan dan lebih efektif diterima masyarakat. Nama-nama buatan tersebut akhirnya dimasukkan ke dalam sosok berwujud Punokawan yang mendampingi para Pandawa dalam setiap cerita wayang di Nusantara. Kemunculan Punokawan biasanya pada saat terjadinya goro-goro di tengah berlangsungnya pertunjukan wayang.

Data mengenai Semar dan Punokawannya sebagai ciptaan wali 3 serangkai tersebut dapat dijadikan bukti kuat bila keberadaan Semar dan Punokawan sengaja dihadirkan mendampingi Pandawa 5 dalam pewayangan. Oleh karena mereka diciptakan oleh wali 3 serangkai, maka nyata sudah bila Semar dan Punokawan sejatinya hanya hayalan cerita saja. Apabila tidak ada cerita wayang Mahabarata dari India, dapat dipastikan keberadaan Punokawan tidak akan pernah ada.

Keenam Perwujudan Semar dalam bentuk kebendaan.
Apabila ditelusuri barang-barang peninggalan jaman dulu kala, maka banyak kita temukan sosok Semar dalam wujud kebendaan mulai dari keris, batu akik, patung, lukisan, mantra, serta senjata-senjata lainnya dan jumlahnya sangat banyak tersebar dimana-mana. Keberadaan barang-barang yang berujud Semar tersebut mengindikasikan bila sosoknya memang tidak ada. Para penggemar Semar dan Punokawan dengan sengaja menciptakan barang-barang tersebut sebagai wujud kegemarannya untuk kesaktian, kekuatan dlsb. Sekarang coba sosok Sunan Kalijaga sebagai wujud manusia, tidak pernah kita temukan keris namanya Sunan Kalijaga ataupun benda lain yang diberi nama Sunan Kalijaga. Karena pada masa dulu memang orangnya ada dalam sosok manusia ciptaan Tuhan dan sekarang juga masih dapat ditemui kuburannya.

Barang-barang yang menurut orang merupakan kesaktian diberi nama Semar jelas nyata-nyata buatan manusia semua. Orang sakti jaman dulu kala mungkin yang mengabadikan Semar tersebut dalam bentuk senjata dan barang kesaktian lainnya sebagai wujud gemarnya dan sangat mengidolakan Semar. Sementara wujud makhluk Semar tidak ada sehingga wajar saja wujud-wujud benda tersebut dihadirkan dan mudah ditemukan dimana-mana. Apabila wujud makhluknya ada dipastikan tidak akan dituangkan sosoknya dalam kebendaan.

Ketujuh Semar berada di langit.
Hihihi  ini guyonan apalagi yah. Bisa-bisanya ada orang yang mengatakan Semar ada di lapis langit sekian dan dapat ditemui apabila kita mampu berkunjung ke lapis langit tersebut tempat dia berada. Itu Semar sebenarnya mau dikatakan sebagai apa? Mau dikata apapun juga bingung, mau dikata Malaikat tidak bisa, dikata Jin tidak bisa, dikata Manusia juga tidak bisa. Dikata Ruh manusia yang telah mati juga mustahil karena wujud manusianya saja belum pernah ada di muka bumi ini. Lantas kok ada sosoknya di lapis langit ?

Itulah manusia diciptakan Tuhan dengan kelemahan dan kekurangan. Ingatlah bahwa masyarakat di Indonesia khususnya Jawa sangat mengidolakan Semar dan Punokawan. begitu gemarnya pada Semar hingga diwujudkan dalam bentuk kebendaan yang beraneka jenisnya. Akan tetapi karena wujud makhluknya sebagai Malaikat, Jin maupun Manusia tidak ditemukan buktinya sementara masyarakat telah terlanjur sangat mengidolakan Semar, maka posisi yang kosong ini dipastikan diisi dan dimanfaatkan oleh sosok palsu yang dengan sengaja mengaku-ngaku Semar dan Punokawan. Sosok palsu tersebut hadir tentunya agar digemari, dipuja bahkan mungkin disembah.

Kemunculan sosok palsu mengaku Semar dimungkinkan terjadi karena manusia kemampuan dan kekuatannya terbatas. Dimensi fisik manusia dibatasi oleh ruang, jarak, batas dan waktu sementara dimensi lain yang non fisik tidak dibatasi oleh apapun. Apabila kekuatan dan kemampuan manusia hanya terbatas pada fisik saja maka akan berhadapan dengan sosok palsu yang merasuk ke dalam sosok manusia seperti yang terdengan selama ini ada manusia yang mengaku dirasuki malaikat Jibril dll. Sedangkan apabila kekuatan dan kemampuan manusia menjangkau yang non fisik tentunya akan berhadapan dengan sosok yang lebih tinggi di alam non fisik.

Siapapun anda yang telah mampu bertemu dengan Semar di lapis langit atas sana dipastikan tidak mengetahui jati diri sosok palsu Semar yang anda temui karena kemampuan anda jauh dibawah kemampuan yang bersangkutan. Usia anda paling belum ada 100 tahun sementara sosok palsu tersebut woow bisa jadi sudah ribuan tahun, hahahaha kalah jauh pengalaman. Semakin tinggi kemampuan dan kekuatan anda untuk menjangkau yang non fisik maka akan semakin tinggi pula sosok palsu yang akan dihadapi dan dipastikan anda tidak akan mengetahuinya. Nah apabila anda sanggup keluar dari ruang Alam Semesta maka di luar Alam Semesta anda telah ditunggu si Iblis disana yang siap menyesatkan anda.

Jangankan sosok palsu mengaku-ngaku Semar dan Punokawan nampak nyata dilihat serta tidak diragukan lagi keberadaanya. Sosok-sosok palsu yang mengaku Malaikat Jibril aja ada dan nampak nyata, sosok palsu yang mengaku Isa juga ada dan nampak nyata, sosok palsu yang mengaku Mahdi juga ada dan nampak nyata, bahkan tidak hanya satu tetapi banyak dan tersebar di muka bumi ini. Khusus untuk wilayah Indonesia sepertinya semua sudah pada tahu jadi silahkan diabsen saja satu per satu. Maka itu saya cuma mengingatkan saja bahwa hanya Nabi Muhammad SAW sajalah satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan yang tidak dapat dipalsukan. Selanjutnya terserah anda mau bagaimana.

Kontrofersi, Senin 10 Maret 2008
Eddy Corret.

About these ads