Sunan Kalijaga Tidak Layak Menjadi Sunan Maret 24, 2008
Posted by eddycorret in Artikel.Tags: Brawijaya, Darmogandul, Islam, kontrofersi, Masuk Islam, Serat Darmogandul, Sunan Kalijaga, Sunan Kalijogo, Syahadat, Tata Cara Masuk Islam, Walisongo
trackback
“Wahai orang-orang yang beriman,
masuklah kamu semuanya kedalam Islam secara kaffah,
dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaithan.
Sesungguhnya dia itu musuh yang nyata bagimu.”
( Qs. al-Baqarah 2:208 )
Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia adalah putra adipati tuban bernama tumenggung Wilatikta. Semasa kecil beliau suka dimarahi oleh orang tuanya hingga pada suatu ketika beliau diusir dari rumahnya. Setelah diusir Raden Said menjadi seorang perampok, preman, maling dll yang sangat meresahkan warga sekitar beliau berada.
Pada suatu ketika Raden Said merampas tongkat milik Sunan Bonang, akan tetapi Raden Said tersadar akan perbuatan buruknya tersebut dan akhirnya memutuskan untuk menjadi murid Sunan Bonang. Sunan Bonang bersedia menjadi guru dengan syarat Raden Said mau menjaga tongkatnya yang ditancapkan di pinggir sungai. Keseriusan Raden Said dengan menjaga tongkat dalam waktu lama itulah akhirnya Sunan Bonang mengangkatnya sebagai murid dan tidak lama setelah itu beliau diangkat menjadi wali dengan nama Sunan Kalijaga sesuai tirakatnya yang begitu lama menjaga tongkat di pinggir kali.
Kiprah Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama islam cukup baik dengan strategi-strategi melalui pendekatan kesenian dan kebudayaan, sehingga banyak yang bersedia memeluk agama islam. Salah satunya yaitu Prabu Brawijaya yang berhasil dibujuk untuk masuk agama islam setelah kerajaan Sriwijaya berhasil direbut anaknya Raden Patah. Namun bila mencermati tata cara yang digunakan Sunan Kalijaga untuk mengislamkan Prabu Brawijaya sepertinya ada suatu ketidakberesan terjadi dalam proses pengislaman tersebut. Berikut akan saya sampaikan letak ketidakberesan pengislaman Prabu Brawijaya melalui cuplikan dialog antara Sunan Kalijaga dengan Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon dalam Serat Darmogandul.
Sunan Kalijaga berkata “Namun lebih baik jika Paduka berkenan berganti syariat rasul, dan mengucapkan asma Allah. Akan tetapi jika Paduka tidak berkenan itu tidak masalah. Toh hanya soal agama. Pedoman orang Islam itu syahadat, meskipun salat dingklak-dingkluk jika belum paham syahadat itu juga tetap kafir namanya.”
Sang Prabu berkata, “Syahadat itu seperti apa, aku koq belum tahu, coba ucapkan biar aku dengarkan “
Sunan Kalijaga kemudian mengucapkan syahadat, asyhadu ala ilaha ilallah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, artinya aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Kanjeng Nabi Muhammad itu utusan Allah. “
Sunan Kalijaga berkata banyak-banyak sampai Prabu Brawijaya berkenan pindah Islam, setelah itu minta potong rambut kepada Sunan Kalijaga, akan tetapi rambutnya tidak mempan digunting. Sunan Kalijaga lantas berkata, Sang Prabu dimohon Islam lahir batin, karena apabila hanya lahir saja, rambutnya tidak mempan digunting. Sang Prabu kemudian berkata kalau sudah lahir batin, maka rambutnya bisa dipotong.
Sang Prabu setelah potong rambut kemudian berkata kepada Sabdapalon dan Nayagenggong,
“Kamu berdua kuberitahu mulai hari ini aku meninggalkan agama Buddha dan memeluk agama Islam. Aku sudah menyebut nama Allah yang sejati. Kalau kalian mau, kalian berdua kuajak pindah agama rasul dan meninggalkan agama Buddha.”
Dalam cuplikan serat tersebut menggambarkan proses pengislaman yang dilakukan Sunan Kalijaga terhadap Prabu Brawijaya. Pada mulanya Sunan Kalijaga membimbing Prabu untuk mengucapkan Syahadat, kemudian dilanjutkan dengan memotong rambut meskipun sebelumnya rambut Brawijaya tidak mempan untuk dipotong. Sesudah dipotong rambutnya kemudian Prabu Brawijaya langsung bicara kepada Sabdo Palon bahwa dirinya telah memeluk agama islam.
Coba diperhatikan, Prabu Brawijaya baru melakukan 2 tahapan saja yaitu mengucapkan syahadat dan potong rambut sudah menyatakan dirinya telah memeluk agama islam. Padahal tata cara untuk masuk agama islam bagi yang sebelumnya beragama lain maupun belum beragama ada 3 hal yang harus dilakukan yaitu mengucapkan syahadat, kemudian dipotong sedikit rambut kepala dan terakhir mandi basah seluruh tubuh.
Silahkan anda baca lagi serat darmogandul pada bagian dialog Sunan Kalijaga dengan Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon, dalam serat tersebut Prabu Brawijaya belum melakukan tahap ketiga dari 3 tahap tata cara masuk agama islam yaitu mandi. Dengan demikian keislaman Prabu Brawijaya menurut saya belum syah. Brawijaya hanya memeluk islam pada mulut dan rambut saja, selain kedua anggota tubuh tersebut belum bisa dikatakan islam.
Apabila ditelaah dari 3 tata cara masuk islam dapatlah dipahami bahwa ketiga hal tersebut sangatlah penting untuk dilaksanakan dan jangan sampai ditinggalkan.
Pertama mengucapkan syahadat, selain sebagai rukun islam ucapan tersebut merupakan persaksian manusia akan keTuhanan Allah SWT dan keRasulan Muhammad SAW. Sehingga secara otomatis meniadakan semua Tuhan selain Allah SWT dan otomatis menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Tahap ini dilakukan Sunan Kalijaga terhadap Brawijaya sebagai wujud beralihnya keyakinan Prabu Brawijaya dari Buddha ke Islam.
Kemudian kedua memotong sedikit rambut kepala juga sangat diperlukan mengingat seluruh pori-pori tubuh manusia bisa ditumbuhi rambut. Untuk itulah sebagai simbol pembersihan maka dipotonglah sedikit rambut pada rambut kepala. Apabila mau dipotong banyak rambutnya, tentunya akan lebih baik lagi karena dapat merubah penampilan. Tahap ini dilakukan Sunan Kalijaga terhadap Brawijaya mungkin mencontoh Nabi SAW dalam proses aqiqah pada bayi yang dilahirkan.
Selanjutnya yang ketiga mandi basah seluruh tubuh, mandi tersebut sangatlah penting sebagai simbol pembersihan diri sehingga setelah membersihkan diri dengan mandi tentunya yang bersangkutan telah siap untuk hal-hal yang baru. Sekarang coba bandingkan, mau ke sekolah, atau mau kuliah ato mau masuk kerja saja orang pada mandi setiap harinya bahkan keramas pakai sampo juga, apalagi mau memasuki hal baru dan benar-benar baru masih enggan juga untuk mandi kan tidak sebanding. Tahap ini tidak dilakukan Sunan Kalijaga terhadap Brawijaya padahal ada hadis yang menjelaskan perintah tersebut, yaitu :
Qois bin A’shim r.a. mengatakan : “Saya mendatangi Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam untuk masuk Islam maka Nabi memerintahkan kepadaku untuk mandi dengan air dan daun bidara”. (HR. Ahmad 5/61, Abu Daud no. 355, An-Nasa`i 1/91, At-Tirmidzy no. 605 dan dishohihkan oleh Al-Albany dalam Shohih At-Tirmidzy 1/187).
Dengan pentingnya 3 tata cara untuk memeluk agama islam tersebut, maka dapat dikatakan belum syah jika yang dilakukan hanya 2 tahap saja bahkan 1 tahap saja, khususnya apabila tahap pertama yang ditinggalkan nyata-nyata tidak syah keislaman seseorang. Silahkan anda datang ke masjid-masjid yang tersebar di muka bumi ini dan menanyakan apa yang harus dilakukan apabila ada seseorang yang akan memeluk agama islam. Banyak yang hanya menggunakan tahap pertama saja, namun juga tidak sedikit yang menggunakan tahap ke 3 di atas sebagai proses pengislamannya.
Setelah mencermati tata cara yang dilakukan Sunana Kalijaga dalam mengislamkan Prabu Brawijaya seperti yang dikisahkan dalam Serat Darmogandul di atas, maka dapat dilihat adanya 4 kemungkinan peristiwa yang sebenarnya terjadi. Keempat kemungkinan tersebut yaitu :
1. Kenakalan Sunan Kalijaga dengan keberaniannya hanya menggunakan 2 tahap saja.
2. Keyakinan Sunan Kalijaga sendiri bahwa mengislamkan orang cukup dengan 2 tahap saja.
3. Sunan Kalijaga memang belum lulus dalam menempuh pendidikan.
4. Tahap ketiga pengislaman yaitu mandi memang tidak diajarkan kepada Sunan Kalijaga.
Pertama Kenakalan Sunan Kalijaga dengan keberaniannya hanya menggunakan 2 tahap saja.
Ingatlah masa muda Sunan Kalijaga adalah seorang perampok, maling, preman dll. Kemungkinan hal ini bisa terjadi dikarenakan jiwa nakal tersebut masih tersimpan dalam dirinya dan belum sepenuhnya hilang sehingga Sunan Kalijaga tidak peduli aturan dan berani mengislamkan orang banyak hanya dengan 2 tahap saja bahkan mungkin hanya dengan 1 tahap saja yaitu syahadat.
Kedua Keyakinan Sunan Kalijaga sendiri bahwa mengislamkan orang cukup dengan 2 tahap saja.
Bisa jadi Sunan Kalijaga memiliki keyakinan tersendiri mengenai tata cara pengislaman. Pengetahuan dan penalaran Sunan Kalijaga telah membawanya kepada sebuah keyakinan yang berbeda dengan para Sunan lainnya yaitu untuk mengisalamkan seseorang cukuplah dengan 2 tahap saja ataupun 1 tahap saja, dan membiarkan tahapan yang lainnya.
Ketiga Sunan Kalijaga memang belum lulus dalam menempuh pendidikan.
Proses menjadi sunan sepertinya tidak semudah membalikkan tangan, perlu pembelajaran yang tidak cepat pula, namun bisa saja Sunan Kalijaga tidak sabar dalam menjalani proses tersebut. Ditengah berlangsungnya pembelajaran beliau sudah beraksi mengislamkan banyak orang. Sehingga wajar saja bila hanya digunakan 2 tahap dalam mengislamkan orang, bisa jadi tahap ketiga memang belum diperoleh Sunan Kalijaga dalam menempuh pendidikan.
Keempat Tahap ketiga yaitu mandi memang tidak diajarkan gurunya kepada Sunan Kalijaga.
Sepertinya tidak mungkin tahap ketiga pengisalaman tidak diajarkan gurunya kepada Sunan Kalijaga karena begitu pentingnya tahapan tersebut. Tapi kenyataannya hanya 2 tahap saja yang dilakukan Sunan Kalijaga dalam mengislamkan Prabu Brawijaya. Sehingga memungkinkan sekali hal ini bisa terjadi pada Sunan Bonang dan Wali lainnya yang memang tidak mengajarkan hal tersebut kepadanya.
Apabila memang benar tahap ketiga pengislaman yaitu melakukan mandi tidak diajarkan kepada Sunan Kalijaga berarti letak kesalahannya ada pada Sunan Bonang dan Wali lainnya sebagai guru Sunan Kalijaga. Lantas mengapa hal tersebut tidak diajarkan? Dugaan sementara para wali juga hanya memiliki pengetahuan mengenai tata cara pengislaman tersebut sebatas 2 tahap saja dan tidak memiliki pengetahuan mengenai tahap yang ketiga pengislaman yaitu mandi. Maklumlah karena teknologi pada saat itu tidak semudah saat ini yang segala informasi dapat diperoleh dengan cepat. Toko buku belum ada, kaset ato vcd/dvd juga belum ada, koran-koran majalah juga belum ada dan memang banyak yang belum ada pada saat itu dibanding pada saat ini.
Prasangka akan terbatasnya pengetahuan para wali 9 tentang tata cara pengislaman seseorang memunculkan sebuah pertanyaan baru, benarkah seluruh wali 9 mengislamkan orang-orang di nusantara hanya dengan menggunakan 2 tahap saja tanpa menggunakan tahapan ketiga yaitu mandi basah seluruh tubuh ?
Seandainya………. sekali lagi seandainya hal itu benar-benar terjadi maka nenek moyang kita di seantero luasnya nusantara yang telah beralih agama dan memeluk agama islam semuanya bisa dikatakan belum syah keislamannya. Seluruh nenek moyang kita senusantara kesemuanya hanya islam pada mulut dan rambutnya saja, sementara organ tubuh lainnya masih belum islam sehingga wajar saja bila tingkat keislaman orang-orang indonesia masih rendah dan lebih tinggi pada keduniawiannya.
Mencermati fenomena yang terjadi dan melanda para wali 9 maka sebenarnya mereka tidak layak menjadi wali maupun sunan, Sunan Kalijaga tidak pantas disebut sunan maupun wali . Disebut aja tidak pantas apalagi menjadi sunan ato wali akan lebih tidak pantas lagi. Dipikir dan dipikir lagi coba, memang tidak sepantasnyalah gelar sunan maupun wali disandangkan kepada mereka. Alangkah baiknya gelar sunan ataupun wali tersebut dilepaskan saja dan sekarang mereka disebut sebagai tokoh 9 dan jangan disebut wali 9 (walisongo).
Sekali lagi Sunan Kalijaga tidak layak menjadi sunan ato wali, dan tidak layak juga 9 tokoh tersebut menjadi sunan atau wali. Untuk itu janganlah mereka disebut sunan atau wali, akan tetapi apabila anda tetap mau menyebutnya sunan ato wali ya terserah anda. saya cuma mengingatkan saja dan tidak memaksakan kehendak, itupun apabila anda mau diingatkan.
Kontrofersi, Senin 24 Maret 2008
Eddy Corret
Komentar
Sorry comments are closed for this entry
masalah gelar sunsn ato wali bukan manusia yang menentukan karna ga da institut ato lembaga manapun yang ngasih gelar sunan/wali buat lulusanya, tapi ALLAH yang menentukan!!!!
hehe… ia ga???
Pertama, saya cari dalam Al-Qur’an untuk gelar Rosul dan Nabi banyak ditemukan, tetapi untuk gelar Sunan kok belum saya temukan yah.
Kedua, apakah setelah Raden Said mendapat gelar Sunan trus seenaknya saja mengislamkan orang tanpa mencontoh Nabi Muhammad SAW.
Anak kemarin sore kok berani bilang kayak gitu?….
Loh kenapa takut ? orangnya kan udah mate !
Buktinya gue baik-baik saja ampe hari ini.
Apa kamu pikir Sunan Kalijaga gentayangan ?
Hanya kamu saja yg takut menerima kenyataan
Sejarah ditelan mentah-mentah apa adanya
Silahkan saja diperiksa kenyataan tulisan saya
hihihi.
Gelar atau apalah bukanlah hal yang subtansial, yang terpenting adalah nilai spiritnya yaitu untuk tetap berjuang dan berda’wah.kalau memang ada yang protes dengan gelar tersebut monggo diambil saja dan tempelkan di pundak anda.
trima kasih sarannya
maaf saya hanya coba mengingatkan atas komentar anda yang berkata:
Loh kenapa takut ? orangnya kan udah mate !
Buktinya gue baik-baik saja ampe hari ini.
Apa kamu pikir Sunan Kalijaga gentayangan ?.
bukannya takut digentayangin tapi alangkah lebih baiknya kalo kita menghormati orang yang sudah meninggal.
dan saya pikir perlu ada point yang ditambahkan, yaitu mungkin saja kisahnya ada yang terpotong atau kurang lengkap, karena kisah sejarah kadang suka terdistorsi atau terpenggal kisahnya karena telah melewati masa yang begitu lama… wallahualam.. terserah atas penilaian anda terhadap walisongo, lebih baik kita ambil kisah mereka yang bagusnya(mendidik) saja… bukankah tidak ada manusia yang sempurna..
hihihi seandainya saja bisa maka akan saya instal AC pendingin pada blog saya
sejarah terpenggal kisahnya, bisa dicek naskah asli Serat Darmogandul berbahasa jawa masih utuh (itu baru 500 tahun lalu) padahal jauh sebelumnya Jongko Joyoboyo asli berbahasa jawa juga masih utuh, tapi ok lah.
Yang perlu anda ingat bahwa tulisan saya menampilkan sisi kontrofersinya dan bukan sisi negatifnya. Apa yang saya tulis berdasarkan data dan bukan mengada-ada. demikian.
Dalam iSLAM TIDAK DIAJARKAN UNTUK MANDI SEBAGAI SYARAT Syah masuk islam yang paling utama adalah dengan mengucapkan dua kalimat syahadat..
Nabi Muhammmad tidak pernah memerintahkan jika orang masuk islam harus mandi tidak ada dalil dan hadist mengenai hal itu jika itu dilakukan oleh Nabi Muhammad itu adalah faktor kebiasaan ayng dilakukan tetapi tidak menjadi Syarat dan keharusan dalam memeluk agama islam, agama islam itu hanya ada dihati dan jiwa anda harus banyak membaca kitab kitab fiqih dalam mengambil kesimupulan agar tidak menjadi sesat dikemudian hari…
para wali adalah kekasih Allah yang membawa keselamatan kepada kita semua jika tidak ada wali lalu siapa yang akan menyebarkan Agama Islam di Indonesia khususnya tanah Jawa..
anda tidak hidup pada jaman itu sehingga tidak tahu apa yang terjadi situasi dan kondisi saat itu…..
dari sekian banyak orang islam mungkin hanya anda yang berpandangan aneh seperti itu??????
saran saya belajarlah dengan banyak guru karena jika belajar tanapa guru maka akan menjadi sesat karena tidak ada yang maembenarkan dan menyalahkan anda
@ Wahyu Hidayat ST
kata anda : Dalam iSLAM TIDAK DIAJARKAN …………………………………..
waduh, dugaan saya pada Sunan Kalijaga terjadi pada anda. ingatlah bahwa Nabi SAW adalah suri tauladan yang baik untuk dicontoh. Tetapi anda lebih mementingkan hasil pemikiran anda dari pada yang dicontohkan Nabi SAW. yang penting Syahadat, soal yang lain dalam mengislamkan orang seperti yang dicontohkan Nabi SAW ndak penting…..waduh bisa kacau nih.
kata anda : Nabi Muhammmad tidak pernah memerintahkan…………………….
makasih telah mengingatkan bila saya kelupaan belum memberi referensinya. Nih rujukan saya di http://darussalaf.org/stories.php?id=640 di site tersebut dikatakan bahwasanya ini adalah perintah dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam. Dan asal dari perintah menunjukkan hukum wajib kecuali kalau ada dalil lain yang menurunkan derajatnya. Wallahu A’lam.
Ada juga site lainnya yang serupa :
1. http://ms.wikipedia.org/wiki/Mandi_wajib
2. http://www.mail-archive.com/hizb@hizbi.net/msg05390.html
3. http://muslim.or.id/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=483&Itemid=63
4. http://groups.yahoo.com/group/pelajar_islam_indonesia/message/6756
5. http://www.mail-archive.com/belajar-islam@yahoogroups.com/msg00250.html
kata anda : jika tidak ada wali lalu siapa ………………………….
Tuhan Maha Mengetahui dan akan memelihara islam sedemikian rupa, soal siapa yang akan dipilih untuk menyebarkan islam itu urusan Tuhan sama dengan siapa yang akan dipilih untuk menjadi Rosul dan Nabi.
kata anda : anda tidak hidup pada jaman itu ……………………….
Saya dapat menjawab pertanyaan anda ini, namun saya punya firasat tidak baik dan juga bisa memancing banyak pertanyaan maka saya urung menjawabnya.
kata anda dari sekian banyak orang islam mungkin hanya anda yang berpandangan aneh seperti itu??????
di kampung halaman saya dikatakan wongedan, di blog nurahmad.wordpress saya dikatakan keras kepala ndak bisa jumbuh, disini saya dikatakan aneh, ditempat lain saya akan dikatakan apa yah ?
kata anda belajar tanpa guru maka akan menjadi sesat karena tidak ada yang membenarkan dan menyalahkan anda
hihihi banyak sudah yang menyalahkan saya dan sepertinya tidak akan pernah ada yang membenarkan saya hihihi tidak masalah maju terus pantang mundur.
Apa itu Islam?
Berdasarkan Sabda Nabi SAW
Umar bin Khothob r.a. berkata: Ketika kami berada di sisi Rosululloh SAW, tiba-tiba kami didatangi oleh seorang laki-laki yang sangat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya, hingga tak kelihatan pada dirinya bekas perjalanan yang melelahkan. Tidak seorangpun dari kita mengenalnya, sehingga ia duduk di samping Nabi SAW dan kedua lututnya disandarkan pada lutut Nabi. Kedua tangannya diletakkan di atas kedua lutut Nabi sambil menanyakan:
Yaa Muhammad, mal islaam?
Artinya: Ya Muhammad, apakah Islam itu?
Maka Nabi SAW menjawab:
Al islaamu antsyhada anlaa ilaaha illallahi wa anna muhammadar rosuulullahi wa tuqiimus sholat wa tu’tiz zakaata wa tasuuma romadhoona wa tahajjul baita inistatho’tu ilaihi sabiila
Artinya:
Islam itu adalah:
- Hendaklah kamu bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut disembah melainkan Alloh dan bahwa sesungguhnya Muhammad itu utusan Alloh.
- Dan hendaklah kamu mendirikan sholat
- Dan hendaklah kamu memberikan zakat.
- Dan hendaklah kamu berpuasa di bulan romadhon
- Dan hendaklah kamu mengerjakan haji ke Baitulloh kalau kamu dapat menjalankannya jika mampu)
Laki-laki itu berkata: “Engkau benar.”
Maka kami heran padanya, ia menanya Nabi SAW (seakan-akan ia belum tahu) dan ia membenarkannya (seperti orang yang tahu).
Laki-laki itu bertanya lagi tentang iman dan ihsan dst.
Setelah peristiwa itu, Umar berkata: “Lalu lama saya diam.”
Kemudian beliau (Nabi) bertanya: “Ya Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya itu?”
Kataku: “Alloh dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.”
Nabi bersabda: “Sesungguhnya itu Jibril. Ia datang kepadamu untuk mengajarmu tentang agamamu.” (HR Muslim)
Penjelasannya:
Jawaban Nabi atas pertanyaan malaikat Jibril tentang Islam. Itu adalah pokok-pokok Islam atau dikenal dengan rukun Islam. Islam sebenarnya bukan cuma itu. Tapi yang pokok adalah itu.
Kalau kita mau mengamalkan Islam, mulailah dari yang pokok itu dan dikerjakan dengan sebenar-benarnya. Insya Alloh nantinya akan berkembang dan akhirnya berjalan menuju ke kesempurnaan Islam yaitu jadi muslim kaffah (total).
“Wahai orang-orang yang beriman,
masuklah kamu semuanya kedalam Islam secara kaffah,
dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaithan.
Sesungguhnya dia itu musuh yang nyata bagimu.”
( Qs. al-Baqarah 2:208 )
Perlu ditelaah kembali apakah syarat menjadi muslim seperti yang Anda sebutkan di atas “…mengucapkan syahadat, kemudian dipotong sedikit rambut kepala dan terakhir mandi basah seluruh tubuh…” sumber/dalilnya dari mana?
Logikanya: jika Anda seorang seorang keturunan muslim, apakah Anda sudah menjadi seorang muslim?
Jika Anda mengatakan sudah, apakah Anda sudah melakukan tiga syarat menjadi muslim seperti yang Anda kemukakan?
pertama, sepertinya anda telah mengetahui bila orang beragama islam karena keturunan atau juga karena muallaf. Tulisan saya di atas membicarakan mengenai orang islam karena muallaf (sebelumnya beragama lain). Tulisan saya di atas bukan membahas orang islam karena keturunan. Jadi jangan dicampur aduk topiknya ntar bisa ribet. Saya harap anda mengerti dan dapat menempatkan topik tersebut pada tempatnya. OK
kedua, coba baca sekali lagi tulisan saya di atas. Saya membahas cara Sunan Kalijaga yang mengislamkan Prabu Brawijaya hanya dengan Syahadat dan potong rambut saja. Sebaiknya anda tanya langsung pada Sunan Kalijaga apa sumber/dalilnya mengislamkan orang dengan 2 cara itu. Jadi jangan tanya saya karena saya belum pernah mengislamkan orang.
ketiga, Oleh karena Sunan Kalijaga mengislamkan orang hanya dengan 2 cara, maka saya kemukakan sisi kontrofersinya dalam wujud tulisan di atas. Demikian.
aslm mualaikum…..wrwb….
subhanallah….
manusia itu masih ada kekurangan gak ada yang sempurna om…….. jd mau masuk islam itu dgn niat dan ke ikhlasan itu yg utama. yg penting sunan kali jaga sudah mengajak dan mengartikan dgn niat dan ke ihlasan.soal memakai tahap itu hanya allah yg tau …………ok .
nabi saja masih ada kekuraangan apalagi wali……?
apalagi om manusia biasa / kita manusia biasa……
HANYA ALLAH YG TAU BENAR DAN SALAH……
mohon maaf nya klo ada yg salah….mksih.
wslm mualikum….wrwb.
Wa’alaikum salam warahmatullaahi wa barakaatuh.
Saya setuju manusia diciptakan Tuhan dengan kelebihan dan kekurangan, manusia juga diberi Tuhan kekuatan dan kelemahan.
Saya setuju hanya Allah saja Yang Maha Mengetahui.
Trima kasih sarannya.
Saya heran dengan Kitab DharmoGandul maupun Babad karena isinya banyak dibumbui dengan mistik, takhayul dan kisah-kisah aneh meskipun juga menyebut tokoh-tokoh sejarah seperti Prabu Brawijaya dan Para Sunan. Jadi sebenarnya muatan sejarahnya sedikit, sedangkan tokoh dan kejadian fiktifnya pastinya lebih banyak.
Wajar heran dgn Serat Darmogandul.
Serat tersebut dibuat sepihak.
Tidak seperti sekarang, mau menerbitkan buku harus ijin sana ijin sini.
Jadi harap maklum saja.
Assalamu ‘alaikum,
Pak Eddy, yang Anda tulis itu bukannya hukum wajib mandi setelah junub, yaitu mandi besar setelah seorang yang telah baligh mengeluarkan secara sengaja atau tidak sengaja air mani, baik sehabis mimpi basah atau melakukan hubungan seksual dengan istrinya. Jadi bukan syarat sahnya masuk islam. setahu saya sarat muallaf menjadi islam adalah mengucapkan dua kalimat sahadat didepan mubaligh, ulama, wali atau orang yang tersambung sanadnya dengan Rasulullah saw, dan jika memungkinkan disaksikan oleh orang islam yang lainnya. Setelah itu baru mempelajari rukun islam yang lainnya. Jadi diajarkan secara bertahap dengan pokok yang pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat didepan ulama, mubaligh atau wali.
wassalam,
Hadi
Mengenai hukum mandi memang ada yang mengarah ke mandi junub, tetapi ada yang mengarah ke muallaf. Coba lihat pada halaman ini http://darussalaf.org/stories.php?id=640 atau komentar saya di atas (no 10).
Empat : Orang kafir yang masuk Islam.
Apakah dia kafir asli atau murtad, ia telah mandi biasa sebelum islamnya atau tidak, didapatkan darinya pada zaman kekafirannya apa-apa yang mewajibkan mandi atau tidak.
Asalamu ‘alaikum,
Sukron infonya, saya kutip dibawah ini biar lebih jelas
wassalam,
Apakah dia kafir asli atau murtad, ia telah mandi biasa sebelum islamnya atau tidak, didapatkan darinya pada zaman kekafirannya apa-apa yang mewajibkan mandi atau tidak.
Dalil-dalilnya :
a. Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhary-Muslim tentang kisah Tsumamah bin Utsal radhiyallahu ‘anhu yang sengaja mandi[2] kemudian menghadap kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam untuk masuk Islam. b. Hadits Qois bin A’shim radhiyallahu ‘anhu :
أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ أُرِيْدُ الإِسْلاَمَ فَأَمَرَنِيْ أَنْ أَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ
“Saya mendatangi Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam untuk masuk Islam maka Nabi memerintahkan kepadaku untuk mandi dengan air dan daun bidara”. (HR. Ahmad 5/61, Abu Daud no. 355, An-Nasa`i 1/91, At-Tirmidzy no. 605 dan dishohihkan oleh Al-Albany dalam Shohih At-Tirmidzy 1/187).
Sisi pendalilannya : bahwasanya ini adalah perintah dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam. Dan asal dari perintah menunjukkan hukum wajib kecuali kalau ada dalil lain yang menurunkan derajatnya. Wallahu A’lam.
Dan ini adalah pendapat Imam Ahmad, Malik, Abu Tsaur, Ibnul Mundzir, Asy-Syaukany, dan lain-lainnya.
Lihat Al-Mughny 1/275, As-Sailul Jarrar 1/123, Ma’alim As-Sunan 1/252 dan lain-lain.
Namun menurut cerita diatas, secara logika, mandi yang menyebabkan Prabu Brawijaya telah memeluk agama islam, telah dilakukan setelah Prabu Brawijaya mengucapkan dua kalimat syahadat, terlepas dari Sunan kalijaga memerintahkannya atau tidak. Insya Allah Prabu Brawijaya diajari juga tata cara mandi, meskipun saat pertama masuk tidak diajari tata cara mandi, Karena saya pernah melihat juga seorang muallaf cukup mengucapkan dua kalimat syahadat dihadapan seorang ulama dan disaksikan orang banyak. dan setelah itu telah sah menjadi orang islam. Jadi ini termasuk ijtihad yang mendapatkan sebuah pahala jika salah, dan dua pahala jika benar. Demikian.
Wassalam,
Hadi
Hadis tentang Qois bin A’shim r.a. telah saya masukkan dalam tulisan.
Kata anda : Karena saya pernah melihat juga seorang muallaf cukup mengucapkan dua kalimat syahadat dihadapan seorang ulama dan disaksikan orang banyak. dan setelah itu telah sah menjadi orang islam.
Jawab : sebenarnya anda mau mencontoh Ulama ato mencontoh Nabi SAW ? silahkan pilih saja.
Kita main andai-andai :
Seandainya Prabu Brawijaya menghadap Rosulullah SAW untuk masuk islam, saya yakin dia pasti disuruh mandi dengan air dan daun bidara sama seperti yang diperintahkan pada Qois bin A’shim r.a.
Qois bin A’shim r.a. sepertinya juga sering mandi baik sebelum masuk islam maupun sesudah masuk islam. (berprasangka positif saja padanya).
Tetapi mengapa Nabi SAW memerintahkannya mandi dengan air dan daun bidara setelah mengucapkan Syahadat ?
Apakah Nabi SAW berfikir Qois bin A’shim r.a. orang yang malas mandi ?
Dari sinilah sisi kontrofersi tersebut saya munculkan. Demikian.
Wah..wah..wah satu hal yg perlu kita ketahui bahwa kita semua bila kita beriman kepada Allah dan Rasul kita dengan sendirinya adalah wali Allah dimuka bumi ini. Satu hal apa yg dilakukan Sunan Kalijaga mungkin secara teknis ada yg kurang akan tetapi jika dilihat dari misi beliau serta pengabdian beliau kepada agamanya, mungkin kita semua harus introspeksi diri bahwa apakah kita sudah melakukan pengabdian kepada Allah atau hanya sekedar menjalankan kewajiban tanpa pernah melakukan pengorbanan dan pengabdian untuk Allah, itu yg perlu kita renungkan, karena predikat apapun kalau itu hanya berasal dari manusia tidak ada artinya. Yang terpenting bagaimana kita mendapat predikat Wali dan itu diakui dan berasal dari Allah S.W.T.
Ok makasih sarannya.
Pak Edy, untuk kasus lain ada saatnya Nabi Muhammad tidak mewajibkan mandi bagi kaum ahlul kitab yang masuk islam, seperti riwayat dibawah ini. Oleh karena itu terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama. Dan terlalu berlebihan ijtihan sunan kalijaga ini menjadikan pandangan pak edy merendahkan kedudukan sunan kalijaga dimata umat islam. Coba saja simak riwayat dan pendapat dibawah ini:
Sesungguhnya cara/metode Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam dalam mengajak orang-orang Kafir kedalam Islam adalah:
Mengajak mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan/Rasul Allah ; Diantara hadits yang menyebutkan hal itu adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam ketika mengutus Mu’az ke Yaman, beliau bersabda kepadanya :”Sesungguhnya engkau mendatangi suatu kaum Ahlul Kitab, maka hendaklah yang pertama engkau lakukan adalah mengajak mereka kepada bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah”. Dan dalam riwayat yang lain :”…hingga mereka bertauhid kepada Allah ;
Jika mereka meresponsnya dengan baik, beliau ajak mereka kepada syari’at Islam lainnya berdasarkan urgensinya dan pertimbangan sikonnya. Jika mereka mena’atimu dalam hal itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan bagi mereka lima shalat waktu dalam setiap hari semalam; jika mereka mena’atimu dalam hal itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka membayar zakat yang diambil dari orang-orang kaya diantara mereka untuk dikembalikan/diberikan kepada orang-orang fakir diantara mereka; jika mereka mena’ati hal itu, maka jauhilah/berhati-hatilah terhadap harta-harta yang paling mereka utamakan dan banggakan dan takutlah terhadap doa orang yang dizhalimi karena tiada hijab/pelindung antara doanya dan Allah “.
Dan diantaranya lagi adalah hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d as-Sâidi, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda kepada ‘Ali radhiallahu ‘anhu ketika beliau akan memberinya panji pada hari perang Khaibar:” lakukanlah dengan perlahan hingga engkau turun ke lapangan menghadapi mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam dan beritahukanlah kepada mereka hak Allah yang wajib atas mereka. Demi Allah! sungguh, Allah beri hidayah di tanganmu seorang saja adalah lebih baik bagimu daripada onta merah (barang yang paling berharga dan bernilai paling tinggi bagi orang Arab saat itu). Dalam riwayat yang lain :” ..maka ajaklah mereka kepada bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah”.
BERSUCI DENGAN MANDI BESAR
Para Ulama berbeda pendapat mengenai hukum mandi bagi orang Kafir yang masuk Islam (dalam beberapa pendapat-penj) :
(i) Hal itu adalah wajib : ini adalah pendapat Imam Malik, Ahmad dan Abu Tsaur –rahimahumullah- ; berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan an-Nasai dari Qais bin ‘Ashim –radhiallahu ‘anhu- dia berkata : “aku telah mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam untuk masuk Islam, maka beliau memerintahkanku untuk mandi dengan air yang bercampur daun bidara” . Jadi, perintah disini adalah mengindikasikan suatu kewajiban.
(ii) Hal itu adalah sunnah, kecuali bila telah terjadi padanya jinabah (yang mewajibkan mandi junub) ketika masa kafirnya maka wajib baginya untuk mandi : ini adalah pendapat Imam asy-Syafi’i dan sebagian pengikut mazhab Hanbali.
(iii) Hal itu tidak wajib sama sekali dalam kondisi apapun, bahkan yang disyari’atkan baginya adalah mandi berdasarkan hadits tersebut dan hadits lain yang semakna : ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah. Adapun masalah khitan/sunatan, maka hal itu wajib bagi kaum laki-laki dan adalah suatu kehormatan bagi kaum wanita (yang melakukannya), akan tetapi jika ajakan kepada orang yang ingin masuk Islam untuk berkhitan itu ditunda dulu untuk beberapa waktu hingga hatinya mantap dalam Islam dan telah merasa tenteram/tenang maka hal itu adalah baik membuatnya lari dari, sebab ditakutkan dengan menyutuhnya segera berkhitan itu justru Islam. Maka berdasarkan hal ini, apa yang anda (penanya) suruh untuk dilakukan oleh sepasang suami isteri tersebut saat masuk Islam adalah benar. Wabillâhit Taufiq. Washallallâhu ‘ala Nabiyyinâ Muhammad, wa آlihi washahbihi wasallam.
(Fatâwâ al-Lajnah ad-Dâimah lil Buhuts al-’خlmiyyah wal Ifta’, jld. III, h. 381-383, no. fatwa : 1557).
Sumber: http://www.alsofwah.or.id
Demikian, wassalam,
Hadi
Saya pernah membaca hadist yang anda sebutkan juga hadist lain pesan dari Nabi SAW sebelum Mu’adz bin Jabbal berangkat ke Yaman.
Sekarang saya kembalikan ke anda mau pilih yang mana, bebas kok.
Kalo saya seandainya akan mengislamkan orang maka dia saya suruh mandi (daun bidara = daun yang harum wangi bisa diganti pake parfum). Karena Nabi SAW memerintahkan pada Qois bin ‘Ashim r.a untuk mandi dengan daun bidara.
Sebenarnya semuanya bisa dinilai secara logika dan etika.
Yang diceritakan dalam Serat Darmogandul itu adalah sebatas adegan/dialog antara Sunan Kalijaga dan Prabu Brawijaya yang terjadi secara instan saat Prabu Brawijaya masuk Islam.
Saat seseorang masuk Islam, hal yang paling mudah dilakukan saketika itu juga adalah mengucapkan syahadat dan menggunting rambut. Keduanya adalah kegiatan biasa. Artinya, bisa dilakukan di muka umum atau di hadapan orang lain. Karena itu Prabu Brawijaya langsung melakukannya di hadapan Sunan Kalijaga.
Beda dengan mandi wajib yang notabene harus memperlihatkan aurat. Masak Prabu Brawijaya mandi, Sunan Kalijaga juga harus ikutan? Itu kan lebih nggak pantes lagi dilakukan oleh seorang wali.
Tambahan lagi, saya menilai judulnya agak terlalu keras. Cuma karena tidak ada adegan mandi wajib, status wali sang Sunan tiba-tiba digugat?
hal mandi
bukan untuk memperlihatkan aurat tetapi untuk melaksanakan perintah Nabi SAW.
Anda menilai judul terlalu keras yah. Ketahuilah bahwa saat ini sedang memasuki jaman pemurnian bumi. Agama juga dimurnikan, lihat saja di internasional islam dengan non islam beradu seru. di dalam islam sendiri juga beradu seru sekali. Jadi saya cuma menyesuaikan jamannya saja biar tidak ketinggalan jaman hihi.
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Cahaya agung malam malam terakhir ramadhan semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,
Saudaraku yg kumuliakan,
sepanjang yg saya baca dalam penjelasan mereka ini, ternyata Cuma tanggapan dari dangkalnya pemahaman dan sempitnya pandangan terhadap syariah islamiyah,
justru pembodohan dan penipuan syaitan yg menyesatkan mereka hingga bertolak belakang dari Ahlussunnah waljamaah, dan Rasul saw bersabda : “Barangsiapa yg memisahkan diri sejengkal dari jamaah muslimin, lalu mereka wafat, maka akan wafat dalam kematian jahiliyah” (Shahih Bukhari)
sifat penentangan dan penuduhan dan kebencian atas orang orang yg mengagungkan ulama, adalah sifat warisan Iblis, sebagaimana Iblis adalah ahlussujud, beribu tahun ia tak menyekutukan Allah swt, namun Iblis tak mau memuliakan orang yg dimuliakan Allah, padahal jika Iblis disuruh sujud pada Allah maka ia pasti taat pada Allah swt, namun Iblis tak mau memuliakan orang yg mulia, ia tak mau sujud pada makhluk, ia tak merasa sama dengan Adam as bahkan lebih mulia, ia tak mau memandang bahwa Adam as ini walau dicipta dari tanah namun ia dimuliakan Allah swt,
dan Adam as dimuliakan Allah dengan ilmu yg melebihi Iblis dan para malaikat, sebagaimana firman Nya swt : Dan Allah mengajari Adam akan nama nama (nama nama ciptaan Nya swt) kesemuanya, lalu Allah menunjukkan itu semua kepada para malaikat dan berkata : Kabarkan pada Ku nama nama ini semua?, mereka (malaikat) menjawab : Maha suci engkau, kami tak memiliki ilmu kecuali yg Kau ajarkan, sungguh Engkau Maha Mengetahui dan Maha Menghakimi, maka Allah swt berkata pada Adam (as) : Wahai Adam, kabarkan pada mereka (para malaikat) tentang nama nama itu…dst (QS Al Baqarah 30-33).
Demikianlah sifat Iblis, dan sifat ini terwariskan dan tertitiskan pada wahabi, mereka menentang memuliakan Rasul saw dan ulama, padahal para sahabat sangat mengagungkan Rasul saw, mereka berebutan air bekas wudhu Rasulullah saw dan mengusapkannya kewajah dan tangannya (Shahih Bukhari), mereka juga berebutan Rambut Rasulullah saw (Shahih Bukhari) dan banyak lagi tentang pengagungan para sahabat pada Nabi saw (mengenai belasan riwayat shahih akan ini silahkan rujuk artikel kami yg berjudul : TABARRUK yg dapat dilihat di kolom artikel di web ini).
Iblis tak diam, ia terus mencari orang orang yg akan dititisi sifat sifatnya sebagaimana ketika datang seseorang dari Najd yg tidak sopan pada nabi saw dan ketika Nabi saw membagi bagi kepada sebagian dari mereka maka orang itu berkata : “bertakwalah pada Allah wahai Muhammad!”, (maksudnya adalah : kau harus adil dalam pembagian ini!), maka Rasul saw menjawab dg marah : “siapa yg taat pada Allah kalau aku bermaksiat pada Allah..?!”, lalu orang itu hampir dibunuh, lalu Rasul saw melarangnya, dan Rasul saw berkata : “akan keluar dari keturunan orang ini orang orang yg membaca Alqur’an dan tidak melebihi tenggorokannya, mereka semakin jauh dari agama bagaikan panah menjauh dari busurnya, mereka memusuhi orang islam dan membiarkan para penyembah berhala, bila kujumpai mereka maka akan kuperangi mereka sebagaimana diperanginya kaum ‘Aad”. (Shahih Bukhari)
Inilah yg diwanti wanti oleh Rasul saw, sifat iblis yg tak menghormati para nabi, muncul pada orang Najdi itu, yg kemudian Rasul saw berkata dari keturunan orang itu akan muncul wahabi ini, mereka memerangi orang muslim, dan mereka tak memerangi orang yg menyembah berhala,
Orang wahabi terus memerangi orang muslim, yg sholat, puasa, zakat, haji dll, mereka dianggap musyrik hanya karena memajang foto orang shalih, padahal mereka sama sekali tak menyembahnya, atau berziarah kubur yg itu jelas jelas sunnah, namun dikatakan Musyrik,
(kutipan dari FORUM majelis rasulullah)
TOLONG DIPAHAMI SEBELUM MENGHINA WALIULLAH ATAU ULAMA YANG MENGAGUNGKAN AGAM ALLAH
SUNAN KALIJAGA ADALAH SALAH SATU DARI WALIULLAH
“TOLONG DIPAHAMI SEBELUM MENGHINA WALIULLAH ATAU ULAMA YANG MENGAGUNGKAN AGAMA ALLAH”
Apakah anda pikir saya bermaksud menghina ……. ?
Bila itu yang anda pikirkan, silahkan pikirkan saja.
Coba perhatikan, apa yang saya tulis bukanlah mengada-ada, ada sumber / referensinya yaitu Serat Darmogandul. Silahkan di periksa sendiri isi Serat Darmogandul.
OK
Ass Wr Wb semua nya,
dakwah yg dilakukan kanjeng Sunan Kalijaga itu bermuatan tingkat cahaya Hati Nurani yg sempurna & sangat tinggi sekali sehingga Beliau dpt mengajak Prabu Brawijaya itu takluk hati sehingga mengakui KeEsaan Allah dan Nabi Muhammad itu RasulNya nya. yg dimana tingkatan keyakinan mereka itu memang tinggi tetapi tidak sempurna.jadi dalam berkeyakinan janganlah memakai pemikiran & logika tapi hrs menggunakan hati nurani nya krn yg menggerakan raga kita itu Ruhani dan silahkan anda renungkan dan kaji lagi.mohon maaf bila ada kata2 yg kurang berkenan.
terimakasih
Ok
Terima kasih.
“Loh kenapa takut ? orangnya kan udah mate !
Buktinya gue baik-baik saja ampe hari ini.
Apa kamu pikir Sunan Kalijaga gentayangan ?”
Eddycorret Tolong Perhatikan ayat di bawah ini :
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya”. (QS. Al-Baqarah[2]: 154)
Dalam ayat lain dikatakan:“Bahkan mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mereka diberi rizki”. (QS. Ali Imran[3]: 169)
ini hanya sekedar masukan……terima kasih ..
Wassalam……..
Makasih masukannya.
“Hidup” dalam ayat tersebut tidak sama dengan gentayangan. Gentayangan memiliki sifat mengikuti atau bahkan menghantui dan menakut-nakuti manusia.
Manusia sejak Adam hingga detik ini yang telah meninggal dunia, mereka di alam kubur hidup semua dan dapat ditemui tergantung tingkat kesadaran spiritual kita (saya menyebutnya frekwensi hologram).
Di alam kubur ada yang disiksa ada yang bahagia dan sebagainya. Bila tingkat kesadaran spiritual kita tinggi maka besar peluang untuk dapat bertemu Nabi dan Rosul bahkan Nabi SAW.
Jadi beda antara “hidup” dengan gentayangan.
tapi terima kasih telah mengingatkan.
ayo!! terus!! terus!! rame tenan!!!
waduh
Kanjeng Sunan Kalijogo memang Waliulloh dan suka pamer kesaktian , akibatnya islam yang berkembang dari jaman Demak sampai sekarang umumnya Kulitnya saja, di Indonesia ini jumlah pesantren ribuan tapi indonesia semakin terpuruk, mestinya kalo memang bener2 islam/muslim/mukmin sejak jaman Demak, nusantara sudah menjadi mercusuar, aneh memang lha wong pengikutnya Al Mustofa kok terpuruknya sampai seperti ini (kalabendu), he…he..he…
Menurutku Penguasa Demak memang keblinger karena didukung Kanjeng Sunan Kalijogo yang mendapat kesempatan 500 tahun membangun Nusantara dan juga dukungan Dana (orang sering menyebut Harta Karun Bung Karno ?????) dari keluarga Maulana Malik Ibrahim Asmorokondi yang oleh ayahnya (Seh Jumadil Kubro/Seh Jati Suro) ditugaskan dalam bidang harta benda, sedang anak seh jumadil kubro lainya, yaitu keluarga Seh Maulana Ishaq/Seh Wali Lanang ditugasi ayahnya mengelola Sumber Daya Manusia-( di buku Carang Seket Carub Kandha)-.
Demikian mas Eddy “SINTHING “Correct.
di/pada Mei 29, 2008 pada 2:53 am15 economatic
Saya heran dengan Kitab DharmoGandul maupun Babad karena isinya banyak dibumbui dengan mistik, takhayul dan kisah-kisah aneh meskipun juga menyebut tokoh-tokoh sejarah seperti Prabu Brawijaya dan Para Sunan. Jadi sebenarnya muatan sejarahnya sedikit, sedangkan tokoh dan kejadian fiktifnya pastinya lebih banyak.
komen:
yang ILMIAH gak mampu mengurusi negara alias TEH BOTOL (Tehnokrat Bodoh Tolol)
Hihihi
Adanya Walisongo bukan kesalahan. Demikian adanya Sunan Kalijogo juga bukan kesalahan.
Sebagaimana Tuhan menciptakan lalat yang hina, atau cacing yang menjijikkan dan lain sebagainya. Semua diciptakan Tuhan untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan. Kalo cuma ada baik saja dan yang buruk cuma setengah ndak seimbang, untuk itu baik dan buruk jumlahnya sama inilah keseimbangan.
Bagi kita yang telah melihat kejadian pada masa lalu, baik atau buruknya semua ada hikmahnya tentunya buat masa kini apalagi untuk masa depan.
Berharap agar semua baik-baik saja.
cacing membantu kesuburan tanah, cacing sudah lama digunakan sebagai obat tipus.
komentar den baguse eddy corret tidak salah, nampak sebagai komentar yang wajar, datar, tidak dibuat-buat.
lho gambarku kok malih rupa?
eddycorret emang jos…. gandhos???? Okrek
ya gini aja deh….
saya komentara dikit, ada cerita 3 sahabat mau pergi kejakarta dari semarang, tapi naik kendaraannya macem2.A naik mobil, B naik kapal laut, C naik pesawat terbang.
mereka berangkat pada hari yang sama dan jam yang sama. tapi gak saling cerita kalo mereka naik apa ke jakarta. setelah sampai di jakarta semua bercerita…
A cerita wah ke jakakarta lewat kendal, pekalongan, pemalang, cirebon. cewek cirebon cantik, cewek tegal bahasanya medok hehehe.. dan seterusnya and bla bla bla dia cerita mengenai jalur pantura…
B nyangkal gal bisa ke jakarta cuma ada laut tok gak ada pekalongan, pemalang, cirebon dan lain2. dia berani sumpah kalo ke jakarta cuma liat air tok gak ada yang lain…
C juga nyangkal kalo ke jakarta cuma liat awan tok gak liat apa2. yang keliatan cuma awan doang sama pramugari yang barusan diajak kenalan….
mereka bertiga ribut dan keukeuh dengan pendapat mereka masing2.. sampe diliatin orang jakarta.
orang jakarta cuma senyum sambil dalam ati ngomong dasar udik baru kejakarta sekali aja dah ribut….
hahahahahahha
)
)
memang semua pendapat mereka itu benar dan mereka meyakini itu karena mereka yakin akan itu.
tetapi setelah mereka tau klo mereka naik kendaraan yang beda mereka semua sama2 ngakak ampe nangis2. mereka sadar klo mereka beda kendaraan. tapi mereka malah saling tukar informasi dan penglaman tanpa ada permusuhan…
hehheehehehe cuma nulis cerita lho..
mengenai presepsi dan cara pandang saudara2 menanggapi cerita ini yang itu hak anda. karena yang menilai baik buruk cerita ini ya saudara, dengan cara pandang, pengalaman dan keyakinan masing2.
pareng..
Hehe.
Keknya gue pernah denger cerita ginian.
Makasih ceritanya.
Aq mw ngebahas judulny ja dh.SUNAN kali jogo tidak layak Menjadi sunan.Sunan it brsl dr kata Sesuhunan yg brti org yg patut d anut ajaranny.Sdgkn wali brsl dr kata waliullah yg brti pengemban ajaran allah.Nah paling g doi dh ngislamin bnyk org trmsk brawijoyo.Trlps gmn crny ngislaminny yg paling pntg brawijaya tlh mbc sahadat krn itlh intiny.Nah saya pkr doi layak bgt jd sunan.Doi g ngjrn yg jelek” mlh bs mgasimilasi budya yg akhrny mjd bagin dr islm. Prtnyn knp doi jd sakti.Itulah yg d sebut karomah.Qt jg bs ko jd ky doi asalkn qt ngamalin islam ini dgn sbnr2ny.Tp hny 1 karomah yg bnr2 dahsyat yaitu krmhny nabi muhamad saw.So……. Bang edy pny kesimpulan yg layak untk komentar saya ini.
Oc deh.
Berawal dari judulnya yah. Judul itu saya buat karena kesimpulannya Sunan Kalijogo tidak mengikuti ajaran nabi SAW tentang pengislaman orang. Kita periksa lagi yah.
Tahap pertama, Syahadat itu dah sesuai ajaran Nabi SAW.
Tahap kedua, potong rambut ini justru ndak ada haditsnya.
Tahap ketiga, harusnya mandi besar karena haditsnya ada.
Apa yang anda katakan memang benar, kita harus mengamalkan ajaran agama dengan sebenar-benarnya. Tapi apakah itu berlaku bagi kita-kita yang manusia biasa? Apakah itu tidak berlaku bagi Ulama juga Sunan. Mereka harusnya melakukan lebih dulu baru disampaikan. Begitu kan.
Trus kembali ke pengertian Sunan dari Susuhunan yang berarti orang yang patut dianut ajarannya. Bagaimana seandainya yang dilakukan Sunan justru tidak mengikuti ajaran dari Nabi SAW ? Akhirnya ke Sunanan na layak dipertanyakan dan terbitlah tulisan kontrofersi di atas. begitu kk Rip.
Ass.Wr.Wb
SEBETULNYA PELAKSANAAN BAIAT NYA LENGKAP
ADA SYAHADAT, CUKUR DAN MANDI BESAR
CUMAN: Pas penulisan terakhir “Cukur”, Cantrik penulis tertidur saking capeknya sehingga tulisantentang “mandi besar” yang telah didiktekan oleh Ki “RW”,tidak tertulis.
Lalu Ki Ronggo Warsito memanggil Cantrik lainnya dan mendikte kelanjutannya dan dikira tentang “mandi besar” sudah tertulis,
dan tanpa re check lagi tulisan dilanjutkan. Maka yang terjadi kalimat “mandi besar” tak tertulis……he he percaya nggak?
harus percaya!!, karena kemarin baru ketemu sama Ki RW dan saya tanyakan kenapa jadi begitu ?? sampae2 pada ngeributin..
Jawabnya Ki”RW” spt itu.
Selanjutnya dia minta tolong saya untuk meralatnya, maka dengan ini dilakukan pemberitahuan dan ralat seperlunya atas kekurangan
kalimat
“demikian ralat /kelengkapan kalimat sudah dilakukan” dan mohon maaf atas ribut dan binggung nya
wassalam..Ki RW
terima kasih
Salam penerbit
dari Goa Mangleng Banaspati
Nb. Sebagai hukuman buat Cantrik yang tertidur setelah kerja Rodi
23 Jam/hari, maka dia disuruh menggantikan melakukan mandi
besar seumur hidupnya hingga larut ke sungai tubuhnya
Weg.
Ada fersi laen lagi nih.
Yang bener saja Prabu Brawijaya melakukan mandi besar? tapi mandi besarnya dimana yah, apa ketika diperjalanan atau di rumah orang lain atau ……
Eh kk Banaspati, kalo kk bisa bertemu ki Ronggowarsito, kira-kira bisa ndak bertemu dengan Prabu Brawijaya untuk menanyakan hal tersebut. Bisa jadi jawaban Prabu Brawijaya berbeda. Mungkin juga sekalian menemui Sunan Kalijogo biar tambah kuat datanya.
Udah ketemu lagi sama Ki “RW”, tentang mandi jawabnya
sampai slulup, di.”sendang tirto wening” sekarang tertutup banjir lumpur, disaksikan para wali, kiai, dan untuk Prabu Brawijaya masih sibuk ada pertemuan agung nggak bisa diganggu, Sunan Kalijogo nggak kontak balik, harap maklum
sunan kalijaga memang sunan mbalelo.
pakai baju hitam sendiri.
padahal sudah disuruh sunan bonang pakai baju putih, tetap ditampiknya.
sudahlah, jangan kalian menghinanya. ia adalah guru saya.
sudahlah, islam kan cerita masalalu. jangan lagi diungkit-ungkit agama yang sudah mau mati.
48. banaspati – September 20, 2008
“mandi sampai slulup, disaksikan para wali, kiai”
Prabu Brawijaya mandi disaksikan para wali dan kiai. Kenapa tidak tertera dalam Serat darmogandul yah. Orang tahunya dalam pertemuan itu hanya ada Prabu Brawijaya, Sunan Kalijogo dan Sabdo Palon saja. Kalo memang ada saksi, bikin curiga nih kok ndak sama datanya dengan Serat Darmogandul.
Memang sebaiknya harus Prabu Brawijaya sendiri yang bicara karena beliau kan yang melakukan mandi tersebut. Atau Sunan Kalijogo yang bicara karena dia yang menyuruh juga otomatis menjadi saksi untuk Prabu Brawijaya. Masih ditunggu semoga lain waktu dapat infonya, makasih.
49. AVATAR SEJATI – September 20, 2008
“jangan lagi diungkit-ungkit agama yang sudah mau mati.”
Kalo boleh tahu sumbernya dari mana yah, bila pendapat sendiri sepertinya bisa diragukan. Bila pendapat orang tentunya ada dasarnya mengapa bisa demikian.
dapet info dari Ki”RW” lagi
1. Wali dan Kiai hadir dalam ujud Nur sukma (tidak kasat mata)
2. sebetulnya banyak yang hadir cuma berada di ring 2 dan 3
untuk privacy dan secutiry
INFO persidangan :
“PB” baru mengikuti sidang agung persiapan kehadiran “SP”
“SK” mendapat tugas para Wali dan kiai untuk nelik sandhi
persidangan
Para pangageng pamarentah nagari pada Gerah/was was/bingung, karena mereka dapat bocoran bahwa sebagian besar dari mereka masuk dalam “DPO” nya “SP” dan dijadikan “TO”
Terjadi demonstrasi besar besaran yang menolak kehadiran “SP” dan mengarah ke kerusuhan diluar area persidangan, namun aparat keamanan menunujukan kesiapan dengan penjagaan yang sangat ketat “super maksimum security” alias SMS
Demikian laporan koresponden Channel Gua Mangleng melaporkan
dari area persidangan.
Wah.
Baru ada pertemuan penting yah. Ya sudahlah.
KLO INI NGAWUR TUR KHAYALAN BUKAN KONTROVERSI
meskipun kanjeng sunan kalijogo waliulloh, namun beliau cs gagal membina Demak, demak sampai turun 3 generasi bubar, mungkin kanjeng Sunan cs yang umumnya berlatar belakang pedagang ikut2tan bisnis, jadi nambah berantakan.
Assalamualaikum.wr.wb
buat bpk: eddy coret : hebat mana antum sama sunan kalijaga?…. antum kalau mempelajari agama Islam pakai Ilmu..belum tentu Antum pernah islamkan non muslim..kita harus bersyukur karena beliau ( kanjeng sunan ) banyak yang masuk islam,dan itu semua adalah kehendak Allah S.W.T.
Buat bpk: Avatar sejati: Antum tidak tau tentang Agama Islam.Islam tidak akan pernah mati, islam Agamah Rahmatan LIL Alamin.
Buat Bpk Endang hadi adi: Antum juga kalau belajar Agama Islam Pakai Imu.jng asbun ( asal bunyi ) Antum harus tau, Rasulullah juga seorang pedagang.berdagang itu pekerjaan Mulia. sekali lagi ana sarankan belajar Agama Islam Pakai Ilmu.
Tugas eddycorret bukan mengislamkan non muslim tapi bikin kontroversi, jumlah muslim banyak bukan jaminan Negara menjadi negeri yang penuh rahmat baldatun toyyibatun wa Rabbun ghaffur
Sunan kalijaga memang sakti, mencari murid ki ageng pandanaran dengan cara memamerkan kemampuan mengubah TANAH menjadi EMAS, tapi PUYENG ketika membina pejabat Kerajaan Demak.
pedagang muslim yang bagus adalah pedagang yang mampu menjual sumber alam ke temannya (pedagang luar negeri)
klo aku pribadi tidak mau pake baju islamnya sunan kali, juga ga mau pake baju islamnya seh siti jenar karena seh siti jenar ga doyan harta benda
manusia ada dengan rasa lebih dominan dari cipta, kebalikan dengan jin cipta lebih dominan dari rasa, klo menurutku belajar islam ya dengan ilmu. manusia diciptakan sudah sempurna dan rasa cipta (akhlak) perlu disempurnakan dengan cara mengelola nafs (corone gantharwa sedulur papat), salah satunya berpuasa di bulan romadhon
selamat berpuasa mas sahrudin kasan
54. Syahrudin Hasan – September 22, 2008
buat bpk: eddy coret : hebat mana antum sama sunan kalijaga?
Ya hebat saya donk. Saya bisa buat Blog ini meskipun gratisan, ndak mungkin Sunan Kalijogo bisa membuatnya, hayo benar tidak ?
Untuk pengislaman, kuakui saya belum pernah mengislamkan orang. Kalo Sunan Kalijogo banyak mengislamkan orang, ya memang tugas dia sebagai wali.
Kalo wali sekarang kan tugasnya politik. kayak Gus Dur tuh bukannya mengajak pada kebaikan justru mengajak untuk menduduki kantor KPU.
jebule om endang hadi adi yo iso teges yoh…. hehehe sip deh… monggo dilanjut om….
Asssalamualaikum.wr.wb. endang hadi, nama ana Syahrudin Hasan. bukan syahrudin kasan.
kalo koment no 58 saya tujukan buat sahrudin kasan
Hiahia.
Ini juga dialihkan.
mas endang hadi dan mas eddy coret: Fitrah sejati Adalah..meng-Akbarkan Allah..dan syariat-Nya di alam jiwa…di dunia nyata,di dalam segala gerak…di sepanjang nafas dan di setiap langkah..semoga seperti itulah diri kita di hari kemenangan ini. Allahu Akbar..Allahu Akbar…Allahu Akbar walilla hilhamd. Selamat idul fitri. Mohon maaf lahir dan Batin.1429 H. Syahrudin Hasan
Ok sama-sama.
mas eddycoret, ana mau tanya tentang puasa syawal,1.apakah bisa di selang seling sampai akhirnya berjumblah 6 hari ?
2. ana sedang puasa sunah sywal, tapi ana di tawari makan siang sama teman ana” apakah ana terus berpuasa atau membatalkan puasa sunah ana demi menghormati teman ana? terima kasih atas jawabanya?
Puasa Syawal yah.
Ada beberapa versi,
1. Ada yang langsung puasa 6 hari berturut-turut ndak putus setelah idul fitri.
2. Ada yang puasa 6 hari berturt-turut yang penting di bulan syawal.
3. Ada juga yang puasanya berjumlah 6 hari berturut-turut atau tidak yang penting di bulan Syawal.
Yang saya ketahui ada 3 fersi tersebut, tetapi kalo saya biasanya memakai yang fersi ke 3, yaitu yang penting di bulan syawal dan berjumlah 6 hari.
Bagaimana kalo ada temen nawari makan ketika kita lagi puasa ?
Temen apa dulu, gue kalo sama temen apa itu temen bermain ato temen belajar, bila ditawari makan langsung saya bilang gue lagi puasa maap. Justru temen yang ikutan minta maap. Sepertinya keadaan ini sudah dimengerti, jadi ndak usah sungkan mengatakan bila kita lagi puasa. Semoga membantu.
Buat yp sudah terlanjur masuk sini sebaiknya cepet2 keluar,ga usah buang2 waktu ngladeni wong EDAN edi.Yg bisanya ngelek2 wong liyo.Edi sadaro le,mendingan koe turu wae timbang nambah doso.
Iya om tiap malam pasti tidur gue.
Namanya juga manusia bila tidak tidur ntar kelelahan. Itu dah menjadi kebiasaan dan wajib dilaksanakan agar tubuh tetep sehat baik jasmani maupun rohani.
Lagian gue tipe orang yang ndak tahan begadang. Bila udah mendekati jam 1 malam biasanya udah berat mata ini, ya jadinya harus tidur malam.
halow semua met malam? salam kenal ?
saya kertiwindu saking tlatah roban
senneng bisa menemukan blog ini bisa tambah wawasan
Kayak barang ilang.
Akhirnya telah ditemukan.
kayaknya begitu boss ?
biasanya pembicaraan macam ini kami bicarakan tengah malam ngge cagak lek, itupun jarang karna bergadangnya juga nda sering he he he he, ndak masuk angin. KAlo ini kan cukup di depan laptop sambil nyading nyamikan lan kopi…? tul nggaa
Waduh enak donk.
Sante dalam beraktifitas menjamin kenyamanan bekerja. Tapi jangan sering-sering begadang, ntar jadi kebiasaan.
Boss saya punya pengalaman pribadi tentang dunia lain. Kira2 tahun 1995 yang lalu saat saya piket malam dikantor tiba2 mencium bau wangi bunga cempaka, saat bersamaan saya melihat kelebatan bayangan ke belakang kantor saya. dengan agak minggring2 saya dekati tempat tersebut. lalu saya kencingi agar tidak bikin bulu kuduk saya merinding saat piket malam., setelah itu temen saya pengganti piket datang. sayapun pulang.. sampe di rumah aku langsung ke kamar. sambil bikin susu dan mie instan aku buka radio Transmiterku dengan tujuan ngebreak lah. mie dan susu sudah kusantap aku rebahan di tempat tidur.. antarane anglayap ing angluyup saya melihat sesosok orang tua berjenggot mendekati tempat tidur saya langsung buka celana saya dan maaf burungku di tempelengin sambil bilang wong ono wong tua lungguh kok di uyohi to mas mas? serta merta saya jawab yo aku nggak tau klo ada orang di situ, orang aku cuma pipis di belakang kantor ?
Yang ingin saya tanya boss eddy? orang tua tadi mengaku seorang jin dari turki bernama abdul ajab? usia pada saat itu 750 thn, termasuk jin islam menurutku karena selalu mengajak dan ingatkan aku untuk sholat. tapi lewat suara di telingaku saja. saya melihat wujudnya hanya pertama saat marah saya pipisin itu, selanjutnya saya nda pernah lihat wujudnya.
Bagaimana menurut mata batinmu boss apakah saya terlalu mengada ada terbawa imaginasi ato orang tersebut memang ada?
kertiwindu mohon petunjuk?
Anda memang aneh.
Udah ngerti kebiasaan tuh makhluk kenapa juga disikapi tidak baik. Berbuat baiklah kepada makhluk Tuhan yang lain juga dan bukan hanya kepada manusia saja. Wajarlah bila dia marah, memang siapa mau dikencingi. Laen kale kalo kencing di kamar mandi saja, jangan sembarangan.
Tuh makhluk ngerti loh kalo kamu boong dengan mengatakan aku ndak tahu kalo ada orang disitu.
Dibiarkan saja ndak usah terlalu dipusingin keberadaannya, karena kehidupan manusia dengan Jin berbeda. Sepertinya anda tidak terganggu dengan keberadaannya, iya kan.
Semoga anda mengerti.
ok deh boss ? selalu ku inget kata2 sampean.
tapi masalah sebenarnya saat itu dia itu setelah kenal aku selalu ngajak ngobrol panjang lebar, bahkan kejadian yang akan terjadi seperti misalnya di jalan akan ada tabrakan jam sekian antara kendaraan ini dan itu yang mati berapa, selalu dia omongkan.. sampai suatu saat 1/2 tahun berselang saya tidak mengiraukan lagi kalo diajak ngobrol dan sebagainya… sampai saya tidak merasakan kehadiranya lagi.kira2 sampai sekarang masih enggak dia mengawasi gerak geriku ya.? soalnya kalo saya suatu saat di ajak ngobrol lagi kan mawut gaweanku bos konsentrasi gawean bisa terganggu. bagaimana cara pengedalianya.? apakah cara saya di atas sudah cukup untuk menghindarinya? MOhon saran lagi
Sebaiknya lupakan saja.
Ingat bahwa hidup manusia dan jin berbeda meskipun bisa berjumpa. Tetapi bila anda sampe terganggu maka langkah terbaik dihindari agar tidak menggangu lagi. Tapi keknya udah berhasil, tinggal dimantapkan saja jangan ragu-ragu. Soal dia masih mengawasi atau tidak sebaiknya biarkan saja.
Saya berani bilang begini karena saya juga pernah mengalaminya. Tetapi kejadiannya udah lama dan sekarang udah ndak lagi.
Makasih sekali lagi, boss eddy ? setidaknya menambah sugesti saya bahwa dia (jin) itu sudah saya lupakan benar2. tidak lagi mengganggu saya. Saat itu sekitar thn 1997 saya juga dengan mudahnya mendapatkan akik dari alam dan dia juga yang mengambilnya dan sudah berbentuk akik siap pakai tinggal di kasih emban, tapi sekali lagi semua itu saya buang dan kembalikan ke alamnya menurut saya agar keseimbangan alam ini tetap terjaga. Dan saya juga tdk mau terpengaruh oleh khodam dari akik akik tersebut. Sekarang disela waktu saya rubah maint set saya agar lebih mencintai Allah dan ciptaaNya, Kata guru saya agar terhindar dari maksiat dan hal2 jelek diera sekarang ini. Usia saya saat ini 33 tahun 1 istri 2 putri mau nambah 1 lagi masih dlm kandungan he he he. asli dari sukoharjo, besar di pemalang dan sebagian di pekalongan gubuk saya sekarang di kota Batang. Cari duitnya di PLN UPT Kudus, Wilayah kerja dari Demak sampai Cepu dan Kedungombo.
Ok deh.
apakah anda sudah yakin bahwa anda islam?……apakah ilmu anda melebihi pencipta anda?……..
Apakah saya tidak boleh mengoreksi kesalahan orang ?
Apakah Sunan/ulama tidak boleh dikritik bila salah ?
eddycorret. anda tu mau .cari apa ?? anda itu dilahirkan dimana.kalau anda merasa benar.tolong buktikan.anda sudah saya angap,penghinaan terhadap seseorang yg bener 2meyebarkan agama islam di tananh jawa.apakah anda itu sudah pernah mati.semua itu yg berhak menilai adalah ALLAH bukan manusia,buktikan saja dengan ajal anda.!!!tentang penulisan anda itu semua benar,tapi kok anda merasa seolah 2 jadi tuhan.Dari pada jadi bangkai cuma cuma lebih baik tutup aja tuh mulut kamu paki bangkai anjing
PERLU ANDA KETAHUI .BERCERMINLAH SEMAKSIMAL MUNGKIN,SAYA TAU ANDA SIAPA,DAN SAYA BUKAN SEKEDAR AKAN BERBICARA SAJA,SILAHKAN ANDA BERDOA,SAMPAI MAMPUS!! AKAN SAYA BUKTIKAN MULAI HITUNGAN SEKARANG!!! KALAU SAYA AMAT-AMATI ANDA ITU .INGIN MERUSAK BANGSA,DARI SEGI PENULISAN SUDAH KETAHUAN,KALAU BARU BISA NULIS,BELAJAR KAMU ITU DIMANA ??
ADDY,KOK KELIHATANYA KAMU SOK JAGO YAA,KALAU MEMANG KAMU JAGO TOLONG DEH JANGA BANYAK CINCONG .AKAN KUTUNGGU BUKTINYA.YG PENTING BUKTINYA,JANGAN SOK TAU KALAU BELUMPERNAH MATI.
SAYA BUKAN SEKEDAR AKAN BERBICARA SAJA,SILAHKAN ANDA BERDOA,SAMPAI MAMPUS!! AKAN SAYA BUKTIKAN MULAI HITUNGAN SEKARANG!!!
Mana buktinya, ndak ada bukti apa-apa. Lagian juga anda mau membuktikan apa. Apa kata-kata bisa untuk membuktikan. Anda bisa saja membuktikan apapun tapi kalo tidak dilihat, ya tidak akan keliatan buktinya.
Mulai berhitung satu, dua, tiga, empat, lima …………………………… Sampe kapan nih ngitungnya.
AKAN KUTUNGGU BUKTINYA.YG PENTING BUKTINYA,JANGAN SOK TAU KALAU BELUMPERNAH MATI.
Ini orang teraneh di muka bumi ini. Sebelumnya dia bilang akan saya buktikan. Tetapi selanjutnya dia bilang akan kutunggu buktinya.
Semoga lekas sembuh.
eddycorret
anda orang yg hebat,telah berani menulis &dan menegaskan masalah ,aku malah tambah cinta,danmendukung mu sampai mati,dadah bangeddy sayang
dari langannanmu
lisa bahenoll
nb:
kapan mampir lagi nih
aku udah rindu loo sayang
jangan lupa yaa bawa duwit yg
banyak,biar bisa nginep disini
lama ya bang.
Mas BANG udah nggak mode (kadaluarsa maen ancem-ancamen ala Abri-abrian-preman-premanan, jago-jagoan gitchu!) Tembang lawas…tipe sepertimu bentar lagi udah sama sekali nggak dibutuhkan di dunia…NGERTI?!
Amit2 dech
abc
Kulo Nuwun,Dul Eddy
apa anda keturunan Syech Siti Jenar?????
anda kok berani bilang bahwa sunan kalijga tak pantes jadi Sunan,benahi dulu diri anda sebelum terlambat.
saya tahu anda siapa,jadi berhati2lah dalam membuat statement separah itu.
mas eddy , delete aja itu comment yang ngawur
itu comment no 85
Kulo Nuwun,Dul Eddy
apa anda keturunan Syech Siti Jenar?????
anda kok berani bilang bahwa sunan kalijga tak pantes jadi Sunan,benahi dulu diri anda sebelum terlambat.
saya tahu anda siapa,jadi berhati2lah dalam membuat statement separah itu.
Wah baru tahu nih mas eddy keturununannya Syech Siti jenar. Kebetulan saya keturunannya sunan kalijaga. Walaupun saya jauh dari pulau Jawa, tapi saya belajar tentang ajaran-ajarannya. Saya fikir Sunan kalijaga sudah layak jadi Nabi, karena beliau pernah belajar dari Sunan bonang dan Nabi Khidir. ya ilmu agama itu luas tho, jadi bisa belajar dari syariatnya dulu, baru ilmu hakikat juga ilmu makrifat. Perlu diketahui lho, bagi penggemar SP, sunan kalijaga itu juga pernah meramalkan tentag cah angon ini, coba saja simak lirik lagu gubahan sunan kalijaga, yaitu lagi lir-ilir:
Lir-Ilir
Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir
Tak ijo royo royo
Tak sengguh panganten anyar
Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira
Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane, Mumpung jembar kalangane
Yok Sura’e Suraiyo
Terjemahan:
Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir
Tak ijo royo royo
Tak sengguh panganten anyar
Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira
Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane, Mumpung jembar kalangane
Yok Sura’e Suraiyo
Lir ilir lir ilir tanamannya begitu semilir
berwarna hijau royo-royo
seperti pesta pengantin baru
Anak gembala-anak gembala naikilah pohon belimbing itu
biar licin naikilah untuk membasuh pakaian
Pakaian-pakaian sobek dibagian pinggir
jahitlah perbaikilah untuk menghadap sore nanti
Mumpung terang rembulannya, mumpung jelas kelihatannya
Mari soraki-sorakilah…
Komentar:
Makna pohon belimbing itu ialah syariat islam yang seharusnya
dilaksanakan oleh para pamong praja, para pemegang jabatan dipemerintahan
Biar sulit tapi jalanilah untuk kepentingan bangsa
Makna Pakaian sobek adalah agama yang tidak dilaksanakan sebaik-baiknya terutama untuk menjaga moral para pemimpin bangsa.
Jadi Sunan kalijaga pun meramalkan tentang cah angon yang akan memimpin bangsa ini dengan petunjuk syariat Islam meskipun sudah jauh-jauh hari meramalkannya walaupun dalam bentuk tembang yang dinyanyikan oleh anak-anak di Jawa.
82. BANG – Nopember 4, 2008
eddycorret. anda tu mau .cari apa ??
Anda lupa bila Blog saya ini kontrofersi. Artinya tulisan dalam blog ini bisa jadi sama dengan yang anda pikirkan, dan sebaliknya juga bisa jadi bertentangan dengan yang anda pikirkan. Apa anda sudah ingat ?
83. BANG – Nopember 4, 2008
SAYA TAU ANDA SIAPA
Syukurlah bila anda sudah tahu siapa saya, karena saya sendiri masih belum tahu siapa saya sebenarnya.
88. asoy – Nopember 5, 2008
apa anda keturunan Syech Siti Jenar?????
Weg, kok anda bisa mangatakan demikian ? Bukankah anda juga mengatakan
saya tahu anda siapa,jadi berhati2lah
Bila anda sudah tahu saya siapa kenapa juga masih bertanya. Apa benar anda sudah tahu siapa saya ?
90. Hadi Setyono – Nopember 5, 2008
Wah baru tahu nih mas eddy keturununannya Syech Siti jenar.
Weg, ini nih bikin lucu aja.
Kok jadi begini sejarahnya gimana ini.
Waduh.
saya sudah tahu siapa anda,
anda sudah berada dijalan yang sesat.
kembalilah sebelum terlambat n jangan buat statement yang kurang diakui kebenarannya.wasssalam
analisa yang “koplak”
Bener tuh kata mas kulo.
Memang analisa asoy koplak kedengarannya
Dia katakan gue sudah berada di jalan yang sesat, tetapi dia kembali ke blog saya. Artinya dia mau ikutan tersesat, begitu kan. Padahal tidak semua manusia di muka bumi ini mengatakan seperti itu pada saya (boleh di cek).
Jadi saya setuju analisa si asoy emang koplak.
Edi emang koplak,
ilmu mu itu masih diperut dan dibawah perut…..
jd saran saya gak usah lah u bahas urusan para wali….
u tau apa sih tentang mereka??????
limu mu itu masih ilmu kulit yg ga ada isinya…jd sampe kiamat pun u gak akan tau ilmunya para wali…..
mendingan u belajar aja sana bgmn syarat syah nya wudhu….
itu udah baik bgt buat kamu…
abiz itu u mandi, makan, mimik cucu, trus bobo….
bereskan…………………………….
demi Alloh aq tidak terima atas penghinaan u kpd kanjeng sunan kalijaga…
astagfirulloh………
96. habib Muhammad bin Usman Al-khaisiy – Nopember 21, 2008
ilmu mu itu masih diperut dan dibawah perut…..
jd saran saya gak usah lah u bahas urusan para wali….
u tau apa sih tentang mereka??????
limu mu itu masih ilmu kulit yg ga ada isinya…jd sampe kiamat pun u gak akan tau ilmunya para wali…..
Emangnya kamu tau apa tentang aku ?
Sampe matipun kamu tidak akan pernah mengerti aku.
demi Alloh aq tidak terima atas penghinaan u kpd kanjeng sunan kalijaga…
astagfirulloh………
Makanya jangan asal baca, teliti sebelum berkomentar.
Tiada maksud saya menghina Sunan Kalijaga meskipun anda menilai saya telah menghinanya.
Saya hanya bisa katakan anda belum bisa mengerti apa itu kontrofersi. Diberi usia seribu tahunpun sepertinya anda tetap saja tidak akan pernah mengerti apa itu kontrofersi.
Bila tidak terima trus mau apa? Mau membunuhku……….
Silahkan saja lakukan, bila memang takdir Tuhan aku akan mati ditanganmu. hihihihi.
andaikata muncul nabi baru.. keliatannya perangai muslim arab tak beda jauh dengan yahudi ketika muhammad muncul jiakakakkaka.
gimana yah rasanya kalau ntar muslim dikafirkan gara-gara tidak terima hal tersebut?
memang otak pemuja kitab/dalil sulit menerima kenyataan.. kalau mereka nantinya tak bisa berlindung lagi dibelakang ayat-ayat buku/kitab suci dan memang tak mengikuti jejak nabinya
saran saya tidak usah ribut -ribut, saya juga tidak setuju kalau kanjeng sunan kali jaga. di katakan tidak layak menjadi sunan. mending kita bicara yang lain aja..contoh kita sebagai umat ISLAM bersatu, agar di daerah kita tidak ada yg namanya kristennisasi. skrng sudah banyak suatu propinsi ( daerah ) yg di masuki oleh mereka ( nasrani ) dengan dalih acara sosial. contoh baru-baru ini, daerah bekasi.silakan klik http://www.swaramuslim.com. saya di balikpapan ( KALTIM ) dulu pernah ada, acara dng dalih pengobatan sosial, tapi di larang oleh pemkot, atas persetujuan MUI KALTIM.sekarang tempat kami punya moto yaitu, BALIKPAPAN MADINATUL IMAN.semoga daerah lain menyusul. ingat BANGSA INDONESIA MERDEKA KARENA ISLAM.
sori…… kalo gw habis dicukur pasti mandi, kata nenek gw entar budek, jadi menurut gw bisa aja sang prabu mandi setelah dicukur kan entar gatel n ngak mau budekjuga tuh prabu, kalo menurut gw gelar itu ngak terlalu penting yang terpenting adalah sebesar mana kadar keimanan seseorang n itu hanya ALLAH SWT yang tau
NAH BETUL KAN!!!
WELEH WELWH JAGAD NUSWANTORO SEDANG GENCAR2 NYA DI GERILYA BUDAYANYA
syahrudin hasan – Nopember 24, 2008
saran saya tidak usah ribut -ribut, saya juga tidak setuju kalau kanjeng sunan kali jaga. di katakan tidak layak menjadi sunan. mending kita bicara yang lain aja..contoh kita sebagai umat ISLAM bersatu, agar di daerah kita tidak ada yg namanya kristennisasi.
YAH YANG GINI2 INI KELAK AKAN DITINGGAL JAMAN, HE HE KORBAN PROVOKASI AGEN2 ASING!! BIAR INDONESIA BERANTEM TERUS JADI LEMAH DAN DIJAJAH LAGI….KATANYA NKRI “PANCASILA”
TAKUT PERSAINGAN??…..PERBAIKI MANAJEMEN PERILAKU
GITU AJA KOQ RUEPOT!!…KALAU BAIK KAN BANYAK PEMINAT DAN YANG SUDAH MAKE KAN NGGAK KABUR!!
TAKUT KENA PENGARUH??…SEKEDAR CONTOH:
IRAN, IRAQ, LIBYA DSB, SAAT DIEMBARGO AMRIK DAN KONCO2 NYA
MESRA2 AN SAMA RUSIA DAN CHINA (NEGARANYA KOMUNIS-SEKULER)…SEKARANG NEGARA2 ARAB TADI APA KEPENGARUH JADI KOMUNIS DAN SEKULER?? YA NGGAK LAH
Itu kan politik om.
TENG KIU KIU
indentified ?? Ok!!
Lha Iya itu susahnya kalau sudah nuansa Politik!!
Seperti Lakon Syekh Siti Jenar (SSJ) dan Wali Songo (WS),
masalah “kebenaran” ditentukan oleh “kekuasaan”
WS berkuasa terlebih berkerabat maka disitulah kebenaran berada
jadi SSJ harus dihabisin.
TENG KIU KIU
politikbagi yang ngerti, yang awam mana mau tau asal gratis. ngikut..
DEMIT JOWO. yg terhormat Antum tdk usah pakai bahasa jawa saya tdk ngerti. apa saya harus pakai bahasa kalimantan. Bahasa Indonesia ajalah.
bang edi, ntar lagi kan hari raya idul adha, tlng dong….bang edi catatin.. tata cara mandi sholat idul adha, dari pertama sampai terkhir. sebelumnya thanks
Yth.Syahrudin Hasan
Ya begitulah saya, maaf saja tentang bahasa, maklum saja saya sedang nyelesaikan kejar paket B (untuk baca tulis)
yah…sedikit kamus jawa ya, yang lainnya kalau nggak ngerti ya cari sendiri ok! harap maklum
Demit = Jin, makhluk halus, setan juga boleh
Jowo = ya Jawa
Jelas???
harap maklum jadinya saya “demit jowo” nilai “Bhs Ind nya minus”
Kalau anda mau pake bhs kalimantan juga boleh, buebas koq
lha nati kan saya bisa belajar! oke! Santai Bung!!
Nah kalau sekarang saya minta anda jangan pake istilah/bhs “AraB”
mau nggak???? bebas to!!
*********************
Syahrudin Hasan
politikbagi yang ngerti, yang awam mana mau tau asal gratis. ngikut…..
MAKANYA JADI GAMPANG DIPERDAYA/DITIPU…..he he
@Syahrudin Hasan
kalo soal tatacara/syariat/adat istiadat dah gak dibahas, kalo mandi jelas pake air, kalo gajah pake debu, dari pertama sampe terakhir pada intinya kalo mandi ya yang bersih.
lha idul adha hanya festival/seremonial yang dulunya kurbannya Ibrahim itu pake manusia trus diganti domba, trus yang lain hanya tiru-tiru berkurban domba. lah nilai-nilai pengorbanan kan musti diejawantahkan hati manusia dalam kehidupan setiap hari seperti dalam distribusi rizki Tuhan yang diamanatkan pada orang-orang kaya agar dapat memeratakannya sehingga jangan sampe ada yang rakyat/kawula kelaparan.
ketika orang lulus menjadi sarjana mesti bisa mengamalkan ilmunya tapi sekarang semakin pandai dan sekolahnya semakin tinggi titelnya semakin tidak bermanfaat bagi rakyat kecil dan bodoh, tarifnya mahal, bayangkan saja untuk ketemu saja susah dan kalo ketemu musti bawa upeti… yah karena memang dah dibikin aturan/sistem sendiri untuk memperkaya diri, ngakunya muslim dan muhammad jadi tauladannya tapi yah kalo soal budi ya munafik gicuuu… tapi tidak semua
yah lihat saja indonesia yang kaya dengan orang-orang yang suka makan darah daging rakyatnya sendiri… bisa disiapkan untuk Ngidul Adhahahaha.. ke laut aje!
Teng kiu Den Mazz…gambarku BUTO IJO rambut Gendruwo he he
105. Syahrudin Hasan – Desember 3, 2008
bang edi, ntar lagi kan hari raya idul adha, tlng dong….bang edi catatin.. tata cara mandi sholat idul adha, dari pertama sampai terkhir. sebelumnya thanks
Weg.
Siapa yang mau dilihat mandinya kok sampe dicatetin segala.
Bung/Bang/Boss Eddy
Sepertinya perlu bikin posting artikel : konsultasi khusus tata cara beribadah, jadi ada fokus nya,
yth: DEMIT JOWO
tau gak kenapa di daerah jawa itu banyak di timpa musibah, salah satunya lumpur lapindo, karena didaerah jawa itu banyak maksiat, banyak sirik, contoh GUSDUR nyata2nya buta mata dan buta hati malah di agung2kan,kalau DEMIT JOWO bukan agung2kan lagi malahan berTUHANKAN GUSDUR, DASAR GILAAAA
70608070. SDR TIDAK TAU TENTANG AGAMA ISLAM TOLONG JANGAN IKUT CAMPUR. LAKUM DINUKUM WALIADIN.
111. Syahrudin Hasan – Desember 6, 2008
tau gak kenapa di daerah jawa itu banyak di timpa musibah
Mau tau jawabannya. Silahkan meluncur ke http://eddycorret.wordpress.com/2008/06/30/bencana-di-indonesia-merupakan-bias-hologram/
Om Eddycorret, maaf, apa yg diceritakan oleh naskah/serat Darmogandul menurut sy belum “pas” menjadikan rujukan untuk mengupas judul “Sunan Kalijaga tidak layak Menjadi Sunan”.
Pandangan sy, pada waktu peristiwa Sunan Kalijaga mengislamkan Prabu Brawijaya V, apakah penulis buku/serat Darmogandul ada di TKP?
Jika kita bisa mendapatkan rujukan ilmiah yg mengatakan bahwa Penulis pada peristiwa/tragedi Sunan Kalijaga mengislamkan Prabu Brawijaya V ada di TKP (Tempat Kejadian Perkara), mungkin ini serat Darmogandhul bisa diterima.
Di naskah tsb Sy hanya menemukan nama-nama yg terlibat pada peristiwa tsb spt Sunan Kalijaga, Prabu Brawijaya V, Sabdopalon & Noyogenggong, dan mungkin beberapa pengawal/prajurit Majapahit.
Jadi kalau kita berdiskusi ttg proses pengislaman Prabu Brawijaya V oleh Sunan Kalijaga akan timbul polemik, dikaitkan dgn judul diatas. Mungkin pembaca blok ini hanya menemukan/akan melihat kwalitas Om Eddycorret dan beberapa teman2 yg membeberkan/ menjelaskan ttg proses/tatacara masuk agama Islam dgn segudang dalil (menurut sy sangat bagus).
Satu lagi mengomentari judul “SUNAN KALIJAGA TIDAK LAYAK MENJADI SUNAN”. kalau dilihat dari judulnya sih Sunan Kalijaga sudah jadi Sunan, krn kata/jabatan sudah melekat pada namanya. Gini aja deh, maaf yah, agar lebih yakin beliau sudah menjadi Sunan, tak tambahi SK Pengangkatan Jabatan Sunan dari sy Bocah Angon (gitu aja kok repot). Sedangkan untuk masalah tata cara/prosedur masuk islam (aku mau tanya dulu dgn Om Eddycorret siapa kira-kira yg pas menjabat jadi Ustad dari sekian temen2 yg masuk blok ini) segera diusulkan SK-nya mau tak teken sekalian biar rampung, biar ngurangi kerjaan sy (gitu aja kok repot).
114. Raden Kuswanto – Desember 7, 2008
apa yg diceritakan oleh naskah/serat Darmogandul menurut sy belum “pas” menjadikan rujukan untuk mengupas judul “Sunan Kalijaga tidak layak Menjadi Sunan”.
Jadi menurut anda emang Serat Darmogandulnya yang ndak beres dan tidak bisa diterima. Kalo cuma 1 orang yang tidak terima, masih bisa muncul banyak fersi untuk menerima atau tidaknya. Sementara data mengenai pengisalaman Prabu Brawijaya cuma diperoleh dari Serat Darmogandul, jadi ya mau gimana lagi. Untuk sementara percaya aja deh hanya dengan satu sumber.
Gini aja deh, maaf yah, agar lebih yakin beliau sudah menjadi Sunan, tak tambahi SK Pengangkatan Jabatan Sunan dari sy Bocah Angon (gitu aja kok repot).
Hehehe.
Kok sampe memberi SK pengangkatan. Lucu kedengerannya kan orangnya dah meninggal 500-an tahun silam. Jadi anda memberi SK pengangkatan pada orang mati yah. Wow serem.
mas edy kayaknya sampeayan kebanyakan nonton “dragon ball” jadi wali sampeyan sunan boll……
Setelah sy baca komentar teman2 yg baik dan bijak yaitu no.7, 82, 89, 90, 96, 101. Sy ucapkan terima kasih. Serat Darmogandul sebetulnya adem ayem aja. Sunan Kalijaga adalah seorang Syekh guru Tarekat yg patut diberi hormat. Walaupun Eddycorret pintar dgn dalil2 Islam, terlihat dari setiap komentar dari teman2, selalu dipatahkan, tetapi sesungguhnya lilinnya belum menyala. Manusia ibarat sebuah lilin, ia pintar berargumen karena jebolan sekolah perguruan tinggi Islam, atau lulusan pesantren, atau karena rajin membaca dan mengaji. Tetapi sesungguhnya lilin itu belum menyala, lilin itu akan menyala, memancarkan getaran Illahi, jika lilin itu telah dinyalakan oleh sang mursid yang sudah mencapai tataran insan kamil.
Mustahil, seseorang bisa mencapai tingkatan insan kamil (makom Ma’rifat Mukasyafah) jika lilinnya belum dinyalakan. Sunan Kalijaga adalah tokoh yang tidak gampang didikte oleh manusia awam yang tingkatannya baru tahap syariat.
116. sony – Desember 10, 2008
mas edy kayaknya sampeayan kebanyakan nonton “dragon ball” jadi wali sampeyan sunan boll……
Bukan hanya Dragonball om. Kita cek satu persatu yah.
1. Di Indosiar, Dragonball ceritanya sampe Goku menuju ke rumah Raja Dewa Emperor, sementara Gohan dilatih Pikolo.
2. Di Indosiar, Naruto ceritanya sampe Team Guy tanding lawan diri mereka sendiri, sementara Naruto Kakasi lawan Deidara.
3. Di Indosiar, Bleach ceritanya sampe Ichigo dilatih untuk meningkatkan kekuatan pedangnya hingga 10 kali lipat.
4. Di Global, One Piece ceritanya sampe Franky bergabung menaiki kapal baru Rufy buatan Franky sendiri.
5. DI Global, Inuyasha ceritanay sampe Inuyasha berusaha membebaskan temen wanitanya dari penculikan.
117. Raden Kuswanto – Desember 10, 2008
Tetapi sesungguhnya lilin itu belum menyala, lilin itu akan menyala, memancarkan getaran Illahi, jika lilin itu telah dinyalakan oleh sang mursid yang sudah mencapai tataran insan kamil.
Jadi ini yah muridnya Sunan Lawu (Eyang Macan Putih).
Jangan diibaratkan manusia dengan lilin. Manusia ada yang memang menjadi lilin tetapi tidak semua manusia menjadi lilin. Kalo manusia menjadi lilin maka manusia bisa memberi penerangan pada siapapun tetapi dirinya terbakar habis.
Tapi bila anda mengibaratkan saya dengan lilin tidak masalah karena tidak akan merubah apapun dalam diri saya. Anda juga mengibaratkan lilin dalam diri saya tidak menyala. Justru saya katakan bila dalam diri saya tidak ada lilin, jadi tidak akan pernah menyala.
Sunan Kalijaga adalah tokoh yang tidak gampang didikte oleh manusia awam yang tingkatannya baru tahap syariat.
Yang mau mendikte orang mati juga siapa. Apakah anda pikir tulisan saya untuk mendikte Sunan Kalijogo ?
Bila itu yang anda pikirkan, silahkan pikirkan saja. Ndak masalah.
Tidak kusangka muridnya Sunan Lawu seperti ini.
111. Syahrudin Hasan – Desember 6, 2008
yth: DEMIT JOWO
tau gak kenapa di daerah jawa itu banyak di timpa musibah, salah satunya lumpur lapindo, karena didaerah jawa itu banyak maksiat, banyak sirik, contoh GUSDUR nyata2nya buta mata dan buta hati malah di agung2kan,kalau DEMIT JOWO bukan agung2kan lagi malahan berTUHANKAN GUSDUR, DASAR GILAAAA
Yth. Syahrudin Hasan
He… HE…. he… hua… ha… ha
jangan konyol gitu, katanya anda Muslim (cinta damai) soleh, lha koq ngomongnya kaya gitu…astagafirullah!!!
kamu katain saya GILA….oh baru tahu ya! saya nggak cuman gila tapi uedannnn koq!! puas…puas!!!! he he he
Betul!!!! kata anda di Jawa banyak maksiat, banyak sirik…ueee malah tambah lagi banyak jangan lupa: mutilasi, dsb.
Ya Syukurlah kalau di Kalimantan (ditempat Anda) nggak ada seperti itu….oh ya berarti berita dan foto tentang Sampit, Illegal Logging, dsb di berbagai media itu bohong semua??
Kalau tentang Gus Dur seperti yang anda katakan, WAH SAYA NGGAK KOMENTAR….Tolong sampaikan sendiri ke Gus Dur,
karena saya manusia yang nggak punya wewenang untuk Suudzon apalagi mengatakan/menghakimi/ seseorang seperti itu/yang anda katakan, karena belum tentu saya lebik baik dari dia/orang lain
Saya ber Tuhan kan GUS DUR, selama ini saya tidak pernah me njadikan dia sebagai Tuhan.
dan ketahuilah:……..!!
SAYA LEBIH BAIK DIAJAR Oleh atau BERGURU Kepada “DEMIT/ROH HALUS atau anda menyebut SETAN sekalipun, TETAPI memberi pelajaran tentang KEBAIKAN dan senantiasa MENYEMBAH TUHAN/ALLAH/SANG HYANG WIDHI/SANG HYANG TUNGGAL
yang berintikan “KASIH” ….
daripada berguru kepada / diajar oleh
manusia (entah itu Ustadz, Pendeta/Pastur/Suhu, atau apapun) yang “MASIH” ….. MENYISIPKAN PESAN “PERMUSUHAN/KEMUNAFIKAN Dsb” yang dikemas/dengan dalih ada TUNTUNAN Nya.
yahhhh apalagi kalau sang ustadz seperti anda karakternya…
maaf ya…sekali lagi astagafirullah…!!
Saya bukannya dapet pencerahan namun jadi ngeri!!…karena gampang tersinggung dan marah….serta merasa paling unggul dan benar sendiri.
Wassalamualaikum Wr. Wb
Omm Swasti astu namassidem
Syaloom
Rahayu
oOOOO…….
Raden KUSWANTO itu muridnya Sunan Lawu to???
YTH. RADEN KUSWANTO
Beneran nih kata Bozz Eddy, anda itu murid Sunan Lawu, wah beruntung sekali!
Di Post Tulisan Bozz Eddy
:MENGENAI ANAK DEWA
PERTANYAAN SAYA KOQ BELUM DIJAWAB??
SAYA SANGAT MENUNGGU JAWABAN PANJENENGAN RADEN KUSWANTO
NUWUN
intinya semua masing-masing terletak pada diri sendiri, ga usah lah mengkritik orang lain sebelum kita benar. kita harus berkaca pada diri sendiri apakah perbuatan kita di dunia sudah berarti bagi diri sendiri, keluarga masyarakat, bangsa dan negara
arti atau sebuah makna dari sunan dan wali itu berbeda ,, gak ada hubungannya sunan dengan tugas kewalian,hanya saja kebetulan seorang waliyullah menjadi seorang sunan….coba anda lebih jeli cari tau arti sunan…dan wali. yang jelas la ya’ riful wali ilal wali……..coba anda pelajari dalam kitab hikam.
Makasih
Buat siapa saja atas komentar-komentarnya