Sunan Kalijaga Tidak Layak Menjadi Sunan

Posted: Maret 24, 2008 in Artikel
Tag:, , , , ,

“Wahai orang-orang yang beriman,
masuklah kamu semuanya kedalam Islam secara kaffah,
dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaithan.
Sesungguhnya dia itu musuh yang nyata bagimu.”
( Qs. al-Baqarah 2:208 )

Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia adalah putra adipati tuban bernama tumenggung Wilatikta. Semasa kecil beliau suka dimarahi oleh orang tuanya hingga pada suatu ketika beliau diusir dari rumahnya. Setelah diusir Raden Said menjadi seorang perampok, preman, maling dll yang sangat meresahkan warga sekitar beliau berada.

Pada suatu ketika Raden Said merampas tongkat milik Sunan Bonang, akan tetapi Raden Said tersadar akan perbuatan buruknya tersebut dan akhirnya memutuskan untuk menjadi murid Sunan Bonang. Sunan Bonang bersedia menjadi guru dengan syarat Raden Said mau menjaga tongkatnya yang ditancapkan di pinggir sungai. Keseriusan Raden Said dengan menjaga tongkat dalam waktu lama itulah akhirnya Sunan Bonang mengangkatnya sebagai murid dan tidak lama setelah itu beliau diangkat menjadi wali dengan nama Sunan Kalijaga sesuai tirakatnya yang begitu lama menjaga tongkat di pinggir kali.

Kiprah Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama islam cukup baik dengan strategi-strategi melalui pendekatan kesenian dan kebudayaan, sehingga banyak yang bersedia memeluk agama islam. Salah satunya yaitu Prabu Brawijaya yang berhasil dibujuk untuk masuk agama islam setelah kerajaan Sriwijaya berhasil direbut anaknya Raden Patah. Namun bila mencermati tata cara yang digunakan Sunan Kalijaga untuk mengislamkan Prabu Brawijaya sepertinya ada suatu ketidakberesan terjadi dalam proses pengislaman tersebut. Berikut akan saya sampaikan letak ketidakberesan pengislaman Prabu Brawijaya melalui cuplikan dialog antara Sunan Kalijaga dengan Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon dalam Serat Darmogandul.

Sunan Kalijaga berkata “Namun lebih baik jika Paduka berkenan berganti syariat rasul, dan mengucapkan asma Allah. Akan tetapi jika Paduka tidak berkenan itu tidak masalah. Toh hanya soal agama. Pedoman orang Islam itu syahadat, meskipun salat dingklak-dingkluk jika belum paham syahadat itu juga tetap kafir namanya.”
Sang Prabu berkata, “Syahadat itu seperti apa, aku koq belum tahu, coba ucapkan biar aku dengarkan “
Sunan Kalijaga kemudian mengucapkan syahadat, asyhadu ala ilaha ilallah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, artinya aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Kanjeng Nabi Muhammad itu utusan Allah. “
Sunan Kalijaga berkata banyak-banyak sampai Prabu Brawijaya berkenan pindah Islam, setelah itu minta potong rambut kepada Sunan Kalijaga, akan tetapi rambutnya tidak mempan digunting. Sunan Kalijaga lantas berkata, Sang Prabu dimohon Islam lahir batin, karena apabila hanya lahir saja, rambutnya tidak mempan digunting. Sang Prabu kemudian berkata kalau sudah lahir batin, maka rambutnya bisa dipotong.
Sang Prabu setelah potong rambut kemudian berkata kepada Sabdapalon dan Nayagenggong,
“Kamu berdua kuberitahu mulai hari ini aku meninggalkan agama Buddha dan memeluk agama Islam. Aku sudah menyebut nama Allah yang sejati. Kalau kalian mau, kalian berdua kuajak pindah agama rasul dan meninggalkan agama Buddha.”

Dalam cuplikan serat tersebut menggambarkan proses pengislaman yang dilakukan Sunan Kalijaga terhadap Prabu Brawijaya. Pada mulanya Sunan Kalijaga membimbing Prabu untuk mengucapkan Syahadat, kemudian dilanjutkan dengan memotong rambut meskipun sebelumnya rambut Brawijaya tidak mempan untuk dipotong. Sesudah dipotong rambutnya kemudian Prabu Brawijaya langsung bicara kepada Sabdo Palon bahwa dirinya telah memeluk agama islam.

Coba diperhatikan, Prabu Brawijaya baru melakukan 2 tahapan saja yaitu mengucapkan syahadat dan potong rambut sudah menyatakan dirinya telah memeluk agama islam. Padahal tata cara untuk masuk agama islam bagi yang sebelumnya beragama lain maupun belum beragama ada 3 hal yang harus dilakukan yaitu mengucapkan syahadat, kemudian dipotong sedikit rambut kepala dan terakhir mandi basah seluruh tubuh.

Silahkan anda baca lagi serat darmogandul pada bagian dialog Sunan Kalijaga dengan Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon, dalam serat tersebut Prabu Brawijaya belum melakukan tahap ketiga dari 3 tahap tata cara masuk agama islam yaitu mandi. Dengan demikian keislaman Prabu Brawijaya menurut saya belum syah. Brawijaya hanya memeluk islam pada mulut dan rambut saja, selain kedua anggota tubuh tersebut belum bisa dikatakan islam.

Apabila ditelaah dari 3 tata cara masuk islam dapatlah dipahami bahwa ketiga hal tersebut sangatlah penting untuk dilaksanakan dan jangan sampai ditinggalkan.
Pertama mengucapkan syahadat, selain sebagai rukun islam ucapan tersebut merupakan persaksian manusia akan keTuhanan Allah SWT dan keRasulan Muhammad SAW. Sehingga secara otomatis meniadakan semua Tuhan selain Allah SWT dan otomatis menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Tahap ini dilakukan Sunan Kalijaga terhadap Brawijaya sebagai wujud beralihnya keyakinan Prabu Brawijaya dari Buddha ke Islam.

Kemudian kedua memotong sedikit rambut kepala juga sangat diperlukan mengingat seluruh pori-pori tubuh manusia bisa ditumbuhi rambut. Untuk itulah sebagai simbol pembersihan maka dipotonglah sedikit rambut pada rambut kepala. Apabila mau dipotong banyak rambutnya, tentunya akan lebih baik lagi karena dapat merubah penampilan. Tahap ini dilakukan Sunan Kalijaga terhadap Brawijaya mungkin mencontoh Nabi SAW dalam proses aqiqah pada bayi yang dilahirkan.

Selanjutnya yang ketiga mandi basah seluruh tubuh, mandi tersebut sangatlah penting sebagai simbol pembersihan diri sehingga setelah membersihkan diri dengan mandi tentunya yang bersangkutan telah siap untuk hal-hal yang baru. Sekarang coba bandingkan, mau ke sekolah, atau mau kuliah ato mau masuk kerja saja orang pada mandi setiap harinya bahkan keramas pakai sampo juga, apalagi mau memasuki hal baru dan benar-benar baru masih enggan juga untuk mandi kan tidak sebanding. Tahap ini tidak dilakukan Sunan Kalijaga terhadap Brawijaya padahal ada hadis yang menjelaskan perintah tersebut, yaitu :

Qois bin A’shim r.a. mengatakan : “Saya mendatangi Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam untuk masuk Islam maka Nabi memerintahkan kepadaku untuk mandi dengan air dan daun bidara”. (HR. Ahmad 5/61, Abu Daud no. 355, An-Nasa`i 1/91, At-Tirmidzy no. 605 dan dishohihkan oleh Al-Albany dalam Shohih At-Tirmidzy 1/187).

Dengan pentingnya 3 tata cara untuk memeluk agama islam tersebut, maka dapat dikatakan belum syah jika yang dilakukan hanya 2 tahap saja bahkan 1 tahap saja, khususnya apabila tahap pertama yang ditinggalkan nyata-nyata tidak syah keislaman seseorang. Silahkan anda datang ke masjid-masjid yang tersebar di muka bumi ini dan menanyakan apa yang harus dilakukan apabila ada seseorang yang akan memeluk agama islam. Banyak yang hanya menggunakan tahap pertama saja, namun juga tidak sedikit yang menggunakan tahap ke 3 di atas sebagai proses pengislamannya.

Setelah mencermati tata cara yang dilakukan Sunana Kalijaga dalam mengislamkan Prabu Brawijaya seperti yang dikisahkan dalam Serat Darmogandul di atas, maka dapat dilihat adanya 4 kemungkinan peristiwa yang sebenarnya terjadi. Keempat kemungkinan tersebut yaitu :
1. Kenakalan Sunan Kalijaga dengan keberaniannya hanya menggunakan 2 tahap saja.
2. Keyakinan Sunan Kalijaga sendiri bahwa mengislamkan orang cukup dengan 2 tahap saja.
3. Sunan Kalijaga memang belum lulus dalam menempuh pendidikan.
4. Tahap ketiga pengislaman yaitu mandi memang tidak diajarkan kepada Sunan Kalijaga.

Pertama Kenakalan Sunan Kalijaga dengan keberaniannya hanya menggunakan 2 tahap saja.
Ingatlah masa muda Sunan Kalijaga adalah seorang perampok, maling, preman dll. Kemungkinan hal ini bisa terjadi dikarenakan jiwa nakal tersebut masih tersimpan dalam dirinya dan belum sepenuhnya hilang sehingga Sunan Kalijaga tidak peduli aturan dan berani mengislamkan orang banyak hanya dengan 2 tahap saja bahkan mungkin hanya dengan 1 tahap saja yaitu syahadat.

Kedua Keyakinan Sunan Kalijaga sendiri bahwa mengislamkan orang cukup dengan 2 tahap saja.
Bisa jadi Sunan Kalijaga memiliki keyakinan tersendiri mengenai tata cara pengislaman. Pengetahuan dan penalaran Sunan Kalijaga telah membawanya kepada sebuah keyakinan yang berbeda dengan para Sunan lainnya yaitu untuk mengisalamkan seseorang cukuplah dengan 2 tahap saja ataupun 1 tahap saja, dan membiarkan tahapan yang lainnya.

Ketiga Sunan Kalijaga memang belum lulus dalam menempuh pendidikan.
Proses menjadi sunan sepertinya tidak semudah membalikkan tangan, perlu pembelajaran yang tidak cepat pula, namun bisa saja Sunan Kalijaga tidak sabar dalam menjalani proses tersebut. Ditengah berlangsungnya pembelajaran beliau sudah beraksi mengislamkan banyak orang. Sehingga wajar saja bila hanya digunakan 2 tahap dalam mengislamkan orang, bisa jadi tahap ketiga memang belum diperoleh Sunan Kalijaga dalam menempuh pendidikan.

Keempat Tahap ketiga yaitu mandi memang tidak diajarkan gurunya kepada Sunan Kalijaga.
Sepertinya tidak mungkin tahap ketiga pengisalaman tidak diajarkan gurunya kepada Sunan Kalijaga karena begitu pentingnya tahapan tersebut. Tapi kenyataannya hanya 2 tahap saja yang dilakukan Sunan Kalijaga dalam mengislamkan Prabu Brawijaya. Sehingga memungkinkan sekali hal ini bisa terjadi pada Sunan Bonang dan Wali lainnya yang memang tidak mengajarkan hal tersebut kepadanya.

Apabila memang benar tahap ketiga pengislaman yaitu melakukan mandi tidak diajarkan kepada Sunan Kalijaga berarti letak kesalahannya ada pada Sunan Bonang dan Wali lainnya sebagai guru Sunan Kalijaga. Lantas mengapa hal tersebut tidak diajarkan? Dugaan sementara para wali juga hanya memiliki pengetahuan mengenai tata cara pengislaman tersebut sebatas 2 tahap saja dan tidak memiliki pengetahuan mengenai tahap yang ketiga pengislaman yaitu mandi. Maklumlah karena teknologi pada saat itu tidak semudah saat ini yang segala informasi dapat diperoleh dengan cepat. Toko buku belum ada, kaset ato vcd/dvd juga belum ada, koran-koran majalah juga belum ada dan memang banyak yang belum ada pada saat itu dibanding pada saat ini.

Prasangka akan terbatasnya pengetahuan para wali 9 tentang tata cara pengislaman seseorang memunculkan sebuah pertanyaan baru, benarkah seluruh wali 9 mengislamkan orang-orang di nusantara hanya dengan menggunakan 2 tahap saja tanpa menggunakan tahapan ketiga yaitu mandi basah seluruh tubuh ?

Seandainya………. sekali lagi seandainya hal itu benar-benar terjadi maka nenek moyang kita di seantero luasnya nusantara yang telah beralih agama dan memeluk agama islam semuanya bisa dikatakan belum syah keislamannya. Seluruh nenek moyang kita senusantara kesemuanya hanya islam pada mulut dan rambutnya saja, sementara organ tubuh lainnya masih belum islam sehingga wajar saja bila tingkat keislaman orang-orang indonesia masih rendah dan lebih tinggi pada keduniawiannya.

Mencermati fenomena yang terjadi dan melanda para wali 9 maka sebenarnya mereka tidak layak menjadi wali maupun sunan, Sunan Kalijaga tidak pantas disebut sunan maupun wali . Disebut aja tidak pantas apalagi menjadi sunan ato wali akan lebih tidak pantas lagi. Dipikir dan dipikir lagi coba, memang tidak sepantasnyalah gelar sunan maupun wali disandangkan kepada mereka. Alangkah baiknya gelar sunan ataupun wali tersebut dilepaskan saja dan sekarang mereka disebut sebagai tokoh 9 dan jangan disebut wali 9 (walisongo).

Sekali lagi Sunan Kalijaga tidak layak menjadi sunan ato wali, dan tidak layak juga 9 tokoh tersebut menjadi sunan atau wali. Untuk itu janganlah mereka disebut sunan atau wali, akan tetapi apabila anda tetap mau menyebutnya sunan ato wali ya terserah anda. saya cuma mengingatkan saja dan tidak memaksakan kehendak, itupun apabila anda mau diingatkan.

Kontrofersi, Senin 24 Maret 2008
Eddy Corret.

About these ads
Komentar
  1. me mengatakan:

    masalah gelar sunsn ato wali bukan manusia yang menentukan karna ga da institut ato lembaga manapun yang ngasih gelar sunan/wali buat lulusanya, tapi ALLAH yang menentukan!!!!
    hehe… ia ga???

  2. eddycorret mengatakan:

    Pertama, saya cari dalam Al-Qur’an untuk gelar Rosul dan Nabi banyak ditemukan, tetapi untuk gelar Sunan kok belum saya temukan yah.
    Kedua, apakah setelah Raden Said mendapat gelar Sunan trus seenaknya saja mengislamkan orang tanpa mencontoh Nabi Muhammad SAW.

    • radenmas tanto mengatakan:

      itu jelas, krn sa’at AL-Qur’an itu turun, itu kan wahyu untuk nabi agar di sampaekan ke umat, ya jelas gelar sunan g’ ada yg ter muat di AL-Qur’an

    • setan alim mengatakan:

      sok suc
      i

    • setan alim mengatakan:

      lha kamu sok suci . kayak udah di jamin sorga..omongan tong kosong.. dunia menertawakanmu.!!! hahahahahahahahahah sinting fatwa gak laku. kafirnya sendiri gak di koreksi.!! netek aja sm emak !!

  3. nono mengatakan:

    Anak kemarin sore kok berani bilang kayak gitu?….

  4. eddycorret mengatakan:

    Loh kenapa takut ? orangnya kan udah mate !
    Buktinya gue baik-baik saja ampe hari ini.
    Apa kamu pikir Sunan Kalijaga gentayangan ?

    Hanya kamu saja yg takut menerima kenyataan
    Sejarah ditelan mentah-mentah apa adanya
    Silahkan saja diperiksa kenyataan tulisan saya
    hihihi. 8)

  5. Jajang Asfarin mengatakan:

    Gelar atau apalah bukanlah hal yang subtansial, yang terpenting adalah nilai spiritnya yaitu untuk tetap berjuang dan berda’wah.kalau memang ada yang protes dengan gelar tersebut monggo diambil saja dan tempelkan di pundak anda.

  6. eddycorret mengatakan:

    trima kasih sarannya

  7. ashabulkahfi mengatakan:

    maaf saya hanya coba mengingatkan atas komentar anda yang berkata:
    Loh kenapa takut ? orangnya kan udah mate !
    Buktinya gue baik-baik saja ampe hari ini.
    Apa kamu pikir Sunan Kalijaga gentayangan ?.
    bukannya takut digentayangin tapi alangkah lebih baiknya kalo kita menghormati orang yang sudah meninggal.
    dan saya pikir perlu ada point yang ditambahkan, yaitu mungkin saja kisahnya ada yang terpotong atau kurang lengkap, karena kisah sejarah kadang suka terdistorsi atau terpenggal kisahnya karena telah melewati masa yang begitu lama… wallahualam.. terserah atas penilaian anda terhadap walisongo, lebih baik kita ambil kisah mereka yang bagusnya(mendidik) saja… bukankah tidak ada manusia yang sempurna..

  8. eddycorret mengatakan:

    hihihi seandainya saja bisa maka akan saya instal AC pendingin pada blog saya :)

    sejarah terpenggal kisahnya, bisa dicek naskah asli Serat Darmogandul berbahasa jawa masih utuh (itu baru 500 tahun lalu) padahal jauh sebelumnya Jongko Joyoboyo asli berbahasa jawa juga masih utuh, tapi ok lah.

    Yang perlu anda ingat bahwa tulisan saya menampilkan sisi kontrofersinya dan bukan sisi negatifnya. Apa yang saya tulis berdasarkan data dan bukan mengada-ada. demikian. ;)

    • satria jati mengatakan:

      sunan.susuhunan,gelr syekh,orang tua,ato mmpuni.gelar ra para shbat nabi apa ada di alquran.org mberi gelar tu kn tuk mnghormati krn keilmuwanya.para sunan g da mnyuruh tuk mmngil sunan ato wali.kanjeng nabi gak mnyuruh tuk mmangilnya nabi ato rosul.bukanlh ALLAH SWT yh maha sglnya. @eddy,sdahkh anda paham betul isi serat darmo gandul,,krngn ronggo warsito.seharusnya kita brsyukur g usah mnyalhkn nenek moyang,sudah benrkh sahadat anda,kbnyakn dari kita islamnya cuma warisan,so ngapain diributkn bos.kebenaran tu milik ALLAH WAJATALLA oke

    • setan alim mengatakan:

      iy.. data ke bodohan mu yang sangattttth pengen tenarrr tp bikin object orang . urus aja kafirmu. sarap

    • setan alim mengatakan:

      pamer intelgeny.com

  9. Wahyu Hidayat ST mengatakan:

    Dalam iSLAM TIDAK DIAJARKAN UNTUK MANDI SEBAGAI SYARAT Syah masuk islam yang paling utama adalah dengan mengucapkan dua kalimat syahadat..
    Nabi Muhammmad tidak pernah memerintahkan jika orang masuk islam harus mandi tidak ada dalil dan hadist mengenai hal itu jika itu dilakukan oleh Nabi Muhammad itu adalah faktor kebiasaan ayng dilakukan tetapi tidak menjadi Syarat dan keharusan dalam memeluk agama islam, agama islam itu hanya ada dihati dan jiwa anda harus banyak membaca kitab kitab fiqih dalam mengambil kesimupulan agar tidak menjadi sesat dikemudian hari…
    para wali adalah kekasih Allah yang membawa keselamatan kepada kita semua jika tidak ada wali lalu siapa yang akan menyebarkan Agama Islam di Indonesia khususnya tanah Jawa..
    anda tidak hidup pada jaman itu sehingga tidak tahu apa yang terjadi situasi dan kondisi saat itu…..
    dari sekian banyak orang islam mungkin hanya anda yang berpandangan aneh seperti itu??????
    saran saya belajarlah dengan banyak guru karena jika belajar tanapa guru maka akan menjadi sesat karena tidak ada yang maembenarkan dan menyalahkan anda

    • jody mengatakan:

      Betul sekali tuh apa kata mas wahyu bahkan saya sendiri membenarkan kata2 di atas meskipun salat dingklak-dingkluk jika belum paham syahadat itu juga tetap kafir namanya.”bahkan nabi bersabda bahwa akan ada suatu jaman/masa bahwasanya orang2 lahirnya sholat tapi di kategorikan tidak sholat ya contoh nya yang punya blog ini wahabi tulen tuh.

  10. eddycorret mengatakan:

    @ Wahyu Hidayat ST
    kata anda : Dalam iSLAM TIDAK DIAJARKAN …………………………………..
    waduh, dugaan saya pada Sunan Kalijaga terjadi pada anda. ingatlah bahwa Nabi SAW adalah suri tauladan yang baik untuk dicontoh. Tetapi anda lebih mementingkan hasil pemikiran anda dari pada yang dicontohkan Nabi SAW. yang penting Syahadat, soal yang lain dalam mengislamkan orang seperti yang dicontohkan Nabi SAW ndak penting…..waduh bisa kacau nih.

    kata anda : Nabi Muhammmad tidak pernah memerintahkan…………………….
    makasih telah mengingatkan bila saya kelupaan belum memberi referensinya. Nih rujukan saya di http://darussalaf.org/stories.php?id=640 di site tersebut dikatakan bahwasanya ini adalah perintah dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam. Dan asal dari perintah menunjukkan hukum wajib kecuali kalau ada dalil lain yang menurunkan derajatnya. Wallahu A’lam.
    Ada juga site lainnya yang serupa :
    1. http://ms.wikipedia.org/wiki/Mandi_wajib
    2. http://www.mail-archive.com/hizb@hizbi.net/msg05390.html
    3. http://muslim.or.id/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=483&Itemid=63
    4. http://groups.yahoo.com/group/pelajar_islam_indonesia/message/6756
    5. http://www.mail-archive.com/belajar-islam@yahoogroups.com/msg00250.html

    kata anda : jika tidak ada wali lalu siapa ………………………….
    Tuhan Maha Mengetahui dan akan memelihara islam sedemikian rupa, soal siapa yang akan dipilih untuk menyebarkan islam itu urusan Tuhan sama dengan siapa yang akan dipilih untuk menjadi Rosul dan Nabi.

    kata anda : anda tidak hidup pada jaman itu ……………………….
    Saya dapat menjawab pertanyaan anda ini, namun saya punya firasat tidak baik dan juga bisa memancing banyak pertanyaan maka saya urung menjawabnya.

    kata anda dari sekian banyak orang islam mungkin hanya anda yang berpandangan aneh seperti itu??????
    di kampung halaman saya dikatakan wongedan, di blog nurahmad.wordpress saya dikatakan keras kepala ndak bisa jumbuh, disini saya dikatakan aneh, ditempat lain saya akan dikatakan apa yah ?

    kata anda belajar tanpa guru maka akan menjadi sesat karena tidak ada yang membenarkan dan menyalahkan anda
    hihihi banyak sudah yang menyalahkan saya dan sepertinya tidak akan pernah ada yang membenarkan saya hihihi tidak masalah maju terus pantang mundur.

    • Adriana Trisari H. mengatakan:

      Tergelitik juga Aku…,ngomong apa adanya disalahkan…karena terlalu fanatik akan agamanya….he.he,tapi memang benar koq, ajaran Islam masuk Indonesia ada kesalahannya,bukan agamanya…tapi yg menyebarkannya!!! karena kurang pemahaman bahasa arab kali…hi.hi….,banyak yg menafsirkan salah!…yach…
      Terkadang orang harus legowo jika dikoreksi..okey, suatu pembelajaran….!! Bahwa Pindah Agama itu Tidak selalu Baik….
      Apalagi bagi Kepala keluarga …., Budha juga Agama Tuhan…

  11. IWAN mengatakan:

    Apa itu Islam?

    Berdasarkan Sabda Nabi SAW

    Umar bin Khothob r.a. berkata: Ketika kami berada di sisi Rosululloh SAW, tiba-tiba kami didatangi oleh seorang laki-laki yang sangat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya, hingga tak kelihatan pada dirinya bekas perjalanan yang melelahkan. Tidak seorangpun dari kita mengenalnya, sehingga ia duduk di samping Nabi SAW dan kedua lututnya disandarkan pada lutut Nabi. Kedua tangannya diletakkan di atas kedua lutut Nabi sambil menanyakan:

    Yaa Muhammad, mal islaam?

    Artinya: Ya Muhammad, apakah Islam itu?

    Maka Nabi SAW menjawab:
    Al islaamu antsyhada anlaa ilaaha illallahi wa anna muhammadar rosuulullahi wa tuqiimus sholat wa tu’tiz zakaata wa tasuuma romadhoona wa tahajjul baita inistatho’tu ilaihi sabiila

    Artinya:
    Islam itu adalah:
    – Hendaklah kamu bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut disembah melainkan Alloh dan bahwa sesungguhnya Muhammad itu utusan Alloh.
    – Dan hendaklah kamu mendirikan sholat
    – Dan hendaklah kamu memberikan zakat.
    – Dan hendaklah kamu berpuasa di bulan romadhon
    – Dan hendaklah kamu mengerjakan haji ke Baitulloh kalau kamu dapat menjalankannya jika mampu)

    Laki-laki itu berkata: “Engkau benar.”

    Maka kami heran padanya, ia menanya Nabi SAW (seakan-akan ia belum tahu) dan ia membenarkannya (seperti orang yang tahu).
    Laki-laki itu bertanya lagi tentang iman dan ihsan dst.
    Setelah peristiwa itu, Umar berkata: “Lalu lama saya diam.”
    Kemudian beliau (Nabi) bertanya: “Ya Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya itu?”
    Kataku: “Alloh dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.”
    Nabi bersabda: “Sesungguhnya itu Jibril. Ia datang kepadamu untuk mengajarmu tentang agamamu.” (HR Muslim)

    Penjelasannya:
    Jawaban Nabi atas pertanyaan malaikat Jibril tentang Islam. Itu adalah pokok-pokok Islam atau dikenal dengan rukun Islam. Islam sebenarnya bukan cuma itu. Tapi yang pokok adalah itu.
    Kalau kita mau mengamalkan Islam, mulailah dari yang pokok itu dan dikerjakan dengan sebenar-benarnya. Insya Alloh nantinya akan berkembang dan akhirnya berjalan menuju ke kesempurnaan Islam yaitu jadi muslim kaffah (total).
    “Wahai orang-orang yang beriman,
    masuklah kamu semuanya kedalam Islam secara kaffah,
    dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaithan.
    Sesungguhnya dia itu musuh yang nyata bagimu.”
    ( Qs. al-Baqarah 2:208 )

    Perlu ditelaah kembali apakah syarat menjadi muslim seperti yang Anda sebutkan di atas “…mengucapkan syahadat, kemudian dipotong sedikit rambut kepala dan terakhir mandi basah seluruh tubuh…” sumber/dalilnya dari mana?
    Logikanya: jika Anda seorang seorang keturunan muslim, apakah Anda sudah menjadi seorang muslim?
    Jika Anda mengatakan sudah, apakah Anda sudah melakukan tiga syarat menjadi muslim seperti yang Anda kemukakan?

  12. eddycorret mengatakan:

    pertama, sepertinya anda telah mengetahui bila orang beragama islam karena keturunan atau juga karena muallaf. Tulisan saya di atas membicarakan mengenai orang islam karena muallaf (sebelumnya beragama lain). Tulisan saya di atas bukan membahas orang islam karena keturunan. Jadi jangan dicampur aduk topiknya ntar bisa ribet. Saya harap anda mengerti dan dapat menempatkan topik tersebut pada tempatnya. OK

    kedua, coba baca sekali lagi tulisan saya di atas. Saya membahas cara Sunan Kalijaga yang mengislamkan Prabu Brawijaya hanya dengan Syahadat dan potong rambut saja. Sebaiknya anda tanya langsung pada Sunan Kalijaga apa sumber/dalilnya mengislamkan orang dengan 2 cara itu. Jadi jangan tanya saya karena saya belum pernah mengislamkan orang.

    ketiga, Oleh karena Sunan Kalijaga mengislamkan orang hanya dengan 2 cara, maka saya kemukakan sisi kontrofersinya dalam wujud tulisan di atas. Demikian.

    • setan alim mengatakan:

      paling cm pamerrrrr ilmu pengetahuan

      • Gitaris Randunada mengatakan:

        la kok pada bingung ki ngapain, dari pada mikirin tulisan ini kan kita bisa luangkan sejenak fikiran kita untuk mencari solusi bagaimana negara kita ini bisa terbebas dari belenggu kaum2 elite, la wong sama2 susahnya jadi rakyat indonesia kok malah eyel eyelan masalah iki, mas edi meh ngomong ngono yo ben, kita berpendapat lain yo ra po2, itu kan urusan masing2, klo yang masuk neraka saya yang ngrasain kan ya saya sendiri gitu

  13. roman mengatakan:

    aslm mualaikum…..wrwb….

    subhanallah….

    manusia itu masih ada kekurangan gak ada yang sempurna om…….. jd mau masuk islam itu dgn niat dan ke ikhlasan itu yg utama. yg penting sunan kali jaga sudah mengajak dan mengartikan dgn niat dan ke ihlasan.soal memakai tahap itu hanya allah yg tau …………ok .

    nabi saja masih ada kekuraangan apalagi wali……?

    apalagi om manusia biasa / kita manusia biasa……

    HANYA ALLAH YG TAU BENAR DAN SALAH……

    mohon maaf nya klo ada yg salah….mksih.

    wslm mualikum….wrwb.

  14. eddycorret mengatakan:

    Wa’alaikum salam warahmatullaahi wa barakaatuh.

    Saya setuju manusia diciptakan Tuhan dengan kelebihan dan kekurangan, manusia juga diberi Tuhan kekuatan dan kelemahan.
    Saya setuju hanya Allah saja Yang Maha Mengetahui.

    Trima kasih sarannya. :)

  15. economatic mengatakan:

    Saya heran dengan Kitab DharmoGandul maupun Babad karena isinya banyak dibumbui dengan mistik, takhayul dan kisah-kisah aneh meskipun juga menyebut tokoh-tokoh sejarah seperti Prabu Brawijaya dan Para Sunan. Jadi sebenarnya muatan sejarahnya sedikit, sedangkan tokoh dan kejadian fiktifnya pastinya lebih banyak.

  16. eddycorret mengatakan:

    Wajar heran dgn Serat Darmogandul.
    Serat tersebut dibuat sepihak.
    Tidak seperti sekarang, mau menerbitkan buku harus ijin sana ijin sini.
    Jadi harap maklum saja.

    • satria jati mengatakan:

      serat darmo gandul,kitab wihha.atopun joyoboyo naskahnya dah bnyak yg dputalisir ato ditambahi,anda cuma baca dari naskah ato dr com,coba apakh anda pernah belajar lngsung dari pengamal darmo gandul,atopun manungaling kawulo gusti,.buknkh kanjeng nabi prnh brsabda,jgn prnh mmbincangkan kejelekan org yg sudah mati,,’emng saudara udah mndpat kbenaran sejati dri langit kah,,,,,astagfirloh…

  17. hadisetyono mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum,

    Pak Eddy, yang Anda tulis itu bukannya hukum wajib mandi setelah junub, yaitu mandi besar setelah seorang yang telah baligh mengeluarkan secara sengaja atau tidak sengaja air mani, baik sehabis mimpi basah atau melakukan hubungan seksual dengan istrinya. Jadi bukan syarat sahnya masuk islam. setahu saya sarat muallaf menjadi islam adalah mengucapkan dua kalimat sahadat didepan mubaligh, ulama, wali atau orang yang tersambung sanadnya dengan Rasulullah saw, dan jika memungkinkan disaksikan oleh orang islam yang lainnya. Setelah itu baru mempelajari rukun islam yang lainnya. Jadi diajarkan secara bertahap dengan pokok yang pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat didepan ulama, mubaligh atau wali.

    wassalam,

    Hadi

  18. eddycorret mengatakan:

    Mengenai hukum mandi memang ada yang mengarah ke mandi junub, tetapi ada yang mengarah ke muallaf. Coba lihat pada halaman ini http://darussalaf.org/stories.php?id=640 atau komentar saya di atas (no 10).

  19. hadisetyono mengatakan:

    Empat : Orang kafir yang masuk Islam.

    Apakah dia kafir asli atau murtad, ia telah mandi biasa sebelum islamnya atau tidak, didapatkan darinya pada zaman kekafirannya apa-apa yang mewajibkan mandi atau tidak.
    Asalamu ‘alaikum,

    Sukron infonya, saya kutip dibawah ini biar lebih jelas :)

    wassalam,

    Apakah dia kafir asli atau murtad, ia telah mandi biasa sebelum islamnya atau tidak, didapatkan darinya pada zaman kekafirannya apa-apa yang mewajibkan mandi atau tidak.

    Dalil-dalilnya :
    a. Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhary-Muslim tentang kisah Tsumamah bin Utsal radhiyallahu ‘anhu yang sengaja mandi[2] kemudian menghadap kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam untuk masuk Islam. b. Hadits Qois bin A’shim radhiyallahu ‘anhu :

    أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ أُرِيْدُ الإِسْلاَمَ فَأَمَرَنِيْ أَنْ أَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

    “Saya mendatangi Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam untuk masuk Islam maka Nabi memerintahkan kepadaku untuk mandi dengan air dan daun bidara”. (HR. Ahmad 5/61, Abu Daud no. 355, An-Nasa`i 1/91, At-Tirmidzy no. 605 dan dishohihkan oleh Al-Albany dalam Shohih At-Tirmidzy 1/187).

    Sisi pendalilannya : bahwasanya ini adalah perintah dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam. Dan asal dari perintah menunjukkan hukum wajib kecuali kalau ada dalil lain yang menurunkan derajatnya. Wallahu A’lam.

    Dan ini adalah pendapat Imam Ahmad, Malik, Abu Tsaur, Ibnul Mundzir, Asy-Syaukany, dan lain-lainnya.

    Lihat Al-Mughny 1/275, As-Sailul Jarrar 1/123, Ma’alim As-Sunan 1/252 dan lain-lain.

    Namun menurut cerita diatas, secara logika, mandi yang menyebabkan Prabu Brawijaya telah memeluk agama islam, telah dilakukan setelah Prabu Brawijaya mengucapkan dua kalimat syahadat, terlepas dari Sunan kalijaga memerintahkannya atau tidak. Insya Allah Prabu Brawijaya diajari juga tata cara mandi, meskipun saat pertama masuk tidak diajari tata cara mandi, Karena saya pernah melihat juga seorang muallaf cukup mengucapkan dua kalimat syahadat dihadapan seorang ulama dan disaksikan orang banyak. dan setelah itu telah sah menjadi orang islam. Jadi ini termasuk ijtihad yang mendapatkan sebuah pahala jika salah, dan dua pahala jika benar. Demikian.

    Wassalam,

    Hadi

  20. eddycorret mengatakan:

    Hadis tentang Qois bin A’shim r.a. telah saya masukkan dalam tulisan.

    Kata anda : Karena saya pernah melihat juga seorang muallaf cukup mengucapkan dua kalimat syahadat dihadapan seorang ulama dan disaksikan orang banyak. dan setelah itu telah sah menjadi orang islam.
    Jawab : sebenarnya anda mau mencontoh Ulama ato mencontoh Nabi SAW ? silahkan pilih saja.

    Kita main andai-andai :
    Seandainya Prabu Brawijaya menghadap Rosulullah SAW untuk masuk islam, saya yakin dia pasti disuruh mandi dengan air dan daun bidara sama seperti yang diperintahkan pada Qois bin A’shim r.a.

    Qois bin A’shim r.a. sepertinya juga sering mandi baik sebelum masuk islam maupun sesudah masuk islam. (berprasangka positif saja padanya).
    Tetapi mengapa Nabi SAW memerintahkannya mandi dengan air dan daun bidara setelah mengucapkan Syahadat ?
    Apakah Nabi SAW berfikir Qois bin A’shim r.a. orang yang malas mandi ?
    Dari sinilah sisi kontrofersi tersebut saya munculkan. Demikian.

  21. Farhan mengatakan:

    Wah..wah..wah satu hal yg perlu kita ketahui bahwa kita semua bila kita beriman kepada Allah dan Rasul kita dengan sendirinya adalah wali Allah dimuka bumi ini. Satu hal apa yg dilakukan Sunan Kalijaga mungkin secara teknis ada yg kurang akan tetapi jika dilihat dari misi beliau serta pengabdian beliau kepada agamanya, mungkin kita semua harus introspeksi diri bahwa apakah kita sudah melakukan pengabdian kepada Allah atau hanya sekedar menjalankan kewajiban tanpa pernah melakukan pengorbanan dan pengabdian untuk Allah, itu yg perlu kita renungkan, karena predikat apapun kalau itu hanya berasal dari manusia tidak ada artinya. Yang terpenting bagaimana kita mendapat predikat Wali dan itu diakui dan berasal dari Allah S.W.T.

  22. eddycorret mengatakan:

    Ok makasih sarannya.

  23. hadisetyono mengatakan:

    Pak Edy, untuk kasus lain ada saatnya Nabi Muhammad tidak mewajibkan mandi bagi kaum ahlul kitab yang masuk islam, seperti riwayat dibawah ini. Oleh karena itu terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama. Dan terlalu berlebihan ijtihan sunan kalijaga ini menjadikan pandangan pak edy merendahkan kedudukan sunan kalijaga dimata umat islam. Coba saja simak riwayat dan pendapat dibawah ini:

    Sesungguhnya cara/metode Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam dalam mengajak orang-orang Kafir kedalam Islam adalah:

    Mengajak mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan/Rasul Allah ; Diantara hadits yang menyebutkan hal itu adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam ketika mengutus Mu’az ke Yaman, beliau bersabda kepadanya :”Sesungguhnya engkau mendatangi suatu kaum Ahlul Kitab, maka hendaklah yang pertama engkau lakukan adalah mengajak mereka kepada bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah”. Dan dalam riwayat yang lain :”…hingga mereka bertauhid kepada Allah ;
    Jika mereka meresponsnya dengan baik, beliau ajak mereka kepada syari’at Islam lainnya berdasarkan urgensinya dan pertimbangan sikonnya. Jika mereka mena’atimu dalam hal itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan bagi mereka lima shalat waktu dalam setiap hari semalam; jika mereka mena’atimu dalam hal itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka membayar zakat yang diambil dari orang-orang kaya diantara mereka untuk dikembalikan/diberikan kepada orang-orang fakir diantara mereka; jika mereka mena’ati hal itu, maka jauhilah/berhati-hatilah terhadap harta-harta yang paling mereka utamakan dan banggakan dan takutlah terhadap doa orang yang dizhalimi karena tiada hijab/pelindung antara doanya dan Allah “.
    Dan diantaranya lagi adalah hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d as-Sâidi, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda kepada ‘Ali radhiallahu ‘anhu ketika beliau akan memberinya panji pada hari perang Khaibar:” lakukanlah dengan perlahan hingga engkau turun ke lapangan menghadapi mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam dan beritahukanlah kepada mereka hak Allah yang wajib atas mereka. Demi Allah! sungguh, Allah beri hidayah di tanganmu seorang saja adalah lebih baik bagimu daripada onta merah (barang yang paling berharga dan bernilai paling tinggi bagi orang Arab saat itu). Dalam riwayat yang lain :” ..maka ajaklah mereka kepada bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah”.

    BERSUCI DENGAN MANDI BESAR

    Para Ulama berbeda pendapat mengenai hukum mandi bagi orang Kafir yang masuk Islam (dalam beberapa pendapat-penj) :

    (i) Hal itu adalah wajib : ini adalah pendapat Imam Malik, Ahmad dan Abu Tsaur –rahimahumullah- ; berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan an-Nasai dari Qais bin ‘Ashim –radhiallahu ‘anhu- dia berkata : “aku telah mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam untuk masuk Islam, maka beliau memerintahkanku untuk mandi dengan air yang bercampur daun bidara” . Jadi, perintah disini adalah mengindikasikan suatu kewajiban.

    (ii) Hal itu adalah sunnah, kecuali bila telah terjadi padanya jinabah (yang mewajibkan mandi junub) ketika masa kafirnya maka wajib baginya untuk mandi : ini adalah pendapat Imam asy-Syafi’i dan sebagian pengikut mazhab Hanbali.

    (iii) Hal itu tidak wajib sama sekali dalam kondisi apapun, bahkan yang disyari’atkan baginya adalah mandi berdasarkan hadits tersebut dan hadits lain yang semakna : ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah. Adapun masalah khitan/sunatan, maka hal itu wajib bagi kaum laki-laki dan adalah suatu kehormatan bagi kaum wanita (yang melakukannya), akan tetapi jika ajakan kepada orang yang ingin masuk Islam untuk berkhitan itu ditunda dulu untuk beberapa waktu hingga hatinya mantap dalam Islam dan telah merasa tenteram/tenang maka hal itu adalah baik membuatnya lari dari, sebab ditakutkan dengan menyutuhnya segera berkhitan itu justru Islam. Maka berdasarkan hal ini, apa yang anda (penanya) suruh untuk dilakukan oleh sepasang suami isteri tersebut saat masuk Islam adalah benar. Wabillâhit Taufiq. Washallallâhu ‘ala Nabiyyinâ Muhammad, wa آlihi washahbihi wasallam.

    (Fatâwâ al-Lajnah ad-Dâimah lil Buhuts al-‘خlmiyyah wal Ifta’, jld. III, h. 381-383, no. fatwa : 1557).

    Sumber: http://www.alsofwah.or.id

    Demikian, wassalam,

    Hadi

  24. eddycorret mengatakan:

    Saya pernah membaca hadist yang anda sebutkan juga hadist lain pesan dari Nabi SAW sebelum Mu’adz bin Jabbal berangkat ke Yaman.
    Sekarang saya kembalikan ke anda mau pilih yang mana, bebas kok.
    Kalo saya seandainya akan mengislamkan orang maka dia saya suruh mandi (daun bidara = daun yang harum wangi bisa diganti pake parfum). Karena Nabi SAW memerintahkan pada Qois bin ‘Ashim r.a untuk mandi dengan daun bidara.

  25. /fik mengatakan:

    Sebenarnya semuanya bisa dinilai secara logika dan etika.

    Yang diceritakan dalam Serat Darmogandul itu adalah sebatas adegan/dialog antara Sunan Kalijaga dan Prabu Brawijaya yang terjadi secara instan saat Prabu Brawijaya masuk Islam.

    Saat seseorang masuk Islam, hal yang paling mudah dilakukan saketika itu juga adalah mengucapkan syahadat dan menggunting rambut. Keduanya adalah kegiatan biasa. Artinya, bisa dilakukan di muka umum atau di hadapan orang lain. Karena itu Prabu Brawijaya langsung melakukannya di hadapan Sunan Kalijaga.

    Beda dengan mandi wajib yang notabene harus memperlihatkan aurat. Masak Prabu Brawijaya mandi, Sunan Kalijaga juga harus ikutan? Itu kan lebih nggak pantes lagi dilakukan oleh seorang wali.

    Tambahan lagi, saya menilai judulnya agak terlalu keras. Cuma karena tidak ada adegan mandi wajib, status wali sang Sunan tiba-tiba digugat?

  26. eddycorret mengatakan:

    hal mandi
    bukan untuk memperlihatkan aurat tetapi untuk melaksanakan perintah Nabi SAW.

    Anda menilai judul terlalu keras yah. Ketahuilah bahwa saat ini sedang memasuki jaman pemurnian bumi. Agama juga dimurnikan, lihat saja di internasional islam dengan non islam beradu seru. di dalam islam sendiri juga beradu seru sekali. Jadi saya cuma menyesuaikan jamannya saja biar tidak ketinggalan jaman hihi.

  27. Akang mengatakan:

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Cahaya agung malam malam terakhir ramadhan semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    sepanjang yg saya baca dalam penjelasan mereka ini, ternyata Cuma tanggapan dari dangkalnya pemahaman dan sempitnya pandangan terhadap syariah islamiyah,

    justru pembodohan dan penipuan syaitan yg menyesatkan mereka hingga bertolak belakang dari Ahlussunnah waljamaah, dan Rasul saw bersabda : “Barangsiapa yg memisahkan diri sejengkal dari jamaah muslimin, lalu mereka wafat, maka akan wafat dalam kematian jahiliyah” (Shahih Bukhari)

    sifat penentangan dan penuduhan dan kebencian atas orang orang yg mengagungkan ulama, adalah sifat warisan Iblis, sebagaimana Iblis adalah ahlussujud, beribu tahun ia tak menyekutukan Allah swt, namun Iblis tak mau memuliakan orang yg dimuliakan Allah, padahal jika Iblis disuruh sujud pada Allah maka ia pasti taat pada Allah swt, namun Iblis tak mau memuliakan orang yg mulia, ia tak mau sujud pada makhluk, ia tak merasa sama dengan Adam as bahkan lebih mulia, ia tak mau memandang bahwa Adam as ini walau dicipta dari tanah namun ia dimuliakan Allah swt,

    dan Adam as dimuliakan Allah dengan ilmu yg melebihi Iblis dan para malaikat, sebagaimana firman Nya swt : Dan Allah mengajari Adam akan nama nama (nama nama ciptaan Nya swt) kesemuanya, lalu Allah menunjukkan itu semua kepada para malaikat dan berkata : Kabarkan pada Ku nama nama ini semua?, mereka (malaikat) menjawab : Maha suci engkau, kami tak memiliki ilmu kecuali yg Kau ajarkan, sungguh Engkau Maha Mengetahui dan Maha Menghakimi, maka Allah swt berkata pada Adam (as) : Wahai Adam, kabarkan pada mereka (para malaikat) tentang nama nama itu…dst (QS Al Baqarah 30-33).

    Demikianlah sifat Iblis, dan sifat ini terwariskan dan tertitiskan pada wahabi, mereka menentang memuliakan Rasul saw dan ulama, padahal para sahabat sangat mengagungkan Rasul saw, mereka berebutan air bekas wudhu Rasulullah saw dan mengusapkannya kewajah dan tangannya (Shahih Bukhari), mereka juga berebutan Rambut Rasulullah saw (Shahih Bukhari) dan banyak lagi tentang pengagungan para sahabat pada Nabi saw (mengenai belasan riwayat shahih akan ini silahkan rujuk artikel kami yg berjudul : TABARRUK yg dapat dilihat di kolom artikel di web ini).

    Iblis tak diam, ia terus mencari orang orang yg akan dititisi sifat sifatnya sebagaimana ketika datang seseorang dari Najd yg tidak sopan pada nabi saw dan ketika Nabi saw membagi bagi kepada sebagian dari mereka maka orang itu berkata : “bertakwalah pada Allah wahai Muhammad!”, (maksudnya adalah : kau harus adil dalam pembagian ini!), maka Rasul saw menjawab dg marah : “siapa yg taat pada Allah kalau aku bermaksiat pada Allah..?!”, lalu orang itu hampir dibunuh, lalu Rasul saw melarangnya, dan Rasul saw berkata : “akan keluar dari keturunan orang ini orang orang yg membaca Alqur’an dan tidak melebihi tenggorokannya, mereka semakin jauh dari agama bagaikan panah menjauh dari busurnya, mereka memusuhi orang islam dan membiarkan para penyembah berhala, bila kujumpai mereka maka akan kuperangi mereka sebagaimana diperanginya kaum ‘Aad”. (Shahih Bukhari)

    Inilah yg diwanti wanti oleh Rasul saw, sifat iblis yg tak menghormati para nabi, muncul pada orang Najdi itu, yg kemudian Rasul saw berkata dari keturunan orang itu akan muncul wahabi ini, mereka memerangi orang muslim, dan mereka tak memerangi orang yg menyembah berhala,

    Orang wahabi terus memerangi orang muslim, yg sholat, puasa, zakat, haji dll, mereka dianggap musyrik hanya karena memajang foto orang shalih, padahal mereka sama sekali tak menyembahnya, atau berziarah kubur yg itu jelas jelas sunnah, namun dikatakan Musyrik,
    (kutipan dari FORUM majelis rasulullah)

    TOLONG DIPAHAMI SEBELUM MENGHINA WALIULLAH ATAU ULAMA YANG MENGAGUNGKAN AGAM ALLAH

    SUNAN KALIJAGA ADALAH SALAH SATU DARI WALIULLAH

  28. eddycorret mengatakan:

    “TOLONG DIPAHAMI SEBELUM MENGHINA WALIULLAH ATAU ULAMA YANG MENGAGUNGKAN AGAMA ALLAH”

    Apakah anda pikir saya bermaksud menghina ……. ?
    Bila itu yang anda pikirkan, silahkan pikirkan saja.

    Coba perhatikan, apa yang saya tulis bukanlah mengada-ada, ada sumber / referensinya yaitu Serat Darmogandul. Silahkan di periksa sendiri isi Serat Darmogandul.
    OK

  29. Rama mengatakan:

    Ass Wr Wb semua nya,

    dakwah yg dilakukan kanjeng Sunan Kalijaga itu bermuatan tingkat cahaya Hati Nurani yg sempurna & sangat tinggi sekali sehingga Beliau dpt mengajak Prabu Brawijaya itu takluk hati sehingga mengakui KeEsaan Allah dan Nabi Muhammad itu RasulNya nya. yg dimana tingkatan keyakinan mereka itu memang tinggi tetapi tidak sempurna.jadi dalam berkeyakinan janganlah memakai pemikiran & logika tapi hrs menggunakan hati nurani nya krn yg menggerakan raga kita itu Ruhani dan silahkan anda renungkan dan kaji lagi.mohon maaf bila ada kata2 yg kurang berkenan.

    terimakasih

  30. eddycorret mengatakan:

    Ok
    Terima kasih.

  31. Akang mengatakan:

    “Loh kenapa takut ? orangnya kan udah mate !
    Buktinya gue baik-baik saja ampe hari ini.
    Apa kamu pikir Sunan Kalijaga gentayangan ?”

    Eddycorret Tolong Perhatikan ayat di bawah ini :

    “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya”. (QS. Al-Baqarah[2]: 154)

    Dalam ayat lain dikatakan:“Bahkan mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mereka diberi rizki”. (QS. Ali Imran[3]: 169)

    ini hanya sekedar masukan……terima kasih ..
    Wassalam……..

  32. eddycorret mengatakan:

    Makasih masukannya.

    “Hidup” dalam ayat tersebut tidak sama dengan gentayangan. Gentayangan memiliki sifat mengikuti atau bahkan menghantui dan menakut-nakuti manusia.

    Manusia sejak Adam hingga detik ini yang telah meninggal dunia, mereka di alam kubur hidup semua dan dapat ditemui tergantung tingkat kesadaran spiritual kita (saya menyebutnya frekwensi hologram).

    Di alam kubur ada yang disiksa ada yang bahagia dan sebagainya. Bila tingkat kesadaran spiritual kita tinggi maka besar peluang untuk dapat bertemu Nabi dan Rosul bahkan Nabi SAW.

    Jadi beda antara “hidup” dengan gentayangan.
    tapi terima kasih telah mengingatkan. :)

  33. endang mengatakan:

    ayo!! terus!! terus!! rame tenan!!!

  34. endang hadi adi mengatakan:

    Kanjeng Sunan Kalijogo memang Waliulloh dan suka pamer kesaktian , akibatnya islam yang berkembang dari jaman Demak sampai sekarang umumnya Kulitnya saja, di Indonesia ini jumlah pesantren ribuan tapi indonesia semakin terpuruk, mestinya kalo memang bener2 islam/muslim/mukmin sejak jaman Demak, nusantara sudah menjadi mercusuar, aneh memang lha wong pengikutnya Al Mustofa kok terpuruknya sampai seperti ini (kalabendu), he…he..he…

    Menurutku Penguasa Demak memang keblinger karena didukung Kanjeng Sunan Kalijogo yang mendapat kesempatan 500 tahun membangun Nusantara dan juga dukungan Dana (orang sering menyebut Harta Karun Bung Karno ?????) dari keluarga Maulana Malik Ibrahim Asmorokondi yang oleh ayahnya (Seh Jumadil Kubro/Seh Jati Suro) ditugaskan dalam bidang harta benda, sedang anak seh jumadil kubro lainya, yaitu keluarga Seh Maulana Ishaq/Seh Wali Lanang ditugasi ayahnya mengelola Sumber Daya Manusia-( di buku Carang Seket Carub Kandha)-.

    Demikian mas Eddy “SINTHING “Correct.

  35. bangsa takhayul mengatakan:

    di/pada Mei 29, 2008 pada 2:53 am15 economatic

    Saya heran dengan Kitab DharmoGandul maupun Babad karena isinya banyak dibumbui dengan mistik, takhayul dan kisah-kisah aneh meskipun juga menyebut tokoh-tokoh sejarah seperti Prabu Brawijaya dan Para Sunan. Jadi sebenarnya muatan sejarahnya sedikit, sedangkan tokoh dan kejadian fiktifnya pastinya lebih banyak.

    komen:
    yang ILMIAH gak mampu mengurusi negara alias TEH BOTOL (Tehnokrat Bodoh Tolol)

  36. eddycorret mengatakan:

    Hihihi
    Adanya Walisongo bukan kesalahan. Demikian adanya Sunan Kalijogo juga bukan kesalahan.

    Sebagaimana Tuhan menciptakan lalat yang hina, atau cacing yang menjijikkan dan lain sebagainya. Semua diciptakan Tuhan untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan. Kalo cuma ada baik saja dan yang buruk cuma setengah ndak seimbang, untuk itu baik dan buruk jumlahnya sama inilah keseimbangan.

    Bagi kita yang telah melihat kejadian pada masa lalu, baik atau buruknya semua ada hikmahnya tentunya buat masa kini apalagi untuk masa depan.

    Berharap agar semua baik-baik saja. :)

  37. endang hadi adi mengatakan:

    cacing membantu kesuburan tanah, cacing sudah lama digunakan sebagai obat tipus.
    komentar den baguse eddy corret tidak salah, nampak sebagai komentar yang wajar, datar, tidak dibuat-buat.

  38. endang hadi adi mengatakan:

    lho gambarku kok malih rupa?

  39. wisma mengatakan:

    eddycorret emang jos…. gandhos???? Okrek

  40. agung mengatakan:

    ya gini aja deh….

    saya komentara dikit, ada cerita 3 sahabat mau pergi kejakarta dari semarang, tapi naik kendaraannya macem2.A naik mobil, B naik kapal laut, C naik pesawat terbang.

    mereka berangkat pada hari yang sama dan jam yang sama. tapi gak saling cerita kalo mereka naik apa ke jakarta. setelah sampai di jakarta semua bercerita…

    A cerita wah ke jakakarta lewat kendal, pekalongan, pemalang, cirebon. cewek cirebon cantik, cewek tegal bahasanya medok hehehe.. dan seterusnya and bla bla bla dia cerita mengenai jalur pantura…

    B nyangkal gal bisa ke jakarta cuma ada laut tok gak ada pekalongan, pemalang, cirebon dan lain2. dia berani sumpah kalo ke jakarta cuma liat air tok gak ada yang lain…

    C juga nyangkal kalo ke jakarta cuma liat awan tok gak liat apa2. yang keliatan cuma awan doang sama pramugari yang barusan diajak kenalan….

    mereka bertiga ribut dan keukeuh dengan pendapat mereka masing2.. sampe diliatin orang jakarta.

    orang jakarta cuma senyum sambil dalam ati ngomong dasar udik baru kejakarta sekali aja dah ribut….

    hahahahahahha :)) :))

    memang semua pendapat mereka itu benar dan mereka meyakini itu karena mereka yakin akan itu.

    tetapi setelah mereka tau klo mereka naik kendaraan yang beda mereka semua sama2 ngakak ampe nangis2. mereka sadar klo mereka beda kendaraan. tapi mereka malah saling tukar informasi dan penglaman tanpa ada permusuhan…

    hehheehehehe cuma nulis cerita lho..

    mengenai presepsi dan cara pandang saudara2 menanggapi cerita ini yang itu hak anda. karena yang menilai baik buruk cerita ini ya saudara, dengan cara pandang, pengalaman dan keyakinan masing2.

    pareng..

  41. eddycorret mengatakan:

    Hehe.
    Keknya gue pernah denger cerita ginian.
    Makasih ceritanya. :)

  42. Rip mengatakan:

    Aq mw ngebahas judulny ja dh.SUNAN kali jogo tidak layak Menjadi sunan.Sunan it brsl dr kata Sesuhunan yg brti org yg patut d anut ajaranny.Sdgkn wali brsl dr kata waliullah yg brti pengemban ajaran allah.Nah paling g doi dh ngislamin bnyk org trmsk brawijoyo.Trlps gmn crny ngislaminny yg paling pntg brawijaya tlh mbc sahadat krn itlh intiny.Nah saya pkr doi layak bgt jd sunan.Doi g ngjrn yg jelek” mlh bs mgasimilasi budya yg akhrny mjd bagin dr islm. Prtnyn knp doi jd sakti.Itulah yg d sebut karomah.Qt jg bs ko jd ky doi asalkn qt ngamalin islam ini dgn sbnr2ny.Tp hny 1 karomah yg bnr2 dahsyat yaitu krmhny nabi muhamad saw.So……. Bang edy pny kesimpulan yg layak untk komentar saya ini.

  43. eddycorret mengatakan:

    Oc deh.
    Berawal dari judulnya yah. Judul itu saya buat karena kesimpulannya Sunan Kalijogo tidak mengikuti ajaran nabi SAW tentang pengislaman orang. Kita periksa lagi yah.
    Tahap pertama, Syahadat itu dah sesuai ajaran Nabi SAW.
    Tahap kedua, potong rambut ini justru ndak ada haditsnya.
    Tahap ketiga, harusnya mandi besar karena haditsnya ada.

    Apa yang anda katakan memang benar, kita harus mengamalkan ajaran agama dengan sebenar-benarnya. Tapi apakah itu berlaku bagi kita-kita yang manusia biasa? Apakah itu tidak berlaku bagi Ulama juga Sunan. Mereka harusnya melakukan lebih dulu baru disampaikan. Begitu kan.

    Trus kembali ke pengertian Sunan dari Susuhunan yang berarti orang yang patut dianut ajarannya. Bagaimana seandainya yang dilakukan Sunan justru tidak mengikuti ajaran dari Nabi SAW ? Akhirnya ke Sunanan na layak dipertanyakan dan terbitlah tulisan kontrofersi di atas. begitu kk Rip.

    • sunan kalijaga mengatakan:

      SUNAN JUGA MANUSIA. BUKAN JG RASULALLAH,. JANGAN SAMAKAN DENGAN EDDY MONCROT.. TAK SISTEMATIS. !!!!! GINI KOK DI BILANG BER ILMU… IYO KULAKAN NAK PASAR.. ILMUNE,.. ILMU CAMPOR BAWOR.

  44. banaspati mengatakan:

    Ass.Wr.Wb

    SEBETULNYA PELAKSANAAN BAIAT NYA LENGKAP
    ADA SYAHADAT, CUKUR DAN MANDI BESAR

    CUMAN: Pas penulisan terakhir “Cukur”, Cantrik penulis tertidur saking capeknya sehingga tulisantentang “mandi besar” yang telah didiktekan oleh Ki “RW”,tidak tertulis.
    Lalu Ki Ronggo Warsito memanggil Cantrik lainnya dan mendikte kelanjutannya dan dikira tentang “mandi besar” sudah tertulis,
    dan tanpa re check lagi tulisan dilanjutkan. Maka yang terjadi kalimat “mandi besar” tak tertulis……he he percaya nggak?
    harus percaya!!, karena kemarin baru ketemu sama Ki RW dan saya tanyakan kenapa jadi begitu ?? sampae2 pada ngeributin..
    Jawabnya Ki”RW” spt itu.
    Selanjutnya dia minta tolong saya untuk meralatnya, maka dengan ini dilakukan pemberitahuan dan ralat seperlunya atas kekurangan
    kalimat
    “demikian ralat /kelengkapan kalimat sudah dilakukan” dan mohon maaf atas ribut dan binggung nya
    wassalam..Ki RW

    terima kasih
    Salam penerbit
    dari Goa Mangleng Banaspati

    Nb. Sebagai hukuman buat Cantrik yang tertidur setelah kerja Rodi
    23 Jam/hari, maka dia disuruh menggantikan melakukan mandi
    besar seumur hidupnya hingga larut ke sungai tubuhnya

  45. eddycorret mengatakan:

    Weg.
    Ada fersi laen lagi nih.
    Yang bener saja Prabu Brawijaya melakukan mandi besar? tapi mandi besarnya dimana yah, apa ketika diperjalanan atau di rumah orang lain atau ……

    Eh kk Banaspati, kalo kk bisa bertemu ki Ronggowarsito, kira-kira bisa ndak bertemu dengan Prabu Brawijaya untuk menanyakan hal tersebut. Bisa jadi jawaban Prabu Brawijaya berbeda. Mungkin juga sekalian menemui Sunan Kalijogo biar tambah kuat datanya.

  46. banaspati mengatakan:

    Udah ketemu lagi sama Ki “RW”, tentang mandi jawabnya
    sampai slulup, di.”sendang tirto wening” sekarang tertutup banjir lumpur, disaksikan para wali, kiai, dan untuk Prabu Brawijaya masih sibuk ada pertemuan agung nggak bisa diganggu, Sunan Kalijogo nggak kontak balik, harap maklum

  47. AVATAR SEJATI mengatakan:

    sunan kalijaga memang sunan mbalelo.
    pakai baju hitam sendiri.
    padahal sudah disuruh sunan bonang pakai baju putih, tetap ditampiknya.

    sudahlah, jangan kalian menghinanya. ia adalah guru saya.
    sudahlah, islam kan cerita masalalu. jangan lagi diungkit-ungkit agama yang sudah mau mati.

  48. eddycorret mengatakan:

    48. banaspati – September 20, 2008
    “mandi sampai slulup, disaksikan para wali, kiai”

    Prabu Brawijaya mandi disaksikan para wali dan kiai. Kenapa tidak tertera dalam Serat darmogandul yah. Orang tahunya dalam pertemuan itu hanya ada Prabu Brawijaya, Sunan Kalijogo dan Sabdo Palon saja. Kalo memang ada saksi, bikin curiga nih kok ndak sama datanya dengan Serat Darmogandul.

    Memang sebaiknya harus Prabu Brawijaya sendiri yang bicara karena beliau kan yang melakukan mandi tersebut. Atau Sunan Kalijogo yang bicara karena dia yang menyuruh juga otomatis menjadi saksi untuk Prabu Brawijaya. Masih ditunggu semoga lain waktu dapat infonya, makasih.

    49. AVATAR SEJATI – September 20, 2008
    “jangan lagi diungkit-ungkit agama yang sudah mau mati.”

    Kalo boleh tahu sumbernya dari mana yah, bila pendapat sendiri sepertinya bisa diragukan. Bila pendapat orang tentunya ada dasarnya mengapa bisa demikian.

  49. banaspati mengatakan:

    dapet info dari Ki”RW” lagi

    1. Wali dan Kiai hadir dalam ujud Nur sukma (tidak kasat mata)
    2. sebetulnya banyak yang hadir cuma berada di ring 2 dan 3
    untuk privacy dan secutiry

    INFO persidangan :

    “PB” baru mengikuti sidang agung persiapan kehadiran “SP”
    “SK” mendapat tugas para Wali dan kiai untuk nelik sandhi
    persidangan

    Para pangageng pamarentah nagari pada Gerah/was was/bingung, karena mereka dapat bocoran bahwa sebagian besar dari mereka masuk dalam “DPO” nya “SP” dan dijadikan “TO”

    Terjadi demonstrasi besar besaran yang menolak kehadiran “SP” dan mengarah ke kerusuhan diluar area persidangan, namun aparat keamanan menunujukan kesiapan dengan penjagaan yang sangat ketat “super maksimum security” alias SMS

    Demikian laporan koresponden Channel Gua Mangleng melaporkan
    dari area persidangan.

  50. eddycorret mengatakan:

    Wah.
    Baru ada pertemuan penting yah. Ya sudahlah.

  51. endang hadi adi mengatakan:

    KLO INI NGAWUR TUR KHAYALAN BUKAN KONTROVERSI

    meskipun kanjeng sunan kalijogo waliulloh, namun beliau cs gagal membina Demak, demak sampai turun 3 generasi bubar, mungkin kanjeng Sunan cs yang umumnya berlatar belakang pedagang ikut2tan bisnis, jadi nambah berantakan.

  52. Syahrudin Hasan mengatakan:

    Assalamualaikum.wr.wb
    buat bpk: eddy coret : hebat mana antum sama sunan kalijaga?…. antum kalau mempelajari agama Islam pakai Ilmu..belum tentu Antum pernah islamkan non muslim..kita harus bersyukur karena beliau ( kanjeng sunan ) banyak yang masuk islam,dan itu semua adalah kehendak Allah S.W.T.

    Buat bpk: Avatar sejati: Antum tidak tau tentang Agama Islam.Islam tidak akan pernah mati, islam Agamah Rahmatan LIL Alamin.

    Buat Bpk Endang hadi adi: Antum juga kalau belajar Agama Islam Pakai Imu.jng asbun ( asal bunyi ) Antum harus tau, Rasulullah juga seorang pedagang.berdagang itu pekerjaan Mulia. sekali lagi ana sarankan belajar Agama Islam Pakai Ilmu.

  53. endang hadi adi mengatakan:

    Tugas eddycorret bukan mengislamkan non muslim tapi bikin kontroversi, jumlah muslim banyak bukan jaminan Negara menjadi negeri yang penuh rahmat baldatun toyyibatun wa Rabbun ghaffur

    Sunan kalijaga memang sakti, mencari murid ki ageng pandanaran dengan cara memamerkan kemampuan mengubah TANAH menjadi EMAS, tapi PUYENG ketika membina pejabat Kerajaan Demak.

  54. endang hadi adi mengatakan:

    pedagang muslim yang bagus adalah pedagang yang mampu menjual sumber alam ke temannya (pedagang luar negeri)

  55. endang hadi adi mengatakan:

    klo aku pribadi tidak mau pake baju islamnya sunan kali, juga ga mau pake baju islamnya seh siti jenar karena seh siti jenar ga doyan harta benda

  56. endang hadi adi mengatakan:

    manusia ada dengan rasa lebih dominan dari cipta, kebalikan dengan jin cipta lebih dominan dari rasa, klo menurutku belajar islam ya dengan ilmu. manusia diciptakan sudah sempurna dan rasa cipta (akhlak) perlu disempurnakan dengan cara mengelola nafs (corone gantharwa sedulur papat), salah satunya berpuasa di bulan romadhon

    selamat berpuasa mas sahrudin kasan

  57. eddycorret mengatakan:

    54. Syahrudin Hasan – September 22, 2008
    buat bpk: eddy coret : hebat mana antum sama sunan kalijaga?

    Ya hebat saya donk. Saya bisa buat Blog ini meskipun gratisan, ndak mungkin Sunan Kalijogo bisa membuatnya, hayo benar tidak ?

    Untuk pengislaman, kuakui saya belum pernah mengislamkan orang. Kalo Sunan Kalijogo banyak mengislamkan orang, ya memang tugas dia sebagai wali.

    Kalo wali sekarang kan tugasnya politik. kayak Gus Dur tuh bukannya mengajak pada kebaikan justru mengajak untuk menduduki kantor KPU.

  58. someone mengatakan:

    jebule om endang hadi adi yo iso teges yoh…. hehehe sip deh… monggo dilanjut om….

  59. Syahrudin Hasan mengatakan:

    Asssalamualaikum.wr.wb. endang hadi, nama ana Syahrudin Hasan. bukan syahrudin kasan.

  60. hadi adi mengatakan:

    kalo koment no 58 saya tujukan buat sahrudin kasan

  61. eddycorret mengatakan:

    Hiahia.
    Ini juga dialihkan.

  62. Syahrudin Hasan mengatakan:

    mas endang hadi dan mas eddy coret: Fitrah sejati Adalah..meng-Akbarkan Allah..dan syariat-Nya di alam jiwa…di dunia nyata,di dalam segala gerak…di sepanjang nafas dan di setiap langkah..semoga seperti itulah diri kita di hari kemenangan ini. Allahu Akbar..Allahu Akbar…Allahu Akbar walilla hilhamd. Selamat idul fitri. Mohon maaf lahir dan Batin.1429 H. Syahrudin Hasan

  63. Syahrudin Hasan mengatakan:

    mas eddycoret, ana mau tanya tentang puasa syawal,1.apakah bisa di selang seling sampai akhirnya berjumblah 6 hari ?
    2. ana sedang puasa sunah sywal, tapi ana di tawari makan siang sama teman ana” apakah ana terus berpuasa atau membatalkan puasa sunah ana demi menghormati teman ana? terima kasih atas jawabanya?

  64. eddycorret mengatakan:

    Puasa Syawal yah.
    Ada beberapa versi,
    1. Ada yang langsung puasa 6 hari berturut-turut ndak putus setelah idul fitri.
    2. Ada yang puasa 6 hari berturt-turut yang penting di bulan syawal.
    3. Ada juga yang puasanya berjumlah 6 hari berturut-turut atau tidak yang penting di bulan Syawal.

    Yang saya ketahui ada 3 fersi tersebut, tetapi kalo saya biasanya memakai yang fersi ke 3, yaitu yang penting di bulan syawal dan berjumlah 6 hari.

    Bagaimana kalo ada temen nawari makan ketika kita lagi puasa ?
    Temen apa dulu, gue kalo sama temen apa itu temen bermain ato temen belajar, bila ditawari makan langsung saya bilang gue lagi puasa maap. Justru temen yang ikutan minta maap. Sepertinya keadaan ini sudah dimengerti, jadi ndak usah sungkan mengatakan bila kita lagi puasa. Semoga membantu.

  65. Aifimylayra mengatakan:

    Buat yp sudah terlanjur masuk sini sebaiknya cepet2 keluar,ga usah buang2 waktu ngladeni wong EDAN edi.Yg bisanya ngelek2 wong liyo.Edi sadaro le,mendingan koe turu wae timbang nambah doso.

  66. eddycorret mengatakan:

    Iya om tiap malam pasti tidur gue.
    Namanya juga manusia bila tidak tidur ntar kelelahan. Itu dah menjadi kebiasaan dan wajib dilaksanakan agar tubuh tetep sehat baik jasmani maupun rohani.
    Lagian gue tipe orang yang ndak tahan begadang. Bila udah mendekati jam 1 malam biasanya udah berat mata ini, ya jadinya harus tidur malam.

  67. kertiwindu mengatakan:

    halow semua met malam? salam kenal ?
    saya kertiwindu saking tlatah roban
    senneng bisa menemukan blog ini bisa tambah wawasan

  68. eddycorret mengatakan:

    Kayak barang ilang.
    Akhirnya telah ditemukan.

  69. kertiwindu mengatakan:

    kayaknya begitu boss ?
    biasanya pembicaraan macam ini kami bicarakan tengah malam ngge cagak lek, itupun jarang karna bergadangnya juga nda sering he he he he, ndak masuk angin. KAlo ini kan cukup di depan laptop sambil nyading nyamikan lan kopi…? tul nggaa

  70. eddycorret mengatakan:

    Waduh enak donk.
    Sante dalam beraktifitas menjamin kenyamanan bekerja. Tapi jangan sering-sering begadang, ntar jadi kebiasaan.

  71. kertiwindu mengatakan:

    Boss saya punya pengalaman pribadi tentang dunia lain. Kira2 tahun 1995 yang lalu saat saya piket malam dikantor tiba2 mencium bau wangi bunga cempaka, saat bersamaan saya melihat kelebatan bayangan ke belakang kantor saya. dengan agak minggring2 saya dekati tempat tersebut. lalu saya kencingi agar tidak bikin bulu kuduk saya merinding saat piket malam., setelah itu temen saya pengganti piket datang. sayapun pulang.. sampe di rumah aku langsung ke kamar. sambil bikin susu dan mie instan aku buka radio Transmiterku dengan tujuan ngebreak lah. mie dan susu sudah kusantap aku rebahan di tempat tidur.. antarane anglayap ing angluyup saya melihat sesosok orang tua berjenggot mendekati tempat tidur saya langsung buka celana saya dan maaf burungku di tempelengin sambil bilang wong ono wong tua lungguh kok di uyohi to mas mas? serta merta saya jawab yo aku nggak tau klo ada orang di situ, orang aku cuma pipis di belakang kantor ?
    Yang ingin saya tanya boss eddy? orang tua tadi mengaku seorang jin dari turki bernama abdul ajab? usia pada saat itu 750 thn, termasuk jin islam menurutku karena selalu mengajak dan ingatkan aku untuk sholat. tapi lewat suara di telingaku saja. saya melihat wujudnya hanya pertama saat marah saya pipisin itu, selanjutnya saya nda pernah lihat wujudnya.
    Bagaimana menurut mata batinmu boss apakah saya terlalu mengada ada terbawa imaginasi ato orang tersebut memang ada?
    kertiwindu mohon petunjuk?

  72. eddycorret mengatakan:

    Anda memang aneh.
    Udah ngerti kebiasaan tuh makhluk kenapa juga disikapi tidak baik. Berbuat baiklah kepada makhluk Tuhan yang lain juga dan bukan hanya kepada manusia saja. Wajarlah bila dia marah, memang siapa mau dikencingi. Laen kale kalo kencing di kamar mandi saja, jangan sembarangan.
    Tuh makhluk ngerti loh kalo kamu boong dengan mengatakan aku ndak tahu kalo ada orang disitu.
    Dibiarkan saja ndak usah terlalu dipusingin keberadaannya, karena kehidupan manusia dengan Jin berbeda. Sepertinya anda tidak terganggu dengan keberadaannya, iya kan.
    Semoga anda mengerti.

  73. kertiwindu mengatakan:

    ok deh boss ? selalu ku inget kata2 sampean.
    tapi masalah sebenarnya saat itu dia itu setelah kenal aku selalu ngajak ngobrol panjang lebar, bahkan kejadian yang akan terjadi seperti misalnya di jalan akan ada tabrakan jam sekian antara kendaraan ini dan itu yang mati berapa, selalu dia omongkan.. sampai suatu saat 1/2 tahun berselang saya tidak mengiraukan lagi kalo diajak ngobrol dan sebagainya… sampai saya tidak merasakan kehadiranya lagi.kira2 sampai sekarang masih enggak dia mengawasi gerak geriku ya.? soalnya kalo saya suatu saat di ajak ngobrol lagi kan mawut gaweanku bos konsentrasi gawean bisa terganggu. bagaimana cara pengedalianya.? apakah cara saya di atas sudah cukup untuk menghindarinya? MOhon saran lagi

  74. eddycorret mengatakan:

    Sebaiknya lupakan saja.
    Ingat bahwa hidup manusia dan jin berbeda meskipun bisa berjumpa. Tetapi bila anda sampe terganggu maka langkah terbaik dihindari agar tidak menggangu lagi. Tapi keknya udah berhasil, tinggal dimantapkan saja jangan ragu-ragu. Soal dia masih mengawasi atau tidak sebaiknya biarkan saja.

    Saya berani bilang begini karena saya juga pernah mengalaminya. Tetapi kejadiannya udah lama dan sekarang udah ndak lagi. :)

  75. kertiwindu mengatakan:

    Makasih sekali lagi, boss eddy ? setidaknya menambah sugesti saya bahwa dia (jin) itu sudah saya lupakan benar2. tidak lagi mengganggu saya. Saat itu sekitar thn 1997 saya juga dengan mudahnya mendapatkan akik dari alam dan dia juga yang mengambilnya dan sudah berbentuk akik siap pakai tinggal di kasih emban, tapi sekali lagi semua itu saya buang dan kembalikan ke alamnya menurut saya agar keseimbangan alam ini tetap terjaga. Dan saya juga tdk mau terpengaruh oleh khodam dari akik akik tersebut. Sekarang disela waktu saya rubah maint set saya agar lebih mencintai Allah dan ciptaaNya, Kata guru saya agar terhindar dari maksiat dan hal2 jelek diera sekarang ini. Usia saya saat ini 33 tahun 1 istri 2 putri mau nambah 1 lagi masih dlm kandungan he he he. asli dari sukoharjo, besar di pemalang dan sebagian di pekalongan gubuk saya sekarang di kota Batang. Cari duitnya di PLN UPT Kudus, Wilayah kerja dari Demak sampai Cepu dan Kedungombo.

  76. doly mengatakan:

    apakah anda sudah yakin bahwa anda islam?……apakah ilmu anda melebihi pencipta anda?……..

  77. eddycorret mengatakan:

    Apakah saya tidak boleh mengoreksi kesalahan orang ?
    Apakah Sunan/ulama tidak boleh dikritik bila salah ?

  78. BANG mengatakan:

    eddycorret. anda tu mau .cari apa ?? anda itu dilahirkan dimana.kalau anda merasa benar.tolong buktikan.anda sudah saya angap,penghinaan terhadap seseorang yg bener 2meyebarkan agama islam di tananh jawa.apakah anda itu sudah pernah mati.semua itu yg berhak menilai adalah ALLAH bukan manusia,buktikan saja dengan ajal anda.!!!tentang penulisan anda itu semua benar,tapi kok anda merasa seolah 2 jadi tuhan.Dari pada jadi bangkai cuma cuma lebih baik tutup aja tuh mulut kamu paki bangkai anjing

  79. BANG mengatakan:

    PERLU ANDA KETAHUI .BERCERMINLAH SEMAKSIMAL MUNGKIN,SAYA TAU ANDA SIAPA,DAN SAYA BUKAN SEKEDAR AKAN BERBICARA SAJA,SILAHKAN ANDA BERDOA,SAMPAI MAMPUS!! AKAN SAYA BUKTIKAN MULAI HITUNGAN SEKARANG!!! KALAU SAYA AMAT-AMATI ANDA ITU .INGIN MERUSAK BANGSA,DARI SEGI PENULISAN SUDAH KETAHUAN,KALAU BARU BISA NULIS,BELAJAR KAMU ITU DIMANA ??
    ADDY,KOK KELIHATANYA KAMU SOK JAGO YAA,KALAU MEMANG KAMU JAGO TOLONG DEH JANGA BANYAK CINCONG .AKAN KUTUNGGU BUKTINYA.YG PENTING BUKTINYA,JANGAN SOK TAU KALAU BELUMPERNAH MATI.

  80. eddycorret mengatakan:

    SAYA BUKAN SEKEDAR AKAN BERBICARA SAJA,SILAHKAN ANDA BERDOA,SAMPAI MAMPUS!! AKAN SAYA BUKTIKAN MULAI HITUNGAN SEKARANG!!!

    Mana buktinya, ndak ada bukti apa-apa. Lagian juga anda mau membuktikan apa. Apa kata-kata bisa untuk membuktikan. Anda bisa saja membuktikan apapun tapi kalo tidak dilihat, ya tidak akan keliatan buktinya.

    Mulai berhitung satu, dua, tiga, empat, lima …………………………… Sampe kapan nih ngitungnya.

    AKAN KUTUNGGU BUKTINYA.YG PENTING BUKTINYA,JANGAN SOK TAU KALAU BELUMPERNAH MATI.

    Ini orang teraneh di muka bumi ini. Sebelumnya dia bilang akan saya buktikan. Tetapi selanjutnya dia bilang akan kutunggu buktinya.
    Semoga lekas sembuh.

  81. indah mengatakan:

    eddycorret
    anda orang yg hebat,telah berani menulis &dan menegaskan masalah ,aku malah tambah cinta,danmendukung mu sampai mati,dadah bangeddy sayang

    dari langannanmu

    lisa bahenoll

    nb:
    kapan mampir lagi nih
    aku udah rindu loo sayang
    jangan lupa yaa bawa duwit yg
    banyak,biar bisa nginep disini
    lama ya bang.

  82. Name mengatakan:

    Mas BANG udah nggak mode (kadaluarsa maen ancem-ancamen ala Abri-abrian-preman-premanan, jago-jagoan gitchu!) Tembang lawas…tipe sepertimu bentar lagi udah sama sekali nggak dibutuhkan di dunia…NGERTI?!

    Amit2 dech

  83. asoy mengatakan:

    Kulo Nuwun,Dul Eddy
    apa anda keturunan Syech Siti Jenar?????
    anda kok berani bilang bahwa sunan kalijga tak pantes jadi Sunan,benahi dulu diri anda sebelum terlambat.
    saya tahu anda siapa,jadi berhati2lah dalam membuat statement separah itu.

  84. brandon alan scofield mengatakan:

    mas eddy , delete aja itu comment yang ngawur

    itu comment no 85

  85. Hadi Setyono mengatakan:


    Kulo Nuwun,Dul Eddy
    apa anda keturunan Syech Siti Jenar?????
    anda kok berani bilang bahwa sunan kalijga tak pantes jadi Sunan,benahi dulu diri anda sebelum terlambat.
    saya tahu anda siapa,jadi berhati2lah dalam membuat statement separah itu.

    Wah baru tahu nih mas eddy keturununannya Syech Siti jenar. Kebetulan saya keturunannya sunan kalijaga. Walaupun saya jauh dari pulau Jawa, tapi saya belajar tentang ajaran-ajarannya. Saya fikir Sunan kalijaga sudah layak jadi Nabi, karena beliau pernah belajar dari Sunan bonang dan Nabi Khidir. ya ilmu agama itu luas tho, jadi bisa belajar dari syariatnya dulu, baru ilmu hakikat juga ilmu makrifat. Perlu diketahui lho, bagi penggemar SP, sunan kalijaga itu juga pernah meramalkan tentag cah angon ini, coba saja simak lirik lagu gubahan sunan kalijaga, yaitu lagi lir-ilir:


    Lir-Ilir

    Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir
    Tak ijo royo royo
    Tak sengguh panganten anyar

    Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi
    Lunyu lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira

    Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir
    Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
    Mumpung padhang rembulane, Mumpung jembar kalangane
    Yok Sura’e Suraiyo

    Terjemahan:
    Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir
    Tak ijo royo royo
    Tak sengguh panganten anyar

    Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi
    Lunyu lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira

    Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir
    Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
    Mumpung padhang rembulane, Mumpung jembar kalangane
    Yok Sura’e Suraiyo

    Lir ilir lir ilir tanamannya begitu semilir
    berwarna hijau royo-royo
    seperti pesta pengantin baru

    Anak gembala-anak gembala naikilah pohon belimbing itu
    biar licin naikilah untuk membasuh pakaian

    Pakaian-pakaian sobek dibagian pinggir
    jahitlah perbaikilah untuk menghadap sore nanti
    Mumpung terang rembulannya, mumpung jelas kelihatannya
    Mari soraki-sorakilah…

    Komentar:
    Makna pohon belimbing itu ialah syariat islam yang seharusnya
    dilaksanakan oleh para pamong praja, para pemegang jabatan dipemerintahan
    Biar sulit tapi jalanilah untuk kepentingan bangsa
    Makna Pakaian sobek adalah agama yang tidak dilaksanakan sebaik-baiknya terutama untuk menjaga moral para pemimpin bangsa.

    Jadi Sunan kalijaga pun meramalkan tentang cah angon yang akan memimpin bangsa ini dengan petunjuk syariat Islam meskipun sudah jauh-jauh hari meramalkannya walaupun dalam bentuk tembang yang dinyanyikan oleh anak-anak di Jawa.

  86. eddycorret mengatakan:

    82. BANG – Nopember 4, 2008
    eddycorret. anda tu mau .cari apa ??

    Anda lupa bila Blog saya ini kontrofersi. Artinya tulisan dalam blog ini bisa jadi sama dengan yang anda pikirkan, dan sebaliknya juga bisa jadi bertentangan dengan yang anda pikirkan. Apa anda sudah ingat ?

    83. BANG – Nopember 4, 2008
    SAYA TAU ANDA SIAPA

    Syukurlah bila anda sudah tahu siapa saya, karena saya sendiri masih belum tahu siapa saya sebenarnya.

    88. asoy – Nopember 5, 2008
    apa anda keturunan Syech Siti Jenar?????

    Weg, kok anda bisa mangatakan demikian ? Bukankah anda juga mengatakan

    saya tahu anda siapa,jadi berhati2lah

    Bila anda sudah tahu saya siapa kenapa juga masih bertanya. Apa benar anda sudah tahu siapa saya ?

    90. Hadi Setyono – Nopember 5, 2008
    Wah baru tahu nih mas eddy keturununannya Syech Siti jenar.

    Weg, ini nih bikin lucu aja.
    Kok jadi begini sejarahnya gimana ini.
    Waduh.

  87. asoy mengatakan:

    saya sudah tahu siapa anda,
    anda sudah berada dijalan yang sesat.
    kembalilah sebelum terlambat n jangan buat statement yang kurang diakui kebenarannya.wasssalam

  88. kulo mengatakan:

    analisa yang “koplak” :)

  89. eddycorret mengatakan:

    Bener tuh kata mas kulo.
    Memang analisa asoy koplak kedengarannya :)

    Dia katakan gue sudah berada di jalan yang sesat, tetapi dia kembali ke blog saya. Artinya dia mau ikutan tersesat, begitu kan. Padahal tidak semua manusia di muka bumi ini mengatakan seperti itu pada saya (boleh di cek).

    Jadi saya setuju analisa si asoy emang koplak. :P

  90. asoy mengatakan:

    Edi emang koplak,

  91. habib Muhammad bin Usman Al-khaisiy mengatakan:

    ilmu mu itu masih diperut dan dibawah perut…..
    jd saran saya gak usah lah u bahas urusan para wali….
    u tau apa sih tentang mereka??????
    limu mu itu masih ilmu kulit yg ga ada isinya…jd sampe kiamat pun u gak akan tau ilmunya para wali…..
    mendingan u belajar aja sana bgmn syarat syah nya wudhu….
    itu udah baik bgt buat kamu…
    abiz itu u mandi, makan, mimik cucu, trus bobo….
    bereskan…………………………….

    demi Alloh aq tidak terima atas penghinaan u kpd kanjeng sunan kalijaga…
    astagfirulloh………

  92. eddycorret mengatakan:

    96. habib Muhammad bin Usman Al-khaisiy – Nopember 21, 2008
    ilmu mu itu masih diperut dan dibawah perut…..
    jd saran saya gak usah lah u bahas urusan para wali….
    u tau apa sih tentang mereka??????
    limu mu itu masih ilmu kulit yg ga ada isinya…jd sampe kiamat pun u gak akan tau ilmunya para wali…..

    Emangnya kamu tau apa tentang aku ?
    Sampe matipun kamu tidak akan pernah mengerti aku.

    demi Alloh aq tidak terima atas penghinaan u kpd kanjeng sunan kalijaga…
    astagfirulloh………

    Makanya jangan asal baca, teliti sebelum berkomentar.

    Tiada maksud saya menghina Sunan Kalijaga meskipun anda menilai saya telah menghinanya.

    Saya hanya bisa katakan anda belum bisa mengerti apa itu kontrofersi. Diberi usia seribu tahunpun sepertinya anda tetap saja tidak akan pernah mengerti apa itu kontrofersi.

    Bila tidak terima trus mau apa? Mau membunuhku……….
    Silahkan saja lakukan, bila memang takdir Tuhan aku akan mati ditanganmu. hihihihi. :P

  93. momox mengatakan:

    andaikata muncul nabi baru.. keliatannya perangai muslim arab tak beda jauh dengan yahudi ketika muhammad muncul jiakakakkaka.
    gimana yah rasanya kalau ntar muslim dikafirkan gara-gara tidak terima hal tersebut?
    memang otak pemuja kitab/dalil sulit menerima kenyataan.. kalau mereka nantinya tak bisa berlindung lagi dibelakang ayat-ayat buku/kitab suci dan memang tak mengikuti jejak nabinya

  94. syahrudin hasan mengatakan:

    saran saya tidak usah ribut -ribut, saya juga tidak setuju kalau kanjeng sunan kali jaga. di katakan tidak layak menjadi sunan. mending kita bicara yang lain aja..contoh kita sebagai umat ISLAM bersatu, agar di daerah kita tidak ada yg namanya kristennisasi. skrng sudah banyak suatu propinsi ( daerah ) yg di masuki oleh mereka ( nasrani ) dengan dalih acara sosial. contoh baru-baru ini, daerah bekasi.silakan klik http://www.swaramuslim.com. saya di balikpapan ( KALTIM ) dulu pernah ada, acara dng dalih pengobatan sosial, tapi di larang oleh pemkot, atas persetujuan MUI KALTIM.sekarang tempat kami punya moto yaitu, BALIKPAPAN MADINATUL IMAN.semoga daerah lain menyusul. ingat BANGSA INDONESIA MERDEKA KARENA ISLAM.

  95. abdul mengatakan:

    sori…… kalo gw habis dicukur pasti mandi, kata nenek gw entar budek, jadi menurut gw bisa aja sang prabu mandi setelah dicukur kan entar gatel n ngak mau budekjuga tuh prabu, kalo menurut gw gelar itu ngak terlalu penting yang terpenting adalah sebesar mana kadar keimanan seseorang n itu hanya ALLAH SWT yang tau

  96. DEMIT JOWO mengatakan:

    NAH BETUL KAN!!!

    WELEH WELWH JAGAD NUSWANTORO SEDANG GENCAR2 NYA DI GERILYA BUDAYANYA

    syahrudin hasan – Nopember 24, 2008

    saran saya tidak usah ribut -ribut, saya juga tidak setuju kalau kanjeng sunan kali jaga. di katakan tidak layak menjadi sunan. mending kita bicara yang lain aja..contoh kita sebagai umat ISLAM bersatu, agar di daerah kita tidak ada yg namanya kristennisasi.

    YAH YANG GINI2 INI KELAK AKAN DITINGGAL JAMAN, HE HE KORBAN PROVOKASI AGEN2 ASING!! BIAR INDONESIA BERANTEM TERUS JADI LEMAH DAN DIJAJAH LAGI….KATANYA NKRI “PANCASILA”

    TAKUT PERSAINGAN??…..PERBAIKI MANAJEMEN PERILAKU
    GITU AJA KOQ RUEPOT!!…KALAU BAIK KAN BANYAK PEMINAT DAN YANG SUDAH MAKE KAN NGGAK KABUR!!

    TAKUT KENA PENGARUH??…SEKEDAR CONTOH:
    IRAN, IRAQ, LIBYA DSB, SAAT DIEMBARGO AMRIK DAN KONCO2 NYA
    MESRA2 AN SAMA RUSIA DAN CHINA (NEGARANYA KOMUNIS-SEKULER)…SEKARANG NEGARA2 ARAB TADI APA KEPENGARUH JADI KOMUNIS DAN SEKULER?? YA NGGAK LAH

  97. eddycorret mengatakan:

    Itu kan politik om.

  98. DEMIT JOWO mengatakan:

    TENG KIU KIU
    indentified ?? Ok!!

    Lha Iya itu susahnya kalau sudah nuansa Politik!!
    Seperti Lakon Syekh Siti Jenar (SSJ) dan Wali Songo (WS),
    masalah “kebenaran” ditentukan oleh “kekuasaan”
    WS berkuasa terlebih berkerabat maka disitulah kebenaran berada
    jadi SSJ harus dihabisin.

    TENG KIU KIU

  99. Syahrudin Hasan mengatakan:

    politikbagi yang ngerti, yang awam mana mau tau asal gratis. ngikut..
    DEMIT JOWO. yg terhormat Antum tdk usah pakai bahasa jawa saya tdk ngerti. apa saya harus pakai bahasa kalimantan. Bahasa Indonesia ajalah.

  100. Syahrudin Hasan mengatakan:

    bang edi, ntar lagi kan hari raya idul adha, tlng dong….bang edi catatin.. tata cara mandi sholat idul adha, dari pertama sampai terkhir. sebelumnya thanks

  101. DEMIT JOWO mengatakan:

    Yth.Syahrudin Hasan

    Ya begitulah saya, maaf saja tentang bahasa, maklum saja saya sedang nyelesaikan kejar paket B (untuk baca tulis)
    yah…sedikit kamus jawa ya, yang lainnya kalau nggak ngerti ya cari sendiri ok! harap maklum
    Demit = Jin, makhluk halus, setan juga boleh
    Jowo = ya Jawa
    Jelas???
    harap maklum jadinya saya “demit jowo” nilai “Bhs Ind nya minus”

    Kalau anda mau pake bhs kalimantan juga boleh, buebas koq
    lha nati kan saya bisa belajar! oke! Santai Bung!!

    Nah kalau sekarang saya minta anda jangan pake istilah/bhs “AraB”
    mau nggak???? bebas to!!
    *********************
    Syahrudin Hasan
    politikbagi yang ngerti, yang awam mana mau tau asal gratis. ngikut…..

    MAKANYA JADI GAMPANG DIPERDAYA/DITIPU…..he he

  102. 70608070 mengatakan:

    @Syahrudin Hasan
    kalo soal tatacara/syariat/adat istiadat dah gak dibahas, kalo mandi jelas pake air, kalo gajah pake debu, dari pertama sampe terakhir pada intinya kalo mandi ya yang bersih.
    lha idul adha hanya festival/seremonial yang dulunya kurbannya Ibrahim itu pake manusia trus diganti domba, trus yang lain hanya tiru-tiru berkurban domba. lah nilai-nilai pengorbanan kan musti diejawantahkan hati manusia dalam kehidupan setiap hari seperti dalam distribusi rizki Tuhan yang diamanatkan pada orang-orang kaya agar dapat memeratakannya sehingga jangan sampe ada yang rakyat/kawula kelaparan.
    ketika orang lulus menjadi sarjana mesti bisa mengamalkan ilmunya tapi sekarang semakin pandai dan sekolahnya semakin tinggi titelnya semakin tidak bermanfaat bagi rakyat kecil dan bodoh, tarifnya mahal, bayangkan saja untuk ketemu saja susah dan kalo ketemu musti bawa upeti… yah karena memang dah dibikin aturan/sistem sendiri untuk memperkaya diri, ngakunya muslim dan muhammad jadi tauladannya tapi yah kalo soal budi ya munafik gicuuu… tapi tidak semua
    yah lihat saja indonesia yang kaya dengan orang-orang yang suka makan darah daging rakyatnya sendiri… bisa disiapkan untuk Ngidul Adhahahaha.. ke laut aje!

  103. DEMIT JOWO mengatakan:

    Teng kiu Den Mazz…gambarku BUTO IJO rambut Gendruwo he he

  104. eddycorret mengatakan:

    105. Syahrudin Hasan – Desember 3, 2008
    bang edi, ntar lagi kan hari raya idul adha, tlng dong….bang edi catatin.. tata cara mandi sholat idul adha, dari pertama sampai terkhir. sebelumnya thanks

    Weg.
    Siapa yang mau dilihat mandinya kok sampe dicatetin segala.

  105. DEMIT JOWO mengatakan:

    Bung/Bang/Boss Eddy

    Sepertinya perlu bikin posting artikel : konsultasi khusus tata cara beribadah, jadi ada fokus nya,

  106. Syahrudin Hasan mengatakan:

    yth: DEMIT JOWO
    tau gak kenapa di daerah jawa itu banyak di timpa musibah, salah satunya lumpur lapindo, karena didaerah jawa itu banyak maksiat, banyak sirik, contoh GUSDUR nyata2nya buta mata dan buta hati malah di agung2kan,kalau DEMIT JOWO bukan agung2kan lagi malahan berTUHANKAN GUSDUR, DASAR GILAAAA

  107. Syahrudin Hasan mengatakan:

    70608070. SDR TIDAK TAU TENTANG AGAMA ISLAM TOLONG JANGAN IKUT CAMPUR. LAKUM DINUKUM WALIADIN.

  108. eddycorret mengatakan:

    111. Syahrudin Hasan – Desember 6, 2008
    tau gak kenapa di daerah jawa itu banyak di timpa musibah

    Mau tau jawabannya. Silahkan meluncur ke http://eddycorret.wordpress.com/2008/06/30/bencana-di-indonesia-merupakan-bias-hologram/

  109. Raden Kuswanto mengatakan:

    Om Eddycorret, maaf, apa yg diceritakan oleh naskah/serat Darmogandul menurut sy belum “pas” menjadikan rujukan untuk mengupas judul “Sunan Kalijaga tidak layak Menjadi Sunan”.
    Pandangan sy, pada waktu peristiwa Sunan Kalijaga mengislamkan Prabu Brawijaya V, apakah penulis buku/serat Darmogandul ada di TKP?
    Jika kita bisa mendapatkan rujukan ilmiah yg mengatakan bahwa Penulis pada peristiwa/tragedi Sunan Kalijaga mengislamkan Prabu Brawijaya V ada di TKP (Tempat Kejadian Perkara), mungkin ini serat Darmogandhul bisa diterima.
    Di naskah tsb Sy hanya menemukan nama-nama yg terlibat pada peristiwa tsb spt Sunan Kalijaga, Prabu Brawijaya V, Sabdopalon & Noyogenggong, dan mungkin beberapa pengawal/prajurit Majapahit.
    Jadi kalau kita berdiskusi ttg proses pengislaman Prabu Brawijaya V oleh Sunan Kalijaga akan timbul polemik, dikaitkan dgn judul diatas. Mungkin pembaca blok ini hanya menemukan/akan melihat kwalitas Om Eddycorret dan beberapa teman2 yg membeberkan/ menjelaskan ttg proses/tatacara masuk agama Islam dgn segudang dalil (menurut sy sangat bagus).
    Satu lagi mengomentari judul “SUNAN KALIJAGA TIDAK LAYAK MENJADI SUNAN”. kalau dilihat dari judulnya sih Sunan Kalijaga sudah jadi Sunan, krn kata/jabatan sudah melekat pada namanya. Gini aja deh, maaf yah, agar lebih yakin beliau sudah menjadi Sunan, tak tambahi SK Pengangkatan Jabatan Sunan dari sy Bocah Angon (gitu aja kok repot). Sedangkan untuk masalah tata cara/prosedur masuk islam (aku mau tanya dulu dgn Om Eddycorret siapa kira-kira yg pas menjabat jadi Ustad dari sekian temen2 yg masuk blok ini) segera diusulkan SK-nya mau tak teken sekalian biar rampung, biar ngurangi kerjaan sy (gitu aja kok repot).

  110. eddycorret mengatakan:

    114. Raden Kuswanto – Desember 7, 2008
    apa yg diceritakan oleh naskah/serat Darmogandul menurut sy belum “pas” menjadikan rujukan untuk mengupas judul “Sunan Kalijaga tidak layak Menjadi Sunan”.

    Jadi menurut anda emang Serat Darmogandulnya yang ndak beres dan tidak bisa diterima. Kalo cuma 1 orang yang tidak terima, masih bisa muncul banyak fersi untuk menerima atau tidaknya. Sementara data mengenai pengisalaman Prabu Brawijaya cuma diperoleh dari Serat Darmogandul, jadi ya mau gimana lagi. Untuk sementara percaya aja deh hanya dengan satu sumber.

    Gini aja deh, maaf yah, agar lebih yakin beliau sudah menjadi Sunan, tak tambahi SK Pengangkatan Jabatan Sunan dari sy Bocah Angon (gitu aja kok repot).

    Hehehe.
    Kok sampe memberi SK pengangkatan. Lucu kedengerannya kan orangnya dah meninggal 500-an tahun silam. Jadi anda memberi SK pengangkatan pada orang mati yah. Wow serem.

  111. sony mengatakan:

    mas edy kayaknya sampeayan kebanyakan nonton “dragon ball” jadi wali sampeyan sunan boll……

  112. Raden Kuswanto mengatakan:

    Setelah sy baca komentar teman2 yg baik dan bijak yaitu no.7, 82, 89, 90, 96, 101. Sy ucapkan terima kasih. Serat Darmogandul sebetulnya adem ayem aja. Sunan Kalijaga adalah seorang Syekh guru Tarekat yg patut diberi hormat. Walaupun Eddycorret pintar dgn dalil2 Islam, terlihat dari setiap komentar dari teman2, selalu dipatahkan, tetapi sesungguhnya lilinnya belum menyala. Manusia ibarat sebuah lilin, ia pintar berargumen karena jebolan sekolah perguruan tinggi Islam, atau lulusan pesantren, atau karena rajin membaca dan mengaji. Tetapi sesungguhnya lilin itu belum menyala, lilin itu akan menyala, memancarkan getaran Illahi, jika lilin itu telah dinyalakan oleh sang mursid yang sudah mencapai tataran insan kamil.
    Mustahil, seseorang bisa mencapai tingkatan insan kamil (makom Ma’rifat Mukasyafah) jika lilinnya belum dinyalakan. Sunan Kalijaga adalah tokoh yang tidak gampang didikte oleh manusia awam yang tingkatannya baru tahap syariat.

  113. eddycorret mengatakan:

    116. sony – Desember 10, 2008
    mas edy kayaknya sampeayan kebanyakan nonton “dragon ball” jadi wali sampeyan sunan boll……

    Bukan hanya Dragonball om. Kita cek satu persatu yah.
    1. Di Indosiar, Dragonball ceritanya sampe Goku menuju ke rumah Raja Dewa Emperor, sementara Gohan dilatih Pikolo.
    2. Di Indosiar, Naruto ceritanya sampe Team Guy tanding lawan diri mereka sendiri, sementara Naruto Kakasi lawan Deidara.
    3. Di Indosiar, Bleach ceritanya sampe Ichigo dilatih untuk meningkatkan kekuatan pedangnya hingga 10 kali lipat.
    4. Di Global, One Piece ceritanya sampe Franky bergabung menaiki kapal baru Rufy buatan Franky sendiri.
    5. DI Global, Inuyasha ceritanay sampe Inuyasha berusaha membebaskan temen wanitanya dari penculikan.

    117. Raden Kuswanto – Desember 10, 2008
    Tetapi sesungguhnya lilin itu belum menyala, lilin itu akan menyala, memancarkan getaran Illahi, jika lilin itu telah dinyalakan oleh sang mursid yang sudah mencapai tataran insan kamil.

    Jadi ini yah muridnya Sunan Lawu (Eyang Macan Putih).

    Jangan diibaratkan manusia dengan lilin. Manusia ada yang memang menjadi lilin tetapi tidak semua manusia menjadi lilin. Kalo manusia menjadi lilin maka manusia bisa memberi penerangan pada siapapun tetapi dirinya terbakar habis.

    Tapi bila anda mengibaratkan saya dengan lilin tidak masalah karena tidak akan merubah apapun dalam diri saya. Anda juga mengibaratkan lilin dalam diri saya tidak menyala. Justru saya katakan bila dalam diri saya tidak ada lilin, jadi tidak akan pernah menyala.

    Sunan Kalijaga adalah tokoh yang tidak gampang didikte oleh manusia awam yang tingkatannya baru tahap syariat.

    Yang mau mendikte orang mati juga siapa. Apakah anda pikir tulisan saya untuk mendikte Sunan Kalijogo ?
    Bila itu yang anda pikirkan, silahkan pikirkan saja. Ndak masalah.

    Tidak kusangka muridnya Sunan Lawu seperti ini.

  114. DEMIT JOWO mengatakan:

    111. Syahrudin Hasan – Desember 6, 2008

    yth: DEMIT JOWO
    tau gak kenapa di daerah jawa itu banyak di timpa musibah, salah satunya lumpur lapindo, karena didaerah jawa itu banyak maksiat, banyak sirik, contoh GUSDUR nyata2nya buta mata dan buta hati malah di agung2kan,kalau DEMIT JOWO bukan agung2kan lagi malahan berTUHANKAN GUSDUR, DASAR GILAAAA

    Yth. Syahrudin Hasan
    He… HE…. he… hua… ha… ha
    jangan konyol gitu, katanya anda Muslim (cinta damai) soleh, lha koq ngomongnya kaya gitu…astagafirullah!!!

    kamu katain saya GILA….oh baru tahu ya! saya nggak cuman gila tapi uedannnn koq!! puas…puas!!!! he he he
    Betul!!!! kata anda di Jawa banyak maksiat, banyak sirik…ueee malah tambah lagi banyak jangan lupa: mutilasi, dsb.

    Ya Syukurlah kalau di Kalimantan (ditempat Anda) nggak ada seperti itu….oh ya berarti berita dan foto tentang Sampit, Illegal Logging, dsb di berbagai media itu bohong semua??

    Kalau tentang Gus Dur seperti yang anda katakan, WAH SAYA NGGAK KOMENTAR….Tolong sampaikan sendiri ke Gus Dur,
    karena saya manusia yang nggak punya wewenang untuk Suudzon apalagi mengatakan/menghakimi/ seseorang seperti itu/yang anda katakan, karena belum tentu saya lebik baik dari dia/orang lain

    Saya ber Tuhan kan GUS DUR, selama ini saya tidak pernah me njadikan dia sebagai Tuhan.

    dan ketahuilah:……..!!

    SAYA LEBIH BAIK DIAJAR Oleh atau BERGURU Kepada “DEMIT/ROH HALUS atau anda menyebut SETAN sekalipun, TETAPI memberi pelajaran tentang KEBAIKAN dan senantiasa MENYEMBAH TUHAN/ALLAH/SANG HYANG WIDHI/SANG HYANG TUNGGAL
    yang berintikan “KASIH” ….
    daripada berguru kepada / diajar oleh
    manusia (entah itu Ustadz, Pendeta/Pastur/Suhu, atau apapun) yang “MASIH” ….. MENYISIPKAN PESAN “PERMUSUHAN/KEMUNAFIKAN Dsb” yang dikemas/dengan dalih ada TUNTUNAN Nya.
    yahhhh apalagi kalau sang ustadz seperti anda karakternya…
    maaf ya…sekali lagi astagafirullah…!!
    Saya bukannya dapet pencerahan namun jadi ngeri!!…karena gampang tersinggung dan marah….serta merasa paling unggul dan benar sendiri.

    Wassalamualaikum Wr. Wb
    Omm Swasti astu namassidem
    Syaloom
    Rahayu

  115. DEMIT JOWO mengatakan:

    oOOOO…….

    Raden KUSWANTO itu muridnya Sunan Lawu to???

  116. DEMIT JOWO mengatakan:

    YTH. RADEN KUSWANTO

    Beneran nih kata Bozz Eddy, anda itu murid Sunan Lawu, wah beruntung sekali!

    Di Post Tulisan Bozz Eddy
    :MENGENAI ANAK DEWA
    PERTANYAAN SAYA KOQ BELUM DIJAWAB??
    SAYA SANGAT MENUNGGU JAWABAN PANJENENGAN RADEN KUSWANTO

    NUWUN

  117. putu mengatakan:

    intinya semua masing-masing terletak pada diri sendiri, ga usah lah mengkritik orang lain sebelum kita benar. kita harus berkaca pada diri sendiri apakah perbuatan kita di dunia sudah berarti bagi diri sendiri, keluarga masyarakat, bangsa dan negara

  118. karebet mengatakan:

    arti atau sebuah makna dari sunan dan wali itu berbeda ,, gak ada hubungannya sunan dengan tugas kewalian,hanya saja kebetulan seorang waliyullah menjadi seorang sunan….coba anda lebih jeli cari tau arti sunan…dan wali. yang jelas la ya’ riful wali ilal wali……..coba anda pelajari dalam kitab hikam.

  119. Fey mengatakan:

    Imam Syafei berpendat bahwa mandi bagi mualaf hanyalah sunat.. Sahabat-sahabat Rasulullah yang lain ada juga yang tidak mandi setelah mengucap kalimat syahadat.

    Rukun Islam itu syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji..kuncinya syahadat, barangsiapa bersaksi tiada Tuhan selain Allah maka Islamlah dia.. bukan pada ritual, baru setelah itu dia harus belajar shalat dengan bersuci terlebih dahulu.. bersuci dari hadas kecil dengan wudhu dan dari hadas besar dan najis dengan mandi..

  120. eddycorret mengatakan:

    Disitulah letak perbedaannya, antara satu imam dengan imam yang lain tidak sama. Antara satu muslim dengan muslim yang lain juga tidak sama.

  121. Budi mengatakan:

    Bisa saja sunan Kalijaga memiliki kekurangan sebagai manusia biasa tapi sesungguhnya Allah maha Pengampun. Selama itu bukan dosa menyekutukan Allah maka semoga Allah SWT mengampuni Sunan Kalijaga. Karena itu Umat Islam harus selalu mempelajari agama Islam berpegang pada AlQuran dan Hadist. Insya Allah Sunan Kalijaga akan mendapat rahmat Allah karena niatnya tulus dan suci dalam menyebarkan agama Islam tercinta ini. Saat ini jarangs ekali para ulama yang mau meng-Islamkan orang-orang non muslim seperti para Sunan.
    BTW: Kalau anda menolak Sunan Kalijaga sebagai Sunan maka Judulnya harusnya: “Kalijaga tidak layak menjadi sunan” (nama Kalijaga jangan disebutkan lagi sebagai sunan).
    Bagi saya Sunan Kalojaga tetaplah Sunan.

  122. eddycorret mengatakan:

    Selama itu bukan dosa menyekutukan Allah maka semoga Allah SWT mengampuni Sunan Kalijaga.

    Kalau tidak salah ada sebuah hadits yang kurang lebih berbunyi bila Rosulullah SAW dalam sehari minimal 100 kali mengucapkan Istighfar. Mencontoh Nabi Muhammad SAW maka dengan membiasakan diri beristighfar minimal 100 x perhari senantiasa akan menghapus dosa-dosa yang pernah bahkan biasa kita lakukan.

    BTW: Kalau anda menolak Sunan Kalijaga sebagai Sunan maka Judulnya harusnya: “Kalijaga tidak layak menjadi sunan” (nama Kalijaga jangan disebutkan lagi sebagai sunan).

    Saya hanya bisa membuat tulisan. Apabila saya bisa bertemu langsung dengan Sunan Kalijogo, maka akan saya katakan kepadanya : anda tidak layak menjadi Sunan berikut alasan-alasan yang membuat saya mengambil kesimpulan tersebut.

  123. budi mengatakan:

    mohon lebih berhati-hati dalam melukis sebuah redaksi..sejenak coba kita posisikan diri kita pada zaman dalam serat dharmogudul. yang kita bicarakan hanyalah syariat nya saja..

    wa’Allohualam…

  124. eddycorret mengatakan:

    Ya … kemungkinan hanya Syariatnya saja.

  125. Raden syahid mengatakan:

    kata spa ya sunan kali joga bgtu otu hnya fitnah nggeh seng asli mboten niku

  126. eddycorret mengatakan:

    Trus yang asli bagaimana ?

    Mohon menggunakan bahas Indonesia biar semua bisa membaca tanpa harus menterjemahkan lebih dulu.

  127. suka komment mengatakan:

    waduh mas, sunan kalijaga justru sunan yang paling jenius,,,simaklah buku ini “Sejarah Walisongo”, disana diuraikan kehebatan sunan kalijogo, sampai begitu hebatnya beliau, nama beliau sangat harum dikalangan orang2 Jawa…
    saya malah yakin, andai beliau ga lahir mungkin Islam akan secepat itu menjadi agama mayoritas di Indonesia…

  128. eddycorret mengatakan:

    Kalau dilirik dari kesaktiannya memang begitulah kenyataannya seperti yang ditulis dalam buku-buku. Dilirik dari keberhasilan menyebarkan Islam memang demikianlah kenyatannya seperti yang ditulis dalam buku-buku. Sementara bila dilihat dari Serat Darmogandul maka demikianlah data yang bisa diperoleh hingga akhirnya saya bisa menerbitkan sebuah tulisan kontrofersi mengenai Sunan Kalijogo tersebut.

  129. SantriGendeng mengatakan:

    mas yg punya blog. tanya sendiri aja ke kanjeng sunan kali jaga, jadi kmu tau yg sesungguhnya, jgn kamu tanamkan penyakit di hatimu sendiri,
    so,alnya POSTINGAN KAMU KEBANYAKAN BERBAU SPIRITUALIS. jadi udah barang tentu kamu bisa menemuinya.
    jgn cepat 2,mengambil kesimpulan tanpa dasar ilmu yg nyata. buku itu hanya TEORI.
    sekian dulu mudah 2han mengingatkan kita utk lebih bersikap ELING DAN WASPADA. secara ARIF DAN BIJAKSANA.

  130. eddycorret mengatakan:

    Saya baru bisa menerawang dan belum bisa menemui yang saya terawang. Namun saat ini saya terus berlatih dengan keyakinan kelak dapat bertemu khususnya dengan Malaikat Mikail sebagai target utama.

  131. singomenggolo mengatakan:

    inikan hanya dongeng, pas dialog antara sunan kalijogo dan prabu brawijaya itu kan yang ada katanya sahabat sunan 2 orang, prabu brawijaya, sabda palon dan naya genggong, lha trus yang nulis cerita ini sapa ya? yang cerita sapa? apakah yang cerita ini hidup pada saat itu dan ikut nimbrung percakapan itu? ataukah sabdo palon yang cerita ke si pembuat cerita? tapi hebatnya lagi, si pembuat cerita bisa tau perasaan detil orang yang diceritakan … apa jaman dahulu udah ada kamera atau alat perekam ya??? apakah ada juga lie detector ???
    sebenernya ini cerita yang asyik serta filosofi dan pemahaman yang unik dari si pengarang cerita. ceritanya kapan ditulis, yang nulis siapa? orangnya bisa di percaya gak? wuih .. panjang …

  132. eddycorret mengatakan:

    Yang nulis Serat Darmogandul yaitu Ronggowarsito. Keknya dia tidak hidup pada saat peristiwa tersebut terjadi namun jauh setelah itu. Apa di zaman dulu udah ada kamera lom ? Waa … yang ini dijawab sendiri aja.

  133. Akur mengatakan:

    Di kejawen ada camera video yang mampu merekam peristiwa dialog tersebut tanpa kesalahan sedikitpun, namanya Wangsit, apabila sudah mampu, ditangkap atau jatuh dijaman apapun beritanya sama persis tidak berubah, baik jatuh ditangkap oleh Ronggo Warsito ataupun SP, bagi yang belum mampu kalau berusaha menangkap atau mengintip Wangsit hasilnya tidak jelas dan cenderung ngawur, itulah teknologi spiritual namanya….

  134. eddycorret mengatakan:

    Di kejawen ada camera video yang mampu merekam peristiwa

    Apa hanya di kejawen saja kk. Kalau cuma di kejawen saja maka peristiwa jaman Nabi dan Rosul terdahulu ndak bisa ditengok lagi donk dengan kemampuan apapun.

  135. Hutajulu mengatakan:

    Mas eddy iki piye to….. kan alat untuk meneropong Nabi dan Rosul yang namanya” Wahyu kan sudah habis”, kalao diteropong pakai kejawen kan tidak akan ada yang percaya kan beda wilayah dan lagi udah kebanyakan ayat dan hadis yang berlimpah ruah….Horas bah…..

  136. eddycorret mengatakan:

    Maap beda dasar teorinya.
    Kalau saya menggunakan teori Hologram.

    Dalam kerangka teori Hologram sebenarnya Alam Semesta dan segala isinya diciptakan Tuhan berada dalam Bias Hologram. Apakah itu makhluk fisik, non fisik, makhluk hidup maupun benda mati semuanya di dalam Hologram tersebut selama masih berada di Alam Semesta.

    Oleh karena manusia hidup dalam Bias Hologram tersebut maka segala hal yang terjadi sejak Adam as bahkan sejak sebelum Adam as tercipta, semuanya terekam dengan sangat baik oleh Hologram lalu membias (memantul) sehingga manusia sekarang bisa melihat biasnya (pantulannya) apa saja yang telah terjadi dahulu di muka bumi ini.

    Untuk itu kalau ingin melihat peristiwa pada masa Nabi dan Rosul terdahulu cukup dengan melihat bias/pantulan di Hologram Alam Semesta saja. Soal cara mungkin bisa lewat Meditasi, Semedi, Terawang, Wangsit DLL.

  137. aan mengatakan:

    ikut nimbrung ah, kata sunan itu bahasa arab, sperti yg mas eddy tulis diatas artinya sama dengan sunnah atau hadits, seperti sunan tirmidzi, sunan abi dawud, terus masuk islam itu yang wajib membaca syahadat, sedang mandi sedang mencukur rambut itu sunnah.
    udah lah enggak usah geger semua, toh yang menerima islam dam ibadah bukan anda semua, yang menerima itu ALLAH para hadirin sekalian, mau diterima mau ditolak, masuk surga atau neraka terserah Yang Kuasa. oke broer…………………………….!

  138. Dewa Ruci mengatakan:

    Waduuuuuh…saya kok jadi geli baca tulisan-tulisan / komen-komen…yang satu kelihatan sekali BODOH nya dan yang satu lagi pura-pura Pinter padahal Bodoh…sama- sama BODOH kok ya pada ribut…wkwkwkwk…apa HASIL nya ??????

  139. Noery mengatakan:

    Dengan cara yang salah saja, mampu mengislamkan seluruh nusantara. Itu sudah sangat luar biasa, dan memliki kelebihan yang tidak di miliki orang lain. Kalau mau menunggu mana yang benar, bisa2 seluruh rakyat indonesia masih Atheis sampai sekarang.
    kang mas yang merasa paling benar, tolong perbaiki dong kekurangan 9 wali yang anda anggap tidak pantas tadi. Untuk membuat masyarakat indonesia menjadi lebih sempurta lagi Islamnya

  140. Bayu mengatakan:

    Mohon tdk dangkal dlm penulisan koment topik. Meski ini forum umum bkn forum ilmiah. Setiap yg ditulis akan dibaca oleh siapapun dgn penafsiran yg beragam. Setiap pembaca pasti ingin dptkan pengetahuan yg lbh dari sekedar koment asal-asalan. Jika memang tmp ini hanya utk curhat-curhatan mohon jgn mengangkat tema yg sensitif bagi orang/kelompok lainnya. Ini utk menghindari ketersinggungan akibat dangkal dan asal-asalan koment spt banyak diatas. Maaf kalo saya sedikit menyela. terima kasih.

  141. Rudy Susila mengatakan:

    ada misi apa anda mbuat topik ini….??? knp anda yakin betul dgn serat Darmagondul… Bkn kah hanya bersaksi atau bersayhadat dan disaksikan para wali2 AllAH itu sudah sah dimata AllAH. sesuai dgn Perjanjian Ruh qta sblum menyatu dgn jasad. AllAH Hanya meminta kpd qta agar menepati perjanjian serta menyakinin baik lahit maupun batin. akan adanya AllAH dlm kehidupan Dunia dan Akherat yang mempunyai sifat2 yang sempurna. yang dijelaskan secara luas dlm Kitab suci Al.Qur’an. jangan mempecah belah umat islam dengan dagelan topik km. jngan menjelek”kan para kekasih AllAH.

    Maaf saya hanya manusia bodoh… hanya ingin menungkapkan isi hati saja. semua kembali pada AllAH.

    • eddycorret mengatakan:

      ada misi apa anda mbuat topik ini….???

      Missi utama pembutan blog kontrofersi berikut dengan semua tulisan yang diterbitkan yaitu menciptakan kontrofersi pada siapa saja baik yang sudah benar maupun yang masih salah pengertiannya akan SP dan hal-hal yang terkait dengannya. Selanjutnya kelak biar SP sendiri yang akan meluruskan mana yang benar dan mana yang salah. Hal ini dikarenakan Serat Darmogandul sendiri di dalamnya ada sisi benarnya juga ada sisi salahnya.

  142. Addy mengatakan:

    Sedang mencari jawaban..
    1. Sebelum Pajajaran & Majapahit dikuasai Islam, kedua kerajaan ini maju dan makmur, tapi tidak lama setelah dikuasai Islam (lewat peperangan) malah dengan mudah menjadi jajahan Belanda, gak tanggung2, 3,5 abad lamanya.
    2. Apakah pernah Rosulullah menyebarkan agama Islam dengan cara menguasai negara/wilayah tertentu dengan peperangan ?
    Hal ini menurut saya penting untuk menjawab apa yg terjadi dg umat Islam di Indonesia saat ini.

    • 'siti nurhaliza mengatakan:

      sebenarnya ada missink link antara fase majapahit pajajaran dan fase Islam,,,,

      kalau Darwin, missink link membuat bingung, maka akan saya beri solusi buat darwin biar ga bingung,,

      yaitu analogi….

      hehehe,,,

      tambahan referensi :
      1. kemakmuran majapahit pada masa hayamwuruk dan gajahmada
      2. kemakmuran pajajaran masa siliwangi
      3. perang bubad, antara majapahit dan siliwangi
      4. perang paregreg di majapahit antara sesama majapahit
      5. ……………
      6. masa kesultanan demak dan kemakmurannya, dikatakan sampai di pelabuhan semarang masa demak adalah pelabuhan terbesar di asia tenggara,,,,bisa digambarkan kira2 dibandingkan masa sekarang
      7. kedatangan imperaliss barat, kerajaan pajajaran minta bantuan dari portugis karena kondisi pajajaran sudah mulai melemah.
      8. masa kesultanan mataram sultan agung yang sangat makmur
      9. masa kejayaan VOC, kehancuran semua kerajaan nusantara, sengsaranya rakyat indonesia

      hehe…nah tinggal dicari jawaban yang kosong pada nomer lima, itulah missink link…

      saya beri kunci sedikit hehe….sebuah periuk nasi terguling, dan sesama orang jawa kalau berantem selalu membawa keris,,,hehe….

      apa hayo hehe….

      • Bayu mengatakan:

        Sebenarnya tdk ada missing link masa majapahit ke demak. Sdh jelas tertulis dgn nyata bahwa runtuhnya majapahit krn kudeta raden patah kpd prabu brawijaya V th 1478. Prabu brawijaya V menandai kudeta raden patah dengan mengatakan ”setelah ini pulau jawa spt angsluping srengenge sirnaing bhumi = setelah ini pulau jawa (org jawa) spt matahari yg tenggelam dan sirna (musnah) dari muka bumi”. Krn itu tdk ada satupun kerajaan2 di nusantara (bekas imperium majapahit) yg sudi mengakui demak dan keturunannya (pajang, mataram islam, solo, jogja) sbg pewaris imperium majapahit.
        Ini juga tanda berakhirnya KEJAYAAN NUSANTARA LAMA yg dimulai dari imperium pajajaran, mataram hindu, sriwijaya, singhosari, majapahit. Setelah itu tenggelam dan KEJAYAAN NUSANTARA BARU akan muncul 500 thn kemudian (Sesuai perkataan sabdo palon kepada sunan kalijogo) yg ditandai dgn berdirinya kerajaan atau republik indonesia oleh soekarno (sang putra fajar) thn 1945…
        Wilayah kekuasaan imperium singhosari (abad 11) meliputi seluruh asia tenggara, krn armada2 pasukan marinir singhosari melakukan operasi2 militer di semenanjung malaya, indochina, filipina, seluruh papua, bagian utara australia. Imperium singhosari berlanjut ke raden wijaya (menantu & pemersatu keluarga prabu kertanegara) pendiri imperium majapahit. Jadi sdh seribu tahun yg lalu pasukan2 marinir jawa terkenal tangguh dan berpengalaman dlm operasi2 militer di medan perang daratan asia. Bahkan berhadapan langsung dan terlibat pertempuran melawan pasukan tartar khubilai khan dari imperium tiongkok untuk mempertahankan kedaulatan imperium sighosari/majapahit di wilayah indochina. Sesuatu hal yg mustahil dilakukan pasukan kerajaan demak, pajang, mataram islam, solo, jogja. Dunia mengakui pasukan tartar sbg salah satu legiun terbaik dlm sejarah dunia terkenal tangguh di medan tempur eropah dan sukses menghancurkan kekhalifahan bagdad di timur tengah. Kehebatan operasi militer pasukan marinir jawa pd imperium majapahit selama 500 thn tdk ada yg bisa menandingi, yg bisa menandingi yaitu pasukan imperium KEJAYAAN NUSANTARA BARU yg disebut tentara nasional indonesia (TNI)

        • 'siti nurhaliza mengatakan:

          majapahit masih berdiri setelah demak berdiri, penemuan sejarah terakhir (saya ada bukunya hehe) bahwa majapahit benar2 runtuh tahun kurang lebih 1550 an,,,

          setelah ada peperangan demak dan majapahit, majapahit masih berdiri, cuman berganti raja…hehe…

          kalau masalah missink link itu memang ada kok, missink link itu terjadi karena perang saudara di majapahit, dan perang antara majapahit dan pajajaran,,,tentu saja membuat lemah kerajaan majapahit.,,,

          dalam segala sektor kehidupan, ditambah daerah2 pesisir yang jauh dari majapahit semisal kalimantan, sumatera, sulawesi, maluku melepaskan diri dari majapahit,,,,

          itulah missing link yang sangat logis terjadi kalau negara melemah, miskin dan rusak segala sisi kehidupannya, seorang penulis cina mengabarkan rusaknya kehidupan masa itu, orang jawa kalau bertengkar lalu membawa keris dan duel,,,,itulah yang terjadi pada masa missink link,,,hehe…saya kasih gambaran dikit, lebih jelasnya mari kapan2 kita kaji secara analisa sejarah dari berbagai sumber yang ada….hehe..

          • 'siti nurhaliza mengatakan:

            lagian neh yang menyebabkan awal mula tragedi kekalahan kerajaan mataram, adalah kebijakan amangkurat yang pro belanda,,,yang sangat beda dengan ayah beliau Sultan Agung….

            para ulama yang menentang kebijakan amangkurat pun dihukum mati oleh amangkurat…ribuan ulama dibunuh di alun2 mataram…

            nah mulai dari situ lah awal bencana, ketika kompeni mulai masuk ke kehidupan kerajaan mataram, dimana masa sultan agung, jangankan kompeni mencampuri urusan kerajaan, orang belanda yang datang ke mataram pun begitu takut dengan kewibawaan sultan agung, mereka kalau datang ke keraton dengan menyembah dan membungkuk karena segan dengan sultan agung,,,

            seorang penulis belanda mengatakan, betapa wibawa sang sultan yang memandang sekililing sebagai singa,,,

            hehe…

          • Bayu mengatakan:

            buku itu tdk salah, benar kalo majapahit benar2 abis thn 1550, itulah sisa2 terakhir keturunan majapahit ( kebo kenongo di pengging dan bathoro katong di ponorogo ). tetapi imperium majapahit di mojokerto sdh hancur pd 1478 yg diucapkan brawijaya V dlm sadhyakalaning majapahit spt uraian saya diatas.
            Harus jernih dan tanpa beban dalam melihat sejarah masa lalu. Jgn sekali-sekali mengulang kesalahan para pendahulu kita, yg mengakibatkan sejarah kelam orang jawa terulang kembali.

          • Bayu mengatakan:

            jaman sejak imperium majapahit runtuh 1478 hingga awal berdiri kerajaan atau republik indonesia 1945 sdh terlanjur tercatat dlm sejarah sbg jaman kegelapan bagi orang jawa, apa dan siapa para tokoh jaman kegelapan itu sudah jelas, dan suka ato tdk suka org jawa yg hrs menerima akibat tingkah polah mereka.

  143. susaki mengatakan:

    Apa sih essensi (Hakikat/isi) dari dua kalimat syahadat “Lailahaillallah Muhammad Rasulullah”?

    Hanya manusia yang bisa menjawab pertanyaan tsb, namun yang disebut manusia pun jumlahnya hanya segelintir saja, dan kanjeung sunan kalijaga merupakan salah satu dari manusia yang sanggup menjawab pertanyaan tersebut.

    • sa3a mengatakan:

      jadi menurut sampeyan apa hakikatnya….kan sampeyan termasuk “manusia” juga toh….

      • eddycorret mengatakan:

        Memang seharusnya mengetahui apa itu hakekat Syahadat. Apalagi bagi orang yang memang hidupnya untuk syiar agama maka mendalami labih dalam lagi makna Syahadat akan lebih baik.

        • dadangkardana mengatakan:

          tuk mengethui mengenal n merasakan hakekat syahadat hrs dengan laku. ibarat mau ke ibukota kmd di per4an jln ada papan petunjuk apakah hy dibaca aja? jd harus diikuti dg laku spritual. Bgmn bs mengenal merasakan hakikat syahadat? mengenali diri sendiri aja belum bisa.(SANGKAN PARAN DUMADI JASMANI DAN ROHANI).
          Perbedaan pendapat biasa wajar asal jgn diikuti hawa nafsu, shg hanya pendapat sendiri ydg paling benar.

        • setan alim mengatakan:

          pameeeeeerrrrrrr ..tau… anall.. lu mas

      • susaki mengatakan:

        Cita-cita saya yang paling luhur (mengalahkan cita-cita yang lainnya) adalah ingin menjadi manusia, namun untuk menjadi manusia saja tidaklah semudah membalikkan kedua telapak tangan, syarat untuk menjadi manusia itu mudah untuk diucapkan namun sangat susah dalam pelaksanaan.

        Yang disebut manusia itu adalah mereka yang berjalan pada “rel-rel kemanusiaan”, rel-rel kemanusiaan disini adalah deudeuhan sareung asihan (welas asih) kepada semua makhluk tuhan tanpa kecuali (tidak membeda-bedakan ras suku dan agama). Jangankah kepada sesama manusia, kepada hewan tumbuhan ia akan menyebarkan rahmat (kasih sayang).

        Jadi mas sa3sa harus dapat membedakan antara manusia dengan orang atau dengan orang-orangan (biasanya ada disawah). Yang sering mas sa3sa lihat sehari-hari adalah orang atau oranga-orangan atau ………itulah kenapa saya berkata manusia itu hanya segelintir saja.

        Essensi itu berada dibalik jubah mas sa3sa sendiri, tinggal bongkar saja, insyaallah ketemu.

  144. 'siti nurhaliza mengatakan:

    hehe,,,beli dulu lagunya siti nurhaliza, atau download juga boleh,,,,
    lalu dengarkan lagunya dan hayati dengan sepenuh jiwa…

    maka insyaAllah bisa menemukan rahasia di antara sunan kalijaga dan serat dharmogandul…

    hehe…

    tapi biasanya neh terus ada pertanyaan (andai masih bingung dan penasaran hehe),,,,lantas siapa kamu? dia menjawab, apa siapa aku penting buatmu….kalau siapa aku ga penting buat kamu, maka kamu ga perlu tahu siapa aku…

    hehe….

    terus apa yang harus kami lakukan?

    ya nyatakan cintamu lah dengan sebenar cinta kalau memang betapa besar rasa cintamu, sampai kau menemukan wajah kekasih hehe…

    kesimpulannya :
    download lagunya siti nurhaliza di tempat yg tersedia hehe…

  145. Adamakna mengatakan:

    Yang bener syahadat itu hanya ” Lailahaillallah” saja (banyak tertulis di bible perjanjian lama), orang arab terlalu mengagung-agungkan nabinya sehingga disisipkan “Muhammad rasulullah”, rasul itu banyak sekali bukan hanya muhammad saja maka menempatkan Muhamad sejajar dengan Allah di kalimat syahadat adalah klaim sepihak, akibatnya banyak umat yang menuhankan Muhammad dengan mengatakan Muhammad manusia sempurna dan ber shalawat nabi, kesempurnaan hanya milik Tuhan, dengan mengatakan bahwa agama sempurna sama dengan menuhankan agama

    Akibatnya pada saat wafat Nabi mengucapkan ” Umatku…umatku”, seharusnya “Allah….Allah…..” maka umat Islam harus berkumpul di padang masar lebih dahulu ketemu nabinya, seharusnya langsung kembali keharibaan Tuhan, disana tidak ada apa=apa kecuali Allah, alam semesta termasuk nabi-nabinya lenyap tidak ada lagi tinggi rendah

    • Budi mengatakan:

      kalimat syahadat Islam sudah benar yaitu, La Ilaha Ill Allah Muhammadur Rasul Allah. La Ilaha Ill Allah adlaha kalimat tauhid sedangkan Muhammadur Rasul Allah adalah kesaksian kita menerima Muhammad sebagai utusan Allah.

      Arti Syahadat ialah : Pengakuan atau Penyaksian yang sebenarnya. dan dua kalimat syahadat itu berasal dari perintah Allah SWT bukan semata-mata hanya perintah Rasulullah. Rasul hanya menyampaikan.

      Sepertinya orang yang bernama “Adamakna” merasa lebih pinter dari para Nabi.. Pengetahuan yang rendah seperti itu akan mudah disesatkan.

    • susaki mengatakan:

      Apa yang disampaikan mas adamakna seperti nyeleneh, namun dibalik itu semua ada pelajaran berharga bagi orang yang mempunyai mata dua dan bagi orang-orang yang berfikir. Dibalik yang tersurat ada yang tersirat.

      Kalimat Lailahaillallah (syahadat tauhid) itu ibarat suatu RUMUS, sedangkan Kalimat Muhammad Rasulullah (syahadat rasul) itu ibarat Penjabarannya dari rumus tersebut, dalam arti kalimat Lailahaillallah itu ditumbuhkembangkan (dijabarkan/diuraikan) dalam kalimat Muhammad Rasulullah.

      Demi tujuan pendidikan dalam agama islam, tetap saja kalimat Muhammad Rasulullah tersebut perlu diikutsertakan. Jadi apabila terjadi penyembahan dan pengkultusan umat islam terhadap Nabi Muhammad saw maka beliau lepas tanggung jawab dan tidak perlu dipersalahkan, yang harus dipersalahkan itu adalah umat yang mengkaji pendidikan islam yang diberikan beliau, ya…salah sendiri kenapa umat islam tidak mempergunakan akal (bukan otak) dan hati (bukan segumpal daging merah) dengan semestinya untuk bertafakur (berfikir) dan tadabur (menelaah).

      Secara syariat kalimat Laailahaillah dan kalimat muhammad Rasulullah itu mengandung 2 kalimat, namun pada hakikatnya 2 kalimat syahadat tersebut saling dukung satu sama lainnya (saling menguatkan) dan 2 kalimat syahadat tersebut merupakan 1 kesatuan yang tidak bercerai beraikan. Inilah jeniusnya (fathonah) Nabi Muhammad saw apabila dibandingkan dengan manusia manusia yang lainnya (para nabi rasul dan spiritualis lainnya) dalam mengajarkan suatu faham. Maka faham (pendidikan) yang diajarkan beliau lebih kuat mengakar kepada umatnya daripada faham yang diajarkan para spiritualis yang lain kepada umatnya.
      =====================================

      Dalil akalnya (dalil akli) begini:
      Dimisalkan saya memiliki biji rambutan, kemudian biji rambutan tersebut saya tanamkan kedalam tanah, maka seiring waktu dari biji rambutan yang ditanamkan tersebut keluarlah (tercipta) akar rambutan, batang rambutan dan daun rambutan.

      Setelah biji rambutan menjadi pohon rambutan maka lenyaplah wujud biji rambutan tsb, namun lenyapnya biji rambutan bukan tanpa sebab, kenapa demikian? karena wujud biji rambutan tersebut telah menjelma (maujud) menjadi pohon rambutan (akar, batang dan daun), dalam arti bahwa pohon rambutan tercipta dari biji rambutan. Disinilah berlaku bahwa biji rambutan menjadi batin (tidak kelihatan) karena telah menjadi pohon rambutan (dzahir), dan keberadaan biji rambutan tersebut mesra meliputi akar, batang dan daun rambutan (pohon rambutan).

      Setelah wujud biji rambutan maujud (mewujud/menjelma) menjadi pohon rambutan dengan sempurna, maka keluarlah (tercipta) buah rambutan dari ranting, dan apabila buah rambutan telah masak maka akan jatuh ketanah (terpisah dari pohon rambutan yang diliputi biji rambutan).

      Bolehlah dikatakan bahwa pohon rambutan adalah awal kejadian dari buah rambutan, dan buah rambutan adalah akhir kejadian dari pohon rambutan, maka ia yang awal (pohon rambutan) dan yang akhir (buah rambutan).

      Maka barang siapa yang percaya akan adaya pohon rambutan (awal kejadian) dan buah rambutan (akhir kejadian) maka akan percaya akan adanya biji rambutan sebagai asal usul pohon rambutan dan buah rambutan.

      Biji rambutan ibarat rumus, sedangkan pohon dan buah ramburan ibarat penjabaran/uraian daru rumus tersebut.
      =====================================

      Dalam memahami Lailahaillallah dan Muhammad Rasulullah maka kita harus memahami martabat 7 (ringkasnya disini hanya martabat Ahadiyah, wahdah dan wahidiyah).

      Ahadiyah wahdah dan wahidiyah hanya sekedar istilah, dipergunakan untuk memaknai keadaan yang sebenar-benarnya, yang apabila di artikan adalah sebagai berikut:
      Ahadiyah artinya tunggal dzat (Esa dzat).
      Wahdah artinya tunggal sifat (Esa sifat).
      Wahidiyah artinya tungal asma (Esa asma).
      Ketiga-tiganya (Dzat-Sifat-Asma) adalah satu kesatuan yang tidak bisa dicerai beraikan satu sama lainnya, yang mana keadaan tersebut sering kita sebut dengan istilah TAUHID (arab) atau gulung menggulung menjadi satu alias MANUNGGAL (sunda/jawa)

      Martabat Ahadiyah (tunggal dzat)

      Martabat ahadiyah adalah suatu keadaan yang tanpa batas (~), suatu keadaan yang hening yaqin, martabat ahadiyah adalah martabat dzat yang “ﻠـﻴـﺱﻜﻤﺛـﻠﻪﺸﻲﺀ” artinya dzat yang tidak ada umpama. Martabat ahadiyah disebut juga dengan martabat dzat yang maha suci, keberadaan dzat yang maha suci tidak dapat terjangkau oleh akal dan pikiran manusia, suci (bersih) dari segala sifat (rupa), suci dari segala asma (nama), suci dari segala gambaran, suci dari segala misal, suci dari segala hurup, kata dan bahasa, suci dari segala ilusi, khayal dan prasangka, malahan suci dari kata suci itu sendiri.

      Pada martabat ini belum ada tempat, ruang, dan waktu, belum ada apa-apa, yang ada hanya Dia Dzat yang maha suci saja, malahan kalimat “Dia dzat yang maha suci itupun belum ada”, lenggang tetapi sangat sarat tanpa batas, lowong tetapi sangat penuh tak terhingga, kosong tetapi berisi padat tak terkira.

      Apakah keberadaan Sifat & Asma yang maha suci sudah ada pada martabat Ahadiyah?
      jawab: Segala sifat & asma yang maha suci pada martabat Ahadiyah bisa dikatakan “ADA dan TIADA”.

      Untuk memudahkan pemahaman akal mengenai Sifat & Asma yang saya katakan “ADA dan TIADA” pada martabat Ahadiyah. sbb:

      Tanya :coba anda tanamkan biji keyakinan ke dalam tanah, apa yang akan terjadi?
      Jawab :setelah biji keyakinan ditanam pada tanah maka akan tumbuh sifat atau rupa dari akar keyakinan, batang keyakinan dan daun keyakinan.
      Tanya :dari mana asal sifat (rupa) akar keyakinan, batang keyakinan dan daun keyakinan?
      Jawab :berasal dari biji keyakinan yang ditanamkan pada tanah.
      Tanya :bagaimana pendapatmu “sebelum biji keyakinan tersebut ditanam kedalam tanah”?
      Jawab :sebelum biji keyakinan ditanam kedalam tanah belum ada apa-apa, dalam arti belum ada akar keyakinan, belum ada batang keyakinan dan belum ada daun keyakinan.

      Memang secara syariat keberadaan akar keyakinan, batang keyakinan dan daun keyakinan belum tampak secara nyata, tetapi secara hakikat adanya masih tersembunyi di dalam biji keyakinan. Keadaan akar batang dan daun keyakinan akan terurai (tampak) satu persatu setelah biji keyakinan tersebut ditanam di dalam tanah.
      Dari pemaparan di atas kita bisa mengambil pemahaman kepada akal bahwa sifat (rupa) dan asma (nama) yang maha suci pada hakikatnya telah sedia (Qidam) pada martabat ahadiyah, hanya saja keberadaannya belum tampak secara nyata (masih tersembunyi), itulah yang dimaksud bahwa Sifat dan Asma yang maha suci dikatakan ADA dan TIADA pada martabat Ahadiyah.

      Martabat wahdah (tunggal sifat)

      Martabat wahdah disebut juga dengan martabat sifat (rupa) yang maha suci. Sifat yang telah sedia pada martabat ahadiyah kemudian terurai pada martabat wahdah dengan segala nama-nama pada martabat wahidiyah.
      Pada martabat inilah hakikat muhammad atau nur ﺍﷲ dalam arti qodim terurai satu persatu, yang pertama nur ahad (jauhar awal/cahaya yang awal), yang kedua nur ahmad dan yang ketiga nur muhammad.

      Masing-masing dari ketiga nur di atas pada hakikatnya adalah satu kesatuan sifat (nur) yang maha suci yang tidak bercerai berai (wahdah=esa sifat). Hakikat muhammad merupakan pusarnya kesatuan alam sebagai sumber dari seluruh yang diadakan (makhluk).
      Nur ahad (Jauhar awwal) adalah sifat (rupa) yang menyerupai matahari, nur ahmad adalah sifat yang menyerupai bulan purnama tanpa bayang-bayang, dan nur muhammad adalah sifat yang menyerupai bintang-bintang yang bertaburan dengan warna merah, kuning, putih dan hitam.

      Martabat wahidiyah (tunggal asma)

      Martabat wahidiyah disebut juga martabat Asma yang maha suci. Ini adalah urainnya:
      Nur ahad isyarat hurup alif tegak diatas tasyid lafad ﺍﷲ
      Nur ahmad isyarat hurup tasyid pada lapad ﺍﷲ
      Nur muhammad:
      -Cahaya merah isyarat hurup alif lafad ﺍﷲ
      -Cahaya kuning isyarat hurup lam awal lafad ﺍﷲ
      -Cahaya putih isyarat hurup lam akhir lafad ﺍﷲ
      -Cahaya hitam isyarat hurup ha Hua lafad ﺍﷲ

      Jadi lafal Asma ﺍﷲ adalah symbol bagi keberadaan sifat yang maha suci atau rupa dari yang maha suci dalam hal ini hakikat muhammad atau nur ﺍﷲ dalam arti qodim. Dengan begitu keberadaan sifat yang maha suci atau rupa yang maha suci mewakili keberadaan dzat ﺍﷲ yang maha suci.

      Harus digaris bawahi, yang disebutkan diatas adalah sifat atau rupa (wajah) dari yang maha suci, jadi bukan menyebutkan keberadaan dzat yang maha suci, karena dzat yang maha suci itu “ﻠـﻴـﺱﻜﻤﺛـﻠﻪﺸﻲﺀ” artinya dzat yang tidak ada umpama, tidak bisa diisyaratkan dan tidak bisa diitibarkan keadaannya baik dengan lisan maupun dengan tulisan, jadi mau tidak mau harus dengan jalan mukasyafah (terbuka tutupan) dan musyahadah (penyaksian) langsung terhadap keberadaan dzat ﺍﷲ yang maha suci, setelah itu baru kita akan paham dengan sejelas-jelasnya terhadap Dzat “ﻠـﻴـﺱﻜﻤﺛـﻠﻪﺸﻲﺀ”

      Barang siapa percaya terhadap sifat ﺍﷲ yaitu hakikat muhammad (nur-dzatullah, nur-sifatullah dan nur-asmaullah) maka akan percaya terhadap dzat ﺍﷲ yang “ﻠـﻴـﺱﻜﻤﺛـﻠﻪﺸﻲﺀ”

      Beda faham? kembali kepada diri masing-masing, belajarlah untuk menerima perbedaan pendapat diantara sesama, Jangan mimpilah indonesia menjadi barometer bangsa-bangsa didunia apabila rakyatnya suka gontok-gontokan suka kafir mengkafirkan, tuduh bi’dah. musrik dll.

      Katanya sih orang islam harus menjadi rahmat bagi Alam, rahmat itu berasal dari sifat rahmaniyah dan rahimiyah yang artinya kasih sayang. Maka apabila kita benar-benar bergurukan kanjeung nabi muhammad saw maka tebarkanlah kasih sayang terhadap sesama.

      Bukan jaman lagi sentimen kepada suku ras dan agama yang berbeda dengan kita. uruslah diri sendiri, cintailah diri sendiri sebelum mencintai orang lain, dan cintailah orang lain seperti kita mencintai diri sendiri…..,apabila faham orang lain tidak dimengerti maka buanglah dan apabila dimengerti maka ambilah…..gitu aja kok repot.
      =====================================

    • dadangkardana mengatakan:

      klo berbeda keyakinan memang sulit bertemu. yg penting jaga n saling menghormati. kebenaran hanya milik Tuhan.

    • setan alim mengatakan:

      basi.kurang ntn bf.

  146. 'siti nurhaliza mengatakan:

    hehe,,,masalah penempatan kalimat bukan berarti menunjukkan kesamaan kedudukan..
    contoh saja suatu kalimat, TIDAK ADA LELAKI SEPERTI DIA, DAN WANITA YANG CANTIK FAVORIT SAYA ADALAH ‘SITI NURHALIZA…

    nah dua kalimat tersebut kalau disejajarkan apakah menunjukkan kesamaan antara lelaki itu dan siti nurhaliza…
    hehe…ya tidak lah, karena dia adalah lelaki, sementara siti nurhaliza adalah perempuan…beda jenis dong bagaimana bisa disamakan…

    begitu juga kalimat syahadat LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADAR RASULULLAH, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah,,,

    diANALOGIKAN dengan siti nurhaliza di atas, apa berarti Allah sama, sederajat dengan Nabi Muhammad?
    ya tidak lah, karena sudah jelas disebut Allah itu TUHAN,,,sementara Nabi Muhammad adalah nabi…

    Tuhan beda dengan Nabi..

    masalah kesempurnaan, ya beda lah, karena Allah itu maha sempurna,,,
    sementara Nabi Muhammad adalah MANUSIA SEMPURNA…

    apa sama antara kata sempurna dan maha sempurna..

    ya bedalah,,,hehe….maha menunjukkan sesuatu yang tidak terbatas, itulah sifat Tuhan…
    sementara kata sempurna adalah sebatas kesempurnaan dalam ukuran makhluq…

    masalah perkataan nabi saw, umatku…umatku…itu menunjukkan betapa besar kecintaan nabi kepada umatnya…
    dan ketika rasa cinta seseorang kepada orang lain harus menghilangkan rasa cinta kepada Tuhan, ya tidak lah apalagi bagi seorang nabi ,,,

    ketika nabi muhammad menyebut umatku, dalam hati beliau pun tetap ingat kepada Allah, karena beliau pribadi yang selalu berdzikir, dzikirullah…ingat Allah selalu…

    hehe…

  147. susaki mengatakan:

    Mas eddycorret dan teman-teman bagaimana nih?

  148. sa3a mengatakan:

    @Adamakna : Setiap kurun waktu Allah SWT turunkan nabi dan rosul….dan syahadatnya (kesaksian) masing2 umat sama semua yaitu kesaksian tentang keesaan Allah SWT dan kesaksian bahwa rosul (kurun waktu itu) hanyalah seorang utusan (nabi) Allah SWT….

    itulah kenapa Rasulullah SAW tdk mau tubuh fisiknya diabadikan melalui gambar atau patung dsb, karena takut ada umatnya yg khilaf menuhankan dirinya…

    Syahadat memang mudah diucapkan di mulut tapi hakikatnya ketika kita mengucapkan Lailaahaillallah, berarti dalam hati kita telah menafikkan semua kebesaran makhluk dan menggantikan hanya dgn kebesaran Allah SWT. Pertanyaannya apakah dlm hati umat sekarang hanya berisi kebesaran Allah SWT atau malah berisi kebesaran2 materi seperti uang, wanita, tahta, pekerjaan, artis dsb….sedangkan Muhammadarrasuulullah, berarti kesaksian bahwa kita akan menjadikan Rasulullah SAW yg hanya seorang manusia utusan Allah SWt, sbg tauladan hidup kita untuk mencapai ridloNYA….

    Kebesaran materi cukuplah diluar tubuh kita, janganlah dimasukkan dalam hati kita, gunakanlah materi sbg tools atau alat untuk mencapai tujuan hidup sesungguhnya….jangan menuhankan materi….
    itulah kenapa SP nanti awalnya menolak untuk dijadikan pemimpin negeri ini, karena di akhirat nanti tidak ada seseorang masuk jannah atau naar karena seorang itu pekerjaannya apa atau kaya miskinnya atau ketampanan-kecantikannya tetapi amal kebajikannya ketika di dunia….seandainya SP menerima sbg pemimpinpun itu karena amanah yg cukup berat untuk kemaslahatan org banyak…..

    Wallahu’alam bisshowwab

    • 'siti nurhaliza mengatakan:

      hehehe…ada aroma ketidakkonsistensi dalam alur kata-kata kangmas susaki neh,,,

      kan sudah saya bilang kemarin, kalau kebenaran itu hanya sederhana, konsistensi,,,

      hehe,,,,,kan saya masih punya 100 lebih kaidah kebenaran…jangan mempersulit diri sendiri ah (baca : mbullet :D ),,

      hehe…

      wallahulmuwaffiq ilaa aqwamitthariq..

    • dadangkardana mengatakan:

      ….Qolu balaa syahidna…..
      itulah di al Quran. itulah kesanggupan mengemban amanah dari Rob. Kemudian setelah lahir ke dunia manusia mengemban n sadar melaksanakan amanah tersebut.
      bukankahdemikian syahadat itu?….

  149. Addy mengatakan:

    Dari dulu yg namanya dua kalimah syahadat gitu2 aja, gak pernah bikin pening kepala kayak gini.; Seperti pilot delman sedang belajar kusir pesawat.

  150. Adamakna mengatakan:

    Hakekat dari tulisan adalah tinta, klo kita melihat/membaca maka sama sekali tidak terpikir bahwa itu adalah adalah tinta, kita asyik mengikuti berita/ayat ayat yang tertulis tinta menghilang

    Begitu pula klo kita melihat bahwa yang mlungker-mlungker berkelok-kelok itu adalah tinta maka tulisan/ayat-ayat itu menghilang

    Dalam sholat khusuk pun begitu, klo kita mengingat Allah maka dunia seisinya berserta semua masalah-masalah termasuk nama-nama para nabi-nabi menghilang yang ada hanya Allah saja, sama seperti ketika nabi musa meminta ingin melihat wujud Allah kepada semak-semak yang terbakar, maka Allah berkenan memperlihatkan dirinya kepada Gunung, dan Musa jatuh pingsan karena Gunung tersebut musnah/lebur

    Jadi hanya satu yang dapat dilihat tulisan atau hakekatnya yaitu tinta, untuk dapat melihat Wajah Allah segala sesuatu harus lenyap he…he..he.. untuk itu memerlukan perjuangan dan pengorbanan seumur hidup, kebanyakan orang lebih tertarik dengan kenikmatan duniawi daripada meninggalkannya spt yang dilakukan pengeran-2 jaman dahulu, sidharta goutama, khidir dll

    Dan itulah tugas SP untuk meluruskan apa yang ada di otak kita, karena apa yang ada di otak kita itulah yang akan terjadi di alam sana, sama seperti mimpi, berpikir tanpa tubuh, karena tubuh sudah jadi tanah pikiran/arwah masih berpikir…….

    • sa3a mengatakan:

      padahal org2 kayak saya ini banyak sekali, kayak buih, yg hanya mengerti sebatas kulit dan daging….meminjam istilah om susaki belum jadi “manusia”….sedangkan adamakna dan om susaki maqamnya udah lain… :D

      Kalo SP itu maqamnya apa yah….orang lain mungkin melihat hidup SP dipenuhi dgn kesulitan dan ujian, sedangkan SP sendiri mungkin merasa hidupnya bahagia dan biasa2 aja kali yah….xixixii (just in my opinion)

  151. Arjuna mengatakan:

    Dua alimat Syahadat adalah nama lain dari Manunggaling Kawula Lan Gusti dalam ajaran Kejawen.
    La Ilaha Ill Allah Muhammadur Rasul Allah….Tiada Tuhan selain Alloh, Muhammad utusan Alloh…..didalam pengucapannya harus dibarengi dengan mengangkat telunjuk yang dimaknai sebagai SATU KESATUAN.
    Maknanya adalah Tiada Tuhan selain Alloh adalah Jiwa kehidupan kita, Muhamad utusan Alloh adalah raga kita.
    Jadi Dua kalimat Syahadat jika maknai dan resapi adalah penyatuan antara Pencipta dengan yang Dicipta = Manunggaling Kawula Lan Gusti.

    • susaki mengatakan:

      Syukur alhamdulillah masih ada “manusia”, namun kang mas arjuna hal ini perlu waktu untuk menerapkan kepada umat islam dewasa ini, minimal umat paham makna syahadat, sungguh sangat prihatin apabila umat diakhir jaman ini belum mengerti muhammad rasulullah tiada lain adalah dirinya sendiri.

      Paham umat hanya sebatas bahwa syahadat rasul “Muhammad rasulullah itu ditujukan kepada guru kita umat islam yaitu Muhammad saw yang bergelar Nabi dan Rasul yang bermaqom dimadinah.

      Saya menulis diatas bukanlah mengingkari janji saya untuk tidak berbicara tauhid Manunggaling kawula-gusti, namun tulisan diatas hanya membahas tauhid yang pada umumnya dipegang para alim ulama dewasa ini. (Bukan Tauhid MKG).

      • Arjuna mengatakan:

        Kang Susaki

        Saya menyamakan antara Dua Kalimat Syahadat dengan Manunggaling Kawula Lan Gusti…kebetulan saja saya tahu, dan memaknai itu semua adalah….sama, hanya saja caranya berbeda, berdasarkan masing-masing prinsip.
        Tetapi pada dasarnya dan yang paling utama adalah….TUHAN itu SATU, Tuhan untuk semua umat manusia bagi yang mempunyai prinsip maupun aliran di muka bumi ini.

        Nabi Muhammad SAW alam mengemukakan Dua Kalimat Syahadat sebagai syarat utama dalam beragama Islam adalah bukan tanpa dasar, beliau mengajak umatnya untuk berahlakul karimah melalui Dua Kalimat Syahadat, agar semua umatnya mengikuti beliau untuk mendapatkan yang terbaik di akhirat nanti, karena kehidupan yang sebenarnya adalah AKHIRAT.

        • dadangkardana mengatakan:

          ya itulah yang dinamakan tauhid rububiyah dan tauhihd ubudiyah.
          memang klo qt tidak paham n tidak bisa merasakan kedua hal tersebut, yang muncul hawa nafsu sehingga mengklaim dirinya yang paling benar n saling menyalahkan.
          terbukti banyak komentar2 yang saling menyalahkan.
          astaghfifllohaladhim

      • someone mengatakan:

        Ya menurut hadits2… Nabi Muhammad SAW adalah salah satu contoh manusia yang terbaik dan patut dijadikan tauladan. Mendoakan Nabi Muhammad, secara gak langsung akan menciptakan tali silahturahmi batin antara kita dengan kanjeng Nabi…. sehingga sifat-sifat dan ketauladan beliau akan tertransfer secara energi ke dalam diri kita, melewati batas ruang dan waktu.

        Doakan lah dirimu sendiri maka anda hanya mendapatkan balasan energi sebatas apa yang ditentukan untuk diri kita.
        Doakanlah dunia dan seluruh makhluk semesta, maka mereka akan beramai-ramai mendoakan untuk mu, dan bisa dirasakan sebagai energi alam yang sangat besar dan kuat.

        • Arjuna mengatakan:

          Kang Someone

          Saya sangat setuju sekali dengan pendapat akang….
          Maaf kang saya kutip lagi sambil ditambahin sedikit..:
          ” Doakanlah dunia dan seluruh makhluk semesta DENGAN PERASAAN IKHLAS, WALAU APAPUN YANG MEREKA PERBUAT KEPADAMU, maka mereka akan beramai-ramai mendoakan untuk mu, dan bisa dirasakan sebagai energi alam yang sangat besar dan kuat.

          Makasih banyak kang someone…

      • dadangkardana mengatakan:

        terima kasih atas uraian pemahaman syahadat.
        saya menunggu bahasan tauhid yang khusus klo tidak keberatan..

        salam kenal

  152. suryandari mengatakan:

    @ arjuna : wah bagus sekali pemahamanmu tentang manunggaling kawulo gusti. Penyatuan antara manusia dan tuhannya di dalam batin. Karena pada prinsipnya Allah meniupkan ruhnya kedalam tubuh manusia, sehingga memang ada zat Allah dalam diri kita. Bila kita telah mampu menyatukan tubuh pikiran dan ruh, maka kemampuan Allah akan dapat mengalir dalam tindakan kita. Alangkah sempurnanya manusia bila telah mampu menyempurnakan sahadatnya. Tapi hanya sedikit manusia yang mampu menyempurnakan syahadat, karena kalah oleh nafsu duniawi.
    Bila SP itu setingkat wali, berarti pemahamannya tentang syahadat juga sudah sempurna, jadi tidak mustahil dia mampu menggerakkan zat Allah di dunia ini menjadi damai dan sejahtera

  153. Arjuna mengatakan:

    Alloh SWT adalah Energi Alam Semesta Yang Maha….
    manusia dan kehidupan lainnya adalah partikel-partikel kehidupan yang merupakan bagian dari Energi Alam Semesta….
    Satukanlah kita sebagai partikel kehidupan dengan induk energinya dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat…
    Maknailah apa yang tersirat dari Dua Kalimah Syahadat….maka…. Alloh SWT akan lebih dekat daripada urat nadi kita……
    Subhannalloh…..Alloh adalah kita dan kita adalah Alloh…. Alla-HU (saya) Akbar.

  154. 'siti nurhaliza mengatakan:

    ya batin adalah majazi, kiasan, bukan dhahir kata,,,

    ketika Allah disebut menjadi satu dengan manusia, adalah dalam pengertian secara majazi, kiasan, gaya bahasa keindahan bukan makna sebenarnya…

    maksud saya nih, Allah kan Tuhan, manusia adalah makhluq, maka Allah tidak mungkin bersatu dengan makhluq..karena sesuatu yang bercampur adalah menjadi satu, misal ketika kita memasukkan sebuah sendok ke dalam gelas kopi, maka sendok itu tentu saja menyatu dalam kopi,,,,

    dan itu bisa terjadi karena sama-sama makhluq, sendok dan gelas kopi adalah sama-sama makhluq, jadi bisa menyatu…

    kalau Tuhan bukanlah makhluq (Dia tidak disifati dengan sifat-sifat makhluq), maka Tuhan tidak mungkin menyatu dengan makhluq…

    itulah keyakinan secara haqiqi…

    namun secara bathini, makna majazi, kiasan, keindahan rasa dan bahasa, menyatunya Tuhan dengan makhluq maksudnya adalah dimana ketika manusia telah mencapai kesempurnaan (kesempurnaan dalam ukuran manusia, bukan ukuran Tuhan :D) maka Allah akan memberikan kekuatanNya kepada manusia,,,
    itulah mukjizat yang diberikan kepada para nabi, yaitu kekuatan Tuhan yang diberikan kepada para nabi sebagai bukti kesempurnaan para nabi, kesempurnaan dalam ukuran manusia…

    kalau para wali akan diberikan karomah, kekuatanNya, yang diberikan sebagai bukti keridhaan ALlah keapda waliNya…

    jadi kalimat manunggaling kawula dan gusti tidak bisa dipahami apa adanya (maap seperti logika anak SD hehe..) yaitu seperti menyatunya sendok dalam gelas kopi ,,,,

    karena kaidah analogi tsb tidak tepat hehe…

    kalimat manunggaling kawula dan gusti harus dipahami dengan pemaknaan rasa, batin, majaz…kiasan, keindahan gaya bahasa,,,

    hehe…saya kira mbak suryandari sudah tahu, maka kalimat ini saya anggap buat orang lain ajah hehe…

    kalau ada yang masih penasaran atau bingung, yuk kita terusin acara ngobrol via email atau silahkan hubungi kyai, ulama terdekat (bisa ke MUI)…
    hehe…

  155. Arjuna mengatakan:

    Tiada yang tidak mungkin bagi Alloh SWT jika menginginginan sesuatu….karena tidak ada batasan ruang, massa dan waktu bagi Alloh SWT.
    Melalui akidah dan kaidah berupa Wahyu yang diturunkan lewat Rosulluloh yang salah satunya adalah Dua Kalimat Syahadat, Alloh SWTmenginginkan manusia mengikuti apa yang diperintahkan…agar supaya manusia yang sebagai bagian kecil dari Energi Alam Semesta, dalam hal ini Alloh SWT, dapat menyatu kembali dengan INDUKNYA.
    Tetapi manusia dengan akal pikirannya, dan dengan seluruh kemuliannya selalu mengambil langkah sesaat…segala sesuatu yang instant, tanpa mau bersusah payah dan berusaha.
    Manusia sebagai mahluk paling mulia diantara semua mahluk Alloh, selalu diberikan yang terbaik oleh Sang Causa Prima……

    Maka….berusahalah dengan khidmat dan khusu memaknai yang tersirat dari Dua Kalimat Syahadat, maka kita akan menyatu dengan Alloh SWT….Amien Yaa Robbi Yaa Robbal Al Amin.

    • 'siti nurhaliza mengatakan:

      Allah tidak ada yang tidak mungkin bagiNya,,

      yah benar, tapi Allah tetap mempunyai keadaan yang mustahil (tidak mungkin) bagiNya…

      yuk kembali ke ilmu definisi…hehe..

      sesuatu yang mustahil adalah sesuatu yang jika dilakukan adalah merusak unsur awal sebuah definisi obyek,,

      ini definisi pertama dari kata mustahil

      sebagai sample..

      Allah adalah Pencipta…Tuhan,,,
      mati, tiada, wafat, meninggal adalah sesuatu yang tadinya ada kemudian menjadi tidak ada..

      itu definisi mati, tiada…

      maka dengan demikian, apakah bisa disebut Allah itu meninggal, tiada, wafat….

      kan ALlah tidak ada yang mustahil katanya…

      hehe…kalau ALlah tiada, atau meninggal terus siapa yang memelihara alam semesta..

      itulah ada sesuatu yang mustahil bagi Allah yaitu ketika ALlah didefinisikan seperti makhluq..

      meninggal, mati, tiada adalah sifat makhluq, maka kalau menyebut Allah bisa tiada adalah hal ini sama saja merusak definisi Pencipta, definisi Tuhan…

      itulah mustahil…

      sekali lagi saudara semua, kita bisa mengucap bahasa, menulis dengan kata-kata indah, tapi ingat dan waspada, jangan sampai kata-kata indah kita merusak definisi awal yang sudah kita tetapkan…itulah konsistensi…

      hehe…ada 100 lebih kaidah kebenaran…

      definisi awal yang sudah kita sepakati adalah Allah itu Pencipta
      maka Allah tidak mungkin menjadi makhluq…

      karena dengan membayangkan Allah seperti makhluq, sama saja merusak kesadaran awal kita,,,,yah tidur lagi dong, katanya sudah bangun…. :D

      hehe…

      • Arjuna mengatakan:

        KEMBALI MENYATU DENGAN ALLOH SWT ATAU DZATNYA….apakah hal tersebut mutlak bisa disamakan penyebutannya…?
        Yang menyatu adalah yang diciptakan kepada yang Menciptakan….
        Yang berdoa dan membaca Dua Kalimah Syahadat adalah manusia, bukannya Alloh SWT, jadi yang menyatu dan kembali kepada DZATNYA / SUMBERNYA…..ya manusia itu sendiri, bukannya Alloh SWT.

        Jadi tetap tidak bisa disamakan antara yang Menciptakan (induk) dengan yang Diciptakan (bagian).

  156. susaki mengatakan:

    Allah itu adalah Asma alias nama
    Apakah Tuhan itu Allah? jelas bukan
    Apakah Hamba itu Allah? jelas bukan
    lalu siapa itu Allah? Allah adalah Nama atau Asma “Tuhan Hamha” atau Nama “Gusti-Kawula”.

    Mana ada Asma Allah apabila tidak ada Tuhan dan Hamba
    Alif itu adalah nama yang ditujukan bagi keberadaan ujung atas sekaligus ujung bawah, bukanlah namanya alif apabila tidak ada ujung atas, bukan pula namanya alif apabila tidak ada ujung bawah, nama alif ada setelah ada ujung atas dan ujung bawah.

    Maka katakanlah bahwa dia (ujung atas bawah) adalah tunggal,
    “qul huwallahu ahad” katakanlah bahwa Dia (Tuhan hamba) yang bernama Allah itu Tunggal.

    Yuk kembali lagi bicara SP

    • 'siti nurhaliza mengatakan:

      yuk kembali ke ilmu definisi (ilmu hakekat versi saya sendiri :D)

      Allah itu Tuhan..Pencipta…
      nama (bahasa arabnya asma, bahasa inggerisnya name, bahasa jawanya jeneng, bahasa mumetznya SIRI :D ) adalah artinya sebutan, atau sebuah istilah, sebuah kata untuk menyebut suatu obyek yang telah teridentifikasi…

      jadi prosesnya begini neh,,,:D
      bingung > resah > kangen > merenung > pengamatan > identifikasi > kesadaran (salah satu bentuk kesadaran adalah ketika kita bisa memberikan suatu penyebutan kepada suatu obyek yang telah teridentifikasi)…

      ketika kita telah bisa mengidentifikasi bahwa seseorang itu perutnya gendut :D maka kita menyebutnya si gendut, bukan si kurus hehehe…

      itulah asma, nama, name, jeneng, bahasa mumetznya SIRI :D
      hehe…

      jadi kalau menyebut asma, nama adalah sebuah sebutan bagi obyek, bukan obyek itu sendiri….hehe…

      banyak orang terjebak dalam istilah yang mereka ciptakan sendiri…

      hehe…

      yuk kembali ke ilmu definisi… (ilmu hakekat versi saya sendiri :D)

      hehe,,,sebagian alirang mujassimah mengatakan bahwa Allah itu terikat antara dua ujung, atas dan bawah, kanan dan kiri, Dia menempel di arsy seperti menempelnya sebuah benda dalam benda lain (al Milal wa an nihal – imam syahrastani)

      maka marahlah Imam Syahrastani dan menyebut mujassimah sebagai seburuk-buruk ahli bid’ah…

      hehe…

      memang Tuhan bisa didefinisikan sebagai sebuah obyek atau benda, wong Tuhan adalah pencipta, maka Dia tidak bisa disifati dengan sifat-sifat makhluq/benda,,

      sedang suatu benda adalah terikat arah, arah kanan, arah kiri, terikat ujung atas ujung bawah, terikat tempat dan waktu..

      itulah sifat benda…

      sebagai orang yang eling dan waspada, hehe..

      maka seharusnya kita semua bisa menyikapi suatu definisi obyek dengan bijaksana dan adil (karena makna adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya hehe…)

      maka janganlah mengharap seorang ratu adil kepada seseorang yang belum bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya hehe…

      ini bukan ngomong jorok yah…hehe, karena nabi Isa as dan Sidarta Gautama ketika ‘memberi pesan kepada pembawa pesan, mereka berkata, bawalah sebuah cermin kepada seluruh rakyatmu hehe,,,,maka engkau akan tahu bahwa kesadaran itu memang memerlukan proses….

      maka sewajarnya kalau Indonesia belum makmur karena kesadaran belum mencapai komposisi maksimal atau mayoritas dalam bangsa Indonesia…

      hehe…maka jangan heran kalau kita sering melihat sebuah dagelan kethoprak, ketika seorang anak kecil dimarahi oleh terlalu cepat meminta sesuatu hehe…

      • susaki mengatakan:

        Syukur alhamdulillah apabila kang mas siti memiliki keyakinan (prinsip) yang sangat teguh, dan saya pun sangat menghormati pengetahuan dan keyakinan kang mas siti.

        Dan saya juga berpegang teguh kepada kayakinan saya sendiri bahwa Wujud Tuhan itu bersih (suci) dari Sifat (rupa) dan Asma (nama), terima kasih kang mas siti atas tausiahnya.

        Yang penting kita semua disini telah meyakini bahwa Wujud Ilahi itu “laesa kamislihi saeun” yang artinya tidak berumpama, “bila haefin makanin” yang artinya tidak berwarna dan tidak berupa, maka dengan begitu kata dan bahasa yang kita pakai tidak sanggup untuk melukiskan dengan setepat-tepatnya dan sebenar-benarnya Wujud Dia yang diagungkan.

        Sekali lagi saya menerima kasih dari kang mas siti, salam.

        • 'siti nurhaliza mengatakan:

          ketika anda mengatakan bahwa Tuhan itu terbebas dari sifat dan asma, maka disebut mu’tazilah,,,

          hehe…

          btw dunia memang unik, karena strategi pemasaran terkadang menggunakan prinsip machiavelli,,,,hehe…

          ya iyalah, salam damai juga buat saudara, terima kasih untuk kehadiran saudara…

          laisa kamitslihi syaiun adalah diawali dengan kata-kata Allah adalah pencipta…

          nah itulah marilah umat Islam buka al qur;an….

          kan saya sudah bilang mas susaki, kalau unsur identifikasi obyek pastilah kita akan mengenal penggambaran suatu obyek, itulah sifat suatu obyek,,,

          misalnya nih ketika kita melihat bantal guling ternyata berwarna merah, maka kita akan komentar, bantal guling itu mempunyai sifat warna merah…

          jadi suatu definisi tetap membawa unsur sifat dan nama..
          tapi sifat itu sebuah penggambaran suatu obyek…dan nama adalah sebutan untuk obyek yang telah kita lihat…

          tapi dari unsur sifat dan warna tetaplah tidak merusak definisi awal kita sendiri yang sudah kita tahu…

          kalau kemudian anda menganalogikan bahwa penyamaan definisi antara makhluq dan Tuhan sebagai tasybih, maka saya katakan lebay hehe…. :D
          akibatnya adalah berputar-putar terus hehe..

          karena kaidah penyamaan yang saya lakukan tetaplah mengandung garis lurus, yaitu konsistensi…

          hehe…

  157. someone mengatakan:

    lha wong semua itu khalifah dalam artian juga utusan-Nya semua kok… kalo bisa ngebaca nurani (dimana disitu bersemayam Nur Allah/Guru sejati). Semua itu wali Allah…. geto ajah kok repot…
    Syaratnya cuman satu bisa misahin antara mana itu nafsu dan mana itu tuntunan (perintah-Nya).

  158. someone mengatakan:

    Mau melihat pola tuntunan/perintah Allah SWT kepada umatnya… ya tinggal dilihat kisah-kisah Nabi terdahulu, sebagai orang2 pilihan….

  159. Arjuna mengatakan:

    Seseorang jika sudah menyatu dengan DZATNYA, maka raganyapun akan menyatu dengan jiwanya, yang artinya dia telah menyatu juga dengan DZATNYA….
    Maka jika orang tersebut meninggal, raganyapun akan menghilang karena ikut serta dengan jiwanya untuk kembali kepada DZATNYA.
    Terbukti hal tersebut dialami oleh orang-orang yang MOKSA, seperti Prabu Siliwangi dll…dll.
    Apakah hal tersebut harus dipungkiri bahwa jika seseorang meninggal secara moksa…entah dia hilang kemana…???

    Jika seseorang sudah menyatu dengan DZATNYA, apakah kemudian DZATNYA itu dinamakan juga sama dengan orang tersebut…?
    Atau sebaliknya, jika seseorang sudah menyatu dengan DZATNYA, apakah kemudian orang tersebut dinamakan juga sama dengan DZATNYA…?

    Itu semua hanyalah persepsi….manusia diberi akal dan pikiran oleh PenciptaNYA adalah untuk bebas dalam berpikir, bukan mengemukakan sesuatu argument tanpa dipikirkan dahulu.

    Eling lan waspada….hanyalah bagi orang yang bisa memaknai semua apa yang tersirat dalam Prinsip maupun KitabNYA serta UtusanNYA.

  160. 'siti nurhaliza mengatakan:

    sesuatu yang disebut persepsi adalah bayangan, bukan ukuran kebenaran, persepsi adalah pengantar untuk mendefinsikan suatu obyek,,

    ada orang berdebat, ah kau ini sukanya nonton video artis yang lagi ngetrend..hehe…
    orang kedua bilang, apa buktinya,…
    persepsiku mengatakan demikian…
    yah kalau itu hanya persepsi sama saja itu menuduh yang tidak2,,,komunikasi dulu lah maka engkau akan tahu apakah aku bener2 menontoh video artis itu apa gak ? hehe… :D

    hati-hatilah dengan persepsi…

    banyak orang berantem gara-gara SALAH PERSEPSI…

    heh…itulah maka jangan jadikan persepsi sebagai ukuran kebenaran…

    kalau sidarta gautama menyebut, wahai bagaimanakah mereka yang terjebak dalam kata-kata mereka sendiri
    wahai bagaimanakah mereka yang terbuai oleh perasaan mereka sendiri,,,

    persepsi itu bukan ukuran kebenaran,,,

    ukuran kebenaran adalah definisi…

    maka bagaimanakah dengan mereka yang mengatakan bahwa Tuhan bisa bersatu dengan makhluq?
    saya katakan kepada mereka, apakah kata-kata itu hanyalah kiasan, majazi,,,
    apakah mereka benar2 meyakini bahwa Dzat Allah bersatu dengan dirinya kemanapun, ketika manusia buang hajat di WC, apakah mereka meyakini secara hakikat bahwa Allah bersama dia di WC (nauzubillah), sementara Allah adalah maha suci…

    hehe…

    maka tepatlah disebut aqidah yang mudah bagi orang awam (yang tidak memerlukan bahasa rumit dan njlimet) adalah Allah ada tidak terikat tempat dan arah….

    Allah adalah pencipta, bukan makhluq…

    • Arjuna mengatakan:

      Manusia diciptakan oleh Alloh SWT sebagai mahluk paling mulia diantara semua mahluk ciptaanNYA.

      Saking mulianya manusia sehingga di sebuah kitab agama tertulis, bahwa Tuhan berada lebih dekat dari urat nadi manusia itu sendiri.
      Jadi pada dasarnya dimanapun manusia berada, Tuhan selalu berada bersamanya

      • 'siti nurhaliza mengatakan:

        Tuhan bersama manusia dimanapun berada, tapi sifat kebersamaan itu tidak dimaknai dengan makna dhahir, tapi majaz,,,
        karena Allah juga istiwa di atas arsy…

        Imam Bajuri berkata, kalau ada ayat al qur;an dan sunnah yang menyatakan bahwa Allah seolah2 berada di suatu tempat, mempunyai anggota tubuh, mempunyai wajah, tangan, maka telah sepakat ahlul kebenaran (ahlussunnah wal jamaah) bahwa ayat al quran tsb tidak boleh dimaknai dengan makna dhahir, alias harus dibawa ke makna majaz
        (tuhfatul murid)

        jadi di antara dua hal yang bertentangan ada titik tengah, itulah keadilan dan keseimbangan, ahlussunnah wal jamaah..

        hehe…

    • antithesa mengatakan:

      Anda bodoh sekali yang disebut manunggaling kawula gust/ wihdatul wujud itu, bukan bersatunya wujud tapi bersatunya kehendak, kehendak manusia utama yang telah bersatu adalah kehendak tuhan karena tiada dirinya semua adalah diriNya.
      Kotoran adalah wujud yang diciptakan olehNya buang kotoran juga berarti KehendakNya
      Orang yang telah jatuh cinta padaNya maka seluruh tindakannya sesuai dengan mauNya pujaan hati, karena ia tak melihat sesuatu melainkan IA.
      Keluaran pesantren emang gini jago definisi tapi gak merasakan buahnya kalo tentang pengetahuan tentang agama dan definisi iblis juga jago mas, malahan suka ngetawain ustadz yang ngobatin pasien kesurupan karena Iblis juga bisa baca qur’an.

      • 'siti nurhaliza mengatakan:

        hahaha,,,ternyata anda salah memahami kalimat saya mas, kan sudah saya bilang makna yang benar dari kalimat manunggaling kawula gusti adalah makna majaz, bathin, kiasa bukan dhahir apa adanya…

        baca dong mas, kalimat saya sebelumnya…

        lagian siapa yang keluaran pesantren, saya dapat ilmu melalui di bawah pohon pencerahan, cuman bedanya pohon pencerahan itu ada di rumah saya sendiri,,,hehe…

    • dadangkardana mengatakan:

      istilahnya manunggaling kaulo lan gusti yaaa?
      bercampur ato manunggal itu bukan benda dg benda. krn Tuhan itu Maha……
      jd kalo pergi ke wc bukan berarti Tuhan ke wc (naudzubillaahi min dzalik)
      untuk mendalami syahadat hrs marifat dulu baru kembali ke syareatt. sperti kanjeng nabi di gua hiro dulu kmd turunlah perintah dgn syareatnya. dawuh sayidina Ali bin Abi Tholib : awwaludin marifatulluh.
      makasih salam sejahterah

  161. susaki mengatakan:

    kita disini sedang menunggu Imam mahdi, Nabi Isa as, dan Sp.
    Yang menjadi bahan tafakur saya adalah apakah Nabi isa as akan turun kedunia ini dengan memakai busana (jasad) yang ia pakai sewaktu mengajar bani israil , atau ia akan dilahirkan kembali kedunia ini melalui cara dilahirkan (menjadi bayi lagi), atau mungkin turunnya Nabi isa as hanya sekedar perumpamaan didalam alqur’an?
    saya menunggu pendapat dari teman-teman semua.

  162. suryandari mengatakan:

    @ susaki : Bila dalam kisah Al Kafi, jasad manusia yang sudah 300 tahun tertidur dapat bangun kembali dengan jasadnya yang utuh, saya menyakini Nabi Isa muncul dengan jasadnya sewaktu dia di angkat dulu.

    • susaki mengatakan:

      Berarti jasad nabi isa as bisa mencapai usia 1800 tahun lebih sampai sekarang, bisa awet juga ya jasad nabi isa as yang bersifat muhadast (baru), padahal ilmu keterangan menerangkan bahwa setiap yang baru harus musnah, kecuali wajah tuhan itu sendiri yang kekal.

      Sewaktu kecil saya juga pernah mendengar bahwa nabi idris as masuk surga dan tidak mau lagi kembali ke dunia, lantas yang menjadi bahan tafakur saya adalah apakah ia masuk surga dengan jasadnya atau hanya ruhnya saja? bagaimana pendapat mas suryandari dan teman-teman yang lainnya.

  163. 'siti nurhaliza mengatakan:

    hahaha,,,,,, ya itulah kan sudah saya bilang, kembali ke ilmu definisi,,

    awas lho, katanya SP sudah datang hehe…

    hehe……ya iyalah jasad nabi tetap awed, tapi tetaplah ada keterbatasan, karena nabi Isa terikat waktu dan tempat, yaitu buktinya anda bilang 1800 tahun usia nabi isa sampai sekarang..

    hehe…

    jasad yang awed sampai ribuan tahun itu bukan ukuran ketuhanan, soalnya neh iblis aja umurnya lebih tua dari nabi adam sampai sekarang belum mati….

    jadi iblis lebih hebat dari nabi isa dong kalau ikut analogi seperti itu hehe… :D

    lagipula, nabi isa nanti juga akan meninggal,,,
    iblis juga akan mati waktu kiamat….

    • eddycorret mengatakan:

      Maap beda fersi.
      Nabi Isa ada di luar Alam Semesta. Waktu hanya ada di alam semesta dan di luar alam semesta tidak akan terikat waktu. Untuk itu Nabi Isa yang diangkat ke langit berikut fisiknya (fersi saya) sejak diangkat sampe detik ini tidak bertambah umurnya karena tidak terikat waktu.

      • 'siti nurhaliza mengatakan:

        ya bisa aja nabi Isa berada di luar alam semesta tapi tetep di alam ghaib, hehe…

        sedang alam ghaib adalah ciptaan juga, walau ukuran waktu di alam ghaib jelas beda di alam syahadah (alam semesta)…

        seperti alam mimpi lah, kadang ada seseorang mimpi kembali ke masa kecil,,,

        baik alam semesta, atau alam ghaib tetaplah ciptaan Tuhan, maka sesuatu yang terikat dalam alam tetaplah disebut makhluq, inilah intisarinya aja, saya kira dalam hal ini kita ga ada perbedaan…

      • setan alim mengatakan:

        dari semua omongan eeddy coret.. gue gak ter pengaruh!! dia hanxa adu debat argumentasi aja. percuma buka2.omongan ke ilmuan ! ! sok tingkat tinggi … padahal dangkalll… gak percaya sm sekali fatwa tai kucing .( kucing tai loe) sinting .manusia laknat..

      • setan alim mengatakan:

        huuuuuuuuu pameeeerrrrrrrrr.. ky doktrin anak tk aja. sapa yg gag tw mass.

      • sunan kalijaga mengatakan:

        ITU MAH URUSAN TUHAN .. EED,, SOK TAU!!!

    • dadangkardana mengatakan:

      yang mati itu apanya.. ?
      bagamana kita mempersoalkan mati? definisi mati itu apa dulu…

  164. suryandari mengatakan:

    setuju mas eddy correct, batas waktu hanya ada di dunia atau di bumi. Begitu diangkat ke luar dunia atau bumi ini, waktu sudah berbeda. Ibaratnya jarak surga ke bumi bisa ribuan tahun. jadi sehari di surga, bisa seribu tahun di bumi.

    Logikanya, satu hari di planet yupiter saja bisa 70 tahun di bumi, karena revolusi (perputaran mengelilingi matahari) di planet yupiter lebih lama dari bumi.

  165. someone mengatakan:

    Kalo sudah berhubungan yang bikin langit dan bumi semua jadi relatif…. ya tugas manusia itu cari ukuran2 itu lah… biar bisa menghubung-hubungkan yang serba relatif itu jadi suatu cerita…
    kayak anak2 dikasih mainan puzzle… biar ngasah kecerdasan lahir batin…..

  166. someone mengatakan:

    Jadi inget salah satu ayat di Qur’an yang kanjeng Nabi Muhammad sampe sedih dan menangis memikirkan umat di masa yad…..
    kalo gak salah itu ayat redaksinya…..
    “Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, 191) (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Aali ‘Imraan, 3:191)

    Penciptaan langit dan bumi, termasuk penciptaan kehidupan sosial bermasyarakat, peperangan, kesedihan, kebahagiaan yang datang silih berganti dalam kehidupan pribadi ataupun masyarakat, menciptakan banyak hikmah. Dan itu sebenarnya sudah ditakdirkan atas kejadiannya, karena salah satu sifat Allah adalah “Maha Menghitung”, dan sangat presisi sekali (penciptaan yang seimbang dan saling berpasang-pasangan).

    Banyak peperangan yang menyakitkan melahirkan suatu ilmu2 baru, karena manusia dipaksa untuk berpikir dan bereksperimen, seperti perang dunia II melahirkan ilmu kedokteran dan anatomi tubuh yang canggih dan bisa dinikmati oleh masyarakat saat ini, perang vietnam melahirkan metode koneksi jaringan internet, yang kita pakai saat ini, dan banyak hal lainnya. Termasuk timbulnya pemahaman dan pencerahan baru dalam interaksi sosial.

    Coba kita bayangkan, tanpa media internet… apakah mungkin kita berbincang-bincang dengan orang yang tidak kita kenal langsung kepada inti masalah, atau bicara masalah aliran atau paham yang kita masing2 akui kebenarannya…. secara sepihak.

    Disinilah era kejujuran lebih diutamakan, karena ini metode inti agar bisa menjembatani perbedaan persepsi (kebenaran) antar setiap individu/ masyarakat.

    kejujuran akan menekan timbulnya persepsi yang salah walaupun pasti ada clash pertentangan, karena akan mencari titik temu. persepsi itu bersifat angan-angan (mengira-ira) sehingga disini nafsu seseorang akan bisa masuk (ego dst..dst). Sedangkan dalam Islam hal-hal yang bersifat angan-angan (tidak riil) tidak dianjurkan. Dan diusahakan mencari fakta yang sesungguhnya (riil) agar dapat diambil keputusan yang adil.

    Dalam Qur’an banyak hal untuk menganjurkan agar kita menjauhi sifat ini, seperti umat2 (jumud) terdahulu. Tetapi kita juga jangan menolaknya mentah-mentah siapa tahu itu kebenaran tersembunyi, seperti hadits nabi yang mengatakan jangan membenarkan atau menyalahkan kitab2 sblm Qur’an. Dan disinilah Akal pikiran kita digunakan untuk memecahkan puzzle ini secara ilmiah. Dan lebih afdol lagi dilakukan secara bersama-sama (jema’ah) agar bisa menangkap “pesan langit” lebih baik dan jelas untuk kemaslahatan umat pada umumnya.

  167. suryandari mengatakan:

    Aku selama ini berfikir, bila di antara sembilan planet di tata surya galaksi bima sakti, memiliki perbedaan waktu dalam berevolusi dengan matahari, di mana planet terjauh memiliki waktu revolusi terlama. Maka bila di andaikan jarak dunia dengan akherat adalah ribuan tahun, berarti kalau pesawat kita bisa mencapai planet2 lain di galasi bima sakti. Suatu saat pesawat kita dan tubuh kita yang kasad mata ini mungkin saja bisa mencapai surga yang mungkin terletak di dekat galaksi bima sakti. Sehingga akan menjadi mungkin kepergian Rasullulah SAW kesurga menggunakan jasadnya dan berkendaraan Burog.
    Sesungguhnya bagi Allah tidak ada yang tidak mampu di logikan oleh manusia yang mau berfikir.

    • 'siti nurhaliza mengatakan:

      memang bagi Allah tidak ada yang tidak mampu dilogikakan manusia yang mau berpikir, tetapi hal ini juga jangan sampai merusak ilmu definisi awal yang sudah ditetapkan,,,

      kalau saya menyumbang saran hehe, dalam hal ini penuh jebakan di dalamnya, dari sekian jebakan itu ada yang benar terjebak, maka muncullah sekte-sekte dari suatu agama,,,

      kalau Imam Syahrastani menjelaskan, andai manusia dalam ‘kerangka jebakan’ tsb tidak terpikat oleh jebakan dan tetap konsis pada sesuatu yang telah jelas, maka manusia tidak akan terpecah2 dalam ribuan sekte..
      namun itulah karena ada manusia yang terjebak, maka ketika dia terjebak maka akan semakin jauhlah dia dari jalan kebenaran,,,

      yah sebenarnya kalimat AA Gyms semua berawal dari hati, bukanlah kalimat yang sederhana hehe..

    • someone mengatakan:

      Hehehe… bener jaga hati (nurani) bukan kalimat sederhana… penjabarannya bisa buanyak banget…. :D

  168. 'siti nurhaliza mengatakan:

    dalam segala sesuatu kan ada kebenaran mutlak dan ada kebenaran relatif, ah kayaknya saya udah sering cerita soal ini deh hehe…
    barangkali belum didetailkan…

    hehe…ilmu kebenaran absolut dan relatif ini sangat berbahaya, kalau bener digunakan, bisa merubah dunia hehe…

    ini inti segala ilmu…

    soal kasus pertama nih hehe ;
    1. sejarah
    sejarah itu ada yang selalu mutlak, tidak pernah berubah
    sejarah itu ada yang selalu berubah, relatif

    nah kalau sudah bisa memecahkan puzzle di atas, insyaAllah dijamin ga akan bingung…

    tapi yang namanya obat, akan diberikan kalau sakit sudah benar2 membutuhkan kesembuhan hehe…

  169. someone mengatakan:

    hehehe mas/mbak siti nurhaliza sebenarnya sudah dicontohkan oleh Al’Quran sendiri dimana ayat2nya merupakan miniatur dalam alam jagad raya ini…. Kuncinya yaitu semua yang relatif itu bisa saling menjelaskan dan berkaitan dari berbagai sisi apapun juga dan seimbang (adil)…. Itulah kebenaran yang haq……

    QS An Nuur : 46 yang berbunyi : “Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.”

    QS Al Israa : 42 “Katakanlah: “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai Arasy.” Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. ”
    (diambil dari blog nurahmad.wordpress.com)

    Ini kita analogikan dari ayat QS Al Israa : 42 itu bahwa
    “tuhan = kebenaran yang relatif (kebenaran kecil)”

    dari ayat itu menunjukan pola bahwa kebenaran-kebenaran yang relatif pada akhirnya akan mencari jalan (memiliki pola) dan saling interkoneksi menuju kepada Tuhan yang memiliki Arssy (Kebenaran mutlak).

    Apabila pola ini sudah benar… maka dengan cara dan metode apapun maka akan tetap menghasilkan Kebenaran mutlak. Dari sinilah menunjukan bahwa Allah SWT memiliki sifat maha menghitung (sangat..sangat matematis).

  170. 'siti nurhaliza mengatakan:

    ya itulah, konsep kebenaran mutlak dan kebenaran relatif juga ada dalam al qur’an…
    hehe,,,,masalahnya cabang ilmu tsb tidak dijabarkan lebih lanjut…

    jadinya ya seperti ini hehe.,,

    kan kebenaran itu bisa diperoleh melalui dua cara (setidaknya ini adalah teori saya sendiri hehe)
    1. melalui diri sendiri maka akan menemukan Tuhan
    2. melalui Tuhan maka akan menemukan diri sendiri

    mengenai apapun metode dan pola dalam kerangka relatif semuanya akan menuju ke kebenaran mutlak, menurut saya ini perlu diperinci lebih lanjut hehe..

    karena suatu pola atau metode yang relatif pun tetap memiliki ciri khusus sehingga jangan sampai keliru dalam menganalogikan….

  171. someone mengatakan:

    hehehe namanya juga pola…

    apapun yang disebut pola adalah memiliki suatu gejala umum terjadi berulang-ulang. Seperti sejarah pun juga memiliki suatu pola berulang-ulang juga. Apapun yang disebut oleh pengetahuan oleh manusia dan dijadikan suatu teori, memiliki suatu bentuk perulangan yang terjadi terus menerus baik secara mikro kosmos maupun makro kosmos.

    Apa yang dilakukan oleh para ilmuwan dari jaman dahulu sampai sekarang atas suatu ilmu dan diturunkan dari generasi ke generasi tentu memiliki pola perilaku yang sama. Hal ini juga berlaku terhadap adat dan budaya masyarakat. Penemuan suatu pola/teori baru hanyalah merupakan koreksi / penggabungan ilmu apa yang sudah ada. Dan itu berlangsung terus menerus agar manusia lebih memahami apa yang ada di alam jagad ini……

    Pada satu titik dimana semua pola itu akhirnya akan menemukan titik ideal (adil)… dimana itu dapat disebut Kebenaran sejati….. dimana terletak di tengah-tengah. Suatu titik kritis optimal, dimana semua dapat bersinergi dengan baik, lancar dan sempurna…..

    Kalo kita telisik lebih lanjut… apakah itu yang dinamakan orang yang ahli…. ternyata dapat diungkapkan secara sederhana…. bahwa seseorang yang ahli adalah “seseorang yang memahami batasan-batasan. Batas antara benar atau tidak. Batas antara boleh dilakukan atau tidak, dengan menggunakan ilmu”. Kalau kita lihat sebenarnya manusia dalam menjalani kehidupan ini hanyalah belajar “batasan-batasan saja” sampai ke liang lahat nantinya…..

    Sehingga dalam perjalanan hidup manusia melakukan segala eksperimen baik melalui kebaikan atau pun kejahatan dan berusaha mencari pemahaman (makrifat). Dan mereka2 yang mau berpikir dan berusaha “mencari Tuhan-Nya (kebenaran sejati)” adalah yang Insya Allah akan dimasukan kepada Surga-Nya. Sedangkan mereka yang masa masa bodoh (lalai/terlena/acuh tak acuh/tidak mau berpikir) akan mengalami kerugian yang besar, dan bisa jadi masuk kedalam Neraka-Nya.

    (eling lan waspodo)

  172. someone mengatakan:

    Koreksi dari :
    Batas antara boleh dilakukan atau tidak, dengan menggunakan ilmu

    menjadi :
    Batas antara boleh dilakukan atau tidak. Dan dari pembelajaran tentang batasan-batasan itu (memahami pola) maka terciptalah suatu ilmu.

  173. 'siti nurhaliza mengatakan:

    hehe,,,kalau manusia melihat suatu benda, maka dalam alam pemikirannya akan tercipta beberapa hal :
    1. benda yang masih samar
    2. benda yang dalam keadaan terang cahaya
    3. benda yang dalam keadaan terang cahaya, namun penglihatan yang ada hanyalah bayangan, illusi, fatamorgana
    4. benda yang dalam keadaan terang cahaya, namun penglihatan yang ada bukan ukuran hakekat sebenarnya benda tersebut
    5. benda yang dalam keadaan terang cahaya, dan penglihatan yang ada adalah hakekat sebenarnya benda tersebut

    hehe, ini adalah pola pasti dalam kaidah penglihatan,,,

    namun dalam semua kaidah tsb ada sebuah ukuran sebuah informasi yang masuk ke adalam diri kita

    esensi suatu benda belum tentu merupakan kebenaran dari obyek tersebut, namun hakekat benda tetaplah ada, walau hakekat itu pastilah bertingkat mengikuti informasi yang masuk ke dalam diri kita,,

    hehe, dari sinilah akan muncul istilah benar dan salah, kafir dan mukmin, padahal inti keimanan yang pertama adalah penerimaan informasi yang masuk ke dalam diri kita, sedang kafir adalah penolakan informasi yang masuk ke dalam diri kita walau harus menentang naluri kejujuran…

    sedang sifat informasi tetaplah mengikuti proses normal, yaitu pengamatan, penglihatan, pengidentifikasian yang kesemuanya tersebut berasal dari unsur luar yang diperhatikan dirasakan oleh seseorang..

    adalah banyak manusia yang terjebak dalam pengujian informasi, apalagi ketika informasi itu justru datang dari Dzat Yang Maha Benar yaitu Tuhan…

    bukan masalah sederhana…hehe..

    • Bayu mengatakan:

      Karena itu buanglah semua penghalang bathin dan pikiran, lepaskanlah semua beban yg ada. kebenaran itu akan muncul di depanmu dg sendirinya.

  174. 'siti nurhaliza mengatakan:

    hehehe,,,saya kan dah punya 100 lebih kaidah kebenaran kangmas…

    • Bayu mengatakan:

      Baguslah kalo sdh punya 100 kaidah kebenaran. Coba jalani dan lihat hasilnya, jika mampu menenteramkan (ikhlas) bathin dan pikiran tanpa ada penolakan apapun, itulah kebenaran yg sebenarnya. Tapi jika bathin dan pikiran masih meronta2 setelah dijalani dan lihat hasilnya maka perlu penyempurnaan atas semua yg sdh diyakini sbg suatu kebenaran.

  175. 'siti nurhaliza mengatakan:

    hehe,,,jangan kuatir, saya sudah tenang, kalau meronta-ronta barangkali persoalan lain ajah hehehe…

    • Bayu mengatakan:

      Kalo masih ada persoalan lain, berarti msh ada beban yg blm dilepaskan krnnya yg muncul cuma kebenaran semu belaka.

      • 'bungacitralestari mengatakan:

        hehe,,persoalannya lain kali mas, ga ada hubungannya dengan masalah kebenaran,,,mungkin masalah xxxx…. :D :D
        biasa tuh mas, pembicaraan ibu-ibu, mas kaya ga tau ajah,,,, :D

        • nurkala kalidasa mengatakan:

          wkwkwkwkwk.. geblek :D :D :D

          • 'bungacitralestari mengatakan:

            hehehe,,,, biasa aja tuh bos, cuman beda persepsi aja, karena dalam kebenaran itu tetaplah ada keyakinan dan keimanan, kalau seseorang sudah menerima informasi benar dari sesuatu obyek maka tugas pertama adalah mengimaninya,,,,nah itu jelas bukan kebenaran semu,,,

            hehe, lain kalau soal ada pegawe kantoran yang sudah tahu kalau korupsi itu salah, tetapi tetap aja korupsi, maka yang salah adalah orangnya bukan aturan di kantor, jadi aturan di kantor tetaplah benar, bukan kebenaran semu hehe…

  176. someone mengatakan:

    Mas/mbak siti nurhaliza :
    “hehe, dari sinilah akan muncul istilah benar dan salah, kafir dan mukmin, padahal inti keimanan yang pertama adalah penerimaan informasi yang masuk ke dalam diri kita, sedang kafir adalah penolakan informasi yang masuk ke dalam diri kita walau harus menentang naluri kejujuran…
    sedang sifat informasi tetaplah mengikuti proses normal, yaitu pengamatan, penglihatan, pengidentifikasian yang kesemuanya tersebut berasal dari unsur luar yang diperhatikan dirasakan oleh seseorang..
    adalah banyak manusia yang terjebak dalam pengujian informasi, apalagi ketika informasi itu justru datang dari Dzat Yang Maha Benar yaitu Tuhan…

    Memang ada suatu saat dimana antara nurani bertentangan dengan pikiran karena gak nalar… aneh… edan dan lain sebagainya dan itu bertentangan dengan adat istiadat, dan terasa menyesakan dada. Hati terasa galau dan tidak karuan….
    sehingga tidak selalu selaras dan terkadang batin meronta-ronta secara hebat….

    Kuncinya satu yaitu “kesabaran” dan “selalu berkomunikasi dgn nurani (berdoa kepada-Nya). Karena pada prinsipnya kesabaran manusia (sebaiknya) tidak berbatas dan akan terjawab melalui kejadian nyata yang sudah diperkenankan oleh-Nya (beserta jawabannya melalui nurani).

    Hal ini sebenarnya sudah dicontohkan oleh kisah Nabi Musa dgn Nabi Khidir dimana nabi musa menggunakan ilmu nalar wajar, dan nabi khidir menggunakan ilmu rasa (nurani)… nabi khidir menyarankan nabi musa untuk mengikuti perjalanan tersebut tanpa bertanya apapun… tetapi nabi musa tidaklah sabar sehingga nabi khidir menganggap nabi musa gagal. Karena dengan bersabar maka pertanyaan dalam hati tersebut akan dijawab oleh Allah SWT, melalui nurani nabi Musa secara langsung. (diikuti ayat selanjutnya yg membahas tentang kesabaran).

    Penjelasan ini bisa diberikan, karena pengalaman pemaksaan poligami oleh nurani yang tidak klop dengan akal pikiran, dan begitu menyakitkan. Dimana akal pikiran menolak keras, dan nurani begitu memaksa. Karena nurani lebih kuat (bisa edan kalo melawan), ya terpaksa diikuti sekaligus dilakukan penelitian tentang hati untuk itu. Walaupun akhirnya peristiwa itu tidak terjadi…. (dicabut oleh-Nya).

    Dan atas seijin-Nya pula akhirnya bisa membuka pemahaman baru tentang kesabaran dan ayat2 termasuk kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir tersebut…. (semua kebenaran hanya Allah SWT yang tahu)…

  177. 'bungacitralestari mengatakan:

    waduh kalau masalah poligami sih, boleh lah kalau saya ikut urun rembug hehe,,,
    kalau diliat dari sisi nurani naluri akal maka akan ada dua sisi, sisi perempuan dan sisi laki-laki…

    dilihat dari sisi akal, maka poligami adalah sebuah solusi jitu di saat tertentu.,,,jadi dalam hal ini poligami adalah bukan masalah berarti,,
    dilihat dari sisi naluri dan nurani, maka nah yang ini ada sisi uniknya, karena ada dua buah sisi :
    1. sisi wanita, pasti akan menolak, bisa jadi benci atau kurang suka
    2. sisi laki-laki, wah kalau bicara poligami, laki-laki mana yang ga senyum2 sendiri kalau diminta cari isteri lagi,,, :D

    maka hal di atas adalah sisi keseimbangan, dimana ketika ada dua sisi pertentangan antara nurani naluri wanita dan pria, ada sisi temunya, dan poligami adalah tidak lah salah karena tetap memenuhi pola keseimbangan antara nurani naluri wanita dan pria..

    jadi sisi keseimbangan poligami adalah unik, karena dalam hubungan antara pria dan wanita,,,,inilah sisi keseimbangan khusus…

    maka poligami dilihat dari sisi rasa, naluri dan nurani pun tidaklah tercela hehe, kecuali kalau suami ga adil aja hehe…

    hal ini akan ada bedanya jika diuji dengan sample nurani lain…

    misalnya neh, kebanyakan wanita, adalah suka berdandan, pakai bedak dan gincu, semua wanita lah bukan kebanyakan aja hehe,,
    kemudian kalau ada laki2 yang suka berbedak dan bergincu maka ini akan menjadi penentangan naluri dan nurani,,,,hehe…istilahnya menyalahi kodrat…

    kalau saya yakin pada tataran syariat, atau fiqh pun ajaran Islam akan selaras dengan nurani dan naluri aja…
    kalau ada yang belum paham, barangkali karena alat ukurnya agak beda karena terkadang variable naluri dan nurani mudah terpengaruh oleh lingkungan, adat dan kebudayaan…

    hehe…

  178. Abdi dalem mengatakan:

    Semua pembahasan tentang MKG diatas tidak ada yang salah, kalau ada perbedaan itu hanya derajat atau level pemahaman yang berbeda-beda satu sama lain, dan jelas sekali terlihat

    Imam Al Gazali dalam kitab Ihya Ulumudin berkata: Surga itu ada 100 derajat/100 level, tiap derajad bedanya seperti langit dan bumi

  179. jayyin asmara mengatakan:

    ngalor ngidul wes sak kareppe dewe, lapo ae eker . . . .
    urusanmu dewe karo gusti Allah . .

  180. baban mengatakan:

    sesesorang menganalisis hanya membaca hanya satu serat,itu kurang benar,kenyataan para wali makam banyak yg ziarah,orang yg menghujat para wali itu termasuk orang panatik,para wali itu memepunyai perjalanan hidup sendiri2,dan tdk mungkin sama,saya kira kalau orang menilai sesuatu jg melihat satu sisi kita lihat ajarannya apa lagi seperti sunana kali jaga semua muridnya bukan orang sembarangan,entah dia nakal,maling itu hanya suatu proses,karena perjanan hidup seseorang sudah tertulis oleh kehendak ALLAH

  181. sandi mengatakan:

    sesungguhnya para wali itu adalah kekasih Allah, barang siapa memusuhi kekasih Allah maka hakekatnya juga memusuhi Allah SWT.

    seseorang diangkat menjadi wali Allah, melalui proses yang panjang dan untuk diangkat menjadi wali, Allah tidak melihat latar belakang seseorang itu baik atau hina, sebab Allah maha tahu.

    bisa jadi kita melihat seseorang memiliki amalan yang baik, akan tetapi belum tentu dihadapan Allah ” sebab innamal a’malu binniyat ”
    segalam amalan itu bergantung pada niat.

    sunan kalijaga memang menurut sejarah pernah melakukan perbuatan tercela sebagai seorang perampok ( begal ), tetapi tahukah kita, bahwa beliau melakukan itu karena jauh diliobuk hatinya merasa trenyuh melihat kehidupan masyarakat saat itu.

    meskipun beliau salah karena melakukan perampokan ( begal ) akan tetapi sesungguhnya beliau memiliki hati mulia dan bersih , yaitu untuk menolong kehidupan masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi.

    dalam sejarah, orang yang memiliki hati yang mulia dan bersih inilah sesungguhnya yang dekat dengan Allah SWT, meskipun hidupnya pernah bergelimang dosa, contoh lain ” robiah al adawiyah ” ya ng pernah hidup sebagai wanita budak yang bergeliang dosa karena jatuh dalam pelukan banyak lelaki.

    jadi kita tidak harus mencela orang yang seakan2 buruk dihadapan kita akan tetapi ternyata mulia disisi Tuhannya, seperti halnya Sunan Kalijogo dan robiah Al Adawiyah

  182. ilham mengatakan:

    apakah jadi wali itu manusia yang menentukan….???

    • Prabu Parikshit Tri Budi Dharma mengatakan:

      wali itu ditentukan manusia berdasarkan ketinggian ilmu islam orang yang dianggap wali itu.
      jadi wali itu harus belajar. kalo sudah sakti islamnya kan jadi wali.
      jadi bukan sembarang muslim diangkat allah jadi wali.
      masa itu saja harus orang kafir seperti saya yang menjelaskan.
      dasar dongok.

  183. sandi mengatakan:

    yang menentukan dan mengangkat seseorang itu wali Allah, jelas Allah.

    banyak orang mengatakan bahwa kyai A itu waliyulloh, sebab setelah meninggal beliau banyak diziarahi umat, beliau juga memiliki banyak karomah.

    seseorang yang memiliki predikat waliyulloh, dalam tataran spiritual maqomnya sudah mencapai tingkat makrifat, sehingga sabdanya Kun ( jadilah ), ini sesuai dengan janji Allah ” para Wali Allah itu bila meminta dikabulkan “. sedangkan karomah biasanya akan didapat seseorang bila sudah mencapai tataran hakekat.

    suatu ketika saya ingin tahu secara spiritual, tentang meninggalnya seorang tokoh yang dielu2kan dan sampai saat ini terus dibanjiri para peziarah, dan dikabarkan maqomnya sama dengan waliyulloh, jawaban yang yang saya peroleh :
    1, yang tahu seseorang wali bukanlah manusia, karena tingkat maqom ( derajad ) seseorang sehingga dianggap wali tidak bisa diukur dari banyaknya peziarah.
    2. seorang waliyulloh, sudah pasti akan zuhud, jauh dari kemegahan dunia, lebih banyak waktunya digunakan untuk beribadah dan mencari ridlonya.
    3. seorang waliyulloh, sabdanya KUN ( jadilah ), tidak mudah memberikan pernyataan, karena bisa terpeleset lidahnya menjadi fitnah,
    4, Seseorang yang diangkat sebagai waliyulloh, sudah pasti berakhlakul karimah, apapun latar belakangnya ( selalu jadi orang baik, atau pernah tergelincir dalam kejahatan ).
    5. seorang waliyulloh adalah manuusia pilihan yang sudah ditetapkan olehNya, meskipun kita menganggapnya orang biasa, sebab kedalaman iman dan ilmunya tidak pernah diperlihatkan.

    wallahu alam bishshowab

  184. ahmad sovana mengatakan:

    yg tau wali atau enggak itu cuma allah,..ente belum bisa menahan hawa nafsu aja udh bisa sok nulis artikel,..ibarat ente baru tau kulitnya aja belum isinya,..jgn sok tau,..justru orang yg sok tau itu orang bodoh,..

    wassalam,..
    alumni teologi IAIN

  185. croissant mengatakan:

    Hidup dan jayalah buddha terakhir agama raja agama rakyat.
    Jangan kotori sungai karena seluruh sungai adalah suci.
    di Arab saudi pasti jarang ada sungai makanya para kyai gak menfatwakan sungai itu suci jadinya begini sungai kotor dimana-mana.

    • Prabu Parikshit Tri Budi Dharma mengatakan:

      menurut mitos yang beredar adalah, islam itu hancur saat ada orang membawa air zamzam untuk dibuang ke sungai gangga.
      karena air suci itu selalu memancar dimanapun ada kuil shiva.
      itulah hebatnya saya.

  186. croissant mengatakan:

    Udah ah saya puas ramalan jayabaya telah terpenuhi tinggal saksikan apa yang akan dilakukan SP.

  187. rengkik mengatakan:

    yg jelas Sunan Kalijogo bukan anggota freemasonry dan illuminati…. ha..ha..ha..ha..
    Apakah Sabdo Palon anggota freemason dan illuminati ?

  188. aregoes mengatakan:

    Untuk pengislaman, kuakui saya belum pernah mengislamkan orang. Kalo Sunan Kalijogo banyak mengislamkan orang, ya memang tugas dia sebagai wali.
    Brarti jelas mas edi sudah mengakui Sunan kali jogo Wali. Diatas itu kan Tulisanya.
    kok bisa kecoret gitusih? ngak bisa nahan nafsu ya?……

    • Prabu Parikshit Tri Budi Dharma mengatakan:

      dulu sunan itu bisa mengislamkan orang, karena orang jawa waktu itu bodoh (sampai sekarang masih bodoh). mereka melihat orang bicara, ceramah, lalu diterima seperti orang lugu. karena itulah sebentar saja satu jawa jadi islam.
      orang jawa gak terbiasa bermain utak-atik kebenaran, bisanya cuma uthak athik gathuk, alias disambung-sambung kalimat biar kelihatan benar padahal baru filsafat saja.
      orang jawa itu menganut sistem feodal, yang lebihmelihat apa kata pemimpin.
      kalo dibawah pemerintahan saya, orang jawa boleh berpikir sendiri bahkan boleh menentang saya, tentunya jika tahan mendengar saya yang mengatakan tak ada yang boleh menentang saya.

  189. YU mengatakan:

    LA WONG DARMOGANDOL AJA KEABSAHANNYA TIDAK JELAS, SIAPA PENGARANGNYA, APA BETUL KEJADIANNYA SEPERTI YANG DICERITAKAN DI DALAM SERAT DARMOGANDUL, SEBAGAI SESAMA MUSLIM CUKUP KITA DOA’KAN AGAR PARA LELUHUR KITA MERUPAKAN PEMELUK ISLAM DAN DITERIMA OLEH ALLAH SWT DI TEMPAT YANG TERPUJI. GITU AJA KOK REPOTTTTTTTTTT

  190. Corat_Coret mengatakan:

    dialog dalam Serat darmogandul/gondal-gandul anda justru yg tidak meyakinkan & dipertanyakan keabsahannya.

  191. KyO mengatakan:

    ga penting bgt sih bahas kek gituan…
    mengalir aja…
    emg yg nulis artikel ini dah lahir pas jaman sunan Kalijaga???
    sok tau luuuuuuuuuuu….
    hanya ALLOH SWT ya tau sglnya…
    sapa tau yg mandi ga disebutin…
    kan malu, masak mandi di muka umum…
    jorok ah…
    toh dulu jg lom ada CCTV…
    ah ” TLEPONK JARAN”…
    RIZZZZZZZZZZZZZZZIIIIIIIIIIIIIIIIII

  192. arie mengatakan:

    terlalu bnyk orang indonesia bljr islm hanya sampe syariat pdhl islm pny 4 tngktn syariat,toriqat,haqiqat,makrifat
    sunan kalijaga sudh smpe thp makrifat sdgkn yg buat artikel baru syariat,mna mgkn bs mengerti mksd sunan kalijaga melakukan itu,smoga kasus syekh siti jenar tdk terulang….

    • dadangkardana mengatakan:

      setujuuuu…

      dari dulu banyak terjadi penyelewangan2 oleh sebagian besar umat manusia sehingga turunlah nabi ato rosul. lantas sekarang umat sekarang ini mungkinkah yang kita terima adalah dari penyelewengan2nya karena jarak kanjeng nabi Muhammad sudah jauuuh…

      makasih salam

  193. jlwansori mengatakan:

    Tulisan anda memang bagus berbentuk sejarah, baik.Kalau kita lihat di bangku kuliah jurusan Hukum dengan jurusan DAKWA itu cara berfikirnya itu beda. Orang jurusan hukum kalau ingin mengislamkan seseorang dikenalkan syarat2 masuk islam cukup banyak sehingga biasanya orang tsb malah ngantuk dan jadi tidak masuk islam, mungkin dianggap terlalu berat. Sedangkan orang jurusan DAKWA mengislamkan seseorang cukup baca SYAHADAT selesai lainnya sambil jalan, apalagi sdh potong rambut sdh bagus. Yg terpenting kan jiwanya sdh bersyahadat , meng ESA kan Tuhan yaitu Allah SWT dan mengakui Muhammad sebagai RasulNYA. Begitu Syahadat dibaca secara penuh Makna, maka Jiwanya sdh menjadi bersih alias sdh MANDI JIWA. Maaf yah saya kira manusia mandi seribu kali kalau jiwanya ga mandi ya tetep kotor. Menurut saya pengertian MANDI dalam hadist tersebut itu artinya MELAKUKAN IBADAH. Contohnya Nabi Muhammad suka baju putih, bukan berarti kita pakai baju putih terus jadi seperti Nabi, tidak begitu kan.Putih disini kan IBADAH, jadi Nabi Muhammad tidak pernah lepas baju putih artinya Nabi Muhammad tidak pernah meninggalkan Ibadah kepada Allah. Jadi maaf tidak perlulah menjelekkan seseorang, kita ini kalau dibandingkan dengan Wali kita jauh sangat bodoh. Oleh karena itu makin banyak belajar kita tentunya makin merasa bodoh, karena kita akan melihat kekurangan kita yg belum tahu. Terimakasih, maaf tidak menggurui tukar pikiran aja. Karena saya seneng membaca dan mengambil baiknya saja dan tidak suka menjelekkan orang lain. Maklum saya orang BODOH

    • Widji Midjil mengatakan:

      Syahadat???….mohon bagi siapa saja untuk bisa menjadi guru dan bercerita tentang syahadat…..untuk kepentingan semua yang masih merasa jadi murid disini…saya juga murid yang masih bodoh…..

  194. dadangkardana mengatakan:

    saya jg pengen jd murid…mencari guru sejati….
    syahadat itu pengakuan n kesanggupan diri terhadap Tuhan yang Maha…kmdian diimplementasikan lewat syareat kanjeng Nabi.
    jd klo saya berpendapat harus mencari guru marifat yang mengantarkan kita tentang syahadat. sehingga kita bisa merasakan nikmatnya syahadat.
    makasih
    salam.

    • Widji Midjil mengatakan:

      Saya rasa njenengan dan banyak orang sudah melakukan syahadat dalam banyak hal…bukan ucap dan janji kosong…menyaksikan dan melihat banyak hal yang nampak tidak hanya dengan mata lahir…tapi dengan banyak mata di nurani……tidak pantas saya menulis dalam hal ini…..guru sejati yang bisa menerangkan dan dimana guru itu???….saya rasa dia adalah dekat….

      • dadangkardana mengatakan:

        mas ato bpk widji mijil yth,
        untuk belajar kearah itu perlu pembimbing. memang yg sejati adalah dekat. tp perlu ada yang memberi metode ato syareat ato torekotnya.
        apalagi belajar menyaksikan yang nampak n yang tiddak nampat mata lahir.
        thanks

        salam,

  195. lukman mengatakan:

    @yang membuat artikel ini:
    dalam al quran mamang tidak di sebutkan adanya sunan
    tapi di jelaskan tentang waratsatul anbiya’
    yang sering disebut sebagai wali,atau dalam bahasa jawa sering disebut dengan sunan. sunan kalijaga adalah termasuk dari wali-wali tersebut.
    raden brawijaya pada saat itu di dampingi oleh sabdapalon dan nayagenggong,jadi raden brawijaya setelah di potong rambutnya langsung berkata pada mereka berdua bahwa raden brawijaya sudah masuk islam. apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu???
    mungkin setelah berkata pada mereka berdua raden brawijaya memenuhi syarat yang ke-3.apakah anda tidak berpikir demikian??
    dan satu lagi,,,,….
    raden said memang merampok,mencuri,tapi raden said hanya merampok harta milik orang yang kikir
    harta para penjudi-penjudi. dan hasil merampok itu di bagikan kepada orang-orang miskin,
    anak yatim,orang-orang susah,orang yang tidak mampu……
    mungkin cuma ini yang dapat saya jelaskan..
    terima kasih :D

  196. firman mengatakan:

    darmo gandul = pesan yang masih canggung. jadi sebetul hikayat ini dalah cerita yang perlu diteliti atau yang tersirat dalam tersurat perlu diketahui sehingga jangan hanya kulitnya saja. sama dengan serat gatot loco dn sert lainnya yang judulnya saja sudah perlu dipikirkan. sehingga terjebak oleh judulnya dan mengarah ke pikiran yang mondar mandir.saya tambahkan cerita mengenai serat yang khusus mengenai tulisan ini,bahwa ;Ketika prabu brawijaya v melarikan diri dari keraton menuju ke bali untuk meminta bantuan kerajaan di bali karena mendapat masukan bahwa keraton akan diserbu oleh pasukan raden patah(yang nota bene putranya sendiri),sunan kalijaga mendengar berita ini berangkat mengejar prabu brawijaya ke v untuk mendudukkan kejadian sebenarnya. singkat cerita sunan berhasil menemui prabu brawijaya v di tepi danau di daerah blambangan dan menceritakan kejadian yang sebenarnya : yang dikatakan sunan kalijaga ke prabu brawijaya v adalah bahwa tidak benar bahwa raden patah akan menyerbu istana dan merebut kekuasaan,tapi adalah untuk mengunjungi ayahnya sendiri dan menanyakan kepada ayahnya siapakah yang menggantikan beliau,mengingat bahwa putra mahkota tidak mau menggantikan prabu brawijaya V(riwayatraden gugur) dan rencana kudeta terhadap prabu brawijaya v.dan sunan kalijaga juga berhasil membatalkan niat prabu agar prabu brawijaya v tidak menyebrang ke bali.kemudian prabu brawijaya v bertanya kepada sunan dimanakah raden patah sekarang, jawaban sunan sedang menunggu kabar keberadaan Prabu brawijaya v dari sunan dan karena lama ditunggu tidak kunjung tiba,prabu brawijaya v menanyakan seorang pemuda yang bersama sunan kalijaga; siapakah pemuda ini.sunan menjawab bahwa ini juga putra prabu yang bernama jaka tingkir/bondan kejawan.kemudian prabu brawijaya berkata kepada sunan kalijaga bahwa pengganti saya adalah Raden patah dan hanya berkuasa 1 periode dan selanjutnya diganti keturunan bondan kejawan , jawaban sekaligus sunan kalijaga memberi pertanyaan kepada prabu brawijaya menyangkut raden patah.:bahwa raden patah adalah seorang pemeluk agama islam dan tidaklah baik seorang raja yang beda agama dengan rakyat dan untuk rakyat patuh raja/prabu brawijaya v harus masuk agama islam.pertanyaan prabu syaratnya apa saya masuk islam,sunan menjawab prabu hanya mengucapkan 2 kalimat syahadat yang bunyinya adalah Asyhadu Allah ……
    jawab prabu brawijaya saya siap untuk membacanya tapi tidak sanggup membaca 2 kalimat syahadat memakai asyhadu, sebab saya sudah tua dan tidak sanggup membawa asyhadu dalam hidup saya yang tinggal menunggu ajal.singkat cerita terjadi dialog yang panjang mengenai kalimat asyhadu dan akhirnya prabu brawijaya mengakhiri dialognya dengan mengatakan kepada sunan kalijaga :Sahid saya prabu brawijaya v mengucapkan kalimat syahadat tanpa Asyhadu : La illaha Illalah…. dan bila mana ucapan/baiat ini saya tidak diterima Gusti Allah SWT.maka danau ini besok pagi akan mengeluarkan bau busuk,tapi bila besok pagi danau ini berbau wangi maka saya mendapat ridha untuk sumpah saya masuk islam.karena Asyahdu adalah sumpah yang sangat tinggi yang tidak bisa dilanggar ini adalah hukum Allah.sedangkan saya sudah tua dan tidak sanggup menjalankan Sumpah ini dan menebusnya dosa saya.. besok pagi ternyata danau tersebut berbau wangi dan dinamakan banyuwangi yang sekarang dikenal kota banyuwagi.jadi darmogandul adalah serat yang seperti jaman sekarang bagaikan puisi ws.rendra keras tapi mengandung arti yang tersirat didalamnya.jadi ingatlah jadilah manusia satrio piningit dangan kalimat asyhadu hidup didirimu sehingga anda menjadi manusia muhammad.dengan membawakan MORAL,MENTAL,WATAK,SIFAT TERPUJI.

  197. ndoro puteh mengatakan:

    seandainya gak ada walisongo ato para keturunan ,sahabt nabi muhamad,ato orang2 islam.pasti kmu gak akn tau islam itu apa.jgn2 kmu bukan islam,hanya belajar agam isla untuk mengetahui islam itu apa lalu kmu kana merusah umat islam dgn kata2 aneh mu itu.ku ragukan keislaman mu nak.

    • Prabu Parikshit Tri Budi Dharma mengatakan:

      Kalo kamu tingkatkan ilmu kamu lagi, banyak membaca, kamu akan jadi seperti guntur. yang mencampuradukkan antara yang haqq dan bathil.

      semua kesalahan tak bisa dibenarkan, orang hidup berkembang itu biasa, mendapat kebenaran dari kesalahan itu biasa. tapi bukan berarti kesalahan atau kejahatan bisa dibenarkan.

  198. cakra mengatakan:

    lah si puteh ini jgn banyak cingcong lah. biar saja siapa pun mau komentar apa saja. mau islam mau jahudi, mau kafir pengikut iblis biarkan. kenapa kamu yg kayak sontoloyo ??? malem minggu begini jgn bikin saya spaning !!!

  199. gatoloco mengatakan:

    sesama muslim itu mbok ya..o bersatu janganlah saling menghina satu sama lain kita ini bersaudara iya to..
    .

  200. firaun mengatakan:

    bukan salah kalijaga…
    tapi salah yg nulis dharmogandul..

  201. ndoro puteh mengatakan:

    takdir menowo

  202. agus mengatakan:

    gk usah ribut2,tanya aja langsung pada pakarnya
    biar lebih jelas,intinya supaya kita semua bisa menjadi lebih baik,dr tahun yng lalu.
    percuma ja walau 3 itu di jlnkan tidak ihklas ridho percaya tak da gunanya.yng penting melaksanakan yng di perintah,meninggalkan yng di larang
    liat dulu sholat 5 waktu kita sudah betul blom,sebelum masuk ke tahap selanjutnya.thx

  203. agung dewo mengatakan:

    isoae sing nyritakno gak paham sing sampeyan karepno jamane wes brubah kabeh mau iso dadi pelajaran suwun marang siro sing isih pangeling eling maran isun kabeh

  204. anton bahrul alam mengatakan:

    saudara saudara sekalian jika dahulu tidak ada wali songo mungkin kita tidak mengenal islam dan tidak memeluk islam

    • Rejo Winangun mengatakan:

      trima ksh jg dgn UUD45 yg memberikan kebebasan kpd setiap org utk memeluk agama dan keyakinan sesuai dgn apa yg diinginkannya.
      Amin

    • Rejo Winangun mengatakan:

      terima kasih jg kpd UUD45 yg memberikan kebebasan kpd setiap org tuk memeluk agama dan keyakinan sesuai dgn apa yg diinginkannya
      amin

  205. anton bahrul alam mengatakan:

    kita semua harus berterima kasih pada para wali songo kalau tidak ada mereka terus gimana kita semua

  206. pengenang mengatakan:

    kalau tidak ada wali songo berarti Majapahit masih berdiri sbg kerajaan nan agung gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo..

    lihat saja abad ix, x, xi, xii sebelum islam masuk sdh berhasil dibangun candi-candi agung Borobudur Prambanan dll..

    • puterinya bu lurah mengatakan:

      ya sebenarnya kalau bicara sejarah itu susah…

      jaman hindu dan budha peradaban sudah tinggi di nusantara, tapi juga tidak pernah lepas dari cacat dan cela, karena awal dari timbulnya dinasti dan kerajaan juga dimulai dari peperangan, aneksasi, perebutan wilayah, menjajah atau menyerang negeri lain…

      begitu juga yang terjadi di timur tengah, peradaban di sana pun sudah tinggi, negeri seribu satu malam di bagdad irak bisa jadi contoh nyata,..

      begitu juga kesultanan turki utsmani….peradabannya sudah maju..

      tapi apa yang mereka lakukan juga tidak pernah lepas dari cela dan cacat…peperangan dan penyerangan daerah lain…

      dulu itu berlaku rumus begini, untuk menciptakan peradaban yang tinggi akan saya tundukkan lawan dan saingan saya walaupun harus ditempuh dengan cara peperangan, bagi yang tidak sabaran akhirnya menyerang dan menjajah negeri lain….

      maka saya bisa bilang sebagian besar peradaban manusia selama ribuan tahun ini adalah hakekatnya NOL….bukan mencerminkan peradaban surga, kerajaan surga….atau kekhalifahan sejati…

      mulai dari jaman SP inilah semua dibenahi dan diwujudkan dalam peradaban sejati, kerajaan surga, kekhalifahan sejati,…

      SP sudah punya ilmu tentang semua itu…

      hehehe…

  207. guntur mengatakan:

    siti, tiap lu gue baca tulisan lu kenapa gue bawaanya pengen muntah ya ???

  208. thoyib mengatakan:

    sunan kalijaga memang nggak layak jadi sunan, cocoknya jadi pengacara aja…

  209. thoyib mengatakan:

    Tak ada gunanya sok bicara “apa.. r.., akulah …”.

    syeh siti jenar itu baru manunggal dengan isim allah saja. belum dengan zat allah.

    di dunia ini belum ada yang bisa manunggal dengan zat allah kecuali para pendeta tao.

    lv4 itu pencapaian syeh siti jenar (isim allah).
    lv7 yang diajar ratu adil baru manunggaling kawulo gusti yang sesungguhnya.
    karena allah itu duduk di lv7.

    kalo cuma mengikuti paham saja itu tak ada artinya. misalnya berkata “apa.. r.., akulah …”. tapi gak bisa terbang dsb. berarti masih belum.

    dan perlu diketahui syeh siti jenar itu manunggal dengan isim allah bukan karena islam tapi karena anapanasati hindu digabung magick hindu.

    dan kalian itu menjadi zat allah bukan karena islam, tapi karena ajaran ratu adil.

    berubahnya syeh siti jenar karena hindu dan kalian karena agama buddhi tak akan menyelamatkan islam di nusantara dari pembantaian ratu adil.

  210. thoyib mengatakan:

    syeh siti jenar berubah karena hindu dan kalian berubah karena agama buddhi. islam tak bisa membantu kalian. karena itu islam akan dimusnahkan karena tak ada gunanya.

    • thoyib mengatakan:

      tidak ada artinya kalian berubah jadi kodok atau jadi allah. islam tetap islam dan akan dihabisi ratu adil.

      • thoyib mengatakan:

        kecuali islam sudah mengubah syeh siti jenar. mentransformasi syteh siti jenar, tentu ratu adil akan hormat pada islam.

        syeh siti jenar berubah karena hindu dan kalian berubah karena agama buddhi. islam tak bisa membantu kalian. karena itu islam akan dimusnahkan karena tak ada gunanya.

        tidak ada artinya kalian berubah jadi kodok atau jadi allah. islam tetap islam dan akan dihabisi ratu adil.

        kecuali islam sudah mengubah syeh siti jenar. mentransformasi syteh siti jenar, tentu ratu adil akan hormat pada islam.

        • thoyib mengatakan:

          kalian cuma berlatih hindu lalu ambil sepenggal ayat quran. seperti orang belajar mesin air di barat lalu ambil sepenggal ayat quran.

        • asegafff mengatakan:

          thoyiib… di islam tidak ada itu menyembah selain allaah.. jadi gak usah komen yang begitu tentang islam.. sya tidak percya dengan ratu adilmu,, atau budhi mu…lakum dinumum waliyadin..

        • sunan kalijaga mengatakan:

          kONTOLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
          ALIAS KOEN TOLOL (TOLOL SEKALI KAMU)

      • setan alim mengatakan:

        tambah satu orang tolol.. hahahahahahaaha..thoyyy

      • sunan kalijaga mengatakan:

        IYO DILLL!!!!! RATU SEMU DI BANGGAKAN. RATU ADIL HANYA ISTILAH.

  211. Rudy Susila mengatakan:

    Hanya Allah yang Maha Mengetahui…..

  212. Seviona mengatakan:

    jangan suka membicarakan orang lain……intropeksi diri…..
    yang penting kita harus bisa menjaga keislaman kita…

  213. abhas mengatakan:

    belajar ilmu agama itu diamalkan.tidak untuk diributkan.

  214. kakang kawah mengatakan:

    kamu menulis skrip tapi ngak pakai otak taunya cuma mengekploitasi sejarah kamu orang yang munafik

  215. Prananto mengatakan:

    Wah harusnya anda juga mikir, kalau tidak ada wali dan ulama yang berjuang kita semua tidak akan menjadi orang Islam karena Islam datangnya setelah masa kerajaan Hindu Budha. Harusnya berterima kasih kepada para wali karena atas perjuangannya bisa menjadikan negara Indonesia mayoritas beragama Islam. Kalau masih kurang sempurna kewajiban kita yang harus menyempurnakan. Kalau ada kekurangan yang seperti itu kenapa anda tidak senang dengan gelar sunan Kalijogo? Dan nyatanya berkat perjuangan wali Indonesia mayoritas beragama Islam. Anda sendiri beragama Islam berkat siapa? Kita semua hanya mewarisi dan meningkatkan, harusnya juga menghargai. Saya saja tidak menjamin anda lebih pintar dari Para Wali.

    • wahyudi budianto mengatakan:

      alhamdulillah kang prananto, saya setuju dengan pendapatmu, Islam tersebar di seantero nusantara berkat perjuangan para wali

  216. asegafff mengatakan:

    mas edy,,, ilmumu itu baru seujung kuku ,, jangan bicara lancang seperti iitu,, terserah kamu mau manggil apapun dengan gelar kanjeng sunan kalijaga,. yang jelas beliau telah banyak berjuang buat nyebarin islam dijawwa. dan masalah sah dan tidaknya islamnya brawijaya semua tergantung alllah anda tidak pantas mengucapkan kata1mu itu.. justru sy meragukan keimanan anda jika kurang jelas silahkan anda bergru kepada sy akan sya ajarkan bagaimana menelaaah / kejaaadian yang sebenanrya……. saya orang tuban jawa timur. sy tunggu,,,,,,

  217. iwan mengatakan:

    hemmmmmmmm….apa sih kok jadi mou tawuran,…….hahahahha gmana bs maju kalo kt berfikir seperti ini….

  218. Ibn mengatakan:

    Wong edi gemblung koq dikomentarin.cuekin aja gitu aja koq report.ilmu klo sdikit ya sok tau gitu.baru kmrn sore sdh ngledek perjuangan wali…biarin aja ke neraka sendiri cuekin aja,dasar bocah gemblung ra ono pendidikane blas:D

  219. joko mengatakan:

    EDI= EMANG DEMID ITU,,, dia baru jatuh dari pohon kelapa,,,makanya otaknya sableng!!!dia pengikut para syetan dari laut selatan,,,!!

  220. GAJAH BIRU mengatakan:

    toyib:kamu kayak kerbau dungu,,!! klo kamu ngerti ajaran siti jenar dg sebenar-benarnya,nggak mungkin mulut kamu cakap sprti itu,,,paling juga kamu golongan sekte2 pemuja syetan era modern ini,,,siti jenar akan malu mendengar comment kau,,!! dasar anjing buduk,,!!

  221. setan alim mengatakan:

    doktrin kontol: gag malah terima kasih, malah sok bener. sunan kalijaga salahsatu penyebar agama islam di tanah jawa. wes gag perlu di fatwa macem2. di cari salahe (omongan orang sok scui bilang aja pengen tenar karna gag laku fatwne.: apa di kira Allah itu cuma ada di zaman rasullula muhammad saw aja . yang pasti sunan kalijaga berjasa karna ajaran agama nya karna keyakinan masyarakat dulu sangat lekat dgn ajaran agama lain non islam. jangan sok ahli sorga lah .. kafirmu sendiri koreksien. SOK AHLI SORGA alias sok bener . DOKTRIN GAG LAKU. CARI2 SALAHE SUNAN KALIJOGO.

  222. setan alim mengatakan:

    doktrin apa ya model gitu mah guwe . ga ngaruh ! itu salahsatu orang yang dholim. sok bener . kalo pengen tau ya . harus tanya langsung alasannya sm sunan kalijag .. datang aja ke massanya sunan kalijag. ( bukan cari 2 kesalahannya sunan kajijaga.) zaman sekarang banyak istilah uztad2 artis. pengen tenar .!!! salah satunya yang bikin doktrin web d atas.

  223. sunan kalijaga mengatakan:

    opo ae mas….. eddy pamer ilmu tok!!!

    • sunan kalijaga mengatakan:

      KAFIRE DEWE GAK DI GATEKNO.

    • sunan kalijaga mengatakan:

      SAMPEAN MW APA MAS EDDY..omongan ngalor ,ngidul, ngetan, ngulon. koyo wong lewong.. mobat mabit.. MW JUALAN ILMU TAH KOYO WONG DODOLAN JAMU.!!!! (dimana mana yg namanya setan iku sombong).. koyo sampean debat2an. suluk2an,pinter2an !!! kamu nek gak di patoki maesan loro . gak kiro leren (terus terusno aja. paling nek duniamu wes di nisan dua mungkin berhenti) biasa nek jagad cilik yo ngunuiku.(eddy= dunia kecil) apa mau nentang penciptanya. MUNAFIK.

  224. iqbal mengatakan:

    Ini lah dadzal berwujud eddy, Yg ingin menyesat kan manusia…!!
    @EDDY DADZAL

  225. kang ughis mengatakan:

    WAH WAH ORANG ISLAM KOK MAU DI PROPOKASI SAMA SERAT DARMO GANDUL , woiy!! SERAT DARMO GANDU ITU ISI ADALAH KITA PELECEHAN TENTANG ISLAM… silah anda cek dari kisah para wali dan penghinaan terhadap kanjeng nabi… dan menganggap Alla swt di sebut gusti Ala artinya gusti yg jelek… DARMOGANDUL itu kitab kejawen manipulasi sejarah.. yg di tulis oleh ki kalam wadi.. klu anda mengambil sejarah dari DARMO GANDUL jelas anda terkecoh…

  226. PENGEMBARA mengatakan:

    orang bodoh sok pintar…

  227. jasabdapalansa atmakertanegara mengatakan:

    janganlah membuang2 waktu untuk sesuatu yg tak berguna.

  228. riswinar@ymail.com mengatakan:

    hehehe mas mas… semua coment diatas masih kelas syariat.. ritual semata.. saya kira kita terjebak dalam polemik itu… Tuhan hanya menilai kepasrahan kita dengan menjalankan perintahNYA dalam semua agama dan kepercayaan.. kita mulai dari dalam hati kita dulu untuk selalu menjalankan bisikan Tuhan.. dengan adanya dua pilihan sederhana.. positif dan negatif.. kalau kita sudah selalu mengedepankan Bisikan Tuhan yang pasti positif.. akan damai dunia… tapi nggak masalah kalau memang masih kelas syariat yang diperdebatkan masih pinter pinteran debat kusir.. Makrifat dan Hakikat harus kita pelajari.. ddan yang paling penting, pencapaian tertinggi dalam beragama adalah tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.. kalau itu sendiri belum seimbang.. ya maaf… perdebatan seperti ini akan ada sampai kiamat…

  229. hutama nanda mengatakan:

    kayak udah paling bener aja yang bikin laman ini. .

  230. irwanto mengatakan:

    Saran dari saya : Alagkah baiknya wahai sudara2 ku sesama muslim tdk melayani setan alim apalagi dengan emosi, krn sangat tidak ada manfaatnya, intinya siapapun yg perkatan dan tindakannya menyebabkan persetruan diantara sesama manusia tanpa terkecuali siapapun itu maka dia adalah bibit2 dajjal, jaga persatuan diantara kt dan biarkanlah setan alim berkata sesuka dia krn apapun yg ia tanam PASTI AKAN DIA TUAI, jd enjoy saja biarkanlah anjing menggonggong kafilah berlalu (setan alim akan sadar bkn karena kt tp dia sendirilah yg akan tahu akibat perkatan dan perbuatannya,,,sudah ya wassalamUALAIKUM WR WB. unk saudara2ku sesama MUSLIM,.. saran sy hentikan membalas apapun perkataan setan alim dan MULAI “SEKARANG” mari kt ucapkan bersama2 : da daaa…..

  231. aroeeekk mengatakan:

    orang bodoh gak kan pernah sadar kalau dirinya bodoh,,hei prend kau sudah perlihatkan kebodohanmu pada banyak orang..

  232. ragil mengatakan:

    Tulisan orang gila… kalo setuju ya… sama gilanya..

  233. tituk masluhah mengatakan:

    kebenaran hanya Milik-Nya,beranikah seandainya kita dipanggil sekarang degan ucapan kita. yang menurut saya kurang hati-hati

  234. tituk masluhah mengatakan:

    topik ini menyakitkan bagi banyak orang islam. sadarlah

  235. krebet mengatakan:

    kalo gak ada kanjeng sunan,, anda masih jadi kafir sekarang.

    kembali lagi masalah IQ .

  236. Mami Idham mengatakan:

    Wahai sdrku sekalian sebaiknya tdk usah ribut. Islam itu agama yg damai maka mengislamkan org itu hrs dgn cara damai, hati yg ikhlas dan kesaksian thd Allah SWT dan Kanjeng Rasulullah. Mohon maaf jika diantara kita ada kekeliruan maka sbg sdr muslim hrs saling mengingatkan dgn baik dan jelas bkn malah diributkan karena damai itu indah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s