Sabdo Palon datang membawa huru hara
Putra Batara Indra datang untuk mengakhiri huru hara
Artinya Putra Batara Indra datang untuk mengakhiri hidup Sabdo Palon.

Dalam Serat Darmogandul disebutkan bahwa Sabdo Palon merupakan sahabat Prabu Brawijaya yang karena persahabatan tersebut dia ikut mendampingi Prabu Brawijaya melarikan diri dari kerajaan Majapahit sesaat setelah diserang Raden Patah dan Walisongo. Namun karena Sunan Kalijaga berhasil membujuk Prabu Brawijaya untuk memeluk agama islam, maka Sabdo Palon akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Prabu Brawijaya kembali ke alamnya. Sebelum pergi Sabdo Palon berjanji akan datang kembali 500 tahun kemudian untuk menyebar Gama Buda.

Sementara dalam Jongko Joyoboyo bait 160 disebutkan bahwa Putra Batara Indra kelak akan datang ke Indonesia untuk mengakhiri carut marutnya keadaan di Nusantara menggantinya dengan jaman suka ria (Kalasuba). Putra Batara Indra ini dalam Ugo Siliwangi disebut sebagai pemuda penggembala (bocah angon), dan memiliki beberapa sebutan yaitu Herucokro oleh Ronggowarsito, Satrio Piningit oleh Joyoboyo. Putra Batara Indra inilah yang kelak akan disebut sebagai Ratu Adil membawa Nusantara menuju kemakmuran.

Sabdo Palon mengaku sebagai pengasuh Raja-raja Jawa sejak pertama dahulu kala hingga Prabu Brawijaya dan kelak juga mengasuh Ratu Adil sebagai raja Jawa. Semua orang telah meyakini sedemikian rupa apa yang disebutkan dalam serat Darmogandul tersebut sebagai kebenaran. Namun bila mau meneliti lebih jauh lagi, maka sebenarnya yang dikatakan Sabdo Palon sebagai pengasuh Ratu Adil diragukan kebenarannya. Berikut beberapa kejanggalan yang dapat dijadikan alasan untuk membantah identitas Sabdo Palon yang katanya sebagai pengasuh Putra Batara Indra (Ratu Adil) :

1. Sabdo Palon datang untuk menjalankan misi menyebar Gama Buda.
Dalam Ramalannya “Sabdo Palon kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (kawruh budi), saya sebar seluruh tanah Jawa. Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Baunya tidak sedap. Itulah pertanda kalau saya datang.” Sudah mulai menyebarkan Gama Buda. Pada bulan Mei 2006 gunung merapi telah meletus dan laharnya ke barat daya. Berarti Sabdo Palon telah datang kembali. (genderang perang ditabuh).

Pekerjaan pertama yang dilakukan Sabdo Palon ketika datang kembali yaitu membunuh rakyat tidak berdosa dengan letusan gunung merapi dan gempa bumi 6,9 SL di Jogjakarta. Dari fakta tersebut sudah jelas bila dia datang kembali untuk menjalankan misi yaitu menyebar Gama Buda dan akan menghancurkan siapa saja yang tidak menerimanya. Fakta ini mengindikasikan bila Sabdo palonlah pencetus terjadinya huru hara di Indonesia. Sabdo Palon datang bukan untuk mengasuh Putra Batara Indra, kehadirannya untuk menyebar gama buda sendiri. Apabila memang akan mengasuh Putra Batara Indra maka tentunya dia akan mengatakan maksudnya tersebut.

Fakta menyebutkan bahwa mayoritas islam di Indonesia mencapai 80 %. Apabila Sabdo Palon yang beragama buddha memaksakan kehendak untuk menjalankan misinya menyebar gama buda kepada penduduk Indonesia maka yang terjadi adalah munculnya konflik berkepanjangan seperti yang dialami Birma, Tibet, Palestina dan lain sebagainya. Disisi lain Putra Batara Indra sendiri beragama islam yang tentunya akan terjadi konflik juga antara Sabdo Palon dengan Putra Batara Indra apabila memang Sabdo Palon merupakan pengasuhnya. Misi Sabdo Palon menyebar gama buda yang diprediksi akan menuai konflik, sangat bertentangan dengan Joyoboyo yang menyebut bahwa kehadiran Putra Batara Indra akan menjadikan Indonesia memasuki jaman suka ria (kalasuba) bukannya jaman konflik berkepanjangan.

Kehadiran Sabdo Palon pada mei 2006 ditandai dengan merapi meletus kemudian disusul gempa di Jogjakarta pertanda bila Sabdo Palon melancarkan dendam pertamanya kepada rakyat Jogjakarta. Padahal pada saat tersebut Putra Batara Indra belum muncul juga belum diketahui keberadaannya hingga saat ini. Mana mungkin Nusantara akan menjadi makmur kalo dipenuhi dengan gempa yang dilakukan Sabdo Palon ? Jadi Sabdo Palon bukanlah pengasuh Putra Batara Indra, namun dia datang lagi untuk menjalankan misi menyebar Gama Buda.

2. Sabdo Palon tidak bersedia masuk islam.
“Apa kamu tidak mau masuk agama Islam?” tanya Prabu Brawijaya. Sabdopalon berkata dengan sedih, “Ikut agama lama, kepada agama baru tidak! Kenapa Paduka berganti agama tidak bertanya hamba? Apakah Paduka lupa nama hamba, Sabdopalon? Sabdo artinya kata-kata, Palon artinya kayu pengancing kandang. Naya artinya pandangan, Genggong artinya langgeng tidak berubah. Jadi bicara hamba itu, bisa untuk pedoman orang tanah Jawa, langgeng selamanya.” (Serat Darmogandul).

Dalam Serat Darmogandul disebutkan bila Sabdo Palon tidak bersedia masuk agama islam seperti yang dilakukan Prabu Brawijaya. Dia lebih memilih untuk meninggalkan Brawijaya dengan tetap beragama Buddha. Sebelum pergi Sabdo Palon menghina Prabu Brawijaya yang mau beralih agama juga menghina Sunan Kalijaga dengan kata-katanya yang kasar. Nyata sekali Sabdo Palon menolak untuk masuk islam dan kemudian berjanji bila kelak 500 tahun datang lagi akan mengganti Gama Buda disebar ke seluruh Jawa.

Sementara dalam Kitab Musasar Joyoboyo disebutkan bila Putra Batara Indra “Lahir di bumi Mekah”. Artinya Putra Batara Indra merupakan sosok yang beragama islam. Apabila Sabdo Palon akan mengasuh Putra Batara Indra, tentunya bertentangan dengan fakta bahwa dia telah menghina islam, Prabu Brawijaya yang masuk islam juga Sunan Kalijaga seperti yang tertera dalam Serat Darmogandul. Mana mungkin Sabdo Palon akan mengasuh Putra Batara Indra yang diprediksi beragama islam sejak dilahirkan, sedangkan dia sendiri meninggalkan Brawijaya karena baru saja beragama islam. Hal yang dilakukan Sabdo Palon sama saja dengan melepas harimau lalu mendapatkan singa. Jadi mustahil Sabdo Palon mau mengasuh Putra Batara Indra yang kata Joyoboyo adalah seorang beragama islam.

3. Sabdo Palon sebagai pelaku utama huru hara.
Dalam Serat Darmogandul disebutkan bahwa Sabdo Palon telah meramalkan akan kejadian huru hara di Jawa dan sekitarnya. Sementara pada mei 2006 dia telah datang kembali dengan tanda letusan gunung merapi disusul gempa di Jogjakarta. Orang akan sangat tertarik dengan kejadian tersebut dan meyakini apa yang terjadi di Jawa merupakan ulah Sabdo Palon. Secara sadar maupun tidak semua akan menempatkan Sabdo Palon sebagai pelaku utama segala bencana di Jawa dan sekitarnya.

Padahal peristiwa utama dan terpenting adalah bergantinya jaman huru hara dengan jaman suka ria diawali munculnya Putra Batara Indra. Fakta bahwa Sabdo Palon telah datang dan menghancurkan Jawa dengan gempa bumi, gunung meletus dll menjadi faktor penting yang terjadi pada masa huru hara. Kemudian Putra Batara Indra akan muncul untuk mengganti masa huru hara tersebut dengan jaman suka ria. Hal tersebut berarti Putra Batara Indra mengakhiri masa Sabdo Palon dalam aksinya menghancurkan Jawa. Mana mungkin dia pengasuh Putra Batara Indra padahal kenyataannya justru dia yang akan diakhiri aksinya oleh Putra Batara Indra.

Ingatlah dalam Serat Darmogandul disebutkan “Gunung-gunung hamba kentuti. Puncaknya pun kemudian berlubang, apinya banyak yang keluar, maka tanah Jawa kemudian tidak bergoyang, maka gunung-gunung tinggi puncaknya, keluar apinya serta ada kawahnya, berisi air panas dan air tawar. Itu hamba yang membuat’ . Kalo memang Sabdo palon pengasuh Putra Batara Indra maka seharusnya dia bekerjasama dengan Putra Batara Indra mengatasi huru hara di Nusantara. Tetapi kenyataannya yang seharusnya gunung dikentuti jadi tidak meletus malah diletuskan sebagai tanda dirinya telah datang. Ini maunya apa sebenarnya. Jelas-jelas dia buat huru hara berarti dia juga yang akan disingkirkan Putra Batara Indra.

4. Sabdo Palon itu jin kok mengasuh manusia.
‘Sampai sekarang umur hamba sudah 2000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa”. Dari pernyataan Sabdo Palon tersebut menunjukkan bahwa dia bukanlah manusia, umur mencapai ribuan tentunya dialami oleh jin. Identitas Sabdo Palon sebagai Jin yang mengasuh manusia sepertinya akan memunculkan banyak pertanyaan yang dirasa aneh kedengarannya. Apalagi jin memiliki 1001 kemungkinan untuk menyesatkan manusia.

Semua orang telah mengetahui bila alam jin dan alam manusia berbeda. Jin memiliki kehidupan sendiri sama dengan manusia yang juga memiliki kehidupan sendiri. Baik jin maupun manusia sama-sama butuh makan, minum juga berkembang biak dan lain sebagainya dalam menjalani kehidupan seperti yang telah digariskan Tuhan Sang Pencipta. Jin karena alamnya lebih tinggi tempatnya dari alam manusia maka dapat mudah memasuki alam manusia. Sedangkan Manusia karena alamnya lebih rendah tempatnya maka manusia akan kesulitan memasuki alam jin.

Kalo jin mengasuh manusia apakah memang di alam jin sana sudah tidak ada lagi yang bisa diasuh? apalagi Sabdo Palon menyatakan dirinya Ratu Dang Hyang tentunya memiliki kerajaan dan prajurit untuk di atur, ini kok malah ke alam manusia sepertinya aneh-aneh aja jadinya. Dalam Serat Darmogandul disebutkan bahwa Prabu Brawijaya melarikan diri bersama sahabatnya, dan tidak dikatakan bersama pengasuhnya yang kemudian Sabdo Palon mengaku sebagai pengasuhnya. Apabila Raja jin bersahabat dengan raja manusia sepertinya dapat dimaklumi, akan tetapi raja jin mengasuh raja manusia masih diragukan kebenarannya terlebih tidak setiap manusia dapat mengetahui jin dan alam jin. Ini besar kemungkinan merupakan tipuan saja tentunya untuk mengelirukan manusia.

5. Sabdo Palon senjatanya jorok.
Sejak Adam hingga detik ini setiap tokoh-tokoh yang muncul menggunakan senjata yang berkharisma. Musa misalnya dengan tongkat, Arjuna dengan busur dan anak panah, Bima dengan Gada, Kresna dengan Cakra, Sunan Kalijaga dengan keris, Rambo dengan basoka, Son Goku dengan tongkat saktinya, Highlander dengan pedangnya dan lain sebagainya. Tapi coba Sabdo Palon apa senjatanya? senjatanya adalah kelamin dan pantat dengan pelurunya kentut dan kencing seperti yang tertera dalam Serat Darmoogandul. Senjata apakah itu, mengapa hal yang jorok menjadi senjatanya. Padahal Sabdo Palon kan Ratu Dang Hyang kok senjatanya jorok sekali.

“Gunung-gunung hamba kentuti. Puncaknya pun kemudian berlubang, apinya banyak yang keluar, maka tanah Jawa kemudian tidak bergoyang, maka gunung-gunung tinggi puncaknya, keluar apinya serta ada kawahnya, berisi air panas dan air tawar. Itu hamba yang membuat” (Serat Darmogandul).

Tidak usah diajarkan kepada Putra Batara Indra karena sebagai manusia sejak dilahirkan tentunya naluri untuk kencing dan kentut telah menjadi kebiasaan rutin. Kalo memang Sabdo Palon memang pengasuh Putra Batara Indra tentunya diajarkan jurus yang berwibawa dan karismatik, ini malah diprediksi akan diajarkan jurus kentut dan kencing yang semua orang mengetahui bahwa kedua hal tersebut merupakan barang yang jorok bahkan menjijikkan. Selama diasuh, Putra Batara Indra akan selalu melihat Sabdo Palon melatih kelamin dan pantatnya sebagi senjata, jelas sangat akan mempengaruhi.

Kresna menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan Cakra miliknya. Arjuna menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan busur dan panah-panah shaktinya. Bima menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan gada miliknya. Rambo menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan basoka miliknya. Putra Batara Indra menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan Trisula Weda miliknya. Tetapi Sabdo Palon menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan kelaminnya atau pantatnya. Itupun kalo sekali tembak kena, kalo meleset berarti harus menyodorkannya berkali-kali kan sampe kena.

Ingatlah cerita Arjuna (asli dari India) yang ketika menempuh masa pembuangan dan pengasingan. Arjuna pergi ke kahyangan tempat kerajaan Batara Indra berada. Disana dia diberi senjata panah shakti berikut dilatih juga bagaimana cara menggunakan seluruh senjata tersebut. Dengan senjata panah yang digunakannya, Arjuna terlihat wibawa dan kharismatik hingga disegani oleh musuh-musuhnya. Ini Putra Batara Indra oleh Sabdo Palon akan diajarkan menggunakan senjata kentut dan kencing, dimana letak wibawanya sebagai Ratu Adil. Apakah kentut dan kencing itu juga akan digunakan untuk membenahi carut marutnya Nusantara. yang benar saja.

Lihatlah dalam Jongko Joyoboyo disebutkan bila Putra Batara Indra bersenjatakan Trisula Weda. Tuh kan dari namanya saja terdengar wibawa dan karismatik. Belum lagi senjata tersebut digunakan untuk membenahi nusantara, yang satu untuk meluruskan segala hal yang perlu untuk diluruskan dan yang lainnya digunakan untuk mencegah sekaligus melawan semua kejahatan. Sangat cocok dan membuat rakyat Indonesia merasa tentram dekat dengan Putra Batara Indra dengan senjata Trisula Weda. Rakyat akan selalu was-was dekat dengan Putra Batara Indra kalo sering kentut melulu.

6. Sabdo Palon melepas kutukan.
Sabdo Palon membuat ramalan akan peristiwa huru hara dan berbagai kejadian menyengsarakan di tanah jawa. Semua orang meyakini ramalan Sabdo Palon tersebut telah menjadi kenyataan setelah kedatangannya kembali pada mei 2006 dengan letusan merapi dan gempa yang menghancurkan Jogjakarta. Apabila dicermati maka ramalan Sabdo Palon berikut kutukannya hanya mengarah ke Jawa saja. Padahal bencana gempa bumi yang terjadi di seluruh wilayah Nusantara merupakan rangkaian gempa dari peristiwa gempa dan tsunami di aceh. Belum lagi ancaman Global warming yang telah membuat seluruh gunung baik di indonesia maupun di internasional menjadi aktif.

Ketahuilah bila jauh sebelum Sabdo Palon memberikan ramalan dan kutukan, ingatlah anda akan Jongko Joyoboyo? dalam Jongko Joyoboyo juga banyak disebutkan adanya kejadian menyengsarakan di tanah Jawa. Apakah kejadian tersebut yang saat ini menimpa Indonesia merupakan bukti dari ramalan Sabdo Palon ataukah bukti dari ramalan Joyoboyo ?

Ingatlah sebelum Sabdo Palon memberikan ramalan dan kutukan, Nostradamus telah lebih dulu memberikan ramalan tentang gempa di Asia yang tersirat dalam Century 3 Kuantrin 3 yaitu :
Mars et Mercure, et l’argent joint ensemble,
Vers le midy extreme siccité:
Au fond d’Asie on dira terre tremble,
Corinthe, Ephese lors en perplexité.

Ketika Mars Merkurius berhubungan erat mengarah ke selatan
maka akan terjadi kekeringan besar.
Sebuah gempa bumi akan terdengar dari kedalaman Asia
baik Corinth maupun Ephesus berada dalam kondisi gawat.

Semua bencana alam yang terjadi di Indonesia baik di Jawa maupun di luar Jawa merupakan bagian kecil dari bencana besar yang melanda seluruh kawasan di muka bumi ini. Pada saat bencana terjadi isu Global Warming juga mengiringi dibelakangnya. Mana mungkin semua itu karena Sabdo Palon. Bahkan banyak kalangan Internasional menyebut saat ini telah terjadi masa pemurnian untuk Bumi. Apakah masa pemurnian ini juga ulah Sabdo Palon. Kutukan Sabdo Palon itu hanya ancaman yang diberikan setelah melihat Prabu Brawijaya memeluk agama islam. Tanpa dia memberikan kutukanpun Global warming, gempa bumi, tsunami dll juga akan terjadi dan menghancurkan Indonesia.

7. Sabdo Palon vs Batara Indra.
Dalam Serat Darmogandul disebutkan bila Sabdo Palon: “Hamba ini Ratu Dang Hyang yang menjaga tanah Jawa, Siapa yang bertahta menjadi asuhan hamba”. Kemudian dalam Jongko Joyoboyo bait 160 disebutkan “itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak datang di bumi untuk membantu orang Jawa’. Antara Serat Darmogandul dan Jongko Joyoboyo terdapat 2 sosok yaitu Sabdo Palon dan Batara Indra.

Joyoboyo dalam bait 160 dan 162 ramalannya menyebut Putra Batara Indra. Sebutan tersebut ditujukan pada Arjuna. Hal ini mengindikasikan bila yang datang ke Indonesia menurut kepercayaan Reinkarnasi yang dianut Joyoboyo adalah titisan Arjuna berikut Batara Indra ikut bersamanya. Seandainya Batara Indra tidak menyertai Putranya maka Joyoboyo dipastikan akan menyebut Arjuna dan bukannya Putra Batara Indra. Seandainya bukan titisan Arjuna maka Joyoboyo akan menyebutnya asuhan Sabdo Palon. Lantas siapa Batara Indra sebenarnya.

Kata penyebutan Batara hanya ada di India dan sekitarnya yang diartikan sama dengan Dewa. Namun ketika kata Batara memasuki Indonesia maka kata tersebut jadi asing. Di Indonesia tidak begitu dikenal dengan istilah Batara juga Dewa meskipun beberapa kalangan di Indonesia juga memiliki kepercayaan akan adanya dewa dan batara tersebut. Apabila mencermati makhluk ciptaan Tuhan yang ada yaitu Malaikat dan Jin maka apakah Batara merupakan salah satu dari kedua jenis tersebut. Bisakah Batara berarti malaikat atau berarti jin.

Apakah Batara bisa disamakan dengan jin ciptaan Tuhan. Kalo memang dia jin berarti sama dengan Sabdo Palon, tetapi apakah Batara Indra adalah Sabdo palon? sepertinya semua akan menjawab tidak. Ingatlah bahwa Jin memiliki seribu kemungkinan untuk menyesatkan manusia sehingga kalo jin menjadi pengasuh manusia maka kemungkinan mengelirukan manusia besar peluangnya. Kemudian apakah Batara bisa disamakan dengan Malaikat ciptaan Tuhan? kemungkinan ini bisa terjadi karena Tuhan menciptakan malaikat juga bisa menjadi abdi manusia. Kalo memang dia malaikat bisa dimaklumi menjadi pengasuh manusia karena malaikat diciptakan dari cahaya yang bisa menerangi manusia dan tidak akan mengelirukan manusia.

Fakta penyebutan Putra Batara Indra oleh Joyoboyo dan tidak menyebut langsung nama Arjuna mengindikasikan bila Batara Indra (sepertinya malaikat) ikut serta dan tentunya untuk mengasuh Arjuna seperti yang tejadi pada masa lalu pada jaman kisahnya Mahabarata di India. Kehadiran malaikat untuk mengasuh manusia bisa dimengerti mengingat peristiwa para Nabi dan Rosul yang mereka dibimbing oleh para malaikat ciptaan Tuhan tentunya untuk mengarahkan yang dibimbing kepada tujuan yang sebenarnya dalam menjalani kehidupan. Sekarang anda lebih cenderung yang mana? Ratu Adil lebih baik diasuh Jin atau lebih baik diasuh malaikat?

Tujuh point di atas sudah dapat dijadikan bahan acuan untuk menyangkal bahwa Sabdo Palon merupakan pengasuh Putra Batara Indra. Apabila anda percaya dengan naskah peninggalan leluhur seperti Serat Darmogandul, Jongko Joyoboyo dan lain-lain tentunya anda mendapati data-data di atas tersirat dalam naskah leluhur tersebut. Dengan demikian Sabdo Palon sebagai pengasuh Putra Batara Indra diragukan kebenarannya. Bisa jadi apa yang tersirat dalam naskah tersebut sengaja dihadirkan untuk memunculkan nama Sabdo Palon yang sebenarnya tidak jelas identitasnya.

Di satu sisi Sabdo Palon telah terbukti bukanlah pengasuh Putra Batara Indra. Disisi lain Sabdo Palon mengaku-ngaku Semar yang sebenarnya Semar sejatinya hanya hayalan belaka. Pada sisi yang lain lagi Sabdo Palon sebagai pencetus letusan merapi dan gempa di Jawa sebagai bagian dari jaman huru hara. Padahal Putra Batara Indra datang untuk membereskan semua masalah huru hara tersebut yang berarti mengakhiri masa Sabdo Palon melakukan misi penghancurannya. Sabdo palon akan menghancur leburkan siapa saja yang tidak menerima Gama Buda dan Ratu Adil akan menghadapinya agar Nusantara bebas dari kehancuran akibat ulah Sabdo Palon.

Apakah anda masih percaya saat ini Putra Batara Indra sedang diasuh oleh Sabdo Palon ?
Apakah anda masih percaya Sabdo Palon pengasuh Putra Batara Indra ?

Kontrofersi, Senin 5 Mei 2008
Eddy Corret.

About these ads