Sabdo Palon Bukan Pengasuh Putra Batara Indra Mei 5, 2008
Posted by eddycorret in Artikel.Tags: Arjuna, Bocah Angon, Herucokro, Jongko Joyoboyo, kontrofersi, Noyogenggong, Pemuda Penggembala, Putra Batara Indra, Ratu Adil, Sabdo Palon, Satrio Piningit, Serat Darmogandul
trackback
Sabdo Palon datang membawa huru hara
Putra Batara Indra datang untuk mengakhiri huru hara
Artinya Putra Batara Indra datang untuk mengakhiri hidup Sabdo Palon.
Dalam Serat Darmogandul disebutkan bahwa Sabdo Palon merupakan sahabat Prabu Brawijaya yang karena persahabatan tersebut dia ikut mendampingi Prabu Brawijaya melarikan diri dari kerajaan Majapahit sesaat setelah diserang Raden Patah dan Walisongo. Namun karena Sunan Kalijaga berhasil membujuk Prabu Brawijaya untuk memeluk agama islam, maka Sabdo Palon akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Prabu Brawijaya kembali ke alamnya. Sebelum pergi Sabdo Palon berjanji akan datang kembali 500 tahun kemudian untuk menyebar Gama Buda.
Sementara dalam Jongko Joyoboyo bait 160 disebutkan bahwa Putra Batara Indra kelak akan datang ke Indonesia untuk mengakhiri carut marutnya keadaan di Nusantara menggantinya dengan jaman suka ria (Kalasuba). Putra Batara Indra ini dalam Ugo Siliwangi disebut sebagai pemuda penggembala (bocah angon), dan memiliki beberapa sebutan yaitu Herucokro oleh Ronggowarsito, Satrio Piningit oleh Joyoboyo. Putra Batara Indra inilah yang kelak akan disebut sebagai Ratu Adil membawa Nusantara menuju kemakmuran.
Sabdo Palon mengaku sebagai pengasuh Raja-raja Jawa sejak pertama dahulu kala hingga Prabu Brawijaya dan kelak juga mengasuh Ratu Adil sebagai raja Jawa. Semua orang telah meyakini sedemikian rupa apa yang disebutkan dalam serat Darmogandul tersebut sebagai kebenaran. Namun bila mau meneliti lebih jauh lagi, maka sebenarnya yang dikatakan Sabdo Palon sebagai pengasuh Ratu Adil diragukan kebenarannya. Berikut beberapa kejanggalan yang dapat dijadikan alasan untuk membantah identitas Sabdo Palon yang katanya sebagai pengasuh Putra Batara Indra (Ratu Adil) :
1. Sabdo Palon datang untuk menjalankan misi menyebar Gama Buda.
Dalam Ramalannya “Sabdo Palon kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (kawruh budi), saya sebar seluruh tanah Jawa. Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Baunya tidak sedap. Itulah pertanda kalau saya datang.” Sudah mulai menyebarkan Gama Buda. Pada bulan Mei 2006 gunung merapi telah meletus dan laharnya ke barat daya. Berarti Sabdo Palon telah datang kembali. (genderang perang ditabuh).
Pekerjaan pertama yang dilakukan Sabdo Palon ketika datang kembali yaitu membunuh rakyat tidak berdosa dengan letusan gunung merapi dan gempa bumi 6,9 SL di Jogjakarta. Dari fakta tersebut sudah jelas bila dia datang kembali untuk menjalankan misi yaitu menyebar Gama Buda dan akan menghancurkan siapa saja yang tidak menerimanya. Fakta ini mengindikasikan bila Sabdo palonlah pencetus terjadinya huru hara di Indonesia. Sabdo Palon datang bukan untuk mengasuh Putra Batara Indra, kehadirannya untuk menyebar gama buda sendiri. Apabila memang akan mengasuh Putra Batara Indra maka tentunya dia akan mengatakan maksudnya tersebut.
Fakta menyebutkan bahwa mayoritas islam di Indonesia mencapai 80 %. Apabila Sabdo Palon yang beragama buddha memaksakan kehendak untuk menjalankan misinya menyebar gama buda kepada penduduk Indonesia maka yang terjadi adalah munculnya konflik berkepanjangan seperti yang dialami Birma, Tibet, Palestina dan lain sebagainya. Disisi lain Putra Batara Indra sendiri beragama islam yang tentunya akan terjadi konflik juga antara Sabdo Palon dengan Putra Batara Indra apabila memang Sabdo Palon merupakan pengasuhnya. Misi Sabdo Palon menyebar gama buda yang diprediksi akan menuai konflik, sangat bertentangan dengan Joyoboyo yang menyebut bahwa kehadiran Putra Batara Indra akan menjadikan Indonesia memasuki jaman suka ria (kalasuba) bukannya jaman konflik berkepanjangan.
Kehadiran Sabdo Palon pada mei 2006 ditandai dengan merapi meletus kemudian disusul gempa di Jogjakarta pertanda bila Sabdo Palon melancarkan dendam pertamanya kepada rakyat Jogjakarta. Padahal pada saat tersebut Putra Batara Indra belum muncul juga belum diketahui keberadaannya hingga saat ini. Mana mungkin Nusantara akan menjadi makmur kalo dipenuhi dengan gempa yang dilakukan Sabdo Palon ? Jadi Sabdo Palon bukanlah pengasuh Putra Batara Indra, namun dia datang lagi untuk menjalankan misi menyebar Gama Buda.
2. Sabdo Palon tidak bersedia masuk islam.
“Apa kamu tidak mau masuk agama Islam?” tanya Prabu Brawijaya. Sabdopalon berkata dengan sedih, “Ikut agama lama, kepada agama baru tidak! Kenapa Paduka berganti agama tidak bertanya hamba? Apakah Paduka lupa nama hamba, Sabdopalon? Sabdo artinya kata-kata, Palon artinya kayu pengancing kandang. Naya artinya pandangan, Genggong artinya langgeng tidak berubah. Jadi bicara hamba itu, bisa untuk pedoman orang tanah Jawa, langgeng selamanya.” (Serat Darmogandul).
Dalam Serat Darmogandul disebutkan bila Sabdo Palon tidak bersedia masuk agama islam seperti yang dilakukan Prabu Brawijaya. Dia lebih memilih untuk meninggalkan Brawijaya dengan tetap beragama Buddha. Sebelum pergi Sabdo Palon menghina Prabu Brawijaya yang mau beralih agama juga menghina Sunan Kalijaga dengan kata-katanya yang kasar. Nyata sekali Sabdo Palon menolak untuk masuk islam dan kemudian berjanji bila kelak 500 tahun datang lagi akan mengganti Gama Buda disebar ke seluruh Jawa.
Sementara dalam Kitab Musasar Joyoboyo disebutkan bila Putra Batara Indra “Lahir di bumi Mekah”. Artinya Putra Batara Indra merupakan sosok yang beragama islam. Apabila Sabdo Palon akan mengasuh Putra Batara Indra, tentunya bertentangan dengan fakta bahwa dia telah menghina islam, Prabu Brawijaya yang masuk islam juga Sunan Kalijaga seperti yang tertera dalam Serat Darmogandul. Mana mungkin Sabdo Palon akan mengasuh Putra Batara Indra yang diprediksi beragama islam sejak dilahirkan, sedangkan dia sendiri meninggalkan Brawijaya karena baru saja beragama islam. Hal yang dilakukan Sabdo Palon sama saja dengan melepas harimau lalu mendapatkan singa. Jadi mustahil Sabdo Palon mau mengasuh Putra Batara Indra yang kata Joyoboyo adalah seorang beragama islam.
3. Sabdo Palon sebagai pelaku utama huru hara.
Dalam Serat Darmogandul disebutkan bahwa Sabdo Palon telah meramalkan akan kejadian huru hara di Jawa dan sekitarnya. Sementara pada mei 2006 dia telah datang kembali dengan tanda letusan gunung merapi disusul gempa di Jogjakarta. Orang akan sangat tertarik dengan kejadian tersebut dan meyakini apa yang terjadi di Jawa merupakan ulah Sabdo Palon. Secara sadar maupun tidak semua akan menempatkan Sabdo Palon sebagai pelaku utama segala bencana di Jawa dan sekitarnya.
Padahal peristiwa utama dan terpenting adalah bergantinya jaman huru hara dengan jaman suka ria diawali munculnya Putra Batara Indra. Fakta bahwa Sabdo Palon telah datang dan menghancurkan Jawa dengan gempa bumi, gunung meletus dll menjadi faktor penting yang terjadi pada masa huru hara. Kemudian Putra Batara Indra akan muncul untuk mengganti masa huru hara tersebut dengan jaman suka ria. Hal tersebut berarti Putra Batara Indra mengakhiri masa Sabdo Palon dalam aksinya menghancurkan Jawa. Mana mungkin dia pengasuh Putra Batara Indra padahal kenyataannya justru dia yang akan diakhiri aksinya oleh Putra Batara Indra.
Ingatlah dalam Serat Darmogandul disebutkan “Gunung-gunung hamba kentuti. Puncaknya pun kemudian berlubang, apinya banyak yang keluar, maka tanah Jawa kemudian tidak bergoyang, maka gunung-gunung tinggi puncaknya, keluar apinya serta ada kawahnya, berisi air panas dan air tawar. Itu hamba yang membuat’ . Kalo memang Sabdo palon pengasuh Putra Batara Indra maka seharusnya dia bekerjasama dengan Putra Batara Indra mengatasi huru hara di Nusantara. Tetapi kenyataannya yang seharusnya gunung dikentuti jadi tidak meletus malah diletuskan sebagai tanda dirinya telah datang. Ini maunya apa sebenarnya. Jelas-jelas dia buat huru hara berarti dia juga yang akan disingkirkan Putra Batara Indra.
4. Sabdo Palon itu jin kok mengasuh manusia.
‘Sampai sekarang umur hamba sudah 2000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa”. Dari pernyataan Sabdo Palon tersebut menunjukkan bahwa dia bukanlah manusia, umur mencapai ribuan tentunya dialami oleh jin. Identitas Sabdo Palon sebagai Jin yang mengasuh manusia sepertinya akan memunculkan banyak pertanyaan yang dirasa aneh kedengarannya. Apalagi jin memiliki 1001 kemungkinan untuk menyesatkan manusia.
Semua orang telah mengetahui bila alam jin dan alam manusia berbeda. Jin memiliki kehidupan sendiri sama dengan manusia yang juga memiliki kehidupan sendiri. Baik jin maupun manusia sama-sama butuh makan, minum juga berkembang biak dan lain sebagainya dalam menjalani kehidupan seperti yang telah digariskan Tuhan Sang Pencipta. Jin karena alamnya lebih tinggi tempatnya dari alam manusia maka dapat mudah memasuki alam manusia. Sedangkan Manusia karena alamnya lebih rendah tempatnya maka manusia akan kesulitan memasuki alam jin.
Kalo jin mengasuh manusia apakah memang di alam jin sana sudah tidak ada lagi yang bisa diasuh? apalagi Sabdo Palon menyatakan dirinya Ratu Dang Hyang tentunya memiliki kerajaan dan prajurit untuk di atur, ini kok malah ke alam manusia sepertinya aneh-aneh aja jadinya. Dalam Serat Darmogandul disebutkan bahwa Prabu Brawijaya melarikan diri bersama sahabatnya, dan tidak dikatakan bersama pengasuhnya yang kemudian Sabdo Palon mengaku sebagai pengasuhnya. Apabila Raja jin bersahabat dengan raja manusia sepertinya dapat dimaklumi, akan tetapi raja jin mengasuh raja manusia masih diragukan kebenarannya terlebih tidak setiap manusia dapat mengetahui jin dan alam jin. Ini besar kemungkinan merupakan tipuan saja tentunya untuk mengelirukan manusia.
5. Sabdo Palon senjatanya jorok.
Sejak Adam hingga detik ini setiap tokoh-tokoh yang muncul menggunakan senjata yang berkharisma. Musa misalnya dengan tongkat, Arjuna dengan busur dan anak panah, Bima dengan Gada, Kresna dengan Cakra, Sunan Kalijaga dengan keris, Rambo dengan basoka, Son Goku dengan tongkat saktinya, Highlander dengan pedangnya dan lain sebagainya. Tapi coba Sabdo Palon apa senjatanya? senjatanya adalah kelamin dan pantat dengan pelurunya kentut dan kencing seperti yang tertera dalam Serat Darmoogandul. Senjata apakah itu, mengapa hal yang jorok menjadi senjatanya. Padahal Sabdo Palon kan Ratu Dang Hyang kok senjatanya jorok sekali.
“Gunung-gunung hamba kentuti. Puncaknya pun kemudian berlubang, apinya banyak yang keluar, maka tanah Jawa kemudian tidak bergoyang, maka gunung-gunung tinggi puncaknya, keluar apinya serta ada kawahnya, berisi air panas dan air tawar. Itu hamba yang membuat” (Serat Darmogandul).
Tidak usah diajarkan kepada Putra Batara Indra karena sebagai manusia sejak dilahirkan tentunya naluri untuk kencing dan kentut telah menjadi kebiasaan rutin. Kalo memang Sabdo Palon memang pengasuh Putra Batara Indra tentunya diajarkan jurus yang berwibawa dan karismatik, ini malah diprediksi akan diajarkan jurus kentut dan kencing yang semua orang mengetahui bahwa kedua hal tersebut merupakan barang yang jorok bahkan menjijikkan. Selama diasuh, Putra Batara Indra akan selalu melihat Sabdo Palon melatih kelamin dan pantatnya sebagi senjata, jelas sangat akan mempengaruhi.
Kresna menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan Cakra miliknya. Arjuna menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan busur dan panah-panah shaktinya. Bima menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan gada miliknya. Rambo menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan basoka miliknya. Putra Batara Indra menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan Trisula Weda miliknya. Tetapi Sabdo Palon menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan kelaminnya atau pantatnya. Itupun kalo sekali tembak kena, kalo meleset berarti harus menyodorkannya berkali-kali kan sampe kena.
Ingatlah cerita Arjuna (asli dari India) yang ketika menempuh masa pembuangan dan pengasingan. Arjuna pergi ke kahyangan tempat kerajaan Batara Indra berada. Disana dia diberi senjata panah shakti berikut dilatih juga bagaimana cara menggunakan seluruh senjata tersebut. Dengan senjata panah yang digunakannya, Arjuna terlihat wibawa dan kharismatik hingga disegani oleh musuh-musuhnya. Ini Putra Batara Indra oleh Sabdo Palon akan diajarkan menggunakan senjata kentut dan kencing, dimana letak wibawanya sebagai Ratu Adil. Apakah kentut dan kencing itu juga akan digunakan untuk membenahi carut marutnya Nusantara. yang benar saja.
Lihatlah dalam Jongko Joyoboyo disebutkan bila Putra Batara Indra bersenjatakan Trisula Weda. Tuh kan dari namanya saja terdengar wibawa dan karismatik. Belum lagi senjata tersebut digunakan untuk membenahi nusantara, yang satu untuk meluruskan segala hal yang perlu untuk diluruskan dan yang lainnya digunakan untuk mencegah sekaligus melawan semua kejahatan. Sangat cocok dan membuat rakyat Indonesia merasa tentram dekat dengan Putra Batara Indra dengan senjata Trisula Weda. Rakyat akan selalu was-was dekat dengan Putra Batara Indra kalo sering kentut melulu.
6. Sabdo Palon melepas kutukan.
Sabdo Palon membuat ramalan akan peristiwa huru hara dan berbagai kejadian menyengsarakan di tanah jawa. Semua orang meyakini ramalan Sabdo Palon tersebut telah menjadi kenyataan setelah kedatangannya kembali pada mei 2006 dengan letusan merapi dan gempa yang menghancurkan Jogjakarta. Apabila dicermati maka ramalan Sabdo Palon berikut kutukannya hanya mengarah ke Jawa saja. Padahal bencana gempa bumi yang terjadi di seluruh wilayah Nusantara merupakan rangkaian gempa dari peristiwa gempa dan tsunami di aceh. Belum lagi ancaman Global warming yang telah membuat seluruh gunung baik di indonesia maupun di internasional menjadi aktif.
Ketahuilah bila jauh sebelum Sabdo Palon memberikan ramalan dan kutukan, ingatlah anda akan Jongko Joyoboyo? dalam Jongko Joyoboyo juga banyak disebutkan adanya kejadian menyengsarakan di tanah Jawa. Apakah kejadian tersebut yang saat ini menimpa Indonesia merupakan bukti dari ramalan Sabdo Palon ataukah bukti dari ramalan Joyoboyo ?
Ingatlah sebelum Sabdo Palon memberikan ramalan dan kutukan, Nostradamus telah lebih dulu memberikan ramalan tentang gempa di Asia yang tersirat dalam Century 3 Kuantrin 3 yaitu :
Mars et Mercure, et l’argent joint ensemble,
Vers le midy extreme siccité:
Au fond d’Asie on dira terre tremble,
Corinthe, Ephese lors en perplexité.
Ketika Mars Merkurius berhubungan erat mengarah ke selatan
maka akan terjadi kekeringan besar.
Sebuah gempa bumi akan terdengar dari kedalaman Asia
baik Corinth maupun Ephesus berada dalam kondisi gawat.
Semua bencana alam yang terjadi di Indonesia baik di Jawa maupun di luar Jawa merupakan bagian kecil dari bencana besar yang melanda seluruh kawasan di muka bumi ini. Pada saat bencana terjadi isu Global Warming juga mengiringi dibelakangnya. Mana mungkin semua itu karena Sabdo Palon. Bahkan banyak kalangan Internasional menyebut saat ini telah terjadi masa pemurnian untuk Bumi. Apakah masa pemurnian ini juga ulah Sabdo Palon. Kutukan Sabdo Palon itu hanya ancaman yang diberikan setelah melihat Prabu Brawijaya memeluk agama islam. Tanpa dia memberikan kutukanpun Global warming, gempa bumi, tsunami dll juga akan terjadi dan menghancurkan Indonesia.
7. Sabdo Palon vs Batara Indra.
Dalam Serat Darmogandul disebutkan bila Sabdo Palon: “Hamba ini Ratu Dang Hyang yang menjaga tanah Jawa, Siapa yang bertahta menjadi asuhan hamba”. Kemudian dalam Jongko Joyoboyo bait 160 disebutkan “itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak datang di bumi untuk membantu orang Jawa’. Antara Serat Darmogandul dan Jongko Joyoboyo terdapat 2 sosok yaitu Sabdo Palon dan Batara Indra.
Joyoboyo dalam bait 160 dan 162 ramalannya menyebut Putra Batara Indra. Sebutan tersebut ditujukan pada Arjuna. Hal ini mengindikasikan bila yang datang ke Indonesia menurut kepercayaan Reinkarnasi yang dianut Joyoboyo adalah titisan Arjuna berikut Batara Indra ikut bersamanya. Seandainya Batara Indra tidak menyertai Putranya maka Joyoboyo dipastikan akan menyebut Arjuna dan bukannya Putra Batara Indra. Seandainya bukan titisan Arjuna maka Joyoboyo akan menyebutnya asuhan Sabdo Palon. Lantas siapa Batara Indra sebenarnya.
Kata penyebutan Batara hanya ada di India dan sekitarnya yang diartikan sama dengan Dewa. Namun ketika kata Batara memasuki Indonesia maka kata tersebut jadi asing. Di Indonesia tidak begitu dikenal dengan istilah Batara juga Dewa meskipun beberapa kalangan di Indonesia juga memiliki kepercayaan akan adanya dewa dan batara tersebut. Apabila mencermati makhluk ciptaan Tuhan yang ada yaitu Malaikat dan Jin maka apakah Batara merupakan salah satu dari kedua jenis tersebut. Bisakah Batara berarti malaikat atau berarti jin.
Apakah Batara bisa disamakan dengan jin ciptaan Tuhan. Kalo memang dia jin berarti sama dengan Sabdo Palon, tetapi apakah Batara Indra adalah Sabdo palon? sepertinya semua akan menjawab tidak. Ingatlah bahwa Jin memiliki seribu kemungkinan untuk menyesatkan manusia sehingga kalo jin menjadi pengasuh manusia maka kemungkinan mengelirukan manusia besar peluangnya. Kemudian apakah Batara bisa disamakan dengan Malaikat ciptaan Tuhan? kemungkinan ini bisa terjadi karena Tuhan menciptakan malaikat juga bisa menjadi abdi manusia. Kalo memang dia malaikat bisa dimaklumi menjadi pengasuh manusia karena malaikat diciptakan dari cahaya yang bisa menerangi manusia dan tidak akan mengelirukan manusia.
Fakta penyebutan Putra Batara Indra oleh Joyoboyo dan tidak menyebut langsung nama Arjuna mengindikasikan bila Batara Indra (sepertinya malaikat) ikut serta dan tentunya untuk mengasuh Arjuna seperti yang tejadi pada masa lalu pada jaman kisahnya Mahabarata di India. Kehadiran malaikat untuk mengasuh manusia bisa dimengerti mengingat peristiwa para Nabi dan Rosul yang mereka dibimbing oleh para malaikat ciptaan Tuhan tentunya untuk mengarahkan yang dibimbing kepada tujuan yang sebenarnya dalam menjalani kehidupan. Sekarang anda lebih cenderung yang mana? Ratu Adil lebih baik diasuh Jin atau lebih baik diasuh malaikat?
Tujuh point di atas sudah dapat dijadikan bahan acuan untuk menyangkal bahwa Sabdo Palon merupakan pengasuh Putra Batara Indra. Apabila anda percaya dengan naskah peninggalan leluhur seperti Serat Darmogandul, Jongko Joyoboyo dan lain-lain tentunya anda mendapati data-data di atas tersirat dalam naskah leluhur tersebut. Dengan demikian Sabdo Palon sebagai pengasuh Putra Batara Indra diragukan kebenarannya. Bisa jadi apa yang tersirat dalam naskah tersebut sengaja dihadirkan untuk memunculkan nama Sabdo Palon yang sebenarnya tidak jelas identitasnya.
Di satu sisi Sabdo Palon telah terbukti bukanlah pengasuh Putra Batara Indra. Disisi lain Sabdo Palon mengaku-ngaku Semar yang sebenarnya Semar sejatinya hanya hayalan belaka. Pada sisi yang lain lagi Sabdo Palon sebagai pencetus letusan merapi dan gempa di Jawa sebagai bagian dari jaman huru hara. Padahal Putra Batara Indra datang untuk membereskan semua masalah huru hara tersebut yang berarti mengakhiri masa Sabdo Palon melakukan misi penghancurannya. Sabdo palon akan menghancur leburkan siapa saja yang tidak menerima Gama Buda dan Ratu Adil akan menghadapinya agar Nusantara bebas dari kehancuran akibat ulah Sabdo Palon.
Apakah anda masih percaya saat ini Putra Batara Indra sedang diasuh oleh Sabdo Palon ?
Apakah anda masih percaya Sabdo Palon pengasuh Putra Batara Indra ?
Kontrofersi, Senin 5 Mei 2008
Eddy Corret
Komentar
Sorry comments are closed for this entry
Assalamu ‘alaikum,
sebagai pemerhati ramalan dan juga mempercayainya saya mau berkomentar masalah ini dan masalah lainnya.
Saya percaya putra batara indra atau satrio pinandito sinisihan wahyu itu sudah ada hanya tidak mau menonjolkan dirinya. Selain itu agamanya insya Allah islam, namun dia juga adalah buddha maitreya yang diramalkan oleh shidarta gautama. dia lebih memilih agama islam walaupun jatidirinya adalah seorang budha (sudah mencapai pencerahan dan memiliki pengetahuan yang sempurna). Jadi buddha itu bukan agama yang diciptakan oleh sidartha gautama, tapi sebutan bagi seseorang yang sudah mencapai pencerahan sempurna dan pengetahuan sempurna. Karena agama yang benar disisi Allah hanyalah islam, maka putra batara indra itu selalu mempelajari inti dari agama dan kebenaran, dan tidak doktrin dan taklid buta. sehingga ajaran agama dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang sudah kompleks ini.
Mengenai sabdo palon, saya sudah pernah berkomentar, bahwa dirinya adalah manusia biasa, namun jiwanya masih bisa berhubungan dengan manusia yang masih hidup,karena keinginannya dan diizinkan oleh Allah. jadi komunikasinya lewat suara-suara ghaib untuk memberikan petunjukuk kebenaran.
Mengenai bencana alam itu, memang bukan semata karena balas dendam sabdo palon, tapi itu salah satu tanda kehadirannya dan caranya mengajarkan budi pekerti kepada orang-orang jawa. Mengenai titisan batara indra, saya percaya adanya asuhan batara indra terhadap satrio pinandito sinisihan wahyu sebagai dewa perang, karena satrio pinandito sinisihan wahyu dibekali pengetahuan perang dan strategi yang memang salah satu fungsinya diperuntukkan membuka jalan islam dari arah Indonesia sebelum kedatangan imam mahdi yang jauh lebih perkasa dari putra batara indra. demikian,
wassalam,
Hadi
Saya tak habis pikir dengan anda.
Anda terlalu memaksakan untuk menyatukan Buddha dengan Islam. Lihatlah orang-orang yang telah melakukan hal tersebut di Indonesia. Banyak yang menolak kehadiran mereka. apabila hal tersebut dilakukan Ratu Adil, saya yakin sekali dia akan ditolak oleh banyak kalangan.
Apakah Ratu Dang Hyang adalah manusia ? Mana mungkin Sabdo Palon manusia. Coba saya minta bukti.
Anda katakan Mengenai bencana alam itu, memang bukan semata karena balas dendam sabdo palon, tapi itu salah satu tanda kehadirannya dan caranya mengajarkan budi pekerti kepada orang-orang jawa.
Waduh…….cara mengajarkan budi pekerti kok membunuh rakyat tidak berdosa. Apa ini cara menuju kemakmuran Indonesia.
Kenapa Jogjakarta??? Kenapa ??? Saudara-saudara saya yang di Jogja pada mate kena Gempa.
Kenapa Jogja??? Kenapa bukan para koruptor??? Kenapa bukan para pembalak liar??? Kenapa bukan Malaysia???
Apakah budi pekerti hanya untuk orang Jogja saja???
Budi pekerti apaan itu???
Silahkan tanya pada korban gempa yang masih selamat di Jogja. Apakah mereka diajarkan budi pekerti sama Sabdo Palon sebelum terjadi Gempa.
Tanyakan juga pada para koruptor apakah Sabdo Palon telah mengajarkan budi pekerti pada mereka? Tanyakan juga pada para pembalakan liar dll yang telah merusak Indonesia.
Ini bukan budi pekerti, namun murni balas dendam sehingga menimbulkan huru-hara dan kekacauan dimana-mana. Oleh karena itulah maka Ratu Adil akan muncul untuk mengakhiri ulah Sabdo Palon tersebut. Jadi dia bukan pengasuh Ratu Adil, namun justru yang akan dibereskan sama Ratu Adil.
Assalamu ‘alaikum,
makanya jangan memudahkan ramalan, mungkin tulisan diatas hanya opini anda saja, tidak sesuai dengan realitanya. saya tidak asa berucap, karena saya meneliti ramalan cukup mendalam. coba anda cari apa yang dinamakan buddha maitreya dan diramalkan oleh syakyamuni buddha gautama akan muncul sebagai pahlawan dan mengikuti jejak sang buddha. dalam hadist Nabi Muhammad juga disebutkan seorang laki-laki gagah perkasa yang akan memperkuat agama islam. dan cara sabdo palon membudipekertikan orang memang tidak bisa dinalar dengan logika biasa, tapi harus mengikuti hikmah dibalik kejadian itu. bencana alam terjadi hanya suatu saat, tidak berulang-ulang, dan saat ini ada hikmah yang jauh lebih besar dari kejadian sebelumnya. Demikian pula tsunami di aceh, sekarang sudah tidak ada lagi. Bagaimana mungkin Anda beropini yang bertentangan dengan ramalan? itu jauh dari kenyataan dan mungkin hanya di angan-angan Anda saja. demikian.
Wassalamu ‘alaikum wr wb,
Hadi Setyono
Ya sudahlah.
Bila anda mau memadukan Buddha dengan Islam silahkan saja karena memang saat ini bumi memasuki masa pemurnian, agama juga dimurnikan tentunya.
“TIGA SENJATA SABDOPALON”
Apa khabar mas Eddy Corret?
Punya tanaman buah dirumah?
aku ada saran:
1. Kalo njenengan KENCING (NITROGEN) kumpulkan dalam ember
2. Kalo njenengan KENTUT (SULFUR) tampung dalam kantong plastik atau botol
3. Setiap Bulan sekali Septitang disiram dengan EM supaya TINJA (MULTI UNSUR HARA) hancur terurai (jadi kompos)
Gunakan TIGA SENJATA SABDOPALON untuk menyuburkan tanamane njenengan:
Caranya:
1. Pengocoran
a. Campurkan 1/2 gelas EM + 1 liter KENCING + 1/4 KENTUT dari botol + 150 liter air
b. siramkan ke akar tanaman (1 gelas untuk 1 pohon)
c. lakukan cara tersebut seminggu sekali
2. Penyemprotan
a. bahan sama dengan pengocoran, masukkan dalam tangki semprotan
b. Semprotkan ke batang dan daun (harap pake masker)
3. Pemupukan
a. Setelah TINJA terkumpul 1 kwintal ( kalo sudah diberi EM bisanya tidak bau) bagi rata untuk 100 tanaman
b. Ulangi lagi bila TINJA sudah terkumpul cukup
catatan :
1. Njenengan sebaiknya mengkumsumsi makanan yang bergizi + plus suplemen (Supravit, Beroca, dll) supaya TIGA SENJATA SABDOPALON bermutu tinggi
2. Bila berhasil harap disebar luaskan ke masyarakat supaya kehadiran TIGA SENJATA SABDOPALON terasa
demikian saran aku MAS EDDY CORRET
wow wow
ada yang datang.
gempa manakah? mungkinkah gempa timur, ataukah gempa utara, bisa juga gempa barat, jangan-jangan gempa selatan yang mengantarkanmu sampe ke rumahku. aku baik-baik saja, semoga situ juga demikian.
Tidak ada yang istimewa di rumahku, namun aku merasa bebas menuangkan apa saja tulisan-tulisan yang bisa jadi tidak semua orang akan menerima ataupun menolaknya.
Kalo pohon, dulu pernah punya pohon jambu air sangat subur karena sering disiram cucian ikan. Tetapi pohon jambu airku kena gusur pemerintah. sekarang mau nanam pohon lagi di depan rumah takutnya digusur nantinya… cape deeeh.
Makasih telah berkunjung, semoga betah dirumahku.
Asik juga nih.
Biar tambah runyem :
Sabdo palon=Semar=Prabu Siliwangi
(Senasib, sama-sama dihianati/difitnah oleh orang2 dekat yang beragama Islam).
Walaupun mungkin saat ini tidak berwujud manusia, tapi pasti turut terlibat menata bumi & dunia. Bencana banjir, gempa, dll merupakan salah satu proses penataan.
Tentang Ratu Adil, disebut ratu karena “feminim/Nurul Fatimiah” yang kuat (tapi bukan banci) sesuai yang dibutuhkan saat ini, lembut, penuh kasih sayang. Jauh dari yang namanya perang.
Ciri-ciri gampang dilihat : Langsung berwudhu kalo hadast (menjaga kesucian), tidak pernah menguap, tidak pernah junub (jauh dari hubungan sex), wangi badan yg khas (bukan disemprot minyak wangi, abis mandi/wudhu wanginya makin semerbak).
Hihihi
Ratu Adil feminim yah
Bukankah Joyoboyo menyebutnya Putra Batara Indra. Sebutan itu kan untuk Arjuna.
Sementara Arjuna dalam cerita Mahabarata pernah menjadi banci yaitu ketika masa pembuangan di kerajaan Matsya dia menyamar sebagai Brihannala yang dikenal banci oleh semua orang.
Keknya nyambung dech.
Yang feminim kan dalemannya. Luarnya sih gagah pastinya.
Konon sebagai perbandingan :
Muhammad SAW : Feminim 40%, Maco : 60%
Ratu Adil : Feminim 60%, Maco : 40%
Prabu Siliwangi : Feminim 20%, Maco : 80%
He he…
Konon lagi, mereka bertiga sering ketemuan. Kedudukan kalau menurut cerita Sastra jendra :
Muhammad SAW : Batara Narada
Ratu Adil : Batara Guru
Prabu Siliwangi : Semar.
Mengenai feminisitas Ratu Adil, dia memang laki-laki, walaupun namanya ratu adil dia bukan perempuan, tetapi laki-laki tulen. namun dia memiliki kelembutan hati seperti layaknya perempuan. Seperti halnya Nabi Muhammad yang dikatakan seperti perempuan yang dipingit didalam rumah, begitu juga ratu adil yang memiliki karakteristik seperti Nabi Muhammad.
Sebagai pemilik ruh kudus, ratu adil memang halus pembawannya, karena memang ditakdirkan untuk membela Nabi Isa, juga membawa kebangkitan bagi agama islam dari sebelah timur.
Walaupun ratu adil beragama islam, tapi dia ditakdirkan memiliki kedudukan sebagai wali Allah dan sebagai Buddha Maitreya, karena sudah mencapai tahap pencerahan bathin dan kedewasaan dalam berfikir sebagaimana layaknya Sang Buddha Gautama. Kepekaan indranya dimanfaatkan untuk kemajuan umat islam dan mengemban fungsi kepemimpinan di Indonesia kelak.
Wassalam,
Hadi Setyono
Terima kasih mas Hadi.
Wohow
Semua orang memiliki sisi feminim.
Siapapun manusia sejak adam memiliki sisi feminim dan maskulin dalam dirinya. Ada yang muncul hingga mendekati 100%, ada yang sedikit %. Itupun tidak setiap hari muncul.
Contohnya Arjuna menjadi banci saat menyamar sebagai Brihannala. Sisi feminimnya sengaja dimunculkan mendekati 100 %. Tetapi ketika perang, sisi maskulin yang lebih dimunculkan.
Tergantung situasi kapan waktunya sisi-sisi tersebut diperlukan untuk dimunculkan.
Manusia sempurna itu memang ada di tengah,bukan laki bukan perempuan,laki dan perempuan ada didalam dirinya,bukan timur bukan barat,timur barat kawengku didalam pribadinya,bukan juga anwar dan anwas,tetapi yah ADAM,MANUSIA,tapi inget,sekali-kali bukan wadam apalagi hombreng hehehe…….
)
Mungkin itulah ASMARASANTA,Semar dalam keadaan sejatinya, bermahkuto susun tujuh,berwajah cantik seperti perempuan dan berperilaku lembut penuh kasih sayang bagaikan seorang ibu kepada para anaknya tetapi bersabda tegas sekali seraya bertindak penuh keberanian,tanpa rasa ragu sebagaimana layaknya seorang SENOPATI ING NGALOGO ……..
Tapi inget loh,yg bisa melihat dan menerima SEMAR dalam keadaan sejatinya itu cuma HARJUNO, panengah pandowo artinya mereka2 yang berada di tengah, imbang, tidak berat sebelah,ADIL………….
Mahatara buana,Kerajaan Anak Kecil.Luapan Kebahagian Maitreya.Prastha Ing Meranthi………………………….
(Sekedar khayalan maya keakuan atau bayangan dari kenyataan?????.Cuma Tuhan Yang Tahu
…..Mungkin itulah ASMARASANTA,Semar dalam keadaan sejatinya, bermahkuto susun tujuh,berwajah cantik seperti perempuan dan berperilaku lembut penuh kasih sayang bagaikan seorang ibu kepada para anaknya tetapi bersabda tegas sekali seraya bertindak penuh keberanian,tanpa rasa ragu sebagaimana layaknya seorang SENOPATI ING NGALOGO ……..
nyambung:
he.. orang gila, dah lihat arjuno jaman sekarang belum? orangnya cantik dan galak
weh
arjuno
gue belum liat tuh, dimana kk
belum liat?
gak masalah, toh tidak menghalangi mas eddy corret punya peta hologram tuk meraba satrio piningit?
sekali lagi, salut!!!!!!
yang betul itu begini. ratu adil lahir di bumi mekkah. satu. lalu ia murtad. dua. gitu aja kok repot.
lucu juga lihat orang mengubah kata lahir di bumi mekkah menjadi org islam yg taat, karena di kitab musarar jayabaya sesudah itu muncul raja asmakingkin yg katanya lahir di kediri, lalu punya dua kedaton juga. tapi giliran dia kok tak diubah sama orang islam menjadi “orang islam yang taat”.
padahal sama-sama tulisannya “berkedaton dua” di buku yang sama. tapi kenapa yg satu dipelintir menjadi orang islam yg taat sedang yang satunya tak.
aneh.
gini aja deh. jika tak sanggup lahir di bumi mekkah. jangan suka mengubah-ubah karya orang lain. terimalah nasibmu sebagai manusia kelas 2.
dasar pethok.
Oit
Tunggu dulu om
Anda lupa bila Blog saya ini berisi tulisan kontrofersi.
Tulisan-tulisan saya bisa jadi sama dengan yang anda pikirkan, tetapi sebaliknya juga bisa jadi bertentangan dengan yang anda pikirkan.
Demikian harap maklum.
payah Berkata: Komentar anda sedang menunggu moderasi.
Juli 24, 2008 pada 12:30 pm
17 Alasan Kenapa Kami Tak Menyesal Murtad
Ditulis oleh Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita di/pada Juli 21, 2008
17 Alasan Kenapa Saya Tak Menyesal Keluar Dari Islam dan Menjadi Buddhist
1. Tuhannya benar.
Tuhan agama Buddha adalah “Yang tak terlahirkan, Yang tak menjelma kembali” – Udana III.
Inilah Tuhan yang benar, tak seperti muslim yang bertuhankan alien sirius “Dia yang menguasai bintang Syria” – Alquran. dan yang punya sifat-sifat maha pengasih, penyayang, seperti makhluk-makhluk Tuhan lainnya.
……
Kebal tk akhir: Pagoda emas
- Ilmu Baju Emas Anak Lelaki Buddha
Ilmu Dalam: – Tenaga Dalam Sembilan Mentari
- Tenaga Dalam Sembilan Bulan
Ilmu Aneh: – Ilmu Rawa Rontek
- Ilmu Ulat Sutra
Ilmu Perang: – Kitab Neo Tao Te Ching
- Perisai Genta Emas Buddha Rulai
- Penantang Vayu (Phoenix Membuka Sayap, Elang Perak Menyambar, Memutar Mentari dan Bulan, Kera Besi, Tapak Hati Hitam, dst)
Ilmu Luar: – Kungfu Cakar Peremuk Tulang
- Kungfu Tendangan Penghancur Bumi Langit
- Kungfu Putaran Ruyi
Ilmu Ringan Tubuh: Ilmu Kelelawar Sakti
Ilmu Unik: Kungfu Sambaran Listrik
Ilmu Sakti Dewa Pedang: Tk 1 Pedang Jiwa – Tk 2 Pedang Hati – Tk 3 Pedang Kosmos – Tk 4 Pedang Kosong
Ilmu supersakti: Tapak Buddha Es Api
Dsb masih banyak lagi.
he.. he.. he :
Segeralah Ke Tibet, rakyat Tibet mengharapkan bantuanmu Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita.
dan harap berhati-hati tentara Cina telah mampu menguasai TENDANGAN BAYANGAN Jet Li, TENDANGAN BAYANGAN KAKI SERIBU milik KETUA PERKUMPULAN BECAK TIONGKOK
Seandainya anda Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita tidak terlambat datang ke burma pasti, ANGIN TOPAN NARGIS tidak akan membawa korban manusia.
Weh.
Apa nih.
Ini komentar menunggu moderasi dari mana nih ?
Di blog saya ndak pake moderasi.
Jangan-jangan salah copy paste anda. Harusnya di copy paste ke blognya Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita tetapi nyasar kemari.
hihihi.
maaf, aku titip, si mahavatar sudah berkali-kali buang komentar kalo terpojok.
aku titip lagi ya, trim sebelumnya:
Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita Berkata:
Juli 25, 2008 pada 5:34 am
Taktik Anda gagal. Menggunakan kata “antum” belum membangkitkan kemarahan Saya. Saya belum bisa bertiwikrama cuma dengan menggunakan dialek dan slogam-slogan arab.
Cobalah lebih baik daripada itu, karena sebagai kelahiran kembali Khrisna, Saya sudah banyak makan asam garam saat menghadapi Kurawa dulu.
payah Berkata: Komentar anda sedang menunggu moderasi.
Juli 25, 2008 pada 5:50 am
dulu pernah menghadapi kurawa? oh ya aku ingat, waktu itu aku terbang mendengar teriakan tolong…tolong, ternyata sampeyan sedang dikejar2 prajurit kurawa.
sory ya mas eddy, sehari kadang ngeklik eddycorret.wordpress.com sampai 10 kali lebih, karena hal kontroversi bisa sebagai penyeimbang aku punya pendapat, yah walo tetap ga cocok sama mas eddycorret
waduh.
Jadi tempat penitipan nih.
keknya Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita ndak mau menanggapi komentar anda disini atau mungkin dia lagi sibuk ?
Jadi kk jangan kecewa yah bila komentar kk disini tidak ditanggapi Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita.
Saya mau nanggapi dikira ikut campur ntar.
Oh iya, harusnya kk memang ndak akan cocok sama saya, karena bila cocok bahaya kk. Kita kan sama-sama cowo masa sih cari kecocokan. Huakakakaka.
asyik juga tuh….
he..he… semuanya kok podho pinter-pinter
endang hadi adi – Juli 20, 2008
…..Mungkin itulah ASMARASANTA,Semar dalam keadaan sejatinya, bermahkuto susun tujuh,berwajah cantik seperti perempuan dan berperilaku lembut penuh kasih sayang bagaikan seorang ibu kepada para anaknya tetapi bersabda tegas sekali seraya bertindak penuh keberanian,tanpa rasa ragu sebagaimana layaknya seorang SENOPATI ING NGALOGO ……..
nyambung:
he.. orang gila, dah lihat arjuno jaman sekarang belum? orangnya cantik dan galak
*huehuehue………belom tuh..ada dimn ada dia mas endang???.
Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita – Juli 22, 2008
gini aja deh. jika tak sanggup lahir di bumi mekkah. jangan suka mengubah-ubah karya orang lain. terimalah nasibmu sebagai manusia kelas 2.
dasar pethok.
heh ci bai,jangan kebanyakan baca buku,n browsing di internet buat nyari2 info spiritual yg belom tentu baik buat perkembangan jiwa ente dan benar adanya ..lebih baik baca itu dirinya sendiri dan jelajahi itu alam pribadinya sendiri supaya nanti pantes disebut sebagai awatara yang akhir dan LOKAVIDU (pengenal segenap Alam pribadi)……………
Kalo gua sih,org mau ngaku titisan sama tumimbal lahirnya dursosono atau sengkuni sekalipun,asal ga ngadu domba dan bikin kepecah- pecah sih, ga pusing,tapi kalo ada yg ngaku titisan dewa atau tuhan sekalipun tapi wataknya mau memang dan bener sendiri,gua tabokin kepalanya nanti biar mrutul semua itu ilmu pikirnya,jadi ga bisa mikir yg aneh2 lagi huehuehuee. Tapi kalo mahawatara yg ini sih,ga pengen nabokin,cuma kasian aja ………..sakit lu yah??.he he he…berobat sana gih……..jgn ke shinshe sama ke dukun,cara berobatnya NAMASKARA/ SUJUD yang lama,biar ga liar pikirannya hehehehe
Tuh kan.
Udah dibilang juga.
Yang namanya Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita lagi sibuk kk. Lihat saja sendiri komentar di blognya aja dimoderasi semua dan jarang yang dimunculin. Apalagi mau menjawab komentar di blog orang lain. Yaa jelas ndak akan dijawab juga. Hihihi
Tunggu saja mungkin setelah pemilu mendatang mau menjawab komentar yang masuk.
melihat tulisan dan komentar aku jadi sedih kenapa banyak orang salah kaprah tentang semua yang terjadi pada negeri ini padahal aku telah di beri amanat dalam oleh seorang suci berwajah bagai bulan purnama bernama Muhamad untuk menolong orang dengan ikhlas tanpa mengharap sesuatu dari manusia kecuali ridho Allah semata. Dan Allah menjawab pertanyaan saya apa yang gerangan akan terjadi dg negeri ini yaitu pd malam idul adha yang mana saya dapati kejadian seorang yang terlihat di liang lahat meninggal pagi harinya yaitu bu tien soeharto dan orang berjubah putih menyuruh saya menolong ibu yang sekarat . dimana byk warna merah diseluruh penjuru negeri , gelombang hitam besar segunung menerjang apa saja di depannya di barengi guncangan hebat atas bumi ini , pohon2 tumbang dan terbakar di hutan , rumah2 hancur berantakan dan ter bakar , mayat2 bergelimpangan, orang kelaparan disana sini , mayat2 dikubur masal.
jam 3. 30 aku bangun dan sujud setelah wudhu dan memohon pd Allah agar semua bencana ini di tangguhkan untuk beberapa waktu dan akan terjadi jika banyak orang tidak mengindahkan budhi pekerti ( 30 : 60 ) .
aku pernah bertanya akan mimpi yg ku alami di umur 15 th ini pd banyak orang . pernah pula dikirim lewat pos ke beberapa presiden dr soeharto , gusur , megawati maupun sby mereka tak menanggapi . mungkin aku dianggap bodoh dan tak berguna sebagaimana seorang kyai pernah mengusir saya dr rumahnya gara2 menayakan hal ini .ahirnya aku bersimpuh dihadapan Allah dalam suasana kesedihan dan emosi panjang jika sudah begini aku tak sanggup lagi menahan apayang ditangguhkan – bencana – saat dulu kuminta. biar mereka tahu apa itu derita apa itu bahagia .
akupun setapak demi setapak melangkah memupuk rasa percaya diri . walau hampir setiap malam diajar oleh orang2 berjubah putih yang salah satunya kukenal dg nama nabi hidr yang mana di tahun 2005 sebelum tsunami aceh berkata umat muhamad saat sekarang ini pada telanjang walau ia sholat,baca quran, puasa , sedekah ,zakat maupun haji. mengapa ?
karena dalam hati mereka tdk lagi condong pd Allah namun pd selain Allah.
Saya belajar byk dan untung bertemu seorang yang bijak dan memberikan pelajaran yang hampir sama dengan mimpi saya sedari mati suri umur 2 th.
saya mendapati apa yang menjadikan islam sebagai ringkasan 6 agama pendahulunya ; hindu, budha, zabur, taurot, konghucu, injil. yaitu melalui sholat . yang sangat dalam penjelasaanya .
penjabarannya sampai menemukan ruh sejati.yang kemudian inilah sebenarnya ringkasan 6 agama pendahulu.akupun bertemu dg bpk ibu ruh dan juga ruh2 pr wali, nabi , maupun bidadari . walau msh belum kuat jasad ini hingga bertemu cuma lewat mimpi.
th 2001 aku bertemu makam sabdo palon di kota kelahiranku yang ternyata pusat ajaran agama tertua di indonesia yang di bawa nabi hidr 3000 th lalu yang mendirikan padepokannya di alun2 kota sekarang. sabdo palon itu bukanmanusia bukanpula jin ia itu sebuah ilmu yang hanya dimiliki oleh seorang raja yaitu illmu tentang ucapan yang jadi . sering di sebut sabdo pandhito ratu .tdk sembarang ucapann raja di ucapkan kr bisa membawa dampak luas dikalangan masyarakat.
sekarang aku masih bingung aku ingin melaksanakan amanat muhamad tp aku masih sedikit ilmu .akupun harus mengangkat ekonomiku yang di bawah garis . jg karena aku bingung saat terjadi anginribut atau mendung aku menatap langit dan berdoa supaya daerahku tak dilanda bencana banyak ruh2 suci memberi komentar jangan di hilangkan semua itu sebab itu untuk pelajaran bagi mereka yang tak sadar. aku tidak boleh cemas pd orang baik sb mereka akan dilindungi oleh Tuhan kr perbuatan baiknya yang ikhlas
maafkan aku …
saptodirganto@yahoo.com
Gitu yah.
Bila saya perhatikan sepertinya kk terlalu berlebihan menterjemahkan sebuah amanat. Ingatlah bila Tuhan tidak akan membebani manusia dengan beban yang manusia tersebut tidak mampu memikulnya. Sebenarnya bebannya seimbang dengan kemampuan kk, tetapi anda yang berlebihan menafsirkannya. Jadi seakan-akan beban itu sangat berat padahal tidak.
Kenapa banyak yang tidak menanggapi anda. Hal itu karena kepentingan yang mendasari. Kepentingan mereka tidak sama dengan kepentingan anda. Anda merasa amanat tersebut sangat penting tetapi orang yang anda beritahu menganggap amanat anda sebagai hal biasa. Disisi lain orang lain bisa jadi tidak mau menanggung beban yang seharusnya anda tanggung sendiri. Jadi harap dimengerti kenapa orang lain tidak menanggapi.
Perlu kk ingat, apapun yang terjadi di Nusantara dengan segala bencana, kesulitan dll semuanya telah digariskan oleh Tuhan. Oleh karena telah digariskan maka hal tersebut bisa diketahui sebelum terjadinya. Joyoboyo, Ronggowarsito, Siliwangi, Nostradamus, Nabi SAW dll termasuk yang telah mengetahuinya dan mereka memberitahukan bila semua bencana ini bukan kiamat juga tidak akan terjadi selamanya. Tetapi ada akhirnya.
Apabila kk ingin melakukan amanat tersebut, lakukanlah sesuai kemampuan dan jangan dipaksakan. Ntar bisa mengganggu kesehatan fisik bahkan non fisik kk. Semoga membantu.
Setuju boss edy corret….. (biar kesan paranormal abis)
Lakukan apa adanya dan mengalir sajalah…..
yang kedua pandai-pandailah membaca situasi dari peristiwa keseharian (nyata) yang dihadapi dalam hidup. Biasanya disitu ada hikmah atau petunjuk untuk langkah ke depan harus bagaimana.
Gusti emang MAHA AGUNG,satu lagi putra nuswantara yang dijadikan saksi atas kebesaran dan KehendakNya!.
KALIAN SEMUA MEMANG GOBLOK.
SAYALAH AVATAR SEJATI.
mas avatar alamat blognya donk daku mau meguru lewat blog… boleh khan… ya tambah2 ilmu lah…
Iya kk.
Andalah avatar sejati karena tertera nick name anda tersebut, tetapi apakah kenyataannya demikian ? sebab yang mengaku avatar sejati bukan hanya anda saja tuh. Silahkan di lacak di Yahoo atau Google. Yang mengaku avatar banyak sekali, mana mungkin semuanya benar. Bisa jadi justru semuanya salah.
Makin ndak jelas saja mana yang benar dan mana yang salah nih. Kalo ditanya semua akan mengatakan bahwa dirinyalah yang benar dan yang laen salah. Trus gimana tuh ?
ya, gimana ya, lha kondisi spertinya terpuruk, wajarlah klo setiap orang peduli sama negaranya, hatta yang main nafsunya…
Ya kalo dipikir-pikir siapa pun yang jadi avatar besok bakalnya jadi pemimpin yah…. pimimpin dambaan lah….
Cuman gimana yah caranya jadi pemimpin yang baik….? Karena syaratnya begitu banyak sih…. Tapi gak usah ngomong yang rumit-rumit dulu aja ah…. yang sederhana2 saja.
Kalau dilihat secara kasat mata di lapangan sih…. kriteria pemimpin yang baik itu adalah mereka-mereka yang memperhatikan dan membimbing yang mereka pimpin… terkadang sangat memikirkan dan tidak peduli kondisi pribadi…. saking perhatiannya. (cuman kayaknya berat jadi model ginian, saya aja gak sanggup jeh). Ya contoh yang paling keliatan ya di bapak bangsa Soekarno, dimana dia rela tuk dipenjara daripada Indonesia remuk pada waktu pergantian pimpinan orla ke orba. Terus kanjeng nabi muhammad saw, dimana sampai akhir hayatnya kepikiran akan umatnya sampai menyebut umati… umati…. (umat islam).
sang budha gautama dan nabi-nabi besar atau pemimpin besar lainnya juga melakukan hal yang sama. Padahal menurut kitab2 suci yang ada…. bahwa dari diri kita semua adalah pemimpin… ya minimal untuk diri sendiri dan keluarga en sekitar. Apakah kita sudah melakukan hal tersebut…. alias ada kepedulian untuk itu? Ya hanya diri kita masing-masing yang bisa menjawab yah…..
Kalau masalah kemampuan yang lain2 itu sifatnya tambahan ajah, tergantung cakupan kepemimpinannya… alias ya itu serahkan pada ahlinya jika pingin sesuatu berjalan dengan baik….
(sori pas lagi pingin ngomong waras ajah…. biasanya lagi senewen neh)
seh wali lanag di congot dan Panembahan Purboyo di wot galeh (watu gong) adalah contoh seorang figur ulama yang di ziarahi tidak hanya muslim, tapi juga dari berbagai keyakinan.
setauku lho
Ya iyalah buah pohon yang tumbuh wajar satitahe tentunya manis rasanya jika dirasakan semua golongan……..
klo ada yang sakit hati sama sultan patah demak yang lain jangan jadi sasaran kebencian karena ulama sebelum Demak bahkan sebelum majapahit memberi contoh sak titahe, seh subakir masang rajah supaya tanah jawa layak buat tempat tinggal manusia, bukan tempat tinggal kaum muslimin doang. Rosululloh sendiri ngakui orang nusantara yang mampu mengemban amanahNYA
ah sakit ati kenapa sama syah alam akbar I?lah wong cuma gara2 baca dongeng aja kok sakit ati hihihihi……..keobsesi kali tuh pada wakakaka……….yg dulunya bener2 dikhianati aja belom tentu sakit ati kali mas endang,lah wong kita ga pernah tau sebenernya yg terjadi di masa lalu itu bagaimana…n yg pasti yang lalu biar berlalu….yg didepan nanti juga belum nyata2 ada,yg pantes di sadari cuma Iki lan siki iki hehehe………
namanya harap2 cemas, ada harapan ada kecemasan, yah ada rasa kawatir klo jadi seperti umatnya nabi musa
Masa jaman gini masih ketipu sama PATUNG SAPI EMAS buatan angan2 manusia sih?wakakakaka……………… ,
but mereka2 yg sederhana di dalam batin dan pamikir ga akan pernah bisa ketipu dan kebegal……
Iya sih, masak ketipu.
Tetapi ini jaman memang lagi pas kk. Contoh nyata antri zakat malah mati, itu sama dengan ketipu loh. padahal berapa sih yang didapet, kan ndak sebanding dengan nyawa tuh.
Bisa ndak kk mengira-ngira, yang mati waktu antri zakat itu di alam kubur sana gimana perasaannya. Sakit bener tuh, liat fisiknya mati cuma uang beberapa ribu aja, mungkin yang mati juga bertanya kenapa gue yang mati, kenapa buka yang lainnya.
Ini baru antri zakat kk, bagaimana kalo ada sapi emas beneran ?
Kira-kira berapa yang akan mati hanya untuk melihat saja ?
Yah semoga ndak terjadi lagi peristiwa itu. Semoga.
sapi emas betina al baqoroh.
sapinya cacingan bilangnya kyai oleng
iya tuh…
Tapi sapinya udah nguntal Combantrin tuh kata Kanda Hadi Adi Endang… Heheheh
JANGAN GITU…..
BAHASA YANG DIUNGKAPKAN DARI TEKS KITAB KAEK(lAMA) ITU ADA YANG MENGGUNAKAN BAHASA KONOTASI.
TIDAK SEMUANYA DAPAT DIUTARAKAN DENGAN MAKNA SESUNGGUHNYA.BILA UNGKAPAN AGAMA HARUSLAH MENGACU PADA HAL IKHWAL SEJARAHNYA YANG DIMAKSUDKAN SABDO PALON ADALAH “TUBUH”….
JADI BANYAK-BANYAK BELAJAR SEJARAH SEBELUM MENG-UPLOAD CERITA KE UMUM….
Assalamualaikum wr. wb.
Salam jumpa, salam kenal
Mungkin prediksi sy ttg ramalan Prabu Jayabaya ini, hampir sama dengan prediksi Sdr. Eddy corret, atau mungkin berbeda dgn temen2, jadi mohon maaf.
Analisanya dimulai bait 159, pd tahun 2008 ini (“selelet-leletnya mbesuk tutup tahun sinungkalan dewa wolu…. bakal ana dewa ngejawantah….”) telah hadir di tengah2 kt mengejawantah di bumi nusantara berupa Dewa atau Putra Bhatara Indra (berupa pusaka keris), sosok tsb tempat munculnya didaerah Banyuwangi, spt yg tlh diramalkan pd bait 161 “bengawan banyu”. Tempat munculnya (Banyuwangi) bkn scr kebetulan, daerah tsb dahulu adalah tempat btemu & bpisah Prabu Brawijaya V (Sunan Lawu) dgn Sabdopalon & Noyogenggong disaksikan Sunan Kalijaga. Sang Prabu Brawijaya V tlh menandai tempat tsb sbg di tanda Sabdopalon & Noyogenggong akan datang lagi “nanti jk ada org Jawa bersenjatakan kaweruh yaitu yg akan diasuh Sabdopalon, org Jawan akan diberi petunjuk ttg benar salah”.
Maka sbg tanda tempat/daerah tsb oleh Prabu Brawijaya V disaksikan Sunan Kalijaga, dirubah nmnya yg dulunya Blambangan menjadi Banyuwangi menjadikan tanda Sabdopalon & Noyogenggong pulang kembali ke tanah Jawa membawa momongannya.
Siapakah yg dimaksud dgn Dewa/Putra Bhatara Indara pd bait 160? kemudian bait 161: Rumahnya spt Raden Gatutkaca (“andhedukuh pindha Raden Gatutkaca”). Pada bait 160 kita diminta untuk menelusuri, siapa Raden Gatutkaca sehingga dikatakan sebagai Rumah?
Untuk mjawabnya mk simak kembali cerita wayang Gugurnya Raden Gatutkaca oleh senjata Kunta milik Karno. Diceritakan, walau Raden Gatutkaca lari menghindar dari kejaran senjata Kunta, bahkan sampai lapis langit tujuh sekalipun, tetap saja senjata Kunta mengjarnya dan … Raden Gatutkaca tidak bisa menghindar. Kenapa? hal ini disebabkan Raden Gatutkaca adalah sebagai Rumah/sarang-nya senjata tersebut (di pusernya bersemayam warangka/sarung/rumahnya).
Dari uraian tersebut, teka-teki bait 159, 160 dan 161 diperoleh jawaban sementara, bahwa Dewa atau Putra Bhatara Indra rumahnya seperti Raden Gatutkaca adalah sebuah Pusaka berwujud KERIS?
Mari kita buktikan, bait 164 & 168 telah menjelaskan ttg ciri2 pusaka tsb, dikaitkan dgn bait 159, 160 dan 161.
Setelah kita membaca petunjuk bait 164 & 168, disimpulkan (1) Putra kesayangan Sunan Lawu, (2) ya Kyai Brajamusthi, ya Kresna ya Herumurthi. (3) Trisula pucuknya sangat tajam membawa maut atau utang nyawa; yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain; yang pinggir-pinggir menolak pencurian. (4) Tajamnya tritunggal nan suci: bener, lurus, jujur (5) didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong.
Kesimpulan, sosok Dewa atau Putra Bhatara Indra yg sdh mengejawantah di tahun 2008 ini adalah berupa Pusaka Keris pegangan Satrio Piningit, telah ditemukan di Banyuwangi oleh Bocah Angon Kerbau di sungai mati pada bulan Maret 2008, kemudian diterima anak sy bulan Mei 2008.
Pendapat ini dibenarkan oleh Sunan Lawu (hasil kontak bathin dgn beliau). Menurut beliau, ya itulah satu-satunya Putra kinasih (klangenan), mempunyai ciri2 pokok, di dlm pusaka bersemayam 3 warna nur/sifat/cahaya makluk, spt halnya manusia bersemayam 4 warna nur/cahaya makhluk (bait 159 “ana Dewa ngejawantah apengawak manungsa”).Menurut anak sy 3 warna nur tsb adlh Merah, Biru, Hijau, ya Kyai Brajamusthi, ya Kresna ya Herumurthi (baik 164 “Putra kinasih swargi Sunan Lawu, ya Kyai Brajamusthi, ya Kresna ya Herumurthi”), bersifat yg suci; bener, lurus/jejeg, jujur (“landepe triniji suci, bener, jejeg, jujur”).
Kemudian pd bait 168 dijelaskan scr jelas spesifikasi fisik pusaka tsb, digambarkan tajemnya : Pucuk/ujungnya gawe pati atau hutang nyawa, yg tengah pantang berbuat merugikan orang lain, yang pinggir-pinggir menolak pencurian dan kejahatan (“landepe trisula, pucuk arupa gegawesirik agawe pati utawa utang nyawa. Sing tengah sirik agawe kapitunaning liyan, sing pinggir-pinggir tulak tolak colong jupuk winaleran”).
Kemudian spesifikasi yg lain, diterangkan pd bait 164, di pangkal pusaka tsb ada gambar/lambang Pohon Beringin, di bawahnya terdapat 2 (dua) orang bocah di kiri dan kanan sbag Sabdopalon & Noyogenggong yg dipisahkan oleh gambar/pamor spt rumah Merpati susun tiga (bait 161 “arupo pagupon Dara tundha tiga”).
Menurut hasil dialog dgn leluhur sy, Pangeran Diponegoro (Sultan Eracakra) jumlah pusaka jenis spt ini jumlahnya ada 27 buah (1 peti), eyang sy pernah mencari untuk perjuangan melawan penjajah ttp tidak menemukannya. menurutnya dari jumlah tsb, hanya satu ini yg bersemayam 3 nur. Pusaka ini adalah andalah kerajaan besar Sriwijaya dan Majapahit, pemiliknya adalah Satrio Piningit.
Kemudian, menurut Sunan Lawu, salah satu faktor penyebab kenapa pusaka ini dikatakan sbg pusaka (putra) kesayangan (kinasih)nya adalah karena mengandung makna filosofis, sejarah dan daya tuah yg luar biasa (sbg pusaka andalan Satrio Piningit) yang terpahat dalam lambang-lambang/pamor timbul.
Lambang Pohon Beringin (menurut Eyang Sunan Lawu) bermakna filosofis & sejarah menggambarkan menanam pohon bersama (Majapahit dan Sunda/Pajajaran yang diibaratkan sbg satu pohon) yang akhirnya berpisah. Sedangkan Majapahit & Pajajaran dipahatkan pd lambang 2 (dua) orang bocah kecil yang terletak di kiri dan kanan sebagai Sabdopalon dan Noyogenggong.
Sabdopalon diibaratkan bagai sebuah petuah orang tua kpd anak-cucunya. Petuah & janji ditujukan kpd Raden Wijaya sbg pendiri Majapahit (masih keturunan darah Sunda/Pajajaran). Raden Wijaya mendapat wejangan/nasehat dan sumpah, kelak jika nanti negaranya menjadi negara yg besar dan luas wilayahnya, janganlah sekali-sekali menyerang Sunda/Pajajaran karena Sunda/Pajajaran masih saudara sendiri, dan janji/sumpah tsb oleh Raden Wijaya telah disanggupi.
Kerajaan Majapahit pd masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk mcapai jaman keemasan dgn wilayah jangkauan kekuasaan sangat luas. Didorong oleh ambisi Maha Patih Gajahmada untuk mpersatukan nusantara, menganggap belum lengkap jika Sunda belum ditaklukan, maka terjadilah peristiwa Perang Bubad. Atas peristiwa tsb berarti Raden Wijaya dan keturunannya telah melanggar sumpah dan nasehat kakeknya. Akibat pelanggaran tsb, selepas wafatnya raja Hayam Wuruk kejayaan Majapahit berangsur-angsur memudar, dan ….. karma / bebendu tanah Jawa berlangsung, petaka/bencana datang silih berganti, perubahan kearah kebejatan moral/jaman edan terjadi, jaman berubah menjadi jaman kalabendu Jawa. Manusia sengsara melihat perilaku penyimpangan dari fitrak manusia yg sesungguhnya.
Jika masyarakat luas Indonesia perbuatannya masih tidak suci; artinya perbuatannya tidak benar, lurus/jejeg dan jujur, maka telah merusak tatanan kerukunan/kebersamaan dalam dan keseimbangan alam pun ikut terganggu. Bentuk penyimpangan2 yg terjadi karena pengaruh kalabendu Jawa, dalam Kitab Musarar Jayabaya spt :
1. Sungguh zaman gonjang-ganjing menyaksikan zaman edan tidak ikut edan maka tidak kebagian, yang sehat pada oleh pikir, para petani dibelenggu, para pembohong bersuka ria (bait 142).
2. Raja tdk menempati janji, orang makan sesamanya, kayu glondongan dan besi juga dimakan katanya enak rasa kue bolu, malam hari semua tidak bisa tidur (bait 143).
3. Yang gila dapat berdandan, yang membangkang semua dapat membangun rumah, gedung-gedung megah (bait 144).
4. Orang berdagang barang makin laris tp hartanya makin habis, banyak orang mati kelaparan disamping makanan, banyak orang berharta namun hidupnya sengsara (bait 145).
5. Org waras & adil hidupnya memprihatinkan & terkucil, yg tidak dapat mencuri dibendi, yang pintar curang jadi teman, orang jujur semakin tak berkutik, orang salah makin pongah, banyak harta musnah tak jelas larinya, banyak pangkat dan kedudukan lepas tanpa sebab (bait 146).
6. Bumi semakin lama semakin sempit, sejengkal tanah kena pajak, wanita memakai pakaian laki-laki (bait 147).
Akibat dari perilaku penyimpangan manusia di atas, berpengaruh pd kesimbangan alam spt banjir badang dimana-mana, gunung meletus tidak dinyana-nyana (bait 141), datang jaman penuh bencana di nusantara spt tanah pecah merekah, gempa 7 kali sehari dan bencana macam-macam, hujan salah musim.
Jaman edan akan berakhir, Sabdopalon yg termasyur dan menanggung malu, akan tampil kembali untuk membantu nusantara agar bermoral benar, lurus dan jujur (trisula wedha) dengan ditandai munculnya putra kinasih swargi Sunan Lawu atau Putra Bhatara Indra yg sulung.
Sudah janjinya Sabdopalon dan Noyogenggong, jika tuntutan perubahan moral/budhi tidak dipenuhi maka konsekwensinya adalah banyak orang digigit nyamuk mati, digigit semut mati, banyak suara aneh tanpa rupa, pasukan makluk halus sama-sama berbaris berebut garis yg benar tak kelihatan tak berbentuk yg memimpin Putra Bhatara Indra, bersenjatakan trisula weda, para asuhannya menjadi perwira perang, jika berperang tanpa pasukan sakti mandraguna tanpa aji-aji (bait 162) dan yang membantah pasti mati (bait 166).
Sebaliknya jika tatanan moral masyarakat sdah berubah total bermoral/akhlak benar, lurus dan jujur (trisula wheda) sebagaimna yg tlh diemong/diwejang oleh Sabdopalon, insyaallah akan terwujud jaman kemakmuran dan Indonesia akan menjadi negara mercusuar dunia, harta berlimpah muncul dimana-mana, sandang, pangan dan papan murah, dan perubahan jaman (wolak waliknya jaman) dari jaman Kalabendu ke jaman Kalisuba dimulai awal bulan Suro tahun ini, yg hampir bertepatan dg tahun baru Masehi sbagaimana bait 165 : “pendak Suro sambutlah kumoro, yg sudah tampak menebus dosa dihadapan sang Maha Kuasa”.
Bentuk ritual yg dahulu dilakukan (pd jaman Majapahit) terekam di dalam pusaka, pusaka tsb direndah, satu thn sekali setiap bulan Sura, dgn kembang Melati (melambangkan kesucian), air sungai (melambangkan kehidupan yg terus berjalan) dan watu kali (melambangkan kekokohan). Sedangkan kunci untuk menghidupkan cakra dengan surah Az Azariat, Al-Iklas, Al-Fatiah dan Salawat. Pusaka tsb sudah bisa berdiri dan dpt berbicara (ttp tdk kelihatan wajah yg berbicara krn ghaib). Insyaallah pusaka ini akan sy pakai untuk mengentaskan kemiskinan krn pusaka itu adalah kunci D (“Duit”).
Karena daya tuahnya luar biasa maka tdk semua orang kuat memegang pusaka ini, hanya orang yg sudah maqom makhrifat mukasyafah dan trah dari Pangeran Diponegoro dan Sunan Lawu yang sanggup dan dipilih. Menjelang bulan puasa (1 minggu sebelum Idul Fitri) telah menjadi korban dilempar & muntah darah karena berani menghidupkan pusaka ini tanpa ijin. Bisikan pusaka, nanti akan datang 2 (dua) orang anak sebaya Eko Surya Winata Minal Ashaqul Ashaq menyatu, arahnya dari Gunung Tangkuban Perahu (dari generasi Priyangan) dan dari Cirebon dari kasang laut (pinggir laut). 3 orang inilah tokoh ini yg dinanti-nantikan.
Menurut beberapa pinisepuh, diramalkan pancernya nur satrio piningit itu daerahnya sekitar Kebumen – Karangannyar, kemudian ada yg bilang Sumpyuh, masih keturunan Sultan Eracakra, bisa berdialog dgn para leluhur dan bermaqom Makhrifat Mukasyafah serta pemilik pusaka ini yg baru muncul di Sungai Banyuwangi.
Disamping pusaka tersebut mengandung sejarah, pusaka kesayangan Sunan Lawu ini juga :
1. Menguasai seluruh ajaran (ngelmu) bait 164.
2. Mampu memberikan perintah&mengerahkan jin, seta, kumara, prewangan dan para lelembut untuk bersatu padu membantu masyarakat Indonesia (bait 164).
3. Bergelar pangeran perang, dapat mengatasi keruwetan orang banyak (bait 163).
4. Setiap bulan suro nguntapake kumara (bait 165).
5. Ludahnya ludah api, sabdanya sakti (terbukti) yg membantah pasti mati, orang tua, muda maupun bayi, orang yg tidakberdaya minta apa saja pasti terpenuhi, garis sabdanya tidak akan lama (bait 166).
6. Pandai meramal spt dewa, dpt mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda, tidak bisa ditipu krn dpt membaca isi hati, bijak, cermat dan sakti, mengerti sebelum sesuatu terjadi, mengerti garis hidup setiap umat tidak khawatir tertelan zaman (bait 167).
7. Sudah lulus wedha Jawa (bait 168).
Demikianlah prediksi sy ttg bait-bait terakhir ramalan Jayabaya, maksud sy bukan pamer/riya, hanya sekedar mengingatkan di tahun depan agar masing-masing mawas diri berebut jalan yg benar.
Mungkin ada teman2 yg meremehkan “ojo gumun” apa mungkin pada jaman teknologi sebuah pusaka dikatakan dapat mengatasi masalah? krisis ekonomi dan krisis moral.
Untuk kekuatan sebuah pusaka bisa disimak pada Surah Al-Hadid 25.
Demikian, mohon maaf jika prediksi sy sangat ngawur dan bertentangan dengan pendapat/prediksi orang kebanyakan.
Raden Kuswanto
kus_kus867@yahoo.co.id
Assalamualaikum wr. wb.
Salam jumpa, salam kenal
Mungkin prediksi sy ttg ramalan Prabu Jayabaya ini, hampir sama dengan prediksi Sdr. Eddy corret, atau mungkin berbeda dgn temen2, jadi mohon maaf.
Analisanya dimulai bait 159, pd tahun 2008 ini (”selelet-leletnya mbesuk tutup tahun sinungkalan dewa wolu…. bakal ana dewa ngejawantah….”) telah hadir di tengah2 kt mengejawantah di bumi nusantara berupa Dewa atau Putra Bhatara Indra (berupa pusaka keris), sosok tsb tempat munculnya didaerah Banyuwangi, spt yg tlh diramalkan pd bait 161 “bengawan banyu”. Tempat munculnya (Banyuwangi) bkn scr kebetulan, daerah tsb dahulu adalah tempat btemu & bpisah Prabu Brawijaya V (Sunan Lawu) dgn Sabdopalon & Noyogenggong disaksikan Sunan Kalijaga. Sang Prabu Brawijaya V tlh menandai tempat tsb sbg di tanda Sabdopalon & Noyogenggong akan datang lagi “nanti jk ada org Jawa bersenjatakan kaweruh yaitu yg akan diasuh Sabdopalon, org Jawan akan diberi petunjuk ttg benar salah”.
Maka sbg tanda tempat/daerah tsb oleh Prabu Brawijaya V disaksikan Sunan Kalijaga, dirubah nmnya yg dulunya Blambangan menjadi Banyuwangi menjadikan tanda Sabdopalon & Noyogenggong pulang kembali ke tanah Jawa membawa momongannya.
Siapakah yg dimaksud dgn Dewa/Putra Bhatara Indara pd bait 160? kemudian bait 161: Rumahnya spt Raden Gatutkaca (”andhedukuh pindha Raden Gatutkaca”). Pada bait 160 kita diminta untuk menelusuri, siapa Raden Gatutkaca sehingga dikatakan sebagai Rumah?
Untuk mjawabnya mk simak kembali cerita wayang Gugurnya Raden Gatutkaca oleh senjata Kunta milik Karno. Diceritakan, walau Raden Gatutkaca lari menghindar dari kejaran senjata Kunta, bahkan sampai lapis langit tujuh sekalipun, tetap saja senjata Kunta mengjarnya dan … Raden Gatutkaca tidak bisa menghindar. Kenapa? hal ini disebabkan Raden Gatutkaca adalah sebagai Rumah/sarang-nya senjata tersebut (di pusernya bersemayam warangka/sarung/rumahnya).
Dari uraian tersebut, teka-teki bait 159, 160 dan 161 diperoleh jawaban sementara, bahwa Dewa atau Putra Bhatara Indra rumahnya seperti Raden Gatutkaca adalah sebuah Pusaka berwujud KERIS?
Mari kita buktikan, bait 164 & 168 telah menjelaskan ttg ciri2 pusaka tsb, dikaitkan dgn bait 159, 160 dan 161.
Setelah kita membaca petunjuk bait 164 & 168, disimpulkan (1) Putra kesayangan Sunan Lawu, (2) ya Kyai Brajamusthi, ya Kresna ya Herumurthi. (3) Trisula pucuknya sangat tajam membawa maut atau utang nyawa; yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain; yang pinggir-pinggir menolak pencurian. (4) Tajamnya tritunggal nan suci: bener, lurus, jujur (5) didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong.
Kesimpulan, sosok Dewa atau Putra Bhatara Indra yg sdh mengejawantah di tahun 2008 ini adalah berupa Pusaka Keris pegangan Satrio Piningit, telah ditemukan di Banyuwangi oleh Bocah Angon Kerbau di sungai mati pada bulan Maret 2008, kemudian diterima anak sy bulan Mei 2008.
Pendapat ini dibenarkan oleh Sunan Lawu (hasil kontak bathin dgn beliau). Menurut beliau, ya itulah satu-satunya Putra kinasih (klangenan), mempunyai ciri2 pokok, di dlm pusaka bersemayam 3 warna nur/sifat/cahaya makluk, spt halnya manusia bersemayam 4 warna nur/cahaya makhluk (bait 159 “ana Dewa ngejawantah apengawak manungsa”).Menurut anak sy 3 warna nur tsb adlh Merah, Biru, Hijau, ya Kyai Brajamusthi, ya Kresna ya Herumurthi (baik 164 “Putra kinasih swargi Sunan Lawu, ya Kyai Brajamusthi, ya Kresna ya Herumurthi”), bersifat yg suci; bener, lurus/jejeg, jujur (”landepe triniji suci, bener, jejeg, jujur”).
Kemudian pd bait 168 dijelaskan scr jelas spesifikasi fisik pusaka tsb, digambarkan tajemnya : Pucuk/ujungnya gawe pati atau hutang nyawa, yg tengah pantang berbuat merugikan orang lain, yang pinggir-pinggir menolak pencurian dan kejahatan (”landepe trisula, pucuk arupa gegawesirik agawe pati utawa utang nyawa. Sing tengah sirik agawe kapitunaning liyan, sing pinggir-pinggir tulak tolak colong jupuk winaleran”).
Kemudian spesifikasi yg lain, diterangkan pd bait 164, di pangkal pusaka tsb ada gambar/lambang Pohon Beringin, di bawahnya terdapat 2 (dua) orang bocah di kiri dan kanan sbag Sabdopalon & Noyogenggong yg dipisahkan oleh gambar/pamor spt rumah Merpati susun tiga (bait 161 “arupo pagupon Dara tundha tiga”).
Menurut hasil dialog dgn leluhur sy, Pangeran Diponegoro (Sultan Eracakra) jumlah pusaka jenis spt ini jumlahnya ada 27 buah (1 peti), eyang sy pernah mencari untuk perjuangan melawan penjajah ttp tidak menemukannya. menurutnya dari jumlah tsb, hanya satu ini yg bersemayam 3 nur. Pusaka ini adalah andalah kerajaan besar Sriwijaya dan Majapahit, pemiliknya adalah Satrio Piningit.
Kemudian, menurut Sunan Lawu, salah satu faktor penyebab kenapa pusaka ini dikatakan sbg pusaka (putra) kesayangan (kinasih)nya adalah karena mengandung makna filosofis, sejarah dan daya tuah yg luar biasa (sbg pusaka andalan Satrio Piningit) yang terpahat dalam lambang-lambang/pamor timbul.
Lambang Pohon Beringin (menurut Eyang Sunan Lawu) bermakna filosofis & sejarah menggambarkan menanam pohon bersama (Majapahit dan Sunda/Pajajaran yang diibaratkan sbg satu pohon) yang akhirnya berpisah. Sedangkan Majapahit & Pajajaran dipahatkan pd lambang 2 (dua) orang bocah kecil yang terletak di kiri dan kanan sebagai Sabdopalon dan Noyogenggong.
Sabdopalon diibaratkan bagai sebuah petuah orang tua kpd anak-cucunya. Petuah & janji ditujukan kpd Raden Wijaya sbg pendiri Majapahit (masih keturunan darah Sunda/Pajajaran). Raden Wijaya mendapat wejangan/nasehat dan sumpah, kelak jika nanti negaranya menjadi negara yg besar dan luas wilayahnya, janganlah sekali-sekali menyerang Sunda/Pajajaran karena Sunda/Pajajaran masih saudara sendiri, dan janji/sumpah tsb oleh Raden Wijaya telah disanggupi.
Kerajaan Majapahit pd masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk mcapai jaman keemasan dgn wilayah jangkauan kekuasaan sangat luas. Didorong oleh ambisi Maha Patih Gajahmada untuk mpersatukan nusantara, menganggap belum lengkap jika Sunda belum ditaklukan, maka terjadilah peristiwa Perang Bubad. Atas peristiwa tsb berarti Raden Wijaya dan keturunannya telah melanggar sumpah dan nasehat kakeknya. Akibat pelanggaran tsb, selepas wafatnya raja Hayam Wuruk kejayaan Majapahit berangsur-angsur memudar, dan ….. karma / bebendu tanah Jawa berlangsung, petaka/bencana datang silih berganti, perubahan kearah kebejatan moral/jaman edan terjadi, jaman berubah menjadi jaman kalabendu Jawa. Manusia sengsara melihat perilaku penyimpangan dari fitrak manusia yg sesungguhnya.
Jika masyarakat luas Indonesia perbuatannya masih tidak suci; artinya perbuatannya tidak benar, lurus/jejeg dan jujur, maka telah merusak tatanan kerukunan/kebersamaan dalam dan keseimbangan alam pun ikut terganggu. Bentuk penyimpangan2 yg terjadi karena pengaruh kalabendu Jawa, dalam Kitab Musarar Jayabaya spt :
1. Sungguh zaman gonjang-ganjing menyaksikan zaman edan tidak ikut edan maka tidak kebagian, yang sehat pada oleh pikir, para petani dibelenggu, para pembohong bersuka ria (bait 142).
2. Raja tdk menempati janji, orang makan sesamanya, kayu glondongan dan besi juga dimakan katanya enak rasa kue bolu, malam hari semua tidak bisa tidur (bait 143).
3. Yang gila dapat berdandan, yang membangkang semua dapat membangun rumah, gedung-gedung megah (bait 144).
4. Orang berdagang barang makin laris tp hartanya makin habis, banyak orang mati kelaparan disamping makanan, banyak orang berharta namun hidupnya sengsara (bait 145).
5. Org waras & adil hidupnya memprihatinkan & terkucil, yg tidak dapat mencuri dibendi, yang pintar curang jadi teman, orang jujur semakin tak berkutik, orang salah makin pongah, banyak harta musnah tak jelas larinya, banyak pangkat dan kedudukan lepas tanpa sebab (bait 146).
6. Bumi semakin lama semakin sempit, sejengkal tanah kena pajak, wanita memakai pakaian laki-laki (bait 147).
Akibat dari perilaku penyimpangan manusia di atas, berpengaruh pd kesimbangan alam spt banjir badang dimana-mana, gunung meletus tidak dinyana-nyana (bait 141), datang jaman penuh bencana di nusantara spt tanah pecah merekah, gempa 7 kali sehari dan bencana macam-macam, hujan salah musim.
Jaman edan akan berakhir, Sabdopalon yg termasyur dan menanggung malu, akan tampil kembali untuk membantu nusantara agar bermoral benar, lurus dan jujur (trisula wedha) dengan ditandai munculnya putra kinasih swargi Sunan Lawu atau Putra Bhatara Indra yg sulung.
Sudah janjinya Sabdopalon dan Noyogenggong, jika tuntutan perubahan moral/budhi tidak dipenuhi maka konsekwensinya adalah banyak orang digigit nyamuk mati, digigit semut mati, banyak suara aneh tanpa rupa, pasukan makluk halus sama-sama berbaris berebut garis yg benar tak kelihatan tak berbentuk yg memimpin Putra Bhatara Indra, bersenjatakan trisula weda, para asuhannya menjadi perwira perang, jika berperang tanpa pasukan sakti mandraguna tanpa aji-aji (bait 162) dan yang membantah pasti mati (bait 166).
Sebaliknya jika tatanan moral masyarakat sdah berubah total bermoral/akhlak benar, lurus dan jujur (trisula wheda) sebagaimna yg tlh diemong/diwejang oleh Sabdopalon, insyaallah akan terwujud jaman kemakmuran dan Indonesia akan menjadi negara mercusuar dunia, harta berlimpah muncul dimana-mana, sandang, pangan dan papan murah, dan perubahan jaman (wolak waliknya jaman) dari jaman Kalabendu ke jaman Kalisuba dimulai awal bulan Suro tahun ini, yg hampir bertepatan dg tahun baru Masehi sbagaimana bait 165 : “pendak Suro sambutlah kumoro, yg sudah tampak menebus dosa dihadapan sang Maha Kuasa”.
Bentuk ritual yg dahulu dilakukan (pd jaman Majapahit) terekam di dalam pusaka, pusaka tsb direndah, satu thn sekali setiap bulan Sura, dgn kembang Melati (melambangkan kesucian), air sungai (melambangkan kehidupan yg terus berjalan) dan watu kali (melambangkan kekokohan). Sedangkan kunci untuk menghidupkan cakra dengan surah Az Azariat, Al-Iklas, Al-Fatiah dan Salawat. Pusaka tsb sudah bisa berdiri dan dpt berbicara (ttp tdk kelihatan wajah yg berbicara krn ghaib). Insyaallah pusaka ini akan sy pakai untuk mengentaskan kemiskinan krn pusaka itu adalah kunci D (”Duit”).
Karena daya tuahnya luar biasa maka tdk semua orang kuat memegang pusaka ini, hanya orang yg sudah maqom makhrifat mukasyafah dan trah dari Pangeran Diponegoro dan Sunan Lawu yang sanggup dan dipilih. Menjelang bulan puasa (1 minggu sebelum Idul Fitri) telah menjadi korban dilempar & muntah darah karena berani menghidupkan pusaka ini tanpa ijin. Bisikan pusaka, nanti akan datang 2 (dua) orang anak sebaya Eko Surya Winata Minal Ashaqul Ashaq menyatu, arahnya dari Gunung Tangkuban Perahu (dari generasi Priyangan) dan dari Cirebon dari kasang laut (pinggir laut). 3 orang inilah tokoh ini yg dinanti-nantikan.
Menurut beberapa pinisepuh, diramalkan pancernya nur satrio piningit itu daerahnya sekitar Kebumen – Karangannyar, kemudian ada yg bilang Sumpyuh, masih keturunan Sultan Eracakra, bisa berdialog dgn para leluhur dan bermaqom Makhrifat Mukasyafah serta pemilik pusaka ini yg baru muncul di Sungai Banyuwangi.
Disamping pusaka tersebut mengandung sejarah, pusaka kesayangan Sunan Lawu ini juga :
1. Menguasai seluruh ajaran (ngelmu) bait 164.
2. Mampu memberikan perintah&mengerahkan jin, seta, kumara, prewangan dan para lelembut untuk bersatu padu membantu masyarakat Indonesia (bait 164).
3. Bergelar pangeran perang, dapat mengatasi keruwetan orang banyak (bait 163).
4. Setiap bulan suro nguntapake kumara (bait 165).
5. Ludahnya ludah api, sabdanya sakti (terbukti) yg membantah pasti mati, orang tua, muda maupun bayi, orang yg tidakberdaya minta apa saja pasti terpenuhi, garis sabdanya tidak akan lama (bait 166).
6. Pandai meramal spt dewa, dpt mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda, tidak bisa ditipu krn dpt membaca isi hati, bijak, cermat dan sakti, mengerti sebelum sesuatu terjadi, mengerti garis hidup setiap umat tidak khawatir tertelan zaman (bait 167).
7. Sudah lulus wedha Jawa (bait 168).
Demikianlah prediksi sy ttg bait-bait terakhir ramalan Jayabaya, maksud sy bukan pamer/riya, hanya sekedar mengingatkan di tahun depan agar masing-masing mawas diri berebut jalan yg benar.
Mungkin ada teman2 yg meremehkan “ojo gumun” apa mungkin pada jaman teknologi sebuah pusaka dikatakan dapat mengatasi masalah? krisis ekonomi dan krisis moral.
Untuk kekuatan sebuah pusaka bisa disimak pada Surah Al-Hadid 25.
Demikian, mohon maaf jika prediksi sy sangat ngawur dan bertentangan dengan pendapat/prediksi orang kebanyakan.
Raden Kuswanto
kus_kus867@yahoo.co.id
BUAT YG BIKIN CERITA DI ATAS DAN HASIL PENALARAN LOGIKANYA . .
KELIHATAN TERLALU DANGKAL ILMUNYA . . .
KAMU MERASA HIDUP SENDIRI . .
AGAMA DAN KEPERCAYAAN ITU GA BISA DI BUKTIKAN DENGAN LOGIKA
HANYA DIBUKTIKAN DENGAN KEPERCAYAAN . .
BUKAN BERARRTI SABDA PALON ITU BENER2 KENTUT . .
AMBIL MAKNANYA JGN ARTIKAN PERKATA
KALO KALIAN BIJAK INI NAMANYA HUKUM ALAM
BUKAN BERARTI JAWA HANCUR KARENA ULAH SABDA PALON
KITA CARI MAKNANYA . .
INGAT KITA DI DUNIA TIDAK SENDIRI
BUKAN CUMA JIN MALAIKAT ATAU MANUSIA SAJA
MASIH ADA MAKLHUK LAEN
TOLONG JGN BERFIKIRAN DANGKAL . .
BUAT YG BIKIN CERITA DI ATAS DAN HASIL PENALARAN LOGIKANYA . .
KELIHATAN TERLALU DANGKAL ILMUNYA . . .
KAMU MERASA HIDUP SENDIRI . .
AGAMA DAN KEPERCAYAAN ITU GA BISA DI BUKTIKAN DENGAN LOGIKA
HANYA DIBUKTIKAN DENGAN KEPERCAYAAN . .
BUKAN BERARRTI SABDA PALON ITU BENER2 KENTUT . .
AMBIL MAKNANYA JGN ARTIKAN PERKATA
KALO KALIAN BIJAK INI NAMANYA HUKUM ALAM
BUKAN BERARTI JAWA HANCUR KARENA ULAH SABDA PALON
KITA CARI MAKNANYA . .
INGAT KITA DI DUNIA TIDAK SENDIRI
BUKAN CUMA JIN MALAIKAT ATAU MANUSIA SAJA
MASIH ADA MAKLHUK LAEN
TOLONG JGN BERFIKIRAN DANGKAL . .
Kentut beneran malah bagus bisa buat pupuk ( bisa memperbanyak anakan padi dan menghijaukan daun)
Tugas penyuluh pertanian jaman Ratu Adil sangat berat, bagaimana dalam waktu 2 tahun tanah2 dijawa ini subur kembali, perlu HUMUS.
Penyuluh Pertanian yang aku amati pada suatu kecamatan tidak pernah ngajari petani bagaimana tanah jadi subur, cara meningkatkan produksi, kerjanya ngasih pengumuman dari DEPTAN, atau mendampingi SALES dari Pabrik Pupuk (biasanya ngaku pupuk organik)
Siapa mau menyusul aku sebagai Penyuluh Pertanian Sukarela?. (nanti kalo Ratu Adil dah maujud tentu saja minta honor yang gede)
51. SABDA PALON – Nopember 30, 2008
KALO KALIAN BIJAK INI NAMANYA HUKUM ALAM
BUKAN BERARTI JAWA HANCUR KARENA ULAH SABDA PALON
KITA CARI MAKNANYA . .
Sabdo palon sebelum berpisah dengan Prabu Brawijaya menyebut kelak akan kembali lagi tandanya Merapi meletus laharnya ke barat daya. Selanjutnya dia akan menyebar gama budhi.
Fakta menyebutkan bila Mei 2006 Merapi meletus dan laharnya ke barat daya. Tidak salah lagi Sabdo Palon sudah kembali. Tapi apa yang terjadi setelah itu, dia menyebar gama budi dan menghancurkan Jogja dengan gempa 5,9 SL. Apa anda mau menyangkal fakta ini ?
Merapi itu sudah meletus sedari 17 januari 1997………….
Boss eddy,Gua jadi bingung sendiri kadang2,itu Sabdopalon yg mana sih,yg nyebarin agama baru?.Gua emang ga gaul sih boss,karenanya terangin dong dikit masalah kaskus………
Kita ga butuh agama baru boss,udah kebanyakan,kita juga ga butuh kitab ajaran baru,udah cukup bikin dunia kepecah- pecah n jadi tempat yg ga nyaman buat ditinggalin,bawa saja api hidup jaman baru,taruh nih di dada kita supaya kita masing2 bisa mengerti HUKUM JAMAN INI tanpa perlu bimbingan seorang guru dan sebuah buku tapi langsung dari bimbingan hidup itu sendiri…….. itu namanya Kebuddhian,digelitik buddhinya manusai yg dahulu tertidur lelap……..HEH BANGUN,elo kan punya perjanjian dulu supaya Hukum dan Tuntunan Tuhan menjadi satu dalam diri kita karenanya ga perlu ada orang ngaku pinter dan suci didepan nanti sehingga ngerasa pantes buat ngebimbing sesamanya manusia dalam rangka ketuhanan, manusia itu sama di mata Tuhan
Kita berbuat baik terhadap jiwa sesama itu bukan karena kita bis membawakan sesama kedalam agama,kepercayaan dan pandangan hidup yg kita anut tetapi jika kita bisa membuka hati dan menumbuhkan sir sesama kepada pengabdian secara total kepada Kehendak Tuhan/Dharma/Hukum Kebenaran menurut latar belakang dan pembawaan masing2 orang sendiri2.
Dan lubang kubur satu buat satu manusia,artinya manusia bakal mempertanggung jawabkan laku perbuatannya sendiri dihadapan Tuhannya karenanya ga usah nyebar2in agama baru.
46. Raden Kuswanto – Nopember 26, 2008
Siapakah yg dimaksud dgn Dewa/Putra Bhatara Indara pd bait 160? kemudian bait 161: Rumahnya spt Raden Gatutkaca (”andhedukuh pindha Raden Gatutkaca”). Pada bait 160 kita diminta untuk menelusuri, siapa Raden Gatutkaca sehingga dikatakan sebagai Rumah?
Untuk mjawabnya mk simak kembali cerita wayang Gugurnya Raden Gatutkaca oleh senjata Kunta milik Karno. Diceritakan, walau Raden Gatutkaca lari menghindar dari kejaran senjata Kunta, bahkan sampai lapis langit tujuh sekalipun, tetap saja senjata Kunta mengjarnya dan … Raden Gatutkaca tidak bisa menghindar. Kenapa? hal ini disebabkan Raden Gatutkaca adalah sebagai Rumah/sarang-nya senjata tersebut (di pusernya bersemayam warangka/sarung/rumahnya).
—————————————————–
to Mas Joklan,
kalo baca koment den kus, kepala siapa yang gue tancepin keris?
sego rames, pecel lele, soto daging?
lo juga sih yang bilangin jangan mengaku-aku, jadinya gua ‘yang gak suka pake id tetep’ dan tersamar.. wakakakaka, emang musti begitu skenarionya kaleee yah! sejak dari nurrahmad, gantharwa sampe mas eddy sepertinya dah sangat jelas dan sekarang gue tinggal nunggu kebaikan orang lain, bahasa langit sudah cukup dan selebihnya memang wadi dan gue pun masih belajar, butuh pengorbanan waktu dan biaya emang sampe keluarga sendiri sering dilupakan, tapi yah semoga membawa kebaikan dan kedamaian di muka bumi. gue sih gak minat jabatan teras tapi kalo nongkrong di teras emang hobi gue sampe terasnya Tuhan ada jejak kaki gue habis dari comberan hehehehe.
ya sudahlah, mo bebal ya bebal saja buat nambahin titel di belakang namanya… oh no no no yah tahu diri saja!!!
oooooooo
56. 00000000000 – Nopember 30, 2008
Boss eddy,Gua jadi bingung sendiri kadang2,itu Sabdopalon yg mana sih,yg nyebarin agama baru?.Gua emang ga gaul sih boss,karenanya terangin dong dikit masalah kaskus………
Weg, gue yang salah nulisnya.
Pada komentar gue no 54 tertulis dia menyebar gama budi dan menghancurkan Jogja dengan gempa 5,9 SL. Apa anda mau menyangkal fakta ini ?
Harusnya : dia menyebar gama budi dengan cara menghancurkan Jogja dengan gempa 5,9 SL. Apa anda mau menyangkal fakta ini ?
Wakakaka…..tapi kalo udah naik ke teras sono,jgn sampe ga asik lagi yah mas…..wakakaka…biasanya orang kalo udah berubah jadi ga lucu lagi…kaya eko patrio tuh…
tetep majenun lah…biar semuanya yg terlihat di mata itu lucu …..kalo bisa madzjub yah lebih bagus lagi,semua yg tampak terlihat indah dan sebagai cinta………
Maju terus boss……………tapi jgn lupa design2 mengenai sandhi2 jaman ini he he he……..bagi2 dong sama ane,itung2 sebagai hiburan nih di jaman retu ini ….
eh mas,emang mas kenal sama den mas kuswanto itu?.Itu jaman sekarang banyak juga yah yg dapet wejangan ini itu……
ngomong2 masalah tancep menancep…bukannya biasa pake cokro baskoro itu kalo nancep ubun2 orang njangkar he he he …………
memang mas,Satriyo ga punya keluarga,ga boleh punya “AKU” he he he biar lebih entengan kali dalam ngejalanin dan nuntasin semua karyanya ….
Waduh…
Ada yang punya kembaran, yang sama-sama hobi main di peceren (comberan)…
Tapi yang jadi pertanyaan comberan yang mana dulu yang di masuki oleh hamung mahesa ngalas sewu jangkah kraton krapyak kramat…
bisa lhooo sama-sama comberan tapi isi comberanya yang beda hehehehe….
Salam
Yang seneng main di comberan dan lumpur kotor emang lebih cocok mengenakan busana hitam supaya pas nyemplung ke comberan atau ke got sekalipun buat nolong jiwa sesama ga risi2 lagi wakakaka ..
dan emang,bunga tunjung putih itu tumbuhnya dilumpur kotoran kehinaaan jawadwipa,ga di dalam taman sriwedari keraton karenanya “Berbahagialah mereka2 yg ga risi untuk terjun berenang kedalam lumpur kotoran,karena ada KEBENARAN disana”
Walah nek gitu di berdayakan aja berenang di peceren (comberan)…
Mas DAS CAPITALIS yang buat kolam… dan pemilik kolam pecerenya..
Biar makin banyak tuh tunjung putih bermekaran
Jika benar gempa di jogja itu sebagai pertanda kedatangan sabdopalon seharusnya pada mawas diri ada apa dengan jogjakarta?.Gua sih bukan ngebela dia,ga ada urusan apa2 dan ga punya kepentingan apa2 soal beginian……mau sabdopalon dateng kek,mau enggak kek,ga ada urusan…..ga ada effeknya buat hidup gua,soalnya gua cuma bertujuan satu,sangkan paraning dumadi!.
Dan Gempa itu bangkit boss,sama seperti seorang manusia jika untuk pertama kalinya mendapat sentuhan dari Kekuasaan Langitan untuk dibangkitkan dari tidur panjangnya….rasanya seperti gempa, berguncang semua badannya,itu tanda pisahnya kesombongan manusiawinya dengan daya rahmat tuhannya dalam rupa buddhi dan jiwanya.Gempa itu KEBANGKITAN!.BABARNYA KEBUDDHAYAAN NUSWANTARA…………….tinggal tunggu AIR SAMUDERA masuk kedaratan……..sebagai pertanda,JEJERNYA RATU ADIL HERUCAKRA!
hehehehe
asal jangan saling sikut aja waktu berenang… tapi saling nggosoki dan ngasih lumpur bagian yang belum kena lumpur… hasilnya makin kinclong
kalo gitu ada baiknya jika ada anjuran berenang di kolam comberan dan lumpur yang berbau busuk… Biar makin banyak yang tumbuh dan bermekaran Tunjung Putih-nya…
Weleh… welehhh..
dan Mengetahui “Sangkan Paran Dumadi”
Si Komo mau lewat…
kalo begitu ada baiknya jika ada anjuran untuk membiasakan diri berenang di lumpur yang berbau busuk alias comberan/peceren… Biar semakin banyak Tunjung Putih yang mekar bersemi
Asal waktu berenang tidak saling sikut-sikutan aja tapi justru saling gosok-menggosok dan melaburi lumpur yang berbau busuk ke bagian yang belum terkena lumpur
maka ibarat pecahan intan yang bersinar terkena sinar Matahari yang akan di hasilkan hehehehe
dan jika nanti pada saat “AIR SAMUDRA” masuk ke daratan tidak perlu pake gelombang sunami cukup masuk sedikit demi sedikit,,, hehehe “Karepe Mbilung”
65. …………….. – Desember 2, 2008
Dan Gempa itu bangkit boss,sama seperti seorang manusia jika untuk pertama kalinya mendapat sentuhan dari Kekuasaan Langitan untuk dibangkitkan dari tidur panjangnya….rasanya seperti gempa, berguncang semua badannya,itu tanda pisahnya kesombongan manusiawinya dengan daya rahmat tuhannya dalam rupa buddhi dan jiwanya.Gempa itu KEBANGKITAN!.BABARNYA KEBUDDHAYAAN NUSWANTARA…………….tinggal tunggu AIR SAMUDERA masuk kedaratan……..sebagai pertanda,JEJERNYA RATU ADIL HERUCAKRA!
Sebenarnya Mbah Marijan tau persis mengenai hal ini. Karena beliau melihat sendiri dengan kedua mata beliau. Namun sebagaimana juga para abdi dalem Kraton Jogja, mereka lebih memilih diam dan hati-hati berbicara bila ditanyakan mengenai hal tersebut.
wakakaka…wah ane ga suka sikut2tan boss…..wong ga pernah kerja dan terjun ngikutin pola hidup yg ada di bebrayan ini……….jadi ga kelatih instingnya buat begituan he he he……..ga tau yg lain….
sama ga minat ah kalo jadi tunjung putih sih….misalnya minat juga ga akan kuat dan ga akan pantes…….minatnya sebagai yg nonton aja he he he…ga papa ikut terjun ke lumpur juga,…….nanti kalo ada yang nakal maen sikut2,biar aye yg sentil idungnya hehehe………..biar “penonton” berbicara sekali2 he he he……….
oo gitu toh boss eddy,ane baru tau,asli nih yah,ogut ga suka pura2 n mancing2…..,berarti payah juga yah si sabdopalon tuh….
Btw,titisan sabdopalon itu kenal ga sama putra bhatara endra dalam arti wadagnya boss?.bagi2 dong infonya……..ogut ga ngerti asli, bukannya mancing2 begitu,gua ga suka begitu……….
Bagi info yah boss………..
Tapi jika Kehendak tuhan berkata lain gimana Boss,,, Misal anda di kehendaki menjadi salah satu dari “Tunjung Putih” Itu gimana hayoo apa Anda akan menolak KARSA TUHAN anda… wakakaka…
Apa anda tetep akan bilang ndak kuat dan nggak pantess… (tapi jika di amati anda akan bilang seperti itu, dasarnya karena Tuhan suka dan cinta orang yang rendah hati) hehehehe… Padahal itu sudah menjadi garis hidup anda… Maaf ya Boss “Tunjung Putih” dan “Bocah-bocah Asmara Sejati” dapat di lihat dan di baca dari getaran tulisanya… hehehehe…
hmmmmm
Mas EHA/Endang…
Akhir-akhir ini jika saya amati kok sedikit dan singkat isi komentnya baru sakit gigi ya… sakit gigi kok sedikit…
wah sampean punya ilmu apa ya kok pinter nebak, jangan2 anda SP
Aku ikut ikutan “hmmmm”
baru sariawan… :d
Bagi diri saya SP adalah Seorang Penganalisa jadi bukan Satriya Piningit yang anda maksud hehehe
Jadi bagi saya SP banyak Kepanjanganya, pokoknya bisa macem-macem deh hehehehe :d
wah kalo gitu anda ahli menganalisa
lho yang ngajarin khan Mas Endang mulai dari Nurahmad, Gantharwa sampai Eddy Corret… berarti yang Ahli adalah Anda dunk
oooooooooo
Si Komo – Desember 3, 2008
Tapi jika Kehendak tuhan berkata lain gimana Boss,,, Misal anda di kehendaki menjadi salah satu dari “Tunjung Putih” Itu gimana hayoo apa Anda akan menolak KARSA TUHAN anda… wakakaka…
Apa anda tetep akan bilang ndak kuat dan nggak pantess… (tapi jika di amati anda akan bilang seperti itu, dasarnya karena Tuhan suka dan cinta orang yang rendah hati) hehehehe… Padahal itu sudah menjadi garis hidup anda… Maaf ya Boss “Tunjung Putih” dan “Bocah-bocah Asmara Sejati” dapat di lihat dan di baca dari getaran tulisanya… hehehehe…
***********
Wah mas,seandainya boleh memilih,lebih baik sih jangan sampai jadi salah satu bunga tunjung itu,karena jika sungguh2 saya menyadari diri,memang rasanya itu ga akan mampu dan ga pantes bukan untuk berusaha supaya terlihat rendah hati atau apa,tetapi yah memang sungguh2 nyata,saya ga akan mampu dan ga pantes untuk menjadi sebagai salah satu dari bunga tunjung putih itu, kasihan saya dan juga kasihan mereka2 yg lainnya karena sudah berharap banyak kepada jangka2 leluhur,jika sampai saya yg terpilih!.Semoga jangan……….tapi jika Tuhan menghendaki,semoga ada pilihan untuk menjalaninya dengan jalan yg cocok dengan latar belakang dan pribadi saya sendiri……tapi sekali lagi,semoga jangan ,masih banyak mereka2 yg lainnya yg saya rasa lebih mampu,lebih pantas dan lebih sembodo daripada saya seorang………
Saya senangnya berlaku umpama penonton lenong aja ….yg nonton tapi kadang ikut juga komentar,he he he…..senengnya TUT WURI HANDAYANI aja……….
apa iya???
iya boss………swear,heaven n earth he he he
Setiap mahkluk Allah memiliki hak yang sama untuk menentukan kehidupan yang mereka inginkan di dunia ini. Karena kita sebagai mahluk allah hanya punya 1(satu) hak yang sama dan tidak dapat kita pungkiri dalam menjalankan kehidupan kita di dunia ini lalu apa hak kita “Hak Kita Adalah Berbudi Daya (Berusaha), Allah Yang Menentukan”
Jangan Spesimis Allah cinta dengan orang yang rendah hati dan mau untuk berusaha
Allah Maha Berkehendak dan Maha segala-galanya…
Ingat kata-kata yang pernah anda tulis bahwa Allah tidak akan pernah salah dalam menjatuhkan pilihan-Nya
Tetaplah “Eling lan Waspada”
Nuwun
70. …………………… – Desember 2, 2008
Btw,titisan sabdopalon itu kenal ga sama putra bhatara endra dalam arti wadagnya boss?
Weg.
Jangankan Sabdo Palon kenal nggak sama Putra Batara Indra. Sabdo Palonnya sendiri aja gue juga ndak tahu, wajahnya mirip siapa, apa mirip mak lampir ato gimana.
wakakakaka…..bukan gitu boss…..menurut gosipnya gimana?.pasti si bos kan udah denger2,katanya si sabdo palon itu tukang ngegunain n nyulein si putra bhatara endra,berarti saling kenal dong ……
Bagi info yah boss……….ogut pengen tahu nih he he he….usil aja,buat ngisi waktu…
Sebaiknya SP saja.
Kalo gue yang ngomong kan cuma katanya. Kalo SP yang ngomong pasti sudah mengerti keadaan yang sebenarnya. Ntar kalo SP dah muncul pasti akan cerita juga mengenai semua itu.
sampai kapan nih wong jawa mau ngomongin dan berdiskusi PEPESAN KOSONG
tidak berharga apa lagi bermanfaat.semua cerita semar,arjuna murka muka gila,kresna sialan dan yang maha mulia dorna.sabda balon,brawijaya modar,majapahit kerek.
selamat diskusi yeah orang2 gila.gua mah gak ikut2
Makasih
Buat siapa saja atas komentar-komentarnya