Bencana di Indonesia merupakan Bias Hologram Juni 30, 2008
Posted by eddycorret in Artikel.Tags: Azab Tuhan, Bencana Alam, Bias Hologram, Hologram, Kalabendu, Kalasuba, kontrofersi
trackback
Indonesia dilanda bencana
Banyak yang menyebutnya azab Tuhan
Padahal Alam Semesta dilengkapi Tuhan dengan Hologram.
Saat ini Indonesia sedang dilanda bencana yang cukup dahsyat, seperti banjir, kekeringan, luapan lumpur, gempa bumi dan lain sebagainya. Beberapa kalangan menyebut ini merupakan ujian dari Tuhan, bahkan ada juga yang menyebut ini merupakan azab dari Tuhan. Benarkah Tuhan sedang mengazab Indonesia ?
Ketahuilah bila Alam Semesta ini telah dilengkapi Tuhan dengan Hologram. Hologram bisa diartikan sebagai cermin kaca, namun hologram bukan hanya cermin yang memiliki sebuah kaca, tetapi banyak kaca didalamnya. Perbedaannya cermin kaca hanya terdiri dari 1 buah kaca saja yang apabila ada sinar diarahkan ke kaca maka sinar tersebut akan terpantulkan dan hanya menghasilkan 1 pantulan sinar saja.
Sedangkan hologram memiliki banyak kaca didalamnya yang apabila sebuah sinar diarahkan ke hologram, maka sinar tersebut akan terpantulkan tidak hanya 1 sinar saja. Bisa juga menghasilkan begitu banyak sinar yang dipantulkan bahkan tak terhitung jumlahnya. Hanya dengan mengarahkan 1 sinar bisa menghasilkan banyak pantulan sinar inilah yang disebut dengan Bias Hologram.
Manusia sesungguhnya menjalani hidup ini tak ada bedanya dengan bercermin di depan kaca cermin. Coba anda kepalkan tangan kemudian arahkan ke cermin kaca, maka bayangan tangan kita yang berada di dalam cermin akan mengarah ke diri kita sendiri dan bukan ke arah lain. Semakin cepat tangan kita ayunkan maka semakin cepat pula bayangan di dalam cermin tersebut bergerak.
Demikian juga dengan perbuatan baik dan buruk yang kita lakukan dalam menjalani kehidupan. Manusia berbuat dosa pada orang lain niscaya dia akan terkena akibatnya sama dengan dosa yang telah dia lakukan. Sebaliknya juga manusia berbuat baik, niscaya kebaikannya akan kembali kepada dirinya sendiri. Jadi tidak ada bedanya dengan bercermin.
Apa yang terjadi di Indonesia dengan segala macam bencana, sebenarnya merupakan Bias Hologram dari perbuatan dosa rakyat Indonesia sendiri. Apabila dosa yang dilakukan oleh rakyat biasa, maka dosa tersebut hanya akan terpantul kembali pada dirinya sendiri. Akan tetapi di Indonesia dosanya dilakukan oleh pejabat yang seharusnya mengabdi pada nusa bangsa, maka hasilnya dosa tersebut diterima akibatnya oleh selain si pembuat dosa juga oleh rakyat yang tidak terkait sama sekali dengan dosa tersebut.
Contoh paling nyata adalah semburan lumpur panas di Sidoarjo. Buruknya kinerja pengelola pengeboran dengan adanya ketidakberesan dalam masalah pengeboran, sekarang akibatnya ditanggung oleh banyak pihak bahkan pihak-pihak yang tidak tahu sama sekali dengan pengeboran tersebut. Satu dosa dilakukan oleh pejabat hasilnya dosa tersebut terbias/terpantul kemana-mana dirasakan oleh rakyat yang tak berdosa.
Seluruh bencana yang terjadi di Indonesia saat ini bukanlah azab Tuhan, tetapi inilah akibat dari dosa yang dilakukan oleh para pejabat selama bertahun-tahun. Berikut beberapa hal yang sekiranya perlu untuk diketahui bahwa bencana ini merupakan Bias Hologram :
1. Azab itu untuk orang yang berdosa.
Semua orang mengetahui bila azab diturunkan Tuhan sebagai balasan atas perbuatan dosa yang dilakukan manusia. Oleh karena balasan tersebut ditujukan buat manusia yang berdosa maka hanya yang berbuat dosa saja yang akan terkena azab. Tuhan Maha Mengetahui mana orang yang harus diazab dan mana orang-orang yang seharusnya tidak ikut terkena dampaknya ketika azab diturunkan.
Ingatlah bila dahulu kala Tuhan pernah menurunkan Azab kepada umatnya Nabi Luth as. Umat Nabi Luth karena dosanya melakukan Homosex dan Lesbian maka Tuhanpun menurunkan azab kepada mereka semua. Azab diturunkan dalam bentuk hujan batu dan banjir sehingga seluruh umat Nabi Luth mati tiada tersisa. Masih banyak contoh lain pada masa kehidupan para Nabi dan Rosul. Jadi manusia yang ditimpakan azab adalah mereka yang berbuat dosa.
Tetapi lihatlah bencana di Indonesia, justru yang terkena rakyat biasa. Apakah bencana yang dialami rakyat Indonesia ini bisa dikatakan azab Tuhan ?
2. Azab bukan untuk orang yang tidak berdosa.
Bila orang yang berdosa dibalas dengan siksa, maka sebaliknya untuk orang yang baik tentunya balasannya baik pula. Tidak mungkin orang yang berbuat baik akan terkena azab sementara yang berbuat dosa baik-baik saja. Apakah kita akan berfikir Tuhan menurunkan balasan atas dosa sesorang tapi meleset kena orang lain, ya mustahil lah. Tuhan kan Maha Mengetahui.
Lihatlah kenyataan rakyat Indonesia pada menderita bahkan meninggal dunia mulai dari Sabang hingga Merauke. Mereka sehari-hari menjalankan kehidupan seperti biasa dan tidak aneh-aneh, tidak korupsi, tetapi mereka merasakan semua derita ini. Apa mungkin Tuhan mengazab rakyat Indonesia yang sehari-hari menjalani kehidupan biasa dan tidak aneh-aneh. Mungkinkah azab Tuhan salah sasaran.
Coba lihat juga para pejabat kita yang korupsi, mereka nyaman-nyaman saja menjalani kehidupan. Sama sekali tidak terkena Tsunami, tidak terkena dampak gempa. Disaat rakyat ketakutan dengan terjadinya gempa bumi, mereka enak-enakan hidup di apartemen mewah bertingkat. Kenapa para koruptor masih hidup dan tidak terimbas bencana sama sekali sementara rakyat hidup menderita. Apa ini yang dinamakan azab Tuhan? Kalau memang azab Tuhan seharusnya terkena pada koruptor dan pejabat kotor, bukannya pada rakyat biasa. Jelas-jelas ini bukan azab.
3. Tuhan diam saja.
Mungkin anda berfikir Tuhan saat ini sedang sibuk menurunkan azab di Indonesia. Setiap kali ada yang berdosa di suatu daerah, maka Tuhan lalu bergerak menurunkan azab ke daerah tersebut. Padahal Tuhan di atas sana diam saja di Singgasana-Nya. Ngapain Tuhan repot-repot menurunkan azab setiap kali ada manusia yang berdosa, hal itu bisa diartikan sebagai banyak kerjaan. Tuhan itu Maha Kuasa, dengan Kuasa-Nya maka cukup dilengkapi alam semesta ini dengan Hologram semua bisa berjalan sesuai kehendak-Nya.
Seandainya Tuhan berkehendak sesuatu pada alam atau pada seorang manusia di waktu atau kesempatan tertentu, maka cukuplah bagi-Nya dengan mengutus malaikat saja. Apabila Tuhan sendiri yang turun tangan, ntar malaikat pada menganggur donk. Fungsi malaikat kan untuk membantu Tuhan untuk terwujudnya kehendak-Nya, selain itu juga jumlah malaikat melebihi jumlah manusia. Jadi biar malaikat saja yang bergerak untuk mengurusi berbagai hal di alam semesta ini.
4. Tuhan telah menciptakan Syurga dan Neraka.
Ingatlah bahwa Tuhan telah menciptakan Syurga dan Neraka untuk masa depan manusia kelak. Syurga untuk orang-orang yang tidak berdosa dan Neraka untuk orang-orang yang berdosa. Apabila ada manusia yang ketika di dunia berbuat dosa tetapi hidupnya baik-baik saja hingga akhir hayatnya, belum tentu di Akhirat kelak akan baik-baik saja. Di akhirat kelak si pendosa akan dimasukkan ke dalam neraka.
Pada saat ini ketika terjadi bencana melanda Indonesia, banyak sekali rakyat biasa yang menderita bahkan meninggal. Penderitaan tersebut bisa jadi hanya dialaminya ketika hidup di dunia. Apabila di Akhirat kelak mereka termasuk orang yang tak berdosa, tentunya Tuhan akan membalasnya dengan Syurga. Apalagi mereka yang terkena bencana bisa bersabar dan tabah menghadapinya, tentunya sikap tersebut dapat membawanya untuk masuk ke Syurga kelak, semoga.
Sementara para koruptor dan pejabat kotor yang ketika bencana ini melanda Indonesia, mereka hidupnya nyaman-nyaman saja. Belum tentu di Akhirat kelak mereka akan nyaman-nyaman saja. Tentunya Tuhan akan menggiringnya ke Neraka oleh karena perbuatan kotor dan korupsinya selama menjadi pejabat. Enaknya hidup di dunia bukan berarti enak juga nantinya di Akhirat. Sebaliknya menderita di dunia belum tentu menderita juga di Akhirat.
5. Takdir Tuhan atas manusia.
Ketahuilah bila Tuhan telak menetapkan takdir bagi semua ciptaan-Nya, baik itu manusia maupun makhluk lainnya. Manusia telah diberi takdir mulai dari kehidupan, jodoh, rezeki bahkan juga kematiannya. Rakyat Indonesiapun juga telah ditakdirkan akan mengalami semua bencana dan penderitaan ini. Untuk itulah sebaiknya kita bersabar menghadapinya.
Bencana yang menimpa Indonesia juga merupakan takdir Tuhan. Jangan heran bila jauh sebelum bencana ini terjadi, para leluhur kita seperti Joyoboyo, Ronggowarsito, Siliwangi maupun dari Internasional seperti Nostradamus juga Nabi Muhammad SAW telah mengetahuinya sebelum semua ini kita alami. Karena memang semua telah digariskan Tuhan jauh sebelum bumi ini diciptakan.
Oleh karena semua telah ditakdirkan sebelumnya bahkan sebelum diciptakan, maka Tuhan tidak perlu lagi membuat rencana baru. Semua rencana sudah ditetapkan sebelum Alam Semesta ini diciptakan sehingga sejak Adam hingga kiamat kelak, semuanya berjalan menurut takdir Tuhan. Apabila memang saat ini Indonesia sedang huru-hara, itu bukanlah azab atas rencana baru dari Tuhan. Tetapi memang takdir Tuhan sejak sebelum semua peristiwa ini terjadi.
6. Bencana merupakan bagian dari hukum Keseimbangan.
Alam Semesta ditegakkan Tuhan tentunya dengan hukum keseimbangan. Semua yang terjadi baik di luar maupun di dalam bumi merupakan rangkaian keseimbangan tersebut. Apabila saat ini Indonesia ditimpa derita dengan bencana, maka kelak akan terjadi sebaliknya di Indonesia yaitu kesejahteraan hidup. Sementara yang berdosa kelak akan disiksa, dan terus demikian keseimbangan itu tetap terjaga.
Bukankah Joyoboyo, Ronggowarsito, Siliwangi juga pernah mengatakan bila kelak Indonesia akan mengalami jaman sengsara (Kalabendu), dan kemudian jaman tersebut akan diganti dengan jaman sebaliknya yaitu jaman suka ria (Kalasuba). Apa yang kita alami dengan segala bencana ini tidaklan terus menerus hingga akhir zaman. Sebagai bagian dari keseimbangan alam semesta maka kelak bencana ini akan berakhir dan diganti dengan jaman kemakmuran.
Berbeda keadaannya bila semua bencana ini merupakan azab Tuhan, maka kata Kalasuba (suka ria) tidak akan pernah terjadi. Apabila bencana di Indonesia terus-menerus terjadi tiada henti hingga kiamat kelak, maka itu bertentangan dengan hukum keseimbangan. Bila ada duka pasti ada suka demikian sebaliknya. Suatu saat nanti semua duka dan derita ini pastilah akan diganti dengan suka ria dan itulah hukum keseimbangan.
7. Bias Hologram di Indonesia.
Telah dijelaskan sebelumnya bila di dalam alam semesta terdapat banyak cermin kaca itulah Hologram. Manusia hidup tiada bedanya berada ditengah-tengah banyaknya cermin kaca tersebut. Apabila manusia berbuat dosa namun dosa yang dilakukan hanya kecil dan tidak terkait dengan orang lain, maka dosanya cuma tersorot pada 1 cermin kaca. Dari 1 cermin tersebut pantulannya dimungkinkan akan kembali pada dirinya sendiri saja.
Sedangkan apabila perbuatan yang dilakukan merupakan dosa besar dan terkait dengan orang banyak seperti korupsi dll, maka dosanya tersebut akan tersorot ke banyak cermin kaca sehingga menghasilkan banyak pantulan dosa. Akibatnya bukan hanya akan dirasakan oleh si pembuat dosa saja, tetapi juga dapat memantul ke semua arah dan dirasakan oleh orang lain yang tidak terkait sama sekali dengan dosa tersebut.
Pejabat di Indonesia, mereka adalah pihak yang seharusnya mengabdi pada bangsa. Apabila pihak yang mengabdi pada bangsa berbuat dosa, maka yang akan menanggung akibatnya adalah bangsa itu sendiri. Semua yang ada dalam bangsa itu akan terkena getahnya baik itu manusia maupun alamnya dan lain sebagainya. Wajar saja bila saat ini Indonesia ditimpa bencana, semua ini akibat dosa yang bertumpuk-tumpuk oleh orang yang seharusnya mengabdi pada bangsa dan negara.
Dari 7 point di atas, dapat dijadikan bahan pemikiran bahwa bencana yang terjadi di Indonesia bukanlah Azab Tuhan. Bencana ini terjadi karena adanya Bias Hologram di Alam Semesta. Banyak yang telah menyimpulkan semua bencana ini merupakan azab Tuhan, seakan-akan Tuhan melampiaskan marahnya kepada Indonesia. Mulai dari Sabang sampai Merauke diselimuti penderitaan yang tiada henti-hentinya.
Padahal dampak dari semua bencana ini rakyat biasa yang merasakannya. Mereka tiba-tiba menjadi miskin, menjadi sakit bahkan juga meninggal oleh bencana. Sementara para pejabat negara yang banyak orang telah mengetahui akan perbuatan dosanya, hidup enak-enakan di rumah mewah bahkan tidak tersentuh sama sekali dengan bencana. Azab kok yang terkena rakyat biasa sementara pejabat pendosa baik-baik saja. Nyata-nyata ini bukan azab Tuhan.
Bila diamati yang tejadi di Indonesia saat ini sebenarnya Tuhan sedang menunjukkan Maha Pengasih dan Maha Penyayang-Nya pada Indonesia. Ingatlah bahwa ada hukum keseimbangan dalam kehidupan. Apabila ada penderitaan (Kalabendu) maka akan ada suka ria (Kalasuba). Sekarang tinggal pilih saja, mau Kalabendu dulu yang terjadi atau Kalasuba dulu yang terjadi. Tuhan Menyayangi dan Mengasihi Indonesia, maka Kalabendu dulu dihadirkan kelak kemudian akan dilimpahkan Kalasuba dimana Indonesia mencapai kemakmuran sesungguhnya. Jadi bersabarlah menghadapi Kalabendu ini, karena semua ini akan ada akhirnya.
Kontrofersi, Senin 30 Juni 2008
Eddy Corret
Komentar
Sorry comments are closed for this entry
Mas Eddy, dalam uga siliwangi disebutkan bahwa dimasa mendatang akan ada bencana alam yang muncul di Jawa Barat. sebagai pertanda munculnya sang ratu adil. Apakah ini juga bagian dari hukum keseimbangan Alam atau ini bagian dari peringatan Tuhan akan diabaikannya sang tokoh ratu adil untuk memperbaiki keadaan di Indonesia. Mohon komentarnya.
Isi uga siliwangi sbb:
Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati.
Loh.
Bukankah dalam tulisan di atas sudah disebutkan bila para leluhur kita memberitahukan akan terjadinya 2 zaman di Indonesia. Pertama zaman Kalabendu dan kedua zaman Kalasuba.
Di zaman Kalabendu semua jenis huru-hara mewarnai dengan berbagai jenisnya seperti bencana alam, tsunami, gempa, kelaparan, banjir dan sebagainya.
Kemudian jaman itu akan diganti dengan Kalasuba dengan berbagai macamnya seperti kemudahan dalam mendapatkan bahan pokok (air, beras dll), pajak turun dan sebagainya.
Dari 2 zaman tersebut sudah nampak bila hukum keseimbangan di Indonesia tetap berjalan. Tetapi ini juga bisa menjadi peringatan Tuhan pada rakyat Indonesia untuk memperbaiki diri. Namun saat ini upaya perbaikan sangat sulit. Ntar setelah ada Ratu Adil akan mudah perbaikan itu dilakukan.
Silahkan anda coba saja lakukan perbaikan, misalnya memberantas korupsi. Lihat sendiri tuh tetep aja ada orang-orang baru yang muncul sebagai koruptor karena memang Ratu Adil belum muncul sebagai pembuka pintu bergantinya zaman tersebut.
Oh iya, segala sesuatu ada fisik dan non fisik, ini juga hukum keseimbangan. Yang dilakukan selama ini hanya memperbaiki fisik saja, sementara non fisik tidak tersentuh sama sekali, jadinya ya tetep rusak.
Contoh nyata kawah lumpur Lapindo itu ada lorong fisik tempat keluarnya lumpur, tetapi itu juga ada lorong non fisik yang terbentuk ketika masa Brawijaya dulu. Makanya segala teknologi mentah hasilnya bahkan malah tambah besar kawahnya. Keknya hanya Ratu Adil yang bisa menghancurkan lorong fisik sekaligus lorong non fisiknya. Jadi sabar saja menunggu.
Setuju mas… idem aja deh daku… hehehe
lama sudah gak nulis sejak blog nurahmad ditutup….. commentsnya…
thanks dah bersusah2 untuk buka blog ya mas… jadi banyak info yang bisa daku simak….
Peace… ngantuk lagi neh….
Iya tuh
Kok ditutup ruang komentarnya. Alasannya kenapa juga tidak jelas. Mungkin mas someone tahu alasannya kenapa ditutup komentarnya.
Ato mungkin sekarang lagi konsentrasi ke kampanye politik, sehingga blognya ditinggal begitu saja.
Mungkin webnya terlalu banyak isinya koment2 gak karu-karuan tuh…. hehehe istilahnya saran plus kecaman-kecaman sama pemerintah sekarang. Mungkin ada pihak2 yang gak suka. Istilahnya supaya situasi jadi kondusif. hehehehe….
Untuk capres ke depan saya kayaknya kok dukung Sutiyoso yah. Keliatannya yang paling capable dibanding calon2 lain.
Untuk tambahan aja neh… untuk PD3 kayaknya skenarionya entar presiden AS ujung2nya dari Republik lagi. Seperti kita ketahui juga gimana sih kelakuan republik. Ya dari situlah semua nanti bermula.
Ya coba entar kita liat aja nanti…. yang jelas gerakan kita sebagai anak bangsa harus cepet… ya just prepare ajah… gitu dech….
Yo uwis mas met dilanjut ngudari (mengulas) tentang PeTrus…. Aku sekarang posisi stand by aja deh…. lagi macul terus neh biar dapur bisa ngebul… maklum kondisi sekarang tambah berat. Walaupun prospek yo alhamdulilah tetep ada.
Loh
kan ada fasilitas akismet.
Koment yang ndak berkenan bisa di kick sebelum ditampilkan. Tapi ya ok lah, memang rada ribet juga ngurus weblog.
Skenario PD 3 boleh juga.
Tetapi saya juga punya skenario lain, Yang maju Obama tuh (masa kecil di tangerang) ntar mulus jalannya bagi Indo ke mercusuar dunia. Sementara PD 3 Indonesia tidak terlibat. Yang terlibat Eropa Afrika sama negara-negara Arab. Kita tunggu saja.
Bukankah dalam tulisan di atas sudah disebutkan bila para leluhur kita memberitahukan akan terjadinya 2 zaman di Indonesia. Pertama zaman Kalabendu dan kedua zaman Kalasuba. Di zaman Kalabendu semua jenis huru-hara mewarnai dengan berbagai jenisnya seperti
bencana alam, tsunami, gempa, kelaparan, banjir dan sebagainya.
Kemudian jaman itu akan diganti dengan Kalasuba dengan berbagai macamnya seperti kemudahan dalam mendapatkan bahan pokok (air, beras dll), pajak turun dan sebagainya. Dari 2 zaman tersebut sudah nampak bila hukum keseimbangan di Indonesia tetap berjalan. Tetapi ini juga bisa menjadi peringatan Tuhan pada rakyat Indonesia untuk memperbaiki diri. Namun saat ini upaya perbaikan sangat sulit. Ntar setelah ada Ratu Adil akan mudah perbaikan itu dilakukan. Silahkan anda coba saja lakukan perbaikan, misalnya memberantas korupsi. Lihat sendiri tuh tetep aja ada orang-orang baru yang muncul sebagai koruptor karena memang Ratu Adil belum muncul sebagai pembuka pintu bergantinya zaman tersebut.
Oh iya, segala sesuatu ada fisik dan non fisik, ini juga hukum keseimbangan. Yang dilakukan selama ini hanya memperbaiki fisik saja, sementara non fisik tidak tersentuh sama sekali, jadinya ya tetep rusak. Contoh nyata kawah lumpur Lapindo itu ada lorong fisik tempat keluarnya lumpur, tetapi itu juga ada lorong non fisik yang terbentuk ketika masa Brawijaya dulu. Makanya segala
teknologi mentah hasilnya bahkan malah tambah besar kawahnya. Keknya hanya Ratu Adil yang bisa menghancurkan lorong fisik sekaligus lorong non fisiknya. Jadi sabar saja menunggu.
Hadi: Maksud saya,menurut uga siliwangi, ratu adil muncul ketika terjadi letusan gunung gede. menurut antum, apakah benar begitu. kalau menurut saya, selubung fisik dan non fisik, insya Allah ratu adil bisa membuka selubung fisik dan non fisik bangsa Indonesia ini, sehingga akan tercipta nuansa keemasan pada bangsa Indonesia ini. Kalau menurut saya, kawah lumpur lapindo ini cukup unik, keluar lumpur yang membawa bencana bangsa Indonesia, sebagai pertanda ratu adilnya belum mau keluar karena belum berkeluarga sesuai syariat Islam. Insya Allah jika ratu adilnya sudah berkeluarga, bencana lumpur lapindo akan sirna sedikit demi sedikit. Keep spirit in you
.
Wassalam,
Hadi Setyono
We
Anda lupa rupanya.
Bukankah sudah saya beberkan kemunculannya dalam http://eddycorret.wordpress.com/2008/06/16/kemunculan-petrus/
Memang kejadiannya akan ada 7 gunung yang meletus. Sekarang udah 7 belum sih yang meletus gunungnya. Kalo udah 7 ya bisa juga diartikan sebagai masa akhir Kalabendu menjelang kemunculan Ratu Adil.
Meskipun masa akhir tetep saja masih Kalabendu dan masih banyak kemungkinan munculnya kerusuhan baru.
Oit tetapi tanda kemunculan yang pasti yaitu peristiwa komet 7 hari sesuai kata Joyoboyo bait 160. Nah itu yang lagi ditunggu saat ini.
Kulonuwun…
Oke Setuju !!
“Meskipun masa akhir tetep saja masih Kalabendu dan masih banyak kemungkinan munculnya kerusuhan baru.”
Kolobendu : berkuasanya kekuatan Buruk
Kolosuba : bertahtanya kekuatan Baik
yang Buruk mau dihabisin yang Baik, ya tentu saja menggeliat
berontak sekuat tenaga karena kekuatan Baik jelas merupakan kekuatan Penghukum/Pelibas bagi yang Buruk
Jadi ya perjalanan bumi Nuswantoro menjadi Baik masih memakan waktu yang cukup panjang, dan masa transisinya minimal 1 dekade (10 tahun)…… Tapi bersyukur hal itu pasti datang, Bisa dadi pengarep areping poro poro.
Nuwun
Nuwun
Yg plg pntg gmn ne.Bs g sartio piningit qt nurunin hrg bbm n gas yg mkn hari mkn naik ja.Btw satrio piningit ne sp toh.Cew pa cow.Wah makin rumit aje ne.Yg jelas low mnrt sy se satrio piningit ne g da yg da org pusing nyari satrio piningit.
Weg.
Kayak nulis SMS aja nih, pake model singkatan.
Maklum Boss, Bung Eqy kan orang Sandi Negara, BIN kalee atau Pramuka, jadi ya pake singkatan – code
BUNG EQY:
tolong buatin code untuk hanacaraka ya!!
Makasih
Buat siapa saja atas komentar-komentarnya