jump to navigation

Bocah Angon menurut Ugo Wangsit Siliwangi Juli 14, 2008

Posted by eddycorret in Artikel.
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Wangsit Siliwangi :
Suatu saat nanti, apabila tengah malam
terdengar suara minta tolong, nah itu adalah tandanya.

Sosok Satrio Piningit memang masih misterius. Banyak sudah yang mencoba untuk menemukannya dengan caranya sendiri-sendiri. Alhasil ada yang yakin telah menemukannya, bahkan juga ada yang mengaku dirinyalah si Satrio Piningit tersebut. Apabila diteliti maka sosok yang telah ditemukan itu masih bisa diragukan apakah memang dia si calon Ratu Adil ?

Keragu-raguan yang muncul mendorong untuk menelaah dan mempelajari kembali apa yang telah diungkapkan dalam naskah-naskah leluhur mengenai sosok Satrio Piningit sejati. Salah satu naskah yang biasa kita gunakan sebagai rujukan yaitu Ugo Wangsit Siliwangi. Siliwangi dalam Ugo Wangsitnya menyebut si calon Ratu Adil dengan sebutan Bocah Angon atau Pemuda Penggembala. Beberapa hal yang disebutkan dalam Ugo Wangsit Siliwangi mengenai Bocah Angon yaitu :

1. Suara minta tolong.
Dalam Ugo Wangsit Siliwangi disebutkan “Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara minta tolong, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawéné.” Kata “suara minta tolong” sepertinya sama dengan ungkapan Joyoboyo dalam bait 169 yaitu “senang menggoda dan minta secara nista, ketahuilah bahwa itu hanya ujian, jangan dihina, ada keuntungan bagi yang dimintai artinya dilindungi anda sekeluarga“.

Bocah Angon di awal kemunculannya akan beraksi melakukan hal-hal sebagai pertanda kedatangannya. Salah satunya adalah meminta tolong kepada orang di sekitar daerah Gunung Halimun. Tidak jelas mengapa dia minta tolong kepada orang lain, apakah dia dalam kesulitan ataukah keperluan lainnya. Yang pasti bila telah terjadi hal demikian berarti itu pertanda akan kemunculannya.

Sementara dikaitkan dengan Ramalan Joyoboyo paba bait 169 disebutkan bila Bocah Angon tersebut “suka minta secara nista sebagai ujian”. Kalimat tersebut mengindikasikan bahwa minta tolong itu hanya sebatas ujian bagi yang dimintai pertolongan. Ujian apakah itu? belum diketahui ujian apa yang suka dilakukan Bocah Angon pada orang. Sebaiknya kita tunggu saja kejadiannya.

2. Mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa.
Dalam Ugo Wangsit Siliwangi disebutkan “Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala.” Kata terlanjur dilarang ini apa maksudnya? Apakah dilarang dalam mengungkap fakta-fakta, ato dilarang meluruskan sejarah? sepertinya masih butuh penafsiran lagi.

Yang pasti Bocah Angon sepertinya tidak peduli dengan larangan pemimpin. Bahkan bukan hanya tidak peduli dengan larangan tersebut, tetapi lebih dari itu Bocah Angon melawan larangan si pemimpin itu sambil tertawa. Tidak bisa dibayangkan bagaimana perasaan si pemimpin bila dilawan sambil tertawa. Bisa-bisa Bocah Angon dalam situasi bahaya nih karena kerjanya selalu melawan sang pemimpin pengganti.

Kata banyak yang ditemui sebagian-sebagian karena terlanjur dilarang pemimpin baru, menunjukkan bahwa yang akan ditemukan masyarakat memang hanya sebagian saja. Oleh karena sebagian saja maka yang ditemukan tersebut belumlah lengkap dan tentunya belum sempurna hasilnya. Tetapi tidak bagi Bocah Angon, dia terus saja mencari sambil melawan. Bisa jadi temuan si Bocah Angon ini kelak merupakan temuan yang paling lengkap dan mendekati kebenaran.

3. Dia gembalakan ranting daun kering dan sisa potongan pohon.
Dalam Ugo Wangsit Siliwangi disebutkan “Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.”

Bocah Angon memiliki kebiasaan mengumpulkan daun dan ranting. Kata daun dan ranting yang disebutkan Ugo Wangsit Siliwangi dalam bahasa asli Sundanya yaitu “Kalakay jeung Tutunggul“. Kalakay merupakan daun lontar yang biasa digunakan oleh orang kita pada jaman dulu kala sebagai lembaran daun untuk menulis. Sementara Tutunggul merupakan ranting pohon yang biasa digunakan orang kita pada jaman dulu kala sebagai pena untuk menulis. Sehingga Kalakay dan Tutunggul bisa diartikan sebagai kertas dan pena.

Si Bocah Angon ini memiliki kegemaran suka menggembalakan kertas dan pena. Dia terus mengumpulkan dan mengumpulkan kedua barang tersebut sebagai gembalaannya. Tidak jelas kenapa dia suka menggembalakan kertas dan pena. Kata mengumpulkan itu berarti kertas dan pena tersebut tidak hanya 1 buah, tetapi jumlahnya banyak dan itu menjadi barang kegemarannya.

Selanjutnya disebutkan “Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian“. Kalimat tersebut bisa berarti bahwa Bocah Angon menggembalakan kertas dan pena untuk menemukan sejarah dan kejadian. Ntah sejarah dan kejadian apa yang dia kumpulkan, tetapi bisa dimengerti bahwa di Nusantara banyak sekali sejarah yang dirubah, mungkin hal tersebut bisa juga terkait dengan pelurusan sejarah kita.

Dia akan terus mengumpulkan sejarah dan kejadian-kejadian penting tentunya untuk menyelesaikan masalah di Nusantara. Wajar saja bila sejarah ditelusuri karena memang untuk menyelesaikan suatu masalah tidak bisa tidak harus mengetahui awal sejarahnya bagaimana bisa terjadi. Dengan kegemarannya menelusuri sejarah dan kejadian yang dituangkan dalam kertas dan pena tersebut kelak masalah di Nusantara akan bisa dibereskan dengan mudah. Semoga.

4. Rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu.
Dalam Ugo Wangsit Siliwangi disebutkan “lalu mereka mencari anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu”. Kata di ujung sungai menunjukkan bahwa rumah Bocah Angon letaknya berada dekat dengan hulu sungai. Siliwangi tidak memberikan gambaran berapa jarak antara rumah dengan sungai tersebut. Bisa jadi hanya beberapa meter dari sungai, tetapi bisa jadi puluhan meter dari sungai.

Siliwangi juga tidak menyebutkan nama dari sungai tersebut sehingga rada menyulitkan untuk menentukan letak sungainya. Di Jawa terdapat banyak sekali sungai membentang dari utara hingga selatan. Dan rata-rata di pinggir sungai terdapat banyak rumah penduduk dan ini tentunya sangat menyulitkan untuk menentukan letak sungainya yang sesuai kata Siliwangi. Namun yang pasti Bocah Angon rumahnya dekat sungai sehingga bila ada yang mengaku dirinya Bocah Angon tetapi rumahnya jauh dari sungai berarti itu tidak sesuai dengan Ugo Wangsit Siliwangi.

Kemudian untuk kata pintunya setinggi batu masih perlu dipertanyakan, apakah atap rumahnya terbuat dari batu? dan juga apakah pintu rumahnya juga terbuat dari batu? kok seperti rumah nenek moyang kita dulu. Bisa jadi demikian tetapi mungkin juga tidak demikian.

Kalimat tersebut bisa dipahami bahwa rumah Bocah Angon tidak hanya 1 lantai, namun bertingkat rumahnya. Hal ini diperkuat dengan ungkapan Joyoboyo pada bait 161 yaitu “berumah seperti Raden Gatotkaca, berupa rumah merpati susun tiga“. Dari ungkapan Joyoboyo menunjukkan ada 3 lantai rumah dari Bocah Angon. Tentunya bukan rumah biasa, bisa jadi rumah tingkat ekonomi menengah atau memang Bocah Angon dari keluarga kaya? belum bisa dipastikan.

Oleh karena untuk membuat suatu rumah yang bertingkat dengan bahan semen untuk lantai 2nya, maka dari bahan semen yang padat otomatis akan membentuk batu yang keras. Sehingga bisa dipahami bila pintu lantai pertama akan setinggi batu (setinggi cor semen lantai 2). Memang kebanyakan rumah orang yang bertingkat pintunya pasti akan setinggi lantai 2, tepat di bawah cor semen yang telah menjadi batu tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa rumah Bocah Angon memang bertingkat yang pintunya setinggi lantai tingkat 2nya.

5. Tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang.
Dalam Ugo Wangsit Siliwangi disebutkan “rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang”. Kata rimbun oleh pohon Handeuleum dan Hanjuang berarti di depan rumah Bocah Angon terdapat 2 pohon yang sangat subur dan menjadi ciri khas rumahnya. Dalam hal ini hanya disebutkan 2 buah pohon saja, artinya memang hanya ada 2 buah pohon di depan rumahnya sebagai pembeda dari rumah lainnya.

Apabila ditelusuri kedua jenis pohon tersebut dalam istilah bahasa Indonesianya memang belum diketahui apa namanya. Kedua kata tersebut sepertinya bahasa kuno dari daerah Sunda tempat Siliwangi berada. Hingga kini belum ada pihak yang merasa mengetahui kedua jenis pohon tersebut. Bahkan orang-orang asli Sundapun juga mengaku tidak mengetahui kedua jenis pohon itu. Kita tunggu saja kelak akan kita ketahui juga.

Sementara itu beberapa kalangan justru menafsirkan kata Handeuleum dan Hanjuang sebagai simbol saja. Benarkah kedua pohon itu sebenarnya bukan pohon hidup di atas tanah, tetapi sekedar simbol saja? Coba anda lihat kembali Siliwangi menyebut Pemuda Penggembala dengan “Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon.”

Kata pemuda penggembala itu cuma simbol dari Siliwangi. Kemudian simbol tersebut dijelaskan bila yang digembalakan bukan binatang, tetapi daun dan ranting. Sementara kata Handeuleum dan Hanjuang tidak ada kalimat penjelasan selanjutnya. Sehingga kedua kata tersebut dapat dipastikan memang dua buah pohon yang tumbuh di atas tanah. Apabila simbol tentunya Siliwangi akan menjelaskan maksudnya.

6. Pergi bersama pemuda berjanggut.
Dalam Ugo Wangsit Siliwangi disebutkan “Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!” Siapakah pemuda berjanggut itu? Penyebutan pemuda berjanggut ini masih perlu dipertanyakan. Apakah pemuda tersebut merupakan kerabat atau keluarga atau teman ataukah pengasuh si Bocah Angon? Belum jelas diketahui karena memang dalam Ugo Wangsit Siliwangi tidak menyinggung mengenai hal tersebut.

Dalam naskah-naskah lain memberitahukan bahwa Ratu Adil memiliki pengasuh yaitu Sabdo Palon. Mungkinkah pemuda berjanggut tersebut adalah Sabdo Palon? Sepertinya tidak karena Sabdo Palon merupakan sosok Jin, sementara penyebutan kata pemuda menunjukkan dia adalah manusia. Jadi pemuda berjanggut bukanlah Sabdo Palon.

Misteri ini masih sulit untuk diungkap yang sebenarnya. Pada saat Bocah Angon masih menjadi sosok yang misteri, pada saat yang sama pula ada sosok lain yaitu pemuda berjanggut yang jati dirinya juga masih misteri. Namun yang pasti pemuda tersebut memiliki janggut dan kelak akan kita ketahui setelah tiba waktu kemunculan Bocah Angon.

7. Pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!
Dalam Ugo Wangsit Siliwangi disebutkan “Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!” Bocah Angon sepertinya tidak akan ditemukan sebelum kemunculannya. Ketika orang-orang sudah menemukan rumahnya yang di ujung sungai, dia telah pergi bersama pemuda berjanggut ke Lebak Cawéné.

Siliwangi tidak menyebutkan kemudian orang-orang akan berhasil menemukan Bocah Angon di Lebak Cawéné setelah gagal menemukan di rumahnya. Tidak ada kalimat tersebut dalam Ugo Wangsit Siliwangi. Karena tidak ada kata itu maka bisa disimpulkan bahwa jarak antara rumah dengan Lebak Cawéné tidak dekat bahkan mungkin sangat jauh.

Siliwangi juga tidak menyebutkan setelah pergi ke Lebak Cawéné si Bocah Angon kemudian kembali lagi ke rumahnya. Karena tidak ada kalimat yang menyebutkan hal tersebut berarti Lebak Cawéné merupakan tempat baru yang ditinggali Bocah Angon setelah rumahnya yang di ujung sungai di tinggal pergi. Apabila Bocah Angon kembali lagi ke rumahnya yang di ujung sungai, maka tentunya Siliwangi akan menyebutnya berhasil ditemukan di rumahnya. Sudah pasti bila orang telah menemukan rumahnya maka akan ditunggui kapan kembalinya. Tetapi ternyata tidak ada kalimat tersebut dalam Ugo Wangsit Siliwangi.

Sampai saat ini belum diketahui dimana letak Lebak Cawéné berada. Dalam peta Jawa maupun peta Indonesia, tidak ada daerah yang diberi nama Lebak Cawéné. Oleh karena namanya yang masih asing inilah maka banyak kalangan menafsirkan menurut keyakinannya masing-masing.

Ada yang menafsirkan Lebak Cawéné berada di lereng sebuah gunung. Ada juga yang mengatakan berada di petilasan Joyoboyo. Yang lain mengatakan berada di tempat yang ada guanya dan sebagainya membuat semakin tidak jelas saja letak Lebak Cawéné dimana. Tetapi apabila anda meyakini sebuah tempat merupakan Lebak Cawéné, maka bisa dipastikan anda akan memaksakan kehendak untuk menentukan 1 orang di daerah tersebut sebagai calon Ratu Adil. Wah jadi kasian pada orangnya kena sasaran.

Ketahuilah bahwa Siliwangi tidak menyebutkan Bocah Angon akan berhasil ditemukan di Lebak Cawéné. Di sisi lain Siliwangi juga tidak memberikan ciri-ciri Lebak Cawéné yang dia katakan sehingga mustahil Lebak Cawéné bisa diketahui sebelum Ratu Adil muncul, kecuali anda lebih sakti dari Siliwangi. Kemampuan sama dengan Siliwangi aja tidak mungkin apalagi lebih tinggi dari Siliwangi, jelas tidak mungkin lagi.

8. Gagak berkoar di dahan mati.
Dalam Ugo Wangsit Siliwangi disebutkan “Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné! Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati”. Kata Gagak berkoar mungkinkah memang burung Gagak yang suka berkicau, ataukah itu merupakan simbol saja.

Banyak kemungkinan mengenai Gagak berkoar tersebut. Namun dalam naskah-naskah lain seperti yang diungkap Ronggowarsito dan Joyoboyo bahwa Bocah Angon sebelum menjadi Ratu Adil hidupnya menderita, dia sering dihina oleh orang. Apabila dikaitkan dengan hal tersebut maka Gagak berkoar itu bisa juga diartikan sebagai orang-orang yang suka menghina si Bocah Angon.

Oleh karena hidupnya yang selalu saja dihina orang, maka akhirnya Bocah Angonpun pergi meninggalkan rumahnya. Kemudian dia bersama pemuda berjanggut menuju ke Lebak Cawéné untuk membuka lahan baru disana. Semua mencari tumbal bisa saja diartikan sebagai mencari berita dan ketika yang dicari si Bocah Angon sudah tidak ada, maka tidak bisa tidak mencari berita dari para Gagak yang berkoar tersebut.

9. Ratu Adil sejati.
Dalam Ugo Wangsit Siliwangi disebutkan “Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala.” Kita disuruh Siliwangi untuk mencari Bocah Angon, karena dialah yang kelak akan menjadi Ratu Adil sejati.

Sepertinya SIliwangi bermaksud memberikan pesan untuk berhati-hati dalam mencari Bocah Angon. Hal ini dikarenakan banyak sekali Bocah Angon palsu akan bermunculan di Jawa ini. Kemunculan Bocah Angon palsu bisa jadi karena dukungan orang lain akan dirinya sehingga dipaksa cocok menjadi Ratu Adil, tetapi juga bisa jadi karena terburu-buru meyakini dirinyalah si Bocah Angon.

Lihatlah saat ini telah banyak terdengar dimana-mana dari Jawa bagian barat hingga Jawa bagian timur, orang-orang yang muncul diyakini sebagai Ratu Adil. Bahkan juga bermunculan dimana-mana orang yang mengakui dirinyalah Ratu Adil tersebut. Apabila dimintai bukti maka orang-orang tersebut akan mencocok-cocokkan diri dengan naskah-naskah yang ada untuk meyakinkan orang. Padahal kenyataan tidak semuanya cocok.

Untuk itulah Siliwangi berpesan agar kita mencari Ratu Adil sejati, karena Ratu Adil sejati hanya satu sementara Ratu Adil palsu banyak sekali. Walaupun banyak Ratu Adil palsu, hal itu tidak akan mengubah kepastian munculnya yang asli. Apabila yang asli telah muncul maka semua akan terbukti mana yang asli dan mana yang palsu sesuai kata Siliwangi “Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala.”

Demikianlah beberapa hal mengenai Bocah Angon sesuai yang disebutkan dalam naskah Ugo Wangsit Siliwangi. Siliwangi sengaja tidak begitu jelas menggambarkan si Bocah Angon dalam naskahnya sehingga sangat menyulitkan kita untuk menemukannya. Kesengajaan ini dimengerti karena memang akan banyak pihak-pihak yang tentunya menghalangi kemunculan Ratu Adil dengan berbagai alasannya.

Pada saat Siliwangi tidak memberikan gambaran yang jelas mengenai Bocah Angon. Di waktu yang sama pula kita disuruh untuk mencari si Bocah Angon tersebut, memangnya kita ini terlahir sebagai detektif semua. Namun yang pasti kelak akan diketahui juga mana Ratu Adil palsu dan mana Ratu Adil yang sejati tentunya setelah tiba waktu kemunculannya. Untuk itu baik ditunggu, dicari maupun tidak sama sekali sepertinya hasilnya tetap sama. Waktunya akan segera tiba.

Kontrofersi, Senin 14 Juli 2008
Eddy Corret.

Komentar

1. Hadi Setyono - Agustus 10, 2008

Mas Eddy, saya mau berkomentar tentang artikel di atas sbb:

1. Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara minta tolong, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawéné.

Disini disebutkan bahwa bocah angon ingin menikah di Lebak Cawene. Ini disebutkan saat Prabu Siliwangi mengatakan ini melihat bocah angon masih melajang, dan akan menikah dengan posisi tempat di lebak cawene, atau lebak cawene mau dijadikan modal untuk menikah.

2. Bocah Angon memiliki kebiasaan mengumpulkan daun dan ranting. Kata daun dan ranting yang disebutkan Ugo Wangsit Siliwangi dalam bahasa asli Sundanya yaitu “kalakay jeung tutunggul“. Kalakay merupakan daun lontar yang biasa digunakan oleh orang kita pada jaman dulu kala sebagai lembaran daun untuk menulis. Sementara Tutunggul merupakan ranting pohon yang biasa digunakan orang kita pada jaman dulu kala sebagai pena untuk menulis. Sehingga Kalakay dan Tutunggul bisa diartikan sebagai kertas dan pena.

Menurut mas Eddy, Kalakay jeung tutunggul itu daun lontar dan ranting pohon. Saya sepakat dengan ini. Bocah angonnya sering membawa pena dan kertas putih untuk mencari apa yang bisa ditelusuri dari sejarah Indonesia dan hal-hal penting untuk menyusun batu bata peradaban bagi bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

3. “lalu mereka mencari anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu”.
“berumah seperti Raden Gatotkaca, berupa rumah merpati susun tiga“.

Ini saya tafsirkan memang dari kejauhan rumahnya bersusun tiga dan seperti rumah burung merpati. pintunya setinggi batu itu memang bagian depan rumahnya ada susunan batu sebagai pagar dan bagian lainnya sebagai pintu masuk. Dibelakang rumah itu ada sungai kecil disamping daun handeuleum.

4. “rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang”.

coba mas Eddy buka images.google.com, ketikkan kata kunci hanjuang dan handeuleum. handeuleum itu fungsinya untuk mengobati wasir. hanjuang dan handeuleum itu warnanya ungu.

5. “Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!” Siapakah pemuda berjanggut itu?

menurut saya pemuda berjanggut ini adalah pemuda PKS yang dekat dengan bocah angon. karena memasuki putaran pilpres ini bocah angon aktif berhubungan dengan pemuda berjanggut. Berjanji seia sekata dalam hal spiritualitas. Dalam uga siliwangi bocah angon dinamakan ki Santang, dan pemuda berjanggut dimasa-masa awal ketika berpegang teguh dengan tauhid akan dipenjarakan.

“Mereka tidak sadar, langit sudah memerah, asap mengepul dari perapian. Alih-alih dianggap, pemuda berjanggut ditangkap dimasukan kepenjara”

setelah itu pemuda berjanggut mendatangi bocah angon untuk membuka lahan di lebak cawene.

6. Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!”

Dulunya mereka mencari tumbal dengan tumbalnya pemuda gembala, karena mereka menginginkan kekuasaan dan harta duniawi. Akhirnya mereka insaf, kalau pemuda gembala itu nantinya menjadi presiden RI ke-7.

Jadi urutannya itu : Pemuda berjanggut dipenjara, terus dibebaskan, terus mencari bocah angon atau anak gembala, membuka lahan baru di lebak cawene, pernikahan syurga dengan posisi lebak cawene sebagai modal pernikahan atau keinginan pemuda gembala untuk menjadikan lebak cawene sebagai tempat pernikahan. Kemudian pergi ke kediri bersama pasukannya (seperti diceritakan dalam kitab musasar prabu jayabaya), kemudian memimpin bangsa ini dengan kepemimpinan wahyu. Jadi pemilu pilpres bisa jadi tidak ada kalau melihat urutan yang ada di uga siliwangi dan kitab musasar. Setelah itu ada letusan gunung gede yang disusul oleh 7 gunung lainnya, ketika ratu adil sudah menikah dan memimpin bangsa ini. Saat itulah zaman berganti, dan zaman kalasuba dimulai. Demikian.

Wassalam,

Hadi Setyono

2. someone - Agustus 10, 2008

wah bentar lagi ada yang mau nikah….
makan-makan neh…
hehehe….

3. eddycorret - Agustus 10, 2008

Weg …
Mengenai Pemuda berjanggut
1. Menurut anda orang PKS.
2. Orang Kraton Solo beda lagi.
3. Orang Kraton Jogja juga beda lagi.
4. Paranormal jakarta, jatim juga beda lagi.
5. Ada yang bilang Eurico Guteres.
6. Dll beda semua ndak ada yang sama.

Bila diperhatikan dari penyebutan kata pemuda berjanggut oleh Siliwangi antara yang atas dengan bawah berbeda. Yang atas terlibat urusan politik sementara yang bawah netral, piningit sama dengan Bocah Angon.

Mengenai 2 pohon itu ada di depan rumah bukan di belakang rumah, silahkan lihat lagi Ugo Wangsit Siliwangi. Ini penafsirannya juga beda-beda sehingga saya katakan belum diketahui.

Apakah ada yang punya fersi lain ?
Silahkan.

4. saptaws - Agustus 11, 2008

Nuwun Sewu….( cepek aja nggak dikasih…he he)

Apakah selama ini kalimat didalam serat2 tersebut atau yang lainnya senantiasa diartikan persis/leterlijk sesuai kenyataan??

nah bagaimana misalnya:
a. Bocah angon (penggembala,) diartikan sebagai pengasuh
penuntun sekelompok manusia??

b. Daun dan ranting, diartikan sebagai kiasan untuk menyebutkan
rendahnya status sosial orang2 didalam kelompok tersebut

atau dengan kata lain Sosok SP ini sebagai pemimpin sekaligus sbg: Panutan/pembina/penuntun/pengasuh terhadap kelompok pangombyong/ pembantu /parogo / dsb.yang bersal dari rakyat biasa/jelata????

nuwun

5. eddycorret - Agustus 11, 2008

Nah
Nih ada fersi baru.
Sapa punya fersi baru lagi.
Silahkan.

6. Adi hadi - Agustus 11, 2008

Ukuran untuk menentukan dia ratu adil adalah apakah dia mampu mengatasi keruwetan/keterpurukan bangsa ini ?

7. Nibenar - Agustus 19, 2008

Ratu adil , Imam Mahdi, Pangersa, The Chosen One, Avatar ………
Heran ya … mayoritas agama dan budaya dunia bisa kompakan merindukan Nya ……

Ditungguin ….. gak nongol2 ………….
Eh … Gak Ditunggu …. malah muncul …

8. Ratu Adil - Agustus 25, 2008

jangan lupa pula bait uga siliwangi:

“ratu adil yang mana? nanti kalian tahu sendiri. Sekarang cari dulu bocah angon.”

Berarti Ratu Adil bukan bocah angon. Dan Ratu Adil berasal dari jauh (bukan orang sunda).

9. eddycorret - Agustus 25, 2008

Ya, nanti akan tahu sendiri.

10. Hadi Setyono - Agustus 28, 2008

Menurut saya ratu adil adalah bocah angon itu sendiri. Hanya perlu adanya revolusi batiniyah dalam diri bocah angon itu. Saatnya sudah dekat dan episode uga siliwangi sudah dimulai.

11. Abdi - September 4, 2008

Saya ingin ikut memberikan sedikit pandangan saya, kebetulan saya orang sunda pituin, sedikit banyaknya saya agak mengerti dengan isi dari uga wangsit siliwangi. Saya rasa kebanyakan dari kalimat2nya bukanlah memberikan arti sebenarnya melainkan kiasan2 yg perlu kita artikan dengan bijak, sebagai contoh ada satu kalimat dimana budak angon pergi kelebak cawene dan gembalaannya itu kalakai jeung tunggul, menurut saya dua kalimat ini tidak bisa diartikan begitu saja secara harafiah. Coba kita resapi saja, apakah tidak ada yg pernah berfikir bahwa budak angon ini di ibaratkan seorang pemuda yang berangkat ke luar negri mis:mesir untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan dasar2 kepemimpinan islam. Karna disitu ada kata kalakai jeung tunggul, kalakai sendiri bisa diartikan dengan ilmu pengetahuan dan tunggul itu bukanlah ranting seperti yg dikatakan teman2 tapi tunggul adalah sisa tebangan pohon yang masih tertancap ditanah jadi bisa diartikan kalau tunggul ini adalah dasar dari segala ilmu pengetahuan (mungkin juga sigembala ini adalah seorang guru) tentang pemuda berjanggut mungkin adalah orang sebrang yang dikatakan prabu siliwangi(mungkin orang timur tengah yg menjadi teman sipenggembala) lalu kalimat imahna dibirit lewi, pantona batu satangtung dihieuman ku handeuleum di tihangan ku hanjuang juga tidak bisa diartikan secara harafiah tidak berarti budak angon tersebut harus tinggal dihulu sungai tapi coba pikirkan kembali hulu sungai itu identik dengan perkampungan(desa) dan pantona batu satangtungeun bisa berarti pintu rumah yang sangat kuat tapi tidak terlalu tinggi hanya setinggi tingginya manusia. Lalu untuk kata2 di hieuman ku handeuleum di tihangan ku hanjuang itu bisa berarti tempat tersebut masih asri dan sepi karna kata2 handeulem sieum hanjuang siang dlm bahasa sunda dapat ditujukan untuk orang yang telah meninggal dan dikuburkan di suatu tempat yang teduh hening dan sepi. Semoga penafsiran saya tidak terlalu ngawur namun saya sangat percaya ratu adil itu akan datang dan berasal dari indonesia yang masih ada patula patalina dengan urang sunda dan orang jawa. Namun yg pasti saat ini kita sendirilah yang menjadi ratu adil tersebut setidaknya ratu adil untuk diri kita sendiri

12. eddycorret - September 4, 2008

Iya kk.
Keknya kk berpendapat SP ada di luar negri nih lagi belajar disana. Mungkin bisa juga karena ada paranormal Solo juga meyakini SP di luar negri saat ini.
Kira-kira mana yah luar negrinya.

13. Hadi Setyono - September 5, 2008

Kalau saya tidak sependapat satrio piningitnya belajar ke luar negeri, karena bertentangan dengan isi dari ramalan, pertama dari ramalan prabu jayabaya, dikatakan pakaiannya kurang pantas,namun bisa mengatasi keruwetan orang banyak, berarti selain hidupnya sederhana, juga sudah bergaul dengan masyarakat Indonesia. yang kedua dari uga siliwangi disebutkan bahwa orang sunda dipanggil-panggil, aman lagi negara, artinya pergaulan satrio piningit berada ditataran sunda, kemungkinan fasih berbahasa sunda, tapi keturunan jawa karena di ramalan jayabaya disebutkan berkedaton dua, dimekkah dan di jawa, artinya menjunjung tinggi ajaran jawa.

tunggul adalah sisa tebangan pohon yang masih tertancap ditanah jadi bisa diartikan kalau tunggul ini adalah dasar dari segala ilmu pengetahuan (mungkin juga sigembala ini adalah seorang guru)

Komentar: kalau yang ini bisa jadi memang ada tunggul atau sisa tebangan pohon di lebak cawenenya. Sehingga perlu dibersihkan ketika membuka lahan baru bersama pemuda berjanggutnya. Kalau profesi sigembala itu seorang guru mungkin ada benarnya, karena dikatakan oleh ramalan sidharta gautama, bahwa sang buddha maitreya mengajarkan agama buddha dan ilmu pengetahuan ketika membangun kerjaan ideal dimuka bumi, demikian pula dengan ramalan the comforter yang ada dikitab injil, bahwa the comforter akan mengajarkan apa-apa yang dulu pernah diajarkan oleh Nabi Isa dan yang belum diajarkan oleh Nabi Isa karena pengetahuan yang disampaikan adalah pengetahuan modern yang belum waktunya untuk diajarkan ketika Nabi Isa di utus.

14. eddycorret - September 5, 2008

Hehe.
Jadi berfareasi tafsirannya.
Boleh jadi masih ada fersi laen nih.

15. Muhamad Thorik - September 26, 2008

Contact BOCAH ANGON : +6281806548787
MERAH + PUTIH + HITAM
JAYA WARNA RASA
SIR PUTIH CIPTA RASA
1917
025309
BADAK PUTIH – UJUNG KULON

16. banaspati - September 27, 2008

ANGON BADAK kalee!! he he

17. banaspati - September 27, 2008

LUAR NEGERI….

SECARA GEOGRAFIS RIIL ATAU METAFISIK???

18. Muakhor Zakaria - Oktober 18, 2008

Naon Kabeh Bakalan Sadar, Naon nuarana Sadar?Mun kabeh Sadar Pasti Kabeh Ngarti, Naon Eta ngarti? nu ngarti teh nyaho, naon eta nyaho? Eta kabeh aya di diri urang…nyaho kana nu Hiji,nu bisa nulungan urang eta teh Gusti Allah Swt. Eta wungkul nu urang teangan..jeng kabahagiaan di dunia sareng akherat..eta wungkul….saling ka nu arana makhluk teh, makhluk saha..?makhluk nu di ciptakeun ku Allah Swt. saling naon? nyaeta..saling ngabantuan, saling mere nasehat.jeung ulah ngarasa pang benerna.

19. eddycorret - Oktober 18, 2008

Waduh.
Bahasa asli sunda keknya nih.

20. Pengamat Satria - Oktober 21, 2008

Si bocah angon yang mendapat mimpi harus mencari pemuda berjanggut terus mencari pemuda berjanggut itu. Suatu hari dia menggembalakan kambing dombanya dan duduk di tepi telaga. Ketika dia duduk di tepi telaga, seekor kambing piaraannya minum di sampingnya. Dia memandang air telaga dan ia menjadi sangat sedih melihat sosok berjanggut di sana. Dia baru menyadari bahwa pemuda berjanggut yang dicarinya adalah kambing gembalaannya sendiri yang sudah siap kawin. Habislah harapannya!

21. larva - Oktober 23, 2008

mungkin setinggi batu itu maksudnya “gunung”

22. JENDRAL KANCIL - Oktober 30, 2008

LAKSMANA RAJA DI 3 LAUT
BERSEMAYAM DI BUKIT BATU
AAAHAI HATI SIAPA
AAAHAI TAK TERPAOT

by BUMI CAHAYAliza

23. wawu ndombleh - Oktober 30, 2008

KATAMSI ji
ISI

24. Hadi Setyono - November 3, 2008

Muakhor Zakaria -
Naon Kabeh Bakalan Sadar, Naon nuarana Sadar?Mun kabeh Sadar Pasti Kabeh Ngarti, Naon Eta ngarti? nu ngarti teh nyaho, naon eta nyaho? Eta kabeh aya di diri urang…nyaho kana nu Hiji,nu bisa nulungan urang eta teh Gusti Allah Swt. Eta wungkul nu urang teangan..jeng kabahagiaan di dunia sareng akherat..eta wungkul….saling ka nu arana makhluk teh, makhluk saha..?makhluk nu di ciptakeun ku Allah Swt. saling naon? nyaeta..saling ngabantuan, saling mere nasehat.jeung ulah ngarasa pang benerna.

Urang sunda dipanggil-panggul (dalam uga siliwangi)..Pak Muakhor, apa orang sunda zaman dahulu memang diajarkan tentang uga siliwangi, sehingga budak angon perlu memanggil-manggil orang sunda, agar negara selamat . bisa dijelaskan tidak?

25. Shalimar - November 28, 2008

Tak banyak orang yang mengira bahwa Ratu Adil Sejati adalah seorang wanita dan Ratu Adil bukan akan menjadi Presiden negeri kita ini karena posisinya lebih tinggi dari pemerintahan

Wanita ini akan menerima wahyunya ketika dia berumur 40 th. Dia lajang., sudah tidak berayah ibu , tidak mempunyai putra. Dia berasal dari desa di lereng gunung yang dialiri oleh sungai yang besar. Hulu sungai maksudnya desa di lereng gunung dekat sungai besar ( ada di peta ). Dia seseorang yg sederhana dan menyukai sastra dan buku. Hobby menulisnya dan membaca. Tiada hari tanpa pena dan buku.

Wanita ini sering dihina dan hidupnya secara bathin teraniaya melihat polah tingkah manusia yang tidak bertanggung jawab. Kitab Siliwangi akan diwariskan kepadanya. Wanita ini berdarah biru dan berasal dari keluarga terpandang di daerahnya

Memang betul kelak wanita ini akan pergi dengan pemuda dari timur tengah , yang akan membawanya ke gurun untuk menyelesaikan sesuatu utk menyelematkan negara ini

Konon wanita ini sekarang sedang menyamar sementara dan belajar dunia politik disalah satu partai politik baru yang sedang berkibar
She will be the raising star di dunia politik yang akan mengobrak-abrik senayan. Melawan pemimpin yang tidak benar dan bijak. Dia adalah Srikandi Sejati yang berjiwa seperti seorang Samurai. Dia tidak pernah ngaku2 dirinya sbg Ratu Adil karena Ratu Adil itu merupakan sifat karakter seseorang. Bukan nama jabatan atau posisi seseorang.

Konon pula kehadiran wanita ini adalah merupakan buah perjanjian 3 leluhur yaitu R. Wijaya. Sn Kalijaga dan Kanjeng Ratu Pantai Selatan bhw kelak suatu hari keturuan dari ketiga tokoh tersebut akan memimpin negeri ini seadil2nya. ( bukan sebagai Presiden ) tapi menjadi Ratu dari Tiga Alam.

Dua pohon yang berjajar itu tumbuh dihatinya yaitu Pohon Pengetahuan dan Pohon Kebijaksaaan. ( Dewi Saraswati )
.
Mari kita tunggu siapa yang akan muncul dibelantara politik tahun depan dan konon memang wanita tersebut akan menikah dan ketemu rajanya di th 2009.

Ini adalah kesimpulan saya yang mungkin bisa memberi gambaran dari ringkasan

Salam
Shalimar

26. UKSW - November 28, 2008

Dewi Sri = dewi kesuburan
Dewi Kunti = dewi kesucian
Dewi Saraswati = dewi kebijaksanaan

27. Shalimar - November 28, 2008

Ada yang lupa saya terjemahkan arti dari pintu yang setinngi 2 meteer bisa saja diartikan seperti penjara situasi yang memingit dirinya dan bangunan tingkat tiga itu adalah symbol keluarga yang berada atau Ratu. Adil ini selalu bersentuhan dengan orang2 Ring Satu negeri ini sebagai networknya Wanita ini konon memang terkenal dengan kecantikannya dan kebaikan hatinya.

Siapa ya ? Karena saya juga sedang mencari2 dan me- reka2 siapa wanita tersebut.

Salam
Shalimar

28. ENGGELS - November 28, 2008

maaf,Itu yg dimaksud,.dia yg gelarnya SRI BAWONO LANGGENG bukan?.

29. eddycorret - November 28, 2008

Ow, wanita yah ?

30. Shalimar - November 28, 2008

Yahudi dan di Davinci Code juga mengakui bahwa Ratu Adil tersebut adalah wanita.

Jadi arti pemimpin itu bukan sebatas setinnggi Presiden. Karena Ratu Adil ini kekuasaannya internasional dan presiden merupakan pelaksana strateginya Dan konon wanita ini tidak suka membicarakan dirinya sebagai Ratu Adil. Konon harus ada tanda rajah gaib di badan wanita yang bisa menunjukana bahwa dia asli sang ratu adil yang pegang. Kunci dan pewaris harta pusaka leluhurnya utk membanguin bangsa kembali disegala aspek kehidupan

Salam
Shalimar

31. Shalimar - November 29, 2008

Bukan SRI BAWONO LANGGENG dan wanita ini bersaudara 7 putri dari keturunan Kanjeng Ratu Pantai Selatan. Dimana ketujuh wanita ini merupakan apa yang disebut sebagai manusia setengah dewi. Masing2 putri ini akan membantu tugas sang Ratu Adil untuk kemanusiaan dan membangun peradaban.

Yang mendapat hak untuk mengatur harta pusaka warisan leluhur didunia ini adalah wanita. Sekalipun itu harta karun Kanjeng Nabi Sulaiman.

32. Endang Hadi Adi - November 29, 2008

yang mengatur wanita atas ijin laki2nya.

mengenai 7 putri sepertinya iya

33. Endang Hadi Adi - November 29, 2008

yang mengatur wanita atas ijin laki2nya.

mengenai 7 putri sepertinya iya

34. Katrok - November 29, 2008

Emangnya cerita jaka batur en 7 bidadari?

35. brandon alan scofield - November 30, 2008

SP adalah wanita ? menurut gue nih 100%, gue bukan anti kepemimpinan wanita , Satria = laki-laki, Satria piningit = laki-laki yang sembunyi.

wanita = putri ! secara tata bahasa udah salah !

36. SETH - November 30, 2008

25. Shalimar – Nopember 28, 2008

“Tak banyak orang yang mengira bahwa Ratu Adil Sejati adalah seorang wanita dan Ratu Adil bukan akan menjadi Presiden negeri kita ini karena posisinya lebih tinggi dari pemerintahan”

Saya tidak setuju terhadap kepemimpinan seorang wanita di negara ini. Saya akan jadi orang pertama yang protes kepada Tuhan jika ada wanita yang jadi pemimpin utama (mempertanyakan kebijakan Tuhan, berharap mendapat penjelasan kalau ini terjadi) di negara Indonesia selama saya masih hidup. Keadaan dunia sedang berada dalam kekacauan, saya pesimis kalau wanita yang memimpin dapat membuat Indonesia menjadi kuat. Daya survivenya diragukan, lagipula ia harus berhadapan dengan kekuatan2 utama dunia yang tak pernah memandang ramah bagi yang lemah. Berada di depan moncong senjata yang diarahkan, diatas ranjau2 yang siap meledak, ataupun dibawah kobaran api langit dunia. Bagaimanapun saya tidak akan tunduk jika ratu adilnya wanita, saya akan jadi orang pertama yang melakukan pemberontakan (kalau ada ijin dari Tuhan loh) kepada ratu itu.

“Tidak akan mengakui kepemimpinan wanita diatas laki2 dan tidak akan tunduk sampai nyawa hilang ditelan bumi”

37. eddycorret - November 30, 2008

Rupanya Si om maunya pemimpin laki-laki yah.
Gimana pada waktu lalu Presiden kita ada yang wanita. Apa si om kurang setuju juga.

38. Anak seorang perempuan - November 30, 2008

ibu kita juga perempuan.Seorang awatarapun jika memang bisa terlahir tanpa seorang ayah seperti cerita di dongeng2 tetap ketika akan menjelma ke dunia sini haruslah melalui rahim seorang wanita.
Memang Wanita itu lemah,kurang bisa dipercaya karena memang “mulutnya dua” arti gampangnya mudah tergoda kata2 manis memikat hati seperti ibu kita HAWA,tetapi itu dalam rangka menjadi wadah atas kebabarnya Karsa Tuhan di dunia sini yg ditampung didalam rahim sucinya.
9 bulan dikandung dalam rahim ibu sehingga seorang bayi bisa sempurna lahir ke dunia sini sebagai seorang manusia baru begitupula para Kawulo Abdi,dikandung selama 9 tahun dalam RAHIM IBU SEMESTA supaya bisa sempurna lahir di alam Kajaten.

Wanita itu seharusnya lembut dna penuh kasih sayang kepada anak2nya,jadi memang bukan semestinya menjadi seorang pemimpin atau raja tetapi yah seorang IBU bagi para rakyatnya dan sebagai SHAKTI seorang Raja.

Dan sesungguhnya,Rasa lelaki itu kawengku oleh rasanya wanita, bukankah “sarotama” seorang laki2 itu berada dalam genggaman “warangka” seorang wanita?.
tetapi memang,sepertinya RATU ADIL itu bukan perempuan karena gelar kegaibannya saja HERUCAKRA ASMARAKINGKIN. RATU ADIL itu ya laki ya perempuan ,kesatuan dari 2 belahan jiwa yg akan bersatu kembali, kedua2nya akan diracut menjadi satu kesatuan !.

Karenanya kita doakan saja,supaya Sang Calon Ratu Adil itu bertemu dengan belahan jiwa sajatinya,yg dahulunya dicipta SATU,tetapi ketika dilempar ke bawah sini,ruang dan waktu ini mengada,menjadi terpisah untuk lelono broto dalam lingkaran tumimbal lahir. Kesatuan kembali antara Wisnu,Sri dan Laksmi = Triwikrama!.

Dan denger2 sih,didalam kegaiban yg merawat Paradamar setelah dilahirkan dari Rahim Mahajagadguru adalah seorang Putri dan WIKUNI jaman Majapahit,seseornag yg sangat dihormati dan dikagumi oleh kedua wangsa di majapahit dahulu kala.

Dan Megawati itu sekalipun seorang perempuan dna merupakan anak turun dari Bung Kusno yg garis trah dari ibu Bung Kusno adalah bergaris darah dari BUnda Ratu Ayu Ken Dedes tetep aja,ga bisa menjadi seorang Prabu Estri Nuswantara apalagi sebagai Ratu Adil,karena anak2 Bung Kusno yang perempuan itu cuma bisa sembunyi di bawah nama besar bapaknya saja…..
maaf2 yah…………

Dan saya bukan perempuan,tapi saya terlahir dari seornag perempuan,dan dibesarkan oleh seornag perempuan.Ibu saya adalah perempuan dan bhumi ini juga bersifat perempuan, karenanya saya mencintainya dan menghargai sungguh dengan seluruh anasir hidupku.

39. ................... - November 30, 2008

Terlepas dari perempuan apa bukan,tetapi Masalah rajah gaib itu mungkin benar tetapi bukan itu saja seorang cakrawartio tentu mempunyai tanda2 khusus di tubuhnya yg ga ada duanya dan mempunyai arti tertentu…….tentunya bukan sekedar tompel ala rano karno begitu…..tetapi tanda2 dan ciri2 khusus!.

40. brandon alan scofield - Desember 1, 2008

mas SETH, GUE SETUJU Indonesia butuh ketegasan, itu perlu laki-laki !

41. Pengamat Satria - Desember 1, 2008

Seth jago bikin komentar meski nggak tahu SP yang asli. Gua saran nih sama Seth gimana kalau elu aja yang bikin blog lanjutan dari blog ini. Gua yakin semua setuju.

42. Hadi Setyono - Desember 1, 2008

Karenanya kita doakan saja,supaya Sang Calon Ratu Adil itu bertemu dengan belahan jiwa sajatinya,yg dahulunya dicipta SATU,tetapi ketika dilempar ke bawah sini,ruang dan waktu ini mengada,menjadi terpisah untuk lelono broto dalam lingkaran tumimbal lahir.
Amin, kita doakan saja sang ratu adil mendapatkan kebahagiaan bersama kekasihnya dan mendapatkan bimbingan dari Nabi Muhammad, karena sejatinya sang ratu adil ini adalah imam mahdi dari Indonesia dan mendapatkan titisan dari ruh Nabi Muhammad, untuk menguatkan agama ini sebagai cikal bakal kebangkitan islam yang kedua diakhir zaman.

Terlepas dari perempuan apa bukan,tetapi Masalah rajah gaib itu mungkin benar tetapi bukan itu saja seorang cakrawartio tentu mempunyai tanda2 khusus di tubuhnya yg ga ada duanya dan mempunyai arti tertentu…….tentunya bukan sekedar tompel ala rano karno begitu…..tetapi tanda2 dan ciri2 khusus!.

Mungkin mirip dengan Nabi Muhammad yang memiliki tahi lalat besar di punggungnya, sebagai tanda kenabian sesuai hadist Nabi sebagai berikut:

Hadis riwayat Saib bin Yazid ra., ia berkata:
Bibiku pernah membawaku pergi menghadap Rasulullah saw. Bibiku berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya keponakanku ini terserang penyakit perut. Lalu beliau mengusap kepalaku dan mendoakan aku supaya mendapat berkah. Setelah itu beliau berwudu dan aku meminum sisa air wudunya kemudian aku berdiri di belakang punggung beliau dan melihat sebuah tanda (kenabian) antara kedua pundaknya seperti telur burung merpati. (Shahih Muslim No.4328)

43. Wong edan - Desember 2, 2008

Kalau menurut sy, bocah angon itu masih trah keturunan Majapahit dan Pajajaran. Majapahit “Jawa” trah Brawijaya V (Sunan Lawu) sedangkan Pajajaran masih trah Prabu Kiansantang/Sunan Gunungjati (ada garis keturunan Nabi Muhammad SAW), baca Wangsit Siliwangi scr teliti atau Ronggowarsito (perpaduan Jawa dan Arab). Sedangkan yg digembalakan ranting daun kering dan potongan pohon itu maksudnya, ia yg mampu merangkul/mengupulkan para pinisepuh (yg sudah pada jenggotan) pemegang asset harta amanah. Sedangkan Lebak Cewene adalah lokasi penyimpanan, yaitu di gua, pintunya setinggi batu, ditandai ada 3 pohon beringin, dikelilingi oleh sumber air, spt cawan. Walaupun jelas tempatnya tetapi hanya bocah angon saja yg diijinkan membuka lahan disana, karena tempat itu dijaga bangsa makhluk halus tan kasat mata, yg hanya turut akan perintahnya. Bocah angon tidak ambisi menjadi pimpinan di negeri ini karena tidak punya partai politik atau anggota politik. Lebih senang jadi rakyat biasa dan makanan sehari2 dzikirullah.

44. Eternal Sunshine Of The Spotless mind - Desember 2, 2008

brandon alan scofield – Desember 1, 2008

mas SETH, GUE SETUJU Indonesia butuh ketegasan, itu perlu laki-laki !
*********
kategori laki2 itu seperti apa ndon?.Seorang lelananging jagad atau laki2 sejati itu yg bagaimana menurut elo?.Yg tukang ngegamparin dan nginjek2 harkat martabat wanita,tukang ngewe sana sini dan mahir memperkosa bumi ini atau gimana?.Jelasin dong………..

45. SETH - Desember 9, 2008

37. eddycorret – Nopember 30, 2008

“Rupanya Si om maunya pemimpin laki-laki yah.
Gimana pada waktu lalu Presiden kita ada yang wanita. Apa si om kurang setuju juga.”

waduh, waktu itu saya belum bisa didengar suaranya, selain itu saya juga belum punya hak pilih. jadi setuju atau tidak setuju tidak akan punya pengaruh.

41. Pengamat Satria – Desember 1, 2008

“Seth jago bikin komentar meski nggak tahu SP yang asli. Gua saran nih sama Seth gimana kalau elu aja yang bikin blog lanjutan dari blog ini. Gua yakin semua setuju.”

nanti saja, kalau sudah tidak sibuk.

mengapa ratu adil harus laki2???

1) Ia harus mampu disegani oleh penguasa2 sistem yang mapan, kalau perempuan ada kemungkinan dilecehkan (pada umumnya kebanyakan orang memandang wanita sebagai makhluk lemah).

2) tidak ambigu dalam kepemimpinan (tidak tunduk pada kekuatan lain selain Tuhan). kalau wanita ada kemunginan tunduk kepada suami.

3) memiliki kemampuan dalam berpikir (laki-laki pada umumnya memiliki kemampun berpikir lebih tinggi dari wanita). selain itu laki-laki tidak mudah dipengaruhi oleh perasaan (ketika negara rusak tak ada tangisan atau rasa sedih, yang ada kemampuan diliputi pertimbangan dari pemikiran untuk memperbaikinya)

4) tahan untuk berjuang sendiri (dengan atau tanpa bantuan siapapun ratu adil harus menjalankan fungsinya). ketahanannya harus mampu diuji dalam waktu yang tidak sebentar. mampu menggunakan apa yang ada disekitarnya untuk bertahan hidup.

yang lainnya belum dipikirkan.

eddycorret - Desember 29, 2008

Makasih
Buat siapa saja atas komentar-komentarnya :)


Sorry comments are closed for this entry