jump to navigation

Syeh Siti Jenar vs Walisongo Agustus 20, 2008

Posted by eddycorret in Film.
Tags: , ,
trackback

Walisongo
Syeh Siti Jenar vs Walisongo
Debat Para Wali tentang Ilmu Allah SWT.

Singkat cerita Syeh Siti Jenar mengaku dirinya Pengeran Sejati atau Sejatining Mulyo yang berarti Allah SWT. Oleh karena pengakuan inilah maka Walisongo sepakat untuk mengakhiri hidup Syeh Siti Jenar tetapi menunggu hingga Raden Patah menjadi Raja. Ketika Raden Patah telah menjadi Raja, maka Syeh Siti Jenar akhirnya dihukum mati. Lebih jelasnya lihat movie di bawah ini :

Walisongo
Sunan Kalijaga vs Syeh Siti Jenar
Tanding di alam bawah tanah.

Singkat cerita Sunan Kalijaga mengikuti Syeh Siti Jenar kemanapun pergi hingga sampelah keduanya di tempat kediaman Syeh Siti Jenar yang berada di dalam tanah. Syeh Siti Jenar membuat jebakan untuk menghalangi Sunan Kalijaga. Namun semua jebakan dan penghalang yang dibuatnya dapat dilalui dengan mudah. Akhirnya mereke berdua bertemu kembali untuk kesekian kalinya. Oleh karena ulah Syeh Siti Jenar yang meresahkan para wali maka Syeh Siti Jenar di hukum mati. Lebih jelasnya lihat movie di bawah ini :

Film, Rabu 20 Agustus 2008
Eddy Corret.

Komentar»

1. saptaws - September 17, 2008

Kulonuwun….bonus bagi 10 komentar pertama…..hayao apa bonusnya??

Syeh Siti Jenar vs Walisongo
Debat Para Wali tentang Ilmu Allah SWT.

Masing Kebenaran dalam dogma/aliran yang dipakai sebagai kebenaran alam pikiran dan kesepahaman masing2

Aliran yang dipakai oleh kelompok mayoritas, yang berada dalam tatanan pangageng pamerintahan tentunya tidak mau terganggu dengan aliran lain/berbeda…mengganggu stabilitas politik pemerintahan.

Soal kebenaran Haqiqi…..hanya Allah yang tahu

Salam

2. eddycorret - September 17, 2008

Ya iyalah.
Namanya juga kelompok mayoritas akan mempertahankan diri. Tetapi mengaku diri sebagai Tuhan itu bahaya Om. Contohnya Fir’aun mengaku Tuhan dan dia minta disembah oleh rakyatnya, kah bahaya.

Fersi film Asterix Obelix yang misi Cleopatra, katanya Fir’aun berasal dari nama Fir dan nama keluarga aun. Jadi bila disebut menjadi Fir’aun.

Namanya Fir
Nama keluarganya Aun.
Jadi Fir’aun.

3. salam kenal - September 27, 2008

Ada yang janggal mengenai konsep Tuhan ketika dihubungkan dengan permasalahan cinta dimata manusia.

Ketika anda sangat mencintai anak anda: Apa yang paling anda harapkan ketika ia kelak menjadi dewasa?

1. Lebih baik (hebat) dari anda.
2. Sejajar (sama baik/hebat) dengan anda
3. Lebih baik/hebat dari diri anda

Dalam pernyataan yang menyatakan bahwa Tuhan tampaknya akan merasa ‘tersaingi’ atau cemburu ketika ada ‘anaknya’ yang menyamai kemampuannya, tampak ada kecanggungan dari manusia tentang sosok Tuhan yang SEPENUHNYA mencintai mereka hingga bersedia memberikan yang terbaik –atau bahkan lebih baik dari yang mereka harapkan.

Dalam hal ini konteks Syeks Siti Jenar atau Yesus sangat serupa dan masuk nalar: “Bukankah telah akau katakan bahwa aku adalah kamu (Yang aku bisa lakukan, kamu juga bisa) –Yesus” <<(saya lupa bunyinya yang asli.

Hal lain yang patut dipertimbangkan mengenai esensi spiritual Tuhan adalah sebagai berikut:

Saya yakin bahwa semakin tinggi tingkat spiritual seseorang, maka akan semakin sosok tersebut tidak menghiraukan berbagai bentuk cercaan yang ditujukan atas dirinya

Contoh: Saya pikir seorang Buddha/seorang yang tinggi pemahaman spiritualnya tidak akan peduli/ambil pusing ketika ada orang yang mengatai dia sebagai tolol, bodoh, rendah dsb atau ada orang yang mengaku-aku lebih baik dari dirinya

Saya yakin beliau tidak akan menghardik atau langsung berkehendak untuk membunuh orang-orang tersebut. Ini akan menarik ketika nilainya kita kembalikan pada keyakinan normatif bahwa Tuhan tampak merasa tersinggung/marah jika ada orang/sosok yang mengaku-aku sebagai dia.

Masyarakat spiritual

Pada masyarakat yang spiritual, dimana hampir semua masyarakatnya telah belajar dari kesalahan mereka sendiri sehingga memiliki kedewasaan jiwa (soul). Sepatutnyalah tidak ada bentuk larangan ketika seseorang misalnya: Tampil ditengah kerumunan pasar kemudian mengaku-aku sebagai Tuhan atau misalnya menyatakan bahwa membunuh itu baik serta mengajak orang orang melakukannya dan seterusnya….

mengapa demikian?

Sebab tidak akan ada orang yang mengikuti orang tersebut (semua orang secara spiritual mengenal bahwa jiwa mereka tidak ingin membunuh), mereka tidak seperti bebek yang begitu saja mudah diarahkan satu-sama lain (disini muncul pertanyaan menarik tentang peran ‘penguasa’ yang senantiasa membuat beribu-ribu aturan yang membuat semakin rendahnya tingkat spiritual masyarakat – tengok bagaimana orang-orang bisa begitu mudah memukuli orang yang tidak mereka kenal hanya karena sebuah teriakan “copet!” misalnya).

Dalam masyarakat yang spiritual (belajar dari kesalahan sendiri), seseorang yang berteriak-teriak sebagai tuhan akan dengan mudah dikenali sebagai jiwa yang masih muda dan justru perlu bimbingan (tidak menghiraukan dia adalah bimbingan terbaik) — Dalam keadaan masyarakat yang sedemikian maka konsep Buddha yang mengatakan bahwa ‘Mara’ (kejahatan) tidak lain sebagai bentuk dari bayangan atas ketakutan manusia atas diri mereka sendiri menjadi terbukti, sebab Mara bukanlah dan tidak akan pernah bisa menjadi sesuatu yang berarti (besar) atau berbuat apa-apa tanpa masyarakat (rakyat) yang bersedia mengikutinya (senantiasa gemar diarahkan oleh orang lain (baca -pemimpin) dan bukan oleh dirinya (jiwanya) sendiri.

Berikut mungkin bacaan yang menarik:

http://www.thenewcall.org/download/sdp.rtf

*

4. eddycorret - September 27, 2008

Namanya juga manusia.
Diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan juga kekuatan dan kelemahan. Meski manusia mengaku Tuhan sekalipun, tetap saja tidak akan dapat menghilangkan jati dirinya sebagai manusia. Tuhan tetep saja Sang Pencipta dan manusia tetep saja yang dicipta.

5. tyo - Oktober 29, 2008

para wali mempunyai pemahaman tinggi yang tidak dapat dipahami begitu saja oleh orang awam

6. ki naratoma - November 18, 2008

wah beginilah muslim sesama muslim sj saling bunuh apalagi kpd non muslim..apa yg telah di sumbangkan kaum muslim utk negara ini kecuali darah dan teror..ngak punya logika.

7. durgandini - November 18, 2008

Iya gk punya kogila nih..lalu musti gimana ki naruto?

8. SETH - November 19, 2008

ki naratoma – Nopember 18, 2008

“wah beginilah muslim sesama muslim sj saling bunuh apalagi kpd non muslim..apa yg telah di sumbangkan kaum muslim utk negara ini kecuali darah dan teror..ngak punya logika.”

Tidak semua muslim bersifat demikian. Sifat keegoan manusia yang menghantarnya berbuat demikian.

9. eddycorret - November 19, 2008

Jangan lupa kk,
Tuhan telah menciptakan Syurga dan Neraka. Apakah dia orang muslim ato bukan bila kelak menghadap Tuhan diputuskan ke neraka ya tidak akan bisa lari dari azab Tuhan. Juga sebaliknya bila Tuhan memutuskan seseorang masuk Syurga, ya dia akan bahagia disana.

10. didy - November 29, 2008

Jaman sekarang selain yang muslim gak bakalan ada yang masuk surga soalnya ajaranya sudah melenceng jauh dari ketauhidtan Tuhan.untuk ki naratoma punya andil apa non muslim dalam jaman kemerdekaan.yang memerdekakan negri kita hanya orang2 muslim. gak percaya buka sejarah…….orang yang jajah kita bersalib semua apa jeruk akan makan jeruk..gak kan ..yang menghancurkan penjajah bersalib hanya orang muslim.

11. United colour - November 29, 2008

@didy
kalo dede masih dengki ama non muslim..belum bisa masuk surga Tuhan/Allah SWT ya nak!

12. DEMIT JOWO - Desember 5, 2008

buat @didy
KASIHAN!! ANDA SEBAGAI SALAH SATU KORBAN FANATISME!!

INGAT: KATANYA ISLAM ADALAH CINTA DAMAI
SEDANG ANDA : AMARAH, DENGKI, ATAU IRI?

TANPA MAU MELIHAT REALITA “INDONESIA” MASA KINI!!
JUGA SEDANG TERJAJAH OLEH MANUSIA2 LOKAL DENGAN “EGO” SELANGIT, YANG MEMENTINGKAN : KELUARGA, KELOMPOK /GOLONGAN -NYA SENDIRI, NGGAK PEDULIAN…ASAL BISA TAMPIL
HUEBAT, BERKUASA, KAYA sehingga MERASA BISA BELI APAPUN
bahkan HUKUM/KEADILAN dll

COBA ANALOGI DENGAN PARAMETER ASPEK : “MAYORITAS”
APA YANG ANDA PEROLEH???

13. Eri susanto - Desember 12, 2009

Mas DIDY, JANGAN BERAK SEMBARANGAN YA, DAN KALO SAKIT CEPAT DIOBATI SEBELOM JADI BATUU

Salam

Eri

14. Eri susanto - Desember 12, 2009

Mas DIDY, JANGAN BERAK SEMBARANGAN YA, DAN KALO SAKIT CEPAT DIOBATI SEBELOM JADI BATUU

Salam

Eri

15. orang awam - Januari 21, 2010

seorang tokoh(prof. Dr.jdalaluddin, tarekat naqsabandi,mengatakan bahwa hati2 terhdp faham seesat, sperti fahm yg di bawakn syerh siti jenar. yg di tulisnya dalam buku dalam edisi ringkasan tarekat naqsabandi.

16. eddycorret - Januari 21, 2010

Namanya juga faham sesat, ya seharusnyalah berhati-hati terhadap faham tersebut.