Satrio Piningit
Tetap akan tersembunyi
Sampai tiba waktu kemunculannya.

Satrio Piningit akan tetap piningit sampe tiba waktu baginya untuk muncul membawa Indonesia menuju jaman Kalasuba. Oleh karena statusnya yang piningit atau tersembunyi itulah membuat orang penasaran saja dan banyak yang berusaha untuk bisa menemukannya.

Antara satu orang dengan yang lainnya memiliki ukuran yang berbeda tentang Satrio Piningit. Ada yang mengukur dari segi kekuatannya sehingga apabila ada yang memiliki kekuatan, sementara orang itu dipandang mendekati naskah-naskah yang ada maka dia diyakini sebagai Satrio Piningit.

Tetapi ada juga yang menyerah dan tidak akan mencarinya mengingat memang seluruh naskah-naskah leluhur tidak ada satupun yang menyebutkan bila Satrio Piningit sejati akan berhasil ditemukan sebelum kemunculannya. Orang lebih memilih menunggu saja.

Apakah memang Satrio Piningit tidak bisa ditemukan sebelum kemunculannya? Belum bisa dipastikan jawaban akan pertanyaan ini. Tetapi apabila dicermati, maka sebenarnya pengertian orang bahwa Satrio Piningit sulit ditemukan dengan berbagai alasannya itu masih belum tentu benar, namun juga tidak salah. Untuk itulah berikut ini beberapa hal mengenai keadaan Satrio Piningit yang tersembunyi, semoga dapat membantu yang mencarinya :

1. Satrio Piningit disembunyikan Tuhan.
Ada yang berpendapat Satrio Piningit sulit ditemukan karena disembunyikan Tuhan. Apabila pendapat ini benar, maka tempat yang paling cocok yaitu disembunyikan di goa atau di alam gaib. Kedua tempat tersebut sangat aman dan dipastikan jauh dari jangkauan manusia.

Kemungkinan pertama, Satrio Piningit disembunyikan Tuhan di dalam Goa atau bisa ditafsirkan sebagai bertapa di gua. Hal ini sepertinya tidak mungkin terjadi karena bila Satrio Piningit berada di gua otomatis dia akan jauh dari manusia. Jauh dari manusia baik yang akan berteman dengannya maupun juga yang akan memusuhinya. Bisa juga ditafsirkan dia menghindar dari manusia.

Sementara dalam Ugo Wangsit Siliwangi disebutkan bahwa Satrio Piningit “mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa tanpa memperdulikan larangan”. Kalimat tersebut mengindikasikan bila Satrio Piningit sengaja melakukan perlawanan pada manusia dan bukannya menghindarinya. Untuk itulah alasan disembunyikan di dalam gua tidak sesuai dengan naskah yang ada karena di gua siapa yang akan dilawan sambil tertawa?

Sembunyi di gua mungkin bisa diartikan sebagai “pergi ke Lebak Cawéné”. alasan ini juga masih dipertanyakan karena sebelum Satrio Piningit pergi ke Lebak Cawéné, ada peristiwa lain yaitu orang berhasil menemukan rumahnya di ujung sungai. Peristiwa ini sampai detik ini belum terjadi. Hingga saat ini banyak yang masih belum sepakat mengenai rumah Satrio Piningit sejati di daerah mana.

Kemungkinan kedua, Satrio Piningit disembunyikan Tuhan di alam gaib. Mustahil Satrio Piningit disembunyikan Tuhan di alam gaib, karena bila ini dilakukan Tuhan maka kesannya Tuhan sangat mengkawatirkan nasib Satrio Piningit. Padahal Tuhan Maha Kuasa jadi tidak perlu ada kekawatiran semacam itu.

Ingatlah cerita Nabi Musa as. pada waktu dulu ketika Raja Fir’aun beraksi untuk membunuh semua bayi laki-laki yang terlahir guna menghilangkan peluang munculnya seorang yang dapat membunuhnya. Tuhan bukannya menyelamatkan Musa as dengan menyembunyikannya ke alam gaib, tetapi justru sebaliknya Musa ditempatkan di keluarga raja Fir’aun yang nyata-nyata musuhnya.

Di sisi lain apabila manusia hidupnya di alam gaib, maka dia akan menjadi manusia “abnormal”. Sosialnya buruk, tidak ada pengalaman dalam menjalani hidup dengan manusia lainnya dan juga alam gaib adalah alam dimana Jin serta makhluk gaib lainnya berada disana sehingga mustahil manusia akan dihidupkan Tuhan di alam gaib.

Dari 25 Rosul Tuhan, tidak ada satupun yang disembunyikan di alam gaib. Oleh karena itu dipastikan Satrio Piningit tidak akan disembunyikan Tuhan di alam gaib. Seandainya kelak Satrio Piningit memiliki kemampuan untuk masuk ke alam gaib, itu berarti atas kehendak sendiri untuk maksud tertentu dan bukannya untuk disembunyikan.

Beberapa naskah yang membicarakan mengenai Satrio Piningit, tidak satupun yang menyebut bila Satrio Piningit dalam hidupnya bertapa di gua maupun bersembunyi di alam gaib. Apabila saat ini ada orang yang menyimpulkan demikian, maka hal itu berlaku bagi Satrio Piningit yang palsu dan bukan yang sejati.

Sebaliknya naskah-naskah yang membicarakan mengenai Satrio Piningit, ada beberapa kalimat yang menyebut bila Satrio Piningit hidupnya sengsara pada masa mudanya. Artinya Satrio Piningit ada di tengah-tengah dan membaur dengan masyarakat, tumbuh berkembang sama dengan manusia pada umumnya.

2. Satrio Piningit diselubungi Tuhan.
Ada juga yang berpendapat bila Satrio Piningit diselubungi atau dinaungi kekuatan oleh Tuhan sehingga sulit sekali ditemukan. Ini tidak mungkin terjadi karena apabila Tuhan memberinya selubung agar susah ditemukan berarti Tuhan sangat mengkawatirkan si Satrio, mana mungkin Tuhan kawatir pada manusia. Jelas tidak mungkinlah.

Kisah para Rosul jaman dulu, tidak ada firman Tuhan yang menyebut bila Rosul-Nya diberi selubung. Tidak ada satupun ayat yang menyebutkan adanya selubung tersebut bagi Rosul utusan-Nya. Karena tidak ada selubung yang melindungi para Rosul dahulu juga bagi Satrio Piningit, maka mereka bisa dilukai bahkan juga bisa diburu untuk dibunuh.

Ingatlah cerita-cerita Nabi seperti Yusuf as dimasukkan ke sumur, Ismail as nyaris disembelih, Ibrahim as dibakar, Yunus as ditelan ikan Paus, Muhammad SAW copot giginya ketika perang Uhud, dan yang jelas terlihat Isa as. Tuhan tidak menyembunyikan Isa as ke alam gaib juga tidak diselubungi, tetapi Isa as diangkat ke langit.

Keadaan Satrio Piningit tidak jauh berbeda dengan cerita para Rosul tersebut. Satrio Piningit tidak mungkin diberi selubung oleh Tuhan. Oleh karena tidak diselubungi kekuatan maka Satrio Piningit bisa dilukai, bisa disakiti dan juga bisa ditemukan sebelum kemunculannya. Cuma cara menemukannya itulah yang masih belum diketahui.

Naskah-naskah yang membicarakan mengenai Satrio Piningit juga tidak ada satupun yang menyebutkan bila Satrio Piningit diselubungi kekuatan oleh Tuhan. Orang-orang kita ini aja yang mengatakan demikian. Semua naskah justru bicara sebaliknya yaitu Satrio Piningit hidupnya menderita penuh halangan dan kesandung kesampar. Meskipun demikian Satrio Piningit tetap melawan sambil tertawa.

3. Keadaan dihina yang menjadikannya tersembunyi.
Joyoboyo menyebutkan bila hidup Satrio Piningit selalu “kesandung kesampar”, sementara Ronggowarsito menyebut “masa muda Satrio Piningit penuh dengan halangan”. Sedangkan Siliwangi menyebutkan bila Satrio Piningit hidup di tengah-tengah banyaknya larangan tetapi “dia terus melawan sambil tertawa”.

Naskah-naskah yang membicarakan mengenai Satrio Piningit menyebutkan bila sebelum kemunculannya dia hidup dengan derita dan tidak menyenangkan. Semua sepakat mempercayai kata-kata dalam naskah-naskah yang mengatakan hal tersebut. Satrio Piningit akan dimusuhi orang dimana-mana.

Keadaan dimusuhi dan dihina ini secara otomatis memposisikan dirinya sebagai sosok yang tersembunyi. Apabila orang menghinanya, maka segala hal yang baik dalam dirinya otomatis akan tertutupi. Yang nampak hanya buruknya saja sehingga orang yang memusuhinya akan terus memusuhinya. Padahal manusia diciptakan Tuhan seimbang, ada kelebihan juga ada kekurangan.

Belum diketahui apa yang melatarbelakangi orang-orang pada memusuhi Satrio Piningit pada masa mudanya sebelum muncul. Apa mungkin karena baju yang dikenakannya? seperti kata Joyoboyo dalam bait 163 “kelihatan berpakaian kurang pantas”. Mungkinkan ini penyebabnya? entahlah.

Satrio Piningit dimusuhi mungkinkah karena perilakunya atau karena memang dia orangnya jahat dan tidak baik sangat meresahkan masyarakat. Masalah perilaku sepertinya semua sepakat bila Satrio Piningit orangnya tidak jahat. Sebagai orang yang kelak menumpas kejahatan, tentunya pada bihak yang baik. Lantas apa yang menjadi penyebab dia dimusuhi orang banyak.

Alasan bisa bermacam-macam, Namun sepertinya Tuhan sengaja menaruh Satrio Piningit di dalam situasi tersebut. Dia ditempatkan tepat ditengah-tengah orang-orang yang selalu memusuhinya sehingga tidak ada hal lain yang bisa dilakukan orang kepadanya selain memusuhi, menghina, memfitnah, menyingkirkan dan sebagainya.

Lihatlah cerita para Rosul jaman dulu kala, Tuhan menempatkan mereka diantara orang-orang yang memusuhinya. Seperti cerita Musa as, Muhammad SAW, Isa as dll. Bukannya Tuhan menjauhkan para Rosulnya dari marabahaya, justru sebaliknya Para Rosul hidup di tengah-tengah bahaya yaitu diantara musuh-musushnya.

Oleh karena dalam menjalani hidup selalu dimusuhi orang lain maka tidak bisa tidak harus sembunyi dan suka sembunyi-sembunyi dalam hidupnya. Muhammad SAW sering ke gua Hiro, Musa as meninggalkan Mesir, Yusuf as dipenjara dan contoh-contoh hidup Rosul lainnya.

Satrio Piningit juga demikian karena dimusuhi terus maka dia harus sembunyi-sembunyi dalam menjalani hidupnya, sehingga yang tidak perlu disembunyikan hanya aktifitas hidup biasanya saja. Karena terus dalam situasi sembunyi dan dipaksa sembunyi maka auranya otomatis mendukung ke arah tersembunyi dari orang lain. Hasilnya orangpun sulit untuk menemukannya.

4. Kemampuan orang yang mencarinya.
Dimana-mana banyak yang mengatakan Satrio Piningit sejati sulit ditemukan. Paranormal dan orang sakti di Indonesia angkat tangan dan menyerah tidak dapat menemukan Satrio Piningit sejati. Mereka meyakini dia disembunyikan atau diselubungi kekuatan oleh Tuhan, padahal tidak demikian.

Kemungkinan pertama apa yang akan dilakukan orang seandainya bertemu fisik dengan Satrio Piningit sementara orang itu tidak tahu kalo dia Satrio Piningit sejati. Jawabnya kemungkinan orang itu cenderung menghina dan memusuhinya. Hal ini telah disebutkan dalam naskah-naskah yang membicarakannya.

Perilaku demikian otomatis menempatkan Satrio Piningit sebagai sosok yang tersembunyi. Orang tidak menyadari bahwa yang mereka hina dan musuhi adalah Satrio Piningit sejati. Kondisi ini dimungkinkan juga dialaminya dalam keluarga. Sehingga kelak pada saatnya muncul maka semua akan kaget dan tidak percaya.

Kemungkinan kedua orang banyak yang mencoba menemukan Satrio Piningit dengan cara menerawang atau meneropong (bagi yang memiliki kekuatan atau kesaktian). Mereka menggunakan mata untuk mencari dimana Satrio Piningit berada. Padahal mata merupakan sarana yang paling mudah ditipu oleh yang tidak kasat mata.

Kedua mata fisik manusia sering tertipu oleh penampilan orang yang dilihat. Manusia bisa melihat orang apakah dengan pakaian rapi dan mewah atau tidak, tetapi manusia tidak dapat mengetahui dalam hatinya. Apa yang terlihat sering menjadi ukuran mengenai orang tersebut yang bisa jadi hatinya bertentangan dan tidak sebersih dengan pakaiaannya.

Mata tubuh non fisik juga demikian halnya sama dengan mata tubuh fisik yaitu mudah ditipu oleh yang nampak. Pada saat yang bersamaan banyak sekali sosok-sosok non fisik yang ingin dilihat atau ingin dikagumi bahkan disembah berkeliaran dimana-mana. Sehingga terawang atau teropong orang ke Satrio Piningit mejadi kabur bahkan melenceng dan hasilnya Satrio Piningit tetep tersembunyi.

Baik mata tubuh fisik maupun mata tubuh non fisik manusia sepertinya sama saja mudah tertipu dan ditipu. Oleh karena itu sebaiknya jangan menggunakan mata dalam mencari Satrio Piningit sejati. Tetapi cobalah menggunakan hati karena letak Ruh manusia ada di Hati Nurani. Tetapi bagaimana caranya? waduh. Bagaimana yaa …….

5. Banyak yang tertipu Kekuatan.
Orang banyak yang menyimpulkan bahwa Satrio Piningit adalah sosok yang sakti. Hal ini juga telah diberitahukan Joyoboyo dalam bait-bait Jongko Joyoboyonya. Karena penyebutan sakti tersebut maka kesaktian dijadikan sebagai ukuran untuk menemukan Satrio Piningit sejati.

Adanya ukuran kesaktian inilah yang mendorong orang untuk menemukannya. Apabila ada sosok yang sakti atau memiliki kekuatan tertentu apalagi dapat ditunjukkan pada orang lain maka orang akan berfikir dialah Satrio Piningit.

Padahal bila diperhatikan maka apabila Satrio Piningit telah memiliki kekuatan, seharusnya dia sudah muncul membereskan Nusantara. Mana mungkin dia telah memiliki kekuatan hanya untuk kebanggaan atau mendirikan komunitas tetapi tidak ada gunanya bagi Indonesia.

Kemustahilan inilah yang memunculkan pengertian bahwa Satrio Piningit sejati saat ini belum memiliki kesaktian, sehingga dia belum muncul membereskan negri ini. Seandainya dia telah memiliki kesaktian, dipastikan sudah beraksi memperbaiki kerusakan Nusantara.

Lantas kapan dia mendapatkan kesaktian? Inilah bedanya kesaktian biasa dengan Wahyu. Kesaktian biasa diperoleh dalam jangka waktu lama, tetapi Wahyu bisa diturunkan Tuhan dalam waktu singkat. Hal ini sesuai dengan kata Nabi SAW yang menyebut kelak Al-Mahdi “akan diislahkan oleh Allah dalam satu malam”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Sepertinya Tuhan berkehendak bagi Satrio Piningit untuk mendapatkan Wahyu hanya dalam semalam saja. Tuhan tidak menghendaki si Satrio mendapatkan Wahyu dalam jangka waktu lama. Oleh karena 1 malam saja, dipastikan selang beberapa hari sebelum kemunculannya Wahyu itu mungkin baru diturunkan.

Disinilah bedanya Satrio Piningit palsu dengan Satrio Piningit sejati, orang banyak yang tertipu dengan kekuatan/kesaktian seseorang dan menyimpulkannya sebagai Satrio Piningit. Sementara Satrio Piningit sejati apabila belum dekat waktu kemunculannya, maka belum memiliki kesaktian. Dia berarti masih sama dengan kita sebagai manusia biasa yang tidak ada apa-apanya.

6. Satrio Piningit meningkatkan Kesadarannya.
Semua orang mengetahui bahwa dirinya sebagai manusia terdiri atas tubuh fisik dan tubuh non fisik (jiwa). Masih ada satu lagi yaitu Ruh yang juga non fisik. Baik Fisik, Jiwa maupun Ruh berada dalam satu kesatuan manusia, tetapi ketiganya berada pada dimensi yang berbeda.

Tubuh fisik ada di alam fisik, jiwa ada di alam non fisik, dan Ruh ada di alam Ruh. Selanjutnya manusia meskipun terdiri atas 3 hal tersebut, namun kesadaran manusia hanya ada 1 saja. Sejak dalam kandungan, kesadaran manusia berada dalam tubuh fisik. Apabila fisik terkena sesuatu maka akan meresponnya.

Rupanya kesadaran manusia bisa dipindahkan dari fisik ke non fisik yang biasa dikenal dengan kesadaran jiwa. Dengan kesadaran jiwa, manusia dapat berkomunikasi dengan jiwa orang lain juga makhluk non fisik.

Rupanya lagi kesadaran bisa juga dipindahkan dari fisik ke Ruh yang biasa dikenal dengan kesadaran Ruh. Dengan kesadaran ruh, manusia dapat berkomunikasi dengan ruh-ruh manusia baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.

Perpindahan kesadaran ini dapat dipelajari siapa saja karena setiap manusia memiliki tubuh fisik, jiwa dan ruh juga kesadaran. Cuma masalahnya bakat dan potensi manusia tidak sama. Mereka yang memiliki bakat dan potensi yang memadai akan lebih mudah mempelajarinya dari pada yang kurang bakat dan kurang berpotensi.

Satrio Piningit sepertinya termasuk orang yang berbakat dan berpotensi. Oleh karena faktor tersebut maka baginya meningkatkan kesadaran tidak sesulit kita-kita ini. Apabila satu tahap / tangga kesadaran berhasil dilaluinya maka dipastikan dia akan terus melangkah ke tangga kesadaran yang lebih tinggi.

Sementara itu Alam Semesta memiliki banyak dimensi dan setiap dimensi memiliki Getaran Frekuensi yang berbeda-beda sama halnya radio. Satrio Piningit apabila telah mencapai tangga kesadaran dimensi tertentu, maka Getaran Frekuensi baik tubuh fisik maupun non fisiknya secara otomatis akan berubah dan menyesuaikannya.

Kondisi berubahnya Getaran Frekuensi tubuh Satrio Piningit inilah yang sulit untuk ditebak dan sulit untuk dijangkau oleh manusia biasa seperti kita-kita ini. Karena Satrio Piningit Getaran Frekuensinya berubah sementara kita yang mencari tetap pada Getaran Frekuensi manusia normalnya maka jelas saja dia tidak akan ditemukan dan sulit ditemukan.

Contoh mudahnya adalah radio. Satrio Piningit karena telah berhasil meningkatkan Getaran Frekuensi tubuhnya ke tangga kesadaran yang lebih tinggi, maka gelombang radionya berubah jadi FM. Sementara kita yang belum menaikkan kesadaran maka gelombang radio kita masih AM. Dengan gelombang radio AM kita terus mencari dia, ya jelas tidak ketemu.

Contoh lain adalah sekolah SMP. Satrio Piningit karena telah berhasil meningkatkan Getaran Frekuensi tubuhnya ke tangga kesadaran yang lebih tinggi, maka sekolahnya pindah ke SMA. Sementara kita yang belum menaikkan kesadaran maka kita masih sekolah di SMP. Kita terus mencari dia disekolah-sekolah SMP se Indonesia, ya jelas tidak ketemu.

Sekarang telah diketahui masalahnya mengapa Satrio Piningit sejati sulit ditemukan. Sebabnya karena Getaran Frekuensi yang mencari dengan Getaran Frekuensi yang dicari tidak sama. Untuk memecahkan masalah ini maka tidak bisa tidak kita harus meningkatkan kesadaran kita agar dapat menemukan Satrio Piningit sejati. Cuma caranya gimana?  Nah itu juga masalah.

7. Satrio Piningit sengaja sembunyi.
Ingatlah akan peristiwa meletusnya gunung merapi Jogja laharnya ke arah barat daya pada mei 2006. Terjadinya peristiwa tersebut disusul gempa 6,9 SL di Jogja pula diyakini sebagai tanda bahwa Sabdo Palon telah datang. Dengan kembalinya Sabdo Palon maka orang meyakini bila Satrio Piningit sejak saat itu telah ada. Keberadaannya bukan lagi masih bayi atau kanak-kanak tetapi semua meyakini dia telah menjadi sosok pemuda.

Apabila memang benar bahwa Satrio Piningit telah menjadi sosok pemuda, maka boleh jadi dia telah mengetahui siapa sebenarnya dirinya. Peristiwa letusan gunung merapi dan gempa di Jogja sebagai tanda Sabdo Palon telah datang menjadi sindiran bagi Satrio Piningit bahwa dirinyalah calon Ratu Adil sejati.

Satrio Piningit karena telah mengetahui bila dirinya adalah calon Ratu Adil sejati, maka diapun beraksi untuk bersembunyi. Mengapa harus sembunyi? Kemungkinan pertama, karena diyakini ada pihak-pihak tertentu yang sengaja akan menghalangi dan mencegah kemunculannya.

Kemungkinan kedua, karena dia harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menjadi Ratu. Persiapan yang dilakukannya dipastikan tidak sepele dan gampang mengingat masalah di Nusantara begitu banyak dan beraneka ragam. Untuk kelancaran proses persiapan inilah dia sengaja bersembunyi dan atau menyembunyikan diri.

Tubuh fisik, jiwa dan ruhnya berproses untuk bersembunyi dan melakukan persiapan secara diam-diam, maka otomatis auranya menyesuaikan dan lingkungan fisik dan non fisik juga ikut mendukung keinginannya bersembunyi. Hasilnya kita-kita yang mencari mengalami kesulitan untuk menemukannya.

Pada saat kita kesulitan menemukan Satrio Piningit sejati, pada saat yang sama pula hadir sosok-sosok palsu bermunculan di sana sini menjadi semakin tidak dapat dijangkau keberadaannya. Akhirnya orang-orang banyak yang melirik sosok-sosok palsu dan diyakini sebagai yang sejati.

Demikianlah beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa Satrio Piningit sejati sulit ditemukan. Bila dicermati memang terdapat banyak faktor yang mendukung sulitnya ditemukan. Ada faktor intern dari Satrio Piningit sendiri, ada faktor extern juga ada faktor munculnya sosok-sosok palsu.

Memang beginilah kenyataannya bahwa Satrio Piningit sejati digariskan Tuhan sebagai piningit dan tetap akan piningit sampai tiba waktu baginya untuk muncul. Naskah-naskah juga tidak satupun yang mengatakan bila Satrio Piningit sejati berhasil ditemukan sebelum kemunculannya. Bahkan Prabu Siliwangi menyebut “ketika orang telah berhasil menemukan rumahnya, dia bersembunyi ke Lebak Cawéné.”

Artinya memang Satrio Piningit tidak akan mungkin ditemukan. Selanjutnya Siliwangi juga menyebut “Tapi ratu siapa? dari mana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu”. Sebaiknya kita tunggu saja karena waktu kemunculannya sudah dekat.

Kontrofersi, Senin 25 Agustus 2008
Eddy Corret.

About these ads