jump to navigation

Kembali Kepada Tuhan itu Mustahil September 8, 2008

Posted by eddycorret in Artikel.
Tags: , , , , , , , , , , ,
trackback

Takdir manusia
Datang ke alam dunia
Kelak pasti kembali lagi ke asalnya.

Setiap manusia telah mengetahui bahwa hidup di dunia hanya sementara. Cepat atau lambat manusia akan mati, hanya soal waktu saja. Tidak ada satupun manusia yang kekal di dunia. Apabila ada yang dapat hidup lama hingga berabad-abad, kelak bila kiamat tiba pasti akan mati juga.

Banyak yang tidak menyadari bila manusia hidup di dunia cuma sementara. Harta, tahta, wanita dan segala hal yang ada di dunia dapat melupakan manusia akan mati, lupa akan diri, lupa hidupnya bahkan juga lupa akan Tuhan yang telah menciptakannya. Begitulah hidup di dunia.

Pada saat mati nantinya, baru sadar bahwa hidupnya hanya sementara saja di dunia ini. Tapi terlambat karena sudah mati ya sudah tidak dapat kembali hidup lagi untuk memperbaiki segala kesalahan-kesalahannya selama hidup di dunia. Penyesalan biasanya memang datang belakangan.

Bagi manusia yang meninggal dunia, banyak yang mengartikan hal tersebut sebagai proses kembali kepada Tuhan dalam arti kembali menyatu dengan diri Tuhan. Ini pengertian yang salah bahkan menyesatkan. Selamanya manusia tidak akan pernah bisa menyatu dengan diri Tuhan. Untuk itulah perlu diperiksa kembali proses kematian manusia agar diketahui yang sebenarnya.

1. Proses Kematian.
Setiap manusia tidak ada yang mengetahui kapan dirinya akan meninggal dunia. Manusia juga tidak mengetahui akan meninggal dengan cara yang baik atau tidak baik. Meskipun demikian kita percaya bila ajal manusia telah ditakdirkan Tuhan. Yang bisa kita lakukan hanya berusaha agar kelak dapat meninggal dunia dengan cara yang baik.

Ketika ada orang yang meninggal dunia, maka pengertian kita bahwa orang tersebut telah kembali kepada Tuhan YME. Pengertian ini bisa diterima mengingat setiap manusia yang telah meninggal tidak akan mungkin kembali hidup di dunia kecuali Tuhan yang menghendaki demikian.

Manusia tidak mengetahui bagaimana keadaan orang yang telah meninggal selanjutnya. Apakah dia akan baik-baik saja ataukah mengalami sesuatu yang tidak baik. Kita yang masih hidup hanya bisa berharap dan berdoa untuknya agar arwahnya diterima Tuhan sehingga nyaman menjalani kehidupan selanjutnya.

Yang tidak diharapkan adalah bila arwahnya tidak diterima Tuhan. Maka yang terjadi adalah dia akan kembali lagi ke dunia, sementara tubuh fisiknya telah dikubur. Saat itulah dia akan menjadi gentayangan di mana-mana tanpa menyadari bahwa dirinya telah meninggal dunia.

Disinilah letak pengertian kembali kepada Tuhan bagi orang yang telah meninggal dunia. Apabila arwahnya tidak gentayangan, berarti dia telah diterima Tuhan YME dan berada di alam kubur (bukan kuburan). Meskipun di alam kubur sana juga tidak pasti nasibnya, bisa bahagia atau juga bisa disiksa.

Yang baik kita lakukan sebagai manusia yang masih hidup adalah mempersiapkan segala hal untuk bekal kelak bila ajal menjemput. Tidak akan mungkin harta benda akan kita bawa ke alam kubur, tetapi perbuatan baik selama menjalani kehidupan yang akan terbawa ke alam sana sehingga kita dapat hidup bahagia.

2. Perlakuan pada Jenazah.
Setiap agama dan budaya memiliki cara-cara tersendiri dalam memperlakukan orang yang telah meninggal dunia. Upacara khusus dilakukan guna mengantarkannya ke tempat / alam selanjutnya setelah selesai masa hidupnya di dunia. Anda dapat melihat sendiri banyaknya perbedaan dalam penyelenggaraan upacara tersebut.

Manusia yang telah meninggal dunia, tubuh fisiknya diperlakukan tidak sama antara satu budaya dengan budaya lainnya. Ada yang dengan cara di kubur dalam tanah, ada yang dibakar, ada yang disalib, ada yang diawetkan, bahkan juga ada yang dikirim ke luar bumi. Memang kepercayaan manusia tidak sama.

Perlakuan-perlakuan demikian didasari harapan agar yang meninggal bisa selamat kembali kepada Tuhan dengan sempurna tanpa halangan berarti. Lantas apakah cara-cara itu benar semua? Belum tentu. Tidak semua cara yang digunakan untuk memulangkan jenazah itu benar semua, ada cara yang sepertinya tidak sesuai dengan kodrat manusia.

Ingatlah bahwa manusia terdiri atas tubuh fisik dan non fisik. Semua orang telah mengetahuinya bila tubuh fisik manusia tercipta dari tanah, karena asalnya dari tanah maka selayaknyalah bagi manusia yang meninggal untuk dikembalikan fisiknya ke tanah yaitu dengan cara dikubur ke dalam tanah.

Apabila tubuh fisik manusia yang telah meninggal dunia tidak dikembalikan ke tanah, ini berarti tidak sesuai dengan zat asal tubuh manusia terbentuk. Ingatlah bahwa segala sesuatu di alam ini mengikuti hukum keseimbangan. Untuk menyesuaikan dengan hukum keseimbangan, maka sebaiknya manusia yang meninggal dikembalikan ke asalnya yaitu tanah. Apabila tidak, maka akan menyalahi kodrat manusia sebagai makhluk yang tercipta dari tanah.

Banyak yang berfikir bila jenazah tidak diurus dengan upacara tertentu maka tidak akan kembali kepada Tuhan. Ini pengertian yang aneh mengingat orang yang telah mati, tubuh fisiknya sudah tidak ada gunanya lagi dan tidak terpakai. Tidak mungkin fisik akan kembali kepada Tuhan karena fisik tidak dari Tuhan tetapi diciptakan Tuhan dari tanah. Silahkan saja diperiksa di makam-makam, orang yang mati masih ada tulangnya disana. Jadi ndak mungkin fisik ini akan kembali kepada Tuhan setalah mati.

Ketika ajal tiba, tubuh fisik mati sementara arwah tetap hidup. Oleh karena arwah yang tetap hidup dan akan melanjutkan perjalanannya di kehidupan selanjutnya, maka kita tidak perlu memperlakukan fisik yang mati secara berlebihan. Cukup dikubur ke tanah saja dan itu sudah sesuai dengan asalnya fisik yang tercipta dari tanah.

3. Kehidupan di Alam Kubur.
Ketika ada orang yang meninggal dunia, banyak yang beranggapan bahwa orang tersebut sedang dalam proses untuk kembali kepada Tuhan. Untuk itulah manusia memperlakukannya dengan baik bahkan istimewa agar proses tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya. Wajarlah kita yang hidup juga tidak menginginkan orang yang meninggal gagal kembali kepada Tuhan.

Padahal konsep kembali kepada Tuhan itu tidak berlaku lagi bagi orang yang telah mati. Mengapa demikian, hal itu karena orang yang telah mati secara otomatis langsung beralih alam dari kehidupan di Alam Dunia ke kehidupan di Alam Kubur. Di Alam Kubur sana manusia ada yang hidupnya bahagia juga ada yang sengsara sesuai perbuatan yang dilakukannya selama hidup di dunia.

Apabila manusia yang mati tidak menuju ke Alam Kubur, maka dipastikan alam kubur tanpa penghuni jadinya. Sia-sia Tuhan menciptakan Alam kubur bila tidak dipakai. Coba buat apa Alam Kubur kalo semua kembali menyatu kepada Tuhan. Oleh karena itulah pengertian kembali kepada Tuhan perlu diperbaiki.

Pengertian kembali kepada Tuhan lebih tepat sabagai lancarnya si arwah memasuki Alam Kubur setelah selesai menjalani masa hidupnya di dunia. Artinya arwah tersebut tidak gentayangan. Bila si arwah masih gentayangan dimana-mana, maka berarti dia belum bisa kembali kepada Tuhan.

Untuk kepentingan suksesnya manusia memasuki Alam Kubur inilah maka bagi yang masih hidup mendoakannya sehingga si arwah lancar melanjutkan perjalanan hidup di alam selanjutnya. Sementara yang masih hidup tidak perlu lagi mengkawatirkan nasib yang telah meninggal dunia.

4. Orang mati bisa ditemui.
Banyak yang beranggapan kembali kepada Tuhan itu artinya menyatu lagi dengan Tuhan. Apabila anggapan ini benar, tentunya saat ini Alam Kubur sepi dan tidak ada penghuninya disana. Ternyata alam kubur sangat ramai melebihi ramainya kehidupan dunia. Karena manusia sejak Adam as. hingga detik ini yang telah meninggal dunia semuanya berada di Alam Kubur.

Ada juga yang beranggapan manusia setelah meninggal dunia akan terbagi menjadi 2 bagian. Pertama yang baik akan dapat kembali menyatu dengan Tuhan. Kedua yang jahat akan berada di Alam Kubur. Ini juga tidak mungkin karena para Rosul semua ada di alam kubur, juga orang-orang mulia terdahulu juga berada di Alam Kubur. Bila mereka menyatu dengan Tuhan maka tidak mungkin ada di Alam Kubur.

Tuhan menjadikan Alam Kubur untuk menampung semua manusia yang telah mati. Di Alam Kubur itu juga manusia ada yang bahagia juga ada yang disiksa sesuai perbuatannya selama hidup di dunia. Oleh karena semau manusia yang meninggal ada di Alam Kubur, maka mereka bisa ditemui tentunya oleh orang yang memiliki kemampuan dan kekuatan yang mendukung.

Manusia yang berada di Alam Kubur, mereka tidak mati. Mereka tetep hidup meskipun tidak menggunakan tubuh fisik. Mereka juga bisa melihat kita manusia yang masih hidup di dunia tanpa kita sadari. Bagi yang menyadarinya tentu akan dapat mengetahui keberadaannya di alam sana.

Keberadaan manusia di Alam Kubur yang dapat ditemui oleh manusia yang masih hidup di dunia, memberikan pengertian bahwa yang namanya kembali menyatu kepada Tuhan itu tidak ada. Seandainya terjadi maka tentunya manusia yang telah mati tidak akan hidup di Alam Kubur lagi, tetapi habis riwayatnya seakan-akan tidak penah ada.

Mungkin anda akan mengatakan kembali kepada Tuhan diartikan sebagai manusia yang hidupnya setelah mati berada di Alam Tuhan. Ini juga tidak mungkin terjadi. Apabila manusia hidup di Alam Tuhan, dipastikan tidak akan dapat ditemui lagi tanpa seijin Tuhan. Tetapi karena yang telah mati bisa ditemui maka Alam Kubur bukan alam tempat Tuhan berada.

Alam kubur adalah alam ciptaan Tuhan dimana manusia yang sudah selesai menjalani hidupnya di dunia akan berada disana. Di Alam Kubur itu juga manusia akan menunggu untuk kehidupan selanjutnya yaitu memasuki Alam Akhirat tempat Syurga dan Neraka berada.

5. Menyatu kembali dengan Tuhan.
Banyak manusia yang meyakini bahwa Ruh adalah percikan Tuhan. Ruh merupakan sosok yang dimunculkan dari diri Tuhan, dan bukan ciptaan Tuhan. Pengertian ini sepertinya berlebihan karena pengetahuan manusia tentang Ruh sangatlah sedikit. Manusia mengetahui tentang Ruh dari kitab suci dan pemberitahuan para Rosul-Nya, apabila tidak diberitahu jelas tidak akan tahu tentang Ruh itu. Ruh percikan Tuhan sepertinya hanya anggapan manusia tanpa bukti nyata.

Ingatlah bahwa manusia terdiri atas tubuh fisik dan non fisik serta Ruh. Untuk tubuh fisik karena diciptakan dari tanah maka akan kembali ke tanah, sementara jiwa menurut paham Reinkarnasi akan dimasukkan kembali ke tubuh fisik baru, sedangkan Ruh apabila ternyata memang berasal dari percikan Tuhan berarti akan menyatu lagi dengan Tuhan ketika manusia telah mati. Ini mustahil terjadi.

Alasan pertama, Apabila Ruh kembali menyatu dengan Tuhan maka tentunya Arwah-arwah orang-orang mulia dan para Rosul terdahulu dipastikan tidak berada di alam kubur saat ini. Tetapi kenyataannya Arwah-arwah mereka ada di alam kubur dan telah banyak yang cerita tentang keberadaan mereka di sana.

Alasan kedua, Apabila Ruh kembali menyatu dengan Tuhan maka Ruh-ruh tersebut tidak dapat ditemui lagi. Manusia memasuki alam tempat Tuhan berada saja mustahil, apalagi mau menemui Ruh yang telah menyatu dengan Tuhan. Itu sama saja dengan menemui Tuhan langsung, ya mana mungkin bisa. Jelas tidak mungkin.

Alasan ketiga, Apabila Ruh kembali menyatu dengan Tuhan maka Arwah-arwah orang-orang mulia dan para Rosul terdahulu dipastikan tidak bisa ditemui lagi. Tapi buktinya telah banyak yang cerita mereka bisa ditemui di Alam Kubur. Nabi SAW dalam beberapa Hadits juga cerita pernah bertemu dengan Rosul-rosul sebelumnya.

Alasan keempat, Apabila Ruh kembali menyatu dengan Tuhan maka Alam Kubur tempat menampung manusia yang telah meninggal dunia akan menjadi sepi bahkan mungkin kosong. Kalaupun ada orang disana hanya yang berdosa selama hidup di dunia. Tapi buktinya Alam Kubur ndak sepi bahkan rame.

Ini tidak mungkin terjadi. Apabila Alam Kubur menjadi tempat hanya untuk orang-orang yang berdosa sementara yang tidak berdosa menyatu dengan Tuhan, maka Alam Kubur bisa dikatakan menjadi tempat terakhir bagi manusia. Padahal Tuhan telah menjanjikan ada Alam Akhirat yang terdapat di dalamnya Syurga dan Neraka.

Alasan kelima, Apabila Ruh kembali menyatu dengan Tuhan maka sia-sia Tuhan menciptakan manusia. Tuhan Maha Pintar dalam segala ciptaan-Nya. Bila semua akan menyatu lagi dengan diri Tuhan, maka ke Maha Pintaran-Nya bisa dipertanyakan dan kelihatan aneh-aneh saja.

Coba pikirkan, ketika Tuhan ingin menciptakan manusia maka dipercikkan Ruh dari-Nya. Kemudian kelak Ruh itu menyatu lagi dengan-Nya. Diciptakan lagi 1000 manusia dengan 1000 Ruh, lalu menyatu lagi dengan-Nya, diciptakan lagi – menyatu lagi, diciptakan lagi – menyatu lagi terus menerus demikian berkali-kali puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan kali dilakukan Tuhan, ini kan sia-sia. Jelas tidak mungkin Tuhan melakukan hal yang sia-sia.

Beberapa alasan di atas membawa pengertian bahwa memang mustahil Ruh manusia yang banyak orang meyakininya sebagai percikan Tuhan akan kembali menyatu dengan Tuhan. Untuk itu Ruh sejatinya bukan percikan Tuhan, tetapi makhluk ciptaan Tuhan dan kelak tidak akan menyatu dengan Tuhan.

Oleh karena Ruh bukan percikan Tuhan tetapi dia makhluk ciptaan Tuhan yang asalnya dari Cahaya, maka tepat bila kelak Ruh tersebut tidak menyatu dengan Tuhan tetapi berada di Alam Kubur. Alam sementara sebelum manusia memasuki Alam Akhirat yang disana terdapat Syurga dan Neraka.

Ketika kita menyadari bahwa Ruh bukan percikan Tuhan tetapi makhluk yang diciptakan Tuhan dari cahaya, maka arti kembali kepada Tuhan bukanlah menyatu lagi dengan diri Tuhan. Akan tetapi bisa diartikan kembali ke asalnya artinya tidak gentayangan setelah sebelumnya menjalani masa hidup berada di dalam fisik manusia di Dunia.

6. Tuhan telah menciptakan Syurga dan Neraka.
Manusia yang telah meninggal dunia telah dipastikan berada di Alam Kubur bila tidak gentayangan. Di Alam Kubur manusia tidak selamanya disana tetapi hanya sementara saja. Kelak bila dunia telah kiamat maka manusia akan dihidupkan kembali berada di Alam Akhirat yaitu Alam kekal dimana Syurga dan Neraka ada disana.

Agama telah mengajarkan dan memberitahukan akan adanya Syurga dan Neraka itu. Meskipun keberadaannya masih disembunyikan Tuhan, namun manusia percaya dan yakin sepenuhnya bila Syurga dan Neraka memang ada dan akan menjadi tempat tinggal manusia nantinya.

Sekarang coba anda pikirkan seandainya Ruh manusia kembali kepada Tuhan dalam arti menyatu lagi dengan diri Tuhan, maka buat apa Tuhan menciptakan Syurga dan Neraka? Rencananya Syurga dan Neraka akan menjadi tempat tinggal manusia nantinya dan Adam Hawa sebelum ke bumi juga telah ada disana.

Kalo semua manusia pada akhirnya menyatu lagi dengan diri Tuhan, Syurga dan Neraka jadi ndak terpakai alias kosong tidak ada penghuninya disana. Karena tidak terpakai sebaiknya dibuang ke sampah aja tuh Syurga dan Neraka. Namanya juga tidak terpakai ngapain juga disimpan terus. Apa anda setuju dengan pendapat ini.

Anda pasti tidak setuju kan bila Syurga dan Neraka tidak terpakai. Untuk itulah pengertian bahwa Ruh percikan Tuhan dan akan kembali menyatu dengan diri Tuhan itu tidak benar. Ruh bukanlah percikan Tuhan, dia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan dari cahaya dan tidak akan menyatu dengan Tuhan sampe kapanpun.

7. Pengertian Kembali kepada Tuhan yang seharusnya.
Kembali kepada Tuhan seperti yang diyakini banyak orang merupakan hal yang tidak masuk akal dan diragukan kebenarannya. Orang telah terlanjur menyimpulkan bila yang namanya kembali kepada Tuhan berarti menyatu lagi dengan diri Tuhan. Padahal nyata-nyata mustahil terjadi hal tersebut bisa terjadi. Lantas kembali kepada Tuhan maksudnya bagaimana?

Kembali kepada Tuhan dapat dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama yaitu pada saat manusia hidup di dunia. Bagian kedua yaitu pada saat manusia menjalani proses meninggal dunia.

Pertama kembali kepada Tuhan ketika manusia menjalani hidupnya di dunia. Manusia selayaknyalah menjadi orang yang baik dan tidak jahat. Baik pada manusia, pada alam juga baik pada Tuhan dan baik pada diri sendiri. Apabila semua orang bisa menjadi baik maka kehidupan akan berjalan baik pula.

Akan tetapi kenyataannya ada yang bisa baik dalam menjalani hidup tetapi juga banyak juga yang jahat dalam kehidupannya. Bahkan mungkin juga ada yang merasa tidak bisa hidup bila tidak melakukan kejahatan.

Pada saat seseorang yang melakukan dosa atau kejahatan, kemudian sadar akan perbuatannya maka saat itulah tepat baginya untuk kembali kepada Tuhan. Artinya kembali kepada kehidupan yang baik, lurus dan benar sehingga Tuhan suka kepadanya.

Tuhan tentunya tidak suka pada orang yang berbuat jahat. Jangankan Tuhan, kita-kita manusia juga tidak mau dijahati orang. Untuk itulah ketika ada orang yang tersadar akan perbuatan buruk dan jahatnya, maka dia akan kembali kepada Tuhan menjadi baik perilakunya.

Dalam hal ini kembali kepada Tuhan diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang dilakukan karena sebelumnya telah pergi meninggalkan perbuatan baik. Kembali tersebut berlaku ketika manusia masih hidup, karena bila telah mati dia sudah tidak dapat kembali lagi kepada Tuhan (tidak bisa kembali menjadi baik).

Kedua kembali kepada Tuhan bagi manusia ketika meninggal dunia. Setiap manusia pasti akan mati. Ketahuilah bila sebelum Ruh dimasukkan ke dalam diri manusia, dia berada di Alam tempat Ruh-ruh itu berkumpul yaitu Alam Ruh.

Setelah Ruh itu dimasukkan ke dalam diri manusia, kemudian manusia itu mati maka Ruh tersebut harus kembali berkumpul dengan Ruh-ruh lainnya seperti dulu. Tetapi kali ini beda tempatnya, apabila sebelum berada dalam tubuh manusia Ruh berada di Alam Ruh, maka setelah keluar dari tubuh manusia, dia berada di Alam Kubur.

Nah kembali kepada Tuhan bagi orang yang telah meninggal dunia dimaksudkan bahwa Ruh itu berhasil berkumpul lagi dengan Ruh-ruh lainnya seperti dulu. Bila Ruh tidak berkumpul lagi dengan Ruh lainnya berarti dia gentayangan.

Perbedaannya sangat jelas, apabila Ruh tidak gentayangan berarti Ruh tersebut berhasil kembali kepada Tuhan, kembali bertemu dan berkumpul dengan Ruh-ruh lainnya meskipun kali ini nasibnya berbeda. Ada yang bahagia, ada yang disiksa sesuai perbuatannya selama di dunia.

Kedua tahap kembali kepada Tuhan tersebut merupakan pengertian yang bisa masuk akal, karena memang demikianlah seharusnya bagi Ruh ciptaan Tuhan. Jadi arti kembali kepada Tuhan bukanlah menyatu lagi dengan diri Tuhan seperti yang selama ini diyakini banyak orang.

Karena pengertian yang salah mengenai arti kembali kepada Tuhan, maka banyak orang yang menjadikan upacara kematian sebagai ukurannya. Ada yang beranggapan bila suatu cara tertentu dilakukan pada jenazah maka akan berhasil kembali kepada Tuhan, dan yang tidak demikian akan gagal.

Ingatlah bahwa yang kembali kepada Tuhan itu bukan fisik. Fisik itu tercipta dari tanah dan mustahil akan kembali ke zat lain atau bahkan kembali ke Tuhan itu jelas tidak mungkin terjadi. Namanya berasal dari tanah ya selayaknyalah dikembalikan ke tanah yaitu dengan cara di kubur.

Cara-cara apapun itu dilakukan pada fisik jenazah, tetap saja tidak akan berpengaruh pada nasib Ruh. Manusia yang hidup hanya bisa mengirimkan doa saja, doapun juga bisa saja tidak sampe. Nasib Ruh tergantung dari perbuatan fisik selama hidup di dunia.

Maka itu berbuat baiklah pada manusia, alam, diri sendiri juga pada Tuhan. Hindari perbuatan jahat agar kelak bila meninggal dunia dapat sukses masuk ke Alam kubur dan tidak gentayangan.

Kontrofersi, Senin 8 September 2008
Eddy Corret.

Komentar

1. Hadi Setyono - September 10, 2008

Mas Eddy, Selain itu ada juga kaum sufi yang mempercayai kalau makna Innalillahi wa inna ilaihi rojiun itu artinya Sesungguhnya yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah. Ini ada yang mengartikan adanya proses reinkarnasi dari ruh itu sendiri, Sehingga dunia ini dijadikan wadah pelatihan bagi ruh-ruh itu untuk belajar banyak tentang kehidupan. Sejalan dengan ajaran kejawen Sangkan paraning Gusti Dumadhi, mereka mempercayai bahwa orang yang mencapai kesempurnaan ruhnya itu tidak menitis lagi, tetapi kembali kepada Allah, lain dengan orang yang banyak melakukan kesalahan,akan diutus lagi kemuka bumi ini untuk belajar memperbaiki kesalahannya. Ruh orang-orang tertentu saja yang diperlakukan istimewa oleh Allah, seperti ruh para Nabi yang posisinya dekat dengan Allah dan berada disuatu tempat yang dimuliakan Allah. Terkhusus ruh Nabi Muhammad akan senantiasa bertambah kemuliaannya karena bacaan shalawat Nabi yang terus dikumandangkan oleh orang-orang bumi baik dalam bacaan shalat maupun bacaan doa setelah shalat atau bacaan para mursyid didalam tariqahnya. Jadi posisi alam ruh dari para Nabi, para sufi yang dimuliakan Allah berbeda posisinya dengan posisi alam ruh dari manusia biasa. Demikian.

Wasalam,

Hadi Setyono

2. eddycorret - September 10, 2008


“orang yang mencapai kesempurnaan Ruh tidak akan menitis lagi.”

Maap, saya tidak setuju dengan pendapat ini.
Lihatlah fakta, Wisnu menitis kembali ke Kresna. Apa bisa saya katakan Ruh Wisnu tidak berhasil mencapai kesempurnaan?

Menurut saya menitis itu bukan karena ruhnya tidak atau belum sempurna karena tidak ada yang kan sempurna. Menitis itu karena jatahnya menitis. jadi memang waktunya menitis ya dititiskan kembali.

Apa mungkin Tuhan tidak mampu menciptakan manusia yang hebatnya seperti Wisnu sehingga Wisnu harus dititiskan kembali ke Kresna? itu tidak mungkin kan, tetapi kenyataannya Kresna titisannya Wisnu. Jadi menitis itu karena waktu dan waktu tersebut telah ditentukan Tuhan pada setiap Jiwa mau berapa kali menitis.

Boleh percaya boleh tidak Nabi Muhammad SAW telah dititiskan saat ini.

3. Hadi Setyono - September 11, 2008

Hmmm….mungkin ada benarnya. Tapi menurut saya ada bedanya antara yang menitis yang sudah mencapai kesempurnaan dengan yang belum. yang sudah mencapai kesempuraan menitis dalam rangka memperbaiki keadaan dunia, memelihara dunia dari keterpunahan dan memperbaiki keadaan bumi yang sudah meninggalkan ajaran kebaikan dan kebenaran. Berbeda dengan yang belum mencapai kesempurnaan, menitis dalam rangka memperbaiki kesalahan dimasa lampau, dan untuk belajar tentang kehidupan. Kalau Nabi Muhammad telah dititiskan saya kurang mempercayainya, karena Nabi Muhammad bisanya memberi syafaat untuk umat manusia terutama para pengikut setianya, jadi tidak menitis dalam wujud persona. Bahkan Imam Mahdi yang saya percayai juga titisan dewa wisnu dimasa mendatang yang sebelumnya menitis dalam wujud Buddha Maitreya bukan merupakan titisan Nabi Muhammad, walaupun membawa ajaran syariat Nabi Muhammad. Demikian :)

4. Siswenda - September 11, 2008

Assalamu’alaikum wr. wb.

Salam kenal buat Boss Eddy, dan juga para komentator : saptaws, someone, oleng, hadi adi, hadi setyono, dll.

Saya setuju bahwa ruh orang yang sudah meninggal masih bisa ditemui, karena saya sudah bisa bertemu dengan ruh orang-orang yang sudah meninggal walaupun cuma dalam mimpi, seperti bertemu dengan almarhum bapak saya, almarhumah istri saya, dll.

Dalam kesempatan ini pula, ijinkanlah saya bercerita tenteng pengalaman pribadi saya & mudah-mudahan Boss Eddy atau yang lainnya bisa memberi penafsiran (komentar) kepada saya, sbb :
Pada tahun 2001 di Solo, saya pernah bermimpi bahwa seluruh bintang di langit tunduk (sujud) kepada saya.
Selain mimpi tersebut, lalu ada kelanjutannya, saya juga pernah terbangun dari tidur karena mendengar suara yang sangat jelas sbb :”Suatu saat, kita akan disawang!!!”, tapi setelah saya terbangun saya merasa aneh, karena suara tersebut ternyata berasal dari diri saya sendiri.
Selain itu, saya juga mengalami peristiwa aneh lainnya, yaitu saya mencium wangi-wangian yang sangat kuat seperti minyak wangi hajar aswad selama 3 hari berturut-turut dalam waktu 10 menit.

Pada tahun 2006, di Karawang saya mimpi berada dalam keadaan fana bertemu dengan Api (Allah swt), Ruh Nabi Muhammad saw, dan para sahabatnya. Nabi saw kepada saya bersabda : “Sesungguhnya inilah saatnya,tapi silakan diambil sendiri.”

Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon petunjuknya kepada boss Eddy & yang lainnya. Segala kebenaran datangnya dari Allah swt, & jika ada kesalahan semata-mata dari diri saya pribadi. Saya mohon ampun kepada Allah swt. Mudah-mudahan taufik & rahmatNya selalu dicurahkan kepada kaum muslimin. Amin

Terima kasih, wassalam
Siswenda

5. eddycorret - September 11, 2008

Lam kenal juga.
Untuk mimpi bertemu Nabi Muhammad itu asli bertemu beliau sesuai sabda Nabi : Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa melihatku dalam mimpi, maka dia benar-benar telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak dapat menjelma sepertiku.”

Hadits ini dapat dilihat di http://hadith.al-islam.com/Bayan/Display.asp?Lang=ind&ID=1305

Untuk mimpi yang laen silahkan siapa yang bisa menafsirkan.

6. Clockwork Orange - September 11, 2008

Tidak ada yang mustahil bagi YANG TANPA BATAS!!!

7. someone - September 11, 2008

Buat mas Siswenda, menilik dari ceritanya para nabi kalau tidak salah Nabi Yusuf waktu menceritakan kepada Ayahnya (Yakub) kalo gak salah.. bahwa dia memimpikan bintang (planet) sujud kepada Yusuf waktu itu bisa jadi bahwa ke depannya mas Siswenda akan menjadi seorang pemimpin. Sedangkan tahun 2006 bermimpi bertemu dengan Ruh Nabi Muhammad SAW dkk (kalo Gusti Allah saya gak berani memastikan (dalam wujud Api tsb) dan mengatakan bahwa ini sudah saatnya, karena memang pada tahun tersebut Wahyu untuk itu dibukakan dari langit (mungkin).

8. saptaws - September 12, 2008

Salam Kenal Pula:

Comment:
“Seperti nya panjenengan terbebani akan mimpi2 tersebut”

Saran saja, semoga berkenan:
Lepaskan beban ingatan atau bahkan pikiran dari diri panjenengan,
karena: kalau mimpi2 tersebut merupakan penglihatan alam bawah sadar sejati yang artinya mempunyai makna “kanugrahan”, maka pasti akan disusul dengan petunjuk2 lain yang lebih konkret, mis: tiba2 ada sesorang yang belum penah dikenal datang dan memberikan sesuatu (perintah, benda, wejangan, dsb), atau disaat anda tidur anda bermimpi bahkan merasa sukma anda keluar dan melakukan sesuatu laku/latihan dsb, dan setelah bangun diesok hari segala yang anda pelajari/latih dalam mimpi sudah bisa dilakukan dikehidupan nyata……..mengingat waktu mimpi dari 2001 hingga 2006, jadi kalau?? itu memang betul dari Nya, maka sudah banyak “laku” yang harus/sudah anda lakukan….mengingat usia anda juga sudah beranjak senja

yang penting :
Sumeleh, sumarah, ibadah…. ngalir aja tanpa beban

karena bilamana ( maaf kalau tidak berkenan)…
anda sudah mempunyai suatu abstraksi berkaitan dengan mimpi tersebut dan menjadikan itu beban dan bahkan berwujud menjadi obsesi, maka justru kenyataanya tidak seperti yang anda bayangkan
sehingga menjadikan kekecewaan yang mendalam, dan itu pasti merugikan panjenengan

Kembalikan/pasrahkan saja segala sesuatu yang tidak kita ketahui kepada NYA, dan bila hal ini dilakukan dengan pasrah dan ikhlas yakinilah bahwa Tuhan akan memberi jalan/petunjuk yang paling tepat bagi anda

nuwun

9. Hadi Setyono - September 12, 2008

Kalau masalah mimpi sebenarnya merupakan petunjuk dari alam atas untuk disinkronkan dengan kehidupan nyata. Kemungkinan Anda memang patut memperjuangkan syariat Islam agar dapat tegak dimuka bumi ini. Oleh karena itu harus lebih mawas diri sejauh mana syariat islam telah tegak didalam diri Anda. Memang tahun-tahun kedepannya yang berlaku itu syariat Islam, bahkan menurut ramalan agama-agama lainnya akan musnah, tinggal agama Islam saja yang akan tinggal. Jadi jadikan mimpi itu sebagai petunjuk dan jangan sebaliknya terlalu terobsesi dengan mimpi-mimpi Anda. Seperti yang dianjurkan oleh saudara saptaws :)

Wassalam

10. hadisetyono - September 12, 2008


kenyataannya Kresna titisannya Wisnu

Dari hasil penelitian saya, Dewa Wisnu berenkarnasi sebanayak 10 kali, sebagai berikut:

1. MATSYA AVATAR (FISH)
2. KATCHYA AVATAR (TORTOISE)
3. VARAHA AVATAR (WILD BOAR)
4. NRUHSIMHA AVATAR (LION)
5. VAMANA AVATAR (DWARF)
6. PARASHURAM AVATAR
7. SHRI. RAMA AVATAR
8. SHRI. KRISHNA AVATAR (Kresna)
9. SHRI. BUDDHA AVATAR (Buddha Maitreya)
10. KALKI AVATAR (Imam Mahdi)

Jadi Kresna adalah reinkarnasi Dewa Wisnu yang ke-8. Diyakini Buddha Maitreya yang merupakan titisan dewa wisnu ke-9 adalah Satrio Piningit yang akan menjadi imam mahdi di Indonesia. Baru setelah itu Dewa Wisnu akan menitis lagi yang ke-10 menjadi Imam Mahdi. Berikut cuplikan ramalan kemunculan Buddha Maitreya yang merupakan titisan Dewa Wisnu yang ke-9:

Ayat yang meramalkan kemunculan Buddha Gautama adalah sebagai berikut (Bhagavata Purana, 1.3.24):

tataù kalau sampravåtte
sammohäya sura-dviñäm
buddho nämnäïjana-sutaù
kékaöeñu bhaviñyati

Terjemahan kata per kata dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Indonesia ayat tersebut adalah sebagai berikut :

tataù–sesudah itu; kalau—zaman Kali; sampravåtte—setelah terjadi; sammohäya—dengan maksud untuk mengelabui; sura—orang yang percaya kepada Tuhan; dviñäm—orang yang iri; buddhaù—Sang Buddha; nämnä—yang bernama; aïjana-sutaù—yang ibunya bernama Aïjanä; kékaöeñu—di Propinsi Gayä; bhaviñyati—akan terjadi

Kemudian, pada awal Kaliyuga, Tuhan akan muncul sebagai Sang Buddha, putra Anjana, di Propinsi Gaya, hanya dengan maksud mengelabui orang yang iri kepada orang yang setia dan percaya kepada Tuhan.

11. eddycorret - September 12, 2008

Oh iya.
Maap, hati-hati dengan mimpi bertemu Tuhan. Tidak ada satupun manusia yang bisa bertemu dengan Tuhan kecuali Tuhan sendiri yang menghendaki, tetapi itu di alam nyata. Sedangkan kalo di saat tidur yaitu dalam mimpi, boleh jadi itu bukan Tuhan, sekali lagi maap.

12. saptaws - September 13, 2008

Mas HADI……

Memang tahun-tahun kedepannya yang berlaku itu syariat Islam, bahkan menurut ramalan agama-agama lainnya akan musnah, tinggal agama Islam saja yang akan tinggal.

Ini ramalan atau obsesi????
Ramalan Siapa…..???Kitab2 apa??…..
tolong diinformasikan buat rekan2 biar pada belajar!!
kalau betul….
Kelak!! kasihan dengan yang beragama lain dong!!

nuwun

13. saptaws - September 13, 2008

Oh ya….lupa boleh ya nyambung…muaaf!

Asal jangan kitab CORET lho….
COcok digeRET…..hhe he

Salam

14. eddycorret - September 13, 2008

We
Corret huruf R na 2 om.

15. someone - September 13, 2008

Mengenai masalah Islam kita jangan memaknainya terlalu leterlek ala jaman Nabi dahulu an sich, karena tidak bisa dipungkiri kemajuan jaman dan teknologi ini juga sudah digariskan oleh-Nya. Jadi ya tetep maju ke depan lah yau, entar Islam dikira orang Arab semua.

Pada jaman akhir nanti Al’Quran akan hilang tulisannya, dimaksudkan hilang tulisannya adalah kiasan, bisa juga berarti bahwa apa-apa yang tertulis di Al’Quran sudah terbabarkan/ terwedarkan semua pengetahuannya. Sehingga sudah menjadi kebiasaan dan perilaku sehari-hari. Manusia sudah semakin sinergi dengan alam dan tingkah lakunya diusahakan selaras. Saking selarasnya sampai seorang bayi lahir pun bingung apakah dia hidup di dunia apa di surga. Tapi disitu tantangan terbesar umat manusia adalah Imannya, karena sudah dicurahkan kenikmatan diatas muka bumi ini.

Sebenarnya arti dari pada kata Islam adalah berserah diri, dan semestinya agama-agama yang berserah diri kepada-Nya dan berusaha selaras dengan Alam, ya termasuk ahli kitab. Diluar perbedaan disana-sini. Kalau menurut pendapat saya sih Al’Quran itu Kitab pembeda antara haq (benar) dan batil (salah), dan bersifat juga sebagai kitab Ilmu Pengetahuan yang memiliki makna mendalam. Sedangkan inti dari Sifat Gusti Allah sendiri (menurut temen saya neh) adalah dari kata Bismilahirohmanirohim, yang biasanya dibacakan di awal pada waktu ayat-ayat Al’Quran mau dibaca. Dimana artinya bahwa Gusti Allah itu Zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sehingga Cinta Kasih dan Kasih Sayang merupakan pondasi sifat dasar Alam Semesta ini.

Sehingga ke depannya menjelang pemilu, bagaimana memilih pemimpin ya pemimpin yang memiliki sifat dasar itu, dan memiliki perhatian kepada masyarakat berdasarkan kasih sayang. Dan semangat juangnya kepada masyarakat dilandasi atas nama Kepedulian dan kasih sayang juga. Seperti halnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW, menjelang meninggal selalu memikirkan umatnya sampai terucap seperti mengigau. Soekarno pendiri RI, pun memilih lebih baik dipenjara daripada menyebabkan Indonesia hasil perjuangan, masyarakatnya terpecah gara-gara pemberontakan dan ditahan TNI waktu itu. Itulah pemimpin sebenarnya … the Great Leader (Pemimpin Besar), besar karena selalu peduli kepada yang lain…. kepada masyarakat….

Sekali lagi sori kalo salah karena hanya oret2an dan utak-atik gatuk ala kadarnya dan sekenanya saja. Matur nuwun…….

16. eddycorret - September 13, 2008

Ikutan nimbrung.
Ada yang ndak suka ramalan Nostradamus ? boleh saja, tetapi dalam ramalan Nostradamus disebut bila kelak islam akan menang, tetapi juga ada ramalannya kelak islam akan kalah.

Yang perlu digarisbawahi bahwa kemenangan itu tidak selamanya. Suatu saat kelak pasti akan ada kekalahan. Demikian juga di Indonesia, menderita itu bukan selamanya, suatu saat kelak akan bahagia. Hanya masalah waktu saja.

17. siswenda - September 13, 2008

Alhamdulillah, terima kasih atas semua penafsiran mimpi & saran yang akan menambah pemahaman saya.

@Boss Eddycorret :
Maap, hati-hati dengan mimpi bertemu Tuhan.dst
komentar : Terima kasih atas peringatannya.
@clockwork orange
Tidak ada yang mustahil bagi YANG TANPA BATAS!!!
komentar : Terima kasih. Anda benar.
@mas someone :
Buat mas Siswenda, … bisa jadi bahwa ke depannya mas Siswenda akan menjadi seorang pemimpin…
komentar : Terima kasih, minimal saya sudah jadi pemimpin bagi diri saya sendiri.
@mas Saptaws :
“Seperti nya panjenengan terbebani akan mimpi2 tersebut”
Saran saya, semoga berkenan:
Lepaskan beban ingatan atau bahkan pikiran dari diri panjenengan,
… yang penting : Sumeleh, sumarah, ibadah…. ngalir aja tanpa beban…dst
komentar : Terima kasih atas petunjuknya. Insya Allah saya akan menjalankannya, sesuai kemampuan saya, karena saya sebagai hambaNya memang harus beribadah kepadaNya dengan ikhlash & tanpa menyekutukanNya sedikitpun.
@mas Hadi Setyono :
Kalau masalah mimpi sebenarnya merupakan petunjuk dari alam atas untuk disinkronkan dengan kehidupan nyata….
Oleh karena itu harus lebih mawas diri sejauh mana syariat islam telah tegak didalam diri Anda…
komentar : Terima kasih. Sebagai orang islam, saya memang harus menegakkan hukum-hukum Allah (syariat Islam), minimal terhadap diri saya sendiri.

Terima kasih,

18. eddycorret - September 13, 2008

:)

19. saptaws - September 15, 2008

Nah NOSTRADAMUS (14 Desember 1503 – 2 Juli 1566)
The BEST VIEWER!!! …………….
tentang putaran waktu
kira kira dengan CAKRA MANGGILINGAN bisa similar nggak ??

Mas Hadi……
“Memang tahun-tahun kedepannya yang berlaku itu syariat Islam, bahkan menurut ramalan agama-agama lainnya akan “musnah”, tinggal agama Islam saja yang akan tinggal.”

den mas Eddy
tetapi dalam ramalan Nostradamus disebut bila kelak islam akan menang, tetapi juga ada ramalannya kelak islam akan kalah.
apa?…anda meng AMIN i:
kelak islam akan menang =agama-agama lainnya akan”musnah”
atau sebaliknya??
Bukankah sekarang ini ISLAM juga sudah Menang…
Nah kalau menurut anda ( atau versi :Nostradamus) bagaimana waktunya?? Sudah menang atau belum??

Mari2 kembali ke kontexnya saja, walau ini media Kontrofersi! dan sah2 saja berkeyakinan ……he he

salam
tapi

20. eddycorret - September 15, 2008

Waduh.
Soal keyakinan bisa merepotkan nih. Saya berani berkomentar juga buat tulisan karena ada sumbernya. Bila udah masuk pada keyakinan ribet nih karena ndak sama keyakinan tiap orang.

Memang dalam Nostradamus ada kalimat tersebut cuma waktu tidak diketahui alias belum pasti. Apa memang sudah terjadi atau belum yang dikatakan Nostradamus tersebut.

Coba kita kembalikan ke mas HadiSetyono gimana fersi dia.

21. Hadi Setyono - September 16, 2008

Sumber saya dari buku Kisah Dajjal dan Turunnya Nabi Isa untuk membunuhnya, karya Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Disebutkan bahwa dakwah pada saat itu hanyalah islam. Jadi waktunya masih lama, karena menunggu waktu turunnya Nabi Isa kemuka bumi ini. Sebelumnya pun telah turun Imam mahdi, dan kemenangan Islam akan diperoleh ketika turun Nabi Isa, dimana pemerintahan Islam akan dipegang oleh Nabi Isa dan Imam Mahdi as.

Menurut salah satu buku islam (Jaber Belushi) kedatangan Imam Mahdi sekitar tahun 2015, dimana kemunculannya ditandai oleh sebuah komet yang bersinggungan dengan bumi dan menyebabkan cahaya merah dilangit yang dapat dilihat oleh penduduk bumi. Demikian ancer-ancer waktunya.


dalam ramalan Nostradamus disebut bila kelak islam akan menang, tetapi juga ada ramalannya kelak islam akan kalah

Menurut saya saat ketika Islam menang adalah saat kedatangan Imam mahdi dan diperkuat dengan turunnya Nabi Isa, sedangkan saat ketika islam akan kalah, ketika pasukan islam kocar-kacir oleh kedatangan Dajjal sebelum kedatangan Nabi Isa. Gimana menurut Mas Eddy ?

22. saptaws - September 16, 2008

Nah gitu …..jelas sehingga tidak menegakkan bulu kuduk….hii ngerri…
demikian pula saya bisa ikut belajar,
suerrr terima kasih buat mas Hadi atas infonya…..

Salam

23. eddycorret - September 16, 2008

Akhirnya.

24. someone - September 17, 2008

amien… daku jadi ikutan belajar juga matur nuwun….

25. Asep Suhendi / Putrinet - September 30, 2008

Taqobbalallahuminna waminkum
Washiyamana washiyamakum
Minal ‘Aidin walpaidzin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin 1 Syawal 1429 H

26. someone - September 30, 2008

Taqobbalallahuminna waminkum
Washiyamana washiyamakum
Minal ‘Aidin walpaidzin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin 1 Syawal 1429 H

27. eddycorret - September 30, 2008

Met Lebaran Semua.

28. Eugene Bougerou - Oktober 31, 2008

“Perlakuan-perlakuan demikian didasari harapan agar yang meninggal bisa selamat kembali kepada Tuhan dengan sempurna tanpa halangan berarti. Lantas apakah cara-cara itu benar semua? Belum tentu. Tidak semua cara yang digunakan untuk memulangkan jenazah itu benar semua, ada cara yang sepertinya tidak sesuai dengan kodrat manusia.”

*****************

Menswargakan/mengembalikan kunarpa (bangkainya pribadi) yang sempurna yah yang selaras dengan ketentuannya masing2 yaitu , dengan dikembalikannya semua anasir yang membentuk manusia ke dalam swarga dan maqamnya sendiri.Terkecuali bagi mereka yang mendapat hidayah dari Allah,dimana seluruh anasir dirinya dikembalikan kepada asalmula “adanya” yaitu ALLAH.Itulah yang disebut Racut atau Kamuskwan dimana manusia yang terdiri dari jiwa dan raga karena kurnia diperkenankan untuk kembali kepada sangkan paran (asal mula dan ketentuannya) sebagai dumadi (ciptaan).

Kematian orang biasa kaya kita2 ini idealnya disanepankan dalam cerita wayang dengan ANTAREJA dan GATOTKACA itu sebagai sanepan langit dan bumi,jiwa dan raga.Ruh kembali ke atas,raga kembali ke bumi.Nah 4 anasir raga setelah terurai sempurna kembali kepada bumi itulah yang akan kembali tumimbal lahir menjadi anasir raga mahkluk lainnya.Reinkarnasi itu berbicara mengenai Ruh,itu ga baik untuk dibahas,karena Ruh itu urusan Tuhan dan yg sungguh mengerti tidak mau membicarakannya dengan bahasa gamblang kecuali dengan sanepan2 dan suasana rahasia,karenya jaman dulu disebut NGELMU KLENIK,soal klenak klenik.Jadi memang ada baiknya reinkarnasi dibilang tidak ada aja supaya ga menimbulkan perdebatan panjang yg ga gunanya dan ga berkesudahan.Ruh baiknya juga dibilang ga ada saja,supaya yang matrealistis dan spiritualist bisa bersatu,ga cape2 debat kepanjangan.Karenaya Gotama juga dahulu tidak mau membahas soal TUHAN dan RUH,bukannya GA ADA seperti yang disangka umat buddha sekarang2 ini yg baru belajar kulitnya (teorinya),tapi yah susah mencari kata2 yg pas buat ngejelasinnya kepada orang2 kaya kita ini yang masih “gelap”.Dan Tumimbal lahir itu kita bicara mengenai anasir 4 sedangkan menitis kita bicara mengenai sari2nya darah merah dan darah putih!!.Buat gampangnya,antara tumimbal lahir,menitis dan reikarnasi itu….seperti putih telor,kuning telor dan rasanya telor….kulitnya apaan?.Kulitnya teorinya yg harsunya dibuang,jangan dimakan juga hihihihi……………

Ingatlah bahwa manusia terdiri atas tubuh fisik dan non fisik. Semua orang telah mengetahuinya bila tubuh fisik manusia tercipta dari tanah, karena asalnya dari tanah maka selayaknyalah bagi manusia yang meninggal untuk dikembalikan fisiknya ke tanah yaitu dengan cara dikubur ke dalam tanah.
Apabila tubuh fisik manusia yang telah meninggal dunia tidak dikembalikan ke tanah, ini berarti tidak sesuai dengan zat asal tubuh manusia terbentuk. Ingatlah bahwa segala sesuatu di alam ini mengikuti hukum keseimbangan. Untuk menyesuaikan dengan hukum keseimbangan, maka sebaiknya manusia yang meninggal dikembalikan ke asalnya yaitu tanah. Apabila tidak, maka akan menyalahi kodrat manusia sebagai makhluk yang tercipta dari tanah.

*******************

Raga ini tercipta dari 4 anasir ayitu tanah,api,air,angin.Bagi mereka yg menganut kebudayaan hidup yang bersifat ARIS tentu mempunyai tradisi untu dibakar jasmaninya karena memang kebudayaan aris berasal dari kebudayaan dewata yang tercipta dari API..Karena anasir API dari para RAS Keturunan DEWATA itu lebih kuat daripada anasir lainnya karenanya terkadang berwatak sombong dan kerap mengaku-aku walau terkadang sangat halus tidak ketara tergantung tinggi rendah tataran batinnya masing2.Dan sekalipun dikembalikan kepada Api tetapi setelah dibakar itu abu jenazah biasanya dilarung ke sebuah sungai atau samudra sebagai tanda dikembalikannya juga kepada anasir air terbawa angin yang lalu tenggelam dan bersatu dengan anasir bumi jadi sama saja sebenarnya cuma memalui proses yang berbeda karena memang garis kadewatan dan garis kamanungsan itu berbeda proses terjadi dan evolusinya.

Berbeda dengan mereka yg menganut kebudayaan hidup semit arab, karena memang anasir bumi mereka lebih kuat daripada anasir hidup lainnya,karenanya mempunyai tradisi dikembalikan kepada bumi karenanya golongan mereka lebih mampu menghayati kerendahan hati yaitu sujud dihadirat Tuhannya tanpa perlu mengerti Kawruh Spitirual yang rupa2 dan aneh2 cukup percaya bahwa DIA itu ada dan manusia wajib melakukan bhakti padaNya dan suatu saat kela jika diperkenankan tentu dimengertikan dengan sendirinya mengenal Kegaiban Alam dan Kegaiban Tuhan..
Karenanya dewa dan buddhisatwa setinggi apapun ketika hendak mencapai tingkat kasampurnan tertinggi itu haruslah menjelma di dunia manusia ini yang memiliki anasir bumi sangat kuat sehingga mereka bisa dengan lebih mudah mengalahkan Warana Maya Keakuan dengan menghayati sifat bumi (ibu dan perempuan) yaitu Sujud,hanya sekedar menerima dan mengikuti KERENDAHAN HATI!!!.2 Kebudayaan hidup itulah yang diceritakan dalam dongeng sanepan ala Ronggowarsito yaitu Nasa & Nara,Anwar dan Anwas.

Kenapa seorang Siddharta Gotama yang mempunyai 32 (tanda roda cakra ditelapak tangan dan telapak kakinya dsbnya) ciri tubuh Mahapurusha (Manusia Sempurna) dan lahir dengan sungsang alias kaki dahulu menapak bumi sebagai tanda bahwa Bumi itu berada ditelapak kakinya,itu sampai setengah mati bertapa selama 6 tahun tanpa pernah mendapat petunjuk apa2 mengenai Penerangan Sempurna yang dia cari???.Padahal dikatakan bahwa pertapaan dan laku penyiksaan diri yang dilakukan oleh Siddharta adalah pertapaan yang terhebat,terberat dan paling ngeri dari semua laku pertapaan yang pernah dilakukan oleh manusia2 lainnya.
Karena siddharta adalah bergaris manusia dan dewa. bergaris ARYA sehingga pembawaan Anasir Maya keakuannya begitu kuat,tinggi dan sangat halus sekali sehingga sulit untuk ditaklukkan.Karenanya disanepankan beliau terlahir dari seorang IBU yang bernama RATU MAHAMAYA!!!.

Di Jawa sini unsur kadewatan dan kamanungsan itu sudah lebur menjadi satu sebagai pribadinya para keturunan Trah Nuswantara semenjak dahulu kala,karenanya kadang yah kita ini juga mempunyai anasir maya keakuan yang sangat kuat dan kerap berwatak sombong,tinggi dan kerap mengaku-aku dihadapan Kuasa Langitan (wakakaka……….jadi malu nih)…tetapi juga bisa berlaku andap asor karena emang didalam diri kita itulah TEMPURAN kedua aliran besar yaitu Dewa dan Manungsa.Nah kiamat yang terjadi dimasa dahulu, jaman nuswantara kuna dimana dahulu disinilah PUSAT KEBUDAYAAN HIDUP DUNIA, itu dikarenakan kita2 ini tidak seimbang,terlampau memuja unsur kedewatannya sehingga APINYA BERKOBARRRRR menjadi takabur,sombong.lupa daratan dan tempatnya berpijak sampai2 “api:” itu harus dipadamkan oleh AIR BAH sehingga benua besar itu sebagian tenggelam ke “dunia orang mati” he he he….

Kalo jaman sekarang ini,yang terjadi di Nuswantara bukan anasir dewanya yg berkobar yaitu “terlihat baik,utama,halus tetapi sebenarnya sombong dan mengaku-aku paling benar,paling tahu.paling suci dan paling mengerti” (wakakaka…..suka jadi malu nih hihihi) ;melainkan anasir syetoniah tingkatan paling rendah yaitu jahat,jahiliyah,busuk hati,kejam,nista tetapi anehnya juga sombong dan mengaku paling benar dan paling suci sendiri hehehe….. ………karenanya jika mau dimurnikan tidak bisa dengan air tok,tetapi mesti dengan Air dan Api juga……….

Banyak yang berfikir bila jenazah tidak diurus dengan upacara tertentu maka tidak akan kembali kepada Tuhan. Ini pengertian yang aneh mengingat orang yang telah mati, tubuh fisiknya sudah tidak ada gunanya lagi dan tidak terpakai. Tidak mungkin fisik akan kembali kepada Tuhan karena fisik tidak dari Tuhan tetapi diciptakan Tuhan dari tanah. Silahkan saja diperiksa di makam-makam, orang yang mati masih ada tulangnya disana. Jadi ndak mungkin fisik ini akan kembali kepada Tuhan setalah mati.

************

Raga ini memang berasal dari anasir bumi yang dimakan oleh orang tua kita,tapi bumi dan orang tua kita itu pada awal kejadian berasal dari mana dan yang mencipta itu siapa?.

Dalam Idealnya memang,Manusia mati itu Kembali kepada Tuhan tapi dalam kenyataan yah tidak seindah itu,tapi memang kita ini semua sedang dalam proses berjalan untuk kembali kepadaNYa suatu saat kelak,entah kapan hehehe……..
meninggal dunia menurut idealnya yah meninggal “KAN” dunia sini,tapi kenyataannya,ga semuluk itu,karena banyak yang sudah meninggal dunia tapi belum meninggal”kan” dunia ini alias masih klambrangan disini.
Selama masih bergantung dan terikat kepada bumi ini karena membutuhkan makanan yang berasal dari sari2 bumi sini maka kalau melompat,tentu jatuh dan ditarik bumi dan ketika mati marani bumi dan tentunya akan kembali ke bumi sini karena dalam kenyataannya itulah asal kita karena kita dihidupi oleh Bumi ini. Sekalipun seseornag dikata bisa terbang dengan raga2nya dikarena kan menguasai anasir angin tetapi tetap tidak bisa lepas dari anasir dunia sini,selama semasa hidupnya masih hidup bergantung dan terikat bumi,maka tentu suatu saat akan jatuh dan kembali lagi ke sini!!!.
Berbeda dengan para Nabi dan Utusan yang dikata ” Asal dari Allah dan kembai kepada Allah”,itu idealnya,puncaknya,akhir tujuannya, tapi belum tentu kita bisa langsung begitu.Tapi kita semuanya sedang berjalan kepada proses kembali kepadaNya melalui jalan yang khas bagi masing2 orang ,entah kapan nyampainya hehehe. ………………

29. eddycorret - November 1, 2008

Sama saja.
Kalo kembali menyatu ke Tuhan maka syurga ndak akan dihuni alias kosong. Buang saja ke sampah syurga-Nya bila semua menyatu lagi dengan Tuhan. Namanya juga ndak dipakai.

30. Firaun - November 1, 2008

wakakaka……….surga itu kan hotel buat mereka2 yg belum kembali boss……kaya dari alas purwo aja mau ke jakarta sana kan ada yg nginep dulu di Trowulan,soalnya “bensinnya” ga cukup banyak hehehe……….

31. someone - November 2, 2008

Hehehehe….
embuh yah…. apa bener ilmu tertinggi (denger2) itu kalo Allah sudah ridlo dan manusia sebagai makhluk ridlo atas ketentuannya. Jadi Allah dan insan pun sama2 ridlo? Tanya neh….

32. eddycorret - November 2, 2008

Sekarang coba sapa yang bisa jawab :
Kira-kira Nabi Muhammad SAW, Nabi Isa as dan nabi lainnya pada akhirnya kelak akan mausk syurga ato menyatu kembali kepada Tuhan ?

33. Kadang Sinarawedi - November 2, 2008

Wah mas someone lagi2 jitu katanya,
menarik diri ini untuk senantiasa turun kebawah,dan tidak melupakan kakinya berpijak,yaitu bumi ini,kesederhanaan didalam pikiran dan laku perbuatan,dengan kalimat2 dan pengertian2 yg sederhana tetapi sifatnya sungguh MELIPUTI……………hehehe,matur nuwun!.
Gunanya saudara dan sahabat yah itu :)

34. dAVE mUSTAINE - November 3, 2008

32. eddycorret – Nopember 2, 2008

Sekarang coba sapa yang bisa jawab :
Kira-kira Nabi Muhammad SAW, Nabi Isa as dan nabi lainnya pada akhirnya kelak akan mausk syurga ato menyatu kembali kepada Tuhan ?

***********

wah si boss sih nanyanya yg kaga2…….itu mah urusan Tuhan boss ….jgn tanya sama orang,tanya sama Tuhan sana hehehe….

35. Pengamat Satria - November 4, 2008

Gua percaya kebangkitan badan. Maka nanti kalau Allah menganugerahkan kepada gua badan yang baru gua pengen hidup berjuta-juta tahun dulu di surga baru kembali kepada Tuhan.

eddycorret - Desember 29, 2008

Makasih
Buat siapa saja atas komentar-komentarnya :)


Sorry comments are closed for this entry