Satrio Piningit
Ada yang sejati juga palsu
Untuk membedakannya, harus dengan rumus.

Pada tahun 2006 tepatnya setelah peristiwa meletusnya gunung merapi di jogjakarta yang laharnya mengarah ke Barat Daya, maka mulai saat itu orang teringat dengan naskah-naskah leluhur yang membicarakan tentang kedatangan Ratu Adil. Orang Jawa khususnya kemudian mempercayai begitu saja isi naskah-naskah tersebut.

Satrio Piningit calon Ratu Adil sudah ada bahkan telah menjadi sosok pemuda. Beberapa kalangan menyebut Satrio Piningit akan muncul menjelang PilPres 2014, tetapi ada juga kalangan yang meyakini Satrio Piningit akan muncul menjelang PilPres 2009. Mengapa bisa beda-beda keyakinan akan kemunculannya tersebut ?

Jawabnya karena keyakinan akan sosok Satrio Piningit setiap orang tidak sama. Perbedaan keyakinan ini cenderung dipicu oleh munculnya banyak sosok-sosok Satrio Piningit dimana-mana tersebar di Pulau Jawa bahkan di luar Jawa. Ingatlah bahwa Satrio Piningit sejati itu hanya 1, sementara yang palsu bisa puluhan bahkan ratusan.

Adanya fenomena menarik ini, maka dibutuhkan sebuah cara untuk membedakan mana yang sejati dan mana yang palsu. Caranya yaitu menggunakan rumus yang akurat tentunya dari sumber yang terpercaya. Salah satu sumber terpercaya yaitu Ugo Wangsit Siliwangi. Ada rumus yang sangat akurat yang bisa diambil dari naskah tersebut. Dalam kalimat terakhirnya Siliwangi menyebut :

Ugo Wangsit Siliwangi
Ratu siapa? dari mana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu.

Kata “nanti” dalam kalimat di atas, bila ditelusuri dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengandung arti yaitu waktu yang tidak lama dari sekarang, waktu kemudian, bisa juga berarti kelak.

Sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia, oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Balai Pustaka, edisi ke 3 tahun 2007. Halaman 774.

Dari arti kata di atas , maka kata “nanti” yang disebutkan dalam Ugo Wangsit Siliwangi bisa diambil pengertian :
1. Kata “nanti” diartikan sebagai saat dimana Satrio Piningit sejati muncul dan beraksi membawa Indonesia menuju zaman Kalasuba.

Tetapi bila dikaitkan dengan kalimat lain dalam Ugo Wangsit Siliwangi yang berbunyi “lalu mereka mencari anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!”

Maka kata tersebut masih belum berlaku. Hal ini disebabkan ketika Satrio Piningit telah muncul, rupanya dia masih ingin bersembunyi yaitu di Lebak Cawéné dan yang berhasil ditemukan baru rumahnya saja. Apabila Satrio Piningit sudah muncul beraksi membenahi negri ini, tetapi dia masih juga bersembunyi, berarti kata tersebut masih harus ditafsirkan lagi. Untuk itu kata “nanti” bisa diartikan untuk yang kedua.

2. Kata “nanti” diartikan sebagai saat dimana Satrio Piningit sejati telah muncul dan memperkenalkan dirinya juga bisa ditemui langsung oleh siapa saja. Sepertinya pengertian ini lebih cocok untuk menterjemahkan kata “nanti” tersebut. Satrio Piningit tidak akan selamanya beraksi secara sembunyi-sembunyi, kelak dia akan muncul dan dekat dengan masyarakat. Nah saat itulah yang dimaksud dengan “nanti” oleh Ugo Wangsit Siliwangi.

Dari kalimat menarik yang disebutkan dalam Ugo Wangsit Siliwangi yaitu “Tapi ratu siapa? dari mana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu”. Maka dapatlah dibuat beberapa rumus untuk membedakan mana Satrio Piningit sejati dan yang mana Satrio Piningit palsu. Rumusnya sebagai berikut :

Rumus Satrio Piningit Palsu
SP + telah ditemukan + saat ini = SP palsu
SP + telah diketahui ada di sebuah daerah di Jawa + saat ini = SP palsu
SP + telah diketahui ada di luar Jawa + saat ini = SP palsu
SP + ada di Lebak Cawéné + saat ini = SP palsu
SP + ngaku-ngaku dan atau promosi + saat ini = SP palsu
SP + dijaga paranormal/orang sakti/ yang lainnya + saat ini = SP palsu
SP + sudah sakti + saat ini = SP palsu

Bandingkan antara rumus di atas dengan di bawah ini.

Rumus Satrio Piningit Sejati
SP sejati = belum diketahui asalnya + saat ini
SP sejati = belum diketahui rumahnya + saat ini
SP sejati = belum diketahui dimana + saat ini

Siliwangi menyebutkan kelak kita akan mengetahui siapa Ratu Adil sejati. Bukan hanya itu juga akan diketahui dari mana asalnya. Akan tetapi Siliwangi menyebutkan kata “nanti”. Semua orang telah mengetahui arti kata tersebut, bahkan anak-anak kecil dan anak usia SD juga mengerti kata itu.

Kata “nanti” berarti bukan saat ini. Kata “nanti” bukan sekarang. Kata “nanti” ini terkait dengan label Ratu Adil sebagai Satrio Piningit. Artinya memang dia akan tetap piningit (tersembunyi) sampe “nanti” tiba waktunya bagi dia untuk muncul di tengah-tengah masyarakat.

Anda mungkin pernah mendengar seseorang mengatakan bila Satrio Piningit ada di suatu daerah di Jawa maupun luar Jawa bahkan luar negri. Katike ditanya info tentang dia, orang tersebut tidak menjawabnya dengan alasan piningit yaitu masih harus disembunyikan.

Apapun alasannya apabila ada orang yang telah menemukan Satrio Piningit saat ini, dipastikan sosoknya adalah yang palsu. Mengapa demikian, karena tidak sesuai dengan Ugo Wangsit SIliwangi yang menyebutkan kata “nanti” kalian juga akan tahu yang artinya bukan saat ini.

Dengan adanya kalimat tersebut dalam Ugo Wangsit Siliwangi yang sederhana dan bisa dijadikan sebagai rumus untuk menentukan Satrio Piningit, maka dipastikan saat ini (belum waktunya muncul) belum ada yang mengetahui dimana Satrio Piningit sejati berada.

Diprediksi Satrio Piningit sejati saat ini masih manusia biasa seperti manusia pada umumnya. Belum memiliki kekuatan atau kesaktian seperti yang dimaksud dalam Jongko Joyoboyo. Meskipun belum sakti, mungkin dia sudah mengetahui bahwa dirinya calon Ratu Adil.

Oleh karena “saat ini” Satrio Piningit sejati masih sama dengan manusia pada umumnya maka dia bebas bergerak ke mana saja di tengah-tengah orang tanpa disadari oleh orang-orang sekitarnya bahwa dialah calon Ratu Adil sejati. Sehingga “saat ini” pula dia bebas dibentuk dan dicetak oleh Sang Pencipta tanpa ada yang akan merusak hasil cetakan-Nya.

Kontrofersi, Senin 15 September 2008
Eddy Corret.

About these ads