Malam Lailatul Qadar
Banyak yang pesimis mengetahuinya.
Padahal ada tanda-tanda yang nyata akan kehadirannya.

Lailatul Qadar merupakan sebuah peristiwa penting yang terjadi pada bulan Romadhon. Pentingnya malam tersebut karena pada malam itu Malaikat Jibril bersama malikat lainnya turun ke bumi atas izin Tuhan untuk mengurus segala urusan di bumi. Apabila kita beribadah pada malam Lailatul Qadar, maka ibadah kita akan dinilai sama dengan ibadah selama seribu bulan.

Banyak orang beranggapan bahwa kehadiran malam Lailatul Qadar tidak dapat diketahui waktunya. Memang dalam hal waktu yang belum terjadi akan sulit untuk dipastikan kejadiannya. Manusia hanya bisa menduga-duga, memprediksi atau memperkirakan dan hanya itu-itu saja tiada yang lainnya.

Oleh karena untuk mengetahui sesuatu yang akan datang dirasa begitu sulit, maka langkah yang terbaik untuk dilakukan adalah mengetahui sesuatu setelah dia datang. Dalam hal ini Lailatul Qadar apabila memang ternyata telah datang, tentunya bisa diketahui dan juga bisa dibuktikan kehadirannya. Lantas bagaimana caranya ?

1. Al-Qur’an tidak memberitahukan waktu turunnya Lailatul Qadar.
Di dalam Al-Qur’an surat Al-Qadr ayat 1 sampe 5 disebutkan “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. Demikianlah Surat Al-Qadr, merupakan surat yang paling pas untuk peristiwa Lailatul Qadar.

Namun baik dalam surat Al-Qadr maupun di surat-surat lainnya, tidak ditemui satu ayatpun yang menyebutkan waktu turunnya Lailatul Qadar. Hal ini mengindikasikan bila Tuhan menginginkan agar manusia berusaha sendiri untuk dapat memperhitungkan waktu turunnya Lailatul Qadar tersebut. Oleh karena tidak ditemukan dalam Al-Qur’an, maka sebaiknya kita tengok dalam Hadits.

2. Hadits yang membicarakan waktu turunnya Lailatul Qadar.
Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW menyebutkan mengenai Lailatul Qadar, yaitu : “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon” (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).

Sebagaimana kita ketahui bahwa Lailatul Qadar hanya datang sekali saja dalam setahun di setiap bulan puasa. Meskipun hanya setahun sekali, sepertinya Nabi SAW tidak memberikan waktu yang lebih khusus. Penyebutan malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan puasa menunjukkan bahwa kita disuruh untuk mencarinya di waktu-waktu tersebut dan bukannya 1 waktu saja.

3. Kunci mendapatkan Lailatul Qadar.
Banyak orang yang beraktifitas dengan cara-cara mereka sendiri yang diyakini dapat mengantarkan untuk memperoleh Lailatul Qadar. Ibadah yang dilakukanpun bermacam-macam, bisa i’tikaf, sholat, tadarus, zikir, doa, merenung dan sebagainya menurut keyakinannya sendiri-sendiri akan keutamaan ibadah tersebut.

Memang tidak salah dengan apa yang dilakukan kebanyakan orang-orang tersebut dalam berbagai caranya untuk bisa mendapatkan pahala di malam Lailatul Qadar. Hal tersebut didasari oleh pengertian bahwa ibadah apapun yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar maka pahalanya akan dilipatgandakan seperti ibadah selama 1000 bulan.

Tetapi ingatlah bahwa yang diturunkan pada malam Lailatul Qadar itu Al-Qur’an, beberapa Ulama memberitahukan sebagai Ruh Al-Qur’an. Maka ibadah yang paling cocok dilakukan adalah membaca Al-Qur’an. Hal ini akan sesuai antara Ruh Ibadah yang dilakukan dengan Ruh Lailatul Qadar tersebut.

Logikanya begini, hati manusia tidak ada bedanya dengan rumah. Maka segala hal yang menjadi bagian dari rumah tersebut haruslah dihiasi dengan Al-Qur’an. Seperti dindingnya bertuliskan ayat Al-Qur’an, ruang-ruang dalam rumah juga bertuliskan ayat Al-Qur’an dan sebagainya sehingga cahaya Al-Qur’an memancar dari dalam rumah tersebut.

Sebagai langkah yang paling tepat untuk menghiasi dan mewarnai dalam hati dengan Al-Qur’an, maka kunci utamanya yaitu dengan membaca Al-Qur’an. Dengan terus-menerus membaca Al-Qur’an setiap hari apalagi dimulai sejak hari pertama puasa maka otomatis hati kita akan terhiasi oleh Al-Qur’an.

Setelah hati ini sebagai rumah telah terhiasi oleh indahnya Al-Qur’an, maka tamu Ruh AL-Qur’an yang akan hadir pada malam Lailatul Qadar otomatis akan mudah mengenali rumah hati kita dan tidak akan segan-segan untuk memasukinya bahkan telah dianggap seperti rumah sendiri.

Apabila hal tersebut terjadi maka kita akan berhasil mendapatkan Lailatul Qadar. Jadi kuncinya memang harus dengan Al-Qur’an, namanya saja malam diturunkannya AL-Qur’an. Untuk itu ibadah yang paling tepat dan cocok yaitu membaca Al-Qur’an.

4. Pengertian orang mengenai Lailatul Qadar.
Sumber-sumber yang membicarakan mengenai malam Lailatul Qadar, semuanya tidak memberitahukan dengan jelas di malam ke berapa pada bulan puasa Lailatul Qadar akan diturunkan. Meskipun dari beberapa hadits menyebut Lailatul Qadar biasanya turun pada 10 malam ketiga bulan puasa. Namun juga tidak bisa dipastikan tepatnya.

Tidak adanya kepastian tersebut membuat para pencari Lailatul Qadar mengambil sikap sendiri-sendiri. Ada yang serius menanti pada setiap malam pada bulan puasa terutama 10 hari terakhir. Ada juga yang hanya setiap malam 10 hari terakhir bulan puasa saja. Tetapi juga tidak sedikit yang pesimis untuk mencarinya bahkan menyerah merasa tidak akan bisa memperolehnya.

Keadaan orang yang berbeda-beda tersebut memunculkan pertanyaan, benarkan lailatul Qadar sulit untuk diketahui kedatangannya? Jawabnya tidak. Ingatlah bahwa Lailatul Qadar dihadirkan Tuhan pada saat yang khusus dan tidak umum. Karena waktunya khusus tentunya bisa diketahui kehadirannya.

Lailatul Qadar waktu turunnya yaitu di bulan puasa, lebih spesifik lagi pada 10 hari terakhir bulan puasa. Lebih spesifik lagi pada malam ganjil di 10 hari terakhir bulan puasa. Dan lebih spesifik lagi pada tengah malam sebelum subuh pada malam ganjil di 10 hari terakhir bulan puasa. Jadi ada diantara 5 hari saja, tuh kan waktunya khusus.

Oleh karena waktunya khusus yaitu pada tengah malam diantara 5 malam ganjil sebelum lebaran, maka bila kita memang serius ingin mendapatkan Lailatul Qadar seharusnyalah kita bersemangat cuma 5 malam saja. itupun juga tidak setiap hari tetapi cuma malam-malam ganjil saja.

Sekarang kembali kepada diri kita masing-masing, mau tidak mendapatkan pahala dari ibadah kita pada malam Lailatul Qadar yang nilai ibadahnya sama dengan beribadah selama seribu bulan. Apabila tidak mau ya silahkan. Tetapi bila mau, persiapkan diri sebaik-baiknya dan semoga berhasil.

5. Fenomena Alam Lailatul Qadar.
Manusia hanya berusaha dan Tuhanlah yang akan memutuskan berhasil tidaknya usaha manusia tersebut. Usaha telah dilakukan sedemikian rupa dan serius tetapi hasilnya tidak menggembirakan. Janganlah menyerah dan putus asa, tetaplah terus berusaha sekuat tenaga kelak akan diperoleh juga hasilnya.

Mengenai cara mengetahui malam Lailatul Qadar, banyak yang menyerah dan putus asa tidak akan berhasil mengetahui kehadirannya sehingga tidak bersemangat untuk mencarinya. Tidak sedikit pula yang terus berusaha mengetahuinya diiringi dengan ibadah-ibadah yang diyakini dapat mengantarkannya pada keberhasilan meraih Lailatul Qadar.

Ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti ada tanda-tandanya. Contohnya orang yang diserang penyakit akan diketahui tanda-tandanya penyakit jenis apa yang telah hadir dalam tubuh orang itu. Tetapi selain itu juga akan diketahui dampaknya juga akibat kedatangan penyakit tersebut.

Demikian juga dengan malam Lailatul Qadar, ada peristiwa tertentu yang bisa dijadikan sebagai tanda kehadirannya. Tetapi sepertinya banyak yang menyerah juga untuk melacak tanda-tanda kehadirannya sebelum Lailatul Qadar itu datang. Solusi dari masalah ini adalah mengetahui tanda-tanda kehadirannya sesudah Lailatul Qadar itu datang.

Tanda sesudahnya bahwa Lailatul Qadar itu telah datang sepertinya tidak begitu diperhatikan orang, padahal tanda tersebut begitu nyata dan alami. Anak kecil juga anak usia SD bisa melihat tanda tersebut. Tandanya yaitu bumi dan alam memunculkan fenomena yang indah pada pagi hingga siang setelah malamnya turun Lailatul Qadar.

langsung saja silahkan anda lihat matahari terbit di ufuk timur pada pagi hari sekitar pukul 06.00 sejak puasa hari ke 21 hingga puasa hari ke 29. Apabila anda melihat pada suatu pagi, matahari terbit di ufuk timur terlihat berbeda dengan hari-hari biasanya, maka itu tandanya pada malam hari sebelum pagi itu merupakan malam Lailatul Qadar.

Silahkan anda buktikan sendiri dengan menyaksikan fenomena alam tersebut yang hanya sekali dalam setahun. Apabila malam harinya merupakan malam Lailatul Qadar atau malam seribu bulan dimana Malaikat Jibril dan malaikat lainnya turun membawa Ruh Al-Qur’an ke bumi ini, dipastikan pada pagi harinya akan muncul fenomena alam yang begitu indah dipandang mata siapapun.

Fenomena alamnya yaitu :
Pertama, Pada pagi hari matahari akan terbit di ufuk timur warnanya merah orange dan ukurannya bulat penuh. Berbeda dengan hari-hari biasanya, pada pagi itu mata kita tidak akan silau menatap sang fajar sedang muncul dari bawah perlahan-lahan ke atas terlihat di ufuk timur jauh sana. Bahkan ada rasa senang untuk melihatnya bersinar.

Kedua, Matahari akan disambut oleh gumpalan-gumpalan awan bertebaran di langit. Fenomena gumpalan-gumpalan awan ini dapat disaksikan hingga datangnya waktu Sholat Dhuhur. Akan tetapi bila tidak mendung maka fenomena tersebut dapat disaksikan lebih lama lagi hingga menjelang waktu Sholat Asar tiba.

Silahkan anda buktikan sendiri data tersebut. Ingat, peristiwa itu hanya terjadi satu kali dalam satu tahun dan sekali dalam bulan puasa. Peristiwa itu tidak akan terjadi di bulan-bulan lain selain puasa juga tidak akan terjadi bila malamnya Lailatul Qadar belum terjadi. Jadi jangan sampe ketinggalan menyaksikan bukti indahnya ciptaan Tuhan.

Catatan :
Pada hari minggu tanggal 21 September 2008 merupakan puasa hari ke 21 bagi yang memulai puasanya pada tanggal 1 September 2008. Keadaan pada pagi harinya tidak nampak beda dengan hari-hari sebelumnya. Matahari terbit seperti biasa dan tidak terlihat lain dari biasanya. Demikian juga awan disekitarnya juga tidak menunjukkan adanya perbedaan.

Dengan demikian bisa diambil kesimpulan bahwa Lailatul Qadar tidak turun pada malam ke 21 puasa di bulan Romadhon tahun 2008 ini. Selanjutnya mari kita coba perhatikan suasana pagi hari di puasa hari ke 23 / hari ke 25 / hari ke 27 dan hari ke 29.

Dengan adanya fenomena alam Lailatul Qadar, maka mistery waktu turunnya malam Lailatul Qadar telah terkuak dan tidak lagi menjadi rahasia. Fenomena menarik ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi kita untuk mencari kembali Lailatul Qadar di bulan puasa tahun-tahun berikutnya.

Kontrofersi, Senin 22 September 2008
Eddy Corret.

About these ads