Cara Mengetahui Malam Lailatul Qadar

Posted: September 22, 2008 in Artikel
Tag:, , , ,

Malam Lailatul Qadar
Banyak yang pesimis mengetahuinya.
Padahal ada tanda-tanda yang nyata akan kehadirannya.

Lailatul Qadar merupakan sebuah peristiwa penting yang terjadi pada bulan Romadhon. Pentingnya malam tersebut karena pada malam itu Malaikat Jibril bersama malikat lainnya turun ke bumi atas izin Tuhan untuk mengurus segala urusan di bumi. Apabila kita beribadah pada malam Lailatul Qadar, maka ibadah kita akan dinilai sama dengan ibadah selama seribu bulan.

Banyak orang beranggapan bahwa kehadiran malam Lailatul Qadar tidak dapat diketahui waktunya. Memang dalam hal waktu yang belum terjadi akan sulit untuk dipastikan kejadiannya. Manusia hanya bisa menduga-duga, memprediksi atau memperkirakan dan hanya itu-itu saja tiada yang lainnya.

Oleh karena untuk mengetahui sesuatu yang akan datang dirasa begitu sulit, maka langkah yang terbaik untuk dilakukan adalah mengetahui sesuatu setelah dia datang. Dalam hal ini Lailatul Qadar apabila memang ternyata telah datang, tentunya bisa diketahui dan juga bisa dibuktikan kehadirannya. Lantas bagaimana caranya ?

1. Al-Qur’an tidak memberitahukan waktu turunnya Lailatul Qadar.
Di dalam Al-Qur’an surat Al-Qadr ayat 1 sampe 5 disebutkan “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. Demikianlah Surat Al-Qadr, merupakan surat yang paling pas untuk peristiwa Lailatul Qadar.

Namun baik dalam surat Al-Qadr maupun di surat-surat lainnya, tidak ditemui satu ayatpun yang menyebutkan waktu turunnya Lailatul Qadar. Hal ini mengindikasikan bila Tuhan menginginkan agar manusia berusaha sendiri untuk dapat memperhitungkan waktu turunnya Lailatul Qadar tersebut. Oleh karena tidak ditemukan dalam Al-Qur’an, maka sebaiknya kita tengok dalam Hadits.

2. Hadits yang membicarakan waktu turunnya Lailatul Qadar.
Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW menyebutkan mengenai Lailatul Qadar, yaitu : “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon” (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).

Sebagaimana kita ketahui bahwa Lailatul Qadar hanya datang sekali saja dalam setahun di setiap bulan puasa. Meskipun hanya setahun sekali, sepertinya Nabi SAW tidak memberikan waktu yang lebih khusus. Penyebutan malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan puasa menunjukkan bahwa kita disuruh untuk mencarinya di waktu-waktu tersebut dan bukannya 1 waktu saja.

3. Kunci mendapatkan Lailatul Qadar.
Banyak orang yang beraktifitas dengan cara-cara mereka sendiri yang diyakini dapat mengantarkan untuk memperoleh Lailatul Qadar. Ibadah yang dilakukanpun bermacam-macam, bisa i’tikaf, sholat, tadarus, zikir, doa, merenung dan sebagainya menurut keyakinannya sendiri-sendiri akan keutamaan ibadah tersebut.

Memang tidak salah dengan apa yang dilakukan kebanyakan orang-orang tersebut dalam berbagai caranya untuk bisa mendapatkan pahala di malam Lailatul Qadar. Hal tersebut didasari oleh pengertian bahwa ibadah apapun yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar maka pahalanya akan dilipatgandakan seperti ibadah selama 1000 bulan.

Tetapi ingatlah bahwa yang diturunkan pada malam Lailatul Qadar itu Al-Qur’an, beberapa Ulama memberitahukan sebagai Ruh Al-Qur’an. Maka ibadah yang paling cocok dilakukan adalah membaca Al-Qur’an. Hal ini akan sesuai antara Ruh Ibadah yang dilakukan dengan Ruh Lailatul Qadar tersebut.

Logikanya begini, hati manusia tidak ada bedanya dengan rumah. Maka segala hal yang menjadi bagian dari rumah tersebut haruslah dihiasi dengan Al-Qur’an. Seperti dindingnya bertuliskan ayat Al-Qur’an, ruang-ruang dalam rumah juga bertuliskan ayat Al-Qur’an dan sebagainya sehingga cahaya Al-Qur’an memancar dari dalam rumah tersebut.

Sebagai langkah yang paling tepat untuk menghiasi dan mewarnai dalam hati dengan Al-Qur’an, maka kunci utamanya yaitu dengan membaca Al-Qur’an. Dengan terus-menerus membaca Al-Qur’an setiap hari apalagi dimulai sejak hari pertama puasa maka otomatis hati kita akan terhiasi oleh Al-Qur’an.

Setelah hati ini sebagai rumah telah terhiasi oleh indahnya Al-Qur’an, maka tamu Ruh AL-Qur’an yang akan hadir pada malam Lailatul Qadar otomatis akan mudah mengenali rumah hati kita dan tidak akan segan-segan untuk memasukinya bahkan telah dianggap seperti rumah sendiri.

Apabila hal tersebut terjadi maka kita akan berhasil mendapatkan Lailatul Qadar. Jadi kuncinya memang harus dengan Al-Qur’an, namanya saja malam diturunkannya AL-Qur’an. Untuk itu ibadah yang paling tepat dan cocok yaitu membaca Al-Qur’an.

4. Pengertian orang mengenai Lailatul Qadar.
Sumber-sumber yang membicarakan mengenai malam Lailatul Qadar, semuanya tidak memberitahukan dengan jelas di malam ke berapa pada bulan puasa Lailatul Qadar akan diturunkan. Meskipun dari beberapa hadits menyebut Lailatul Qadar biasanya turun pada 10 malam ketiga bulan puasa. Namun juga tidak bisa dipastikan tepatnya.

Tidak adanya kepastian tersebut membuat para pencari Lailatul Qadar mengambil sikap sendiri-sendiri. Ada yang serius menanti pada setiap malam pada bulan puasa terutama 10 hari terakhir. Ada juga yang hanya setiap malam 10 hari terakhir bulan puasa saja. Tetapi juga tidak sedikit yang pesimis untuk mencarinya bahkan menyerah merasa tidak akan bisa memperolehnya.

Keadaan orang yang berbeda-beda tersebut memunculkan pertanyaan, benarkan lailatul Qadar sulit untuk diketahui kedatangannya? Jawabnya tidak. Ingatlah bahwa Lailatul Qadar dihadirkan Tuhan pada saat yang khusus dan tidak umum. Karena waktunya khusus tentunya bisa diketahui kehadirannya.

Lailatul Qadar waktu turunnya yaitu di bulan puasa, lebih spesifik lagi pada 10 hari terakhir bulan puasa. Lebih spesifik lagi pada malam ganjil di 10 hari terakhir bulan puasa. Dan lebih spesifik lagi pada tengah malam sebelum subuh pada malam ganjil di 10 hari terakhir bulan puasa. Jadi ada diantara 5 hari saja, tuh kan waktunya khusus.

Oleh karena waktunya khusus yaitu pada tengah malam diantara 5 malam ganjil sebelum lebaran, maka bila kita memang serius ingin mendapatkan Lailatul Qadar seharusnyalah kita bersemangat cuma 5 malam saja. itupun juga tidak setiap hari tetapi cuma malam-malam ganjil saja.

Sekarang kembali kepada diri kita masing-masing, mau tidak mendapatkan pahala dari ibadah kita pada malam Lailatul Qadar yang nilai ibadahnya sama dengan beribadah selama seribu bulan. Apabila tidak mau ya silahkan. Tetapi bila mau, persiapkan diri sebaik-baiknya dan semoga berhasil.

5. Fenomena Alam Lailatul Qadar.
Manusia hanya berusaha dan Tuhanlah yang akan memutuskan berhasil tidaknya usaha manusia tersebut. Usaha telah dilakukan sedemikian rupa dan serius tetapi hasilnya tidak menggembirakan. Janganlah menyerah dan putus asa, tetaplah terus berusaha sekuat tenaga kelak akan diperoleh juga hasilnya.

Mengenai cara mengetahui malam Lailatul Qadar, banyak yang menyerah dan putus asa tidak akan berhasil mengetahui kehadirannya sehingga tidak bersemangat untuk mencarinya. Tidak sedikit pula yang terus berusaha mengetahuinya diiringi dengan ibadah-ibadah yang diyakini dapat mengantarkannya pada keberhasilan meraih Lailatul Qadar.

Ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti ada tanda-tandanya. Contohnya orang yang diserang penyakit akan diketahui tanda-tandanya penyakit jenis apa yang telah hadir dalam tubuh orang itu. Tetapi selain itu juga akan diketahui dampaknya juga akibat kedatangan penyakit tersebut.

Demikian juga dengan malam Lailatul Qadar, ada peristiwa tertentu yang bisa dijadikan sebagai tanda kehadirannya. Tetapi sepertinya banyak yang menyerah juga untuk melacak tanda-tanda kehadirannya sebelum Lailatul Qadar itu datang. Solusi dari masalah ini adalah mengetahui tanda-tanda kehadirannya sesudah Lailatul Qadar itu datang.

Tanda sesudahnya bahwa Lailatul Qadar itu telah datang sepertinya tidak begitu diperhatikan orang, padahal tanda tersebut begitu nyata dan alami. Anak kecil juga anak usia SD bisa melihat tanda tersebut. Tandanya yaitu bumi dan alam memunculkan fenomena yang indah pada pagi hingga siang setelah malamnya turun Lailatul Qadar.

langsung saja silahkan anda lihat matahari terbit di ufuk timur pada pagi hari sekitar pukul 06.00 sejak puasa hari ke 21 hingga puasa hari ke 29. Apabila anda melihat pada suatu pagi, matahari terbit di ufuk timur terlihat berbeda dengan hari-hari biasanya, maka itu tandanya pada malam hari sebelum pagi itu merupakan malam Lailatul Qadar.

Silahkan anda buktikan sendiri dengan menyaksikan fenomena alam tersebut yang hanya sekali dalam setahun. Apabila malam harinya merupakan malam Lailatul Qadar atau malam seribu bulan dimana Malaikat Jibril dan malaikat lainnya turun membawa Ruh Al-Qur’an ke bumi ini, dipastikan pada pagi harinya akan muncul fenomena alam yang begitu indah dipandang mata siapapun.

Fenomena alamnya yaitu :
Pertama, Pada pagi hari matahari akan terbit di ufuk timur warnanya merah orange dan ukurannya bulat penuh. Berbeda dengan hari-hari biasanya, pada pagi itu mata kita tidak akan silau menatap sang fajar sedang muncul dari bawah perlahan-lahan ke atas terlihat di ufuk timur jauh sana. Bahkan ada rasa senang untuk melihatnya bersinar.

Kedua, Matahari akan disambut oleh gumpalan-gumpalan awan bertebaran di langit. Fenomena gumpalan-gumpalan awan ini dapat disaksikan hingga datangnya waktu Sholat Dhuhur. Akan tetapi bila tidak mendung maka fenomena tersebut dapat disaksikan lebih lama lagi hingga menjelang waktu Sholat Asar tiba.

Silahkan anda buktikan sendiri data tersebut. Ingat, peristiwa itu hanya terjadi satu kali dalam satu tahun dan sekali dalam bulan puasa. Peristiwa itu tidak akan terjadi di bulan-bulan lain selain puasa juga tidak akan terjadi bila malamnya Lailatul Qadar belum terjadi. Jadi jangan sampe ketinggalan menyaksikan bukti indahnya ciptaan Tuhan.

Catatan :
Pada hari minggu tanggal 21 September 2008 merupakan puasa hari ke 21 bagi yang memulai puasanya pada tanggal 1 September 2008. Keadaan pada pagi harinya tidak nampak beda dengan hari-hari sebelumnya. Matahari terbit seperti biasa dan tidak terlihat lain dari biasanya. Demikian juga awan disekitarnya juga tidak menunjukkan adanya perbedaan.

Dengan demikian bisa diambil kesimpulan bahwa Lailatul Qadar tidak turun pada malam ke 21 puasa di bulan Romadhon tahun 2008 ini. Selanjutnya mari kita coba perhatikan suasana pagi hari di puasa hari ke 23 / hari ke 25 / hari ke 27 dan hari ke 29.

Dengan adanya fenomena alam Lailatul Qadar, maka mistery waktu turunnya malam Lailatul Qadar telah terkuak dan tidak lagi menjadi rahasia. Fenomena menarik ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi kita untuk mencari kembali Lailatul Qadar di bulan puasa tahun-tahun berikutnya.

Kontrofersi, Senin 22 September 2008
Eddy Corret.

About these ads
Komentar
  1. Syahrudin Hasan mengatakan:

    insyah Allah, Kita akan mendapatkan malam Lailatul Qadar.

  2. eddycorret mengatakan:

    Semoga, amien.
    Tapi kalo ndak berusaha ndak mungkin tuh. Harusnya berusaha mencarinya dengan sungguh-sungguh. Tinggal 4 malam lagi yaitu malam ke 23, 25 dan 27 dan 29. Ayo dijemput kedatangannya.
    Semoga berhasil.

  3. umybilqis mengatakan:

    mudah-mudahan kita bisa mendapatkanya… malam seribu bulan

  4. hadisetyono mengatakan:

    Mas Eddy, ada ngga ciri-ciri orang yang mendapatkan malam lailatul qadar? kabarnya sewaktu malam lailatul qadar, ada orang yang melihat cahaya sinar terang yang masuk ke masjid dimana ada orang yang duduk beritikaf, dan orang itu merasakan adanya cahaya terang yang masuk ke tubuh orang itu. Menurut saya Satrio Piningit (SP) pun telah mendapatkan malam lailatul qadar, karena beliau mendapatkan limpahan wahyu dan karomah untuk mengerti hakikat kandungan Al-Qur’an, sehingga tubuh SP disinggahi sinar malam lailatul qadar. Saya dulu pernah memuat artikel tentang malam lailatul qadar yang terjadi tanggal 23 Ramadhan tahun yll. Bisa dicek disini: http://islamakhirzaman.blog.friendster.com/2007/10/lailatulqadarsaudi/
    Sewaktu itu ada sinar terang yang muncul malam hari yang dilihat oleh orang sekitar.

  5. eddycorret mengatakan:

    Tidak kk.
    Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar tidak bisa diketahui ciri-cirinya apa, bahkan yang mendapat Lailatul Qadar itu juga ada yang ndak menyadari kalo dirinya dapet. Yang pasti ibadah yang dilakukannya pada malam tersebut disamakan dengan beribadah selama seribu bulan (QS Al-Qadr : 3).

    Soal tanda saya juga pernah mendengar mengenai adanya sinar itu yang bisa dilihat oleh si penerima. Tetapi sepertinya tidak mesti begitu, karena bisa jadi setiap yang dapet akan disapa dengan cara yang berbeda-beda, tentunya menyesuaikan pikiran si penerima.

  6. eddycorret mengatakan:

    Akhirnya.
    Lailatul Qadar pada Puasa Romadhon tahun 2008 ini jatuh pada malam ke 25. Tadi pagi di puasa hari ke 25 saya telah menyaksikan fenomena alam setahun sekali tersebut. Matahri terbit begitu indah dan disambut gumpalan awan yang terlihat hingga pukul 14.00.

  7. someone mengatakan:

    hwa…hwa… (sedih bgt)
    wah berarti aku kelewatan donk…. padahal isinya pas molor terus neh semaleman….

  8. Syahrudin Hasan mengatakan:

    mas eddy, mohon maaf, tadi pagi saya juga perhatikan matahari, tapi jam 7 s/d jam 14 itu mataharinya sangat panas. itu tandanya belum ada tanda-tanda lailatul Qadar, perkiraan saya lalilatul Qadar akan turun pada malam 29 ramadhan. mari kita Buktikan

  9. eddycorret mengatakan:

    Hehe iya kk.
    Saya juga merasakan panas dari terik matahari. Tetapi coba ukuran yang saya kemukakan bukan panasnya terik matahari kk. Silahkan baca kembali tulisan saya di atas.

    Untuk menentukan apakah pada malam harinya telah turun Lailatul Qadar ada 2 :
    1. Matahari terbit tetapi dilihat tidak silau berbeda dengan hari-hari biasanya (hanya pada saat terbit saja). Setelah kurang lebih pukul 07.00 udah silau bila dilihat.
    2. Awan membentuk gumpalan-gumpalan ada yang kecil juga ada yang besar bertebaran di mana-mana.
    Kedua fenomena tersebut telah saya lihat pada puasa hari ke 25.

    Tetapi baiklah, kita tunggu puasa hari ke 27 dan puasa hari ke 29. Sekali lagi fenomenanya matahari terbit tidak akan silau dilihat mata (pada saat terbit saja). kemudian juga coba perhatikan apakah awannya membentuk gumpalan-gumpalan atau tidak.

    Oh iya, terbit matahari puasa hari ke 25 pada jam 05.38 WIB. Keknya besok pada puasa hari ke 27 dan 29 maju dikit sekitar jam 05.35 WIB.

  10. Syahrudin Hasan mengatakan:

    terima kasih mas eddy coret, mas eddy ana mau nanya, anakn sholat subuh pakai qunut. terus di tmpt ana ada imam subuh yang kadang pakai qunut kadang tidak,itu gimana,apakah ana harus ikut terus, 1 lagi imamnya kalau habis al fateha baca surat al ala, tapi di pertengahan surat al ala imamnya baca salah contohnya kode aflahaman, imamnya baca kode aflakaman.ana sudah tegur tapi imamnya terus aja, apakah ana ulang sholat subuhnya atau tidak.? terimakasih eddy coret atas jawabannya Assalamualaikum.wr.wb

  11. eddycorret mengatakan:

    Ingat kk.
    Bila posisinya sebagai makmum, maka anda wajib mengikuti imam sholat anda. Bila imam membaca qunut maka anda harus mengikutinya, bila tidak baca qunut juga anda harus mngikuti. Sekali lagi makmum harus mengikuti imam. Baca qunut atau tidak itu tidak masalah dalam sholat Shubuh, keduanya boleh.

    Kemudian apabila imam salah dalam bacaan, maka sesuai hadits harus ditegur dan caranya sepertinya kk udah tau. Tetapi bila salahnya memang kebiasaan, maka harus dibenahi bacaannya ketika di luar sholat. Tetapi bila ndak mau bisa jadi karena usia anda lebih muda, maka anda harus menyerahkan yang lebih tua atau orang yang dituakan di masjid tersebut yang akan mengingatkannya.

    Demikian semoga membantu.

  12. someone mengatakan:

    Taqobbalallahuminna waminkum
    Washiyamana washiyamakum
    Minal ‘Aidin walpaidzin
    Mohon Maaf Lahir dan Bathin 1 Syawal 1429 H

  13. ahmad paku mengatakan:

    menurut saya orang yang mendapatkan lailatul Qadar itu : orang yang di jaga oleh Allah SWT dia tidak akan berbuat maksiat dan selalu berbuat kebaikan. Jadi jangan ngaku mendapat lailatul qodar kalau masih melakukan maksiat.

  14. eddycorret mengatakan:

    Bisa jadi begitu kk.
    Namanya udah dapet Lailatul Qadar harusnya berubah menjadi baik. Bila masih melakukan maksiat bisa diragukan tuh.

  15. Ki Masadi mengatakan:

    Salam..
    menurut saya ada missperception dalam memaknai lailatulqadar. “Malam” itu bukan sekedar kejadian alam. ia adalah kejadian “alam diri” manusia, secara personal. Malam itu dimana seseorang mencapai puncak spiritualnya. oleh karena itu digambarkan sebagai turunnya ribuan malaikat termasuk jibril. Jibril adalah level puncak spiritualitas kemanusiaan. Tapi tetep saja Jibril hanya sampai langit 7 (ingat saat isra’ mi’raj). itu karena ia memang part of humankind. nah yang mampu lanjut setelah langit 7 adalah kuaitas ke-Muhammad-an.
    Kembali soal isra’ mi’raj.. saya tidak sepakat lailah qadar diramal waktunya, dan berlaku bagi semua belahan dunia, karena kondisi lailah qadar sangat personal. bagi si A, lailah qadar bisa tanggl 25, bagi si B bisa tanggal 28, dan seterusnya. bagi si C barangkali lailah qadar setiap detik dalam hidupnya, karena hidupnya telah menjadi manifestasi keagungan Allah. intinya, sangat personal. nah kalau mau ngramal datangnya lailah qadar.. ya silakan.. tapi saya milih tidak saja.. mending berusaha menjadi muttaqin…
    Maaf bila kurang berkenan.
    Salam
    Ki Masadi

  16. eddycorret mengatakan:

    Hehe.
    Memang tidak hanya satu fersi kk. Apa yang anda ungkapkan salah satunya. Yang pasti setiap kita punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Masalahnya mau apa tidak, bila mau pasti akan berusaha.

  17. wawu ndombleh mengatakan:

    Shalat itu untuk pribadimu sedangkan puasa itu untuk Tuhanmu.

    Barangsiapa menggambarkan musuh dalam hatinya.. suatu saat musuh tersebut akan datang untuk menuntut penyelesaian atas rasa permusuhan tersebut.

    Ini amatlah penting untuk proses pemurnian malam 1001 bulan dimana hanya ada hamba dan khalik, bahkan nabi M pun tidak ikut campur.

  18. eddycorret mengatakan:

    Ya iyalah.
    Kan Nabi Muhammad SAW sudah meninggal dunia.

  19. wawu ndombleh mengatakan:

    Buat orang yang memuja Muhammad berlebihan biar nyadar kalau tak ada manusia yang sempurna.

  20. wawu ndombleh mengatakan:

    Cinta itu buta, hanya cinta pada Tuhan yang tidak buta, takkan menempatkan manusia sebagai Tuhan

    • sang pemimpi (lagi birahi) mengatakan:

      cinta itu ya mas, seks, dientot dan orgasme.. apalagi sampai multi orgasme mmh, nikmat bukan kepalang. kamu pasti juga kan dengan yang namanya seks??? jujur aja mas, seks itu nikmat banget kok.

  21. Batok bolu mengatakan:

    Just joke!
    Baru-baru ini ada yg ngaku syekh menikahi anak umur 12thn.
    Sensasional!
    Selamat! Anda bisa masuk tv!

    Tapi malu-maluin syekh! Udah muka muka tempik, zikirmu juga tempik tempik melulu!
    Astaghfirullah.. Syekh Tempik!

  22. Bean mengatakan:

    Berpikir tidak merubah sesuatu tetapi merubah cara pandang terhadap sesuatu,
    seperti pandangan terhadap islam (keselamatan), nasrani (kelahiran kembali), hindu (kehinaan dunia & keindahan nirwana), budha (budi & darma hidup) sebagai satu kesatuan pelajaran hidup yang saling melengkapi kehidupan kemanusiaan sehingga dalam berbuat merubah sesuatu tidak merubah cara pandang terhadap sesuatu, terutama tujuan dari beragama.

    Mi’raj = moksa = kembali ke Asal manusia/sang Pencipta/kehadirat Tuhan.

  23. Mas Edy mengatakan:

    asalamualaikum wr.wb
    Menurut ku suasana Lailatul kodar itu bisa terjadi kapan saja. tidak musti bulan ramadhan. memang bulan ramadhan peluangnya lebih besar. karena orang-orang yang beriman akan menyiapkan diri untuk dapat masuk kesuasana lailatul kodar yaitu dengan cara puasa, sholat dan ibadah-ibadah yang lain secara ihklas lillahi taala.

  24. eddycorret mengatakan:

    Apa kk pernah mengalami suasana Lailatul Qodar di luar Romadhon dan apakah pernah mendapatkan malam tersebut di luar Romadhon ?

  25. Mas Edy mengatakan:

    Saya tidak tahu apa saya pernah dapat atau belum, namun kalau suatu situasi kondisi seperti yang sering kita dengar tentang lailatul kodar penah saya rasakan dalam batin dan saya lihat dalam kenyataan.

  26. eddycorret mengatakan:

    Bilang saja belum pernah dapet.

  27. someone mengatakan:

    Lailatul Qodr atau malam yang lebih baik dari 1000 bulan bisa bermakna secara fisik dan bisa bermakna secara batin.
    Kalau mengulas makna secara batin adalah suatu kondisi / pemahaman/ pengertian dari batin yang lebih dimudahkan pada saat bulan ramadhan. Dan pencarian akan pemahaman itu pun bisa mencapai waktu yang sangat lama (1000 bulan) pada waktu2 normal.

    Pemahaman akan KeTuhanan (ilmu) memiliki makna lebih daripada ibadah kita sendiri pun. Sehingga orang-orang berilmu akan diangkat lebih tinggi derajatnya.

    Mengapa di salah satu hadits qudsi menyatakan bahwa seluruh ibadah umat manusia itu untuk keperluan (manfaat) untuk manusia itu sendiri, kecuali satu yaitu puasa. Puasa adalah untuk-Ku (Allah) dan Aku (Allah) lah yang akan menilainya.

    Ternyata pada waktu kita berpuasa, maka seluruh indrawi kita akan dilemahkan termasuk akal pikiran kita, sehingga secara perlahan batin (nurani) akan lebih berbicara dan peka. Dan di batin itulah sebenarnya Allah SWT berkomunikasi kepada umat manusia. Disanalah nur Allah bersemayam (hati kecil) dan untuk kalangan kejawen disebut Guru Sejati.

    Di salah satu hadits yang lain mengatakan, bahwa segala ibadah dan perbuatan umat manusia malaikat, jin dan syetan pun dapat melihat kecuali satu yaitu apa yang tersirat dalam hati, karena disanalah konektivitas jalan tol antara manusia dengan sang pencipta berlangsung.

    Sehingga makna dari iedul fitri (setelah berpuasa 1 bulan penuh) adalah kembali ke fitrah…. kembali ke asal (bayi)… kembali kepada nurani…. untuk kembali didengarkan…. agar manusia selamat selama menjalani kehidupan ini dan selamat di akhir kelak….. karena disanalah Allah SWT menuntun hidup kita semua….

  28. eddycorret mengatakan:

    Untuk kembali ke fitrah bukan hal yang mudah. Akan tetapi setiap manusia punya kesempatan yang sama menuju ke fitrah tersebut. Cuma manusianya mau tidak menuju jalan itu. Jawabannya kembali pada diri masing-masing.

  29. Mas Edy mengatakan:

    Kak eddycorret. mau nanya aku dengan mu. Kalau kamu mau nggak menuju jalan menjadi manusia yang fitrah itu ?

  30. someone mengatakan:

    menjadi manusia fitrah itu berat, dan mungkin harus melakukan sesuatu yang buruk sebagai ujiannya dan itu terkadang diluar akal sehat manusia seperti diperankan nabi Ibrahim…. dan jangan dikira fitrah manusia itu hanya diperankan mereka yang berbuat baik-baik saja, ada juga fitrah manusia untuk berbuat buruk juga dalam waktu tertentu.

    Mengapa manusia seyogyanya mengikuti fitrahnya karena di dalamnya ada suatu hikmah tersembunyi yang menjadikan jiwa-jiwa tersebut belajar selama menjalani perannya tersebut.

  31. eddycorret mengatakan:

    29. Mas Edy – Februari 1, 2010
    Kalau kamu mau nggak menuju jalan menjadi manusia yang fitrah itu ?

    Maksudnya ke jalan nya atau menjadi manusia fitrah.

  32. Tulang Putih mengatakan:

    Siapa diantara kalian punya rumahmakan?
    Saya mendapat visi saya tinggal dirumah orang yang punya rumahmakan.

  33. jangkrik mengatakan:

    kere njaluk mangan

  34. Prabu Parikshit mengatakan:

    Cara mengetahui ketemu jodoh bagi buddhist adalah saat kundalininya sudah keluar didepannya dalam bentuk ularbesar.
    kalo ularnya masih didalam tubuh belum datang jodohnya.

    saya seminggu lalu melihat istri saya dalam bentuk ularbesar diatas atap rumah saya. berarti saya sudah ketemu jodoh, karena kundalini saya sudah jadi istri.

    • Prabu Parikshit mengatakan:

      Seseorang tidak harus dapat jodoh dikehidupan ini. ia bisasaja lahirmati berkali-kali untuk mendapat hasil terbaik di satu masa kehidupan. sementara menunggu itu, ia bisa menjadi biksu. jika gagal jadi buddha, minimal ia lahir lebih rupawan, lebih kaya, dan lebih cantik/cantik dan banyak ceweknya.

      • Prabu Parikshit mengatakan:

        soalnya kadang yang dicintai itu disatu kehidupan lalu mati lebihdulu. karena perbedaan usia ini membuat seseorang tidak ketemu jodoh dulu. karena bisasaja ia sebagai kakek sedang jodohnya dulu masih bayi.
        karena itu, orang yang tenang akan mendapat kehidupan terbaik.

        • Prabu Parikshit mengatakan:

          “apakah yang bisa kita lakukan saat ketuaan, sakit, dan mati menuju kita selain berbuat lebih baik agar terlahir lebih kaya dan rupawan” – kata buddha pada seorang raja.

          • Prabu Parikshit mengatakan:

            usaha-usaha kaum muslim agar berada diposisi paling atas dengan cara mengatakan tuhan yang saya pikir itu yang paling atas, atau mengatakan saya berbuat ini bukan karena surga, dsb cuma lip service saja. usaha menjilat tuhan agar dapat posisi layak.
            pikirannya melirik tuhan lalu mulailah berkata-kata seperti itu.

            • Prabu Parikshit mengatakan:

              kami umat buddhist saat berbuatbaik tak melirik ke berbagai jurusan gaib, tapi cukup langsung berolah bijak, benar, cinta.

              • Prabu Parikshit mengatakan:

                berhubungan langsung dengan Tuhan, tak berpikir akan amal dan dosa <– BENAR.

                menjalankan amal lalu berpikir ini semua bukan karena mengharap surga <— SALAH.
                karena cuma menjilat saja.

                • Prabu Parikshit mengatakan:

                  Tak ada satupun ustad kalian sanggup mengajar ini. terpaksa kami kafir turun tangan mengajar kalian.

                  • Prabu Parikshit mengatakan:

                    kafir = makhluk yang mengakui adanya allah tapi tak berserah atau tunduk pada hukum-hukum allah. tapi beserah dan mengolah hukum-hukum alam.

                    • Prabu Parikshit mengatakan:

                      agama itu ada yang baik ada yang buruk.
                      tak percaya, coba islam itu dikorek-korek pasti keluar kesalahannya.

  35. Prabu Parikshit mengatakan:

    tapi teman saya tak bisa ngomong begitu. ia punya istri sedang hamiltua perlu dijaga. jadi cuma bisa ngomong daki yang dikorek-korek.
    sudah tahu kotor kok dikorek. yang dikorek itu yang diragukan kebersihannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s