Foto Fenomena Alam Lailatul Qadar

Posted: 29 September 2008 in Foto
Tag:,

Lailatul Qadar
Apabila memang Al-Qur’an diturunkan
Maka dipastikan alam akan menunjukkan tanda-tandanya.

Telah kita ketahui bahwa waktu turunnya Lailatul Qadar dirasa sangat sulit untuk diketahui. Tuhan sengaja merahasiakan agar manusia tidak hanya berusaha pada satu waktu saja, tetapi berusaha sungguh-sungguh tentunya di banyak waktu untuk mendapatkan Lailatul Qadar yang ibadahnya disamakan dengan beribadah selama seribu bulan.

Meskipun waktu turunnya Lailatul Qadar sangat dirahasiakan, tetapi belum tentu tidak bisa diketahui. Ingatlah bahwa yang diturunkan adalah ruh Al-Qur’an. Apabila memang ruh Al-Qur’an yang diturunkan, maka alam akan menunjukkan rasa senang dan mewujudkannya dalam bentuk fenomena alam yang indah dipandang siapa saja tanpa batas umur.

Untuk membuktikan bahwa alam juga menyambut turunnya ruh Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, maka perlu kiranya dilakukan penelitian untuk mengungkapkan peristiwa yang sebenarnya telah terjadi pada alam. Panorama alam yang terlihat pada suatu hari dimana pada malam hari sebelumnya telah turun Lailatul Qadar, dipastikan berbeda dengan hari-hari biasa.

Berikut foto-foto beberapa foto yang diambil pada puasa hari ke 25 Romadhon 2008 :

Jam 05.40 Puasa ke 25-2008
Jam 06.10 Puasa ke 25-2008
Jam 09.00 Puasa ke 25-2008
Jam 10.00 Puasa ke 25-2008
Jam 10.50 Puasa ke 25-2008
Jam 12.00 Puasa ke 25-2008
Jam 13.00 Puasa ke 25-2008
Jam 13.30 Puasa ke 25-2008
Jam 14.00 Puasa ke 25-2008

Dengan adanya fenomena alam Lailatul Qadar, dapatlah dijadikan ukuran yang tepat untuk menentukan waktu turunnya Lailatul Qadar.Hasil foto-foto tersebut akan dapat dijadikan motifasi untuk mencoba meraih kembali Lailatul Qadar pada puasa Romadhon di tahun-tahun berikutnya. Harapannya kelak kita akan berhasil memperoleh malam Lailatul Qadar, Amieen.

Foto, Senin 29 September 2008
Eddy Corret.

About these ads
Komentar
  1. Ki Masadi mengatakan:

    saya punya foto2 spt itu yang saya dapatkan di luar Ramadhan…:)

  2. eddycorret mengatakan:

    Iya kk.
    Tadi siang juga awan di langit membentuk gumpalan-gumpalan.

  3. Muhammad Nahar mengatakan:

    Assalamualaikum,

    terima kasih sharing foto-fotonya. s

    Saya mau tanya apakah mas tahu hukumnya membuat foto untuk melacak lailatur qadr?

    Saya sendiri tidak tahu, tetapi kalau menurut saya koq secara etika kurang baik ya?

    Mohon maaf kalau tidak berkenan

  4. eddycorret mengatakan:

    Secara etika ?
    Lihat saja foto-foto di atas cuma foto-foto awan. Coba anda lacak di Google ato Yahoo banyak sekali foto-foto awan dengan berbagai jenisnya. Jadi sepertinya ndak masalah tuh. Kalo toh tidak boleh kok saya belum menemukan dalil larangannya yah.
    Kalo ada yang tau dalil larangannya mohon infonya, tq.

  5. Mas Edy mengatakan:

    Kak eddycorret, kalau kita lihat gambar di atas sepertinya kita ini memang sudah benar-benar menjadi orang yang ilmiah, yaitu segala sesuatunya berdasarkan fakta yang dapat di lihat indera mata fisik, seperti melihat awan tadi. Menurut ku kalau Lailatul kodar itu masalah batin, yang sulit di utarakan dengan kondisi lahiriah.

  6. eddycorret mengatakan:

    Tuhan menciptakan segala sesuatu seimbang antara fisik dan non fisik. Kedua sisi ini akan selalu ada hingga kiamat kelak. Demikian juga Lailatul Qodar itu ada dampak fisik juga non fisiknya. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (QS: Ali Imran: 190).

    Setiap manusia bisa berfikir dan hasil pemikiran saya mengenai Lailatul Qodar saya ungkapkan dalam bentuk tulisan di atas.

  7. hamba allah mengatakan:

    ahk geeeeeeeeeeejeeeeeeeeeeeeee

  8. pey mengatakan:

    rahasia Tuhan tetep[ rahasia Tuhan, wong awakmu cuma wong sarap sing gak ngerti opo2ae pake coba bongkar rahasia Tuhan. modal kamera pisan.. opo yo isooooooo…?????

  9. 'siti nurhaliza mengatakan:

    tenang bro,, ilmu Tuhan itu bertingkat…ketika manusia sudah bisa meningkatkan tahapan ilmunya di antaranya melalui analogi alam, maka di saat itulah bisa jadi Tuhan akan ‘meningkatkan kadar ilmunya’ sehingga apa yang tampak seperti sebuah kebenaran yang meyakinkan, maka sejatinya dalam ilmu Tuhan itu sebatas persepsi manusia, sementara persepi itu sebelum ilmu pengetahuan…

    memang jangan remehkan sebuah kamera untuk mengamati awan yang berarak di langit, karena hanya orang yang punya ketelitian ketajaman pandangan saja yang mampu menguraikan dan membedakan perbedaan bentuk awan yang satu dengan awan yang lain…..

    itulah kode Tuhan, walau bisa jadi sekali lagi ukuran mutlak lailatul qadar adalah hak TUhan semata, namun dengan usaha manusia untuk meningkatkan ilmu pengetahuan sudah menjadi modal besar untuk bisa mendapatkan lailatul qadar, karena Allah maha luas karuniaNya…

    hehe,,

  10. Nur Lathifa Ali mengatakan:

    ….itu mmg benar, tanda2 lailatul qadar dapat kita saksikan, itu kejadian yg 2 tahun bertur2 sy alami.
    dan pada ramadhan 2010,pd malam 27 pas selesai tahajud kami jamaah keluar pada saat itu jam menunjukan 2:45 tapi langit itu sangat terang……amat terang….warnanya merah menyala seperti senja menjelang magrib….atau seperti Fajar menjelang……..tapi pas jam 03:00 warna terang itu telah gelap kembali

    sebelumnya dimalam 25 langit itu memberikan cahaya berkali, hujan cahaya, itu disaksikan pada malam hari selesai tahajud…dan tidak ada angin…….senyap……dauntidak ada yang bergoyang……

  11. awloh mengatakan:

    kok kayak gambar kentut ???????

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s