Lailatul Qadar
Apabila memang Al-Qur’an diturunkan
Maka dipastikan alam akan menunjukkan tanda-tandanya.

Telah kita ketahui bahwa waktu turunnya Lailatul Qadar dirasa sangat sulit untuk diketahui. Tuhan sengaja merahasiakan agar manusia tidak hanya berusaha pada satu waktu saja, tetapi berusaha sungguh-sungguh tentunya di banyak waktu untuk mendapatkan Lailatul Qadar yang ibadahnya disamakan dengan beribadah selama seribu bulan.

Meskipun waktu turunnya Lailatul Qadar sangat dirahasiakan, tetapi belum tentu tidak bisa diketahui. Ingatlah bahwa yang diturunkan adalah ruh Al-Qur’an. Apabila memang ruh Al-Qur’an yang diturunkan, maka alam akan menunjukkan rasa senang dan mewujudkannya dalam bentuk fenomena alam yang indah dipandang siapa saja tanpa batas umur.

Untuk membuktikan bahwa alam juga menyambut turunnya ruh Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, maka perlu kiranya dilakukan penelitian untuk mengungkapkan peristiwa yang sebenarnya telah terjadi pada alam. Panorama alam yang terlihat pada suatu hari dimana pada malam hari sebelumnya telah turun Lailatul Qadar, dipastikan berbeda dengan hari-hari biasa.

Berikut foto-foto beberapa foto yang diambil pada puasa hari ke 25 Romadhon 2008 :

Jam 05.40 Puasa ke 25-2008
Jam 06.10 Puasa ke 25-2008
Jam 09.00 Puasa ke 25-2008
Jam 10.00 Puasa ke 25-2008
Jam 10.50 Puasa ke 25-2008
Jam 12.00 Puasa ke 25-2008
Jam 13.00 Puasa ke 25-2008
Jam 13.30 Puasa ke 25-2008
Jam 14.00 Puasa ke 25-2008

Dengan adanya fenomena alam Lailatul Qadar, dapatlah dijadikan ukuran yang tepat untuk menentukan waktu turunnya Lailatul Qadar.Hasil foto-foto tersebut akan dapat dijadikan motifasi untuk mencoba meraih kembali Lailatul Qadar pada puasa Romadhon di tahun-tahun berikutnya. Harapannya kelak kita akan berhasil memperoleh malam Lailatul Qadar, Amieen.

Foto, Senin 29 September 2008
Eddy Corret.

About these ads