Sisi Lain Tentang Anak Dewa November 17, 2008
Posted by eddycorret in Artikel.Tags: kontrofersi, Ratu Adil, Putra Batara Indra, Satrio Piningit, Bocah Angon, Pemuda Penggembala, Jongko Joyoboyo, Herucokro, Kontroversi, Anak Dewa
trackback
Si anak dewa
Seperti manusia yang menggoda
Jongko Joyoboyo 161.
Anak dewa sebagaimana kita ketahui adalah manusia biasa yang tidak ada bedanya dengan kita-kita ini sebagai manusia ciptaan Tuhan. Letak yang membedakan antara kita dengan dirinya adalah wahyu yang diberikan Tuhan kepadanya. Sekuat apapun sesakti apapun manusia dengan kesaktian dan kekuatannya tidak akan dapat melebihi kesaktian yang diturunkan Tuhan kepadanya.
Orang akan memiliki fersi sendiri-sendiri ketika ditanya mengenai anak dewa. Dalam hal ini anak dewa yang dimaksud adalah si Satrio Piningit sejati calon Ratu Adil sejati dan bukan yang lainnya. Orang bisa saja melihat sisi-sisi tentang dirinya apakah dari segi spiritualnya, kesaktiannya, kerja kerasnya, keluarganya dan lain-lainnya sesuai arah pemikiran dan perasaan masing-masing. Akan tetapi karena si anak dewa belum muncul maka membicarakan dirinya hanya bisa dari sumber naskah-naskah leluhur saja.
Dari naskah leluhur juga sama, ada point mengenai kesaktiannya, mengenai keluarganya, mengenai kerja kerasnya dan lain-lain tentang diri anak dewa. Kita akan segera mengetahui apakah yang dibicarakan dalam naskah sesuai dengan kenyataan diri si anak dewa ataukah tidak. Namun prasangka baik bahwa leluhur menyampaikan apa adanya mengenai anak dewa dan tidak dibuat-buat untuk mengecewakan rakyat Indonesia. Berikut beberapa sisi lain dari anak dewa :
1. Seperti manusia menggoda.
Joyoboyo dalam bait 161 menyebut anak dewa “seperti manusia yang menggoda”. Ntah apa maksud Joyoboyo dibalik kalimat tersebut. Mungkinkah mengandung pengertian yang negatif atau sebaliknya mengandung pengertian yang positif tentang anak dewa. Kata menggoda merupakan perbuatan yang dilakukan berhubungan dengan orang lain yang sifatnya mengusik perhatian. Tetapi tidak selamanya sifat mengusik perhatian orang tidak baik bagi yang bersangkutan.
Apabila menggoda yang dimaksudkan Joyoboyo terkait dengan hubungan lawan jenis dalam hal cinta, maka anak dewa bisa dikategorikan sebagai orang yang mudah jatuh hati pada setiap wanita. Bila dugaan ini benar berarti dia punya banyak pacar atau juga berarti dia suka berganti-ganti pacar. Kalo hal ini yang sebenarnya terjadi maka anak dewa dikategorikan sebagai tipe pemuda pecinta wanita.
Menggoda yang dimaksudkan Joyoboyo masih bisa ditafsirkan lain yaitu menggoda orang apa itu laki-laki atau wanita tanpa batas umur tetapi tidak ada hubungannya dengan cinta. Dugaan ini terkait dengan bait 169 yang berbunyi “senang menggoda dan meminta secara nista, ketahuilah bahwa itu hanya ujian jangan dihina, ada keuntungan bagi yang dihina artinya dilindungi anda sekeluarga”.
Kalimat pada bait 169 mengindikasikan bila si anak dewa suka menggoda orang lain hanya untuk menguji saja. Tentunya apabila dirasa sudah cukup mengujinya maka akan ada sesuatu hal yang dilakukannya terhadap orang yang diuji. Bisa jadi pemberian bantuan ataupun hal-hal lain yang sangat bermanfaat bagi pihak yang digoda.
Dari pengertian menggoda di atas membawa arah pikir kita akan anak dewa bahwa dia bukanlah sosok manusia dengan tipe suka menggoda yang sifatnya negatif. Akan tetapi sebaliknya menggoda yang dilakukannya sifatnya positif bagi orang lain, juga bagi rakyat Indonesia yang saat ini sedang dalam penderitaan diterpa berbagai bencana.
2. Sakti tanpa azimat.
Orang sakti adalah orang yang memiliki kekuatan pertahanan dan serangan supranantural baik yang diperoleh dengan bantuan guru maupun berlatih sendiri. Kesaktian yang dimiliki orang biasanya tidak masuk akal dan mustahil terjadi pada manusia normalnya. Contohnya bisa terbang atau melayang di udara. Sejak Adam hingga kiamat manusia tidak mungkin bisa terbang tetapi dengan kesaktian hal itu akan terjadi.
Kesaktian itu bisa digunakan orang melalui 2 cara yaitu pertama dengan kekuatan dalam dirinya dan kedua dengan kekuatan dari luar dirinya. Untuk yang dari dalam dirinya bisa berbentuk tenaga dalam, ilmu putih atau hitam, energi statis dan sebagainya dengan menggunakan teknik khusus untuk memfungsikannya. Sementara yang dari luar diri bisa berbentuk energi dari jin, malaikat, senjata, mantra, ajimat, pusaka dan sebagainya yang bekerja ketika ada kemauan pemiliknya untuk memfungsikannya.
Di Indonesia banyak orang sakti pada zaman dahulu kala. Sejarah mencatat banyak nama seperti Walisongo, Prabu Brawijaya, Prabu Joyoboyo, Ki Ageng Pemanahan, Gajah Mada dan masih segudang nama orang sakti pernah hidup di Nusantara. Kesaktian yang mereka miliki berfareasi, ada yang dengan wahyu, ada yang dengan pusaka, azimat, atau bantuan jin dan sebagainya. Ada juga yang kesaktiannya memadukan antara kekuatan dari dalam dan luar dirinya.
Untuk anak dewa, kesaktian yang dimilikinya merupakan kesaktian yang tersimpan di dalam dirinya berbentuk wahyu/mukjizat yang diturunkan Tuhan kepadanya. Oleh karena kesaktian anak dewa berasal dari wahyu maka tidak salah kalo Joyoboyo dalam bait 162 menyebut anak dewa “sakti tanpa azimat”. Jelas tidak mungkin dia menggunakan azimat mengingat kekuatan dari wahyu berlipat-lipat lebih tinggi dari azimat.
3. Gelar pangeran perang.
Gelar pangeran merupakan sebuah gelar yang layak diberikan kepada seorang keturunan raja atau anak raja. Indonesia sebelum menjadi sebuah negara pada zaman dulu terdiri atas kerajaan-kerajaan tersebar di Nusantara. Banyak sekali keturunan raja-raja yang hidup saat ini dan dapat dilacak silsilahnya. Salah satunya adalah anak dewa yang konon merupakan keturunan Brawijaya raja Majapahit.
Sebagai keturunan raja di Nusantara yang kelak akan menjadi Ratu Adil maka anak dewa sangat cocok mendapat gelar pangeran. Hal ini didukung oleh usianya yang masih muda diperkirakan berada di bawah usia 40 tahun. Sebagai seorang keturunan raja yang bergelar pangeran maka dia memiliki kesempatan besar untuk menjadi raja yang kelak memimpin Nusantara. Akan tetapi diduga dia tidak akan mau menjadi presiden sehingga sebutan yang cocok adalah Ratu Adil dan bukan Raja Adil.
Keanehan terjadi, biasanya seorang pangeran dipersiapkan sedemikian rupa agar berhasil menduduki tahta kerajaan. Akan tetapi anak dewa tidak demikian, Joyoboyo dalam bait 163 menyebutnya “bergelar pangeran perang”. Pengertian kita dengan kalimat itu adalah bahwa anak dewa kerjanya hanya perang saja. Dia tidak memikirkan tentang tahta kerajaan yang seharusnya didudukinya. Mengapa bisa demikian ?
Hal ini terkait dengan kondisi Indonesia saat ini yang masih dirusak dan dijajah bangsa lain. Diperkirakan anak dewa akan menyerang negara mana saja yang telah menjajah Indonesia. Terkait dengan bait 162 dan 173 “menyerang tanpa pasukan”. Artinya dia kerjanya perang mulu sendirian menghadapi penjajah tanpa dibantu oleh rakyat Indonesia. Jadi wajar bila kelak si anak dewa akan diberi gelar oleh rakyat dengan gelar pangeran perang.
4. Pandai meramal seperti dewa.
Si anak dewa dilihat dari namanya berarti sosok yang ada kaitannya dengan dewa/batara/malaikat. Joyoboyo telah memberitahukan bila dia adalah manusia biasa yang tidak ada bedanya dengan manusia pada umumnya. Namun posisinya sebagai murid dewa atau bahkan anak angkat dewa maka sedikit banyak dia telah berubah menjadi sosok layaknya dewa yang memiliki sederet kemampuan dan kesaktian.
Dalam bait 167 Jongko Joyoboyo disebutkan bahwa anak dewa “pandai meramal seperti dewa”. Sepertinya ungkapan Joyoboyo tersebut tidak aneh karena dia kan anak dewa, jadi wajar kalo seperti dewa yang bisa meramal. Meramal sendiri bisa diartikan pemberitahuan akan sesuatu yang terjadi pada waktu lain terhadap obyek menggunakan metode penglihatan khusus. Metode penglihatan tersebut bisa menggunakan sarana atau benda tetapi juga bisa dengan kekuatan atau kesaktian selain itu juga bisa menggunakan mata di tubuh non fisik.
Tidak aneh bila anak dewa bisa meramal karena Tuhan telah memberi kesaktian kepadanya. Dengan kesaktian itu dia dapat mengetahui apa saja baik yang di dalam dirinya maupun yang diluar dirinya juga di orang lain tanpa batas waktu apakah masa kini, masa lalu dan masa depan. Dengan mengetahui masa lalu, masa kini dan masa depan masalah di negri ini maka semua persoalan akan dapat diselesaikan nantinya tanpa beban berarti.
Masih di bait 167 Joyoboyo juga menyebutkan bila si anak dewa “dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda. Dapat membaca isi hati, mengerti sebelum sesuatu terjadi. Mengetahui leluhur anda, memahami putaran roda zaman Jawa, mengerti garis hidup setiap umat”. Tentunya masih banyak lagi yang diketahui dan dimengerti anak dewa bahkan mungkin juga semua hal yang ada di dunia ini.
5. Putra Batara Indra yang sulung.
Penyebutan anak dewa Indra telah memposisikan Ratu Adil sebagai anak dari dewa Indra dan Dewa Indra sebagai ayahnya. Apakah ada hubungan kandung diantara keduanya, sepertinya tidak mungkin karena manusia terlahir dari manusia dan tidak akan terlahir dari dewa. Kalo memang dewa bisa melahirkan maka yang terlahir murni anak dari dewa dan bukan sebutan anak dewa bagi sosok manusia yang diasuh dewa.
Ada yang beranggapan bila anak dewa berarti titisan dewa. Artinya ada seorang anak dari dewa yang menitis masuk ke dalam tubuh fisik manusia. Namun pendapat ini tidak bisa dibuktikan karena bila dewa Indra masuk ke dalam fisik manusia tentunya si anak dewa juga orang lain tidak bisa menemuinya. Ada juga yang menyebut dewa Indra berubah menjadi manusia, ini juga tidak terbukti karena anak dewa dan dewa Indra bisa saling bertemu.
Oleh karena anak dewa bisa bertemu dengan dewa Indra maka kedua sosok tersebut bukan satu fisik tetapi 2 sosok yang satu manusia dan yang satunya dewa Indra. Sementara dalam bait 171 Jongko Joyoboyo disebutkan bila anak dewa “itulah putra batara Indra yang sulung”. Kalimat ini menunjukkan bila putra batara Indra tidak hanya satu, tetapi lebih dari satu dan untuk si anak dewa calon Ratu Adil posisinya sebagai putra tertua batara Indra.
Kata sulung dalam bait 171 membawa pengertian bahwa tidak hanya satu saja putra batara Indra maka mustahil bila anak dewa yang menitis atau berubah wujud menjadi manusia yang kelak kita kenal dengan Ratu Adil. Jelas tidak mungkin Batara Indra menitis pada beberapa manusia. Dengan demikian pengertian yang cocok adalah anak dewa merupakan murid sekaligus anak angkat Batara Indra yang paling tua dan kelak menjadi Ratu Adil.
6. Memakai lambang Ratu tanpa mahkota.
Sebutan raja atau ratu biasa disandangkan kepada orang yang menjadi raja/ratu dan memiliki rakyat di sebuah kerajaan. Contohnya dapat kita saksikan dalam film-film di televisi yang menceritakan tentang sebuah kerajaan yang di dalamnya terdapat raja, permaisuri, pangeran, abdi raja, juga ada rakyat. Contoh lain juga bisa kita ketahui dari sejarah Indonesia yang terdapat beberapa kerajaan di nusantara. Ada yang sudah hilang dan hanya tinggal nama saja. Tetapi ada juga yang masih berdiri hingga saat ini.
Kelak si anak dewa ketika sudah muncul otomatis dia akan menjadi Ratu Adil di Indonesia. Akan tetapi dimanakah kerajaan tempat singgasananya Ratu Adil? Disinilah letak keanehan tersebut. Ratu Adil rupanya tidak memiliki kerajaan, selain ayahnya diperkirakan bukan raja, disisi lain dia bukan pangeran atas sebuah kerajaan di Indonesia. Inilah keanehan dan kenyataannya Ratu Adil di Indonesia. Lantas mengapa Joyoboyo menyebutnya Ratu Adil bila tidak memiliki singgasana kerajaan?
Dalam bait 171 Jongko Joyoboyo disebutkan kelak si anak dewa akan “memakai lambang ratu tanpa mahkota”. Kata “memakai lambang ratu” diartikan bahwa si anak dewa sebelumnya adalah manusia biasa yang hidup di tengah-tengah rakyat Indonesia dan tidak dibesarkan pada lingkungan kerajaan. Akan tetapi kelak dia akan terpilih untuk menjadi Ratu Adil sejati memimpin rakyat Indonesia. Beberapa kalangan menyebutkan memang si anak dewa ini keturunan raja zaman dulu di Nusantara.
Terpilihnya si anak dewa seorang yang hidup di lingkungan umum bukan kerajaan secara otomatis akan memakai lambang ratu tersebut, apalagi didukung oleh hasil karyanya menciptakan kemerdekaan dan kemakmuran negri tercinta Indonesia. Namun Joyoboyo setelah menyebut “memakai lambang ratu” dilanjutkan dengan kata “tanpa mahkota”. Ini mengindikasikan bila si anak dewa kelak tidak akan menduduki singgasana kerajaan juga tidak akan menduduki kursi di pemerintahan baik itu presiden maupun yang lainnya.
Melihat posisinya memakai lambang ratu tanpa mahkota yang diartikan sebagai menjadi Ratu Adil tanpa singgasana kerajaan atau kursi pemerintahan, maka si anak dewa akan tetap hidup di tengah-tengah rakyat dan bersama-sama rakyat memperbaiki negri ini, juga memantau kerja seluruh sistem pemerintahan di Indonesia. Kelebihan dari posisi ini yaitu bagi siapapun rakyat Indonesia dapat bertemu dengan Ratu Adil dengan mudah tidak sesulit menemui presiden sehingga keluhan rakyat apapun itu bentuknya akan dapat diatasi segera.
7. Para Pendeta juga pada menghormat.
Coba kita lihat para pejabat Indonesia saat ini, mereka lebih mementingkan jabatan, politik, uang dan sejenisnya dan tidak memperdulikan rakyat. Banyak sekali pejabat baik di pusat maupun di daerah terkena kasus korupsi. Pada saat yang sama rakyat Indonesia banyak yang hidup di pengungsian dengan berbagai penderitaan, bahkan ada kasus dana bantuan dikorupsi. Ini sebuah peristiwa yang terjadi saat ini dan kita sebagai rakyat tidak bisa apa-apa melihat kenyataan tersebut.
Dengan sederet kasus para pejabat di negri ini yang tidak berpihak pada rakyat maka wibawa pejabat hilang, karisma pemerintah lenyap, rakyat sudah tidak percaya lagi dengan kinerja pejabat. Apapun kebijakan yang dikeluarkan pasti akan dinilai setengah-setengah oleh rakyat. Pejabat juga pemerintah telah kehilangan kehormatan, rakyat tidak mau lagi menghormati, tokoh-tokoh dan pemuka agama juga tidak mau menghormati dan yang tersisa hanya pemerintahan yang berjalan ntah kemana, apa menuju menjadi baik atau sebaliknya.
Tapi biarlah semua ini terjadi saat ini. Segala kenyataan yang membuat rakyat menderita dan tidak jelas arahnya kemana, biarkan saja berlangsung mewarnai hari demi hari di negri ini. Kelak bila si anak dewa telah muncul untuk memperbaiki keadaan di Nusantara maka semua akan berubah. Kemerdekaan Indonesia akan dikembalikan, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat akan tercipta dan tentunya roda pemerintahan akan baik kembali.
Kerja keras anak dewa tidaklah sia-sia bila pada akhirnya persatuan dan kesatuan Indonesia dapat diwujudkan. Sesama rakyat akan saling menghormati, pejabat dan rakyat juga saling menghormati dan semua baik rakyat, pejabat, tokoh-tokoh, pemuka agama akan menghormati si anak dewa. Dalam bait 173 Joyoboyo menyebut “para pendeta juga pada menghormat”. Hal ini akan terwujud setelah dia berhasil mengembalikan wibawa negri ini yang mengakibatkan dirinya akan dihormati oleh semua pihak, mungkin juga pihak musuh.
Demikianlah sisi lain tentang anak dewa. Masih banyak sisi-sisi lain lagi bagi anak dewa yang apabila dijabarkan maka akan panjang lebar penjelasannya di dalam ruang blog ini. Untuk itu alangkah baiknya kita melihat sendiri secara langsung sisi-sisi lainnya dari anak dewa tentunya kelak bila dia telah muncul untuk mengembalikan kemerdekaan, kemakmuran dan kesejahteraan Indonesia mengakhiri zaman Kalabendu di Indonesia.
Kontrofersi, Senin 17 Nopember 2008
Eddy Corret.
Komentar
Sorry comments are closed for this entry
anatomi PANCASILA / merapi-keraton-segara / memedi sawah
1. ketuhanan = yang maha esa = ya mahesa
2. kemanusiaan = si kader = si kaya yang dermawan
3. persatuan = ucek-ucek = agamawan/ulama & cendekiawan
4. kerakyatan = dora kere = do’a orang fakir
5. keadilan = ratu yang adil = ………………..
surya = mata
merkurius = telinga
venus = hidung
bumi = mulut
asteroid = napas
mars = jantung
yupiter = hati
saturnus = pencernaan
uranus = kemih
pluto = jum bleng!
waduh gue nomer dua nih ,keduluan ama alas purwo ! sial !
Eddy corret menulis :
6. Memakai lambang Ratu tanpa mahkota.
Ini periode SP berada dibelakang layar, mengatur nusantara dan dunia dengan konsepnya yang mendunia !
Kelak si anak dewa ketika sudah muncul otomatis dia akan menjadi Ratu Adil di Indonesia. Akan tetapi dimanakah kerajaan tempat singgasananya Ratu Adil? Disinilah letak keanehan tersebut. Ratu Adil rupanya tidak memiliki kerajaan, selain ayahnya diperkirakan bukan raja, disisi lain dia bukan pangeran atas sebuah kerajaan di Indonesia. Inilah keanehan dan kenyataannya Ratu Adil di Indonesia. Lantas mengapa Joyoboyo menyebutnya Ratu Adil bila tidak memiliki singgasana kerajaan?
Ah ini :
1. karena Sang Pewaris pun bilang, hai bagong (arjuna), ratu adil tidaklah berasal dari Kami, ratu adil dari orang biasa (bukan turunan langsung) dengan maksud bahwa dari orang biasanpun mampu mempunyai maqam seperti kami, kami nantinya hanya sebagai penasehat anda
2. ratu adil tidak punya singgasana? Lha iya singgasanya ya tanah indonesia, dimana tempat ia berpijak itulah singgasananya
besok tuh yang jadi Menteri Pendidikan adalah seorang dalang wayang kulit, umurnya belum ada 30 tahun, masih mudakan?
dalam bait 162 menyebut anak dewa “sakti tanpa azimat”
hemmm:
senjatanya hanyalah dzikrulloh yang menghasilkan sirullah, dzikrulloh atas restu highlander, yang dari jaman adam sampai sekarang belum pernah meninggal
Sekolah yg luar biasa tidak membedakan siapa muridnya.
Setiap anak setelah menginjak dunia adalah muridnya, ibu jadi guru pertama, ayah jadi kepala sekolahnya.
Di luar.. sungai, ladang dan hutan jadi kelas selanjutnya.
Tak ada baris-baris kata yg harus dihapal, angka-angka yg harus dijumlah.
Menangkap tikus jadi praktikum untuk hidup, sementara hujan menyiratkan jeda bagi pelajaran berikutnya esok hari.
Kutipan mjlh fotomedia agt’95
Disini kita belajar kata tanpa tulisan, mencari yang murni dibalik tipuan-tipuan.
Setiap wujud adalah rangkaian proses dan waktu.
Alam memberi pelajaran terhadap segala peristiwa tanpa kata-kata.
Tak semuanya bisa dihargai dengan mata uang, hanya mata hati yang bisa membeli kebijaksanaan dari Tu(h)annya.
Masih lebih baik menikmati manisnya gula yang dibeli pakai mata uang daripada manisnya kata-kata
Para nestapa pada akhirnya akan mewariskan peringatan dan menoreh garis yang sangat tegas.
Gue lihat sepertinya mas EHA mo jual kepalanya tuh!
Siapa mau beli?
Coba komen,
“Keanehan terjadi, biasanya seorang pangeran dipersiapkan sedemikian rupa agar berhasil menduduki tahta kerajaan. Akan tetapi anak dewa tidak demikian, Joyoboyo dalam bait 163 menyebutnya “bergelar pangeran perang”. Pengertian kita dengan kalimat itu adalah bahwa anak dewa kerjanya hanya perang saja. Dia tidak memikirkan tentang tahta kerajaan yang seharusnya didudukinya. Mengapa bisa demikian ?”
Saya memiliki pengertian yang berbeda nih. Pangeran perang tidak harus memiliki sifat kegemaran untuk berperang, tapi bisa diartikan juga memiliki kecerdasan dalam bidang militer, tahu seluk beluk perang (kemungkinan dipelajari dari sejarah perang-perang yang terjadi di masa lampau), dan tahu bagaimana cara memenangkan sebuah perang. Semua pengetahuan itu akan digunakan untuk memastikan Indonesia tetap berdiri. Saya pikir tahta kerajaan bukanlah faktor utama dalam mengendalikan sebuah perang. Seseorang yang duduk di singgasana kerajaan akan sulit mengedalikan sebuah perang, karena pentingnya keberadaan raja untuk tetap hidup maka sudah sewajarnya ia harus dilindungi walau mengorbankan banyak nyawa. Hal itu bertentangan dengan ketentuan perang, bahwasannya minimalisasi korban perang harus dilakukan dan untuk lebih menambah semangat juang para prajurit maka seorang pemimpin perang harus ada di arena pertempuran, bukannya duduk diatas singgasana dengan ditemani wanita2, menyantap makanan lezat, serta dikawal dengan banyak prajurit. Anak dewa memilih berada dalam arena pertempuran dengan segala konsekuensinya daripada harus menikmati manisnya singgasana. Dengan berada dalam arena pertempuran anak dewa dapat mempelajari berbagai hal, seperti karakter musuh yang akan dikalahkan, strategi para panglima musuh, moralitas para prajurit musuh, serta aspek-aspek yang dapat memenangkan sebuah perang.
“Hal ini terkait dengan kondisi Indonesia saat ini yang masih dirusak dan dijajah bangsa lain. Diperkirakan anak dewa akan menyerang negara mana saja yang telah menjajah Indonesia. Terkait dengan bait 162 dan 173 “menyerang tanpa pasukan”. Artinya dia kerjanya perang mulu sendirian menghadapi penjajah tanpa dibantu oleh rakyat Indonesia. Jadi wajar bila kelak si anak dewa akan diberi gelar oleh rakyat dengan gelar pangeran perang.” ”
Dengan segala pengetahuan yang dimiliki berperang bagi anak dewa bukanlah sesuatu yang sulit, akan tetapi dampak dari sebuah perang juga patut untuk dipertimbangkan, jika terjadi banyak perang akan menimbulkan kerugian bagi yang berperang khususnya dan bagi lingkungan sekitarnya pada umumnya. Untuk itulah anak dewa berperang tanpa pasukan, agar tidak terlalu banyak dapat negatif yang muncul. Berperang tanpa pasukan bukanlah sesuatu kemustahilan karena esensi dari sebuah perang bukanlah pasukan melainkan pemikiran. “Pemikiran yang bertujuan untuk melemahkan apalagi menghancurkan seseorang adalah perang yang tak terdeklarasikan” . “Pemikiran yang mengancam dapat membuat sebagian orang merasa cemas dan membuat sebagian lainnya mempersiapkan diri”. Dengan menggunakan pemikiran lawan dapat menjadi kawan, menghancurkan lawan tanpa senjata (salah satunya dapat dilakukan dengan membuat kepanikan di lingkungan lawan), lawan akan dikuasai tanpa merasakannya, memenangkan perang tanpa pertumpahan darah, dls. Untuk prosesnya bagaimana anak dewa berperang saya tidak terlalu tahu, tapi salah satu cara berperang tanpa pasukan yang saya pahami adalah menggunakan pemikiran. Mungkin saja ada cara lainnya, namun saya belum memahami tatacaranya.
14. Bedabbah! – Nopember 26, 2008
Gue lihat sepertinya mas EHA mo jual kepalanya Bedabbah! tuh!
Siapa mau beli?
memang duitnya mo buat beli apaan ya om?
mau ke pulau seribu atau ke mangga dua?
paling cuma cukup buat beli gula-gula saja ya nak!
“Raja nyembah rakyatnya”
Gua lihat satria piningit ini memang orangnya rela rugi. Jadi nantinya berlaku seperti ajaran Yesus bahwa pemimpin harus jadi pelayan. Dia rela nglurug tanpa bala, yaitu melakukan perjalanan dinas sendirian tanpa dikawal dan biayanya dari koceknya sendiri. Jadi kalau presiden2 terdahulu korupsi, dia malah sebaliknya. Dia akan melakukan “perang” diplomasi sendirian, malah menginap pun di penginapan yang jauh di bawah kelas untuk seorang pejabat seperti hotel bintang 2 atau bintang 3 saja.
Bung EHA, gua masih bingung nih SMK itu singkatan dari apa
Kabar gembira buat kalian semua yang anti poli-tikus (bermacam-macam-tikus) dan para perompak serta penggadai bangsa!
Gunakan software pengacak alamat ip komputer anda untuk segala aktifitas underground (terbaca:berani, kepahlawanan) anda. program-progamnya bisa didownload di sini:
http://internetfreedom.org/
Iklan ini disponsori oleh…persatuan tukang bakso se-indonesia
mas EHA, gue gak ngerti tuh tulisan nya si Bedabbah ?
SP adalah raja tanpa mahkota dan tanpa singgasana ! Ia mengatur dunia cuma dengan konsep kok ! yang melaksanakannya ya para pejabat yang berkuasa
setuju mas Eddy ?
mas EHA tahun 2009 cuma sebulan lagi comment di blog ini mau ditutup ama mas Eddy, kita ngungsi ke mana ? ke blog mas EHA aja ? atau blog mas Hadi Setyono ?
mumpung belum keduluan, saya ngucapin selamat tahun baru 2009
hua ha ha ha
20. brandon alan scofield – Nopember 26, 2008
mas EHA, gue gak ngerti tuh tulisan nya si Bedabbah ?
ksdsk:
tanya sendiri sama Bedabbah
liat tv metro, ada iklan SMK bisa
15. SETH – Nopember 26, 2008
Saya memiliki pengertian yang berbeda nih. Pangeran perang tidak harus memiliki sifat kegemaran untuk berperang, tapi bisa diartikan juga memiliki kecerdasan dalam bidang militer, tahu seluk beluk perang (kemungkinan dipelajari dari sejarah perang-perang yang terjadi di masa lampau), dan tahu bagaimana cara memenangkan sebuah perang. Semua pengetahuan itu akan digunakan untuk memastikan Indonesia tetap berdiri. Saya pikir tahta kerajaan bukanlah faktor utama dalam mengendalikan sebuah perang.
21. brandon alan scofield – Nopember 26, 2008
SP adalah raja tanpa mahkota dan tanpa singgasana ! Ia mengatur dunia cuma dengan konsep kok ! yang melaksanakannya ya para pejabat yang berkuasa
Jangan lupa dalam bait 162 disebut “nglurug tanpo bolo”. Artinya dia akan membuat konsep sendiri, merencanakan sendiri juga akan maju sendiri menyerang musuh Indonesia di tingkat Internasional.
Dewa asal katanya adalah Div = sinar, yang dimaksud adalah Sinar Suci Tuhan. Dalam keyakinan Hindu, Tuhan itu hanya satu namun diberi nama yang berbeda-beda, dan semua Dewa menyatu pada Tuhan. Bila Tuhan diibaratkan seperti matahari, maka dewa-dewa adalah sinar-sinar yang menerangi jagad raya. Indra adalah raja, dan Tuhan ada dimana-mana. Tuhan meliputi semua ciptaannya. Tuhan yang itu berse-mayam pada diri anda dan menjadi raja tubuh itu. Akan tetapi anda bukanlah Tuhan, karena anda tidak ada dimana-mana. Istilah kasarannya, apa yang anda sebut sebagai Jiwa adalah berasal dari Tuhan, dan akan kembali ke sana. Pembayun berasal dari kata Ambaryu artinya adalah pendeta dari kelas khusus. Seperti bapak katakan, sedulur papat limo pancer, yang mengindikasikan bahwa seseorang itu haruslah mencari jati dirinya sendiri. Siapakah putrane bathoro Indra kang Pembayun, adalah mereka yang telah sadar diri bahwa dirinya adalah roh (jiwa) yang telah memberikan kesadaran pencerahan untuk bertindak. Dewa Indra adalah pengatur pikiran semesta. Dalam diri anda juga terdapat dewa Indra yang mampu memberikan perintah pada batin anda. Cobalah perintahkan batin anda untuk berpikir masalah ini, kemudian berpindah ke pemikiran cara pembuatan kue, kemudian pindah lagi ke pekerjaan kantor, dan lain sebagainya. Siapakah yang memerintahkan pikiran agar mau mengi-kuti kehendak ini? Inilah yang disebut sebagai sang ’Aku’ atau Jiwa, sehingga dengan demikian, menurut pandangan saya, putrane bhatoro indra kang pembayun, sudah hadir dalam diri bapak. Jadi renungkanlah suara hati yang terdalam dari diri sendiri.
Pada nonton G-20 di tv?
Lihat wajah bush yg ceria?
Amerika tak punya masalah karena emang yg bikin masalah hahahaaa
makanya jangan bergantung sama amerika dan dollarnya.
Potensi pasar terbuka di seluruh dunia, kalau rupiah seperti dollar bisa beli dunia hanya dengan kertas/uang yg cuma dicetak mesin kan?
Ada yang diuntungkan dan yang bodohpun dirugikan.
Teknologi adalah aset kemajuan dan kemandirian, swasembada pangan sebagai sumber tenaga dan aktivitas sekaligus recover embargo dan tekanan.
Saya adalah kelahiran kembali Raden Patah.
“putra kesayangan almarhum yang bermukim di Gunung Lawu” – Jayabaya.
Sambutlah Saya. Sayalah Ratu Adil.
Tak heran saya dilindungi 9 wali. meski sekarang saya sudah beragama Buddhi.
Jangan lupa. Ingat Tebo anak gendruwo. Tebo bapaknya adalah Gendruwo.
Saya adalah anak Dewa Indra.
Saya juga anak sulung.
Muka saya mirip krisna, watak saya mirip baladewa.
Salam dari Raden Patah,
Putra kesayangan Prabu Brawijaya dan anak emas 9 wali.
Raden Patah adalah kelahiran kembali nabi muhammad.
ratu adil adalah kelahiran kembali raden patah.
nabi muhammad adalah kelahiran kembali raksasa rahwana.
Semua satria pinandhita adalah raksasa yang mengajar agama.
Saat muncul sebagai manusia punya kemampuan untuk berubah menjadi raksasa dalam arti yang sebenarnya.
Saya adalah alien hybrid.
waktu sma saya diculik alien, dimasukan chip ke dalam otak saya untuk siap menjadi nabi.
karena itu saya selalu berbeda dari lainnya.
ya, sambutlah saya.
Salam dari Raden Patah.
Saya pernah menuntut ilmu dari sebuah buku “cara berjumpa dengan 2 khodam malaikat”.
Buku ini membuat Saya berjumpa dengan Sabdo Palon dan Noyo Genggong.
Sejak itu Sabdo Palon dan Noyo Genggong adalah 2 malaikat (dewa) yang menjaga Saya dan menurunkan wahyu agama Buddhi pada Saya.
Agama Buddhi adalah agama ciptaan Kaki Semar, nenek moyang orang Jawa yang kemudian menurunkan Sabdo Palon dan Noyo Genggong.
memang betul Dewa Indra bisa ada di hati setiap orang, soalnya dia kan sinar.
Allah kan juga sinar. makanya bisa muncul di otak setiap orang.
Saat dewa ada pada seseorang, tak ada istilah kesurupan atau kepribadian ganda. karena dewa kan sinar. jadinya bisa menyatu dengan tubuh kita. dewa itu ya kita. kita ya dewa itu. inilah manunggaling kawulo gusti.
nah, kalo dengan Tuhan gak mungkin manunggal. yg mungkin adalah kitanya hancur atau menghancurkan diri.
dulu kita semua dewa, tapi karena lobha dosha dan moha maka kita semua jadi manusia.
jadi betul bahwa kita adalah para fallen angels.
agama yang salah mengajar bahwa kita harus kembali, menjadi angel lagi. itu tak benar.
yg benar adalah hentikan semua cycle kehidupan ini dengan ilmu kosong lalu jadilah seorang buddha, yang bukan orang bukan pula dewa.
saya karena kebuasan saya sewaktu hidup sebagai raden patah dulu akhirnya dilahirkan di daerah yang buruk, yaitu bumi mekkah. untunglah saya berjumpa dengan sabdo palon dan noyo genggong sehingga saya yang bukan siapa siapa menjadi apa-apa. meski untuk itu saya harus bergelar Ratu Amisan yang lahirnya di bumi mekkah, dan sampai sekarang masih tersembunyi alias Tunjung Putih Pundak Semungsang.
Salam dari Raden Patah
untuk saudara suhandono. berhentilah mengaku sebagai ratu adil, cuma karena anda menulis buku trisula veda lalu berfoto sambil mengacungkan buku itu di depan orang.
anda bukanlah ratu adil. anda masih keturunan saya, karena saya adalah raden patah.
“ratu adil sudah lulus semua ilmu” – jayabaya.
Ya, Saya sudah Buddha. Negara Saya akan dibangun dengan dasar prilaku roda dhamma, yaitu 8 ruas jalan mulia.
8 ruas jalan mulia bisa untuk segala persoalan kehidupan. juga adalah dasar kungfu yang baik.
Waduh mas Eddy siapa lagi nih ? yang komment no 29 -36
Gila, orang sakit jiwa tambah banyak dimana-mana. Mestinya dirumah sakit jiwakan.
Ngomong-ngomong, saya sudah merasakan kedekatan dengan pemerhati setia blog ini seperti Brandon yang komentarnya khas muslim, bung EHA dan bung Eddy yang netral dan beberapa yang lain yang bernafaskan kristiani. Menulis komen di blog ini membuat hidup saya bergairah. Sayang blog ini hanya ada sampai bulan Desember nanti.
Brandon, EHA, Hadisetyono, dan terutama bung Eddy, I will miss you.
bintang ……. di langit yang biru
amat banyak menghias angkasa
aku ingin terbang dan menari
jauh tinggi ke tempat kau berada
jamane wis goncang
ojo lali do sembahyang
biyen ora kopen
yen saiki ono ngendi?
tahu nggak? kalau yang orang yang dicari-cari itu tak menganggap dirinya manusia sehingga terus mencari-cari entah apa dan berbuat sesuatu sampai sekarang untuk bisa dimanusiakan.
prasasat…
jalma mara jalma mati
demit ora ndulit
setan ora doyan
1 8 0 5 9
9 5 0 1 8
1 8 0 1 8
1 0 0 1 1
iblis podo nangis
juj majuj podo benjut
nabi podo wedi
Gusti Allah ngalah
hom pim pah.. njaluk kathah
manungso kang lakune ra pati genah
yang komment no 29 -36, maksudnya???
Marsudi Manembah Maguru Martopo Makaryo
Sebagai putra mahkota Saya berkewajiban mendirikan kembali Majapahit sesudah membersihkan diri dari doktrinasi para wali.
Kini Saya sudah bersih dan akan membangun kembali kerajaan Majapahit.
Ya, Saya satu-satunya putra majapahit asli.
Yang lain tingkatannya lebih rendah.
Saya putra majapahit asli.
carilah cewek cewek seksi untuk saya nikmati.
karena saya sudah menetes air liur saya…
Maaf, Saya kembali menggoda. maklum, saya adalah pangeran perang, yang perlu refreshing setiap waktu.
Mungkin Saya harus berhenti menggoda. jika tak maka saya akan tampak berpakaian kurang pantas di hadapan masyarakat sehabis main.
ya ya ya… bagus nak! cita-cita yang tinggi dan mulia
wakakakaka
kalau cewek-cewek seksi ada banyak nak di pasar sayur! mau yang muda sampai yang renta tersedia! pilih saja den mana yang disuka!
hahahahaa
wah nak raden.. jangan ngiler di jalanan ya..
ntar dikira pangeran yang kurang genap
ingat! resik ketitik ngiler ketoro..
wakakakaka
Buat pengamat satria :
gue gak tau tampang yang nulis comment disini, kecuali Hadi Setyono yang pasang foto di komment !
Kalo mas Eddy corret gue tau mukanya ! ya mukanya mas Eddy kayak Dragon ball / Sun Gho ku
kita semua perlu blog baru buat nampung comment kita
ayo, siapa yang punya blog ?
Mas Seth punya blog gak ?
Someone,EHA,Pengamat Satria,Hadi Setyono,Seth adalah penulis comment yang paling intens dan serius ! Kita perlu blog baru
tanpa Akismet ! tanpa moderasi ! tanpa sensor !
Gue percaya SP belum akan tampil ! jadi masih perlu pembahasan terus menerus !
otak-otak – Nopember 27, 2008
bintang ……. di langit yang biru
amat banyak menghias angkasa
jhdksdkj:
saya dulu dah bilang sama topeng waja, “ kalo langitnya biru bintangnya ga keliatan”
tahun 70an syairnya masih “bintang kecil dilangit yang tinggi”
den lagi ngambeg pa???
37. brandon alan scofield – Nopember 27, 2008
Waduh mas Eddy siapa lagi nih ? yang komment no 29 -36
Masih belum hafal juga kebiasaan dari si Mahavatarratuadilsatriapinanditosinisihanwahyu yah. Makin lama ntar hafal juga kalo nada koment seperti itu siapa lagi kalo bukan dia.
Mi instan telah menjadi pangan
pokok nomor dua setelah beras. Pada
tahun 1999, konsumsi mi instan
di kota hanya 2,1 kg dan meningkat
menjadi 2,8 kg/kapita tahun
2002, sedangkan di desa bertambah
dari 1kg menjadi 1,5 kg/kapita.
Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan
Kebijakan Pertanian
Jalan A. Yani No. 70
Bogor 16161
Pada JKJBY Pasar penuh dengan penyakit :
Bahan pengawet bisa menjadi penyakit
Buat Brandon:
Foto gua selalu lebih jelek dari tampang aslinya jadi gua nggak mau pasang foto. Pokoknya kalau elu ketemu gua paling bilang kayak Tantowi Yahya. Kita punya kesamaan yaitu sama-sama berharap pada Satrio Piningit, cuma bedanya gua lebih terfokus pada kemakmuran Indonesia secara keseluruhan, bukan seperti anda yang menginginkan kejayaan Islam.
Sebagai orang yang nasionalismenya tinggi gua prihatin pada para TKW yang jauh-jauh kerja di negeri orang dan hasilnya dianiaya majikannya. Gua pengen nantinya para PRT yang kerja di sini mempunyai gaji 5 juta rupiah per bulan seperti di Hong Kong. Gua berharap keajaiban si SP dapat mewujudkannya dalam waktu 10-15 tahun saja.
buat pengamat satria : sayang gue ragu SP akan bisa tampil dalam waktu dekat . SP (versi saya ni) lagi sibuk nyari bini dan duit buat masa depannya ! , yet ,he is so young now
young and handsome !
Soal SP versi saya memang ada kemiripan dengan SP versi pengamat Satria, malah apa yang di tulis Mahavatar Ratuadilsatriapinanditosinisihanwahyu
mirip dengan tingkah laku SP versi saya
SP versi saya : Suka berantem dan adu kesaktian ! tapi dia tidak mengungkapkannya di blog kayak si Roti ! SP versi saya IQnya tinggi !
Ratu tanpa mahkuta itu mungkin bisa di artikan gampangnya sebagai seorang Raja Pandhita, yaitu mempunyai garis darah raja,tumimbal lahir dari seorang raja tetapi berjiwa seorang pinandhita/reinkarnasi ruh pandhita/resi/bhagawan/aulya atau apaan dah namanya…..
Udha lama gua ga online…………eh si awatara masih ada tuh disini wakakaka………nah gitu dong,antengan dikit…….kalo masalah elo ngaku sebagai ratu Adil atau tuhan sekalian juga ga pa pa boss…..its ok……he he he…
brandon alan scofield – Nopember 28, 2008
SP versi saya : Suka berantem dan adu kesaktian ! tapi dia tidak mengungkapkannya di blog kayak si Roti ! SP versi saya IQnya tinggi !
*********
orang kalo kepinteran itu malah jadi kacau hidupnya ndon,semua hal di gagas dan dipertanyakan,yg sebenernya ga perlu dipikirin yah kepikiran terus malah jadi berantakan hidupnya,beda sama mereka yg biasa2 aja, sekolah,kuliah,kerja,kawin,punya anak dstnya ….lebih enak begitu…..
Karenanya,Kalo gua sih ngeharap anak2 turunan gua semua ga jadi orang pinter2 amat,tapi ngeharap pada jadi orang2 yg ngerti aja, tau diri dan berbudi utama, ,jadi ga repot sendiri …………bisa ngalir aja gitu kaya air ga kebanyakan kesampar kesandung sama otak dan pengetahuan susulannya sendiri
Tuh SP dikatakan kesampar kesandung mulu mungikin juga karena kepinteran kali,angan2/mayanya kuat itu,kalo di jawa dulu dikatakan WISNU…..
jadi sadar ga sadar,SP itu wataknya mesti belagu sama rese,rasa AKUnya kuat sama besar, susah buat laku sujud di hadapan Tuhannya karenanya di hantem terus2san kali biar semakin kosong dan tipis rasa akunya………….
ini sih gua ngeraba2 doang……..ga tau pastinya gimana…
hore….!!!! dah kembali lagi
buat ENGGELS,
itulah kelemahan dia
SP sangat cerdas untuk mengatur negara dan seluruh dunia, tapi SP dengan kecerdasannya tidak bisa mengurus dirinya sendiri
SP berbanding terbalik dengan SBY,
SBY cerdas dalam mengatur kehidupan pribadinya = lulusan terbaik aknil 1974,karir militer lancar, rumah tangga lancar,hidup bahagia dan stabil, TAPI MENGATUR INDONESIA GAK BECUS !
SP kehidupan pribadinya kacau, banyak musibah dalam hidupnya, kuliah berantakan, dikucilkan pokoknya hancur lebur kehidupan SP, dalam terawangan gaib saya SP mencoba 2 x bunuh diri ! tapi gagal ! tapi SP sukses mengatur Indonesia dan dunia …
kalo menurut ogut sih dia berbuat seperti belagu kayak gitu ya di karenakan banyak orang yang bertingkah ngebahayain orang di sekitarnya…
makanya dia bertindak kaya orang belagu gitu…
Mungkin juga tujuan dia baik…. tapi cara pengungkapanya yang salah jadi terkesan rese dan belagu…
Buat Brandon:
Saya mengambil kesimpulan bahwa SP yang anda maksudkan berbeda dengan saya tapi mengalami nasib yang hampir sama dengan SP yang asli. Bila SP yang anda maksudkan adalah diri anda sendiri saya tidak melihat kemungkinanan anda sakit jiwa, saya justru melihat kemungkinan bahwa anda adalah ORANG PILIHAN TUHAN. Anda punya kecerdasan dan kesadaran yang jauh lebih tinggi dari Mahavatar karena anda tidak sesumbar seenaknya. Jika anda mengaku terus terang pun saya tidak akan menertawakan anda, justru saya berpikir bahwa saya menemukan salah satu dari 144.000 orang yang akan memimpin dunia. Saya ingin kenal anda lebih jauh tapi untuk saat ini saya hanya bisa mengatakan saya tinggal di daerah Tangerang. Tolong sebutkan anda tinggal di daerah mana.
*
Buat Brandon:
Jika anda merasa seperti Mahavatar berarti anda kena syndrom satria piningit gadungan seperti dia. Cuma saya melihat kelas anda jauh di atas Mahavatar karena anda masih sadar dan bertingkah masuk akal. Biasanya orang yang kena sindroma ratu adil palsu ini merasa titisan tokoh tertentu. Boleh tahu SP yang anda maksudkan ini mengaku dia titisan siapa? Arjunakah? Bimakah? Atau malah titisan raksasa seperti Mahavatar?
Gue Sewon Sawiji
tidak nitis siapa-siapa, bukan siapa-siapa, bukan superstar
pokoknya gue banget gitu loh! mau jadi siapa aja terserah gue dong!
gue bersaksi tiada gue selain gue dan gue bersaksi bahwa gue urusan gue hehehehe… weK!
Gimana kalo diartikan menyesuaikan.
Maksudnya bila di pasar dia keliatan seperti orang yg belanja. Kalo duduk bersama preman dia keliatan seperti preman. Kalo duduk bersama orang tua dia seperti orang tua. kalo duduk bersama akan-anak dia bertingkah seperti anak-anak. Bisa juga begitu loh.
Yup! Gitu boleh.. diartikan luwes dan toleran tapi iman dan prinsip pribadi tetap terjaga.
Coba bayangin kalo g niru ucapan muhammad dan lagaknya kayak benar dan suci kan gak baik, parah lagi kalo dah mengatasnamakan Tuhan untuk pembenaran diri jadinya gimana tuh?
Jadi muhammad palsu atau Tuhannya muhammad dipalsukan?
Siapa yang lebih mengenal Tuhan?
Ya..yang tahu diri dong!
Gue ama lo sama2 manusia entah lo nabi, dewa, raja, ratu, presiden, kyai, ustad, profesor, atau embel2 apa saja dihadapan Tuhan tetep saja manusia yang masih kencing dan berak!
Wakakakaka
Buat pengamat SP, he he he saya bukan SP, SP biasa aja kok, gak merasa titisan siapa 2, cuma SP egonya tinggi.
SP asli hidup di alam nyata ! gak aneh-aneh
buat pengamat Satria, saya adalah rakyat Indonesia biasa, ya sama kayak mas Eddy Corret, EHA, Hadi, dan anda . kita dan orang yang aktiv di blog ini cuma berharap supaya SP bisa segera tampil
Jongko Joyoboyo adalah sastra buah karya pujangga Indonesia. Walaupun jongko joyoboyo adalah hasil terawangan gaib dari para pujangga itu. Namun tetap kita harus sadar bahwa karya pujangga itu tidak murni di ungkapkan secara harfiah. Namun penuh dengan gaya bahasa …
Jongko Joyoboyo adalah sastra hasil terawangan yang penuh ungkapan gaya bahasa. Contoh hiperbola, eufimisme dll.
Anak dewa, rumah gatotkaca, putra batara indra, melawan sambil tertawa, ngeluruk tanpa bala adalah ungkapan 2 puitis berkaitan dengan karakter dan manuver SP …
Jangan sekali2 kita terjemahkan istilah diatas secara harfiah ! kita akan salah besar ! SP manusia biasa, yang sangat cerdas, emosional, dan berbakat dalam hal kepemimpinan !
begitu juga dengan gertak sambalnya sabdo palon !
SP punya masalah dengan pengendalian diri, mengendalikan dan mengatur dunia dia bisa, tapi mengendalikan dirinya sendiri dia gak bisa …
Aneh memang ? itulah manusia ? tiada manusia yang sempurna ?
kelak saat SP ditemukan dari persembunyian, maka akan terbongkarlah perbuatan jahat SP dimasa lalu ?
SP memilih berada dibelakang layar karena di trauma bahwa perbuatan jahat dia di masa lalu akan di bongkar orang ! di bongkar oleh rakyat Indonesia sendiri …
SIAPA PUN YANG bisa MENERAWANG kehidupan SP akan memilih tidak dilahirkan daripada jadi SP …
SP sendiri berusaha lari dari takdir …
56. brandon alan scofield – Nopember 27, 2008
“Mas Seth punya blog gak ?”
Waduh, belum punya.
“Someone,EHA,Pengamat Satria,Hadi Setyono,Seth adalah penulis comment yang paling intens dan serius ! Kita perlu blog baru
tanpa Akismet ! tanpa moderasi ! tanpa sensor !”
Setuju banget, realisasikan dong.
80. brandon alan scofield – Nopember 30, 2008
“Jongko Joyoboyo adalah sastra hasil terawangan yang penuh ungkapan gaya bahasa. Contoh hiperbola, eufimisme dll.
Anak dewa, rumah gatotkaca, putra batara indra, melawan sambil tertawa, ngeluruk tanpa bala adalah ungkapan 2 puitis berkaitan dengan karakter dan manuver SP …
Jangan sekali2 kita terjemahkan istilah diatas secara harfiah ! kita akan salah besar ! SP manusia biasa, yang sangat cerdas, emosional, dan berbakat dalam hal kepemimpinan !
begitu juga dengan gertak sambalnya sabdo palon !”
Setuju! Setiap ilmu pengetahuan dan hasil karya manusia memiliki tingkat pemahaman yang tidak sama. Kebanyakan orang2 jaman dulu pemahamannya tentang alam lebih tinggi dari kita di masa sekarang, jadi untuk memahami karya mereka dibutuhkan beberapa penyesuaian.
Sebenarnya hasil terawang atao hasil melihat.
Saya kok cenderung menafsirkan hasil melihat menggunakan mata non fisik. Karena melihat maka sebagian besar ungkapan dalam naskah ada yang perlu ditafsirkan juga ada yang dirtikan apa adanya. Contoh seperti pohon Handeuleum dan Hanjuang itu fersi saya ditafsirkan ya memang di depan rumah SP ada 2 pohon itu.
Kulo Nuwunnnnnn….
Mau kirim gambar, piye carane Den Mazz ??
bukan gambar orang, demit, lokasi
teng kiu kiu
82. brandalan scofield – Nopember 30, 2008
SIAPA PUN YANG bisa MENERAWANG kehidupan SP akan memilih tidak dilahirkan daripada jadi SP …
SP sendiri berusaha lari dari takdir
Yah, SP sempat menyesali dirinya. Tapi SP juga bersyukur dirinya sejak lahir dikasih anggota tubuh yang lengkap, punya mata, hidung, tangan, kaki dan terutama barangnya tidak impoten. Di alam semesta ini kemungkinan seorang makhluk untuk menderita 10 kali lebih berat dari SP ada saja. Bayangkan jika elu cuma punya kepala doang yang bisa mikir tapi nggak punya mata, telinga dan nggak ada badannya. Apalagi nggak punya teman yang bisa menolong. Sereem kan? Tapi itu mungkin terjadi di alam semesta ini.
Sisi Lain Tentang Anak Dewa
Si anak dewa
Seperti manusia yang menggoda
Jongko Joyoboyo 161.
Karena titisan tokoh Arjuna, namun memiliki warisan Gatotkaca sejuta, maka wajar jika satrio piningit ini mudah tergoda dengan lain jenis, namun sulit untuk mengungkapkannya, karena selalu memikirkan kesejahteraan negaranya dimasa mendatang. Akhirnya hanya mampu menggoda dan berharap suatu saat bisa membentuk keluarga bersama wanita pilihannya.
Selain itu sisi lain dari Satrio piningit adalah pandai membuat taktik. Karena itu disebut sebagai dewa perang. Kesukaannya kepada tokoh Nabi Muhammad membuatnya sering meniru cara berfikir Nabi Muhammad dalam memenangkan peperangan. Tokoh islam yang tesembunyi dan mendapat bimbingan dari Nabi Isa dan Nabi Muhammad dalam kesehariannya. Selain taktik perang juga pandai membuat taktik tim sepakbola. Nantinya akan menjadi panglima perang Imam Mahdi cucu keturunan Nabi Muhammad, karena sejatinya Satrio piningit adalah pemuda bani tamim yang disebutkan dalam hadist Nabi Muhammad saw.
63. brandalan scofield – Nopember 28, 2008
Soal SP versi saya memang ada kemiripan dengan SP versi pengamat Satria, malah apa yang di tulis Mahavatar Ratuadilsatriapinanditosinisihanwahyu
mirip dengan tingkah laku SP versi saya
64. brandalan scofield – Nopember 28, 2008
SP versi saya : Suka berantem dan adu kesaktian ! tapi dia tidak mengungkapkannya di blog kayak si Roti ! SP versi saya IQnya tinggi
Komentar gue:
Ah, dasar loe brandal! Gua yakin SP versi loe sama dengan SP versi gua. SP nggak sakti cuma latihan bela diri selama belasan tahun. Belajarnya juga cuma kulit-kulitnya aja tapi latihannya memang lama karena nggak bisa-bisa. SP asli takut sama konflik jadi nggak pernah berantem. Biarpun yakin menang berantem dia selalu mengalah.
85. DEMIT JOWO – Desember 1, 2008
Mau kirim gambar, piye carane Den Mazz ??
bukan gambar orang, demit, lokasi
Wah, di ruang komentar ndak bisa kirim gambar om.
Solusianya gini aja, situ ketik link tempat gambarnya berada. Ok
Ah IQ ga jaminan orang itu berbudi pakerti yang utama ndon,
bukan sih belagu yah,tapi gua IQnya 147 dulu pas SD tetep aja raport kelas 1 SMA nya merah semua dari atas sampai bawah,kalo pelajaran mengetik,ogut malah bikin cerita stensilan porno dulu,n tukang mabok lagi,suka ngajak berantem guru dan bikin onar di sekolah………akhirnya mending keluar dari sekolah, n ngelanjutin belajar menurut cara yg gua suka sendiri n sesuai sama bawaan diri gua sendiri he he he……tuh kebukti kalo IQ ga jadi jaminan orang itu ngertidan berbudi utama…….buktinya susah di atur hehehe
N sekalipun kanan kiri pada ngemengin,yah Gusti Ahmad aja alias peduli amat,gua ga pusing he he he
Itu Bagus Burham/Ronggowarsito III juga pas dimasukin pesantren ga betah dan ga doyan sekalipun dikasih gurunya guru Kyai Kasan Besari………wuh itu perdana mentri malaysia yg dulu juga turunan beliau tuh.Tapi tetep aja Bagus Burham memlih main judi,sabung ayam,bergaul sama warok dan begal daripada ngikutin pelajaran di sekolahnya………
ga bisa dibilangin,karena emang sebenernya ga perlu,orang bisa belajar melalaui pengalaman hidup dan dirinya sendiri……..
N emang cara belajar yg ada gurunya dan buku pastinya, itu emang ngebosenin…..lebih enak belajar dari pengalaman hidup,sama alam sekitar dan kejadian yang mengada secara alami dan buku2 dari manapun yg dirasa baik buat perkembangan pribadi serta jiwanya ……….itu lebih manjing sampai ke sungsum2 itu pelajarannya,ga sekedar nyangkut di pemikiran doang!.
Btw,emang sih pasar itu sekotor-kotornya tempat, ……..tapi di jaman ini kayanya mesti dimulai dari pasar dagang deh,dari sistim ekonomi,karenanya hai para satriyo piningit,jgn pake jubah kalo ke pasar wakakaka…
sama ngomong2,Pernah lewat Gedung S Widjaya ga yg di jenderal sudirman jakarta???.Itu seperti perahu nabi Nuh yah bentuknya ………..n yg punya bukan cina itu,sekalipun namanya S.WIDJAYA tapi orang Jawa,SUMOHADIWIDJAYA……..seperti nama aslinya Kyai Ahmad Mutakim itu yah tokoh dalam serat Cebolek he he he ………
Brandon nggak berani ngakuin Satrio Piningitnya sama dengan SP versi Pengamat Satria
Jin Mbah Sebastian dan Pengamat Satria gambarnya sama.
Jadi alamat email keduannya di blognya mas eddy sama.
Gak masalah kok, saling minta diakui. Ha..ha hi..hi.. hu…hu
81. brandon alan scofield – Nopember 30, 2008
kelak saat SP ditemukan dari persembunyian, maka akan terbongkarlah perbuatan jahat SP dimasa lalu ?
SP memilih berada dibelakang layar karena di trauma bahwa perbuatan jahat dia di masa lalu akan di bongkar orang ! di bongkar oleh rakyat Indonesia sendiri …
Perbuatan jahat apa sih? Main sama pelacur? Itu dilakukan 70% pria baik beristri atau tidak. Dan pembunuhan yang paling kejam yang pernah dilakukan SP adalah membunuh anjingnya sendiri dengan suntikan mematikan, itupun pakai tangan mantri hewan.
Jadi perbuatan jahat apa yang bikin SP malu sampai beraksi di belakang layar? Tolong nak Brandon jelaskan.
Pengamat Satria menulis :
adi perbuatan jahat apa yang bikin SP malu sampai beraksi di belakang layar? Tolong nak Brandon jelaskan.
———————-
Kalau kita punya umur panjang pasti akan tahu ?
baca ramalan joyoboyo: itulah Putra Batara Indra yang sudah menanggung malu ! namun mencapai kemasyhuran !
Ingat SP versi saya dan versi anda beda
——-
Buat pengamat Satria :SP saya dengan anda beda, itu jelas ! anda bilang SP versi anda di Jabodetabek ! SP versi saya terus terang belum jelas tempat tinggalnya ! namanya juga lintasan gaib !
———————–
coba kasus bom bali 1 bom bali 2, paranormal udah meramalkan !
cuma dimana kejadiannya, jam berapa ? siapa orangnya ! paranormal itu gak tau !
—————————
SP juga gitu, gak ada yang bisa tau detilnya ! he he he
Buset mbah pengamat satriya,sekalipun gua laki2 but ga pernah jajan n maen pelacur boss…….ga 70% lah boss….
Waduh.
Arahnya ndak pasti kek kejar-kejaran.
Pengamat Satria ngejar Brandon. Ada EHA ikut berlarian juga. Trus ada BACH ngejar Pengamat Satria. Kok jadi pada kejar-kejaran.
pertentangan kata2nya sudah tidak terlalu jelas nih. lebih cenderung timbal balik tanpa dasar yang cukup kuat. saya pikir, membuat dulu dasar ketentuan pendapatnya kemudian kembangkan pada lingkaran pendapat awal (jangan lompat keluar lingkaran) akan menghasilkan keteraturan yang indah.
Sorry Bozz! CUMAN NANYA :
karena katrok IT
KIRA2 bener nggak nih?? eh barangkali saja! boleh kan?? ‘n nggak ngaku juga boleh……
EHA = EnDang haDY ? = EDDY,
karena suka nulis makanya ditambahin CORRET
Alasan nya:
Kesimpulan Terawangan baguss,
Analogi / karakter systemik selaras
dll
yang beda atau dibedain :
gaya verbal, dan opsi comment nya
kontrofersi kan Bozz
buat DEMIT JOWO,
EHA ama Eddy corret punya persamaan = kalem,gak emosional,kayaknya mengenal satu sama lain ?
apa Eddy = EHA … gue gak yakin.
menurut gue , bukan …. mereka beda orang tuh …
kesimpulan saya :
Pengamat Satria mengaku bahwa Pengamat Satria = SAtria Piningit
..
Menurut Pengamat Satria : ciri – ciri SP versi PS = Katholik, IQ = 90, tinggal di Jabodetabek,punya anjing dan membunuh anjingnya sendiri dengan suntikan, suka main ama pelacur,bisa terbang (burung kaleee),suka ke gereja dan menyumbang, SP versi PS mau meng-Katholik kan Indonesia …
hmmmmm
;-
mas Seth dan mas Eddy dan mas Hadi gimana nih commentnya ?
EHA tuh kalo lagi mentok larinya ke pupuk sama tanaman
mas EHA dan mas Eddy Corret , umur mereka 20 – 26 tahun
wakakakakaka………………..bingung boss eddy???.wakakaka
soal umur gue cuma nebak doang … kayak nya EHA/EDDY corret masih kuliah tuh
Buat mereka 2 yang mengaku sebagai SP asli, menurut Jongko JOyoboyo = ciri SP = terlahir dibumi Mekah = terlahir dari orangtua yang beragama yang lahir di Mekah/ atau beragama yang lahir di Mekah …ya jelas Islam
pada saat Joyoboyo hidup Islam belum ada di nusantara (secara umum !) …
Jadi Joyoboyo tidak menyebut Islam karena saat joyoboyo berkuasa belum ada Islam … jadi disebutlah terlahir di bumi mekah …
102. Bean – Desember 6, 2008
EHA tuh kalo lagi mentok larinya ke pupuk sama tanaman
hihihi… :
Siapa yang betul2 ingin mengenal ratu adil cari raja mataram, kalau anda beruntung beliau akan menjelaskan siapa ratu adil, beliau bukan ratu adil lo.
101. brandon alan scofield – Desember 6, 2008
mas Seth dan mas Eddy dan mas Hadi gimana nih commentnya ?
maaf sibuk, jadi gak sempat kasih komen.
109. Adi asmoro – Desember 8, 2008
“Siapa yang betul2 ingin mengenal ratu adil cari raja mataram, kalau anda beruntung beliau akan menjelaskan siapa ratu adil, beliau bukan ratu adil lo.”
mataram yang mana? raja di utara atau di selatan?
Bisa dimengerti.
Ada yang menyebut harus bertemu Raja Mataram, ada yang menyebut harus bertemu Ronggowarsito, ada yang menyebut harus bertemu ini bertemu itu dan sebagainya.
Tetapi ketika saya periksa mereka cenderung berbicara Ratu Adil bersumber dari naskah menurut fersi mereka. Apabila mereka menunjukkan sosoknya maka sebagaimana tulisan kontrofersi saya, sosok-sosok itu menurut saya bukan yang sejati. Jadi penjelasan orang-orang itu hanya fersi mereka saja.
Lantas yang sejati gimana ?
Sapa yang bisa menjawab ?
Sumber joyoboyo? Enggak tuh!!¶ yah maklum klo enggak kenal dg raja mataram.¶beberapa penerawang di blog ini meleset mengenali ratu adil, bukannya salah namun penerawangannya meleset ke sahabat2 ratu adil, contoh satu2 orang jaman sekarang yg dilahirkan yatim piatu (tanpa ayah ibu ) adalah kanjeng nabi haidir, dia hanya sekali dilahirkan oleh seorang ibu yaitu siti hawa, selanjutnya dilahirkan tanpa ayah ibu, dia bukan ratu adil tapi bocah angon sejati yg mengenali segala jaman peradaban.¶ mendingan mencari ratu adil secara empiris sambil lelaku yg tentunya akan menambah ilmu dan amal.¶sekian, itu saranku untuk menghindari angan2 yg kadang nempel pada penerawangan
raja mataram sinuwun tejowulan yah?….
Manumayasa – Desember 9, 2008
raja mataram sinuwun tejowulan yah?….
PB Hangabehi, ataupun Tejowulan (Solo), HB (Yogya) …itu semua turunan Mataram.
Tahta Raja sudah beralih ke penerusnya!!!
kalau PB, HB secara realita tidak ada Sertijab, maka tahta Raja yang mana?? ……..para penerawang yang handal mestinya bisa melihat, syukur2 waktu Jumenengan Tahta Raja ke penerusnya tsb turut hadir!, ya coba2 tanya sama Ki Permadi, atau Kiai Sepuh Keraton.
temui sinuwun tejowulan atau sesepuh keraton atau paranormal handal, tanyakan dimana dapat menemui raja mataram yg sekirannya raja mataram berkenan menjelaskan ratu adil.
Itu kalo berkenan kalo tidak …..
Mana mungkin Raja Mataram akan menjawab begitu saja pertanyaan kita. Tentunya dia juga melihat siapa yang bertanya. Kalo yang bertanya kita-kita yang sebangsa rakyat biasa, sepertinya enggan menjawabnya.
116. eddycorret – Desember 10, 2008
Tentunya dia juga melihat siapa yang bertanya. Kalo yang bertanya kita-kita yang sebangsa rakyat biasa, sepertinya enggan menjawabnya.
yah belum tentu kalau sama rakyat biasa nggak mau,
ya jangan lihat sosok fisiknya to bozz
kere pun kalau memang diperkenankan?
kalau yang nanya pejabat malah juga belum tentu berkenan!!
nggak ada salahnya nanya, kalau beruntung kan dapet
Gini lho Bozz Eddy
Disini kan banyak yang kasih Comment :
-Berdasar terawangan saya…..spt. brandon dsb.
-Berdasar komunikasi bathin saya dengan…….spt R Kuswanto dsb
-Mengaku manusia super……spt Avatar dsb
-dll
nah sekarang kan ada info : tentang peralihan tahta Raja Mataram
dan dipersilahkan untuk membuktikan dengan kemampuan mereka
kenapa nggak ada comment nya????
males atau gimana ya?? soalnya kalau countermind analitis mereka kan sering pake kekuatan supra natural ke masalah SP (terawang, komunikasi, wisik,dsb)
jadi ini kan balance: supra natural menguak supranatural yang sudah menjadi riil…gitu loh maksudnya
eh siapa tahu!!…. dengan terawang, komunikasi, wisik, dsb melalui kekuatan supra natural mereka itu, bisa menambah referensi /wawasan untuk tulisan mereka
ya kalo sampai akhir desember masing2 dari kita merasa dan melihat “tidak ada tandanya ratu adil muncul”, usul sama bos eddy bikin blog kontrofersi jilid 2.
denger2 sih,memang sudah sedari 21 juni tahun 2003 tahta raja mataram sudah beralih ke seseorang yang disebut sebagai Sultan Kawelasan dan penobatan itu dilakukan oleh seluruh raja2 tanah jawa dari jaman kuna dahulu sampai kepada HB IX…… …….
Apa ini yang disebut oleh para raja2 mataram sebagai Raden Mas Sayekti Putra Utama?.
Peralihan Tahta / Jumenengan Nov’ 2008,
Gelar : Kanjeng…………………………….
Tentang idiom Gelar/sebutan ya bisa2 saja seperti itu!
Lihat Saja di Suro nanti,
Peralihan Tahta / Jumenengan Nov’ 2008,
Gelar : Kanjeng…………………………….
Tentang idiom Gelar/sebutan ya bisa2 saja seperti itu!
Lihat Saja di Suro nanti,
kode Lokasi Teng Kiu Kiu (ke 99)
119. EHA – Desember 11, 2008
ya kalo sampai akhir desember masing2 dari kita merasa dan melihat “tidak ada tandanya ratu adil muncul”, usul sama bos eddy bikin blog kontrofersi jilid 2.
Ya kalau muncul kita terus harus ngapain den . apa berbondong bondong ke dia . kalau di jawa yang dekat nggak apa. tetapi kalau lebak cawene itu di luar jawa dos pundi. hamba orang gak punya je
Seandainya sultan herucokro duduk jadi raja, lengkaplah sudah yaitu dialah ratu adil dan akan diikuti kemaujudan imam mahdi, tapi itu tdk mungkin terjadi sebab ratu adil bukanlah seorang pangeran hanya jalannya seperti pangeran, bukan nabi tapi diperlakukan seperti nabi sebagai bukti keadilan allah bahwa dari kalangan rakyat biasa mampu mencapai kedudukan tinggi dekat dengan al imam. Dan seorang sultan herucokro walau tdk duduk, dia tetaplah play maker dan lagi dialah panatagama pada jamannya. Oleh karena itu carilah pewarisnya yaitu raja mataram, tanyakan padanya dimana SPSW?
124. Adi asmoro – Desember 16, 2008
Oleh karena itu carilah pewarisnya yaitu raja mataram, tanyakan padanya dimana SPSW?
Kayaknya kk udah ketemu sama Raja Mataram. Kalo udah gimana kk, apa yang disampaikan sang Raja ?
dahulu disetiap kurun waktu kelipatan 500 san tahun Tuhan mengutus orang suci membawa pesan, mereka meminta kesaksian umatnya, hasilnya ada yang disalib oleh ulama2 besar saat itu dan ada yang diperangi dan malah akhirnya utusan-utusan tsb malah disembah-sembah, dan entah siapa yang memulai satu demi satu kata-kata dalam kitab pun disucikan. bukannya didiskusikan seperti blog ini, karena awalnya wahyu memang ramai didiskusikan persis seperti blog ini.
mungkin supaya tidak terulang lagi, maka dipakai tangan orang biasa, sederhana dan apa adanya untuk menulis kitab dan supaya aman pada saat menulis kitabnya orang tsb disembunyikan sampai kitabnya selesai ditulis
dan tidak perlu kroyokan cukup satu orang saja
tunggak jarak mrajak, tunggak jati semi
Iya kuwi
JARAK menjadi JATI……..
tunggak semi?
Makasih
Buat siapa saja atas komentar-komentarnya