Mahdi tidak akan muncul
Kecuali terbitnya matahari sebagai pertanda.

Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, h. 33

Tuhan menciptakan kehidupan dunia disesuaikan dengan otak dan hati manusia agar manusia dapat menggali luasnya ilmu pengetahuan ciptaan Tuhan. Dengan otak dan hatinya manusia dapat menjangkau segala hal ciptaan Tuhan baik yang masuk akal maupun yang tidak masuk akal. Manusia juga dapat mengetahui adanya hubungan antara fisik dan non fisik, antara manusia dengan makhluk lain dan sebagainya.

Adanya hubungan antara satu dengan yang lainnya termasuk antara manusia dengan alam maka apabila akan terjadi sesuatu biasanya terdapat hal-hal khusus yang terjadi sebelumnya. Hal-hal khusus yang terjadi mendahului kejadian yang sebenarnya ini dapat dijadikan sebagai pertandanya. Tentunya manusia harus menggunakan otak dan hatinya untuk dapat menterjemahkan adanya pertanda tersebut guna mengetahui peristiwa apa yang akan terjadi.

Demikian juga dengan kehadiran si anak dewa sebagai calon Ratu Adil sejati di Indonesia. Jauh sebelum kedatangannya, alam telah memberikan tanda-tanda khusus. Dari tanda-tanda itulah kita rakyat Indonesia bisa menentukan waktu kedatangannya meskipun tidak 100% tepat. Akan tetapi mendekati angka 100% itu berapapun prosentasenya akan sangat membantu kita dalam memprediksi kehadirannya. Berikut beberapa pertanda kedatangan si anak dewa.

1. Planet dalam satu garis (2003).
Manusia dalam menjalani kehidupan di dunia kebanyakan hanya memikirkan tentang kebutuhan pokok hidup sehari-hari saja. Tetapi juga tidak sedikit yang tertarik untuk mendalami masalah spiritual. Dalam mendalami spiritual ada yang dibimbing langsung oleh seorang guru tetapi juga ada yang tidak langsung dibawah bimbingan guru. Memang tidak mudah mempelajari spiritual dan keagamaan, membutuhkan ketekunan dan keseriusan untuk dapat menguasainya hingga ke tingkat setinggi-tingginya sesuai kemampuan.

Pada bulan Agustus 2003 merupakan moment penting karena planet di Tata Surya kita berada dalam satu garis dari planet ujung sendiri Pluto hingga Matahari. Posisi ini sangat jarang terjadi dan diperkirakan baru akan terjadi sekitar 24.000 tahun lagi. Tentunya bukan waktu yang lama tetapi sangat lama peristiwanya akan berulang lagi. Lantas apa istimewanya dari planet-planet tata surya kita yang berada dalam satu garis, ada pertanda apakah ?

Keadaan planet dalam satu garis memiliki posisi yang sangat menguntungkan bagi manusia tetapi sebaliknya juga kurang menguntungkan. Kurang menguntungkannya yaitu adanya daya tarik menarik terjadi antar planet sehingga di bumi pada bulan Agustus dan September 2003 atmosfirnya terasa aneh. Terkadang suhu terasa sangat panas tidak seperti hari-hari biasa dan terkadang juga suhu dingin sangat terasa tidak seperti hari biasanya. Cuaca juga demikian terkadang hujan beberapa menit lalu ganti panas sekali dan sebaliknya tadinya panas tanpa mendung tiba-tiba hujan deras.

Sementara yang menguntungkan bagi manusia untuk yang mendalami agama dan spiritual mendapati kemudahan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bulan Agustus 2003 ketika planet berada dalam satu garis menurut beberapa kalangan disebut sebagai puncak tertinggi spiritual. Puncak spiritual dihitung maju dan mundur selama 100 tahun dari tahun 2003 dan selama itu akan mendapati kemudahan dalam mempelajari spiritual dan keagamaan. Bagi siapa saja yang tertarik spiritual akan merasakan mudah meningkatkannya dan bagi siapa saja yang belum pernah belajar spiritual akan merasa ingin mempelajarinya.

Dampak dari adanya puncak spiritual yaitu akan terjadinya peningkatan kualitas dan kuantitas orang-orang yang mempelajari spiritual dan agama. Jadi jangan kaget bila kasus keagamaan sering terjadi saat ini di Internasional, contohnya kartun Nabi Muhammad SAW dll juga aktifitas keagamaan mulai ramai akhir-akhir ini karena memang saat ini masih berada dalam masa puncak spiritual. Di Indonesia juga demikian, kasus keagamaan mulai sering terdengar dan aktifitas keagamaanpun juga meningkat dimana-mana.

Dampak yang lebih penting lagi yaitu diantara orang-orang yang mendalami agama dan spiritual, akan muncul orang-orang yang sangat tinggi kuantitas dan kualitas keagamaan dan spiritualnya. Kemunculan orang-orang ini akan sangat bermanfaat menyadarkan manusia agar tidak terpedaya oleh keindahan dunia. Pada puncak spiritual ini juga waktu yang tepat bagi Dajjal dan Isa as untuk saling bertemu guna menentukan masa depan dunia selanjutnya.

Peristiwa penting lainnya selama terjadinya puncak spiritual yaitu akan ada satu orang dari beberapa orang yang berhasil meningkatkan kuantitas dan kualitas keagamaan juga spiritual hingga ke tingkat tertinggi. Keadaan inilah yang akan mendukung si anak dewa untuk meningkatkan dirinya dengan mengolah spiritual dan kesaktian menjadi sangat tinggi melebihi orang pada umumnya. Apalagi didukung oleh bakat dan kemampuan serta potensi yang ada dalam dirinya. Termasuk juga kehadiran Batara Indra dan diturunkannya wahyu kepadanya.

Hasilnya si anak dewa akan menjadi orang tersakti di muka bumi ini dengan tingkatan spiritual yang sangat tinggi melebihi manusia pada umumnya. Joyoboyo juga telah menyebutkan dalam jongkonya bila si anak dewa sakti mandraguna tanpa azimat (162). Apabila anak dewa terlahir di luar masa puncak spiritual maka dia akan menjadi orang biasa saja dan tidak sakti mandraguna, tetapi karena dia terlahir pada masa puncak spiritual maka wajar bila kelak menjadi sakti dan terpilih sebagai Ratu Adil sejati di Indonesia dan Raja di dunia Internasional.

2. Venus Melintas (2004).
Pada tanggal 08 Juni 2004 terjadi fenomena alam yang cukup menarik perhatian. Fenomena alamnya yaitu melintasnya planet Venus dalam rotasinya mengelilingi Matahari. Pada saat Venus melintas, dari bumi terlihat seperti titik hitam bergerak melewati lingkaran Matahari. Manusia dengan kedua bola matanya tidak akan dapat melihat langsung fenomena melintasnya Venus tersebut, tetapi dengan bantuan teknologi maka fenomena itu terlihat jelas.

Kalangan astronomi menyebut fenomena biasa melintasnya sebuah planet yang dapat dilihat dari planet lainnya. Tidak ada hal-hal lain karena kenyataannya semua planet di tata surya sejak dulu hingga sekarang tetap akan mengelilingi matahari. Padahal dibalik fenomena itu ada pesan dari Tuhan untuk manusia. Tentunya bukan pesan biasa namun pesan akan adanya suatu hal yang penting di bumi.

Pesan yang bisa diperoleh dari fenomena alam melintasnya planet Venus adalah akan hadirnya satu sosok manusia di muka bumi ini yang dapat menaklukkan barat dan timur. Semua orang akan kaget melihat hadirnya sosok manusia ini yang Nabi Muhammad SAW menyebutnya ketika pertama kali muncul akan mengejutkan barat dan timur, dan selanjutnya akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kedholiman.(Riwayat At-Tabrani)

Terlihat satu titik kecil pada fenomena alam melintasnya Venus juga diartikan sebagai akan munculnya satu sosok manusia yang berbeda dengan manusia pada umumnya. Manusia yang memiliki kekuatan tidak masuk akal dan begitu kuatnya sehingga Nabi SAW menggambarkan seandainya dia pergi ke suatu tempat dan di depannya ada gunung menghalangi, niscaya gunung itu akan dihancurkan. Sementara Nostradamus dalam Century 2 Kuantrin 28 dengan bahasanya sendiri menyebutkan :

Le penultiesme du surnom du Prophete,
Prendra Diane pour son jour et repos:
Loing vaguera par frenetique teste,
Et delivrant un grand peuple d’impos.

Satu-satunya nama Nabi terakhir
akan menetapkan hari minggu sebagai hari istirahatnya
Dia akan berkelana jauh
membebaskan bangsa besar dari perbudakan.

Nostradamus rupanya juga telah memprediksi hadirnya satu sosok manusia yang muncul sebelum kiamat sebagai sosok terakhir. Penyebutan nama nabi terakhir bisa ditafsirkan bila sosok tersebut akan mendapat wahyu atau mukjizat layaknya seorang Nabi/Rosul. Sedangkan untuk kata berkelana jauh sepertinya senada dengan Joyoboyo dalam bait 173 yang menyebut anak dewa “akan ngulug tanpo bolo”. Artinya akan mendatangi musuh yang jauh dari Indonesia sendirian saja.

Tidak mau kalah dengan para pendahulunya, Joyoboyo dalam kitab Musasar menyebutkan sosok tersebut akan menjadi “Raja dunia”. Ini artinya kelak si anak dewa bukan hanya menjadi Ratu Adil di Indonesia tetapi juga menjadi Raja di dunia Internasional. Satu pesan yang tersirat dalam fenomena melintasnya Venus jelas sudah tiada lain tiada bukan ditujukan untuk si anak dewa. Adanya fenomena ini mengindikasikan bila sosoknya sudah ada sejak saat ini dan tidak lama lagi setelah ini akan segera hadir di Indonesia.

3. Munculnya Ratu Adil palsu (2006).
Sejak tahun 2006 terdengar isu yang sangat deras mengenai datangnya Ratu Adil di Indonesia. Apalagi setelah gunung Merapi Jogja meletus pada Mei 2006, isu tersebut menjadi semakin ramai dibicarakan orang. Hasilnya orang-orang meyakini Ratu Adil sudah ada di sekitar kita dan orang-orangpun mencari dimana calon Ratu Adil berada. Ada yang mencari dengan melacak dari naskah-naskah leluhur. Ada juga yang mencari menggunakan kemampuannya sendiri.

Seiring dengan gencarnya isu keberadaan calon Ratu Adil, pada saat yang sama muncullah Ratu Adil-Ratu Adil palsu mewarnai jalannya kehidupan di Indonesia. Ada yang meyakini sosok di suatu daerah di Jawa sebagai calon Ratu Adil, ada juga yang meyakini sosok di luar Jawa sebagai calon Ratu Adil, bahkan tidak sedikit pula yang meyakini dirinya sendirilah calon Ratu Adil tersebut. Apakah sosok-sosok itu semuanya akan menjadi Ratu Adil ?

Silahkan anda jawab sendiri pertanyaan itu menurut keyakinan anda, tetapi yang pasti bila Ratu Adil sejati telah muncul nanti otomatis pertanyaan itu akan terjawab dengan sendirinya. Tanpa mempermasalahkan mana yang Ratu Adil palsu dan mana yang Ratu Adil sejati, adanya fenomena kemunculan banyak sekali Ratu Adil ini dapat dijadikan pertanda bila kenyataannya calon Ratu Adil yang sejati memang sudah ada bahkan dipercaya sudah menjadi sosok pemuda.

Memang dirasa masih sangat sulit untuk melacak keberadaan calon Ratu Adil sejati karena sepertinya Tuhan menempatkan dirinya tepat di tengah-tengah rakyat, hidup bersama rakyat, ikut mengalami bencana alam dan suasana huru hara zaman Kalabendu bersama rakyat, membaur di keramaian masyarakat, sehingga dia dan orang lain bila dilihat dengan kedua mata maupun dengan mata batin tidak ada bedanya layaknya manusia yang menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa.

Meskipun calon Ratu Adil yaitu si anak dewa tidak dibesarkan di lingkungan kerajaan layaknya seorang pangeran putra seorang Raja, namun keadaannya tersembunyi di tengah-tengah rakyat itu secara langsung maupun tidak langsung ikut memicu keyakinan orang untuk menduga-duga sosok di suatu daerah adalah calon Ratu Adilnya. Akhirnya hingga 1 Desember 2008 ini masih saja bermunculan Ratu Adil-Ratu Adil palsu yang menambah semaraknya zaman Kalabendu.

Adanya Ratu Adil palsu, adanya Mahdi palsu, adanya Jibril palsu akhir-akhir ini bisa dijadikan pertanda kuat dan menambah keyakinan kita bila calon Ratu Adil yang sejati memang sudah ada di tengah-tengah rakyat. Sekarang tinggal menunggu waktu saja kapan dia akan muncul untuk mengakhiri zaman Kalabendu. Dengan kemunculannya otomatis pula keberadaan Ratu Adil palsu juga berakhir.

4. 2 Gerhana dalam 1 bulan (2007).
Peristiwa gerhana bagi kita manusia yang hidup di zaman modern bukanlah hal yang aneh. Peralatan dengan teknologi modern bisa mengungkap terjadinya gerhana tanpa ada unsur mitos sama sekali. Akan tetapi yang dikatakan aneh adalah bila dalam satu bulan bisa terjadi gerhana 2 x yang secara keilmuan hal itu tidak mungkin terjadi. Namun kenyataannya telah terjadi 2 gerhana pada bulan puasa tahun 2007. Mungkinkah ada suatu hal yang akan terjadi terkait peristiwa itu ?

Sebenarnya Nabi SAW dalam hadits telah menyebut akan terjadinya 2 gerhana dalam bulan puasa dan peristiwa itu sebagai pertanda datangnya Mahdi (HR. Daruquthni). Memang dalam hadits tidak diberitahukan kapan peristiwanya akan terjadi, namun melihat tanda-tanda lain akan munculnya Mahdi juga sudah terjadi maka dugaan sementara pada peristiwa 2 gerhana di bulan puasa 2007 inilah yang menjadi pertanda datangnya Mahdi tersebut. Analisa lebih jauh lagi mengenai peristiwa 2 gerhana dapat dikaitkan dengan peristiwa lain yaitu munculnya Sabdo Palon, turunnya wahyu dan turunnya 2 malaikat.

Pertama datangnya kembali Sabdo Palon Noyo Genggong setelah berpisah dengan Prabu Brawijaya 500 tahun silam. Data mengenai kehadiran Sabdo Palon ini berdasarkan peristiwa meletusnya gunung Merapi Jogja yang laharnya ke arah barat daya Mei 2006. Peristiwa 2 gerhana bisa juga ditafsirkan sebagai kembalinya Sabdo Palon. Namun karena peristiwa gunung Merapi meletus terjadi pada Mei 2006, sedangkan 2 gerhana pada puasa 2007, maka terjadinya 2 gerhana tidak bisa dijadikan pertanda sebagai datangnya Sabdo Palon Noyo Genggong.

Kedua, turunnya wahyu/mukjizat dari Tuhan kepada si anak dewa. Nabi Muhammad SAW dalam sebuah haditsnya menyebut Mahdi akan diberi 2 mukjizat yang belum pernah diberikan Tuhan pada manusia sejak Adam as. Belum diketahui apa 2 jenis mukjizat tersebut, apakah dalam bentuk teknik serangan ataukah dalam bentuk teknik pertahanan. Sementara itu wahyu Tuhan pada anak dewa hingga saat ini belum turun dan anak dewa belum mendapat wahyu. Dengan demikian terjadinya 2 gerhana pada puasa 2007 bukan sebagai pertanda turunnya 2 wahyu kepada si anak dewa.

Ketiga turunnya 2 malaikat ke bumi. Nabi Muhammad SAW dalam sebuah haditsnya menyebutkan bila kelak Mahdi akan didampingi oleh 2 malaikat yaitu malaikat Jibril dan malaikat Mikail. Malaikat Jibril sebagaimana kita ketahui adalah sosok malaikat ciptaan Tuhan yang bertugas menyampaikan wahyu Tuhan kepada manusia. Kehadiran malaikat Jibril sepertinya mirip dengan maksud Joyoboyo dalam bait 163 yang menyebut anak dewa “dapat mengatasi keruwetan banyak orang”.

Mungkin disinilah letak keterkaitan tersebut. Si anak dewa selain mendapatkan kesaktian juga akan diampingi malaikat Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu Tuhan pada manusia. Tengoklah kanan kiri kita banyak sekali informasi dan banyak hal yang menyesatkan manusia beredar begitu saja yang mengakibatkan banyak manusia secara tidak sadar berada dalam kesesatan yang terus dia pertahankan. Maka kehadiran Jibril akan sangat berarti dalam mendampingi anak dewa merubah semua hal yang menyesatkan diganti dengan petunjuk Tuhan.

Sementara malaikat Mikail sebagaimana kita ketahui adalah malaikat ciptaan Tuhan yang bertugas mengatur segala urusan di bumi. Mikail inilah yang selama ini diketahui mengatur angin, mengatur hujan dll di bumi. Oleh karena malaikat Mikail tugasnya mengatur segala urusan di bumi maka otomatis dia menjadi pemimpin seluruh malaikat yang tugasnya terkait dengan bumi, apa itu menjaga bagian dalam bumi, menjaga luar bumi dan sebagainya yang ada di bumi ini.

Nama malaikat Mikail inilah yang biasa dikenal orang dengan nama dewa atau Batara Indra. Kehadirannya sepertinya senada dengan ungkapan Joyoboyo yang menyebut anak dewa sebagai putra Batara Indra. Bait-bait dalam Jongkonya tentang kesaktian anak dewa akhirnya juga bisa dimengerti seperti kelak anak dewa akan meminimalkan gempa (memotong Jawa 2x : 164), membuat mata air dan hujan (turunnya air rajamusti pecah memercik : 171). Wajar saja anak dewa bisa melakukan semua itu dengan kesaktiannya karena dia dilatih langsung oleh malaikat Mikail (batara Indra) sebagai malaikat yang mengatur segala urusan di bumi.

Dengan demikian penafsiran yang lebih cocok akan peristiwa 2 gerhana pada puasa 2007 yaitu sebagai pertanda datangnya 2 malaikat utusan Tuhan yaitu Jibril dan Mikail mendampingi si anak dewa. Diprediksi sejak puasa 2007 hingga 1 desember 2008 ini anak dewa masih dilatih oleh kedua malaikat tersebut untuk mempersiapkan diri guna memperbaiki segala kerusakan di Indonesia, bahkan juga di Internasional. Apabila persiapannya telah selesai maka kelak anak dewa akan muncul dan beraksi.

5. 7 gunung meletus dan huru hara (2006-2007).
Prabu Siliwangi dalam naskah Ugo Wangsitnya menyebutkan akan meletusnya gunung gede dan diikuti oleh 7 gunung sebagai tanda dekatnya waktu kemunculan si anak dewa. Gunung gede yang dimaksud oleh Prabu Siliwangi itulah gunung Merapi di Jogja yang meletus pada Mei 2006 laharnya menuju ke barat daya. Tidak lama setelah itu puluhan gunung yang tersebar di berbagai daerah Indonesia statusnya dinaikkan menjadi awas dan waspada.

Selanjutnya ada 7 gunung yang meletus terjadi setelah itu. Ke 7 gunung tersebut yaitu gunung Batutara, gunung Semeru, gunung Gamkonora, gunung Soputan, gunung Karangetan, gunung Kelud dan gunung Krakatau. Dengan meletusnya gunung Merapi disusul meletusnya 7 gunung maka yang dikatakan dalam naskah Ugo Wangsit Siliwangi telah terjadi dan terjadinya peristiwa ini menandakan bila si anak dewa (bocah angon) sudah ada dan semakin dekat dengan waktu kemunculannya.

Kemudian Prabu Siliwangi juga menyebutkan bila sebelum kemunculan si bocah angon (anak dewa) akan ada huru hara yang meluas dari satu daerah ke daerah lainnya. Huru hara yang dimaksud Prabu SIliwangi inilah yang selama ini kita kenal dengan kerusuhan, rusuh Pilkada dan rusuh penggususran terjadi di berbagai daerah Nusantara. Peristiwa tersebut baru terjadi saat ini dan di tahun-tahun sebelumnya belum pernah ada kasus rusuh pilkada dan penggusuran.

Hingga tanggal 1 Desember 2008 ini kerusuhan atau huru hara masih saja terjadi di berbagai daerah. Selain itu juga status gunung-gunung berapi masih saja diwaspadai bahkan gunung Semeru pada Nopember 2008 lalu menunjukkan tanda-tanda akan meletus lagi. Dengan 2 peristiwa tersebut maka semakin nyata bila waktu kemunculan si anak dewa untuk beraksi mengkahiri zaman Kalabendu kian dekat dan kita akan segera menanti detik-detik kemunculannya.

6. Komet 7 hari (pertengahan Desember 2008).
Prabu Joyoboyo dalam bait 160 Jongkonya menyebutkan sebelum kemunculan anak dewa “sebelumnya ada pertanda bintang pari panjang sekali tepat di arah Selatan menuju Timur lamanya tujuh malamhilangnya menjelang pagi sekali bersama munculnya Batara Surya bebarengan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-larut itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak datang di bumi untuk membantu orang Jawa”. Orang Jawa yang dimaksud adalah rakyat Indonesia.

Ada 4 rangkaian peristiwa bersambung dalam bait 160 tersebut. Pertama adanya komet 7 hari, kedua munculnya Batara Surya (terbitnya matahari), ketiga hilangnya kesengsaraan yang berlarut-larut, dan keempat si anak dewa sudah nampak. Keempat peristiwa tersebut merupakan satu rangkaian yang bersambung dari peristiwa pertama hingga ke peristiwa keempat. Artinya bila peristiwa pertama telah terjadi maka langsung diikuti peristiwa kedua dan peristiwa selanjutnya tanpa ada jeda selang beberapa hari/bulan/tahun.

Prediksi terjadinya yaitu pada mulanya kita akan menyaksikan komet panjang melintas selama 7 hari berturut-turut. Pada hari terakhir yaitu hari ke 7 di malam harinya menjelang pagi komet tersebut mulai hilang dari pandangan dan tidak lama setelah itu muncullah si anak dewa untuk beraksi yang pertama kali menghilangkan kesengsaraan manusia yang berlarut-larut. Kemunculan si anak dewa pada pagi itu diikuti dengan terbitnya matahari di ufuk timur.

Dengan adanya peristiwa yang berurutan seperti yang disebutkan pada bait 160 Jongko Joyoboyo maka untuk peristiwa pertama yaitu komet 7 hari belumlah terjadi hingga saat ini. Berbeda dengan pertanda lainnya yang telah disebutkan sebelumnya, kesemuanya telah terjadi bahkan mungkin anda ikut mengalaminya sendiri. Karena peristiwa komet 7 hari belum terjadi maka sulit untuk menggambarkan perihal komet tersebut, baik dari sisi waktu, panjang ekornya, jaraknya dari bumi, dan lain sebagainya.

Dugaan sementara komet 7 hari itu akan melintas pada pertengahan bulan Desember 2008 ini. Prediksi tersebut diperoleh dari bait 159 Jongko Joyoboyo yang menyebut “selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun akan ada dewa tampil berbadan manusia”. Menjelang tutup tahun diartikan akhir Desember 2008 dengan pertimbangan beberapa pertanda yang sudah terjadi seperti yang disebutkan pada point 1 hingga point 5 di atas. Ditambah dengan ramalam Ronggowarsito tentang 7 Satria telah berjalan 6 menjelang pilpres 2009.

Dengan perhitungan mengenai kalimat menjelang tutup tahun diartikan sebagai akhir Desember 2008 maka melintasnya komet 7 hari akan terjadi sebelumnya yaitu pada pertengahan Desember 2008. Hari ini tanggal 1 Desember 2008 berarti beberapa hari kedepan komet 7 hari itu akan melintas dan bila itu terjadi maka pertanda akan kemunculan si anak dewa menjadi kenyataan sekaligus ramalan dalam naskah Joyoboyo juga menjadi nyata.

7. Aksi pertama si anak dewa (akhir Desember 2008).
Jongko Joyoboyo bait 159 menyebutkan“selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun akan ada dewa tampil berbadan manusia”. Menjelang tutup tahun tersebut adalah akhir Desember 2008. Penyebutan 2008 ini diukur berdasarkan sebelumnya telah terjadinya peristiwa goro-goro beserta puncaknya dan sesudahnya merupakan pemilu 2009 di Indonesia. Jadi perhitungan akhir Desember 2008 lebih cocok dengan naskah Joyoboyo dari pada akhir tahun lainnya.

Pada akhir Desember 2008 si anak dewa akan muncul dan beraksi untuk pertama kalinya. Dia muncul pada waktu subuh di sebuah tempat tidak jauh dari kawah luapan lumpur Lapindo. Tidak diketahui apakah muncul dari arah kanan, kiri, depan, belakang, bawah ato dari atas. Dia muncul begitu saja seakan-akan muncul dari alam gaib. Setelah muncul di suatu tempat tersebut, selanjutnya anak dewa terbang menuju kawah luapan lumpur. Jarak terbangnya diperkirakan sekitar 3 atau 4 meter di atas tanah.

Sesampainya di kawah lumpur panas, dia menempatkan dirinya di tengah-tengah kawah tersebut kurang lebih melayang sekitar 5 sampe 10 meter dari ujung lidah lumpur yang meluap-luap. Setelah itu si anak dewa mengeluarkan payung berwarna putih terang. Joyoboyo dalam bab piweling (peringatan) menyebut payung berwarna kuning. Soal warna mungkin dan pasti beda fersi, bisa jadi memang warna putih, bisa jadi warna kuning atau bisa juga warna perpaduan antara putih dan kuning dari payung milik si anak dewa.

Tanpa mempermasalahkan warnanya yang pasti si anak dewa akan mengeluarkan payung itu. Payung tersebut tidak bersinar sehingga tidak silau dilihat mata siapa saja. Meskipun tidak bersinar, namun daerah sekitar kawah dan beberapa puluh meter dari tempat itu menjadi terang benderang seakan-akan hari sudah siang. Para penduduk dan pengungsi pada terbangun dari tidurnya dan menduga hari telah siang, matahari telah terbit. Padahal saat itu waktunya sekitar subuh menjelang fajar.

Waktu memang masih subuh, matahari juga belum bersedia untuk muncul, namun keadaan terang benderang sama seperti pada saat matahari telah nampak di langit. Payung milik anak dewa itu memang tidak bersinar tetapi ketika dikeluarkan maka daerah disekitarnya menjadi terang. Bedanya kalo matahari akan silau dilihat mata tetapi payung si anak dewa tidak silau dilihat mata langsung. Nabi SAW dalam sebuah hadits juga menyebut “Mahdi tidak akan muncul kecuali terbitnya matahari sebagai pertanda” (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, h. 33).

Selanjutnya payung tersebut dilempar tepat jatuh di tengah-tengah kawah luapan lumpur panas Lapindo dan luapan lumpurpun berhenti. Tidak terlihat lagi asap mengepul naik ke udara dan tidak terdengar lagi gemuruh luapan air lumpur panas di kawah tersebut. Luapan lumpur panas Lapindo berhenti total. Tidak lama setelah berhasil menghentikan luapan lumpur, si anak dewa hilang dari penglihatan. Hilang begitu saja dari pandangan orang-orang yang menyaksikan aksinya pada pagi tersebut.

Tidak diketahui apakah bergerak ke kanan, kiri, depan, belakang, atas atau ke bawah. Tetapi langsung hilang dari pandangan mata seakan-akan dia masuk ke alam gaib sama seperti sebelumnya yang datang seakan-akan muncul dari alam gaib. Terjadinya peristiwa berhentinya luapan lumpur panas Lapindo tersebut, maka bait 159 dalam Jongko Joyoboyo menjadi kenyataan yaitu yang berbunyi “bersama munculnya batara surya berbarengan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-larut”.

Apabila diamati lebih dekat lagi akan kemunculan si anak dewa untuk yang pertama kalinya, dia terlihat seperti sosok bayangan putih dari kaki hingga kepala sama seperti dalam film casper. Masih sulit untuk diketahui warna pakaian yang dikenakannya pada hari itu, juga masih sulit diketahui raut wajahnya seperti apa. Yang terlihat hanya sosok bayangan putih tingginya rata-rata orang normal berusia dibawah 40 tahun.

Kemunculan si anak dewa untuk yang pertama kalinya dengan membawa payung akhirnya menjadi jelas sudah siapa Ratu Adil sejati dan siapa Ratu Adil palsu. Apabila anda punya dugaan seseorang di suatu tempat adalah calon Ratu Adil atau bahkan anda sendiri menyebut diri anda calon Ratu Adil maka orang itu bisa dikatakan Ratu Adil sejati apabila sanggup menunjukkan payung yang akan digunakan untuk menghentikan luapan lumpur Lapindo. Bila tidak ya berarti bukan sosok yang akan muncul di akhir Desember 2008 ini.

Mungkin ada yang bertanya dimana anak dewa saat ini berada? rasanya masih sulit untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ntah karena kemampuannya atau karena faktor lain, yang pasti si anak dewa baru bisa diketahui keberadaannya saat beraksi menggunakan kesaktiannya seperti ketika di luapan lumpur Lapindo. Apabila dia tidak menggunakan kesaktiannya maka dia kembali seperti semula sebagai manusia yang tidak ada bedanya dengan kita-kita ini. Apabila dia berada di pasar maka dia akan seperti pengunjung pasar, padahal mungkin dia disana hanya jalan-jalan saja dan tidak belanja.

Apabila dia berada dekat dengan para preman maka dia terlihat seperti preman itu, padahal mungkin dia disana cuma duduk istirahat sebentar. Apabila dia berkunjung ke sebuah pameran maka dia akan menjadi sama seperti pengunjung lainnya dan tidak diketahui perbedaannya. Hal ini terjadi mungkin karena dia yang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan dan lingkungan atau mungkin juga ada faktor lain. Namun yang pasti bila tidak digunakan kesaktiannya maka dia akan kembali seperti semula sebagai manusia.

Dugaan lain pada saat ini sebelum muncul, si anak dewa masih dilatih oleh gurunya malaikat Jibril dan Mikail. Namun pelatihan yang diberikan bukan melatih kesaktiannya, akan tetapi melatih pengertian-pengertian dan teori akan semua hal yang nanti dilakukan anak dewa ketika sudah muncul. Hal ini disebabkan anak dewa kan manusia yang punya otak dan hati, jadi Jibril dan Mikail hanya memperkenalkan wahyu yang kelak akan diterimanya dan selanjutnya terserah dia bagaimana akan menggunakan wahyu tersebut. Oleh karena yang dibina teorinya saja bukan kesaktiannya juga wahyu belum turun maka wajar bila masih sulit ditemukan keberadaannya.

Apakah si anak dewa muncul hanya untuk menghentikan luapan lumpur Lapindo saja? sepertinya tidak hanya itu. Dia pasti akan beraksi kembali untuk yang kedua kalinya dan untuk yang selanjutnya. Lantas apa yang akan dilakukannya lagi setelah berhasil menghentikan luapan lumpur? pertanyaan tersebut akan segera terjawab pada akhir Desember 2008 ini tentunya setelah kita menyaksikan sendiri kemunculan si anak dewa di Indonesia.

Dengan adanya pertanda-pertanda seperti yang telah disebutkan di atas, maka pada 1 Desember 2008 ini si anak dewa diduga telah mendekati masa akhir penggemblengan dan berada pada masa persiapan kemunculannya. Bila sudah muncul maka semua hal yang membuat rakyat menderita akan diselesaikan setahap demi setahap mengakhiri zaman Kalabendu. Setahap demi setahap pula kita rakyat Indonesia akan memasuki zaman Kalasuba yaitu zaman suka ria.

Kontrofersi, Senin 1 Desember 2008
Eddy Corret.

About these ads