jump to navigation

Menanggulangi Stress Desember 22, 2008

Posted by eddycorret in Artikel.
trackback

Masalah
Bila dikelola dengan baik
Maka tidak akan membuat pikiran jadi stress.

Manusia diciptakan Tuhan di dunia untuk hidup dan bukan untuk mati. Demi mempertahankan kelangsungan hidup di dunia maka tidak bisa tidak segala kebutuhan yang menunjang kehidupan harus dapat dipenuhi. Terutama kebutuhan primer yaitu sandang, pangan dan papan. Apabila kebututhan primer telah terpenuhi selanjutnya mengusahakan terpenuhinya kebutuhan sekunder dan kebutuhan-kebutuhan yang lainnya.

Dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup tidak selamanya dilakukan secara mandiri dengan segala sesuatunya dikerjakan sendiri. Pastilah ada beberapa hal atau banyak hal akan berhubungan dengan orang lain. Adanya keterkaitan dengan pihak lain ini ikut menentukan keberhasilan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Begitulah manusia terlahir harus terus berusaha berjuang memenuhi segala tuntutan dalam hidupnya tentunya untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia.

Akan tetapi dalam berusaha memenuhi segala tuntutan dalam hidup, tidak selamanya berjalan lancar. Terkadang bahkan sering ada halangan, rintangan dan hambatan juga masalah yang ikut serta mewarnai roda kehidupan. Faktor-faktor inilah yang akan memicu manusia mengalami stress. Apabila hal itu disikapi dengan baik dan diatur dengan baik pula maka tidak akan begitu mempengaruhi jalannya kehidupan, tetapi bila tidak diatur dengan baik maka akan sangat mempengaruhi dan mengganggu diri dalam menjalani kehidupan. Berikut beberapa hal untuk menanggulangi stress :

1. Insight (pengertian).
Manusia diciptakan Tuhan dilengkapi dengan otak untuk berfikir guna memikirkan apa saja yang ada di dunia ini bahkan di luar dunia. Dengan menggunakan akal pikirannya maka dapat diperoleh pengertian akan sesuatu di dalam luasnya ilmu pengetahuan. Ketika manusia mendapati masalah maka pengertian dalam otak memiliki peran yang sangat penting untuk dapat memahami dan mengerti akan masalah dan hal-hal yang terkait. Berikut beberapa hal mengenai pengertian ketika menghadapi masalah.

Pertama mengetahui sumber masalah. Setiap manusia dalam menjalani kehidupan akan mendapati masalah sendiri-sendiri. Apapun itu masalah yang dihadapi, cobalah untuk mengetahui dimana letak sumber masalahnya. Ini sangat penting karena tidak ada gunanya bahkan sia-sia segala usaha yang dilakukan dalam mengatasi masalah namun sumber masalahnya masih tetap ada. Untuk itu carilah sumber masalah itu dan tangani langsung di pusatnya. Jadi harus diketahui dan dimengerti apa sumber masalahnya.

Kedua tempatkan sesuatu pada tempatnya. Kita harus pintar-pintar membawa diri pada saat terkena masalah. Mengertilah bila suatu masalah itu ada wilayahnya sendiri-sendiri. Masalah yang ada di rumah jangan dibawa ke luar rumah karena itu bukan wilayahnya juga sebaliknya. Tempatkanlah masalah itu pada tempat yang semestinya. Janganlah anak, istri atau keluarga menjadi sasaran karena sedang mendapat masalah di kantor/sekolah/kuliah dan lain-lainnya. Mengertilah bila masalah yang diperoleh dari luar rumah ya tetap harus ditempatkan di luar rumah.

Ketiga kendalikan emosi. Orang sering lupa akan dirinya bila mendapati sebuah masalah. Keadaan sensitif pada saat terkena masalah dapat menjadikan seseorang mudah untuk emosi. Kita terkadang menyaksikan orang yang membanting pintu, membanting barang ke lantai, melempar gelas dan sebagainya sebagai luapan marahnya. Kita harus mengerti bila dengan melakukan hal-hal seperti itu sebagai pelampiasan emosi tidak akan menyelesaikan masalah, justru sebaliknya bisa jadi malah akan timbul masalah baru. Untuk itu mengendalikan emosi ini sangatlah penting bagi kita terutama pada saat terkena suatu masalah.

Keempat jangan mencari pelampiasan. Kata pelampiasan ini bukan hal yang asing di dengar. Banyak diantara kita yang terkadang mencari pelampiasan diri apabila sedang mendapat masalah. Haruslah dimengerti bila pelampiasan apapun itu bentuknya tidak akan menyelesaikan masalah. Perbuatan itu hanya memuaskan diri sesaat saja, contoh seperti merokok, mabuk, marah-marah, melarikan diri dan sebagainya. Tetap saja masalah yang kita hadapi masih ada dan tidak hilang. Jadi mengertilah bila pelampiasan bukan solusi untuk memecahkan masalah.

Kelima mencari solusi. Masalah apapun yang dihadapi jangan dibiarkan saja dan jangan disepelekan. Bersemangatlah untuk mencari segala cara dalam menyelesaikannya. Kita bisa saja mengetahui inti dan sumber masalahnya ada dimana tetapi bila diremehkan dan dibiarkan saja maka masalah itu tetap masih ada. Untuk itu harus diselesaikan dengan mencari solusinya agar masalah yang sedang dihadapi segera paripurna.

Insight atau pengertian ini merupakan hal yang penting dalam hidup terutama untuk menunjang pengetahuan kita juga dalam menyelesaikan suatu masalah, menanganinya agar pikiran tidak menjadi stress. Beberapa hal di atas terkait pengertian kita akan suatu masalah yang sedang dihadapi seidkit banyak dapat membantu untuk mengerti akan masalah yang sedang melanda diri. Hasilnya kita tidak akan menjadi stress bila suatu ketika terkena masalah.

2. Relearning (belajar lagi).
Manusia sejak dilahirkan telah dilatih untuk belajar. Mulai dari diajari berjalan, menyanyi, membaca dan sebagaianya. Proses belajar yang dilakukan baik dalam bentuk formal maupun non formal secara otomatis akan menambah ilmu pengetahuan yang berguna bagi tumbuh kembangnya diri menuju pendewasaan. Untuk itu kemauan untuk belajar jangan sampe berhenti hingga akhir hayat agar proses pengertian, pemahaman akan terus berjalan. Mengerti dan memahami diri, lingkungan, orang lain dan sebagainya.

Pada saat manusia mendapati sebuah masalah yang harus dia selesaikan, maka belajar merupakan hal yang penting guna mendukung penyelesaian dan penanganan masalah tersebut. Orang pada saat terkena masalah cenderung untuk memikirkan bagaimana menyelesaikan masalah itu tetapi kurang memperhatikan hal-hal lain yang terkait dengan masalah yang dihadapinya. Untuk itu sebelum masalah yang menimpanya diselesaikan, penting sekali mempelajari kembali masalah tersebut agar kelak bisa lebih enak dalam menyelesaikannya.

Pertama lihat pengalaman diri. Pada saat anda menghadapi masalah, terlebih dahulu masalah itu diperhatikan apakah pernah anda alami sebelumnya ataukan merupakan masalah baru. Apabila tergolong masalah baru maka anda harus mempelajari bagaimana cara menyelesaikannya, tetapi bila tergolong masalah yang pernah dialami maka tentunya bisa dipelajari lagi apakah dahulu selesai atau tidak, bagaimana akhirnya hingga apa saja mengenai masalah yang lalu tersebut. Kita bisa menggunaka cara yang dulu pernah dipakai dalam menangani masalah pada saat ini.

Kedua lihat pengalaman orang lain. Anda sedang dilanda masalah dalam kerja/sekolah/kuliah/ yang lainnya. Coba anda perhatikan atau tanya orang lain kira-kira sama tidak masalah yang dihadapinya dengan masalah anda. Kalo sama ato mirip bisa dicoba untuk menggunakan cara orang lain dalam menyelesaikannya. Mungkin juga tanya ke orang lain yang saat ini tidak terkena masalah namun dahulu orang lain itu pernah mengalaminya. Tentunya harus berani bertanya walaupun anda tidak akan mengungkapkan masalah yang sedang anda hadapi.

Ketiga lihat binatang, tumbuhan, alam dan sebagainya. Sebelum anda menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi, cobalah melihat apakah ada yang bisa diperoleh dari alam, binatang, tumbuhan dan segala yang ada di dunia ini. Ingatlah dahulu cerita Qobil yang mengubur Habil karena mencontoh seekor burung yang mengubur burung lainnya yang telah mati. Dengan melihat alam dan segala isinya, kita akan memperoleh pelajaran yang sangat berharga untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi.

Keempat lihat orang yang membenci dan memusuhi kita. Apa anda termasuk orang yang tidak mempunyai musuh. Setiap kita punya teman juga punya musuh. Ada orang yang apapun alasannya dia membenci dan memusuhi. Cobalah anda amati dan perhatikan orang tersebut karena bisa jadi dengan mengamati ulahnya anda akan mendapati pelajaran berharga. Dengan segala perilakunya bisa jadi justru memberi inspirasi dan ide-ide untuk menyelesaikan masalah yang sedang anda hadapi pada saat ini maupun kelak di masa yang akan datang.

Kelima membaca buku, menonton film dan media lainnya. Membaca adalah hal yang paling mudah bagi kita untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Terutama membaca buku yang saat ini telah beredar jutaan buku yang bisa kita pilih untuk digali ilmu pengetahuan didalamnya. Bisa jadi dari membaca khususnya membaca buku anda akan memperoleh solusi mengenai masalah yang sedang anda hadapi. Ambillah beberapa cara, tips, contoh atau apa saja dari media yang anda baca untuk dikembangkan sendiri disesuaikan dengan masalah yang anda hadapi.

Lima hal di atas merupakan contoh-contoh kecil bagaimana kita dapat belajar lagi terkait masalah yang melanda diri saat ini atau saat nanti. Anda dapat menemukan hal-hal lain diluar 5 hal di atas untuk dapat dijadikan sarana memperoleh pengetahuan dalam menangani dan menyelesaikan masalah anda. Manusia punya otak dan selama masih berfungsi maka selama itu pula kita masih bisa belajar hingga akhir hayat.

3. Sosialisasi (menjaga hubungan sosial).
Sejak dilahirkan manusia selalu berhubungan dengan orang lain. Berbeda dengan binatang yang ketika lahir sudah bisa berdiri sendiri, manusia cenderung harus dibantu orang lain dan yang paling dekat adalah dibantu orang tua dan keluarga. Mulai dari memberi makan dan minum, merawatnya, mengajari merangkak, berjalan hingga mungkin sampe mencari pasangan hidup. Begitulah sistem sosial dalam kehidupan ini yang selalu saja berhubungan dengan orang lain dalam menjalani hidup di dunia.

Hubungan diri dengan orang lain terutama yang paling dekat yaitu keluarga haruslah selalu dijaga. Apalagi pada saat mendapati masalah, kita jangan menjauh dari keluarga, dari orang lain, juga teman agar diri kita secara sistem sosial tetap baik dan tidak rusak jalinan sosialnya. Jangan merasa hidup sendiri di dunia ini tetapi tumbuhkanlah rasa kita hidup bersama dengan orang lain meskipun antara diri dan orang lain memiliki masalah yang tidak sama.

Ada bebrapa hal yang bisa dan biasa kita lakukan untuk menjaga agar sistem sosial tetap berjalan yang sedikit banyak dapat mengurangi beban pikiran terutama pada saat mendapati masalah. Pertama berkumpul dengan keluarga. Sering-seringlah anda berkumpul dengan keluarga seperti nonoton TV bareng, makan bersama, membersihkan rumah bersama dan sebagainya. Meskipun keluarga anda tidak mengetahui bila anda sedang dilanda masalah. Sedikit banyak keceriaan senda gurau akan berpengaruh menurunkan tekanan pikiran.

Kedua berkumpul dengan tetangga. Apa anda tipe orang yang jarang keluar rumah, selalu saja di dalam rumah dan tidak akan keluar bila tidak ada suatu kepentingan. Cobalah untuk sekedar menyapa tetangga menanyakan kabarnya atau yang lainnya. Atau mungkin ngobrol seputar pendidikan dan pekerjaan sambil bercanda. Moment ini penting sekali untuk menetralisir tekanan pikiran kita apalagi pada saat dilanda masalah. Tidak perlu menunjukkan diri dengan raut muka sedang mendapat masalah karena tetangga juga memiliki masalah sendiri.

Ketiga berkunjung ke teman lama. Anda pasti memiliki teman yang sudah lama tidak bertemu, mungkin teman SD, SMP atau teman SMA. Cobalah kunjungi salah satu atau beberapa teman lama anda yang rumahnya tidak jauh dari rumah (terjangkau). Tetapi bila anda punya biaya maka bisa ke teman yang jauh. Ini berbeda dengan menelpon, maksud sosialisasi disini berarti bertemu muka walau hanya sekedar bercanda. Tetapi bisa saja lebih dari itu menjalin hubungan yang lebih akrab lagi.

Keempat berkunjung ke panti asuhan. Tidak semua orang suka mengunjungi panti asuhan juga tidak semua orang suka dengan warga di panti asuhan terutama panti jompo. Cobalah sekali-kali anda mendatangi tempat tersebut bersama keluarga atau teman atau malah sendirian saja. Temui salah satu atau beberapa penghuni panti asuhan walau hanya sekedar menanyakan aktifitasnya. Mereka senang melihat ada yang datang maka kita juga memaksa diri untuk senang melihat mereka.

Kelima mengunjungi pameran atau pertunjukan. Anda hidup dimana, di kota atau di desa. Bagi yang hidup di kota akan mudah mendapati pameran atau pertunjukan di tengah kota. Cobalah untuk mengunjungi pameran yang ada, ntah itu pameran komputer, pameran tanaman hias, pameran motor dan sebagainya. Dalam hal ini bukan sekedar melihat-lihat saja tetapi juga sedikit banyak mengajak bicara orang-orang yang berada di stand pameran untuk sekedar menanyakan produk atau barang yang dipamerkan.

Kelima hal yang telah disebutkan di atas merupakan contoh saja yang bisa kita lakukan dalam menjaga agar sistem sosial kita tetap berjalan dengan baik. Anda dapat menemukan contoh-contoh lain selain kelima hal di atas yang apabila dilakukan sedikit banyak dapat mengurangi beban pikiran kita pada saat mendapati masalah atau mungkin malah bisa mengobati rasa suntuk dan kalut akibat masalah yang sedang dialami.

4. Komunikatif (menjaga komunikasi).
Manusia diciptakan Tuhan dilengkapi dengan mulut yang terletak pada bagian bawah raut muka. Selain berfungsi untuk makan dan minum, mulut juga berfungsi untuk berbicara guna mengungkapkan isi hati dan pikiran dalam bentuk kata-kata. Dengan adanya komunikasi antara sesama manusia mungkin juga antara manusia dengan bukan manusia maka diperoleh ilmu pengetahuan, teman juga hal-hal lain yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.

Akan tetapi lain cerita ketika manusia sedang dilanda masalah, sedikit banyak akan mempengaruhi komunikasinya. Yang biasanya suka bicara akhirnya diam, yang pendiam akhirnya membisu. Apabila kondisi ini dibiarkan maka orang tersebut bisa berubah menjadi tipe tertutup, terkena stress berat bahkan ada indikasi gila mulai nampak. Pentingnya komunikasi maka kita harus selalu menjaganya agar ketika mendapati masalah tidak akan menyeret diri hingga ke tingkat stress berat.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan terkait dengan menjaga komunikasi agar pada saat terkena masalah dampaknya tidak terlalu membebani pikiran. Pertama tertawa bila melihat suatu kelucuan. Tidak semua orang bisa tertawa apabila melihat ada hal yang lucu apalagi pada saat mendapati masalah maka kelucuan apapun itu bentuknya tetap saja tidak akan membuat tertawa. Coba kita paksa diri untuk tertawa meski susah, kita paksa diri menonton acara TV yang lucu dan kemudian tertawalah jangan hanya diam.

Kedua mau tersenyum dengan orang lain. Tidak semua orang mau dan rela untuk tersenyum ketika bertemu orang lain. Jangankan bertemu dengan orang yang tak dikenal, bertemu dengan orang yang dikenalnya saja terkadang tidak mau tersenyum. Tidak salah kalo orang lain menilainya seram nih orang. Apalagi sedang kena masalah, waduh mulutnya tertutup rapat. Cobalah untuk tersenyum meski sedang terkena masalah. Selain kesannya positif, orang lain akan melihat kita secara positif pula.

Ketiga suka bernyanyi kecil. Tidak semua orang suka lagu, tidak semua orang suka bernyanyi, tidak semua orang pintar bernyanyi. Tetapi semua orang bisa bernyanyi bila mau melakukannya. Kita sering melihat orang sambil jalan dia bernyanyi kecil atau bersiul yang itu menunjukkan bahwa dia sedang gembira. Maka itu cobalah kita untuk bernyanyi kecil lagu yang kita suka terutama pada saat mendapati masalah. Ini akan dapat mengurangi beban pikiran selain kesannya lagi senang.

Keempat mau menyapa binatang. Sering kita temui di mana-mana ada binatang peliharaan juga binatang liar bahakan mungkin di rumah sendiri juga ada binatang seperti kucing, ayam, anjing dan sebagainya. Orang ketika mendapati masalah cenderung tidak peduli ada binatang tidak jauh darinya bahkan anjing galak sekalipun. Cobalah untuk menyapa binatang-binatang itu misalnya kucing kita panggil pus-pus atau ayam kita tirukan suaranya. Bisa juga disentuh atau mungkin diajak bermain-main.

Kelima ngobrol dengan keluarga atau tetangga. Kita tidak hidup sendiri tetapi bersama dengan keluarga juga tetangga dekat atau teman main. Tidak semua orang akrab dengan keluarga atau tetangga tetapi tidak semua orang juga susah bergaul terutama pada saat bermasalah. Cobalah untuk sekerdar bercengkerama atau ngobrol dengan keluarga dan tetangga dan bukannya menghindarinya karena sedang bermasalah. Dengan jalur komunikasi yang makin baik maka ketegangan pikiran akan makin reda.

Beberapa hal di atas hanya contoh kecil bagaimana kita memelihara komunikasi agar selalu terjaga dan tidak putus. Anda dapat menemukan contoh-contoh lain dalam menjalani kehidupan ini yang bisa diambil untuk dapat mengurangi beban pikiran pada saat terkena masalah. Dengan terpeliharanya komunikasi yang baik maka ketika dapet masalah tidak akan berdampak terlalu besar pada diri sehingga pikiran kita tidak akan mencapai tingkat stress.

5. Treatment Lingkungan (mengubah lingkungan).
Mengubah lingkungan di sekitar kita merupakan hal yang sangat sederhana dan mudah tetapi berat sekali untuk dilakukan terutama bagi pemalas. Apabila kita mampu melakukannya maka hal-hal baru akan mewarnai pola pikir dan tentunya inisiatif dan ide-ide baru akan muncul. Hasilnya stress tidak mudah menyerang diri, kalo toh kena dampaknya tidak terlalu membebani pikiran.

Manusia dalam menjalani kehidupan memiliki kebiasaan yang telah berlangsung selama berhari-hari berminggu-minggu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan hidup dalam lingkungan maka kebiasaan baru dan hal-hal baru akan mampu merubah segalanya baik perilaku, perasaan, pikiran kita terhadap orang lain, diri sendiri, juga lingkungan. Orang lainpun akan ikut senang melihat adanya hal baru dalam diri kita dan kita bisa terhindar dari bahaya stress berat.

Pertama mengubah pandangan pertama di ruang pribadi. Apa yang terlihat pertama kali ketika anda akan masuk membuka pintu kamar. Mungkin yang terlihat tempat tidur. Selama bertahun-tahun setiap membuka pintu kamar selalu saja yang pertama kali dilihat tempat tidur. Apa tidak bosan? Cobalah diganti. Sekarang tiap buka pintu kamar yang terlihat pertama adalah tulisan “aku akan bunuh diri“. Eh bukan ini, salah, jangan yang ini, berbahaya, tidak baik bagi anak-anak, remaja dan dewasa.

Maksudnya tiap buka pintu kamar yang terlihat pertama kali adalah tulisan jangan buang sampah sembarangan atau berhenti merokok, atau olah raga ringan di kamar dan lain-lain. Bagi yang tidak suka tulisan di kertas yang menempel tembok mungkin cara lain tiap kali buka pintu kamar yang terlihat komputer atau buku bacaan atau yang lainnya. Meskipun hanya mengubah apa yang kita lihat pertama kali ketika masuk kamar, tapi itu sangat penting bagi diri terutama mengatasi kebosanan.

Kedua mengubah tampilan ruang pribadi. Mengubah tampilan di dalam kamar ini memiliki banyak macam dan fareasi, seperti warna cat tembok. Cobalah untuk dirubah dengan mengecat ulang dengan warna yang lain tentunya bila ada dukungan dana yang cukup. Mungkin juga mengganti gambar dan hiasan dinding dengan yang baru. Atau bisa juga merubah posisi tidur yang semula kepala berada di utara sekarang coba ganti dengan posisi kepala berada di barat dan contoh-contoh lainnya.

Ketiga mengubah kebiasaan berpergian. Mungkin anda kalo pergi selalu saja naik motor dan selalu saja melewati jalan utama yang menghubungkan rumah dengan tempat tujuan. Cobalah sekali-kali atau sering kali tiap pergi tidak naik motor namun sepeda atau naik bis kota. Atau mungkin masih tetep naik motor seperti biasa tetapi jalan yang dilalui diganti. Biasanya lewat jalan utama, sekarang coba lewat jalan lain yang tidak biasa kita lewati baik ketika berangkat maupun pulang kerja/kuliah/sekolah.

Keempat televisi, radio, komputer dll diubah. Apa yang anda suka dari acara TV. Mungkin anda suka berita kejahatan dalam acara patroli, sidik, sergap dan lain-lain. Setiap hari yang ditonton itu saja dan tidak mau yang lain. Cobalah sekarang sekali ato beberapa kali nonton yang lucu seperti tawa sutra, democrazy, ketoprak humor, extravaganza dan lain-lain. Cara lain posisi televisi. Biasanya anda menonton televisi yang posisi TV berada di pojok kanan ruangan, sekarang dipindah ke tengah atao pinggir kiri ruangan.

Kelima kunjungan khusus. Apakah anda termasuk orang yang jarang keluar rumah dan kalau keluar rumah hanya di sekitar daerah anda saja seperti kalo ada arisan, ronda, rapat, kerja bakti, itu-itu saja tiada yang lain. Sekarang coba sekali-kali nonton pameran, apa itu pameran komputer, pameran tanaman, pameran buku atau pameran-pameran yang lainnya. Cara lain cobalah sekali-kali wisata seperti ke kuburan (eh salah), ke kebun binatang, museum ato yang lainnya.

Kelima hal yang telah disebutkan di atas itu hanya contoh-contoh sederhana yang dapat dilakukan dalam rangka mengubah lingkungan sekitar kita. Apabila kita mau mengubah lingkungan sekitar kita maka sikap ini akan sangat membantu mengurangi beban pikiran terutama pada saat mendapati masalah. Anda dapat menemukan hal-hal lain dalam rangka mengubah lingkungan tersebut yang sedikit banyak akan bermanfaat dalam menanggulangi masalah agar tidak sampe stress.

Pengertian, relearning, sosialisasi, komunikatif dan treatment lingkungan yang telah dijabarkan di atas dapat anda jadikan sebagai ukuran untuk mengurangi sekaligus menetralisir beban pikiran kita pada saat mendapati masalah agar tidak menyerte kepada stress berat. Masalah apapun itu apabila disikapi juga dikelola dengan baik maka akan bisa ditangani dan diselesaikan dengan baik pula.

Tulisan di atas mengenai menanggulangi stress ini bukan tips untuk menyelesaikan masalah yang sedang atau akan anda hadapi. Tetapi bermanfaat untuk menanggulangi stress yang mengancam diri kita pada saat terkena masalah. Untuk itu cobalah untuk bisa menggunakan segala cara dalam menanggulangi dampak masalah yang kita hadapi agar tidak menyeret pada stress dan hasil yang di peroleh dari menggulangi stress ini masalah akan dapat teratasi dan kita bisa menjalani kehidupan dengan nyaman.

Kontrofersi, Senin 22 Desember 2008
Eddy corret.

Komentar

1. brandon alan scofield - Desember 25, 2008

satu lagi kiat menanggulangi stress : main games pake playsation …

:) setuju mas eddy :)

2. orang iseng - Desember 25, 2008

gw yang kedua….hore….
hore..hore..hore… ( bukan berarti gw stress loeh yah… )
karena jarang banget ngisi komen paling atas sendiri… hehehehe
iya gak mas eddy corret….

3. brandon alan scofield - Desember 25, 2008

comment mau ditutup ya ?

okay buat semua kalo gue ade sale sale kate, gue minta maaf buat lu semua okay ?

4. eddycorret - Desember 25, 2008

1. brandon alan scofield – Desember 25, 2008
satu lagi kiat menanggulangi stress : main games pake playsation …

Main games bisa masuk ke beberapa point tergantung titik temunya dimana. Kalo untuk bersama-sama temen tentunya masuk ke sosialisasi. Kalo untuk refresh bisa masuk ke treatment lingkungan. Kalo untuk ngobrol bisa masuk ke komunikatif. Tetapi bila keterusan main game hingga menjadi maniak maka bisa kurang baik apalagi kalo sampe menggangu aktifitas.

5. SUJUD! - Desember 25, 2008

Sujud boss,taroh itu otak sama kesombongan akal pikirannya lebih rendah dari pantatnya………

6. brandon alan scofield - Desember 26, 2008

gue baca di blog luar negeri … orang USA lagi sibuk ngebahas ramalan Nostradamus soal the end of the world 2012 ? cob a deh klink ” nostramus 2012″ di google !

7. brandon alan scofield - Desember 26, 2008

orang bule seram gak ama ramalan nostradamus itu ?

eddycorret - Desember 29, 2008

Makasih
Buat siapa saja atas komentar-komentarnya :)


Sorry comments are closed for this entry