Kelak di Indonesia
Akan ada perang agung merata ke seluruh wilayah
Banyak terjadi kematian, desa-desa kerusakan, kota-kota hancur-hancuran.

Negara Indonesia merupakan sebuah negara yang terdiri atas banyak pulau, suku, bahasa, adat, budaya dan masih banyak lagi beragam di negri ini yang diikat dalam Bhinneka Tunggal Ikka. Dengan ikatan tersebut, segala macam perbedaan dapat hidup berdampingan satu sama lain dalam keharmonisan. Seluruh rakyat menerima adanya perbedaan dalam keragaman sehingga kehidupan bisa berjalan dengan baik seperti yang diharapkan bersama.

Akan tetapi bagaimana seandainya yang berbeda-beda itu tidak bisa hidup berdampingan? Hasilnya bisa dipastikan akan terjadi suatu masalah dan bentrokan-bentrokan antara satu dengan yang lainnya. Apabila ini terjadi maka dapat memicu adanya kerusuhan bahkan perang di negri tercinta ini. Kita tidak akan berharap hal ini terjadi. Namun leluhur pernah meramalkan bila di Indonesia kelak akan terjadi perang besar yang membawa Nusantara menuju kiamat. Mungkinkah ramalan ini akan terwujud atau hanya ramalan kosong saja.

1. Apa itu Kiamat.
Kiamat bisa diartikan sebagai berakhirnya kehdupan di dunia. Akan tetapi terkait dengan negri kita Indonesia, maka kiamat dapat diartikan sebagai berakhirnya kehidupan di Indonesia karena mengalami kehancuran. Saat ini negara Indonesia bisa tegak berdiri karena ditopang oleh sisitem yang bekerja dengan baik di negri ini baik itu sistem dalam pemerintahannya maupun sisitem dalam masyarakatnya dan sistem-sistem lainnya bekerja.

Apabila sisitem-sisitem yang menopang negri ini rusak bahkan macet total, maka yang pasti akan terjadi yaitu adanya kekacauan dimana-mana sehingga memicu amarah rakyat Indonesia. Apabila amarah rakyat tidak segera diatasi maka dapat meluas hingga ke seluruh wilayah Indonesia. Hasilnya kekacauan pada semua sistem di setiap wilayah akan terjadi dan Indonesia perlahan-lahan akan menemui kehancuran yang nyata.

2. Ugo Wangsit Siliwangi.
Dalam naskah Ugo Wangsit Siliwangi disebutkan kelak “akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara”. Prabu Siliwangi jauh-jauh hari telah memperingatkan dengan Ugo Wangsitnya bahwa kelak di Indonesia akan mengalami huru-hara besar yang meluas ke seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu kita sebagai rakyat Indonesia juga pemerintah harus mempersiapkan diri agar huru hara tersebut bisa teratasi.

Huru hara yang dimaksudkan oleh Prabu Siliwangi bisa diartikan sebagai kerusuhan yang pada mulanya terjadi di satu daerah saja. Namun akhirnya meluas keseluruh wilayah Indonesia. Kerusuhan tersebut diduga akan muncul dari adanya demonstrasi rakyat juga mahasiswa yang menuntut sesuatu pada pemerintah. Dari demonstrasi itulah dimungkinkan awal munculnya huru hara di Indonesia.

3. Sabda Gaib Prabu Joyoboyo.
“Dene wontene dahuru sasampune hardi merapi ,gung kobar saking dahara sigar tengahira kadi lepen mili toya lahar ,ngidul ngetan njog pasisir Myang amblese glacapgunung sarta ing madura nagari meh ghatuk lan Surabaya,sabibaripun tumuli,wiwit dahuru lonlona saya lami saya ndadi Temah peperangan agung ,rurusuh mratah sabumi mungsuhe datan karuwan .polahe jalma keha sami,kadi gabah ingeteran ,montang manting rebut urip Papati atumpuk undung ,desa desa morat marit ,kutha kutha karusakan ,kraton kalih manggih kinkin ,ing sala kaleban toya ngayugyakarta sumingkir Ratunya marca sing kratun ,ngilang kalingan cecedhis,sanget kasansayanira”.

Dari Sabda Gaib Prabu Joyoboyo, ada beberapa point penting yaitu :
a. Gunung Merapi meletus yang laharnya ke arah timur dan selatan.
b. 2 Kerajaan terkena bencana, Kerajaan Solo kebanjiran dan Kerajaan Jogja Rajanya meninggalkan Keraton.
c. Jawa dan Madura hampir tersambung.
d. Terjadi peperangan agung merata ke seluruh Nusantara.
e. Susah payah rakyat mempertahankan kehidupan.
f. Kematian bertumpuk-tumpuk.
g. Desa-desa hancur-hancuran.
h. Kota-kota Kerusakan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa beberapa point dalam Sabda Gaib Prabu Joyoboyo di atas sudah terjadi, yaitu gunung merapi meletus pada tahun 2006. Selanjutnya Jawa dan Madura tersambung, itu juga telah terjadi yaitu dengan selesainya jembatan Suramadu. Lalu 2 kerajaan terkena musibah, 2 kerajaan itu yaitu Solo beberapa waktu lalu kebanjiran juga ada kebakaran dan untuk Jogja rajanya meninggalkan kerajaan menjadi calon presiden.

Karena 3 peristiwa dalam ungkapan di atas telah terjadi, maka sekarang tinggal menunggu peristiwa berikutnya yaitu terjadinya perang agung atau perang besar di seluruh wilayah Indonesia. Joyoboyo menyebutnya perang agung yang mengindikasikan bakal banyak rakyat Indonesia akan meninggal dunia dalam perang tersebut mungkin akan menembus hingga ribuan jumlah kematiannya. Bila ini terjadi maka artinya Indonesia sedang menuju kiamat sesungguhnya.

4. Fenomena Rusuh di Indonesia.
Kata rusuh sepertinya bukan sebuah istilah yang asing kita dengar. Kita sebagai rakyat Indonesia telah terbiasa mendengar kata rusuh tersebut melalui media-media yang ada baik televisi, radio, koran, internet bahkan juga obrolan kecil di warung-warung dan pasar juga arisan atau pkk. Sepertinya rakyat Indonesia dari berbagai kalangan mulai dari yang terbawah hingga kalangan atas, sudah tidak heran dengan kata rusuh tersebut.

Hampir setiap hari ada saja di suatu tempat di negri ini terjadi rusuh. Contohnya seperti rusuh sepakbola, rusuh pilkada, rusuh penggusuran, rusuh pengadilan, rusuh demonstrasi, rusuh konser dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya yang peristiwanya berganti-ganti tempat dan selalu saja ada di setiap harinya di negri tercinta ini seakan-akan tiada hari tanpa rusuh saja di Indonesia.

Adanya fenomena rusuh yang selalu ada setiap harinya di Indonesia, secara langsung maupun tidak langsung akan memberi pengajaran rusuh pada siapa saja rakyat Indonesia baik yang pernah rusuh maupun yang belum pernah rusuh sama sekali. Apabila sebagian besar rakyat Indonesia terbiasa dengan fenomena rusuh ini maka semakin lama akan menjadi sebuah pengalaman untuk berbuat rusuh lagi.

Cuma kerusuhan yang setiap hari ada di Indonesia berbeda-beda kepentingan. Yang satu rusuh dalam sepak bola, yang lain rusuh dalam demonstrasi, yang satu lagi rusuh dalam penggusuran, dan yang lainnya lagi rusuh di bagian ini di bagian itu yang antara satu kerusuhan dengan kerusuhan lainnya tidak sama tujuannya. Selain itu juga berbeda latar belakangnya sehingga kerusuhan yang terjadi relatif berkapasitas lokal dan tidak meluas dan membesar.

Sekarang bagaimana bila kerusuhan tersebut lahir dari latar belakang masalah yang sama dengan tuntutan yang sama juga dilakukan di semua daerah di Indonesia pada saat yang bersamaan pula. Bisa diprediksi kerusuhan tersebut akan sulit dikendalikan karena sifatnya sudah bukan lokal lagi, akan tetapi melebar ke tingkat nasional. Peristiwa ini dapat memicu daerah yang sebelumnya tidak rusuh akan ikutan rusuh juga.

Apabila fenomena rusuh yang tadinya lokal saja lalu berlanjut menjadi nasional, maka rakyat Indonesia yang telah berpengalaman berbuat rusuh akan memainkan peran penting dalam melakukan kerusakan di negri ini. Sementara mereka yang belum pernah rusuh niscaya akan ikut-ikutan rusuh sebagai aksi tidak terima atas suatu ketidakadilan yang telah dirasakannya dalam menjalani kehidupan.

Pada tahapan selanjutnya kerusuhan akan benar-benar nyata meluas di seluruh wilayah Indonesia yang berlanjut dengan pengerusakan atas segala fasilitas negara dan bisa jadi pengeruskan atas apa saja yang ada di sekitarnya. Apa mungkin hal ini akan terjadi? kemungkinannya sangat besar karena fenomena rusuh yang selama ini kita saksikan di media-media selalu saja ada yang terjadi di Indonesia ini.

5. Peristiwa akhir-akhir ini di Indonesia.
Apabila kita melihat keadaan negri tercinta Indonesia pada akhir-akhir ini, akan ditemui beberapa hal penting telah terjadi. Seperti pada beberapa waktu lalu sudah diadakan pemilu presiden. Beberapa pihak menyebut bila pemilu presiden 2009 akan gagal dan sebagai gantinya muncul Satrio Piningit menjadi presiden 2009 tanpa melalui proses pemilu. Namun ternyata pemilu berjalan dengan baik dan Pada Oktober telah dilantik presiden dan wapres periode 2009-2014.

Selanjutnya ada peristiwa terrorisme yang berhasil meledakkan bom di Jakarta. Dalam kasus terorisme itu pula terdengar isu target selanjutnya adalah Istana Merdeka berikut Presiden kita Pak SBY dan gedung DPR MPR di Jakarta. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya, para teroris malah berhasil ditangkap ada yang hidup ada juga yang mati bahkan otaknya yaitu Nurdin M Top yang telah lama dicari-cari akhirnya berhasil terbunuh.

Kemudian yang baru-baru ini sedang terjadi yaitu konflik antara KPK dengan Polri yang kian lama kian memanas. Terlebih munculnya komunitas dalam facebook yang dapat menarik simpati hingga sejuta lebih anggotanya menjadikan kasus KPK Polri semakin meriah lagi untuk disimak bagaimana kelanjutannya. Namun kok sepertinya naik turun saja jalannya kasus tersebut dan hingga detik ini seperti mengambang tidak jelas nanti hasil akhirnya.

Sementara di beberapa sudut wilayah Indonesia sedang terjadi kerusuhan -kerusuhan kecil, seperti perebutan tanah, penggusuran, perang antar kampung, perang suku, perkelahian pelajar juga mahasiswa dan peristiwa-peristiwa lainnya yang biasa terjadi setiap hari di Indonesia hanya berganti-ganti tempat saja. Sepertinya peristiwa rutin rusuh tersebut cuma lokal dan tidak akan membesar jadi nasional.

Melihat beberapa peristiwa yang telah terjadi dan sedang terjadi di negri ini pada saat ini, sepertinya tidak terdapat tanda-tanda bakalan menjadi kerusuhan besar apalagi sampe meluas ke seluruh wilayah Nusantara. Artinya Indonesia masih baik-baik saja hingga detik ini. Perekonomian, kehidupan, perdagangan, pendidikan dan lain-lainnya masih berfungsi dengan baik dan berjalan normal. Karena semua masih berjalan dengan baik maka masih susah untuk ditentukan apa penyebab yang menjadikan Indonesia menuju kiamat.

6. Dugaan awal karena Pemilu Presiden 2009.
Menelusuri penyebab terjadinya perang agung atau huru hara, dugaan awal terjadi karena peristiwa pemilu presiden 2009. Sebagaimana kita ketahui bahwa pada pemilu presiden lalu terdapat 3 pasang calon presiden dan wakil presiden. Kita juga mendengar adanya beberapa kekrisuhan dalam proses pemilu seperti kisruh DPT juga kisruh dalam perhitungan suara. Mungkin itu penyebab akan dimulainya huru hara. Untuk dugaan ini telah saya tulis di kaskus.

Akan tetapi kenyataannya pemilu presiden berjalan dengan lancar dan berhasil menelorkan sepasang presiden dan wakilnya serta sudah dilantik pada Oktaber lalu. Disisi lain rupanya 2 pasang calon presiden dan wakil presiden yang kalah dalam pemilu lalu rupanya dapat menerima kekalahan sehingga semuanya berjalan baik-baik saja tanpa ada kelanjutan yang mengkawatirkan. Akhirnya dugaan huru hara karena pemilu meleset.

7. Prediksi.
Kita coba untuk membuat suatu perhitungan kecil. Seharusnya peristiwa besar yang akan membawa Indonesia menuju kiamat bakal terjadi saat Pak SBY menjadi presiden. Hal ini dipercaya karena menurut Ronggowarsito Pak SBY merupakan satrio keenam dengan sebutan Satrio Pambukaning Gapuro. Selanjutnya setelah ini akan muncul Satrio Piningit sebagai Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu menjadi Ratu Adil sejati di Indonesia.

Padahal menurut Ugo Wangsit Siliwangi dan Jongko Joyoboyo bila Satrio Piningit akan muncul apabila sebelumnya telah terjadi huru-hara atau perang agung yang membesar dan meluas di seluruh wilayah Nusantara hingga membawa Indonesia menuju kiamat. Namun semenjak Pak SBY menjadi presiden mulai tahun 2004 hingga 2009 lalu dilanjutkan menjadi presiden lagi mulai Oktober 2009 ini, sama sekali belum terlihat tanda-tanda akan terjadinya peristiwa tersebut.

Masih ada satu perhitungan lagi yaitu Prabu Joyoboyo menyebut bila zaman Kalabendu akan berlangsung sejak tahun 1701 hingga tahun 1800 yang dalam perhitungan nasional terjadi sejak tahun 1910 hingga hingga tahun 2009. Apabila prediksi Prabu Joyoboyo ini benar maka peristiwa perang agung akan terjadi di tahun 2009 ini. Padahal saat ini sudah bulan November dan sebentar lagi tutup tahun 2009. Mungkinkah peristiwa perang agung itu akan terjadi pada Desember 2009 ?

Kemungkinan besar bisa saja terjadi pada Desember 2009 ini. Alasannya yaitu tengoklah peristiwa reformasi kerusuhan pada Mei 1998 lalu. Pada saat itu hanya terjadi pada tanggal 17 dan 18 saja akhirnya berlanjut menjadi kerusuhan yang membesar di mana-mana di berbagai wilayah Indonesia. Akan tetapi kita ketahui bila kerusuhan Mei 1998 bisa dikendalikan sehingga tidak berlanjut dan meluas serta membesar.

Itu untuk peristiwa Mei 1998 yang hanya tanggal 17 dan 18 saja yaitu 2 hari bisa berlanjut menjadi kerusuhan di mana-mana. Sementara saat ini tanggal 16 November 2009, sisa harinya ada sekitar 40-an hari sebelum memasuki tahun baru 2010. Kemungkinan terjadinya kerusuhan memiliki peluang yang cukup besar untuk terjadi. Yang 2 hari pada Mei 1998 saja berlanjut menjadi kerusuhan apalagi yang 40-an hari tentunya akan bisa berlanjut menjadi kaiamat.

Dari segi waktu sepertinya sisa hari di akhir 2009 ini masih memiliki peluang besar terjadinya kerusuhan atau huru hara. Selanjutnya dari segi pemicu kerusuhannya. Untuk yang satu ini sepertinya masih sulit untuk menebak-nebak karena hingga saat ini 16 November 2009 belum ada gejala yang pasti akan membawa ke perang agung. Untuk itu sebaiknya kita tunggu saja di 40-an hari sebelum tahun baru 2010. Apa memang ada atau tidak peristiwa huru hara tersebut. Bila ada sebaiknya berhati-hatilah dalam menjalani kehidupan.

Kontrofersi, Senin 16 November 2009
Eddy Corret.

About these ads