Kabar gembira
Tokoh-tokoh dalam film kartun
Akan hadir di kehidupan nyata bumi Indonesia.

Tidak lama lagi di negri tercinta Indonesia akan muncul Satrio Piningit seperti yang telah diramalkan beberapa leluhur Nusantara. Konon katanya si satrio itu sakti mandraguna yang dengan kesaktiannya tersebut dia akan mengembalikan kejayaan Indonesia seperti pada masa Majapahit dahulu. Banyak orang tidak percaya dengan ramalan bila Satrio Piningit sakti mandraguna, sebagian hanya percaya akan kemunculannya saja namun tidak memepercayai bila ada orang sakti di zaman sekarang ini. Memang kebanyakan orang lebih percaya si satrio akan menjadi presiden tapi tidak sakti.

Yaa begitulah rakyat Indonesia menanggapi ramalan para leluhurnya sendiri antara satu dengan yang lainnya tidak ada yang sama. Dampaknya si satrio tetep saja piningit hingga tiba waktu kemunculannya. Bila dipikir-pikir tidaklah mungkin leluhur Nusantara yang notabene seorang raja akan menipu anak cucu bangsa Indonesia dengan ramalan-ramalannya. Dengan banyaknya ramalan yang telah terwujud maka diyakini ramalan bahwa Satrio Piningit sakti mandraguna juga akan terbukti nantinya. Memang diakui zaman sekarang telah modern, hal-hal yang mendekati supranatural dan kesaktian diragukan tapi bila Tuhan berkehendak maka zaman apapun itu ndak akan jadi masalah.

1. Jongko Prabu Joyoboyo.
Prabu Joyoboyo dalam bait 159 menyebutkan “akan ada dewa tampil berbadan manusia”, lalu pada bait 170 “disebut dewa namun manusia biasa”. Mencermati kalimat dari Prabu Joyoboyo tersebut maka Satrio Piningit diibaratkan seperti dewa yang memiliki berbagai macam kesaktian-kesaktian yang tidak mungkin dimiliki manusia pada umumnya. Kelak orang akan menyebut si satrio sebagai dewa, walaupun demikian dia tetep saja manusia biasa yang butuh makan minum dan istirahat serta kebutuhan hidup manusia pada umumnya. Dengan kata lain seakan-akan Satrio Piningit merupakan perpaduan antara dewa dan manusia dalam satu wadah / tubuh.

Lalu pada bait 162 disebutkan “sakti mandraguna tanpa ajimat”. Ini mengindikasikan bila kesaktian Satrio Piningit tidak diperoleh dari benda atau barang-barang yang ada di muka bumi, akan tetapi kesaktiannya murni karena wahyu dari Tuhan YME sehingga akan terlihat nyata dan tidak sekedar menipu mata. Selanjutnya pada bait 165 disebutkan “warisane gatotkaca sejuta”. Dengan adanya kalimat yang satu ini berarti kesaktian yang dimiliki Satrio Piningit tidak jauh beda dengan yang dimiliki Gatotkaca putra Bima Pandawa dalam kisah Mahabarata. Kata sejuta bisa dimengerti sebagai kesaktiannya melebihi si Gatotkaca sendiri.

2. Kesaktian Gatotkaca.
Apabila kita melihat cerita Gatotkaca putra Bima Pandawa dalam kisah Mahabarata, maka nampak disana Gatotkaca memiliki 2 kesaktian yang istimewa dan kesaktian tersebut jarang dimiliki orang lain baik dari kalangan Pandawa maupun dari pihak Kurawa. Tentu saja keadaan ini akan sangat menguntungkan pihak Pndawa sebaliknya akan sangat merugikan pihak Kurawa. Akan tetapi sesakti apapun Gatotkaca tetep saja ada yang lebih sakti dan bisa mengalahkannya. Disebutkan bahwa 2 kesaktian istimewa Gatotkaca yaitu pertama dapat terbang dan yang kedua dapat membesar atau mengecil ukuran tubuhnya.

2 kesaktian istimewa yang dimiliki Gatotkaca rupanya tidak hanya digunakan secara terpisah, akan tetapi lebih dari itu bisa dipadukan untuk digunakan pada saat yang bersamaan. Contohnya pada peristiwa perang antara Pandawa dan Kurawa, Gatotkaca menggunakan kesaktian membesarkan tubuhnya dan ketika tubuhnya berubah menjadi sangat besar, diapun terbang melayang di udara. Dengan perpaduan kesaktian ini maka Gatotkaca leluasa untuk mengalahkan musuh-musuhnya. Nah … kelak Satrio Piningitpun bisa melakukan hal sama seperti yang dilakukan Gatotkaca. Dia dapat terbang sekaligus merubah tubuhnya menjadi besar atau kecil.

3. Proses pewarisan kesaktian.
Rupanya bukan hal yang mudah bagi manusia untuk mendapatkan kesaktian, harus ada usaha-usaha serius dan disiplin untuk menuju kesana. Belum lagi syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi juga pantangan-pantangan yang harus dihindari guna mendukung usaha mendapatkan kesaktian. Pada zaman dahulu kala, konon katanya untuk menjadi sakti harus sering bertapa bahkan ada yang bertapa hingga 40 hari 40 malam lamanya. Bagaimana dengan zaman sekarang, tentunya berat sekali manusia zaman sekarang untuk bertapa apalagi 40 hari lamanya.

Disebutkan oleh Prabu Joyoboyo bila Satrio Piningit “sakti mandraguna warisannya Gatotkaca sejuta”. Apakah si satrio harus bertapa juga untuk mendapatkan kesaktian tersebut. Sepertinya tidak mungkin karena Prabu Joyoboyo menyebut “lahir di bumi Mekah” yang diartikan sebagai beragama islam. Tidak mungkin si satrio akan bertapa disebabkan sebagai umat islam dia harus menjalankan sholat 5 waktu. Apa mungkin kesaktiannya diperoleh karena unsur keturunan, maksudnya Satrio Piningit adalah keturunan dari Gatotokaca putra Bima Pandawa. Hingga saat ini belum ditemukan data dan bukti-bukti mengenai hal tersebut, jadi belum bisa dipastikan.

Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits menyebutkan “Al-Mahdi berasal dari umatku, yang akan diislahkan oleh Allah dalam satu malam. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)”. Dari hadits tersebut dapat dimengerti kelak Satrio Piningit akan diberi kesaktian (wahyu) langsung dari Tuhan Sang Pencipta. Karena diberi langsung oleh Sang Pencipta maka wajar bila hanya membutuhkan waktu satu malam saja bahkan mungkin beberapa jam saja proses wahyu itu turun dari langit masuk ke tubuh Satrio Piningit. Sesaat setelah wahyu tersebut benar-benar diterima masuk ke tubuh si satrio, maka saat itu dia otomatis langsung menjadi sakti mandraguna dan diprediksi sesaat kemudian dia akan langsung beraksi untuk Indonesia.

Adanya pemberian wahyu dari Tuhan Sang Pencipta kepada Satrio Piningit menunjukkan bila si satrio mendapat kesaktian tidak dengan jalan bertapa atau harus “laku” setahap demi setahap untuk menjadi sakti. Mengingat prosesnya hanya satu malam saja wahyu itu turun maka tidak heran bila Satrio Piningit susah ditemukan dalam persembunyiannya karena bila wahyu belum turun dia tidak ada bedanya dengan kita-kita rakyat Indonesia pada umumnya. Dengan demikian proses Satrio Piningit menjadi warisane Gatotokaca sejuta bukan karena unsur keturunan juga bukan karena usaha dengan bertapa atau yang lainnya, akan tetapi dia mendapatkan wahyu dari Tuhan yang jenis wahyu tersebut sama dengan yang dimiliki Gatotokaca bahkan lebih tinggi.

4. Penafsiran warisane Gatotokaca sejuta.
Dalam bait 165 Jongko Joyoboyo disebutkan “warisane Gatotkaca sejuta”. Sebagaimana bait-bait yang lain, untuk bait yang satu ini rakyat Indonesia berbeda-beda penafsirannya. Ada yang menafsirkan warisane Gatotokaca sejuta sebagai warisan harta kekayaan. Satrio Piningit dipercaya sebagai pewaris harta peninggalan kerajaan-kerajaan Nusantara yang biasa disebut dengan harta amanah. Konon katanya harta amanah jumlahnya begitu banyak dan disimpan di alam fisik seperti bank dll juga di alam ghaib. Hingga saat ini tidak ada yang sanggup mencairkan harta amanah tersebut dan hanya Satrio Piningit itu saja yang bisa mencairkannya.

Ada juga yang menafsirkan warisane Gatotkaca sejuta menyesuaikan dengan zaman saat ini. Gatotkaca putra Bima Pandawa memang sakti dengan 2 kemampuan istimewanya yaitu bisa terbang dan bisa merubah ukuran tubuhnya menjadi kecil atau besar. Rakyat Indonesia ada yang menafsirkan kesaktian Gatotokaca tersebut disesuaikan dengan zaman sekarang. Untuk kesaktian bisa terbang ditafsirkan sebagai naik pesawat terbang dan kata sejuta berarti segala jenis pesawat dapat dinaiki si satrio. Sementara untuk kesaktian merubah ukuran tubuh ditafsirkan sebagai menjadi presiden dan rakyat pada saat yang sama. Ketika duduk di kursi presiden akan terlihat besar kharismanya dan ketika berada di tengah-tengah rakyat akan menyatu dengan rakyat.

Ada lagi rakyat Indonesia yang lain menafsirkan warisane Gatotkaca sejuta sebagai keturunan dari Gatotokaca putra Bima Pandawa. Sepertinya memang banyak yang mempercayai bila Satrio Piningit itu keturunan darah dari Gatotokaca. Karena keturunan dari orang sakti maka si satrio punya potensi dan peluang yang besar untuk mendapatkan berbagai macam kesaktian. Selanjutnya untuk kata sejuta ditafsrikan tidak hanya keturunan darah saja, akan tetapi rumahnya, hidupnya dan lain-lainnya sama seperti hidupnya Gatotokaca. Hal ini diperkuat bait 161 Jongko Joyoboyo yang berbunyi “berumah seperti raden Gatotokaca berupa rumah merpati susun tiga”.

Kemudian ada yang menafsirkan warisane Gatotkaca sejuta sebagai membagi kekuatan atau kesaktian dengan banyak orang melalui perekrutan anggota juga melalui kloning DNA. Untuk membagi kesaktian dengan proses perekrutan sepertinya akan membentuk generasi-generasi yang tangguh dan sakti tiada lain dengan maksud merubah negara Indonesia dengan kekuatan. Sementara untuk kloning DNA hampir sama, cuma prosesnya menggunakan teknologi kedokteran. Namun tetap saja arahnya untuk membentuk generasi yang sakti, dari kloning DNA itu diharapkan kesaktian akan tertransfer ke banyak orang.

Secara pribadi saya Eddy Corret menafsirkan warisane Gatotkaca sejuta sebagai kekuatan dan kesaktian yang sesungguhnya (bukan kiasan). Gatotkaca putra Bima Pandawa bisa terbang dan bisa merubah ukuran tubuhnya. Kelak Satrio Piningit juga demikian, dia memiliki kemampuan untuk terbang melayang di udara juga dapat merubah ukuran tubuhnya. Lalu untuk kata “sejuta” saya tafsirkan si satrio itu bisa merubah wujudnya menjadi apa saja baik manusia, hewan, tumbuhan, benda mati bahkan menjadi tokoh-tokoh dalam film kartun + sekaligus menggunakan jurus yang dimiliki si tokoh film kartun tersebut.

Sekarang kita buat sebuah analisa, seandainya Prabu Joyoboyo menyebut Satrio Piningit dengan warisane Gatotkaca (tanpa ada kata sejuta) maka penafsirannya si satrio hanya bisa terbang dan merubah ukuran tubuhnya menjadi besar atau kecil. Selanjutnya dengan sebutan warisane Gatotokaca sepuluh, maka si satrio bisa berubah menjadi 10 orang. Lalu dengan sebutan warisane Gatotkaca seratus atau seribu, maka si satrio bisa merubah dirinya menjadi seratus atau seribu orang saja. Akan tetapi dengan sebutan warisane Gatotokaca sejuta, tiada penafsiran lain kecuali Satrio Piningit memiliki kemampuan untuk merubah wujudnya tidak terbatas, baik menjadi makhluk hidup maupun benda mati bahkan juga merubah wujudnya menjadi apa saja yang ada dalam film-film.

5. Satrio Piningit bisa merubah wujudnya.
Dengan menggunakan kemampuan supranatural seadanya, saya mencoba melihat ke masa depan dengan sasaran Satrio Piningit pada saat menggunakan kesaktiannya. Perlu diketahui bila si satrio sulit sekali dilihat bahkan tidak bisa terlihat di masa depan ketika dia tidak menggunakan kesaktiannya. Satrio Piningit bisa dilihat di masa depan hanya pada saat dia menggunakan kesaktiannya saja. Ntah kenapa sebabnya kok tidak terlihat pada saat biasa, apa karena kemampuan saya yang terbatas atau karena alam yang menyembunyikan gambaran masa depan pada saat si satrio tidak menggunakan kesaktiannya.

Sekali melihat ke masa depan … masih penasaran, diulangi kedua kali hingga berkali-kali saya mencoba melihat Satrio Piningit menggunakan kesaktiannya hasilnya tetap sama. Dia dapat merubah wujudnya menjadi tokoh-tokoh dalam film kartun yang digemari para remaja. Satrio Piningit dapat merubah wujudnya menjadi Naruto dkk, Son Goku dkk, Rufy dkk, Ichigo dkk dan tokoh-tokoh kartun lainnya. Memang sulit dipercaya akan tetapi apabila saya ulangi lagi melihat ke masa depan, hasilnya tetep saja yang terlihat tokoh-tokoh film kartun muncul di alam fisik Indonesia.

Pada saat saya lihat, tokoh-tokoh film kartun itu muncul di tengah-tengah rakyat Indonesia yang sedang berperang juga melakukan pengerusakan. Sepertinya Satrio Piningit muncul menggunakan wujud tokoh-tokoh film kartun mengadakan perang pupuh untuk menghentikan berlangsungnya perang agung. Datangnyapun tidak diketahui dari mana, secara tiba-tiba muncul begitu saja di tengah-tengah kerumunan orang yang sedang berperang dan melakukan kerusakan lalu berhentilah perang tersebut. Mengenai wujudnya sama persis dengan tokoh dalam film kartun di televisi baik tinggi badannya, warna rambutnya, wajahnya bahkan juga warna pakaiannya.

6. Satrio Piningit bisa terbang.
Walau hanya dengan kemampuan yang terbatas, saya coba untuk melihat ke masa depan membidik Satrio Piningit pada saat menggunakan kesaktiannya. Meskipun tidak sering kali dan cuma beberapa kali, si satrio rupanya memang bisa terbang melayang di udara sama seperti burung-burung yang berterbangan di angkasa. Dalam hal ini terlihat tidak hanya terbang layaknya burung yang terbang di udara, namun dia juga bisa berdiri diam melayang di udara. Pada suatu waktu terlihat si satrio berdiri melayang di atas Luapan Lumpur Lapindo sekitar 20 meter di atas kawah lumpur. Dia disana tiada lain dan tiada bukan sedang berusaha menghentikan luapan lumpur Lapindo.

Di waktu lain pula Satrio piningit terlihat menuju negara Malaysia denga terbang seperti burung. Tidak terlihat adanya sayap di punggungnya artinya dia terbang begitu saja tanpa sayap. Dia juga tidak terlihat mengepakkan kedua tangannya ataupun menghentak-hentakkan kedua kakinya. Terlihat pula pada kesempatan yang lainnya si satrio merubah wujudnya menjadi tokoh dalam film kartun yang memiliki kemampuan untuk terbang. Rupanya dia sedang menggunakan 2 kemampuan pada saat yang sama yaitu kemampuan merubah wujud dan kemampuan terbangnya.

Untuk kemampuan terbang yang dimiliki Satrio Piningit sebenarnya sudah disinggung oleh Nostradamus dalam Century 2 Kuantrain 29 “dia akan melintas melewati langit, laut dan salju”. Sementara juga ada informasi yang menyebut bila dalam Jongko Joyoboyo juga ada kalimat yang tertulis “besuk yen ono wong iso mabur tanpo sayap” artinya kelak akan ada orang yang bisa terbang tanpa sayap, namun hingga saat ini belum ditemukan referensinya di internet dan katanya untuk mendapatkan kalimat tersebut harus membaca Jongko Joyoboyo yang masih berbahasa Jawa.

7. Satrio Piningit dapat memakai jurus tokoh kartun.
Satrio Piningit rupanya tidak hanya memiliki kemampuan untuk terbang juga merubah wujudnya menjadi apa saja dalam film kartun, akan tetapi rupanya dia juga bisa menggunakan jurus-jurus yang dimiliki oleh tokoh-tokoh film kartun tersebut. Anda mungkin tidak akan percaya tetapi demikianlah yang saya lihat dari sosok Satrio Piningit di masa depan. Dia dapat menggunakan super saiya milik Goku, rasengan milik Naruto, pengendali udara milik Avatar, dan lain sebagainya.

Ada sebuah referensi yaitu dari ki Ponco Waskito yang menyebut Satrio Piningit memiliki kemampuan dapat “memegang sinar bintang dan bisa dilihat banyak orang”. Ketika saya gunakan kemampuan supranatural untuk melirik yang dimaksud ki Ponco Waskito, rupanya peristiwanya pada saat Satrio Piningit berusaha menghentikan Luapan Lumpur Lapindo. Dia disana “memegang sinar bintang” lalu di atas tangannya sinar tersebut membentuk bola putih terang benderang diangkat di atas kepalanya. Untuk ukurannya cukup besar melebihi besarnya kawah luapan lumpur Lapindo.

Apa yang dilakukan Satrio Piningit ini sama dengan yang dilakukan Goku dengan Genkidama dalam film Dragonball. Anda dapat melihat foto dan filmnya sebagai perbandingan. Bedanya kalau Goku membuat Genkidama untuk membunuh musuhnya, tetapi Satrio Piningit membuat Genkidama untuk menyumbat kawah lorong lumpur. Disinilah kira-kira Prabu Joyoboyo dalam Piweling juga menyebutkan bila kelak Satrio Piningit “berdiri dengan payung kuning diiringi berjuta-juta malaikat”. Senada dengan kalimat tersebut, Nabi Muhammad SAW pernah menyebut “Al Mahdi tidak akan datang, kecuali terbitnya matahari sebagai suatu pertanda” (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 33).

Tentunya masih banyak sekali yang terlihat menggunakan kemampuan supranatural seadanya dari sosok Satrio Piningit di masa depan nanti pada saat dia menggunakan kesaktiannya. Akan tetapi bila disebutkan semuanya akan menjadi panjang lebar tulisan ini. Untuk itu sebaiknya melihat sendiri aksi Satrio Piningit nanti bila telah muncul. Dalam blog ini pula telah ditampilkan beberapa foto dan film kartun sebagai ukuran yang dimaksud warisane Gatotokaca sejuta bagi Satrio Piningit. Selanjutnya kelak anda akan melihat sendiri tokoh-tokoh dalam film kartun tersebut akan hadir di alam nyata bumi Indonesia.

a. Contoh foto dan film kartun Dragonball.
b. Contoh foto dan film kartun Naruto.
c. Contoh foto dan film kartun Avatar.
d. Contoh foto dan film kartun Bleach.
e. Contoh foto dan film kartun One Piece.

Bagi anda yang suka menonton film kartun di atas mungkin tidak asing lagi, tetapi bagi anda yang belum pernah nonton maka sedikit foto dan film kartun tersebut dapat dijadikan ukuran penafsiran warisane Gatotkaca sejuta. Sebenarnya ingin sekali banyak foto dan film kartun ditampilkan dalam blog ini, namun karena keterbatasan waktu maka untuk saat ini hanya sedikit itu yang bisa disuguhkan sebagai gambaran warisane Gatotokaca sejuta bagi Satrio Piningit. Apabila masih ada waktu dan kesempatan, akan ditambah lagi foto-foto dan film-film kartun lainnya.

Sekarang coba anda sekalian yang sudah pernah nonton film kartun maupun yang belum pernah nonton film kartun di televisi, kira-kira bagaimana seandainya tokoh-tokoh dalam film kartun tersebut kelak benar-benar hadir di dunia nyata bumi Indonesia ?

Kontrofersi, Senin 21 Desember 2009
Eddy Corret.

About these ads