Selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun
Akan ada dewa tampil berbadan manusia
Jongko Joyoboyo Bait 159

Berangkat dari beberapa bait yang telah diungkapkan Prabu Joyoboyo yang salah satunya menyebut akan ada dewa berbadan manusia (Satrio Piningit), maka kita sebagai rakyat Indonesia mulai penasaran. Seperti apakah sosok tersebut kok bisa-bisanya Prabu Joyoboyo menyebutnya dewa tetapi berbadan manusia.

Apabila anda termasuk yang penasaran dengan ungkapan tersebut maka anda akan mencari informasi mengenai hal ini. Bisa melalui bertanya-tanya dengan orang-orang Jawa yang percaya akan ramalan Joyoboyo, bisa juga dengan membaca berbagai buku yang membahas tentang sosok tersebut. Ini cara biasa yang semua orang bisa melakukannya.

Akan tetapi bagi anda yang memiliki kemampuan khusus seperti spiritual atau supranatural maka dapat menjadi modal untuk melakukan pencarian sendiri mengenai sosok tersebut kira-kira seperti apa. Namun harus diwaspadai karena seiring berjalannya waktu, muncullah dimana-mana sosok-sosok yang seakan-akan dialah orang yang dimaksud namun kenyatannya justru sosok yang anda temukan itu yang palsu.

Berbicara mengenai ciri-ciri dari sosok yang disebut dewa berbadan manusia tidaklah banyak erferensi yang bisa didapatkan. Untuk itu dalam hal ini penulis meminta bantuan pada siapa saja yang sekiranya sudah menemukan ciri-ciri dari sosok yang dimaksud Prabu Joyoboyo itu untuk membeberkannya di ruang komentar yang telah tersedia tanpa menilai apa temuan anda tersebut mengarah ke sosok yang asli atau yang palsu karena memang sulit untuk memastikan Satrio Piningit yang sejati itu yang mana.

Sebagai tambahan ciri-ciri dari sosok yang dimaksud Prabu Joyoboyo berikut beberapa diantaranya yaitu :
1. Akan ada dewa tampil berbadan manusia (Bait 159).
2. Asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah Timur (Bait 161).
3. Masih muda sudah dipanggil orang tua (Bait 165).
4. Berparas seperti Batara Kresna (Bait 159).
5. Berumah seperti Raden Gatotkaca berupa rumah merpati susun tiga (Bait 161).
6. Yatim piatu, tak bersanak saudara (Bait 168).
7. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang (Ugo Wangsit SIliwangi).

Kontrofersi, Senin 3 Mei 2010.
Eddy Corret.

About these ads