Batara Indra
Tiada lain adalah Malaikat Mikail
Yang kelak akan mendampingi Satrio Piningit sejati.

Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia, hewan dan tumbuhan sebagai makhluk fisik tidak sendirian aja di alam semesta ini. Tuhan telah juga menciptakan makhluk non fisik seperti Jin dan malaikat. Disadari atau tidak makhluk non fisik tersebut ada disekeliling kita cuma berbeda alam saja. Mereka Jin dan Malaikat melihat kita yang berada di alam fisik. Tapi manusia untuk bisa melihat makhluk non fisik harus memiliki kemampuan tertentu sebagai pendukungnya kecuali si makhluk non fisik itu sendiri yang menampakkan diri.

Dalam hal ini Malaikat ciptaan Tuhan juga demikian, manusia tidak akan sanggup melihatnya kecuali dengan kemampuan penglihatan non fisik yang dapat menjangkau keberadaan si Malaikat tersebut. Beda ceritanya kalau si Malaikat itu menemui manusia seperti yang dialami para Rosul terdahulu, maka manusia yang ditemuinya tidak perlu harus memiliki kemampuan penglihatan non fisik mengingat si malaikat tersebut berujud fisik manusia saat menemui Rosul Tuhan. Berikut sedikit mengenai Malaikat Mikail yang telah hadir di bumi Indonesia.

1. Malaikat Mikail = Batara Indra.
Alasan pertama penyebutan Batara/Dewa = Malaikat. Di dunia ini Tuhan menciptakan banyak makhluk hidup seperti manusia, hewan, tumbuhan, malaikat dan jin. Dari 5 jenis makhluk hidup ciptaan Tuhan maka sebutan Batara atau Dewa sepertinya lebih tepat disandangkan untuk menyebut para Malaikat ciptaan Tuhan YME. Untuk yang satu ini kayaknya sepakat semua bila sebutan Batara/ Dewa tidak akan cocok ditujukan pada jin, manusia, hewan atau tumbuhan. Untuk itu Batara atau Dewa tiada lain adalah sosok Malaikat ciptaan Tuhan.

Alasan kedua Malaikat Mikail dan Batara Indra keduanya merupakan pemimpin atau raja. Untuk Batara Indra dapat kita ketahui dalam cerita Mahabarata. Disebutkan dalam cerita tersebut beliau merupakan rajanya para Dewa/Batara di Kahyangan. Sementara itu Malaikat Mikail dalam referensi islam posisinya sebagai pemimpin para Malaikat. Disebutkan bahwa setiap tetesan air mata Malaikat Mikail akan dijadikan Tuhan sesosok Malaikat Karubiyyuun yang secara otomatis Malaikat Mikail menjadi pemimpin dari malaikat karubiyyuun tersebut. Dari sini maka Malaikat Mikail dan Batara Indra merupakan satu sosok atau sosok yang sama hanya berbeda sebutan saja.

Alasan ketiga Malaikat Mikail beberapa kali terlihat muncul di Jawa. Munculnya Malaikat Mikail di jawa tentunya bukan sebagai kunjungan wisata, akan tetapi lebih dari itu dengan maksud untuk mendampingi, mempersiapkan juga menjadi guru dari Satrio Piningit. Prabu Joyoboyo dalam bait 160, 162 dan 172 menyebut “Putra Batara Indra” pada Satrio Piningit yang isyaratnya merupakan asuhan Batara Indra. Adanya 3 hal itu yaitu Satrio Piningit lalu hadirnya Malaikat Mikail di Jawa dan ungkapan Prabu Joyoboyo tersebut menambah keyakinan bila Batara Indra tiada lain adalah malaikat Mikail.

2. Fungsi Malaikat Mikail di bumi.
Mengapa Tuhan menciptakan Malaikat?  Malaikat diciptakan dengan tugas-tugasnya berfungsi sebagai makhluk yang dapat mewujudkan kehendak Tuhan Sang Pencipta. Kita mengenal 10 jenis Malaikat dengan tugasnya sendiri-sendiri di alam semesta ini. Ke 10 Malaikat tersebut yaitu :
a. Malaikat Jibril tugasnya menyampaikan wahyu kepada para rasul dan nabi.
b. Malaikat Mikail tugasnya membagi rezeki kepada semua makhluk, termasuk memberi makan, minum, dan menurunkan hujan.
c. Malaikat Izrail tugasnya mencabut roh atau nyawa semua makhluk apabila sudah tiba saatnya.
d. Malaikat Israfil tugasnya meniup sangkakala (terompet) jika telah sampai saatnya hari kiamat.
e. Malaikat Raqib tugasnya mencatat setiap kebaikan dan amal baik manusia.
f. Malaikat Atid tugasnya mencatat setiap kejahatan dan amal buruk manusia.
g. Malaikat Munkar tugasnya memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada orang yang ada dalam kubur.
h. Malaikat Nakir tugasnya memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada orang yang ada dalam kubur.
i. Malaikat Malik tugasnya menjaga pintu neraka.
j. Malaikat Ridwan tugasnya menjaga pintu syurga.

Khusus untuk Malaikat Mikail yang mendapat tugas dari Tuhan mengatur angin, menurunkan hujan/petir, membagikan rezeki pada manusia, tumbuh-tumbuhan juga hewan-hewan dan lain-lain di muka bumi ini. Malaikat Mikail inilah sebagai satu-satunya malaikat yang mengurusi bumi. Dengan keberadaan Malikat Mikail bagi bumi maka bumi bisa hidup, tetap nyaman dihuni manusia, hewan dan tumbuhan hingga kiamat kelak. Walaupun kita ketahui manusia banyak yang mengadakan kerusakan alam tapi pada saat yang sama Malaikat Mikail tetap menjalankan tugasnya memlihara bumi ini sebaik-baiknya.

3. Malaikat Mikail dalam Islam.
Setelah dicari-cari dari surat pertama hingga surat ke 114, rupanya hanya ada satu ayat saja yang menyebut Malaikat Mikail yaitu pada Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 98 yang artinya : “Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang yang kafir”.

Dari ayat tersebut digambarkan bila siapapun yang memusuhi diantaranya Malaikat Jibril dan Mikail maka Tuhan akan memusuhi orang tersebut. Apabila dihubungkan dengan keberadaan Satrio Piningit yang kelak didampingi oleh kedua malaikat tersebut maka siapapun yang menjadi musuh si satrio itu kelak akan dimusuhi oleh kedua malaikat tersebut dan tentunya juga Tuhan akan memusuhinya. Hal ini disebabkan kehadiran Malaikat Jibril dan Mikail itu mendampingi Satrio Piningit atas perintah Tuhan dan bukan karena kehendak pribadi kedua malaikat tersebut.

Selanjutnya untuk ayat-ayat lain kebanyakan membicarakan mengenai keadaan dan tugas malaikat pada umumnya. Namun ada 2 ayat yang secara khusus menggambarkan keadaan diri para malaikat ciptaan Tuhan, yaitu pada Al-Qur’an surat Fatir ayat 1 yang artinya : “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat”. Kemudian juga pada Al-Qur’an surat Al-Mursalaat ayat 2 yang artinya : “dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya”.

Dari 2 ayat tersebut menggambarkan bila para malaikat diciptakan Tuhan dilengkapi dengan sayap dan dengan sayap itu para malaikat dapat terbang dengan cepat melintasi alam semesta. Untuk itu wajarlah bila Tuhan mengutus malaikat dan secepat kilat si malaikat bisa sampai di muka bumi ini yang jaraknya antara keberadaan Tuhan dan bumi amat sangat jauh sekali. Wajar pula bila dahulu kala Tuhan menggunakan perantara malaikat untuk berkomunikasi dengan para Rosul karena malaikat bisa secepat melebihi kilat menemui rosul tanpa ada halangan rintangan sedikitpun.

Sementara itu sebuah sumber menyebutkan bila dari kepala Malaikat Mikail hingga kedua telapak kakinya berbulu Za’faron. Jika seluruh air di lautan dan sungai di muka bumi ini disiramkan di atas kepalanya, niscaya tidak setitikpun akan jatuh melimpah. Di atas setiap bulu-bulunya terdapat sebanyak satu juta muka. Setiap muka Malaikat Mikail ini pula mempunyai satu juta mulut dan setiap mulut mempunyai satu juta lidah manakala setiap lidah-lidahnya boleh berbicara satu juta bahasa atau lisan. Setiap satu juta lisan tersebut adalah membaca istighfar pada Allah bagi orang-orang mukmin yang berdosa. Setiap satu juta muka atau wajahnya mempunyai satu juta mata. Tiap-tiap matanya senantiasa menangis kerana memohon rahmat bagi orang-orang mukmin yang berdosa. Tiap-tiap matanya yang menangis itu mengeluarkan tujuh ribu titisan air mata dan setiap titisan air mata itu Allah ciptakan satu malaikat Karubiyyuun yang serupa dengan kejadian malaikat Mikail. Setiap malaikat-malaikat ini ditugaskan untuk bertasbih pada Allah hingga hari kiamat”.

Dari kalimat di atas menggambarkan betapa besar ukuran tubuh Malaikat Mikail yang apabila seluruh air di muka bumi ini disiram ke kepalanya maka tidak akan ada yang menetes. Sulit memang dibayangkan seperti apa wujud yang sebenarnya Malaikat Mikail tersebut baik dari besar ukurannya, banyaknya jumlah bulu, muka, mulut, lidah, bahasa, lisan dan tetes air matanya. Tapi begitulah bedanya makhluk fisik dan non fisik. kalau makhluk fisik semakin besar maka akan semakin mengurangi tempat tetapi makhluk non fisik sebesar apapun tidak akan berpengaruh pada tempat.

4. Batara Indra menurut Prabu Joyoboyo.
Prabu Joyoboyo pada bait 160, 162 dan 172 menyebutkan “Putra Batara Indra”, sebutan ini sudah tentu ditujukan kepada Satrio Piningit. Prabu Joyoboyo memberi sebutan itu bukannya tanpa sebab, sebutan tersebut muncul dikarenakan memang si satrio berada dalam asuhan Batara Indra semenjak masih tersembunyi hingga muncul dan beraksi nantinya. Tidak ada bedanya dengan Arjuna putra Kunti dalam cerita Mahabarata, kelak Satrio Piningit akan menjadi sakti mandraguna seperti yang disebutkan dalam Jongko Joyoboyo tiada lain atas kehadiran Batara Indra sebagai guru yang membimbingnya.

Rupanya Prabu Joyoboyo tidak hanya mengetahui akan munculnya Satrio Piningit sebagai sosok manusia fisik. Akan tetapi beliau juga mengetahui hadirnya sosok non fisik Malaikat/Batara/Dewa yang mendampingi si satrio. Belum diketahui apakah Malaikat Mikail / Batara Indra semenjak pertama kali bertemu Satrio Piningit selanjutnya mendampinginya setiap saat dalam persembunyian ataukah hanya waktu-waktu tertentu saja menemui Satrio Piningit. Keduanya bisa saja terjadi, namun kehadiran Malaikat Mikail / Batara Indra bukan karena keinginan sendiri, akan tetapi karen perintah Tuhan untuk mendampingi Satrio Piningit.

5. Batara Indra dalam Mahabarata.
Batara Indra merupakan sosok raja dari para dewa di kahyangan. Oleh orang-orang bijaksana, ia diberi gelar dewa petir, dewa hujan, dewa perang, raja surga, pemimpin para dewa, dan banyak lagi sebutan untuknya sesuai dengan karakter yang dimilikinya. Beliau dikenal juga dengan dewa cuaca yang artinya segala cuaca, musim yang ada di bumi diatur semua oleh Batara Indra sehingga siklus kehidupan di muka bumi dapat berjalan dengan baik. Sebagai dewa beliau juga dikenal dengan dewa petir dengan petir sebagai senjatanya.

Dalam sebuah kisah disebutkan bila Batara Indra memiliki anak terlahir dari Kunti yang kita kenal dengan nama Arjuna. Orang-orang akan paham bila disebut nama Putra Batara Indra yang tiada lain ditujukan kepada Arjuna. Dalam cerita Mahabarata pula disebutkan Arjuna mendapat senjata panah shakti dari para Dewa dan salah satunya hadiah dari Batara Indra bahkan Arjuna selama masa pembuangan juga sempat beberapa tahun tinggal di Kahyangan tempat Batara Indra berada untuk berlatih kekuatan guna menghadapi para Kurawa.

6. Wujud Malaikat Mikail.
Secara pribadi saya Eddy Corret pernah melihat sosok Malaikat Mikail di langit Indonesia. Tentu saja tidak melihat menggunakan mata fisik, namun menggunakan mata non fisik dan batin dengan dukungan sedikit kemampuan supranatural. Dalam hal ini saya bermaksud ingin berbagi sedikit cerita mengenai hasil penangkapan saya atas kemunculan malaikat Mikail di langit Indonesia. Sudah pasti kehadiran Malaikat Mikail di Indonesia karena ada keperluan dengan Satrio Piningit yang hingga detik ini juga belum diketahui keberadaannya.

Pada suatu ketika di pertengahan tahun 2008, secara tidak sengaja saya melihat sosok berdiri melayang di langit. Secara otomatis hati ini langsung menyebutnya dialah malaikat Mikail tanpa ragu. Berdiri melayang di langit dengan ketinggian cukup tinggi dari atas tanah yang apabila ditarik garis lurus beliau seperti berada di atas Jawa Timur juga di atas Jawa Tengah dan di atas Jawa Barat sehingga sulit menebak berdirinya berada di atas daerah mana di Jawa ini. Bisa jadi Jawa Barat, Jawa Tengah bisa juga Jawa Timur.

Malaikat Mikail terlihat berdiri melayang dengan wujud seperti manusia pada umumnya. Dalam hal ini tidak terlihat sama sekali sayapnya. Beliau berdiri gagah seperti orang yang sedang berdiri di atas genting dilihat dari bawah. Tubuhnya rada gemuk dan cukup tinggi layaknya orang yang berusia 50 tahunan. Untuk wajahnya cukup tampan juga sedikit gemuk mukanya antara kotak dan oval. Beliau mengenakan mahkota berkilau emas namun kurang begitu jelas bentuk mahkotanya seperti apa.

Pada saat itu memang Malaikat Mikail menggunakan pakaian serba berkilau emas atau mungkin juga itulah pakaian yang biasa dikenakannya selalu. Bajunya berkilau atau berwarna emas namun tidak begitu jelas ornamen, hiasan atau garis-garis pada bajunya. Sementara bawahannya seperti sarung layaknya seorang raja yang mengenakan kain seperti sarung panjangnya hingga ke mata kaki juga berkilau emas. Untuk bawahannya ini juga tidak terlihat jelas garis-garis atau hiasannya, tapi memang mengkilap berwarna emas gagah berdiri di angkasa.

7. Malaikat Mikail Beraksi.
Masih di sekitar pertengahan tahun 2008 di saat musim hujan berlangsung, kurang lebih waktu antara pukul 11.00 hingg 12.00 menjelang datangnya waktu Dhuhur. Keadaan pada hari itu di langit terlihat mendung tipis bertebaran. Selanjutnya mendung yang tipis perlahan-lahan berubah menjadi tebal dan warnanya menghitam. Suasana sekitar yang tadinya terang oleh sinar matahari perlahan-lahan pula menjadi rada gelap lalu hujan turun cukup deras dengan angin berhembus pelan dan petir menyambar-nyambar di sana sini.

Ntah kenapa tiba-tiba saya yang pada saat itu berada di dalam kamar tiba-tiba terasa kurang nyaman. Suasana hati ini terasa aneh dan dalam tubuh merasa panas yang memaksa untuk keluar ruang menikmati suasana dingin di halaman rumah. Perasaan aneh yang ada di hati rupanya kian mencekam setelah di luar rumah saya lihat awan mendung di langit kian hitam menumpuk dan petir terus menerus menyambar di mana-mana. Saya merasa ada sesuatu sedang terjadi tapi ntah apa itu dan dimana itu tidak tahu, namun perasaan di hati nyata-nyata tidak nyaman dan tubuh tiba-tiba terasa panas.

Tidak lama setelah itu terlihat petir yang ukurannya 2 x lipat lebih besar dari petir yang biasa kita saksikan pada saat hujan turun. Anehnya lagi petir tersebut menghujam hingga hampir menyentuh tanah tapi tidak melukai sipapaun juga tidak mengena ke tiang listrik atau penangkal petir di sekitarnya. Tentu saja diikuti oleh suaranya yang begitu menggelegar mengejutkan banyak orang. Sesaat setelah petir besar itu menyambar, anginpun berhembus menghempas manjauhi tempat dimana petir besar tersebut berada.

Anehnya lagi hujan yang tadinya turun ke bawah begitu deras, dihempas angin yang kuat akhirnya hujannya miring bahkan kemiringannya hingga 90 derajat dihempaskan angin tersebut. Seumur hidup baru kali ini saya melihat hujan dihempas angin hingga miring dan membasahi dinding bawah genting dan masuk ke rumah airnya. Tidak lama setelah peristiwa itu hujanpun mereda, angin berhembus pelan, suasana sekitar terasa sejuk dan suasana hati ini yang tadinya panas berubah menjadi sejuk. Matahari di ataspun juga terlihat bersinar terang.

Rasa penasaran mulai menyelimuti suasana hati. Apa yang sebenarnya sedang terjadi. Saat itulah saya melihat sosok berdiri melayang di langit dengan menggenggam cambuk petir di tangan kanannya. Hati ini otomatis begitu saja menyebut Malaikat Mikail tanpa ragu lagi. Pada saat yang sama terlihat gerombolan makhluk halus ribuan jumlahnya lari berhamburan menjauhi tempat di sekitar bawahnya Malaikat Mikail berada. Akhirnya ketahuan sudah rupanya sedang terjadi perang antar kelompok makhluk halus dan muncullah Malaikat Mikail untuk membubarkan peperangan tersebut.

Demikian sedikit cerita tentang Malaikat Mikail yang saya lihat sendiri tentunya dengan penglihatan mata non fisik. Anda dapat memeriksa benar tidaknya cerita saya ini menggunakan kemampuan supranatural atau spiritual anda tentunya bagi yang memiliki kemampuan supranatural. Sebenarnya masih ada lagi cerita lain seperti munculnya Malaikat Mikail membubarkan para makhluk halus yang sedang bersenag-senang di antara puting beliung yang melanda beberapa tempat di Jawa. Namun sepertinya cerita di atas sudah cukup dan bila mungkin kelak akan ditambah lagi dengan cerita yang lainnya.

Kontrofersi, Senin 7 Desember 2009
Eddy Corret.

About these ads